p-Index From 2021 - 2026
4.405
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Artikel Review: Parameter Operasional Pirolisis Biomassa Sri Aulia Novita; Santosa Santosa; Nofialdi Nofialdi; Andasuryani Andasuryani; Ahmad Fudholi
Agroteknika Vol 4 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v4i1.105

Abstract

Artikel ini menjelaskan definisi pirolisis dan pentingnya proses pirolisis dalam konversi termokimia biomassa menjadi bahan bakar. Teknologi pirolisis berpotensi untuk dikembangkan karena ketersediaan sumber bahan biomassa yang sangat melimpah, teknologinya mudah untuk dikembangkan, bersifat ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi. Dalam teknik pirolisis, beberapa parameter yang mempengaruhi proses pirolisis adalah perlakuan awal biomassa, kadar air dan ukuran partikel bahan, komposisi senyawa biomassa, suhu, laju pemanasan, laju alir gas, waktu tinggal, jenis pirolisis, jenis reaktor pirolisis dan final produk pirolisis. Reaktor pirolisis adalah alat pengurai senyawa-senyawa organik yang dilakukan dengan proses pemanasan tanpa berhubungan langsung dengan udara luar dengan suhu 300-6000C. Beberapa jenis reaktor pirolisis yang sering digunakan adalah Fixed-Bed Pyrolyzer, Bubbling Fluidized-Bed Reactors, Circulating Fluidized Bed, Ultra–Rapid Pyrolyzer, Rotating Cone, Ablative Pyrolyzer dan Vacuum Pyrolyzer. Teknik pirolisis menghasilkan tiga macam produk akhir, yaitu bio-oil, arang (biochar) dan gas.
Analisis Rancang Bangun Solar Cooker Berbasis Consentrated Solar Power (CSP) Sri Aulia Novita; Muhammad Rifanda Hofic; Albet Pranata; Andika Dwi Putra; Nofialdi Nofialdi
Agroteknika Vol 5 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i2.140

Abstract

Kompor surya memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi panas untuk proses memasak. Cahaya matahari dipantulkan dan diubah menjadi energi panas melalui konsentrator surya, cahaya difokuskan menjadi satu titik pada wadah kompor pemasak. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan desain kompor surya, melakukan uji kinerja dan mengetahui pengaruh waktu, daya energi matahari terhadap suhu yang dihasilkan pada kompor surya dengan menggunakan thermocouple tipe K. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan struktural dan fungsional alat, pembuatan komponen alat dan pengujian kinerja kompor surya. Komponen kompor surya diantaranya adalah konsentrator parabola dish, dudukan kompor, rangka penyangga, kaki tumpuan, kompor, thermocouple tipe K dan Arduino. Kompor surya yang dirancang menggunakan konsentrator surya parabola yang dilengkapi dengan sistem kontrol. Suhu yang dihasilkan oleh konsentrator parabola berbeda-beda karena tergantung pada cahaya matahari, titik fokus yang dihasilkan oleh konsentrator dan kecepatan angin pada saat pengujian. Intensitas cahaya matahari pada saat pengujian adalah antara 1098 – 1344 W/m2, dan kecepatan angin 0,2 – 0,5 m/s. Rentang suhu selama proses pemasakan adalah 84 sampai 116 0C dan waktu pemasakan antara 3,48 sampai 5,38 menit.
Agroindustri Santan Kelapa di Sumatera Barat: Identifikasi Faktor Berpengaruh untuk Peningkatan Daya Saing Meilizar, Meilizar; Hadiguna, Rika Ampuh; Santosa, Santosa; Nofialdi, Nofialdi
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.443

Abstract

Pengembangan agroindustri santan kelapa memiliki potensi dalam mendorong eskalasi ekonomi, meningkatkan penghasilan masyarakat, memfasilitasi penyerapan tenaga kerja, mendorong pembangunan yang adil dan mempercepat kemajuan daerah. Usaha pengolahan santan kelapa di Sumatera Barat umumnya masih skala usaha rumah tangga dengan proses produksi sederhana, teknologi tradisional, mutu santan kelapa yang belum standar dan akses pasar yang terbatas. Tujuan riset ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor berpengaruh pada pengembangan agroindustri santan kelapa dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Faktor-faktor ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dan pihak terkait dalam merencanakan strategi kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan dan pertumbuhan agroindustri santan kelapa. Penelitian ini menerapkan prosedur yang dimulai dari pembuatan struktur hierarki, penyusunan kuisioner, pembuatan matrik perbandingan fuzzy, dan penentuan jumlah bobot prioritas. Penelitian ini melibatkan informan kunci yang terdiri dari praktisi industri, akademisi dan tenaga ahli dari pemerintahan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebelas faktor-faktor berpengaruh pada pengembangan agroindustri santan kelapa yang terbagi atas tiga kelompok, yaitu: (i) kelompok A, merupakan faktor-faktor yang memerlukan tingkat pengawasan yang sangat ketat (extremely), terdiri dari faktor pendapatan (15,5 %), faktor harga (14,8 %), faktor pasar (14,5%), faktor bahan baku (11,9 %), faktor produktivitas (9 %) dan faktor kualitas (8,1 %), (ii) kelompok B, merupakan faktor-faktor yang memerlukan tingkat pengawasan ketat (strongly), terdiri dari faktor teknologi (8 %), faktor transportasi (7,8 %) dan faktor tenaga kerja (4,2 %), (iii) kelompok C, merupakan faktor-faktor yang memerlukan tingkat pengawasan sedang (moderately), terdiri dari faktor limbah produksi (4,3 %) dan faktor regulasi (1,9 %).
Hubungan Modal Sosial, Modal Insani, dan Orientasi Kewirausahaan dalam Mendukung Ketahanan Bisnis pada Industri Kopi Bubuk di Kabupaten Tanah Datar Triana, Lora; Syahni, Rahmat; Nofialdi, Nofialdi; Yeni, Yulia Hendri
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.508

Abstract

Peningkatan produksi kopi, menjadi peluang terhadap perkembangan industri pengolahan kopi di Indonesia. Industri harus memiliki kemampuan bertahan, karena dihadapkan pada gangguan secara internal dan eksternal yang akan mengancam keberlanjutan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan bisnis pada sentra kopi bubuk lokal di Nagari Koto Tuo, Kabupaten Tanah Datar, dengan mendeskripsikan hubungan modal sosial, modal insani, dan orientasi kewirausahaan terhadap ketahanan bisnis. Nagari Koto Tuo dipilih sebagai wilayah penelitian karena 75% masyarakat Nagari Koto Tuo merupakan pelaku usaha kopi bubuk. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 139 pelaku usaha kopi bubuk di Nagari Koto Tuo. Variabel penelitian yaitu modal sosial (X1), modal insani (X2), orientasi kewirausahaan (X3), dan ketahanan bisnis (Y). Setiap variabel penelitian diinterpretasikan secara statistik deskriptif berdasarkan nilai masing-masing variabel dan menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki nilai variabel 72%, modal insani memiliki nilai variabel 87%, orientasi kewirausahaan memiliki nilai variabel 53%, dan ketahanan bisnis memiliki nilai variabel 71% dari hasil 100% yang diharapkan. Selanjutnya hasil uji Korelasi Pearson Product Moment menunjukkan modal insani berhubungan positif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan sangat rendah, orientasi kewirausahaan berhubungan positif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan kuat, sedangkan modal sosial berhubungan negatif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan sangat rendah. Dalam hal ini, pelaku usaha harus lebih maksimal dalam meningkatkan modal insani yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman serta orientasi kewirausahaan yang meliputi inovatif, proaktif, dan berani mengambil resiko.