Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 700 Mhz Pada Jalur Kereta Api Dengan Physical Cell Identity (pci) Nico Baihaqi; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi nirkabel generasi ke-4 yang berbasis Internet Protocol (IP). Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi paket data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Pada teknologi sebelumnya yaitu 3G dan 2G kurang optimal dan stabil dalam melayani kebutuhan trafik dikondisi  user  bergerak dengan kecepatan tinggi atau kondisi user berada pada alat transportasi darat yaitu kereta api. Pada paper ini, dibahas tentang Perencanaan jaringan LTE FDD 700 MHz di sepanjang jalur kereta api Bandung – Gambir  dengan kecepatan user mencapai 350km/jam dan jarak  tempuh sejauh 258 km ini dilakukan berdasarkan metode konvensional yaitu coverage dan capacity dari segi radio access. Kemudian dilakukan perencanaan berdasarkan neighbour relation dan physical cell identity (PCI). Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, Dengan adanya PCI terutama yaitu sepanjang jalur kereta api Bandung – Gambir dapat mengurangi level interferensi yang ditunjukkan meningkatnya probabilitas  daerah  dengan  nilai  BLER  dan  nilai  rata-rata  C/(I+N)  naik  sehingga  average  user throughput mengalami kenaikan. Sedangkan penggunaan PCI tidak berpengaruh besar terhadap RSRP dan signal level. Kata kunci : Long Term Evolution, macro cell, coverage, capacity, neighbour relation, physical cell identity, BLER, C/(I+N), throughput.
Perencanaan Jaringan Heterogen Lte-advanced Dengan Pico Cell Menggunakan Range Expansion Di Kota Cimahi Aji Maulana; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Cimahi Tengah merupakan salah satu kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Cimahi dikarenakan pusat kota ini terdapat di Kecamatan Cimahi Tengah. Berdasarkan evaluasi jaringan LTE pada kecamatan Cimahi Tengah diperoleh RSRP ≥ - 90 dBm dan RSRQ ≥ 5 dB masih dibawah standar operator KPI Telkomsel yaitu 90%, dengan jumlah total pengguna pada beberapa site LTE di area kecamatan Cimahi Tengah memiliki jumlah pengguna lebih dari 1500. Dalam mengatasi hal ini pada teknologi LTE-Advanced terdapat suatu skema yaitu heterogeneous network. Jaringan heterogen (heterogeneous network) merupakan topologi pada suatu jaringan seluler yang menerapkan small cell pada macro cell dengan teknologi seluler yang berbeda untuk mengatasi permasalahan kapasitas serta memberikan cakupan yang lebih baik. Tugas Akhir ini melakukan perencanaan jaringan heterogen LTE-Advanced dengan pico cell menggunakan range expansion di Kota Cimahi dengan menggunakan coverage dan capacity planning serta trafik jaringan LTE eksisting di kecamatan Cimahi Tengah. Frekuensi yang digunakan yaitu 1800 MHz pada macro cell dan 2300 MHz pada pico cell. Hasil simulasi dari penelitian tugas akhir ini didapatkan performansi sistem yang baik untuk nilai – nilai parameter yang sudah sesuai dengan standar KPI operator. Nilai RSRP yang didapat pada hasil simulasi jaringan heterogen yaitu ≥ -90 dBm mencakup area sebesar 98.89%, nilai CINR yang didapat untuk nilai > 5 dB sebesar 91.99%, nilai rata – rata untuk throughput downlink yaitu 38.51 Mbps, untuk throughput uplink yaitu 17.22 Mbps, dan jumlah user yang berusaha mendapatkan layanan yaitu 20150 user, dengan jumlah user connected yaitu 20125 (99.9%) user. Hasil ini menunjukan bahwa simulasi perencanaan jaringan heterogen dengan pico cell menggunakan range expansion layak diimplementasikan. Kata kunci : LTE-Advanced, Jaringan Heterogen, Pico Cell, Range Expansion. Abstract Kecamatan Cimahi Tengah is one of districts that have high population density in Cimahi City because the center of this city is located in District Cimahi Tengah. Based on the evaluation of LTE network in Cimahi Tengah sub-district, the RSRP ≥ - 90 dBm and RSRQ ≥ 5 dB is still below the standard of KPI Telkomsel operator, which is 90%, with the total number of users in some LTE sites in Cimahi Tengah sub district having more than 1500 user. overcome this on LTE-Advanced technology there is a scheme that is heterogeneous network. Heterogeneous networks (heterogeneous networks) are topologies in a cellular network that applies small cells to macro cells with different cellular technologies to address capacity issues and provide better coverage. This Final Project performs LTE-Advanced heterogeneous network planning with pico cell using expansion range in Cimahi City using coverage and capacity planning as well as existing LTE network traffic in Cimahi Tengah subdistrict. Frequency used is 1800 MHz on macro cell and 2300 MHz in pico cell. The simulation result from this final project has got good system performance for parameter values which is in accordance with KPI operator standard. The RSRP value obtained on the heterogeneous network simulation result is ≥ -90 dBm covering the area of 98.89%, the CINR value obtained for the value> 5 dB is 91.99%, the average value for throughput downlink is 38.51 Mbps, for uplink throughput is 17.22 Mbps , and the number of users trying to get the service is 20150 users, with the number of users connected is 20125 (99.9%) user. This result shows that the simulation of heterogeneous network planning with pico cell using a decent expansion range is implemented. Keywords: LTE-Advanced, Heterogeneous Network, Pico Cell, Range Expansion.
Analisis Simulasi Vertical Handover Dari Lte Ke Wifi 802.11n Pada Layanan Video Streaming Muhamad Nurhamsach Pratama; Uke Kurniawan Usman; Hafiddudin Hafiddudin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan populasi pelanggan dan peningkatan layanan data dalam penggunaan smartphone dan perangkat lainnya mengakibatkan trend pada akses layanan informasi dan data semakin meningkat terutama pada jaringan seluler. Keterbatasan infrastruktur jaringan seluler mengakibatkan terhambatnya user untuk dapat akses data dikarenakan adanya kepadatan trafik. Selain itu untuk tetap menjaga kontinuitas layanan pada jaringan telekomunikasi dibutuhkan mekanisme handover yang handal. Handover tidak hanya terjadi pada sistem atau teknologi yang sama, tetapi juga memungkinkan terjadi pada sistem yang berbeda disebut sebagai vertical handover. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pengalihan trafik data pada jaringan LTE melewati jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity). Pada penelitian ini dilakukan analisis dan simulasi vertical handvoer dari LTE ke Wi-Fi 802.11n dengan menggunakan software MATLAB R2016a. Adapun analisis yang akan dilakukan dengan mengamati parameter Probabilitas Dropping, Handover Margin, dan Frame Error Rate. Pada hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi terbaik RSRPmin dan RSSImin berdasarkan probabilitas droppping minimum adalah RSRP -99 dBm dan nilai RSSI -80 dBm. Untuk nilai HOM dan FER dengan kecepatan 0 km/jam HOM sebesar 88,987 dB dan FER sebesar 0,0038, saat kecepatan 1 km/jam HOM sebesar 13,596 dB dan FER sebesar 0,00040, saat kecepatan 2 km/jam HOM sebesar 15,528 dB dan FER sebesar 0,0039, saat kecepatan 5 km/jam HOM sebesar 14,276 dB dan FER sebesar 0,00038, saat kecepatan 8 km/jam HOM sebesar 18,635 dB dan FER sebesar 0,00038, saat kecepatan 10 km/jam HOM sebesar 24,719 dB dan FER sebesar 0,00042, saat kecepatan 20 km/jam HOM sebesar 23,518 dB dan FER sebesar 0,00049, dan saat kecepatan 50 km/jam HOM sebesar 28,509 dB dan FER sebesar 0,00075. Kata kunci : long term evolution, vertical handover, video streaming, probabilitas dropping, handover margin, FER
Perencanaan Jaringan Mikrosel 4g Lte Di Skywalk Cihampelas Bandung Rivan Achmad Nugroho; Hurianti Vidyaningtyas; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya pembangunan skywalk Cihampelas Bandung, sangat menarik banyaknya wisatawan yang berkunjung ke skywalk Cihampelas. Hal ini bisa menyebabkan padatnya trafik pada lalu-lintas komunikasi seluler dan menurunnya kualitas sinyal sehingga kesulitan untuk mengakses internet. Maka dalam hal ini sangat diperlukan pengembangan jaringan microcell untuk meningkatkan kualitas jaringan lte di skywalk Cihampelas.Pada Tugas akhir  ini membahas perencanaan jaringan microcell di skywalk Cihampelas Bandung dengan mempertimbangkan capacity dan coverage area yang terjadi selama ini, dalam hasil drive test didapatkan nilai rata-rata RSRP sebesar -94,61 dBm, nilai rata-rata SINR sebesar -4,75 dB, sedangkan standart KPI operator yang akan dipakai yaitu RSSI sebesar > - 70 dBm, RSRP sebesar > -90 dBm, SINR sebesar > 10 dB, dan BLER sebesar < 10 %. Pada perencanaan ini akan menggunakan metode Non ACP( Automatic Cell Planning ) dan ACP ( Automatic Cell Planning ). Hasil yang dicapai pada tugas akhir ini adalah merancang site sesuai dengan hasil perhitungan site sebesar 2 site, yang memiliki kinerja yang maksimal dalam coverage maupun capacity, setelah dirancang dan disimulasikan mendapatkan nilai level signal rata-rata sebesar -79,79 dBm. Pada simulasi trafik ini yang gagal terkoneksi pada simulasi persentasenya tergolong rendah sebesar 9,5% (14 user). Sedangkan trafik yang berhasil tergolong tinggi yaitu sebesar 90,5% (133 user). Namun pada simulasi coverage hasil yang didapatkan tidak maksimal dan tidak memenuhi standar dari KPI operator karena memakai metode Non ACP ( Automatic Cell Planning ) yang mendapatkan hasil sebesar RSRP-105,42 dBm, RSSI - 70,06 dBm, SINR 10,25 dB, BLER 0%, kemudian dilakukan simulasi menggunakan ACP ( Automatic Cell Planning ) yaitu dengan mengoptimalisasi site yang sudah dirancang dan hasilnya lebih baik dari hasil sebelumnya sehingga mendapatkan hasil RSRP sebesar -86,1 dBm, RSSI sebesar -50,1 dBm, SINR sebesar 34,5 dB, BLER sebesar 0%.Kata Kunci : Microcell, Drive Test, Automatic Cell Planning, RSRP, RSSI, SINR, BLER
Analisa Perencanaan Coverage Area 4g Lte Untuk Layanan Data Di Gedung Elizabeth Rumah Sakit Borromeus Aldi Ahmad Sopian; Uke Kurniawan Usman; Hasanah Putri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telekomunkasi saat ini menjadi suatu kebutuhan pokok yang tidak akan lepas dari masyarakat, terutama di tempat – tempat seperti Rumah Sakit Santo Borromeus. Rumah sakit merupakan tempat penyedia layanan kesehatan, karena itu perlu kualitas layanan komunikasi sangat tinggi. Kondisi tembok tiap gedung yang cukup tebal dan banyaknya gedung yang menghalangi pada rumah sakit santo borromeus. Ditambah dengan para pasien, pengunjung, perawat, dokter dan pekerja di Rumah Sakit Borromeus menyebabkan perlu ada peningkatan kualitas seluler dalam sisi kapasitas dan cakupan untuk menangani users pada area tersebut. Dari hasil walktest before yang dilakukan pada Gedung Elizabeth menunjukan kondisi rata – rata RSRP sebesar -104 dBm dan rata – rata RSRQ sebesar -13 dB, maka dari hal ini Rumah Sakit Santo Borromeus layak untuk dilakukan pembangunan picocell. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi pada perencanaan picocell di Gedung Elizabeth dalam Tugas Akhir ini menghasilkan hasil perencanaan berdasarkan coverage area. Antena yang diperoleh dari hasil perhitungan coverage planning sebesar 6 antena pada lantai 1 dan 2, 5 antena pada lantai 3 dan 2 antena pada lantai 4 dan 5. Dengan menggunakan 2 skenario penempatan antenna menghasilkan pada skenario 1 memiliki rata – rata nilai RSRP sebesar - 58,91dBm, -56,48 dBm, -62,72 dBm, -73,34 dBm dan -62,89 dBm, untuk nilai SIR diperoleh rata – rata 35,68 dB, 18,21 dB, 45,90 dB, 54,22 dB dan 33,05 dB. Sedangkan pada skenario 2 diperoleh nilai rata – rata nilai RSRP sebesar -62,89dBm, - 57,98 dBm, -64,60 dBm, -86,25 dBm dan -68,89 dBm, untuk nilai SIR diperoleh rata – rata 35,02 dB, 29,97 dB, 63,88 dB, 85,93 dB dan 49,97 dB. Dilihat dari hasil kedua skenario maka pada perencanaan tugas akhir ini menggunakan skenario 1 dalam penempatan antena, dikarenakan pada skenario 2 dalam beberapa lantai masih memiliki nilai yang tidak sesuai standar KPI. Kata Kunci : Picocell, LTE, Coverage Planning, Signal to Interference Ratio, Reference Signal Received Power. Abstract Telecommunications now become a basic will not escape from the community, especially in the place as Hospitals Santo Borromeus.A hospital was the health care providers, because it was necessary the quality of services communication very high.Hospitals Santo Borromeus having 3 the building with each 5 and 3 the floor.The walls every the thick enough and the building block in hospitals saint borromeus.Coupled with patients, visitors, nurses, doctors and workers in hospital borromeus cause to be cellular is improving the quality of their capacity and scope to handle users in the area.From the walktest before done on buildings elizabeth showed the average RSRP of -104 dBm and the average RSRQ of -13 dB, but this hospital saint borromeus worth picocell development. Based on the results of the analysis to planning a picocell at the Elizabeth in the line of duty this final result planning based on coverage area .An antenna that obtained from the results of coverage planning of 6 antenna on the floor and 2 1 , 3 and 5 antenna on the 2 antennas on the 4 and 5 .Using 2 scenario the antenna yielding on 1 has a scenario RSRP -58.91dBm average value of , -56,48 dBm , -62,72 dBm , -73,34 dBm and -62,89 dBm, to value SIR obtained the average 35,68 dB , 18,21 dB , 45,90 dB ,33,05 dB, and 54,22 dB .In the scenario 2 obtained a mean RSRP average value of -62,89 dBm , -57,98 dBm , - 64,60 dBm , -86,25 dBm and -68,89 dBm, to value SIR obtained the average 35,02 dB , 29,97 dB , 63,88 dB ,49,97 dB, and 85,93 dB . Seen from the either scenario planning and in their final task it uses scenario 1 in assignment antenna , caused by 2 scenario in some floors still having value that does not fit the standard KPI. Keywords: Picocell, LTE, Coverage Planning, Signal to Interference Ratio, Reference Signal Received Power
Analisis Perencanaan Terhadap Performansi Backhaul Berbasis Wi-Fi 802.11N Untuk Mendukung Jaringan Lte Di Daerah Rural Ari Sadewa Yogapratama; Uke Kurniawan Usman; Tody Ariefianto Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jaringan LTE umumnya masih dipusatkan pada daerah perkotaan dan tidak menutup kemungkinan beberapa waktu ke depan, daerah rural (pedesaan) juga dapat menikmati layanan data berkecepatan tinggi ini. Namun trafik di daerah pedesaan tidak sebesar perkotaan. Untuk itu penyelenggara atau operator memerlukan backhaul yang tidak hanya handal namun juga efisien dari segi kapasitas, transmisi, maupun implementasi agar dapat mengantarkan layanan LTE ini ke daerah pedesaan. Pada paper ini, dibahas tentang analisis perencanaan pada performansi backhaul berbasis Wi-Fi 802.11n. Backhaul berbasis Wi-Fi dipilih karena dapat beroperasi pada frekuensi unlicensed sehingga lebih cepat dalam pengimplementasiannya dibandingkan microwave maupun fiber optic karena tidak terkendala regulasi. Selain itu, backhaul berbasis Wi-Fi memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung kebutuhan trafik di daerah rural. Pada tugas akhir ini juga dibahas mengenai pemilihan skenario yang efektif dalam merancang jaringan LTE di daerah rural. Di sisi backhaul, parameter performansi yang diinginkan yaitu: daya terima -77.23 dBm (untuk memenuhi BER 10-6 dan data rate 50 Mbps), dan availability > 99.99% dengan menggunakan bandwidth 20 MHz. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, skenario perancangan LTE di daerah rural yang paling efektif adalah dengan menggunakan frekuensi 900 MHz dan bandwidth 5 MHz. Sedangkan dari perancangan backhaul, diperoleh daya terima >-75 dBm dan availability > 99.99%. Hal ini berarti parameter performansi yang diinginkan dapat tercapai Sehingga dapat disimpulkan bahwa backhaul berbasis Wi-Fi dapat bekerja dengan baik untuk menghubungkan jaringan LTE di daerah rural.
Analisis Perencanaan Perluasan Coverage Area Pada Jaringan Lte Di Area Kabupaten Bandung Barat Nur Fathimah; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Area Kabupaten Bandung Barat terdapat beberapa area yang belum tercover oleh jaringan LTE selain itu terdapat permasalahan blank spot (RSRP>-120 dBm) dengan kualitas sinyal yang kurang baik (SINR>-20 dB) serta throughput yang lambat di beberapa kecamatan. Dalam menangani permasalahan yang terjadi di area Kabupaten Bandung Barat dilakukan perencanaan perluasan coverage area pada jaringan LTE dengan menggunakan dua skenario. Skenario pertama adalah perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) pada frekuensi 1800 MHz dan skenario kedua menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR pada frekuensi 1800 – 850 MHz. Pada perencanan perluasan coverage area di area Kabupaten Bandung Barat dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software Atoll 3.3. Pada Tugas Akhir ini, terjadi peningkatan coverage area di area Kabupaten Bandung Barat setelah dilakukan perluasan coverage area sebesar 143,136 km2 dengan perolehan kualitas yang memenuhi nilai standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) diperoleh total site sebanyak 35 site dengan nilai rata-rata parameter RSRP adalah -74,75 dBm, SINR adalah 23,96 dB, throughput adalah 18,971 Mbps dan user connected adalah 98,7%. Sedangkan Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR diperoleh total site sebanyak 31 site dengan nilai rata-rata parameter RSRP adalah -68,54 dBm, SINR adalah 26,72 dB, throughput adalah 31,236 Mbps dan user connected adalah 98,8%. Kata Kunci : LTE, LTE-A Carrier Aggregation, SFR, RSRP, SINR, Throughput, User Connected, KPI. Abstract West Bandung regency there are some areas that have not been covered by LTE network in addition there is a problem spot blank (RSRP> -120 dBm) with poor signal quality (SINR> -20 dB) and the slow throughput in some districts. In addressing the problems that occur in the area of West Bandung regency planning extension coverage area on the LTE network using two scenarios. The first scenario is the expansion of coverage area using LTE (FDD) at 1800 MHz frequency and second scenario using LTE-A (Carrier Aggregation) combined with SFR at frequency 1800 - 850 MHz. In planning of coverage area expansion in area of West Bandung regency analysis and simulation using software of Atoll 3.2.1 In this Final Project, there is an increase of coverage area in West Bandung regency area after expansion of coverage area is 143,136 km2 with acquisition of quality fulfilling KPI standard value. The result of simulation planning of expansion of coverage area using LTE (FDD) obtained by total of 35 site with RSRP parameter value is -74,75 dBm, SINR is 23,96 dB, throughput is 18,971 Mbps and user connected is 98,7% . While the simulation result of coverage coverage planning using LTE-A (Carrier Aggregation) combined with SFR obtained total site as much as 31 sites with RSRP parameter value is -68,54 dBm, SINR is 26,72 dB, throughput is 31,236 Mbps and user connected is 98.8%. Keyword : LTE, LTE-A Carrier Aggregation, SFR, RSRP, SINR, Throughput, User Connected, KPI.
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Picocell Di Stadion Utama Gelora Bung Karno Fajar Adityawarman; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah sebuah stadion serbaguna yang berstandar internasional dan sering dijadikan sebagai tempat untuk pertandingan olahraga nasional maupun internasional, acara peringatan hari besar, kampanye partai politik, dan konser musik. Dihitung dari jumlah banyaknya kursi, SUGBK dapat menampung sebanyak 78.000 orang. Banyaknya event yang dapat dilakukan di SUGBK dengan kapasitas penonton yang banyak dan struktur bangunan yang menghalangi propagasi sinyal dari site outdoor sehingga perlu adanya perencanaan jaringan di dalam bangunan tersebut agar pelanggan tetap mendapatkan layanan yang baik dari kemampuan teknologi yang ada saat ini. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai RSRP untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar -74,10 dBm dan skenario 2 yaitu sebesar -74,08 dBm. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai SIR untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar 19,04 dB dan skenario 2 yaitu sebesar 21,49 dB. Dengan menggunakan KPI operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR skenario 1 dan 2 mencapai target KPI.
Analisis Optimasi Jaringan 3g Wcdma Pada Rute Pintu Tol Pateur - Paris Van Java Andanu Bethari Putri; Uke Kurniawan Usman; R. Bambang Cahyo Widodo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan 3G dengan keunggulan akses data kecepatan tinggi mengusung fitur-fitur voice call, video call serta internet mobile untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan semakin banyaknya penyedia layanan maka kualitas dari pelayanan tentu harus ditingkatkan untuk mengatasi persaingan. Kegagalan-kegagalan fungsi jaringan harus dibenahi untuk menghadirkan kualitas jaringan yang lebih optimal. Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisa kinerja jaringan 3G yang diperoleh dari data drive test dengan menggunakan software Tems Investigation. Adapun analisa dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan dengan menganalisa kegagalan-kegagalan yang terjadi dan menentukan langkah optimasi. Dari hasil drive test awal yang dilakukan maka didapatkan orientasi antena yg kurang tepat sehingga terdapat kualitas jaringan yang kurang baik akibat terjadinya overshooting dari neighbor site. Setelah dioptimasi dengan melakukan perubahan tilting dan orientasi antena maka didapatkan nilai RSCP yang membaik pada kisaran = -87 dBm yang sebelumnya tanpa dilakukan optimasi pada kisaran = -90 dBm. Sedangkan nilai Ec/No yang menurun pada kisaran = -13 dB, yang sebelumnya tanpa dilakukan optimasi berada pada kisaran = -11.2 dB. Kata kunci : 3G, WCDMA, Drive Test, RSCP, Ec/No, Tilting.
Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (lte) Tdd Pada Frekuensi 2300 Mhz Di Stadion Si Jalak Harupat Putu Gandi Mitha Wijaya; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Stadion Si Jalak Harupat merupakan sebuah stadion berstandar internasional yang sering digunakan dalam event olahraga khususnya sepak bola dengan kapasitas penonton sebanyak 27.168 orang. Dengan karakteristik dari masyarakat indonesia khususnya yang lebih banyak download dibandingkan upload dalam menikmati layanan jaringan seluler, ditambah lagi dengan struktur bangunan yang dapat meredam sinyal dari site outdoor. Hasil walktest yang dilakukan didapatkan nilai RSRP pada rentang -90 dBm s/d -120 dBm dan nilai SIR pada rentang 0 s/d -10 dB. Karena nilai kedua parameter tersebut jauh dari ketetapan standar KPI, maka selanjutnya dilakukan perencanaan jaringan LTE dengan cara perhitungan coverage dan capacity serta perhitungan perambatan sinyal yang digunakan adalah model propagasi COST-231 Multiwall dan simulasi dilakukan pada software RPS.4.5. Lalu didapatkan jumlah site sebanyak 4 buah dan penempatan site tersebut dilakukan dengan membuat 2 skenario. Pada skenario 1 didapatkan nilai RSRP untuk keseluruhan area yaitu -72,83 dBm dan pada skenario 2 yaitu -72,18 dBm. Lalu nilai SIR yang didapat untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu 9,08 dB dan skenario 2 yaitu 10,79 dB. Hasil dari simulasi nilai parameter RSRP & SIR pada skenario 1 dan skenario 2 sudah mencapai dari ketetapan KPI. Dan skenario yang dapat memberikan layanan dengan kualitas terbaik untuk diterapkan yaitu skenario 2 karena penempatan site pada skenario ini terletak diantara tribun dan itu memungkinkan 1 site dapat melayani user lebih dari satu tribun. Kata Kunci : LTE, Walktest, TDD,RSRP, SIR, Coverage, Capacity. Absract Si Jalak Harupat Stadium is an internasional standart stadium that is often used in sports event, especially football with a capacity of 27.168 spectators. With the characteristics of the Indonesian people that more downloads than uploads in using mobile network services, and also with a structure that can reduce the signal from outdoor sites. The result of walktest got the RSRP value in the range of -90 dBm s / d -120 dBm and SIR value in the range 0 s / d -10 dB. Because the value of these two parameters is far from KPI standard, then LTE network planning by calculation of coverage and capacity and calculation of signal propagation used is propagation model COST-231 Multiwall and simulation using software RPS.4.5. Then get the number of antennas is 4 and the placement of the antenna is done by making 2 scenarios. In scenario 1, the RSRP value for the whole area is - 72.83 dBm and in scenario 2 it is -72.18 dBm. Then the value of SIR obtained for the whole area in scenario 1 is 9.08 dB and scenario 2 is 10.79 dB. The result of simulation of RSRP & SIR parameter value in scenario 1 and scenario 2 reached target of KPI. And the scenario that can provide the best quality service to be implemented is scenario 2 because the placement of the antenna in this scenario between the tribune and it allows 1 antenna to serve the user more than one tribune. Keywords: LTE, Walktest, TDD,RSRP, SIR, Coverage, Capacity
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah