Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Jaringan 4g Lte 700 Mhz dan 900 Mhz Menggunakan Microwave Backhaul Di Kecamatan Sumba Tengah Daerah 3t Avenuto Detantra; Uke Kurniawan Usman; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Badan Pusat Statistik Sumba Tengah merupakan daerah penduduk termiskin di Provinsi Nusa Tenggar Timur. Dikarenakann letak daerah yang berada jauh dari ibu kota provinsi menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat sehingga pembangunan infrastruktur yang belum merata. Sumba Tengah termasuk dalam daerah 3T, Daerah 3T merupakan daerah tingkat desa atau kelurahan terluar yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Pada perencanaan ini telah dilakukan perbandingan perancangan LTE frekuensi 700 MHz dan 900 MHz dengan menggunakan microwave link backhaul. Parameter yang akan dianalisis yaitu nilai RSRP, SINR, throughput disimulasikan menggunakan software Atoll. Selanjutnya dilakukan perencanaan microwave link backhaul dengan frekuensi kerja berdasarkan jarak link backhaul. Parameter pada perencanaan ini adalah availability dan level daya terima yang disimulasikan menggunakan software Pathloss 5.0. Berdasarkan hasil simulasi perencanaan LTE dengan frekuensi 700 MHz diperoleh hasil rata-rata untuk parameter RSRP sebesar -60,44 dBm, SINR sebesar 5,82 dB, dan throughput sebesar 13,38 Mbps. Sedangkan dengan frekuensi 900 MHz diperoleh hasil rata-rata untuk parameter RSRP sebesar -62,84 dBm, SINR sebesar 6,64 dB, dan throughput sebesar 15,48 Mbps. Berdasarkan simulasi microwave link backhaul terpenuhi pencapaian LoS dengan nilai rata-rata fade margin sebesar 41,87 dBm dan availability sebesar 100 %. Kata kunci: LTE, microwave backhaul, RSRP, SINR, throughput
Analisis Performansi Layanan Komunikasi VoIP Pada Jaringan LTE di Jalan Tol Serpong – Cinere Menuju Gerbang Tol Pamulang Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi; Uke Kurniawan Usman; Gandeva Bayu Satrya
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sebagian besar masyarakat sudah menggunakan smartphone yang menggunakan jaringan Long Term Evolution (LTE). Namun, pada komunikasi Voice over Internet Protokol (VoIP) di jalan tol terkadang mengalami reconnecting dikarenakan tidak stabil nya jaringan. Maka dari itu masih dibutuhkan optimasi jaringan untuk mendapatkan jaringan yang stabil. Dilakukannya drive test untuk mendapatkan nilai dari beberapa parameter yang dibutuhkan sesuai dengan standar Key Performance Indicator (KPI), seperti Reference Signal Received Power (RSRP), throughput, dan juga Signal to Interference Noise Ratio (SINR). Perbaikan dilakukan dengan tiga metode yaitu physical tuning, power configuration, dan penggabungan antara physical tuning dengan power configuration. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa metode penggabungan memiliki peningkatan paling baik dibandingkan dengan skenario lainnya. Untuk bad spot 1 nilai RSRP menjadi -86,76 dBm, SINR menjadi 16,07 dB, throughput menjadi 88.692 Kbps. Untuk bad spot 2 nilai RSRP menjadi -88,11 dBm, menjadi 16,00 dB, throughput menjadi 89.010 Kbps. Untuk bad spot 3 nilai RSRP menjadi -90,8 dBm, SINR -0,75 menjadi 16,01 dB, throughput menjadi 88.385 Kbps. Kata kunci— Long Term Evolution, RSRP, SINR, Throughput, Drive Test, Voice Internet Protocol, KPI
Analisis Perencanaan Pengembangan Ekspansi Jaringan Lte Pada Frekuensi High Band (1800mhz Dan 2100mhz) Dan Low Band (900mhz) Andi Fadil Mappareppa; Uke Kurniawan Usman; Nachwan Mufti Adriansyah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah user subscriber / pelanggan dan besarnya kebutuhan komunikasi data sangat mempengaruhi performansi jadi jaringan seluler yang sudah ada pada MPT. Di butuhkan perancangan untuk dapat mengatasi peningkatan jumlah user / pelanggan, ini dilakukan dengan menganalisis dan menghitung besarnya traffic dari site-site yang sudah ada dan melakukan ekspansi jaringan LTE (LTE 900MHz , LTE 1800MHz, dan LTE 2100MHz) pada site-site yang sudah ada. Hasil perancangan ini, terdapat 3,122 site yang di ekspansi sesuai kebutuhan traffic. 353 site dari 3,122 telah di ekspansi namun tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan traffic sehingga dibutuhkan 362 new site. Untuk jenis ekspansi LTE 900MHz sebanyak 2,091 site, LTE 1800MHz sebanyak 948 site, dan LTE 2100MHz sebanyak 1763 site. Kata Kunci: Ekspansi, LTE 900MHz, LTE 1800MHz, LTE 2100MHz, user subscriber Abstract The increasement number of user subscribers and high data communication requirement will affect existing cellular network perfomance at MPT. Planning is require by analyzing and calculating the amount of existing site traffic and expanding the LTE network of the existing sites (LTE 900MHz, LTE 1800MHz, and LTE 2100MHz). The results of this design, there are 3,122 sites will expand best on the traffic requrement. There are 353 sites out of 3,122 expansion cannot satisfied the requirement of traffic therefor additional 362 new sites required. The are 2,091 sites expand with LTE 900MHz, 948 sites expand with LTE 1800MHz and 1,763 sites expand with LTE 2100MHz Keywords: Expansion, LTE 900MHz, LTE 1800MHz, LTE 2100MHz, user subscriber
Analisis Perencanaan Jaringan Indoor LTE Picocell Di Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati) Muhammad Supiansuri; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan data dan kualitas sinyal merupakan salah satu hal yang sangat penting pada sistem komunikasi, khususnya di Bandar Udara (Bandara) Internasional Jawa Barat terutama di terminal check-in keberangkatan dan boarding lounge keberangkatan domestik. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan perencanaan jaringan indoor LTE di terminal check-in keberangkatan dan boarding lounge keberangkatan domestik Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Metode perencanaan jaringan dilakukan dengan perhitungan berdasarkan coverage planning dan capacity planning dengan model propagasi Cost-231 Multiwall, setelah didapatkan model perancangan kemudian dilakukan simulasi ke dalam software Radiowave Propagation Simulation (RPS) 5.4. Dari hasil perencanaan berdasarkan coverage planning dan capacity planning diperoleh hasil untuk area checkin keberangkatan nilai RSRP sebesar -89.48 dBm dan SIR sebesar 0 dB dengan persentase RSRP sebesar 73.88%. Sedangkan untuk area boarding lounge keberangkatan domestik diperoleh hasil nilai RSRP sebesar -100.94 dBm dan SIR sebesar 0 dB dengan persentase RSRP sebesar 69% sehingga telah memenuhi standar KPI yaitu nilai RSRP dibawah -90 dBm dan nilai SIR dibawah 0 dB untuk 90% area. Throughput yang dihasilkan untuk arah uplink sebesar 40.435 Mbps dan untuk arah downlink sebesar 33.695 Mbps, sedangkan untuk pemilihan jumlah sel untuk area boarding lounge dan area check-in sama-sama menggunakan 1 buah sel.Kata Kunci: Picocell, RSRP, SIR, Throughput, Cost-231 Multiwall.
Analysis of Interference Between LTE System and TETRA System in The 800 MHz Band Fadhilah Natasha; Uke Kurniawan Usman; Rizky Satria
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, Controls (AVITEC) Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v2i1.592

Abstract

Wireless communication is used in many sectors to support the need of communication, the example of wireless communication is applied in mission critical network. Wireless communication system that used in mission critical are Terrestrial Trunked Radio (TETRA) and Long Term Evolution (LTE). TETRA systems supports voice services while LTE supports voice and data services. Co-exsitence between LTE and TETRA in same frequency band is one of the optimilazition quality for mission critical network. For this final project analyses interference in co-exsitence between LTE and TETRA in frequency band 800 MHz. There are four scenarios using extended-hata model propagation in urban area. There are several parameters that reviewed, desired Received Signal Strength (dRSS), interfering Received Signal Strength (iRSS), Carrier to Interference ratio (C/I) and probability of interference. In all scenarios occur Co-Channel Interference (CCI) between LTE and TETRA in frequency band 800 MHz so the performance not optimal. The performance increased when add guard band variation. The variation that applied are 0,5 MHz, 0,75 MHz, 1 MHz. Based on the result of the simulation that have been done, proposed the used of guard band variation for elevate the performance.
Analisa Kinerja Pada Perencanaan TD-LTE ADVANCED Studi Kasus Kota Bandung Purusadi Hastruman; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, Controls (AVITEC) Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v2i2.670

Abstract

In LTE Advanced technology there are two methods used in the duplexing process, there are frequency division duplex (FDD) wherein this duplexing concept communication is divided based on the frequency and the other is time division duplex (TDD) where communication is divided based on the time. Duplexing using the TDD method has advantages of handling data-based services that the majority have Non-Guarantee Bit Rate (N-GBR) characteristics because most of these services do not require a minimum bit rate to be able to work and this is an advantages because nowadays people like to use data-based services. So in this LTE Advanced network planning using the TDD method,  frequency 2300 MHz for TD-LTE advanced, and parameters that to be the main focus are throughputs, reference signal received power (RSRP), reference signal strength indicator (RSSI), carrier to interference noise ratio (CINR), and block error rate (BLER). And the result of the simulations from TD-LTE Advanced planning are the mean of throughput value is 3,5 Mbps, mean of RSRP value is -110,8 dBm, mean of RSSI value is -72,36 dBm, mean of CINR value is 4,81 dB, and mean of BLER value is 0,07%.
ANALISIS PENGARUH PERGERAKAN USER TERHADAP KUALITAS SINYAL SUARA PADA JARINGAN WIMAX IEEE 802.16 Aris Hartaman; Uke Kurniawan Usman; Budi Prasetya
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.694 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.308

Abstract

WiMAX IEEE 802.16e merupakan non-line of sight (NLOS) Broadband Wireless Access (BWA) yang dikeluarkan oleh WiMAX Forum yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.16. Teknologi ini mampu diimplementasikan untuk mobile wireless access yang dapat memenuhi kebutuhan layanan data dengan bandwidth yang cukup besar 20 MHz, coverage yang luas 50 km, dengan bitrate yang tinggi 75 Mbps. Pergerakan user/mobile station akan mempengaruhi kualitas layanan suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e yaitu akan terjadinya efek doppler spread yang mengakibatkan perubahan frekuensi terhadap mobile station yang bergerak.  Penelitian mengenai pengaruh pergerakan user/mobile station terhadap kualitas sinyal suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e ini dilakukan dengan cara membuat simulasi sistem transmisi WiMAX 802.16e yang dilewatkan pada kanal yang bersifat multipath fading karena bersifat komunikasi non-line of Sight (NLOS) dengan cara terdistribusi rayleigh dan noise AWGN dengan pemodelan kanal propagasi SUI (Stanford University Interim). Parameter kecepatan user/mobile station yang disimulasikan mulai 0 km/jam (user statis), <15km/jam (user berjalan kaki), 16-50 km/jam (user berkendaraan sedang), sampai dengan 51-120 km/jam (user kecepatan tinggi). Hasil simulasi dan analisa memperlihatkan bahwa kecepatan pergerakan user sangat berpengaruh terhadap  fluktuasi fading pada kanal rayleigh. Berdasarkan standar komunikasi digital yaitu nilai BER sebesar 10, nilai Eb/No yang dihasilkan dibawah 12 dB untuk modulasi BPSK kecepatan user bisa mencapai 50 km/jam, sementara untuk QPSK kecepatan maksimal user dibawah 50 km/jam, dan 8PSK kecepatan user dibawah 30 km/jam. Sehingga modulasi yang paling baik untuk system ini adalah BPSK.
PEMANFAATAN ARANG BAMBU SEBAGAI ELEKTRODA PADA PROSES ELEKTROLISIS UNTUK MENINGKATKAN NILAI TDS AIR MINERAL Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta; Ekki Kurniawan; Uke Kurniawan Usman
Synergy : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1 No 02 (2023): Synergy : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah salah satu unsur penting bagi kehidupan, diakrenakan sebagian besar dari tubuh kita terdiri dari air yang salah satunya fungsi air adalah untuk mentransportasi mineral dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan air untuk dikonsumsi manusia adalah kandungan TDS (total dissolved solid) air yang aman untuk dikonsumsi setidaknya memiliki nilai TDS 100 mg/L sampai 500 mg/L dikategorikan sebagai air bersih yang kaya kandungan mineral , dengan menggunakan metode elektrolisis yang menghasilkan zat aktif dalam air yang tereduksi yakni gas hidrogen dan ion hidroksil terlarut , sehingga zat yang terlarut dapat menaikan nilai TDS pada air mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur efektifitas elektroda karbon berbahan karbon aktif dari arang bambu menggunakan metode elektrolisis untuk menaikan nilai TDS pada air mineral. Beberpa parameter yang digunakan sebagai pembanding adalah isi pensil , arang kayu , dan parameter ukurnya menggunakan TDS meter. Penelitian ini dilakukan menggunakan 5 jenis Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) berukuran 1500 ml , 5 jenis yang digunakan ini berdasarkan hasil pilihan dari mudah didapatkan serta terjangkau harganya , tahap pertama adalah mengukur nilai TDS awal pada setiap merk AMDK dengan TDS meter , selanjutnya elektrolisis dilakukan menggunakan alat bertegangan 100 V DC selama 10 menit untuk tiap sample , hasil dari pengukuran ini menunjukan bahwa TDS yang dihasilkan dengan menggunakan karbon aktif arang bambu terbukti lebih cepat dengan rata rata kenaikan sebesar 19. 2 ppm untuk menaikan nilai TDS pada air mineral.
PENERAPAN IOT SEBAGAI MONITORING JARAK JAUH UNTUK MENGETAHUI PROSES ELEKTROLISIS AIR MINERAL Zulvan Ibnu Faqih; Ekki Kurniawan; Uke Kurniawan Usman
Synergy : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1 No 02 (2023): Synergy : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan kesehatan masyarakat salah satunya adalah kualitas dan kuantitas air minum karena setidaknya 80% tubuh terdiri atas cairan (air). Saat ini perkembangan teknologi menjadi pesat bagi manusia yang dapat memudahkan kehidupan sehari – hari. Internet of thing (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus. Teknologi internet mendorong berkembangnya aplikasi teknologi informasi, contohnya dalam membuat aplikasi dalam android maupun web. Untuk mengembangkan aplikasi berbasis android pun dipermudah dengan hadirnya Mit App Inventor. Penelitian ini bertujuan untuk analisis pada penerapan IoT dengan menggunakan metode monitoring nilai yang ada pada proses elektrolisis. Dalam penelitian, ini dirancang beberapa skenario untuk mengevaluasi dan menganalisis kinerja pada IoT yang diimplementasikan pada proses elektrolisis. Beberapa parameter yang digunakan yaitu suhu, TDS dan arus. Platform IoT yaitu Firebase diuji dengan Wi-Fi ESP32 dengan jarak 0 - 10 meter dengan mengambil 20 paket data dan dengan metode menggunakan penghalang atau obstacle dan juga tanpa penghalang pada jarak 10 meter. Sehingga dapat mengetahui penyebab delay meningkat. Firebase hanya memiliki delay beberapa detik saja. Serta berhasil mengkonfigurasi antara firebase dan Mit App Inventor.
Long Range (LoRa) Network Planning Analysis at 920-923 MHz Frequency for Region Palabuhanratu Delisya Nabilla Hendrawan; Uke Kurniawan Usman; Budi Prasetya
Proceeding of International Conference on Information Science and Technology Innovation (ICoSTEC) Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference on Information Science and Technology In
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/icostec.v1i1.20

Abstract

LoRa technology in Indonesia is currently in the development stage to accelerate the digitalization of cheap and reliable connectivity-based smart utilities. Palabuhanratu is a potential area for LoRa network infrastructure development due to the density of end devices in Palabuhanratu which causes the process of sending data on a network to be hampered. The parameters used in the LPWA software simulation include Signal Level, Noise to Interference Carrier Level and Link Budget. This research method analyzes the simulation results on Signal Level, Noise to Interference Carrier Level and Link Budget as parameters for the construction of LoRa network infrastructure at a frequency of 920-923 MHz in Palabuhanratu. The research is divided into two planning stages. The first planning stage is the calculation of capacity and calculation of coverage. The second planning stage is simulation using Atoll Low Power Wide Area software. The results of the simulation analysis obtained in this study are that there are 10 gateway capacities using the Atoll application software. The average values generated by the simulation parameters include the Signal Level, which is -64.06 dBm with the ”good” category based on the KPI standard, which is more than - 80 dBm and the Noise to Interference Carrier Level parameter of 27.71 dB which is included in the ”excellent” category, namely greater than 12 dBm in KPI standardization, and the resulting path loss is -107.74 dBm at a cell radius of 1.261 km.
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah