Claim Missing Document
Check
Articles

PERANAN PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM: (Orang Tua, Guru dan Tokoh Masyarakat) Umar Umar; Sri Jamilah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v1i2.153

Abstract

Secara kontekstual posisi orang tua, guru, dan tokoh masyarakat memainkan peranan yang cukup signifikan dalam upaya pembentukan pribadi seorang anak didik ke taraf kebaikan jasmani dan rohaninya. Peranan tersebut, ditinjau dari bentuk tanggung jawab moral orang tua, guru, dan tokoh masayarakat selaku pendidik dalam hal mendidik, mencerdaskan, dan membimbing anak didik terutama di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sosialnya. Bahkan dalam pendidikan Islam ketiga elemen tersebut memiliki andil dalam membentuk masa depan pendidikan bagi seorang anak. Adapun sinergisitas peranan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat sebagai pendidik dalam pendidikan Islam dapat dilihat dari bentuk peranan orang tua sebagai lokomotif utama pendidikan agama dan moral anak dilingkungan keluarga, peranan guru dalam mencerdaskan aspek intelek dan emosional anak di lembaga pendidikan, dan peranan tokoh masyarakat dalam pembentukan etika
FILSAFAT ILMU: SUATU TINJAUAN PENGERTIAN DAN OBJEK DALAM FILSAFAT PENGETAHUAN Umar Umar
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 2 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v2i2.392

Abstract

Posisi filsafat dan ilmu meskipun pada tinjauan historisnya sukar dipisahkan karena filsafat yang merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan, akan tetapi dalam perkembangan antara filsafat dan ilmu perlu dibedakan sacara definisi. Pemetaan definisi antara filsafat dan ilmu bukan berarti mecoba untuk memalingkan keberadaan filsafat sebagi induk dari segala pengetahuan. Melainkan pemetaaan definisi ilmu dan filsafat dimaksudkan untuk menegaskan kembali terkait eksistensi filsafat dan ilmu. Dalam perkembangan tradisi filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia Barat mengalami perkembangan pesat sejak terlepas dari filsafat skolatik yang didominasi oleh elit gereja. Masa ini dimulai dengan kelahiran filsafat Barat modern dalam renaisans. Sementara itu, filasafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam tetap berada dalam dominasi pemikiran salaf dengan tradisi skolatiknya sendiri. Dua tradisi besar filasafat dan ilmu pengetahuan ini mengambil jalanya sendiri, walaupun keduanya tetap berada dalam panduan tradisi filsafat yang sama yaitu filsafat Yunani.
KESULITAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MASA COVID-19 PADA KELAS IV DI MIS MANDE KOTA BIMA Emi Ermawati; Umar Umar; Taman Firdaus; Aidin Aidin
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v5i2.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kesulitan guru dalam pembelajaran daring pada kelas IV masa Covid-19 di MIS Mande Kota Bima. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data para guru wali kelas dan kepala sekolah. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan tekni wawancara, observasi dan dokumenatsi objek penelitian. Analisis data penelitian diolah secara naratif meliputi tahap reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Hasil penetilitian menunjukan bahwa guru kelas IV di MIS Mande Kota Bima mengalami berbagai kesulitan ketika menerapkan pembelajaran daring, diantaranya fasilitas tidak memadai dalam proses pembelajaran daring, peserta didik kesulitan mempelajari dan memahami materi yang banyak dalam waktu yang relatif singkat. Adapun faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran yang dihadapi guru kelas IV di MIS Kota Bima seperti; kurangnya kuota internet sehingga pembelajaran daring tidak tercover dengan baik, peserta didik merasa jenuh selama pelajaran daring, peserta didik merasa sulit untuk mengakses internet, dan sebagian besar peserta tidak memiliki aplikasi WhatsApp sebagi penunjang pembelajaran daring. Selanjutnya untuk meminimalisir kesulitan yang dihadapi guru dalam pelaksaan pembelajaran daring pada kelas IV di MIS Mande Kota Bima, pihak sekolah dan guru melakukan beragaam upaya sederhana seperti membagun 5 TPA di setiap lingkungan agar bisa menjangkau peserta didik, melakukan kunjungan di berbagai rumah murid yang dapat di jangkau, dan membagikan kopian setiap mata pelajaran.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PERSPEKTIF RICHARD I. ARENDS DAN KILCHER : KONSEP, STRATEGI, DAN OPTIMALISASI POTENSI BELAJAR SISWA Mei Indra Jayanti; Umar Umar; Nurdiniawati Nurdiniawati; Khairul Amar
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 6 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v6i2.1215

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan bagi para guru dapat menerapkan pendekatan inkulsif selam proses kegiatan pembelajaran khsusunya di kelas umum. Oleh karena itu, para guru perlu untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang secara efektif dapat mengakomodasi keragaman kelas. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif sangat ditentukan dari sejumlah faktor pendukung diantaranya perencanaan diferensiasi, mengelola kelas yang dibedakan, penilaian di kelas diferensiasi, adanya peran guru dan siswa, dan lingkungan kelas yang berbeda menjadi bagian penting dalam kegiatan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi instruksional yang mendukung model pembelajaran diferensiasi dapat dilakukan dengan beragama cara yang dapat diadopsi oleh para guru dinataranya; atur tutor sejawat dan gunakan mentor dan pakar, menyediakan konten dalam berbagai format dan tingkat kesulitan, mengatur pembelajaran kelas dan pusat minat, dan gunakan pembelajaran kooperatif dan berbasis masalah
MENUMBUHKAN KARAKTER POSITIF SISWA MELALUI TAYANGAN INSPIRATIF DI SDN INPRES NANGA NI’U DESA KARAMPI Ahmad Ahmad; Umar Umar; Syahru Ramadhan; Mei Indra Jayanti
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i1.1407

Abstract

Karakter positif merupakan hal yang paling esensi yang harus di wujudkan dalam diri anak serta menumbuhkan karakter positif pada anak merupakan urgensi dalam pendidikan, pendidikan yang bermutu merupakan konsekuensi yang harus di wujudkan oleh berbagai pihak dalam satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perubahan tingkah laku yang dialami anak dengan melalui konsep belajar inspiratif. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tekhnik mengumpulkan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan karakter positif anak serta menganalisis fakta empiris yang bersentuhan langsung dengan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak di SDN Inpres Nanga Ni’u menunjukan sangat antusias dalam merespon kegiatan belajar mengajar menggunakan konsep belajar inspiratif. Anak-anak lebih cepat memahami suatu pembelajaran jika menggunakan media dalam menyampaikan materi. Pembentukan karakter positif anak harus dilakukan secara terus menerus, dan juga membutuhkan inovatif serta konsep terbaru dalam membentuk karakter positif anak.
PENDEKATAN KONSTRUKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR: KONSEP TEORI, STRATEGI, DAN MODEL BELAJAR TERINTEGRATIF Umar Umar; Ichwan P. Syamsuddin; Abdussahid Abdussahid
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i1.1448

Abstract

Penelitian ini secara teori menguraikan konsep pendekatan konstruktif dalam pembelajaran IPS khususnya di Sekolah Dasar. Umumnya pendekatan kontruktif dipahami sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang dapat mendorong siswa agar mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam dirinya. Pendekatan kontruktif juga dimaknai sebagai pendekatan pembelajaran yang memposisikan seorang orang siswa secara aktif membangun atau membuat pengetahuan mereka sendiri. Dalam konteks inilah pengembangan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dengan pendekatan kontruktif, dapat dilakukan dengan beberapa strategi dan model antra lain; 1) Strategi pembelajaran kemampuan berfikir, 2) strategi pembelajaran kemampuan proses, 3) Strategi pembelajaran berbasis kooperatif, 4) Strategi pembelajaran berdasarkan nilai, 5) Strategi pembelajaran dengan peta dan globe, dan 6) Strategi pembelajaran berbasis pada aksi sosial. Dengan menggunakan ragam strategi pembelajaran dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar bidang studi IPS bagi siswa di Sekolah Dasar.
TREN PENELITIAN PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR BERDASARKAN DATABASE SCOPUS DARI TAHUN 2013 HINGGA 2022: ANALISIS BIBLIOMETRIK Umar Umar; Mei Indra Jayanti; Abdussahid Abdussahid; Ade Rahman
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i2.2382

Abstract

Penelitian secara umum bertujuan untuk mengetahui peta perkembangan publikasi berdasarkan kata kunci (co-word) Bidang pembelajaran IPS. Pengumpulan data dengan cara melakukan penelusuran melalui scopus dengan kata kunci learning, social education, dan primary school dengan katagori, judul artikel, abstrak, dan kata kunci, dalam kurun waktu 2013-2022. Data berupa jumlah publikasi pertahun, jurnal yang memuat artikel bidang pembelajaran, penulis, asal penulis dan subjek dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Sedangkan untuk tren perkembangan publikasi internasional bidang pembelajaran sosial dianalisis dengan menggunakan Software VosViewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pertumbuhan bidang ilmu pembelajaran IPS tahun 2013-2022 yang terindeks di scopus tertinggi terjadi pada tahun 2022, mencapai 103 publikasi (14,94 %). Publikasi internasional bidang pembelajarn sosial terbanyak dipublikasikan pada jurnal Social Work Education. Universiti Teknologi Malaysia merupakan lembaga yang paling banyak mempublikasikan penelitian bidang pembelajaran sosial dan Amerika Serikat merupakan kontributor terbanyak. Al-Rahmi W.M., Oktavia T. dan Othman, M.S. merupakan penulis yang terproduktif di bidang IPS. Peta perkembangan penelitian IPS berdasarkan co-word ditemukan 8 kluster yang terdiri dari 88 tema terkait perkembangan penelitian bidang pembelajaran IPS
INTERNALISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN 33 LAMPE KOTA BIMA: INTERNALISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN 33 LAMPE KOTA BIMA Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Umar Umar
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i1.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi Profil Siswa Pancasila melalui pembelajaran Muatan Lokal di SDN 33 Lampe Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas V dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji kredibilitas, dan triangulasi baik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan internalisasi menggunakan tiga tahapan yaitu tahap transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai-nilai Profil Siswa Pancasila melalui pembelajaran seni budaya. Penerapan ini dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dampak globalisasi dan mencapai salah satu misi dan tujuan sekolah, yaitu terwujudnya siswa yang mencintai budaya Indonesia dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DI TK AL-MAHASIN KOTA BIMA Lukman Lukman; Umar Umar; Utari Aderima; Samsudin Samsudin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i1.834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sekolah Ramah Anak (SRA) pada aplikasi pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yg bersifat naratif. Data-data diperoleh melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menerima pemahaman wacana implementasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran Anak Usia Dini pada TK Al-Mahasin Kota Bima. hasil analisis data memberikan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak pada pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima sudah relatif baik. di prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak telah hampir mendekati teori yg ada. Ini dibuktikan menggunakan hasil pengamatan serta dokumentasi pada TK Al-Mahasin Kota Bima. Pengamatan serta dokumentasi difokuskan pada kelengkapan wahana dan Prasarana yg ada pada TK Al-Mahasin Kota Bima, aplikasi metode pembelajaran, sikap terhadap peserta didik, serta kesehatan lingkungan. wahana serta prasarana yang pada TK Al-Mahasin Kota Bima telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara holistik dapat mendukung aktivitas anak, baik secara fisik, mental juga motorik.
KIPRAH TUAN GURU HAJI ABUBAKAR HUSAIN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI BIMA-NTB Irwan Irwan; Ihwan P Syamsuddin; Abdussahid Abdussahid; Umar Umar
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.633

Abstract

Bima merupakan daerah dengan basis mayoritas penduduknya beragama Islam yang berada di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam konteks keagamaan, sejak dahulu masyarakat Bima dikenal dengan kelompok masyarakat yang taat beragama dan ahli dalam ilmu agama. Sehingga telah memunculkan berbagai tokoh dan ulama Nusantara di antaranya Syaikh Abdul Ghoni Bima (Guru Besar Madrasah al- Haramain) yang menjadi guru para tokoh- tokoh ulama ternama di Indonesia seperti KH. Hasyim Asy’ari. Meksipun demikian, pendidikan Islam tidak begitu berkembang di wilayah ini, sampai pada saat munculnya TGH. Abubakar Husain sebagai salah satu tokoh yang menginspirasi pengembangan pendidikan Islam di Bima. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dalam hal ini adalah data deskriptif tentang tokoh dengan pendekatan phenomenologist, pendekatan ini digunakan karena segala aspek yang berupa ide, gagasan dan kiprah TGH. Abubakar Husain dalam pengembangan pendidikan Islam dapat diteliti dan dicermati secara utuh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, interview in-depth, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara berkesinambungan, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini untuk menguji keabsahan data menggunakan satu teknik yaitu triangulasi, peneliti menggunakan dua teknik triangulasi yaitu; teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bentuk-bentuk pengembangan dilakukan oleh TGH. Abubakar Husain yaitu; (a) Membentuk Pengajian di rumah (b) membentuk lembaga/yayasan pendidikan Islam (c) membangun pondok pesantren (d) membangun madrasah dan sekolah (e) membangun majelis taklim al-Qur’an dan (f) membangun TPQ/BSTQ.