Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS GAMBARAN RANTAI PASOK JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK DI KABUPATEN PASAMAN BARAT MENGGUNAKAN MODEL FOOD SUPPLY CHAIN NETWORKS (FSCN) Aqil, Muhammad; Nofialdi; Hafizah, Dian
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.773 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.610

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Kecamatan Kinali, Pasaman dan Luak Nan Duo merupakan daerah yang memiliki potensi jagung yang cukup tinggi. Pengembangan usaha jagung, khususnya petani jagung terkendala dalam masa tanam yang sifat tanamnya musiman, dalam jaminan kesinambungan kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman produk yang menjadi kendala pada proses distribusi jagung kepada konsumen. Penanggulangan masalah ketersediaan jagung untuk bahan baku pakan ternak memerlukan kajian terhadap dinamika komoditas jagung, dapat dilihat melalui suatu rantai kegiatan. Jagung pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk pipilan, akan tetapi ini diperuntukkan untuk konsumsi peternakan ayam petelur. Petani sebagai pelaku utama dalam hal ini umumnya tidak mendapat keuntungan yang optimal, karena semakin panjang sebuah rantai pasok maka akan memperlemah posisi tawar petani. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan ranyai pasok jagung untuk pakan ternak di Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis profil rantai pasok menggunakan kerangka Food Supply Chain Network (FSCN). Sampel yang diambil yaitu petani sebanyak 75 orang, pedagang pengumpul 12 orang dan pedagang besar 1 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 pola saluran rantai pasok, yaitu pola saluran 1 terdiri dari petani – pedagang pengumpul 1– pedagang besar – konsumen, saluran 2 terdiri dari petani – pedagang pengumpul 2– konsumen dan saluran 3 terdiri dari petani – pedagang besar – konsumen. Aliran produk pada proses bisnis rantai pasok jagung mulai dari petani, pedagang pengumpul 1 dan 2 serta pedagang besar disini belum terlaksana dengan baik, karena tidak adanya siklus yang pasti untuk waktu pengiriman maupun kuota yang akan dikirim nantinya kepada konsumen akhir karena tidak dapat diprediksi jumlah yang akan dikirim.
FAKTOR-FAKTOR PENGEMBANGAN POTENSI AGROWISATA SAWAH KAMPUNG BUNGA RAYA DI KECAMATAN BUNGA RAYA KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU Jamalludin; Noer, Melinda; Syahni, Rahmat; Nofialdi
Agrica Ekstensia Vol 18 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i1.201

Abstract

KECAMATAN BUNGA RAYA KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU Agrowisata Sawah Kampung Bunga Raya di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau adalah suatu tempat wisata yang mengandalkan lahan persawahan padi sebagai objek wisata. Agrowisata ini sudah berjalan dan ingin dikembangkan lebih maju lagi. Untuk dapat menentukan strategi, telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengkaji kondisi faktor-faktor pengembangan parawisata di Agrowisata Sakabura. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2024. Metode penelitian adalah survei dengan jumlah responden 92 orang. Untuk menilai kondisi faktor-faktor pengembangan wisata, responden menilai dengan skala likert. Untuk analisis digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa bahwa Faktor Aksesibilitas Wisata masuk kategori cenderung baik dan sangat baik, dan Faktor Daya Tarik, Fasilitas, dan Pelayanan Tambahan Wisata di Agrowisata Sakabura di Kecamatan Bunga Raya masuk kategori cenderung kurang baik dan sangat tidak baik
Agroindustri Santan Kelapa di Sumatera Barat: Identifikasi Faktor Berpengaruh untuk Peningkatan Daya Saing Meilizar, Meilizar; Hadiguna, Rika Ampuh; Santosa, Santosa; Nofialdi, Nofialdi
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.443

Abstract

Pengembangan agroindustri santan kelapa memiliki potensi dalam mendorong eskalasi ekonomi, meningkatkan penghasilan masyarakat, memfasilitasi penyerapan tenaga kerja, mendorong pembangunan yang adil dan mempercepat kemajuan daerah. Usaha pengolahan santan kelapa di Sumatera Barat umumnya masih skala usaha rumah tangga dengan proses produksi sederhana, teknologi tradisional, mutu santan kelapa yang belum standar dan akses pasar yang terbatas. Tujuan riset ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor berpengaruh pada pengembangan agroindustri santan kelapa dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Faktor-faktor ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dan pihak terkait dalam merencanakan strategi kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan dan pertumbuhan agroindustri santan kelapa. Penelitian ini menerapkan prosedur yang dimulai dari pembuatan struktur hierarki, penyusunan kuisioner, pembuatan matrik perbandingan fuzzy, dan penentuan jumlah bobot prioritas. Penelitian ini melibatkan informan kunci yang terdiri dari praktisi industri, akademisi dan tenaga ahli dari pemerintahan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebelas faktor-faktor berpengaruh pada pengembangan agroindustri santan kelapa yang terbagi atas tiga kelompok, yaitu: (i) kelompok A, merupakan faktor-faktor yang memerlukan tingkat pengawasan yang sangat ketat (extremely), terdiri dari faktor pendapatan (15,5 %), faktor harga (14,8 %), faktor pasar (14,5%), faktor bahan baku (11,9 %), faktor produktivitas (9 %) dan faktor kualitas (8,1 %), (ii) kelompok B, merupakan faktor-faktor yang memerlukan tingkat pengawasan ketat (strongly), terdiri dari faktor teknologi (8 %), faktor transportasi (7,8 %) dan faktor tenaga kerja (4,2 %), (iii) kelompok C, merupakan faktor-faktor yang memerlukan tingkat pengawasan sedang (moderately), terdiri dari faktor limbah produksi (4,3 %) dan faktor regulasi (1,9 %).
Hubungan Modal Sosial, Modal Insani, dan Orientasi Kewirausahaan dalam Mendukung Ketahanan Bisnis pada Industri Kopi Bubuk di Kabupaten Tanah Datar Triana, Lora; Syahni, Rahmat; Nofialdi, Nofialdi; Yeni, Yulia Hendri
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.508

Abstract

Peningkatan produksi kopi, menjadi peluang terhadap perkembangan industri pengolahan kopi di Indonesia. Industri harus memiliki kemampuan bertahan, karena dihadapkan pada gangguan secara internal dan eksternal yang akan mengancam keberlanjutan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan bisnis pada sentra kopi bubuk lokal di Nagari Koto Tuo, Kabupaten Tanah Datar, dengan mendeskripsikan hubungan modal sosial, modal insani, dan orientasi kewirausahaan terhadap ketahanan bisnis. Nagari Koto Tuo dipilih sebagai wilayah penelitian karena 75% masyarakat Nagari Koto Tuo merupakan pelaku usaha kopi bubuk. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 139 pelaku usaha kopi bubuk di Nagari Koto Tuo. Variabel penelitian yaitu modal sosial (X1), modal insani (X2), orientasi kewirausahaan (X3), dan ketahanan bisnis (Y). Setiap variabel penelitian diinterpretasikan secara statistik deskriptif berdasarkan nilai masing-masing variabel dan menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki nilai variabel 72%, modal insani memiliki nilai variabel 87%, orientasi kewirausahaan memiliki nilai variabel 53%, dan ketahanan bisnis memiliki nilai variabel 71% dari hasil 100% yang diharapkan. Selanjutnya hasil uji Korelasi Pearson Product Moment menunjukkan modal insani berhubungan positif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan sangat rendah, orientasi kewirausahaan berhubungan positif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan kuat, sedangkan modal sosial berhubungan negatif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan sangat rendah. Dalam hal ini, pelaku usaha harus lebih maksimal dalam meningkatkan modal insani yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman serta orientasi kewirausahaan yang meliputi inovatif, proaktif, dan berani mengambil resiko.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi Bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Ninda Novita; Nofialdi Nofialdi; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan usaha agroindustri kopibubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar (2)Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi kopi bubuk di Nagari Koto Tuo,Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan diNagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Pemilihanlokasi penelitian dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan amalisis regresilinearBerganda.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwafaktor-faktoryangmempengaruhi produksi kopi bubuk adalah biji kopi, mesin roasting, kayu bakardantenagakerja.Sedangkanfaktoryangsecarasignifikanmempengaruhiproduksi kopi bubuk adalah bahan baku kopi. Fungsi produksi kopi bubuk diNagariKotoTuoberadadalamkeadaanskalahasilyangnaikdengannilaikoefisienregresi sebesar1,157.
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Supply Chain Conceptual Model to Optimize a Local Food Agroindustry from the Coconut Milk Processing Meilizar Meilizar; Rika Ampuh Hadiguna; Santosa Santosa; Nofialdi Nofialdi
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v6i1.5820

Abstract

This study uses a soft system methodology to examine the coconut milk supply chain, which supports the local food agro-industry, particularly for rendang products. It aims to develop a fundamental concept to optimize this supply chain. The proposed method is effective for addressing complex, multi-stakeholder problems. Using systems thinking, real-world system behaviour is converted into a conceptual model, facilitating decision-making through customer, actor, transformation, worldview, owner, and environment components. The findings include a conceptual model translated into a causal loop diagram, part of a dynamic systems approach, which shows the interconnections and feedbacks among variables in the supply chain, such as raw material supply, logistics costs, production volume, and distribution costs. This stage identifies stakeholders and systematically illustrates the relationships in managing the flow of goods. It provides a basis for designing a supply chain network aligned with local government policies for developing the coconut milk agro-industry. It aims to optimize the local food industry, particularly rendang, in West Sumatra province. After creating the conceptual model, gap analysis and validation were conducted, comparing the model with real-world insights from stakeholders, including coconut farmers, producers, rendang manufacturers, academic institutions, and local governments. Validation focused on efficiency, efficacy, and effectiveness. The results demonstrate the foundational idea for designing the coconut milk agro-industry supply chain network to support local food products, as depicted in the causal loop diagram.
Production Risk and Management Strategies of Potato Farming in Nagari Alahan Panjang, Solok Regency, West Sumatera Yusmarni Yusmarni; Rabi’atul Adawiyah; Nofialdi Nofialdi
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 2 (2025): JIMKES Edisi Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i2.3374

Abstract

Solok Regency is the largest potato-producing area in West Sumatra. However, from 2015 until 2020, potato production in Solok Regency has experienced a decline. The decline in potato production in Solok Regency indicates production risks in potato farming. The decrease in potato production could be caused by several factors related to potato farming, such as rainfall, pests, diseases, and others. This study aims to identify and assess the sources of production risks in potato farming and analyze risk management in managing production risks in potato farming in Nagari Alahan Panjang, Solok Regency. Data were collected from 31 potato farmers in Nagari Alahan Panjang, the village with the highest potato production in Solok Regency. This study used a risk mapping matrix to analyze the data. The results of the study found nine sources of production risk in potato farming, namely: poor seeds, high rainfall, expensive fertilizers, unproperly weeding, caterpillar pests, thrips pests, pig pests, fusarium wilt disease, and phytophthora disease. This study formulates two types of risk management: preventive and mitigation strategies. A preventive approach is to prevent or reduce the frequency of risk by rotating crops properly and using organic fertilizers. A mitigation strategy is to minimize the impact of production risks by diversifying crops, utilizing biological agents of Trichoderma sp, applying proper Weeding, and partnering with certified potato seed breeders to get good quality seed.