p-Index From 2021 - 2026
5.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Sosiohumaniora MediaTor: Jurnal Komunikasi Jurnal Komunikasi MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi The Indonesian Journal of Communication Studies Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF Jurnal Orasi Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi JRK (Jurnal Riset Komunikasi) Komunikasi : Jurnal Komunikasi Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Nyimak: Journal of Communication Jurnal Komunikasi MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Persepsi : Communication Journal urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Communicate Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi LUGAS Jurnal Komunikasi Communiverse Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Jurnal Mantik Perspektif Komunikasi; Jurnal Ilmu Komunikasi dan Komunikasi Bisnis Communicare : Journal of Communication Studies Communication Avant Garde Jurnal Pendidikan dan Konseling Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Inter Komunika: Jurnal Komunikasi Jurnal Ranah Komunikasi International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Jurnal Studi Jurnalistik Jurnal Pewarta Indonesia International Journal of Social Science Indonesian Journal of Social Science Research KOMUNIKATA57 Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Kaganga : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Innovative: Journal Of Social Science Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Partisipasi Politik Dan Sosial Media Bagi Pemilih Pemula Pemilukada 2020 Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Cikal Harapan 01 Serpong Tangerang Selatan Umaimah Wahid; Amin Aminudin; Hadiono Afdjani; Eko Sumardi; Reni Rosita
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.585

Abstract

Pemilukada serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 kabupaten/kota di Indonesia pada Desember 2020. Salah satu Pemilukada 2020 yang akan dilaksanakan adalah Kotamadya Tangerang Selatan (Tangsel). Pemilih pemula selalu ada dalam setiap pemilu yaitu mereka yang berusia 17 – 21 tahun dan baru pertama kali menggunakan hak pilih mereka. Pemilih pemula adalah warga negara yang mempunyai hak pilih yang harus bertanggung jawab dalam proses politik yang berlaku. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meliterasi atau memberikan pengetahuan kepada siswa/siswi SMA Islam Cikal Harapan 01 Serpong Tangerang Selatan. Metode kegiatan pelatihan ini dilakukan berdasarkan pendekatan proses pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Perbandingan antara pembelajaran teori dengan pembelajaran praktik berkisar dengan perbandingan sekitar 1:2. Metode pelatihan untuk menyampaikan teori, meliputi : ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Sedangkan, praktikum terdiri dari metode tanya jawab serta tugas atau latihan., hasil dari kegiatan ini adalah pemilih pemula diberikan pemahaman tentang bagaimana ketergantungan pada sosial media sebagai media komunikasi politik saat ini. Sosial media bukan saja sebagai media sharing semata, namun sudah menjelma menjadi media propaganda politik. Kebebasan akses informasi membuka peluang bagi masyarakat posting berbagai bentuk informasi yang terkadang justru berbentuk hoax. Oleh karena itu, perlu pengetahuan yang memungkinkan pemilih pemula untuk lebih selektif dan tidak mudah percaya kepada pesan sosial media.Kata Kunci: Media sosial, Partisipasi Politik, Pemilih Pemula, PEMILUKADA 2020, Tangerang Selatan  Abstract. The 2020 regional elections will be held in 270 districts/cities in Indonesia in December 2020. One of the 2020 regional head elections to be held in the Municipality of South Tangerang (Tangsel). Beginner voters are always present in every election, namely those aged 17-21 years and this is the first time to exercise their voting rights. Beginning voters are citizens who have the right to vote who must be responsible for the prevailing political process. The purpose of the implementation of Community Service (PPM) is carried out as an effort to literate or provide knowledge to students of SMA Islam Cikal Harapan 01 Serpong Tangerang Selatan. This training activity method is carried out based on the theoretical learning process approach and practical learning. The comparison between theoretical learning and practical learning ranges from about 1: 2.Training methods for conveying theory include: lectures, questions and answers, and discussions, while practicum consists of question and answer methods and assignments or exercises. given an understanding of how the dependence on social media as a medium of political communication today. Social media is not only a medium for sharing but has been transformed into a medium for political propaganda. Freedom of access to information opens opportunities for the public to post various forms of information, sometimes in the form of hoaxes. Therefore, knowledge is needed to enable new voters to be more selective and not easily believe in social media messages.Keywords: Village Funds, Village Fud Taxes, VAT, Income Tax, Stamp Duty
Strategi Manajemen Krisis Public Relations TNI Angkatan Laut dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Infra Wahdaniah; Umaimah Wahid
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 3, No 02 (2020)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v3i02.72

Abstract

Di seluruh dunia tanpa kecuali kini sedang menghadapi krisis pandemi corona virus deseases 19 (Covid-19), tidak terkecuali TNI Angkatan Laut. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen krisis Public Relations Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Terlebih dengan ditetapkannya Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Peran dan fungsi Public Relations TNI AL dilaksanakan oleh Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal). untuk membangun, mempertahankan, dan meningkatkan citra TNI Angkatan Laut. Di masa pandemi Covid-19, Dispenal memiliki strategi manajemen krisis. Strategi manajemen krisis dalam penelitian ini didasarkan pada konsep Wunderman Thompson dengan mempertimbangkan tahapan krisis yang terjadi: readiness, radar, response, dan recovery. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan positivis konstruktif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, TNI AL menggunakan strategi manajemen krisis Wunderman Thompson, mulai dari tahapan readiness, membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19; radar, membuat response manajemen SOP dan krisis dengan melakukan monitoring dan evaluasi; response, menggunakan tiga skenario; dan recovery, dengan membuat analisa menuju kehidupan normal baru.
Otonomi Daerah Dan Komunikasi Politik Perempuan: (Analisis Gramcian Kandidat Perempuan Parlemen Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009) Umaimah Wahid
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.996 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5682

Abstract

The research about the women parliament candidacy based on problems, theory, methodology and researchanalysis being utilized by the researcher aims at 1) unveiling affirmative action policy in accordance to the2003 Public Election regulation (UU) and the 2008 political party regulation that are suitable policy along withefforts to enhance women representativeness in parliament within regional autonomy framework; 2) elaboratingpolitical party supports towards quota fulfillment process of 30 percent in line with the 2009 public electionregulation; 3) describing and criticizing mass media roles in the process of the political communication of womencandidates of DKI Jakarta Province in 2009; 4) discovering and exploring quality of the political communicationof women candidates of DKI Jakarta Province 2009; 5) highlighting women efforts and struggles regarding theregulation of political quota and regional autonomy are so-called ‘counter hegemony’ movement. Paradigmused in the research is critical paradigm with Gramcsian analysis model. Theory and concept of this research areAntonio Gramcsi’s thoughts; hegemony-counter hegemony, political network alliance, political communication,radical feminism, mass media in the New Marxist perspective (Gramcsian) and regional autonomy concept.The research uses qualitative approach with case study method and feminist research as well as equipped bymethod of the Gramcsian-Marxist analysis. Results and discussion of the research argue that women have beenundergoing marginalization both culturally and structurally in the political realm resulting in injustice of theirrepresentativeness in parliament. The notion becomes rooted in the social structure and system and has been goingas a cultural system which is patriarchy system. The women altogether have to establish and belong to a solidnetwork alliance to give pressure towards the government; those are in power and the state in order to transformconditions of women representativeness in parliament. They are therefore expected to have bargaining positionthat is balanced or even stronger with the state. The position is needed by women in that they can compete withmen and create broader opportunity by which they achieve it by the release of the 2009 political party regulationand the running of the regional autonomy regulation. In the Gramcsi’s concept, the equality of bargaining positionbetween women movement, represented as civil society and the state represented as political community highlylikely produce conceptual/intellectual and practical clashes to establish new hegemony whose consequence isto prosper woman community and broader civil society as well as political community. In this phase, Gramcsinames it as ‘counter hegemony’ movement in which women can present themselves and bear new hegemony afterwinning the conceptual war against the old hegemony. The women’s struggles to run candidacy of The 2009 DKIregional election took a form of ‘counter hegemony’. The effort was undertaken so that the women can owe highbargaining position in politics that is influenced by the other power namely mass media. The need to supports ofmedia industry is inevitable. Media industry, as institution having capital ideology, might highly possible be usedby women movement/ the civil. In addition, women can take benefits from media to assist struggles of ‘counterhegemony’. As a consequence, the women’s struggles of counter hegemony are complicated to do due to partialand incomprehensive efforts. The women political candidates of DKI Jakarta possess resistant movement spirit orfighting movement to transform cultural values of patriarchy especially in politics. In this notion, it is evident thatemancipation ideology is not effective to strengthen the movement unless it is as communal vision and missionfrom elements of struggles that can produce women great energy to achieve their goals. The energy is no other than‘collective will’ considered as fighting ideology which is necessary therein fighting ideas of women have constantand significant energy.Keywords : regional autonomy, political communication, Gramcsian Analysis, women parliament candidacydkijakarta 2009)
RESISTENSI ATAS DISKURSUS PLURALISME AGAMA DALAM TEKS MEDIA Muhamad Isnaini; Umaimah Wahid
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.422 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5480

Abstract

Uji materi UU Pencegahan Penodaan Agama (UU No.1/PNPS/1965) telah berlangsung selama Januari-April 2010 lalu. Bermacam diskursus muncul selama uji materi tersebut. Uji materi juga tak luput dari pemberitaan media, termasuk media online. Bagaimana media online dengan ideologi Islam menyikapi diskursus pluralisme agama yang muncul selama uji materi adalah permasalahan utama penelitian ini. Tiga media online dipilih sebagai objek penelitian, yakni Eramuslim.com, Hidayatullah.com, dan Republika online. Penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online cenderung resisten atas diskursus pluralisme agama. Resistensi di level teks dilakukan melalui tiga isu, yakni kebebasan beragama tanpa batas, pemikiran liberal, dan konspirasi Barat. Analisis di level praktik diskursus mendukung resistensi itu, dan diperkuat dalam level praktik sosiokultural. Resistensi media online membawa konsekuensi tersendiri, yakni menjadikan mereka sebagai aparatus ideologi negara, melegitimasi penguasa, dan ter-hegemoni kebijakan kekuasaan. Kedepannya, dalam memberitakan isu-isu sensitif (misalnya terorisme, konflik antar umat beragama), media Islam harus mulai berpikir mentarget audience “out of the box”. Termasuk mereformasi pilihan tema dan angle liputan. Sesuatu yang lebih “ramah lingkungan” dan tak didominasi rasa “hate speech” terhadap yang lain.
BUDAYA POPULER DAN SIMULACRA KAWULA MUDA JAKARTA DALAM PENGGUNAAN SITUS VIDEO YOUTUBE (KASUS UNGGAH VIDEO GAMALIEL-AUDREY DAN SINTA-JOJO) Edy Chandra; Umaimah Wahid
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.5 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5742

Abstract

Situs video YouTube adalah salah satu varian dari situs jejaring sosial (situs jejaring sosial)yang mengembangkan dan minat dalam konvergensi media komunikasi digital untuk orang-orang mudasaat ini Jakarta. Menarik untuk menjadi pertanyaan berarti meng-unggah video meliputi kasus lip- sincdan musik pop di dunia maya dapat terjadi. Kasus ini diduga terkait dengan pemahaman budaya populerdan simulacra Jean Baudrillard yang merupakan bagian dari ideologi semiotik. Untuk itu peneliti tertarikuntuk mencoba untuk menyelidiki kasus ini dengan metode kualitatif. Ilustrasi studi kasus ini akhirnyamengarah pada kesimpulan bahwa keinginan yang kuat untuk menjadi berbeda karena faktor budayakompetisi di kalangan pemuda Jakarta menjadi faktor utama dalam penggunaan situs video YouTube,yang melahirkan budaya populer. Selain itu, sosok selebriti tempo dan menjadi salah satu faktor yangmendorong penggunaan simulacra di situs video YouTube. Saran dari hasil penelitian ini mengarah padapentingnya pertimbangan yang matang dalam proses meliputi vokal meng-unggah video pra dan lip-sincke situs video YouTube. Mengingat unsur etika ke garis depan sebelum timbulnya dampak hasil meliputiVokal dan unggah video ke situs video lip-sinc YouTube untuk dilihat oleh semua pengguna.
UTILIZATION OF TOK TIK AS MEDIA CAMPAIGN MOVEMENT OF WASHES IN INDONESIA FOR PREVENTION OF SPREAD OF VIRUS COVID-19 Togi Prima Hasiholan; Rezki Pratami; Umaimah Wahid
Metakom Vol 4 No 1 (2020): 7th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v4i1.103

Abstract

Indonesia, which is 64.8% of the population, has used the Internet and 160 million people are social media users, making Indonesia a promising market by social media industry players, such as the Tik Tok application. In 2020 the Tik Tok application became a popular culture in Indonesia, because the Indonesian people would know this application and become its user. The popularity of Tik Tok in Indonesia became an ideal medium by the World Health Organization (WHO) which campaigns for the correct hand washing movement to break the transmission of the COVID Virus -19 or known by the name of corona by producing videos and hashtags #safehands challenge in the Tik Tok application, then the creators produce their own version of video content and add hashtags #safehands challenge to follow this challenge. This type of research used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Tik Tok as a popular media becomes an ideal media in conducting handwashing campaigns which are used by WHO through the hashtag #safehands challenge, but users prefer videos with professional themes in their fields (such as doctors in this case) but light and not patronizing.
New Wave Marketing Dalam Membangun Brand Equity Di Era Digital Yama Aditya Nugraha; Umaimah Wahid
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v16i2.3005

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana New Wave Marketing brand dan Brand Value peralatan outdoor Consina dalam membangun brand loyalty. Penelitian ini menggunakan teori New Wave Marketing. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini adalah pada aktifitas pemasarannya consina selalu berusaha mensejajarkan diri dengan para konsumennya, hal itu sesuai dengan konsep new wave marketing dimana hubungan suatu brand dengan konsumennya bersifat horizontal. Brand consina memiliki karakter yang kuat di masyarakat yaitu aspek fisik, aspek intelektualitas, aspek emosional, aspek, sosial, dan aspek kepribadian, hal ini berdampak pada terciptanya kesadaran merek (brand awarness) di kalangan masyarakat khususnya di kalangan penggiat kegiatan outdoor, Namun, untuk masyarakat umum yang bukan penggiat kegiatan luar ruang, tingkat kesadaran merek masih dalam tahap brand recall (mengingat ulang). Pengelolaan komunitas yang dilakukan oleh consina masih belum efektif karena loyalitas merek (brand loyalty) yang terbentuk pada brand consina merupakan hasil dari kualitas, desain, dan harga produk dari brand consina.
Aliansi Jaringan dalam Proses Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Perempuan Umaimah Wahid
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v10i1.87

Abstract

Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan model analisis Gramscian, teori dan konsep komunikasi politik tentang kualitas komunikasi politik, media massa, dan berdasarkan teori hegemoni Antonio Gramsci atas aliansi jaringan organisasi, hegemoni-counter hegemoni, feminis radikal, dan media massa dengan dasar otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas perempuan dalam komunikasi politik parlemen di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Ditemukan bahwa rata-rata dari anggota perempuan di parlemen jauh dari ideal. Situasi menunjukkan kurangnya pengalaman politik, kaderisasi, dan pengetahuan di antara perempuan anggota parlemen. Keterbatasan ini memiliki konsekuensi terhadap komunikasi politik yang sedang berlangsung karena pengaruh budaya patriarki, dan hal itu menunjukkan keengganan partai politik dalam memberdayakan perempuan. Mereka memiliki masalah dengan tingginya biaya publikasi media. Di sisi lain, media tidak sepenuhnya melakukan gerakan counter hegemoni. Situasi ini secara fundamental krusial bagi perempuan karena tingginya kebutuhan untuk melakukan perubahan besar.
CULTURAL IMPERIALISM AND CAPITALISM MEDIA IN ISLAMIC VALUES DECONSTRUCTION ON RAMADAN SHOW IN TELEVISIONS Umaimah Wahid; Muhamad Isnaini; Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/ijcs.v8i2.2979

Abstract

Indonesia is the country with the largest number of Muslim occupation in the world today. The largest number of Muslims  require various forms of religious education as an attempt to provide insight to the community about the concept and values of Islam. In the process, mass media, which has grown rapidly in Indonesia, especially television come to take a role by providing a variety of spectacle that contains values of Islam. Islamic nuances such as soap operas and television speeches adorn the face of Indonesia. The phenomenon was initially only during the Ramadhan 2010-2012. The focus of this paper is about the deconstruction of Islamic values in TV’s programs, cultural imperialism and mass media capitalism which implies the reconstruction of religious understanding of the ummah. The emergence of commodification and religious shows on television structuration  as a form of capitalism media. This means that the value of profit is the primary consideration nuanced spectacle of Islam on television. That led to a new cultural imperialism in the community because dekonstrusi Islamic values by the mass media in beragamma tv program in the month of Ramadan. Comodification and structuration in the mass media thus changing the value of media is becomes a commodity that has economic value All that become on understanding community that increasingly loose with values of Islam. community more enjoy to understanding the religious impressions are nothing more than a mere entertainment. Reality is changing the way of thinking, attitudes and behavior which was originally more confidence to the understanding that comes from the explanation of 'real' in society, switch to the understanding of religion believe that they watch on television.
Upaya Komunikasi Pemasaran Terpadu Televisi Lokal Melalui Budaya Lokal Umaimah Mulyono Wahid; Menati Fajar Rizki
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1497.872 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i2.15821

Abstract

Televisi lokal memerlukan upaya khusus untuk memperkenalkan brandnya. Brand televisi lokal, I Channel Bandung, menggunakan kekayaan budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran penonton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses peningkatan brand awareness televisi I Channel Bandung melalui acara budaya lokal “Sampurasun Cepot” dengan menggunakan teori komunikasi pemasaran Integrated Marketing Communication (IMC). Penelitian ini juga melihat tingkat brand awareness I Channel Bandung yang dicapai setelah menggunakan program acara “Sampurasun Cepot”. Teori yang digunakan penelitian ini, Integrated marketing communication Tuckwell serta teori tingkatan brand awareness dari Aaker. Penelitian berfokus pada implementasi enam elemen penting IMC yang dilakukan untuk meningkatkan brand I Channel Bandung yaitu melalui advertising, sales promotion, direct marketing, public relations, personal selling, dan event and sponsorship. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif intrinsik dan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran terpadu dapat dikaitkan dengan penggunaan satu program acara budaya untuk meningkatkan brand awareness perusahaan. Penggunaan program acara wayang golek “Sampurasun Cepot” berhasil menarik penonton menjadi lebih sadar akan kehadiran televisi lokal ini. Brand awareness I Channel Bandung berhasil meningkat dan mencapai level brand recall di benak penonton. Namun faktanya, televisi lokal I Channel Bandung membutuhkan upaya marketing yang serius dan meningkat pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi dan menambah kualitas dan jumlah sumber daya manusia.
Co-Authors Abdul Aziz Abdul Aziz Alexander Seran Alvionita Choirun Nisa Amin Aminudin Aminudin, Amin Anastasya Putri Christanty Andini, Prita Anggun Eka Puspita Ari Budiarti Avinasiwi Amalina Ayu Erivah Rossy Ben Isa Muhammad CHANDRA, EDY Chazizah Gusnita Dolly Indra Febriana, Ajeng Iva Dwi Ferrari Lancia Fran Celino Octhanto Bata Glenys Octania Hadiono Afdjani Hafied Cangara Hafied Cangara Hafied Cangara Hardjianto, Mardi Hasiholan, Togi Prima Hazmi Abdullah, Muhammad Hendra Hendra Hendra Hendra Ilham Ramdana Imelda, Imelda Indah Suryawati Infra Wahdaniah Khairani Mukhlis Kurniansyah, Rafli Akram Kusumawardhany, Nidya Lestari, Rini Lutfiyatul Inayah Lydiani, Saskia M. Alfansyah Harahap M. Masad Masrur Manahan Butar Butar Manahan Butar Butar Menati Fajar Rizki Morissan Morissan, Morissan Muhamad Isnaini Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Nawiroh Vera Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari Ninoy Amelia Novi Indah Permatasari Nugraha, Yama Aditya Nur Intan Faradhina Nurmalia Nurmalia Nurzahara Amalia Octania, Glenys Pinontoan, Nexen Alexandre Pratami, Rezki Rachmi Kurnia Siregar Raden Wahyu Utomo Martianto Radians Krisna Febriandy Rafli Akram Kurniansyah Rain Gunawan Reni Rosita Reza Karendha Rezki Pratami Rismiatun Rismiatun Ronda, Andi Mirza Rosita, Reni Rudiyanto Rudiyanto Ryanka Dizayani Putra Saeno, Saeno Saeno, Saeno Sari Dewi, Novianti Setyani Utami Shena Agustina Siregar, Rachmi Kurnia Siti Aisyah Siti Aisyah Sri Hesti Meilasari Suratno, Geri Suwarno Suwarno Suwarno, Suwarno Togi Prima Hasiholan Udi Rusadi Utomo Budiyanto Veronica Pratiwi Virga Virena Suwandi Wahyu Pramusinto Wendi Usino Wilda Hikmalia Wildan Adli Wirobuwono, Aditya Yama Aditya Nugraha Yoedtadi, Moehammad Gafar