Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN PEMAHAMAN BIDANG SOSIAL DAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN KKN-PAR DI KELURAHAN OI FO’O KOTA BIMA Umar Umar; Syarifuddin Syarifuddin; Ihwan Ihwan; Kuriawansyah Kuriawansyah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i1.740

Abstract

Dalam mengatasi masalah yang ada di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima diperlukan berbagai metode pengabdian salah satunya dengan pendekatan metode PAR (Participatory Action Research). Penggunaan kegiatan pengabdian berbasis diharapkan masalah-masalah yang terdapat di Kelurahan Oi Fo’o bisa dikurangi, dihilangkan dan diperbaiki. Masalah yang sering menjadi problem yakni pada bidang sosial dan bidang keagamaan. Salah satu bentuk upaya dalam mengatasi masalah di kelurahan ini yang bernilai sosial dengan mengadakan sebuah kegiatan positif-edukatif bagi seluruh masyarakat di Kelurahan Oi Fo’o, seperti; mengadakan seminar hukum dengan tema “Bahaya Narkoba Bagi Masa Depan” sebagai salah satu bentuk partisipasi terhadap masyarakat guna meminimalisir masalah kenakalan remaja yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, sehingga memberikan dampak yang baik bagi kehidupan sosial masyarakat Kelurahan Oi Fo’o. Hal yang sama juga dilakukan berkenaan dengan masalah keagamaan dengan cara merangsang minat belajar anak-anak yang sebelumnya sangat minim menjadi lebih tinggi disebabkan dengan adanya kegiatan pembinaan tahsin dan lomba keagamaan yaitu hafalan ayat pendek dan adzan, selebihnya masyarakat sangat merasa terbantu dengan diadakannya kegiatan edukatif ini dengan pendekata-pendekatan tertentu yang efisien bagi masyarakat di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima.
PENGUATAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL SISWA MELALUI PELATIHAN GURU PENGGERAK DI BIMA Mei Indra Jayanti; Umar Umar
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i1.2516

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik guru terkait dengan pengembangan kompetensi sosial dan emosional siswa di Bima, sebuah kota dengan latar belakang budaya yang kaya di Indonesia. Melalui serangkaian pelatihan, workshop, dan kegiatan kolaboratif, guru penggerak di Bima dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memimpin perubahan dalam praktik pengajaran dan pembelajaran. Para guru diharapkan dapat bertindak sebagai agen perubahan yang memfasilitasi pertukaran ide, menyediakan dukungan bagi rekan-rekan guru, dan membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung. Hasil dari program ini meliputi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kompetensi sosial dan emosional, peningkatan keterampilan siswa dalam mengelola emosi, berkomunikasi, dan bekerja sama, perubahan budaya sekolah menuju lingkungan yang lebih inklusif, serta peningkatan kualitas pengajaran dan keterlibatan siswa. Dampaknya tidak hanya terasa di sekolah, tetapi juga dalam komunitas secara keseluruhan, menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan dan kesejahteraan siswa di masa depan
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID Mei Indra Jayanti; Umar Umar
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i2.3235

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun program ynag berdampak pada murid di lingkup sekolah penggerak di Bima. Kegiatan ini dilakukan melalui serangkaian pelatihan, para guru penggerak di Bima dibekali dengan pengetahuan ynag bekaiata dengan esensi komptensi guru mulai aspek kompetensi profesionalisme, pedagogik, kepribadian dan sosial yang mesti dimiliki guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil dari kegiatan lokakarya ini, berimpilaksi pada upaya peningkatan kompetensi guru dalam merumuskan program pembelajaran diantaranya; 1) Adanya peningkatan pemahaan guru dalam merencanakan program pembelajaran, 2) Dapat mengembangkan keterampilan praktis guru, 3) Mendorong peningkatan kemampuan guru dalam pemanfaat teknologi digital pada proses pembelajaran, 4) Meningkatkan kemampuan guru dalam merumuskan pembelajaran berpusat pada siswa, 5) Meningkatkan kemampuan sosial dan emosional guru dalam menstimulasi pembelajaran dan 6) Meningkatkan sikap profesionalyas berkelanjutan bagi guru merumuskan dan melaksnaakan pembelajaran bagi siswa di lingkup sekolah. Dengan demikain, proses peningkatan kompetensi guru akan berkontribusi positif terhada capaian hasil belajar siswa di lingkungan sekolah.
PEMUDA BERKARAKTER: MENDORONG PERUBAHAN POSITIF DAN MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI KECAMATAN WAWO Wahyu Mulyadi; Umar Umar; Ilham Ilham; Ainunsa’biah Ainunsa’biah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i2.3238

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi yang efektif dalam mengurangi tingkat kenakalan remaja. Dalam era modern, masalah kenakalan remaja menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat umum. Dengan menggunakan metode participatory Action Research (PAR), kami menganalisis data dari sejumlah remaja yang terlibat dalam perilaku kenakalan. Pengabdian ini menyoroti beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kenakalan remaja, termasuk lingkungan keluarga, Lingkungan social/ masyarakat, pendidikan, dan kebijakan publik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan yang melibatkan pendekatan holistik, yang melibatkan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, mampu memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi tingkat kenakalan remaja. Program-program intervensi yang fokus pada pembangunan keterampilan sosial, peningkatan kesadaran diri, dan penguatan hubungan antar individu telah terbukti berhasil dalam mengubah perilaku remaja yang bermasalah dalam kehidupan sosilanya
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN KOMUNITAS PRAKTISI DI SEKOLAH MELALUI LOKAKARYA PARTISIPATIF Mei Indra Jayanti; Umar Umar
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas praktisi adalah sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin. Namun, keberadaan dan implementasi program komunitas praktisi di berbagai sekolah masih belum sistematis. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pemahaman tentang definisi dan manfaat komunitas praktisi, mendorong peserta mengidentifikasi komunitas praktisi yang telah ada, membimbing peserta dalam memetakan manfaat dan area kontrol komunitas tersebut di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipatif melalui pendekatan lokakarya yang dirancang untuk membangun kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi serta memetakan komunitas praktisi di lingkungan sekolah. Kegiatan lokakarya pengabdian ini berhasil mengidentifikasi keberadaan tujuh komunitas praktisi guru dengan cakupan area kontrol yang bervariasi, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional. Temuan menunjukkan bahwa komunitas-komunitas tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi profesional guru, peningkatan jejaring kolaborasi, dan bahkan ekspresi nilai-nilai budaya lokal dalam praktik pendidikan.
PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI PERANCANGAN DAN SIMULASI SKENARIO PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Mei Indra Jayanti; Umar Umar
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.6526

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang berakar pada prinsip bahwa peserta didik memiliki keragaman dalam kesiapan belajar, minat, dan profil belajar mereka. Pemahaman konseptual tentang pembelajaran berdiferensiasi seringkali tidak berkorelasi dengan kemampuan guru dalam mengimplementasikannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru melalui perancangan dan simulasi skenario pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan pelatihan berbasis praktik reflektif (practice-based training) dengan peserta berasal dari KKG Raba yang terdiri dari guru kelas atas. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan dan simulasi skenario pembelajaran berdiferensiasi efektif sebagai strategi awal penguatan kompetensi pedagogik guru dengan kategori baik, khususnya pada aspek perancangan pembelajaran responsif terhadap keragaman dan pengelolaan kelas diferensiatif.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DI TK AL-MAHASIN KOTA BIMA Lukman Lukman; Umar Umar; Utari Aderima; Samsudin Samsudin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i1.834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sekolah Ramah Anak (SRA) pada aplikasi pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yg bersifat naratif. Data-data diperoleh melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menerima pemahaman wacana implementasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran Anak Usia Dini pada TK Al-Mahasin Kota Bima. hasil analisis data memberikan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak pada pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima sudah relatif baik. di prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak telah hampir mendekati teori yg ada. Ini dibuktikan menggunakan hasil pengamatan serta dokumentasi pada TK Al-Mahasin Kota Bima. Pengamatan serta dokumentasi difokuskan pada kelengkapan wahana dan Prasarana yg ada pada TK Al-Mahasin Kota Bima, aplikasi metode pembelajaran, sikap terhadap peserta didik, serta kesehatan lingkungan. wahana serta prasarana yang pada TK Al-Mahasin Kota Bima telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara holistik dapat mendukung aktivitas anak, baik secara fisik, mental juga motorik.
The Effect of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) Learning Model through Jeopardy Game Media on Students' Problem-Solving Abilities Rasti Uliah; Umar Umar; Syahru Ramadhan; Ikhsan Maulana; Agus Setiawan
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 6, No 1 (2026): MAY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jmscedu.v6i1.18582

Abstract

This study aims to examine the effect of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model, integrated with Jeopardy game media, on students’ problem-solving abilities in Integrated Science and Social Studies (IPAS) at the elementary school level. This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The research subjects were students of MIN Bima City. Data were collected using a problem-solving test as the main instrument. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine the significance of the differences between groups. The results showed that students taught using the STAD model through the Jeopardy game media achieved significantly higher problem-solving abilities compared to those taught using conventional methods. In conclusion, integrating the STAD learning model with the Jeopardy game media effectively improves students’ problem-solving abilities and can serve as an alternative strategy for IPAS learning at the elementary level.