Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) pada Pembuatan Roti Bagel Surianti, Surianti; Rukmelia, Rukmelia; Nurwidah, Andi
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 8 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3867

Abstract

Bagel merupakan salah satu jenis roti beragi yang saat ini sedang popular dan sedang diminati oleh masyarakat Indonesia. Roti bagel merupakan makanan khas yang berasal dari New York, Amerika Serikat. Roti ini memiliki tekstur yang chewy (kenyal). Penggunaan tepung ubi jalar ungu sangat potensial sebagai bahan baku pembuatan produk pangan berbasis tepung dan mampu bersaing dari segi kualitas produk yang akan dihasilkan.  Sebagai bahan baku bolu dan kue kering penggunaan tepung ubi jalar ungu dapat mencapai 50-100%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formula yang tepat pada produk roti bagel dengan subtitusi tepung ubi jalar ungu. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang dimaksud pertama yaitu A0 (tanpa penambahan tepung ubi jalar ungu) A1 (penambahan tepung ubi jalar ungu 10%) A2 (penambahan tepung ubi jalar ungu 20%) dan A3 (penambahan tepung ubi jalar ungu 30%). Parameter yang diamati meliputi kadar rendemen, kadar antioksidan dan kadar air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) apabila ada beda nyata dipakai uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ubi jalar ungu memiliki pengaruh yang nyata terhadap parameter kadar rendemen dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan A3 yaitu 67.73%, pada parameter kadar antioksidan berpengaruh sangat nyata dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan A0 yaitu 535.71, pada parameter kadar air berpengaruh nyata dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan A0 yaitu 42.31%. Berdasarkan hasil parameter didapatkan perlakuan terbaik pada roti bagel dengan penambahan ubi jalar ungu yaitu pada perlakuan A0 (Tanpa penambahan tepung ubi jalar ungu)
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Pembuatan Tepung Kulit Pisang Kepok Amir, Minarsi; Rukmelia, Rukmelia; Nurwidah, Andi
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.1737

Abstract

Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara penghasil bahan pangan Salah satu sumber makanan yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan adalah pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai tepung. Untuk itu, perlu adanya inovasi untuk mengolah kulit pisang kepok menjadi tepung dan menjadikannya subtitusi dalam pembuatan cupcake. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karasteristik kimia dan organoleptik tepung kulit pisang kepok dan mengetahui perlakuan terbaik tepung kulit pisang kepok. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang pertama yaitu lama pengeringan L1 (5 jam) dan L2 (6 jam), kedua adalah suhu pengeringan S1 (600C) dan S2 (700C). Parameter yang diamati meliputi kadar rendemen, kadar air, dan kadar abu, Zat Besi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial, apabila ada beda nyata dipakai uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit pisang memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap pada parameter kadar rendemen dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L1S1 yaitu 80.70%, pada parameter kadar air berpengaruh sangat nyata dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L1S1 yaitu 12.80%, pada parameter kadar abu berpengaruh sangat nyata dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L12S1 yaitu 11.85%, dan berpengaruh sangat nyata pada parameter zat besi dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L1S2 yaitu 780.84 ppm.
The Effect of Adding Katuk Leaf Flour (Sauropus androgynus) in Making Tofu Waste Crackers: Pengaruh Penambahan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kadar Air, Kadar Protein, Rendemen, dan Sifat Organoleptik Kerupuk Ampas Tahu Nur Zahilah, A Riska; astrina nur inayah; Nur yahya abdullah; Andi Nurwidah
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.488

Abstract

Ampas tahu adalah hasil sisa dari pembuatan tahu yang memiliki kandungan gizi tinggi, baik dari protein maupun lemak, sehingga sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti kerupuk ampas tahu. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan gizi pada kerupuk dari ampas tahu adalah dengan menambahkan tepung dari daun katuk, karena daun tersebut kaya akan protein. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penambahan tepung daun katuk terhadap kadar air, kadar protein, dan rendemen, serta untuk mencari metode yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu A (tanpa tepung daun katuk), B (5% tepung daun katuk), C (10% tepung daun katuk), dan D (15% tepung daun katuk). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tepung daun katuk tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar air pada perlakuan B (5%) dengan nilai tertinggi sebesar 4. 56%, dan juga terhadap kadar protein pada perlakuan C (10%) dengan nilai tertinggi 7.05%, serta rendemen 48.29%, di mana hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan D (15%). Berdasarkan hasil uji sensorik, perlakuan A ( 0% daun katuk )  adalah perlakuan yang terbaik dengan nilai rata-rata 4. 41 dalam aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun katuk tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air, protein, dan rendemen, serta menurunkan penerimaan organoleptik. Disarankan penggunaan konsentrasi rendah dan perbaikan proses pengolahan daun katuk untuk meningkatkan mutu produk.
Pengaruh Penambahan Ekstak Kunyit Hitam (Curcuma Caesia R) Pada Pembuatan Sarabba Bubuk Nurwilda, Nurwilda; Nurwidah, Andi; salfiana, Salfiana
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i2.12772

Abstract

Minuman serbuk instan memiliki beberapa syarat utama diantaranya cepat larut, tidak menggumpal, tidak higroskopis, kering, serta mudah dituang. Ekstrak methanol kunyit hitam memiliki kandungan senyawa kimia seperti alkaloid (1471mg/100 gram), flavonoid (2776 mg/100 gram), fenol (82 mg gallic acid ekuivalen per gram), curcuminoid, terpenoid, tannin (2715 mg/100 gram) dan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstak kunyit hitam terhadap kadar rendemen, kadar abu, kadar dan wakru larut pada pembuatan sarabba bubuk serta untuk mengetahui perlakuan terbaik dari penambahan ekstrak kunyit hitam berdasarkan sifat organoleptiknya. Metode yang diterapkan adalah rancangan acak lengkap (RAL): 0% kunyit hitam (A), 10% kunyit hitam (B), 20%kunyit hitam (C), dan 30% kunyit hitam (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kunyit hitam 30% berpengaruh sangat nyata terhadap kadar rendemen dengan nilai tertinggi 30,43%. Namun perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar abu dan kadar air. Kadar abu tertinggi pada perlakuan C dengan nilai 2,04%, kadar air tertinggi pada perlakuan B dengan nilai 3,38%. Kecepatan kelarutan tertinggi pada perlakuan D dengan waktu 0,183 gram/detik. Berdasarkan hasil uji sensorik perlakuan A merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 4,374 dari segi warna, rasa, aroma, dan tekstur.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Chips Porang Salfiana, Salfiana; Nurwidah, Andi; Muhanniah, Muhanniah; Inayah, Astrina Nur; Syahril, Muh; Basri, Fitra; Thamrin, Rinal; YS, Al Adzim; Syasurya, Yaqub; Erwinsyah, Erwinsyah
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1486

Abstract

Pengeringan merupakan proses penting dalam pembuatan chips porang yang dapat memengaruhi kualitas sensori produk. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu organoleptik chips porang, termasuk warna, aroma, tekstur, dan kualitas keseluruhan produk (Over all). Penelitian ini menguji beberapa suhu pengeringan, yakni 180-199°C, 200-219°C, 220-239°C, dan 240-269°C, untuk mengevaluasi perubahan mutu organoleptik pada chips porang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan yang lebih rendah, antara 180-199°C, cenderung menghasilkan chips porang dengan kualitas warna yang lebih cerah, aroma yang lebih kuat, namun belum optimal. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi, di atas 220°C, menyebabkan penurunan kualitas yang signifikan, dengan warna yang lebih gelap, aroma yang lebih lemah, dan tekstur yang keras atau rapuh. Oleh karena itu, untuk mencapai chips porang dengan kualitas organoleptik optimal, pengaturan suhu pengeringan 200-219°C yang tepat sangat penting untuk mempertahankan karakteristik produk yang diinginkan.
Devotion to the Processing and Utilization of Black Turmeric (Curcuma caesia Roxb.) Andi Nurwidah; Salfiana Salfiana; Fenny Hasanuddin; Jusman Tang; Muhammad Faisal Saade; Muhammad Aksan; Nurwilda Nurwilda; Ardiansyah Ardiansyah
ABDISAINS Vol 1 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jas.v1i1.1798

Abstract

Kunyit hitam (Curcuma caesia) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki manfaat kesehatan tinggi tetapi kurang dikenal di masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pengabdian masyarakat dalam pengolahan kunyit hitam menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini melibatkan staff PT. Al-Fatih Porang Indonesia. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan kunyit hitam, serta peluang budidaya di area PT. Al-Fatih Porang Indonesia. Pengabdian ini memberikan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam.
Rendemen dan Daya Serap Air Nasi Instan Bumbu dengan Penambahan Puree Wortel (Daucus carota L.) Eka Pratiwi Pratiwi Safri; Salfiana Salfiana; Andi Nurwidah
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.2436

Abstract

Meningkatnya permintaan terhadap pangan siap saji yang tetap memenuhi kaidah gizi mendorong pengembangan nasi instan berbumbu yang difortifikasi puré wortel sebagai sumber provitamin A. Kepraktisan penyajian serta kontribusinya terhadap kesehatan memberikan masyarakat peluang pengembangan yang sangat besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan puree wortel pada pembuatan nasi instan bumbu. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah penambahan puree wortel yaitu A0 (kontrol) (0%), A1 (40%), A2 (50%), A3 (60%). Parameter yang diamati rendemen dan daya serap udara. Tingkat kesukaan panelis terbaik terhadap kadar rendemen nasi instan bumbu adalah 0% (A0). Sedangkan Tingkat kesukaan panelis terbaik terhadap daya serap air nasi instan bumbu Adalah 60% (A3)
Inovasi Pengemasan Sayuran Higienis Untuk Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk di Desa Ciro-Ciroe Kabupaten Sidenreng Rappang Nining Triani Thamrin; Andi Nurwidah; Aldhy Iskandar; Nadyah Harnol M. Lolo; Sry Wahyuni; Muhammad Fajrin; Jumadil Jumadil; Ferdianto Ferdianto
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.613

Abstract

Penanganan pascapanen, khususnya pengemasan, memegang peranan penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan nilai jual produk sayuran. Pengemasan yang tepat tidak hanya berfungsi melindungi produk dari kerusakan fisik, pencemaran, dan penurunan mutu selama penyimpanan dan distribusi, tetapi juga berperan sebagai sarana informasi, identifikasi, serta strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam menerapkan inovasi pengemasan sayuran higienis guna meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Kegiatan dilaksanakan pada 24 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta, menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan yang bersifat aplikatif dan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan edukasi, serta pelatihan dan demonstrasi pengemasan sayuran higienis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengemasan higienis, penggunaan bahan kemasan yang aman (food grade), serta penerapan teknik pengemasan yang tepat. Peserta mampu mempraktikkan pengemasan sayuran secara rapi, bersih, dan menarik menggunakan wadah styrofoam, plastik wrap, pelabelan produk, serta didukung media promosi berupa flyer. Penerapan inovasi pengemasan ini menghasilkan produk sayuran yang lebih higienis, informatif, dan siap dipasarkan, serta berpotensi meningkatkan daya tarik, kepercayaan konsumen, dan nilai jual produk sayuran lokal.
TRANSFORMASI PROMOSI UMKM KULINER MELALUI MEDIA DIGITAL: RANGKAIAN PENDAMPINGAN DESAIN, PEMETAAN, DAN MANAJEMEN SOSIAL MEDIA Yayuk Astuti; Muh Tamrin; Nurzin R Kasau; Ahmad Mustanir; Muhammad Rais Rahmat; Jumiati Jumiati; Andi Nurwidah; Nurlaelah Nurlaelah; Isumarni Isumarni; Devi Febrianti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34517

Abstract

ABSTRAK                                                                            Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) kuliner memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian lokal, namun sebagian besar masih menghadapi kendala dalam promosi digital dan keterjangkauan pasar. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM kuliner di Desa Pattondon Salu, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang adalah rendahnya kemampuan promosi digital dan keterbatasan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan daya saing produk kuliner lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola promosi digital melalui pendampingan desain konten, pendaftaran usaha di Google Maps, serta manajemen akun media sosial. Metode pelaksanaan meliputi tahapan observasi awal, pelatihan interaktif, dan pendampingan berkelanjutan dengan pendekatan partisipatif. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 10 pelaku UMKM kuliner di Desa Pattondon Salu yang aktif memproduksi dan menjual produk makanan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan desain konten digital (rata-rata peningkatan 65%), seluruh UMKM telah terdaftar di Google Maps, serta peningkatan visibilitas dan interaksi pada media sosial sebesar 50%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis digital mampu memperkuat promosi produk lokal dan memperluas akses pasar bagi UMKM desa. Kata kunci: UMKM kuliner; promosi digital; media sosial; Google Maps; pemberdayaan masyarakat ABSTRACTMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector play a crucial role in strengthening the local economy; however, most still face challenges in digital promotion and market accessibility. The main problem faced by culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Pattondon Salu Village, Dua Pitue Sub-district, Sidenreng Rappang Regency is the limited ability to promote their products digitally and to utilize social media as a marketing tool. This condition has resulted in low market reach and competitiveness of local culinary products. This community service program aims to enhance the digital promotion capacity of MSME actors through training in content design, business registration on Google Maps, and social media management. The implementation method consisted of several stages, including preliminary observation, interactive training, and continuous mentoring using a participatory approach. The target partners were ten culinary MSME owners actively engaged in producing and selling local food products in Pattondon Salu Village. The results show a significant improvement in participants’ digital content design skills (average increase of 65%), all MSMEs successfully registered on Google Maps, and an average 50% growth in social media visibility and engagement. This program demonstrates that digital-based mentoring can effectively strengthen local product promotion and expand market access for rural MSMEs. Keywords: culinary MSMEs; digital promotion; social media; Google Maps; community empowerment
Interpretasi Adjektiva terhadap Fisiko-Kimia Nasi dari Beras Organik dan Non-Organik Varietas Pandan Wangi Sidrap Salfiana Salfiana; Andi Nurwidah; Eka Pratiwi Safri
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v8i1.14776

Abstract

This study aims to analyze the interpretation of adjectives on the physico-chemical properties of rice from organic and non-organic rice varieties Pandan Wangi Sidrap. This study measured physico-chemical characteristics such as color, ash content, and moisture content in rice cooked with various water ratios and types of rice. The methods used included testing with a colorimeter to analyze the degree of whiteness of rice, as well as testing ash content and moisture content. The results showed that rice from organic rice tended to have a higher moisture content (56.22% - 63.46%) compared to rice from non-organic rice (55.75% - 62.61%), which affected the softer texture of rice in organic rice. Ash content measurements showed higher values in non-organic rice, indicating differences in mineral content between the two types of rice. Color testing showed significant differences between rice from organic and non-organic rice, with organic rice tending to have a darker and more yellowish color. In addition, the results of organoleptic tests showed that rice from organic rice was preferred in terms of aroma, texture, and taste compared to rice from non-organic rice. Overall, this study revealed that rice type, water ratio, and farming techniques play an important role in influencing the physico-chemical and sensory qualities of rice, which ultimately influence consumer acceptance of the rice product.