Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Rancang Bangun Solar Cooker Berbasis Consentrated Solar Power (CSP) Sri Aulia Novita; Muhammad Rifanda Hofic; Albet Pranata; Andika Dwi Putra; Nofialdi Nofialdi
Agroteknika Vol 5 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i2.140

Abstract

Kompor surya memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi panas untuk proses memasak. Cahaya matahari dipantulkan dan diubah menjadi energi panas melalui konsentrator surya, cahaya difokuskan menjadi satu titik pada wadah kompor pemasak. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan desain kompor surya, melakukan uji kinerja dan mengetahui pengaruh waktu, daya energi matahari terhadap suhu yang dihasilkan pada kompor surya dengan menggunakan thermocouple tipe K. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan struktural dan fungsional alat, pembuatan komponen alat dan pengujian kinerja kompor surya. Komponen kompor surya diantaranya adalah konsentrator parabola dish, dudukan kompor, rangka penyangga, kaki tumpuan, kompor, thermocouple tipe K dan Arduino. Kompor surya yang dirancang menggunakan konsentrator surya parabola yang dilengkapi dengan sistem kontrol. Suhu yang dihasilkan oleh konsentrator parabola berbeda-beda karena tergantung pada cahaya matahari, titik fokus yang dihasilkan oleh konsentrator dan kecepatan angin pada saat pengujian. Intensitas cahaya matahari pada saat pengujian adalah antara 1098 – 1344 W/m2, dan kecepatan angin 0,2 – 0,5 m/s. Rentang suhu selama proses pemasakan adalah 84 sampai 116 0C dan waktu pemasakan antara 3,48 sampai 5,38 menit.
Analisis Risiko Produksi dan Harga Jeruk di Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat Adipo Rahman; Osemet; Nofialdi
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dan harga jeruk yang fluktuatif mengindikasikan adanya risiko produksi dan harga pada komoditi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko produksi dan harga jeruk dan mengetahui tindakan manejemen yang dilakukan petani setempat dalam menghadapi risiko yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan metode analisis data sekunder. Untuk menganalisis data sekunder pada penelitian ini digunakan pendekatan koefisien variasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien varisasi dari risiko produksi adalah 0,38 dan koefisien variasi harga adalah 11,4 yang berarti bahwa tingkat risiko produksi dan harga yang dihadapi oleh petani jeruk setempat tergolong kecil. Tindakan manajemen risiko yang telah dilakukan oleh petani setempat adalah yang pertama, penghindaran risiko yang meliputi memilih bibit yang berlabel, cek pH tanah sebelum tanam, dan menerapkan jarak tanam 5x5 meter atau lebih. Yang kedua adalah pengendalian risiko yang meliputi, kegiatan pengolahan lahan yang tepat sesuai dengan SOP penanaman jeruk, melakukan penyiraman tanaman, melakukan pemangkasan, melakukan penjarangan buah, melakukan pemupukan, melakukan penyemprotan, menjaga kebersihan kebun, melakukan penyemprotan dengan pestisida kontak, melakukan kultur teknis, dan grading. Yang ketiga adalah menanggung risiko, yaitu ketika menghadapi hama kera dan hujan yang lama dengan cara membuat jalan darurat untuk mobilisasi panen.
Analisis Risiko Produksi Kopi Robusta Di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar Sahnas Hidayah; Nofialdi Nofialdi; Ifdal Ifdal
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.149

Abstract

Penelitian   ini   dilaksanakan   di   Jorong   Pincuran   Tujuah,   Nagari   Batipuh   Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah 1) Menganalisis risiko produksi  yang  terjadi  pada  kopi  Robusta  di  Jorong  Pincuran  Tujuh,  2)  Mendeskripsikan manajemen risiko yang dilakukan oleh petani pada produksi kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama dan analisis kualitatif untuk tujuan kedua. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 11 sumber risiko produksi Kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Berdasarkan analisis tingkat risiko produksi dengan menggunkan pemetaan risiko, risiko pada kuadran I adalah hama penggerek buah kopi, kurang dalam penyiangan, cuaca saat penjemuran dan semut. Strategi pengelolaan risiko yang dilakukan petani kopi Robusta di Jorong Pincuran tujuh adalah stategi preventif dengan melakukan penyemprotan prekor, penyiangan yang efektif dilakukan oleh beberapa petani, dan berburu.Kata kunci: risiko produksi, sumber risiko, manajemen risikoThis research was conducted in Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Batipuh District, Tanah Datar District. The research objectives were 1) Analyzing the production risk that occurred in Robusta coffee in Jorong Pincuran Tujuh, 2) Describing the risk management carried out by farmers on Robusta coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. This study uses a survey method with qualitative descriptive data analysis for the first purpose and qualitative analysis for the second objective. The results revealed that there were as many as 11 risk sources of Robusta Coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. Based on an analysis of the level of production risk by using risk mapping, the risk in quadrant I is coffee fruit borer, less weeding, weather during drying and ants. The risk management strategies carried out by Robusta coffee farmers in Jorong Pincuran seven are preventive strategies by spraying precursors, effective weeding carried out by some farmers, and hunting. Keywords: production risk, risk sources, risk management
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi Bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Ninda Novita; Nofialdi Nofialdi; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan usaha agroindustri kopibubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar (2)Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi kopi bubuk di Nagari Koto Tuo,Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan diNagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Pemilihanlokasi penelitian dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan amalisis regresilinearBerganda.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwafaktor-faktoryangmempengaruhi produksi kopi bubuk adalah biji kopi, mesin roasting, kayu bakardantenagakerja.Sedangkanfaktoryangsecarasignifikanmempengaruhiproduksi kopi bubuk adalah bahan baku kopi. Fungsi produksi kopi bubuk diNagariKotoTuoberadadalamkeadaanskalahasilyangnaikdengannilaikoefisienregresi sebesar1,157.
ANALYSIS OF HOUSEHOLD INCOME STRUCTURE, EXPENDITURE, AND WELFARE LEVEL OF CORN FARMERS IN LAREH SAGO HALABAN SUB-DISTRICT, LIMA PULUH KOTA REGENCY Silvia Dewita; Faidil Tanjung; Nofialdi Nofialdi
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi, 2023, September
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the structure of income, household expenses and the level of welfare of corn farmers in Lareh Sago Halaban District, Fifty City District. The method used is a survey method with a total sample of 60 respondents. Data analysis is descriptive quantitative. The results showed that the average income of large farmers (land area > 1 ha) was Rp. 79,271,571/year, the largest income came from corn farming income, namely 47%. While the average income of medium farmers (land area 0.51-1 Ha) is Rp. 57,605,290,-/year, the biggest contributor to household income is non-corn and non-agricultural income with a respective percentage of 38%, and the average income of smallholder households (land area 0.1-0.5 Ha) is Rp. 50,376,508, -/year, the largest percentage comes from non-agricultural income, namely as much as 66%. The expenditure structure of corn farmer households consists of food expenditures, non-food expenditures and production costs expenditures. The average household expenditure of large, medium and small farmers respectively is Rp. 73,377,904, -/year, Rp. 53,189,260,-/year and Rp. 40,906,654,/year. Overall, the biggest expenditure for farmers is for food needs and the smallest is for production costs. The level of farmer welfare is measured by the income share of the agricultural sector by 72% for farmers with large land areas and 62% for farmers with medium land areas and the rest is income from the non-agricultural sector. Meanwhile, for smallholder farmers, 34% of their income is from the agricultural sector and 66% is income from the non-agricultural sector. The share of expenditure on food for farmer households for all farmer categories is <60%, meaning that corn farming households are included in the food security category. The average NTPRP> 1, it can be concluded that the welfare level of farmers is included in the prosperous group.
Strategi Pengembangan Agroindustri Santan Kelapa Meilizar Meilizar; Rika Ampuh Hadiguna; Santosa Santosa; Nofialdi Nofialdi
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 19 No 3 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v19i3.29074

Abstract

Coconut is a superior product and is widely cultivated in the Padang Pariaman Region. The progress of the coconut agroindustry is predicted to have the ability to increase farmer motivation and coconut cultivation efficiency, thus stimulating the expansion of rural industries. The research aims to formulate a coconut milk agroindustry development strategy that is designed with a systems approach through the integration of coconut farming sub-systems and coconut processing sub-systems to maximize coconut farming profits and ensure the fulfillment of coconut milk agroindustry production capacity to support local food product industries. This research seeks to carry out a series of stages involving coconut farmers and coconut milk agroindustry players in Padang Pariaman, completing questionnaires by experts, SWOT analysis to identify and calculate the IFE and EFE weights of coconut milk agroindustry, and identification of strategies for developing coconut milk agroindustry through the application of AHP. Based on the research results, it was found that the coconut milk agroindustry development strategy through horizontal integration by establishing a coconut milk agroindustry that is integrated with farmers as suppliers of coconut granules to meet the demand for a supply of quality coconut milk for the local food product industry can be realized.
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Analisis Rantai Nilai Ikan Nila: Studi Kasus di Kabupaten Toba Samosir Julia Marisa; Rahmat Syahni; Rika Ampuh Hadiguna; Nofialdi Nofialdi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.2368

Abstract

Tujuan dari penelitian/kajian ini adalah mengidentifikasi pola rantai pasok dan menganalisis nilai tambah pada setiap anggota rantai pasoknya; serta menganalisis rantai nilai pada pelaku usaha yang memperoleh keuntungan terbesar dan pihak terkait di Kabupaten Toba Samosir. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis rantai nilai usaha ikan nila. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menghitung biaya dan keuntungan yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah usaha. Hasil dari penelitian/kajian ini adalah (1) pola aliran rantai pasok usaha ikan nila dimulai dari pembudidaya ikan sampai kepada konsumen. Anggota rantai pasok ikan nila terdiri dari pembudidaya ikan, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, pengolah ikan Nila dan Fillet. (2) Besarnya nilai tambah yang didapat oleh setiap pelaku rantai pasok ikan nila adalah 22,59 % untuk pembudidaya ikan nila, 86,96% untuk pedagang pengumpul, 48% untuk pedagang pengecer, 42,59% untuk pengolah ikan nila, dan 12,61% untuk pengolah ikan nila fillet. (3) pelaku usaha yang memperoleh keuntungan terbesar pada rantai nilai adalah pedagang pengumpul yaitu sebesar Rp 25.507.513 per ton atau Rp. 25.510 per kilogram ikan nila dan terdapat keterkaitan antara seluruh pelaku rantai dengan melihat fungsi dan dampaknya terhadap pertambahan nilai ikan nila menjadi ikan asin dan ikan fillet.
THE POTENCIAL OF GINGER (ZINGIBER OFFICINALE R.) AS A STANDARDIZED HERBAL PRODUCT IN NORTH SUMATERA Siregar, Rahmad Syukur; Hadiguna, Rika Ampuh; Kamil, Insannul; Nazir, Novizar; Nofialdi, Nofialdi
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has more than 9,609 plant species which have medicinal properties that is spread across various regions in Indonesia. Ginger is a group of medicinal plants that are therapeutic. Ginger has been cultivated on a large scale with the highest harvested area, total production and demand in Indonesia, including the Province of North Sumatra. The use of ginger as a medicinal plant has been carried out on the scale of the Traditional Medicine Industry (IOT), of which there are 135 IOTs in Indonesia and one of them is in North Sumatra, namely in the city of Medan. This article uses the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis Protocols (PRISMA-P) method by identifying articles from various scientific report source databases, Pubmed, Scopus, Science Direct and Elsevier. The selection of articles is taken from the period between 2019-2022, 38 out of 100 articles and reports have been included in the criteria. From the studies that have been conducted, it can be concluded that the existence of IOT supported by tools and technology as well as policies that can protect the standardized herbal medicine agro-industry which will be the driving force for the ginger agro-industry so that it can meet the demand for domestic medicinal materials, increase export share, as well as be able to compete in the global market.
Techno-Sociopreneur In Improving Competitiveness of Agricultural Commodities yonaldi, sepris; Noer, Melinda; Hendri Yeni, Yulia; Nofialdi
Journal of Agri Socio Economics and Business Vol. 5 No. 02 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jaseb.5.2.13-22

Abstract

This paper contributes to providing an understanding of the dynamics of Techno-sociopreneur in increasing the competitiveness of agricultural commodities. First, this paper will explain the concept of Techno-sociopreneur in agricultural development from the beginning of the concept used in a scientific context. Then it will also be explained what are the components forming Techno-sociopreneur development in increasing the competitiveness of agricultural commodities, and what variables will be the novelty of research in Techno-sociopreneur research in increasing the competitiveness of agricultural commodities. The research method used is a qualitative approach with a literature review system from various best journal sources on Google Scholar, Garba Digital Reference (Garuda), Scinence direct and other relevant sources. The conclusion of this article is to explain the development of the concept of Techno-sociopreneur agricultural development can be categorized into scientific concepts of study, namely a) Innovation, b) Support of Stake Holders, c) Social, Cultural and Economic environment, and d) Empowerment. Research questions for the future related to Techno-sociopreneur based on local economic institutions in increasing the competitiveness of agricultural commodities which point to the context of the impact of Techno-sociopreneur in agricultural development, the role of Techno-sociopreneur based on local economic institutions in increasing the competitiveness of agricultural commodities and Techno-sociopreneur factor based on local economic institutions in increasing commodity competitiveness horticultural agriculture. Because studies on this have not been carried out by previous researchers both in developed countries and in developing countries.