Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kinerja Skema Alokasi Sumber Daya Subchannel Reuse Pada Jaringan Femtocell Ofdma Elmira Puspa Sari; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Femtocell adalah teknologi micro BTS dengan level daya rendah dan menggunakan frekuensi resmi seperti pada jaringan seluler. Femtocell berfungsi meningkatkan kapasitas dan cakupan sebuah jaringan seluler di dalam ruangan. Penggunaan femtocell secara masal memiliki masalah, adanya intercell- interference yang mengakibatkan kebutuhan data rate tidak mencukupi untuk semua user dan subchannel reuse yang tidak maksimal. Penelitian ini menganalisis kinerja skema pengalokasian sumber daya frekuensi berupa subchannel pada OFDMA untuk memenuhi kebutuhan data-rate user dalam satu femtocell. Metode yang digunakan adalah simulasi kinerja algoritma resource allocation menggunakan aplikasi matlab, kemudian dilakukan analisis hubungan antara kebutuhan data-rate, persentase jaminan user mendapatkan data-rate yang dibutuhkan, SSR(Spectrum Spatial Reuse) dan jumlah user dibandingkan dengan skema universal frequency reuse. Skema tersebut akan diaplikasikan pada level central node dan level FBS. Hasil simulasi dari skema resource allocation meningkatkan persentase jaminan user mendapatkan data-rate yang dibutuhkan dan mengoptimalkan SSR dalam berbagai jumlah user aktif. Kata Kunci: Femtocell, Resource Allocation, Spectrum Spatial Reuse,OFDMA
Perencanaan Migrasi Jaringan 3g Menuju Jaringan Lte (long Term Evolution) Studi Kasus Pusat Kota Kudus Latifah Hidayanti; Uke Kurniawan Usman; Dhimas Syahrial Fattah Inhardy
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Kudus memiliki luas wilayah 10,47 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 97961 jiwa. Denganbanyaknya jumlah penduduk tersebut, berpengaruh terhadap banyaknya pengguna seluler di Pusat Kota Kudus. Di Pusat Kota Kudus terdapat 4 NodeB untuk melayani layanan komunikasi data menggunakan teknologi 3G, akan tetapi terdapat salah satu NodeB yang tidak mampu melayani kebutuhan komunikasi data karena kapasitas trafik yang penuh. Selain kapasitas trafik yang penuh, permintaan payload yang tinggi, banyaknya handset pengguna yang sudah support LTE dan banyaknya pelanggan yang sudah menggunakan USIM. Pada Tugas Akhir ini membahas tentang analisis perencanaan migrasi dari jaringan 3G ke jaringan Long Term Evolution (LTE). Pembahasan pada Tugas Akhir ini fokus pada perencanaan jaringan radio yaitu perencanaan pada sisi capacity dan coverage. Proses perencanaan teknologi LTE memperhitungkan jumlah penduduk usia produktif yang digunakan untuk estimasi pengguna layanan LTE di Pusat Kota Kudus, kemudian memperkirakan estimasi pengguna teknologi LTE 5 tahun yang akan datang. Setelah melakukan perencanaan maka dilakukan simulasi menggunakan software Atoll dan dilakukan analisis terhadap hasil perencanaan. Perencanaan migrasi jaringan LTE memiliki kualitas dan kapasitas throughput sel yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi existing jaringan 3G. Dimana kondisi existing jaringan 3G di tahun 2017 terdapat 4 site sedangkah setelah dilakukan perencanaan migrasi ke jaringan LTE jumlah site yang dibutuhkan adalah 7 site dengan radius 0,532 km. Hasil perencanaan migrasi ke jaringan LTE diperoleh rata-rata throughput setelah dilakukan migrasi ke LTE sebesar 19672 Kbps, sedangkan saat kondisi existing rata-rata throughput sebesar 1255 Kbps. Pada simulasi trafik saat kondisi existing jumlah user yang terhubung ke jaringan sebesar 20% dan jumlah user yang tidak dapat terhubung ke jaringan sebesar 80%. Sedangkan setelah dilakukan migrasi jumlah user yang terhubung 99% dan yang tidak terhubung 1%. Dengan ini, level sinyal terima sebelum dan sesudah dilakukan migrasi ke jaringan LTE naik sebesar 45,16% dan agregate throughput upload dan download berturut-turut naik sebesar 157,87% dan 318,87%.
Analisis Perancangan Dan Performansi Lte Femtocell Di Gedung A Dan B Telkom University Diki Sofyan Setiawan; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna layanan telekomunikasi voice maupun data sudah menjadi hal yang utama dalam melakukan komunikasi antar manusia. Gedung perkuliahan merupakan tempat yang paling banyak terjadi mobilitas penggunaan layanan telekomunikasi yang artinya dibutuhkan suatu perancangan jaringan seluler khususnya pada area indoor .Maka dari itu penelitian ini dilakukan pada gedung perkuliahan yaitu di gedung A dan B Universitas Telkom. Untuk dapat mendukung kebutuhan trafik di gedung tersebut yang terdiri dari 3 lantai di tiap gedung nya, dalam suatu kondisi terpadatnya membutuhkan mobile data yang tinggi agar mendukung proses perkuliahan, bahkan penerimaan sinyal pada daerah tersebut dipengaruhi beberapa hal seperti bentuk bangunan serta dinding yang menghalangi yang dapat mengurangi penerimaan kualitas sinyal kepada user. Oleh sebab itu diperlukan suatu perancangan jaringan LTE berbasis femtocell untuk area indoor tersebut. Pada perencanaan LTE ini dilakukan perhitungan berdasarkan dari coverage dan perhitungan berdasarkan capacity, untuk mendapatkan jumlah FAP (Femtocell Access Point) yang diperlukan untuk masing - masing gedung. Jumlah FAP yang didapat pada perhitungan coverage adalah 3 FAP untuk masing- masing gedung, sedangkan secara capacity adalah 6 FAP untuk masing- masing gedung. Dalam tugas akhir ini menghasilkan jumlah sel jaringan LTE di Gedung A dan B Telkom University masing-masing sebanyak 6 buah FAP per gedung yang terbagi menjadi 2 buah FAP pada setiap lantainya dengan nilai RSL -62,53 dBm yang sudah memenuhi standar KPI yaitu diatas -90 dBm, serta nilai SINR untuk lantai 1 50,49 dB, lantai 2 52,14 dB, lantai 3 52 dB, tetapi ketika di implementasikann pada 3 lantai nilai SINR nya menjadi 11,81 dB dimana nilai standar KPI yang baik untuk SINR diatas 5 dB. Kata Kunci : Signal Level, SINR, Throughput, Femtocell, RPS
Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 1800mhz Di Jembatan Suramadu Dengan Physical Cell Identity (pci) Andhan Marhadi; Uke Kurniawan Usman; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak LTE merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya yaitu UMTS (3G) dan HSPA (3,5G) sedangkan LTE disebut sebagai generasi ke-4 (4G) yang diberikan pada sebuah proyek dari Third Generation Partnership Project (3GPP) untuk memperbaiki standar mobile phone generasi ke-3. Karena pemerataan kemajuan teknologi di berbagai daerah termasuk Surabaya dan Madura, maka diperlukan sebuah penerapan teknologi LTE di daerah tersebut khususnya Jembatan Suramadu. Penerapan ini tidak akan berjalan tanpa adanya perencanaan yang baik mengenai suatu jaringan LTE untuk dapat mencakup seluruh area jembatan Suramadu. Agar penerapan LTE dapat optimal maka diperlukan perancangan cakupan area LTE, link budget dan jumlah eNode B yang dibutuhkan. Pada penelitian ini, telah dilakukan perencanaan jaringan LTE pada frekuensi 1800 MHz di sepanjang jembatan Suramadu (Surabaya Madura). Perencanaan menggunakan metode konvensional yaitu dari segi coverage dan capacity pada sisi radio access. Kemudian dilakukan perencanaan sesuai dengan neigbour relation dan Phisical Identity Cell (PCI). PCI merupakan salah satu parameter dengan nilai antara 0 sampai 503 yang digunakan untuk memberikan identitas tiap transmitter untuk mengirimkan informasi ke tiap pengguna di cell tertentu. Sehingga pengguna di cell lain tidak mengganggu informasi di cell tersebut karena kode PCI yang diberikan memenuhi syarat free collision dan free confusion. Parameter dalam tugas akhir ini dilakukan sesuai standar vendor telekomunikasi Huawei. Alokasi PCI harus dilakukan dalam LTE untuk mengidentifikasi suatu cell. Simulasi menggunakan software perencanaan dan optimisasi Atoll dari forsk. Hasil analisa perhitungan menunjukkan bahwa nilai BLER sebelum diberikan alokasi PCI yaitu 9,002 km2 kemudian setelah pengalokasian PCI menjadi 9,123 km2 meningkat sebesar 0,85%, kemudian karena interferensi yang berkurang maka nilai rata-rata C/(I+N) naik sebesar 11,23 dB yang sebelumnya 11,24 dB, sehingga average user throughput mengalami kenaikan dari 38.067,28 kbps menjadi 38.093,06 kbps. Kata Kunci : Long Term Evolution (LTE), link budget, coverage, capacity, free collision, free confusion, PCI
Perencanaan Coverage Area Femtocell Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 1800mhz Pada Gerbong Kereta Api Dengan Physical Cell Identity (pci) Fitra Purwandika; Rendy Munadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan layanan berkualitas di setiap tempat merupakan hal penting bagi pelanggan.Salah satunya di dalam gerbong kereta api, keterbatasan layanan berkualitas di dalam gerbong kereta api karena adanya efek dopler yang terjadi, performansi jaringan seluler pada saat user bergerak dengan kecepatan tinggi saat berada di atas kereta api, sangatlah tidak stabil. Dan juga adanya redaman yang terjadi oleh gerbong kereta api itu sendiri sehingga layanan yang dapat diberikan sangat terbatas. Pada gerbong kereta api, femtocell digunakan untuk coverage area dan memberikan akses layanan kepada pelanggan di dalam gerbong kereta api. Pada perencanaan ini dilakukan dua perhitungan untuk mendapatkan jumlah antena yang diperlukan pada masing – masing gedung , yaitu perhitungan secara coverage, dan perhitungan secara capacity. Skenario dari perancangan ini adalah menggunakan jumlah perhitungan coverage di setiap gerbong masing – masing sebanyak dua buah antena dan sekenario berikutnya menggunakan perhitungan capacity di setiap gerbong masing - masing sebanyak satu buah antena. Dan menghasilkan nilai receive Signal Level (RSL), nilai rata-rata Signal Interverence Ratio (SIR), dan juga throughtput masing-masing skenario. Dari hasil simulasi di tentukan penomoran PCI tiap cell nya. Hasil nya hasil rekapitulasi percobaan dengan menggunakan simulasi di dapatkan penempatan access point dan yang terpasang di berbagai lokasi dapat melingkupi hampir seluruh daerah dengan kualitas sinyal yang baik yaitu - 43.64 dBm ,- 41.11 dBm dan – 40.44 dBm . Kondisi dengan menggunakan 1 access point memiliki nilai SIR 13.69 dB dan 8.58 karena mendapatkan interferensi sedikit dari access point lainnya sedangkan dengan menggunakan 2 access point mempunyai nilai SIR sebesar 8.31 dBm karena mendapatkan lebih banyak interferensi dari pada 1 acces point. Penggunaan 1 access point dan 2 access point memperlihatkan persentase coverage yang tidak jauh berbeda berbeda. Pada percobaan dengan menggunakan 2 access point dan mempunyai daerah coverage yang terbaik. Kata Kunci : femtocell,PCI, SIR, throughput
Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Menggunakan Metode Soft Frequency Reuse Di Kawasan Telkom University Muhammad Iqbal; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah mahasiswa Telkom University bertambah setiap tahunnya yang menyebabkan kebutuhan trafik semakin meningkat serta penggunaan layanan berbasis data semakin meningkat setiap tahunnya. Jaringan UMTS (3G) masih belum mampu memberikan layanan yang optimal untuk peningkatan trafik yang selalu bertambah. Badan standarisasi 3GPP memperkenalkan generasi ke-4 Long Term Evolution (LTE) guna mengatasi peningkatan permintaan kebutuhan akan layanan komunikasi. Dalam perancanaan LTE dibutuhkan skema yang dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan mengoptimalkan kualitas sinyal di cell edge. Soft Frequency Reuse (SFR) dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan interferensi di cell edge pun kecil. SFR menerapkan sebuah skema 2 sel yaitu cell center dan cell edge dengan menggunakan daya pancar yang berbeda untuk mengatasi permasalahan akan kurang optimalnya jaringan di cell edge. Tugas akhir kali ini, perencanaan jaringan LTE FDD 1800 MHz studi kasus yang dilakukan pada wilayah Telkom University menggunakan SFR. Perencanaan coverage pada wilayah Telkom University dirancang jaringan micro cell dengan radius sebesar 1,5 km dan didapat nilai kapasitas cell centre 72,04 Mbps dan cell edge 36 Mbps sehingga didapat 1 site untuk perencanaan di Telkom University. Perencanaan ini dianalisis dengan membandingkan perencanaan SFR dengan non SFR (Frekuensi Reuse 1).Beberapa parameter yang dianalisis menggunakan skema SFR dapat meningkatkan nilai rata – rata quality -0,01, throughput 713 kbps, nilai C/(I+N) 0,71 dB , dan coverage daya signal sejauh 2 meter. Kata Kunci : Long Term Evolution (LTE), cell edge, cell centre, coverage, capacity, Soft Frequency Reuse .
Analisis Performansi Femtocell Pada Jaringan Heterogen Lte-advanced Menggunakan Metode Enhanced Inter-cell Interference Coordination Fahrudin Fajar Anggoro; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada jaringan seluler, kapasitas jaringan menjadi masalah dengan terjadinya peningkatan user secara signifikan. 3GPP menperkenalkan solusi Heterogeneous Network (HetNet) pada salah satu releasenya yang diharapkan bisa untuk mengatasi permasalahan kapasitas yang ada. Pada Tugas Akhir ini dilakukan simulasi dan analisis pada performansi jaringan heterogen LTE-Advanced dengan menggunakan femtocell sebagai small cell. Terdapat 3 skenario yang diujikan yaitu skenario dengan tidak menggunakan femtocell, menggunakan femtocell, dan menggunakan femtocell dengan metode eICIC. Semua skenario uji dilakukan menggunakan frekuensi 1800 MHz dengan parameter yang dianalisis yaitu signal level, CINR, user connected, dan throughput. Setelah dilakukan simulasi didapatkan hasil pada parameter signal level terjadi peningkatan mencapai nilai 1.26 dBm, dari sisi parameter CINR terdapat peningkatan mencapai nilai 1.38 dB, dari parameter uji user connected terjadi peningkata hingga mencapai 3.4 %, dan pada parameter throughput terjadi peningkatan mencapai 1.59 Mbps. Setelah diterapkan metode eICIC nilai parameter uji signal level dan CINR tidak terjadi peningkatan, sedangkan pada parameter uji throughput dan user connected terjadi trade-off. Nilai user connected meningkat sebesar 1.8% sedangkan nilai throughput turun sebesar 1.15 Mbps Kata kunci : LTE-A, HetNet, eICIC, Femtocell Abstract On mobile networks, network capacity becomes a problem with significant user upgrades. 3GPP introduces the Heterogeneous Network (HetNet) solution to one of its releases that is expected to address the existing capacity issues. In this final project, simulation and analysis on LTE-Advanced heterogeneous network performance using femtocell as small cell. There are 3 scenarios tested: a scenario with no femtocell, using femtocell, and using femtocell with eICIC method. All test scenarios were performed using 1800 MHz frequency with analyzed parameters are signal level, CINR, user connected, and throughput. After the simulation, the signal level parameter increased to the value of 1.26 dBm, in terms of CINR parameters there is an increase reaching the value of 1.38 dB, from user connections test parameters there is increase up to 3.4%, and the throughput parameters increased to reach 1.59 Mbps. After applied eICIC method, there are no changes on the value of signal level and CINR, while in throughput and user connected parameter trade-off happened. The user connected value increased by 1.8% while the throughput value decreased by 1.15 Mbps. Keywords: LTE-A, Hetnet, eICIC, Femtocell
Analisis Perencanaan Layanan Data Jaringan Long Term Evolution (lte) Indoor Pada Terminal 3 Keberangkatan Ultimate Bandara Soekarno-hatta Wulan Dwi Anggraini; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan layanan data dan kualitas sinyal yang baik pada seluler menjadi hal yang sangat penting pada era ini, khususnya di Bandar Udara (Bandara) Soekarno – Hatta terutama di terminal 3 Ultimate. Karena semua maskapai penerbangan internasional dan beberapa maskapai penerbangan domestik dipindahkan ke terminal 3 Ultimate yang sebelumnya berada di sub terminal 2E dan 2F pada terminal 2. Sehingga banyaknya mobilisasi pengguna seperti penumpang dan petugas bandara pada area tersebut akan menyebabkan peningkatan permintaan layanan data dan membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hasil perencanaan ini, diperoleh nilai RSRP dari hasil simulasi untuk skenario 1 dan 2 masing-masing adalah - 78.00 dBm, dan -67.88 dBm. Untuk nilai SIR pada skenario 1 dan 2 masing-masing adalah 41.2 dB, dan 50.71 dB. Dari hasil simulasi, perencanaan jaringan LTE indoor telah memenuhi KPI (Key Performance Indicator) yang digunakan oleh operator telekomunikasi acuan.
Analisis Performansi Traffic Offload Data Video Streaming Lte Ke Wlan 802.11n Andreana Yunio Prasetya; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pengguna layanan data jaringan seluler berkembang pesat yang mengakibatkan beban trafik semakin meningkat. Agar beban trafik tetap stabil dan performansi kapasitas jaringan meningkat, dapat menggunakan teknik traffic offload / data offload. Traffic offload / data offload adalah penggunaan teknologi jaringan yang saling melengkapi untuk memberikan akses data bagi pelanggan selular. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan simulasi traffic offload data dari jaringan LTE ke jaringan WLAN 802.11n dengan menggunakan tiga skenario. Skenario 1 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n berada didalam lingkup sel jaringan LTE, skenario 2 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n beririsan dengan lingkup sel jaringan LTE, dan skenario 3 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n berada diluar lingkup sel jaringan LTE. Analisis dilakukan dengan mengamati parameter Received Signal Strength (RSRP dan RSL), LTE user, Offload user, Drop user, Cell Capacity, dan Throughput. Hasil penelitian skenario 1 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 613 user, user offload sebanyak 18 user, user Wi-Fi sebanyak 18 user, dan user drop sebanyak 104 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE meningkat sebesar 6.38% (0.113425 Mbps) dan LTE system capacity meningkat sebesar 3.34% (69.52943Mbps). Hasil penelitian skenario 2 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 620 user, user offload sebanyak 11 user, user Wi-Fi sebanyak 19 user, dan user drop mengalami penurunan sebanyak 8 user menjadi 96 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE meningkat sebesar 3.8% (0.110679 Mbps) dan LTE system capacity meningkat sebesar 1.99% (68.6208 Mbps). Hasil penelitian skenario 3 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 631 user, user offload sebanyak 0 user, user Wi-Fi sebanyak 13 user, dan user drop mengalami penurunan sebanyak 13 user menjadi 91 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE tidak mengalami peningkatan (0.106622 Mbps) dan LTE system capacity tidak mengalami peningkatan (67.2786 Mbps) dengan maksimum offload user untuk skenario 1, 2, dan 3 sebanyak 27 user. Kata kunci: 4G(LTE), WLAN 802.11n, Traffic Offload, Data Offload.
Analisa Perencanaan Perluasan Coverage Area Lte Di Kabupaten Garut Ryan Rasyid Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Yuyun Siti Rohmah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah kabupaten Garut merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Jawa Barat. Di daerah ini terdapat beberapa tempat wisata unggulan seperti Taman Satwa Cikembulan, Puncak Darajat dan Pemandian Cipanas yang setiap harinya di datangi ribuan wisatawan. Kebutuhan akan layanan komunikasi suara dan data sangat dibutuhkan di daerah ini. Kondisi jaringan LTE di daerah kabupaten Garut belum sepenuhnya merata. Berdasarkan hasil survey, diperoleh permasalahan blank spot (RSRP > -100 dBm), kualitas sinyal yang kurang baik (SINR >-20 dB), dan throughput yang lambat pada beberapa kecamatan.Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan perencanaan perluasan jaringan LTE di beberapa kecamatan tersebut. Perencanaan perluasan yang dilakukan menggunakan dua skenario, yaitu LTE (FDD) di 1800 MHz dan LTE-A menggunakan metode carrier aggregation di 850 MHz dan 1800 MHz yang dikombinasikan dengan SFR. Dalam melakukan perencanaan perluasan, dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software Atoll 3.2.1 Pada Tugas Ahir ini, setelah dilakukan perencanaan perluasan didapatkan peningkatan luasan coverage area sebesar 331,76 km2 (92,29142%) dengan kualitas yang memenuhi standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) didapatkan jumlah site sebanyak 88, nilai parameter RSRP rata-rata -65,91 dBm, SINR rata-rata 18,02 dB, throughput 24,962 Mbps, dan user connected 93,3 %. Sedangkan hasil simulasi perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR didapatkan jumlah site sebanyak 69, nilai parameter RSRP rata-rata -48,88 dBm, SINR rata-rata 22,5 dB, throughput 28,923 Mbps, dan user connected 94,5%.
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah