Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Perluasan Coverage Area Jaringan Lte Menggunakan Physical Cell Identity (pci) Di Balubur Town Square Bandung Fikri Ramadhan; Uke Kurniawan Usman; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi selluler pada saat ini merupakan salah satu yang paling penting di era modern ini. Pada saat ini komunikasi selluler di Indonesia sudah sampai pada generasi ke 4 (4G) atau yang sering kita dengar dengan nama LTE (Long Term Evolution). Dengan menggunakan teknologi LTE dapat memudahkan semua orang dalam mengakses data dengan kecepatan tinggi. Khususnya Balubur Town Square Bandung yang merupakan salah satu pusat perniagaan terbesar di kota Bandung yang banyak didatangi pengunjung dalam dan luar kota Bandung. Dengan jumlah pengunjung yang meningkat, berakibat pada kualitas sinyal dan coverage di dalam mall yang mengalami penurunan level daya terima, sehingga performansi sinyal menjadi turun. Sehingga perlu dilakukannya perencanaan jaringan LTE. Pada penelitian tugas akhir ini telah dilakukan perbandingan antara DAS (Distributed antenna System) dengan teknologi Indoor Pico (Lampsite) untuk perluasan coverage dan capacity dengan menggunakan physical cell identity (pci). Physical cell identity (pci) merupakan salah satu parameter dengan nilai antara 0-503 tiap transmitter untuk mengirimkan informasi ke tiap pengguna cell tertentu agar tidak terjadi interferensi. Alokasi Physicall Cell Identiy pada penomoran PCI ini menggunakan 142 s/d 167 secondary synchronization signall. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan teknologi lampsite mempunyai coverage area yang lebih besar yang menyebabkan estimasi cell pada lampsite lebih sedikit yaitu Lantai dasar 1 14 Lampsite,Lantai dasar 2 14 Lampsite, lower ground 14 Lampsite,upper ground 14 Lampsite ,lantai 1 7 Lampsite dan hasil simulasi untuk tiap lantai di dapatkan nilai RSL -50,83 dBm, -56,74 dBm,-52,09 dBm,-51,67 dB dan -56,04 dBm. Untuk nilai SIR diperoleh hasil simulasi dari 5 lantai adalah 13.12 dB ,21.03 dB, 18.85 dB, 16.84 dB dan 11.79 dB. Dari hasil simulasi yang diperoleh, perencanaan jaringan indoor LTE telah memenuhi KPI (Key Performance Indicator) LTE indoor planning yang digunakan oleh telkomsel.
Analisis Dan Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Indoor Studi Kasus Di Pabrik Pt. South Pasific Viscose Dimas Rangga Wisnuadi; Uke Kurniawan Usman; Hafiddudin Hafiddudin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokas i indus tri di Indones ia s aat ini membutuhkan kualitas layanan data yang bagus dan cepat, karena indus tri membutuhkan aks es Internet yang bagus untuk meningkatkan kualitas perus ahaan ters ebut. Pada pengerjaan penelitian ini menganalis is perencanaan LTE indoor yang berada pada lingkungan pabrik PT.South Pasific Viscose. PT.South Pasific Viscose s ebagai s alah s atu indus tri pembuat bakal kain dan kapas membutuhkan kualitas layanan data yang dapat menunjang kebutuhan layanan data baik untuk pekerja ataupun untuk perus ahaan itu s endiri s ehingga diperlukan perencanaan jaringan Indoor Long Term Evolution (LTE) untuk memenuhi kebutuhan us er di s ekitar lokas i. Pada penelitian di pabrik PT South Pasific Viscose memerlukan analis is pemas angan terhadap jumlah antenna. Analis is ini dilakukan oleh 2 parameter yang diperhitungkan,yaitu terhadap kualitas coverage dan capacity dan diambil untuk jumlah antenna terbanyak dari kedua parameter perhitungan planning ters ebut. Pada perencaanaan indoor LTE kali ini diperlukan software Radio Program Simulator (RPS 5.4) untuk menganalis is kualitas jaringan indoor dengan menggunakan frekuens i 1800 MHz dan bandwi dth s i s tem 20 MHz. Has il dari perhitungan coverage, jumlah antenna yang didapat adalah 10 FAP dan untuk perhitungan capacity jumlah antenna yang didapat adalah 3 FAP. Dari has il s imulas i yang telah dilakukan dipilih s kenario terbaik untuk tiap lantai gedung. Untuk parameter RSL (Receive Signal Level) didapatkan rata-rata nilai terbaik s ebes ar -55,83 dBm,s edangkan untuk parameter SIR didapatkan nilai rata-rata terbaik s ebes ar 41,39 dB. Keywor ds : Long Term Evolution, Indoor, RSL, SIR, walktest, coverage, capacity
Simulasi Dan Analisis Distorsi Sinyal Sistem Ganda Lte-Wcdma Melalui Link Serat Optik Aldrin Fakhri Azhari; Akhmad Hambali; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sistem RoF sebagai pendistribusi sinyal sistem ganda LTE-WCDMA dipercaya memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem distribusi biasa menggunakan kabel tembaga. Akan tetapi, ketidaklinearan perangkat-perangkat pada sistem RoF membuat kualitas transmisi menurun. Penelitian mengenai pengaruh ketidaklinearan sistem RoF terhadap sinyal sistem ganda LTE-WCDMA perlu dilakukan agar dapat dirancang sistem yang optimal. Penelitian ini berfokus pada pengaruh frequency chirping laser, dispersi dan FWM pada serat terhadap sinyal sistem ganda LTE-WCDMA. Penelitian dilakukan dengan membuat simulasi sistem RoF untuk sistem ganda LTE-WCDMA pada software Optisystem 13. Pengujian sistem dilakukan dengan cara mentransmisikan sinyal sistem ganda LTE-WCDMA pada sistem RoF dengan penyebab ketidaklinearan sistem yang berbeda-beda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa distorsi sinyal terbesar diakibatkan oleh frequency chirping pada laser. Selain itu hasil pengujian menunjukkan bahwa laser dominan adiabatic chirp mempunyai kualitas lebih baik dibandingkan laser dominan transient chirp. Kemudian dari hasil pengujian ini juga diketahui bahwa penggunaan CWDM menghasilkan nilai SNR yang lebih baik daripada DWDM. Analisis peluang bit error (Pe) menunjukkan semua sistem RoF dengan dengan rancangan seperti proses pengujian layak digunakan karena nilai Pe dibawah 10-10. Akan tetapi, untuk meningkatkan kualitas sinyal disarankan menggunaan laser dominan transient chirp dan CWDM dalam perancangan sistem. Kata kunci : Ketidaklinearan RoF, LTE, WCDMA, frequency chirping, dispersi, FWM
Metode Collision Dan Confusion Free Pada Alokasi Physical Cell Identity (pci), Studi Kasus: Jaringan 4g Lte-advanced 1800 Mhz Area Kotamadya Jakarta Timur Anggita Putri Lestari; Nachwan Nachwan; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya pertumbuhan pelanggan dan perluasan jaringan pada jaringan LTE-Advanced di area Kotamadya Jakarta Timur yang menyebabkan adanya terdeteksi PCI konflik Collision dan Confusion. Berdasarkan hasil pengukuran terjadi penurunan nilai KPI dimana RSRP rata-rata sebesar -102 dBm dan RSRQ sebesar -16.11 dB yang menunjukkan kondisi jaringan kurang maksimal karena berada dibawah threshold yang seharusnya diatas -100 dBm dan -15 dB. Sehingga, perlu adanya proses optimasi salah satunya di sisi perencanaan pada lapisan fisik jaringan LTE, yaitu PCI (Physical Cell Identity) yang merupakan konfigurasi identitas sel yang digunakan untuk mengatur sistem ketetanggaan setiap sel, sehingga dapat mengurangi interferensi antar sel-sel. Rangkaian optimasi yang dilakukan adalah berdasarkan jumlah site kondisi eksisting yang mempertimbangkan kebutuhan coverage untuk 5 tahun mendatang. Dimana skenario yang diterapkan adalah re-alokasi PCI berdasarkan jarak reuse yaitu 1 km, 2 km dan 3 km sesuai ketentuan vendor Huawei untuk mencapai kondisi penomoran PCI yang Collision Free dan Confusion Free. Berdasarkan proses dan hasil simulasi menyatakan bahwa skenario optimasi untuk alokasi PCI berdasarkan jarak reuse, dapat mempengaruhi kualitas KPI dimana skenario jarak reuse 3 km telah memenuhi KPI target dengan persentase nilai RSRP diatas -100 dBm sebesar 85.61%, RSRQ diatas -15 dB sebesar 88.24%, SINR diatas 10 dB sebesar 83.297% dan Throughput diatas 20 Mbps sebesar 85.07%. Ketika menggunakan jarak alokasi sebesar 2 km yang merupakan standar ketentuan vendor untuk menentukan jarak alokasi reuse PCI berdasarkan 2x radius maksimum coverage, peningkatan persentase untuk RSRP sebesar 77.57%, RSRQ sebesar 80.63%, SINR sebesar 61.16% dan Throughput sebesar 73.57% belum mencapai KPI target. Kesimpulannya, bahwa jarak alokasi reuse 3x radius maksimum coverage lebih sesuai untuk diimplementasikan pada area Kotamadya Jakarta Timur.
Perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 700* Mhz Pada Tol Cipularang (cikampek-purwakarta-padalarang) Menggunakan Metode Physical Cell Identity (pci) Riano Febrianto; Uke Kurniawan Usman; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE outdoor pada Tol Cipularang (Cikampek- Purwakarta–Padalarang). Perencanaan jaringan LTE ini dilakukan dengan cara perhitungan coverage dan capacity. Perhitungan coverage digunakan untuk mendapatkan radius daya pancar radio antena atau BTS (Base Transceiver Station). Perhitungan capacity digunakan untuk mengetahui jumlah kapasitas yang disediakan oleh antena atau BTS, serta mengetahui throughtput yang akan didapatkan oleh user yang ada di Tol tersebut. Pada penelitian ini juga dilakukan perencanaan trafik yang diperlukan sebagai data pendukung dalam perencaan jaringan LTE outdoor ini. Kemudian dilakukan perencanaan berdasarkan neighbour relation dan physical cell identity (PCI). Perencanaan jaringan LTE di jalan tol Cipularang ini disertai dengan simulasi menggunakan software ATOLL. Dengan adanya PCI terutama di daerah utama yaitu sepanjang jalur Tol Cipularang dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan metode PCI maka dapat mengurangi level interferensi yang ditunjukkan meningkatnya probabilitas daerah dengan nilai BLER yang kecil yaitu 761 km² menjadi 760 km², kemudian karena interferensi yang berkurang maka nilai rata-rata C/(I+N) naik sebesar 11,09 dB yang sebelumnya 10,96 dB, sehingga average user throughput mengalami kenaikan dari 18.842,96 kbps menjadi 19.026,46 kbps. Kata kunci : LTE, ATOLL, coverage, capacity, neighbour relation, physical cell identity, BLER, C/(I+N), throughput.
Analisis Perencanaan Lte-advanced Dengan Metoda Carrier Aggregation Inter-band Non-contiguous Dan Intra-band Non-contiguous Di Kota Bandar Lampung Dharma Winata Saputra; Uke Kurniawan Usman; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi Long Term Evolution (LTE) di Indonesia khususnya di Kota Bandar Lampung memiliki keterbatasan pada alokasi frekuensi contiguous yang dimiliki oleh operator seluler. Release 10 3GPP melahirkan LTE-Advanced yang mendukung fitur carrier aggregation yaitu penggunaan dua atau lebih component carrier secara bersamaan baik pada band frekuensi yang sama maupun berbeda. Dengan adanya fitur carrier aggregation ini, operator seluler dapat menggelar teknologi LTE dengan memanfaatkan frekuensi non- contiguous yang dimiliki. Pada penelitian tugas akhir ini perancangan LTE-Advanced menggunakan metode carrier aggregation inter-band non-contiguous dan intra-band non-contiguous dengan memanfaatkan frekuensi GSM pada salah satu operator seluler yaitu Indosat. Perancangan LTE-Advanced ini menggunakan bandwidth 20 MHz dengan membandingkan skenario carrier aggregation inter-band non-contiguous pada frekuensi 900 Mhz dan 1800 Mhz serta intra-band non-contiguous pada frekuensi 1800. Perancangan LTE Advanced ini menggunakan capacity planning dan coverage planning di Kota Bandar Lampung. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini antara lain: jumlah site, signal level, CINR level, persentase user connected dan throughput berdasarkan simulasi pada Software Atoll 3.2.1. Untuk perancangan dengan teknik intra-band non-contiguous diperoleh jumlah site sebesar 29, signal level ≥ -80 dBm sebesar 82.15%, CINR level ≥ 5 dB 71.98%, rata-rata persentase user connected 93.33%, dan rata-rata throughput 1364.22 Mbps. Sedangkan pada perancangan dengan teknik inter-band non-contiguous diperoleh jumlah site sebesar 21, signal level ≥ -80 dBm sebesar 86.13%, CINR level ≥ 5 dB 76.358%, rata-rata persentase user connected 87.3%, dan rata-rata throughput 1273.97 Mbps. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil bahwa jaringan dengan teknik carrier aggregation inter-band non-contiguous lebih baik untuk diterapkan di Kota Bandar Lampung. Kata kunci : LTE-advanced, intra-band non-contiguous, inter-band non-contiguous, ATOLL
Perencanaan Evolved Packet Core Network 4g Lte Di Bandung Bayu Septiyanto; Uke Kurniawan Usman; Noviwan Wicaksono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Long Term Evolution atau disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. 3GPP Long Term Evolution (LTE) dipasarkan dengan nama 4G LTE. Arsitektur jaringan 4G LTE terdiri dari tiga bagian utama yaitu User Equipment (UE),Evolved Packet Core Network (EPC), dan Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network (E-UTRAN). Jaringan inti pada 4G LTE hanya mempunyai packet Switched domain, untuk mendukung jaringan suara pada penelitian ini menggunakan CS Fallback. Pada Tugas Akhir ini dibahas tentang perencanaan jaringan inti atau core network 4G LTE di Bandung dengan studi kasus PT Telkomsel hingga tahun 2020. Proses dimensioning pada penelitian ini adalah mencari jumlah elemen perangkat yang dibutuhkan, dan pada CS fallback membutuhkan MSS untuk menangani layanan suara. Pada studi kasus PT Telkomsel, PT Telkomsel belum memakai IP Multimedia Subsystem, dan belum menggunakan Voice Over LTE, Sehingga digunakan metode CS Fallback Untuk melayani layanan suara, dengan cara mengalihkan Layanan voice di jaringan 4G ke jaringan 3G. dalam proses penyusunan tugas akhir ini dikumpulkan data-data jumlah penduduk, trafik, jaringan eksisting yang berguna dalam tahap dimensioning. Dari hasil perencanaan yang dilakukan, maka untuk bisa mengimplimentasikan jaringan 4G LTE CS Fallback di Bandung, diperlukan minimum 6 buah, HSS diperlukan 1 buah, MME diperlukan minimum 2 Buah, SGW-PGW diperlukan 2  buah. Interface signaling seperti s6a, S11, S10, S1-MME membutuhkan badwidth 269, 191 Mbps, Untuk interface user plane S5/S8, S1-U, SGi, membutuhkan bandwidth 13 Gbps hingga 96,91 Gbps. Tugas akhir ini telah menghasilkan suatu  perencanaan awal penerapan jaringan inti 4G LTE menggunakan CS Falback di Telkomsel Bandung. Kata kunci : 3GPP LTE, 4G LTE, EPC, Network Planning, Core Network
Analisis Performansi Pico Cell Pada Jaringan Heterogen Lte-advanced Hafidh Finandriyanto; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas selalu menjadi masalah dalam setiap perkembangan teknologi seluler. Setiap perubahan selalu dilakukan untuk memberikan kapasitas yang lebih baik. Pada Teknologi LTE release 9 telah diperkenalkan skema jaringan heterogen, yang diharapkan dapat mengatasi permasalah dari kapasitas saat ini. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan simulasi dan analisis jaringan heterogen LTE-Advanced dengan pico cell sebagai small cell nya. Ada 4 skenario simulasi yang akan dilakukan. Pico cell akan menggunakan 2 jenis frekuensi yaitu 1800 MHz dan 2100 Mhz tergantung skenario masing-masing. Selain itu juga akan dilakukan implementasi pico cell yang disertai dengan metode eICIC untuk mengurangi interferensi antar macro dan pico site. Parameter yang akan dianalisi diataranya, signal level, CINR level, throughput, dan presentase user connected yang akan di simulasikan pada software Atoll 3.3. Untuk Simulasi satu (macro) didapat signal level -80.24 dBm, CINR level 5.39, throughput 23.13 Mbps, dan user connected 37%. Pada skenario 2 (pico I) didapat signal level -60.38 dBm, CINR level 6.99, throughput 14.1 Mbps, dan jumlah user connected 92.1%. Pada skenario 3 (pico II) didapat signal level -59.01, CINR level 6.65, throughput 12.4 Mbps, dan user connected 88.3%. Sedangkan pada skenario 4 (pico III) didapat signal level -59.01, CINR level 6.97, throughput 13.4 Mbps, dan user connected 91.1%. Kata kunci : LTE-Advanced, Heterogeneous Network, eICIC.
Perencanaan Terrestrial Trunked Radio (tetra) Di Wilayah Bandara Internasional Husein Sastranegara Bonaventura Karunia Husada; Uke Kurniawan Usman; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi yang digunakan oleh divisi-divisi di Bandara Internasional Husein Sastranegara masih menggunakan sistem komunikasi konvensional (non-trunking) dengan frekuensi 467 MHz. Kondisi frekuensi yang ada sangat terbatas, sementara kebutuhan trafik untuk memenuhi kebutuhan masing-masing divisi terus meningkat. Terrestrial Trunked Radio (TETRA) dengan frekuensi kerja 410-430 MHz menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan satu transmitter TETRA menyediakan empat buah kanal dengan satu kanal sebagai kontrol. Perencanaan jaringan TETRA dengan metode planning yang digunakan yaitu capacity planning dan coverage planning. Hasil perencanaan jaringan TETRA dengan metode capacity planning diperoleh hasil kebutuhan kapasitas kanal sebanyak 3 kanal. Sedangkan pada coverage planning berdasarkan hasil simulasi diperoleh 2 site yang dilengkapi dengan antena sectoral dengan konfigurasi antena yang paling optimal dalam percobaan dan skema yang dilakukan, yaitu antena pertama (sudut azimuth 300o dan elevasi 0o), serta antena kedua (sudut azimuth 88o dan elevasi 0o) dengan radius sel 1,47 km. Hasil simulasi dengan skenario 3 pada percobaan 3 diperoleh area layanan dengan nilai sinyal terima paling tinggi yaitu -91 dBm
Analisis Perencanaan Jaringan In-building Coverage (ibc) Lte Di Bandara Hang Nadim Adnan Rachman; Uke Kurniawan Usman; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan jaringan seluler LTE untuk area indoor yang memiliki kualitas kurang baik apabila hanya mengandalkan jaringan outdoor dari macrocell. Diperlukan suatu perencanaan Indoor Building Coverage (IBC) yang diterapkan pada bangunan publik yang sering dikunjungi banyak orang untuk memperbaiki kualitas layanan jaringan LTE area indoor yang kurang baik. Salah satu area indoor publik tersebut adalah Bandara Hang Nadim Batam. Perencanaan dilakukan dengan melakukan walktest, survei denah dan data pengunjung, perhitungan jumlah site, penentuan DAS, dan simulasi. Untuk memenuhi target perencanaan IBC LTE dari sisi coverage maupun capacity secara optimal, dibutuhkan sebanyak 4 antenna site di tiap lantainya. Melalui hasil simulasi dari software RPS 5.4 nilai RSRP untuk tiap lantai dasar, lantai 1, serta simulasi ketika di gabungkan seluruh lantai bernilai -82.33 dBm, -75.81 dBm, dan - 74.49 dBm. Untuk nilai SIR dari lantai dasar, lantai 1, serta simulasi ketika di gabungkan seluruh lantai bernilai 23.79 dB, 22.66, 12.07 dB. Hasil dari simulasi yang diperoleh perencanaan jaringan IBC LTE ini telah memenuhi standar KPI (Key Performance Indicator) dari operator Indosat Ooredoo.
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah