Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PERENCANAAN PERLUASAN COVERAGE AREA LTE DI KABUPATEN GARUT Ryan Rasyid Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Yuyun Siti Rohmah
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2225

Abstract

Daerah kabupaten Garut merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Jawa Barat. Di daerah ini terdapat beberapa tempat wisata unggulan seperti Taman Satwa Cikembulan, Puncak Darajat, dan Pemandian Cipanas yang setiap harinya didatangi ribuan wisatawan. Kebutuhan akan layanan komunikasi suara dan data sangat dibutuhkan di daerah ini. Kondisi jaringan LTE di daerah kabupaten Garut belum sepenuhnya merata. Berdasarkan hasil survey, diperoleh permasalahan blank spot (RSRP > -100 dBm), kualitas sinyal yang kurang baik (SINR >-20 dB), dan throughput yang lambat pada beberapa kecamatan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan perencanaan perluasan jaringan LTE di beberapa kecamatan tersebut. Perencanaan perluasan yang dilakukan menggunakan dua skenario, yaitu LTE (FDD) di 1800 MHz dan LTE-A menggunakan metode carrier aggregation di 850 MHz dan 1800 MHz yang dikombinasikan dengan SFR. Pada penelitian ini, setelah dilakukan perencanaan perluasan didapatkan peningkatan luasan coverage area sebesar 331,76 km2 (92,29142%) dengan kualitas yang memenuhi standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) didapatkan jumlah site sebanyak 88, nilai parameter RSRP rata-rata -65,91 dBm, SINR rata-rata 18,02 dB, throughput 24,962 Mbps, dan user connected 93,3 %. Sedangkan hasil simulasi perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR didapatkan jumlah site sebanyak 69, nilai parameter RSRP rata-rata -48,88 dBm, SINR rata-rata 22,5 dB, throughput 28,923 Mbps, dan user connected 94,5%.
ANALISIS IMPLEMENTASI LISTEN BEFORE TALK (LBT) PADA LTE-LICENSED ASSISTED ACCESS (LAA) DAN WI-FI 5 GH Dilla Fajar Sukma Dilaga; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2880

Abstract

LTE Release 13 memungkinkan pengguna anspektrum frekuensi unlicensed yang disebut dengan Licensed-Assisted Access(LAA).PadaLTE-LAA,spektrumlicensed LTEdigunakansebagaiprimarycelluntukmembawainformasi serta mengangkut tra?k data. Untuk secondary cell, spektrum unlicensed 5 GHz digunakan, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, serta pembagian spektrum secara adil. Penelitian ini menganalisa penggunaan mekanisme Listen Before Talk (LBT)padaLTE-LAAsebagaimekanismeuntukmenghasilkankoeksistensiantara LTE-LAA dan Wi-Fi. Hasil simulasi skenario 1 menghasilkan indeks fairness throughput 64 pengguna untuk FTP over UDP pada skenario 1 sebesar 0.998, skenario 2 sebesar 0.857 dan skenario 3 sebesar 0.997. Sedangkan untuk FTP over TCP pada skenario 1 sebesar 0.779, skenario 2 sebesar 0.639 dan skenario 3 sebesar 0.741.
ANALISA KINERJA LONG TERM EVOLUTION MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC SOFT FREQUENCY REUSE Zulfikar Nurzain; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidnyaningtyas
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1676

Abstract

Teknik DSFR memiliki kualitas dan kapasitas throughput yang lebih baik dibandingkan dengan teknik SFR. Rata-rata nilai SINR pada setiap user yang berjumlah 60 user pada DSFR bernilai 9,372 dB sedangkan teknik SFR hanya mendapatkan rata-rata sebesar 1,1973 dB. Untuk rata-rata laju data tiap user dari teknik DSFR mendapatkan 1,0118 Mbps sedangkan untuk SFR hanya mendapatkan nilai 0,6493 Mbps. Tetapi dalam konsumsi daya sel tertinggi, pada teknik SFR hanya mengkonsumsi 17,6 W sedangkan pada teknik DSFR mengkonsumsi sebesar 23,66 W. Dengan teknik DSFR kapasitas throughput naik dan konsumsi daya naik.
ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN LTE PICOCELL DI STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO Fajar Adityawarman; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2223

Abstract

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah sebuah stadion serbaguna yang berstandar internasional dan sering dijadikan sebagai tempat untuk pertandingan olahraga nasional maupun internasional. Dengan kapasitas penonton yang banyak dan struktur bangunan yang menghalangi propagasi sinyal dari site outdoor menyebabkan kualitas sinyal sangat buruk sehingga perlu adanya perencanaan jaringan dari sisi kapasitas dan juga cakupan di dalam bangunan agar pelanggan tetap mendapatkan layanan yang baik dari kemampuan teknologi yang ada saat ini. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai Reference Signal Received Power (RSRP) untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar -74,10 dBm dan skenario 2 yaitu sebesar -74,08 dBm. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai Signal to Interference Ratio (SIR) untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar 19,04 dB dan skenario 2 yaitu sebesar 21,49 dB. Berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR skenario 1 dan 2 mencapai target KPI.
Alternative Frequency Selection of Long Term Evolution (LTE) Technology in Indonesia Uke Kurniawan Usman; Galuh Prihatmoko
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2011: SNTIKI 3
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.071 KB)

Abstract

  AbstractFrequency is a limited resource that is indispensable for cellular telecommunications. Frequency allocation needs to be done from the beginning that there was no interference between cellular technology. Frequency allocation policy is one factor inhibiting adoption of Long Term Evolution technology in Indonesia. Based on standard ITU-R, 3GPP, APAC conference, as well as the frequency of the condition in Indonesia. There are several candidate frequency can be allocated to LTE technology, namely: 700MHz,2.1GHz,2.3 GHz and 2.6GHz frecuency. After review of the analysis result produced a recommendation for LTE frequency allocation in Indonesia, is 700MHz frecuency. However, if the use of 700 MHz frequency has  700MHz frecuency constraint is currently still used for TV broadcast frecuency. So using 700MHz frequency can be implemented for LTE technology is carried out after the TV broadcast frequency has been re-farming to digital TV. Keywords: LTE, Frequency, 3GPP. 
Analisis Pengukuran Layanan LTE di Jalan Daan Mogot dari Kota Tangerang sampai Kota Jakarta Barat dan Perbaikannya Muhammad Fadly Aliansyah; Uke Kurniawan Usman; Dhoni Setiawan Putra Setiawan
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, Controls (AVITEC) Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v5i1.1395

Abstract

Penelitian ini didahului dengan melakukan LTE Drive Test sebanyak dua kali pada Jalan Daan Mogot dengan layanan yang berbeda, dan mendapatkan nilai persentase 95% RSRP, SINR, dan RSRQ yang tidak memenuhi standar key performance indicator dari operator. Pada jalan ini juga ditemukan beberapa kasus seperti radio link failure, handover failure, dan connection drop serta 6 area bad spot. Perbaikan telah dilakukan dengan Aplikasi Atoll menggunakan empat metode usulan perbaikan, yaitu: physical tunning, mengubah power antena secara homogen, menggunakan site terdekat untuk melayani area yang bad spot, dan melakukan penambahan site baru. Setelah dilakukan perbaikan dari 6 bad spot, didapat rata–rata nilai RSRP -97.71 dBm, SINR 11.32 dB, RSRQ -13.8 dB, dan throughput 57,868.92 kbps. Dengan metode utama perbaikan adalah physical Tunning. 
Analisis Performansi Traffic Offload Data Antara 3G Dan Wifi Fazliadi Rahmatillah; Uke Kurniawan Usman; Tengku Ahmad Riza
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya peningkatan dan pertumbuhan layanan data secara global seiring peningkatan penggunaan Smartphone (iPhone, BlackBerry phones and Android phones) dan perangkat pintar lainnya (PDA, Tablet PC, Notebook) mengakibatkan trend akses layanan informasi dan data di Indonesia ikut meningkat terutama akses data di jaringan 3G Mobile Broadband. Keterbatasan insfrastruktur jaringan 3G di Indonesia seperti BTS (Base Transceiver Station) Mini, Femtocell, Picocell mengakibatkan akses data oleh user yang berada di suatu gedung dan di tempat umum pada jam sibuk menjadi terhambat dikarenakan adanya kepadatan trafik data. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan Traffic Offload / Mobile Data Offload (Seamless Connectivity) yaitu trafik data di jaringan 3G dialihkan melewati jaringan WiFi (Wireless fidelity) karena WiFi mampu memberikan akses data dengan kecepatan yang lebih tinggi, menambah kapasitas jaringan dan infastruktur WiFi yang dapat dipergunakan secara bersama. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan simulasi Traffic Offload Data antara 3G dan WiFi dengan menggunakan Software MATLAB R2013b. Analisis dilakukan dengan mengamati parameter Received Signal Strength, handover user dan drop user, Handover Delay, dan Throughput. Dari hasil penelitian didapatkan Received Signal Strenght (RSS) yang tepat untuk melakukan Offloading dari jaringan 3G ke jaringan WiFi yaitu pada RSS 3G sebesar -84 dBm dan RSS WiFi -69 dBm sehingga diperoleh handover user sebesar 260 user dan drop user 240 user pada kecepatan user 50 m/s. Dan RSS yang tepat untuk Offloading dari jaringan WiFi ke jaringan 3G yaitu pada RSS 3G sebesar -91 dBm dan RSS WiFi -76 dBm sehingga diperoleh handover user sebesar 138 user dan drop user 111 user dengan kecepatan user 50 m/s. Untuk handover user sebanyak 245 user diperoleh handover delay 40,05 milisecod dan throughput yang diperoleh user di jaringan 3G 2 Mbps pada jarak 0,1 km dari Node B dan throughput di jaringan WiFi 2,9 Mbps pada jarak 50 meter dari Access point WiFi (1,5 km dari Node B 3G). Kata kunci : 3G, WiFi, Traffic Offload, Seamless Connectivity, Mobile Data Offload.
Analisis Pemilihan Model Propagasi Pada Perancangan Jaringan Lte Mochtar Hernowo; Uke Kurniawan Usman; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi nirkabel generasi ke-4 sebagai penerus jaringan 3G yang berbasis Internet Protocol (IP). Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi paket data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) yang mendukung transfer paket data dengan rate yang tinggi dibandingkan teknologi sebelumnya pada HSDPA release 5, permasalahannya pada daerah urban dengan tingkat pengguna jaringan yang tinggi terkadang banyak user yang mengalaimi kurang optimalnya layanan yang mereka dapat. Salah satu masalahnya ialah saat perancangan LTE ditempat tersebut tidak digunakan model propagasi yang tepat sehingga kapasitas dan cakupan sell kurang optimal. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas LTE dari segi capacity dan coverage maka dari itu Pada penelitian ini ada 3 model propagasi yang diajukan. Pemilihan model propagasi antara ericsson 999, Erceg, dan cost 231 berdasarkan pada hasil simulasi dan pengukuran di lapangan. Dengan melihat kemampuan capacity dan coverage tiap model.Dengan begitu diharapkan dapat menyelsaikan masalah pengoptimalan jaringan dari segi propagasi. Pada peniletian ini pemilihan jenis propagasi yang tepat didapat dari hasil perbandingan menggunakan perhitungan,simulasi dengan software ATOL dan pengukuran dilapangan. Kata Kunci : LTE PLANNING, ERCEG, COST 231, ERICSSon 999, Troughput, BLER
Analisa Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Indoor Di Stasiun Gambir Muhammad Hafizh Triaoktora; Uke Kurniawan Usman; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tempat yang potensial untuk dilakukan perencanaan jaringan seluler adalah Gedung Stasiun Gambir. Hal ini dikarenakan banyaknya pengunjung yang ada pada gedung tersebut, dan konstruksi bangunan atau dinding – dinding yang tebal dari bangunan stasiun menyebabkan penerimaan sinyal seluler pada sisi user yang berada dalam gedung tersebut menjadi kurang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukannya perencanaan jaringan Long Term Evolution (LTE), agar user yang berada di dalam gedung tersebut dapat menikmati layanan komunikasi data yang cepat dan handal, serta dapat diakses dimana pun dan kapan pun. Pada perencanaan ini dilakukan dua perhitungan untuk mendapatkan jumlah antena yang diperlukan pada masing – masing gedung , yaitu perhitungan secara coverage, dan perhitungan secara capacity. Perancangan jaringan LTE ini di simulasikan menggunakan software RPS 5.4 (Radio Propagation Simulator) untuk simulasi coverage. Simulasi ini menggunakan dua skenario, skenario pertama menggunakan jumlah perhitungan caverage, hasil perhitungan coverage sebanyak 15 antena dan skenario kedua menggunakan perhitungan capacity pada hasil perhitungan capacity sebanyak 10 antena. Dari hasil simulasi, skenario capacity merupakan skenario terbaik dengan nilai signal streght yang diterima oleh user atau nilai rata-rata Receive Signal Level (RSL) yang didapat sebesar -42.80 dBm, sedangkan nilai rata-rata Signal Interference Ratio (SIR) yang didapat adalah 12.12 dB. Pada penelitian ini dihitung juga throughput dari masing– masing skenario, nilai throughput yang didapat oleh kedua skenario adalah sama yaitu 1008 Kbps untuk tiap terminalnya. Kata Kunci : LTE, Coverage, Capacity, Link Budget, RSL, SIR, Throughput.
Perenc1101080003anaan Daerah Cakupan Enodeb Jaringan Long Termevolution (lte) Pada Frekuensi 1800 Mhz Di Kota Bogor Ikhwanul Kiram; Uke Kurniawan Usman; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adanya peningkatan layanan voice dan data pada daerah urban, salah satunya Kota Bogor, membuat service provider merasa perlu untuk memperbaiki jaringan yang sudah ada agar jaringan dapat mencakup area yang lebih luas. Teknologi long Term Evolution (LTE) dengan kecepatan dan mobilitasnya dapat memberi jawaban akan kebutuhan voice dan data tersebut. Pada penelitian kali ini, dilakukan perencanaan jaringan LTE pada frekuensi 1800 MHz di Kota Bogor. Perencanaan yang telah dilakukan adalah perencanaan dari segi coverage dengan mengukur link budget dengan melakukan proses refarming dan co-existing sebelumnya. Kemudian dilakukan perencanaan sesuai dengan neigbour relation dan Phisical Identity Cell (PCI).Parameter- parameter yang digunakan pada tugas akhir ini sesuai dengan standa vendor telekomunikasi Huawei. Penggunaan PCI dilakukan untuk memberi identitas pada suatu cell. Simulasi pada tugas akhir ini menggunakan software atoll dari forsk. Nilai parameter dibandingkan Antara sebelum dan sesudah menggunakan PCI. Luas wilayah cakupan nilai BLER pada range 0 – 0.05 dari 97.1 km2 menjadi 97.1 km2 setelah menggunakan PCI, meningkat 0.6m2 atau 0.62%, sehingga nilai C/(I+N) yang didapat setelah menggunakan PCI meningkat 0.16 dB dari sebelum menggunakan PCI yaitu 7.34 dB menjadi 7.50 dB, dan average throughput meningkat 489.35 kbps dari 25.568, 05 kpbs menjadi 26.057,4 kbps. Kata Kunci : Long Term Evolution, macro cell, coverage, neighbor relation, physical identity cell, BLER, C/(I+N), throughput
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Al Rasyid, Muhammad Dhafin Sulaiman Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Dianti, Erni Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Djaka, Muhammad Rendra Perdana Kusuma Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hadi, Shasyabilla Ardita Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Mahanani, Edo Lutfi Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Theana, Verenz Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah