Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perencanaan Layanan Data Jaringan Long Term Evolution (lte) Indoor Pada Stadion Patriot Candrabhaga Jeremy Elivranto Partogi Tambunan; Uke Kurniawan Usman; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Stadion Patriot Candrabhaga merupakan stadion sepak bola yang sudah memiliki fasilitas bertaraf internasional yang dapat menampung penonton hingga 30.000 orang. Dengan struktur bangunan dan lokasi stadion di pusat kota meredam sinyal telekomunikasi dari site outdoor, perlu dilakukan perencanaan jaringan indoor LTE di Stadion Patriot Candrabhaga. Untuk memperoleh hasil perhitungan dengan akurasi yang baik digunakan pemodelan propagasi Cost-231 Multiwall. Permodelan tersebut dipakai karena kondisi stadion ini merupakan semi indoor dan semi outdoor sehingga terdapat struktur bangunan berupa tembok-tembok yang dapat menjadi faktor pelemahan kuat sinyal yang ada di stadion. Didapatkan nilai RSRP untuk seluruh area sebesar -49,43 dBm. Sedangkan nilai SIR sebesar 6,10 dB. Dengan menggunakan KPI operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR mencapai target KPI. Kata Kunci : LTE, Coverage planning, Capacity Planning, RSRP, SIR Abstract Patriot Candrabhaga Stadium is a football stadium that already has international standard facilities that can accommodate the audience of up to 30,000 people. With building structure and stadium location in city center dampen telecommunication signal from outdoor site, need to be done indoor network planning LTE at Patriot Candrabhaga Stadium. To obtain the calculation result with good accuracy is used modeling propagation Cost-231 Multiwall. The modelling is used because the condition of the stadium is semi indoor and semi-outdoor so there is a building structure in the form of walls that can be a factor of strong weakening of the signal in the stadium. The value of RSRP for the entire area is -49,43 dBm dBm. The value of SIR is 6,10 dB . By using the benchmark operator KPI i.e. for the RSRP parameter must be >-90 dBm (90% area) and the SIR parameter must be > 0 dB (90% area) then the predicted prediction result of RSRP & SIR reached KPI target. Keywords : LTE, Coverage planning, Capacity Planning, RSRP, SIR
Analisis Dan Solusi Dampak Interferensi Dari Sinyal Lora Pada Komunikasi Seluler Band 8 Dan Usulan Untuk Penggelaran Jaringan Lora Di Indonesia Ar Risqi Herlambang Raharjo; Uke Kurniawan Usman; Yudi Tri Jayadi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis dan memberikan hasil analisis dari dampak interferensi perangkat LoRa terhadap jaringan seluler pada band 8 yang sudah terlebih dahulu digelar dan memiliki izin penggunaan frekuensi yang teregulasi oleh KOMINFO. Penggelaran jaringan LoRa di Indonesia menggunakan frekuensi 902-928 MHz . dilakukan scenario interferensi menggunakan pemodelan Monte Carlo dengan tool Spectrum Engineering Advance Monte Carlo Analysis Tools (SEAMCAT). Bahwa telah dilakukan simulasi interferensi LoRa terhadap sistem LTE, UMTS, dan GSM. Kondisi penggelaran co-channel tidak memungkinkan dilakukan dikarenakan performansi LTE, UMTS dan GSM mengalami penurunan. Kondisi performansi seluler LTE, UMTS dan GSM mengalami peningkatan setelah ditambah guard band antar komunikasi LoRa dengan seluler LTE, UMTS dan GSM. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan di usulkan guard band minimum 3 MHz antara komunikasi seluler dengan LoRa untuk yang berdekatan dengan komunikasi uplink seluler maupun downlink seluler, guard band ini diharapkan dapat mencegah terjadinya penurunan performansi komunikasi seluler pada kondisi nyata di lapangan. Kata kunci : IoT, LoRa, Interferensi, legacy technologies, monte carlo analysis Abstract This study analyzes and provides the results of an analysis of the impact of LoRa interference on cellular networks in band 8 which is already above previously it was held and had permission to use frequency regulated by KOMINFO. LoRa network deployment in Indonesia uses the frequency 902- 928 MHz. an interference scenario was performed using Monte Carlo modeling with the Spectrum Engineering Advance Monte Carlo Analysis Tools (SEAMCAT) tool. That the LoRa interference simulation has been carried out on the LTE, UMTS system, and GSM. Co-channel deployment conditions are not possible because LTE, UMTS and GSM performance have decreased. The condition of cellular performance in LTE, UMTS and GSM has increased after being added guard band between LoRa communication with LTE, UMTS and GSM cellular. From the simulation results that have been carried out in the proposed minimum guard band of 3 MHz between cellular communication with LoRa for those close to uplink communication cellular and cellular downlink, guard band is expected to prevent the decline in cellular communication performance in real conditions in the field. Keywords: IoT, LoRa, Interference, legacy technologies, monte carlo analysis
Analisa Komunikasi Milimeter-wave Berbasis Hybrid Beamforming Ulfah Sulistiyani; Uke Kurniawan Usman; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan telekomunikasi meningkat pesat, sehingga dibutuhkan teknologi baru untuk menangani masalah tersebut. Salah satu teknologi pada komunikasi wireless dimasa yang akan datang adalah teknologi mmwave. Banyaknya antena yang digunakan pada teknologi ini mengakibatkan RF Chain yang digunakan juga meningkat. Dibutuhkan suatu teknik yang lebih berkembang untuk mendukung performansi dari sistem tersebut dan meminimalisir jumlah penggunaan RF Chain.Teknik Hybrid beamforming digunakan untuk meminimalisir penggunaan RF Chain. Analisis tugas akhir ini ditujukan pada pengaruh jumlah antena, jumlah RF chain dengan performansi hybrid beamforming pada kanal rayleigh.Dari hasil simulasi saat digunakan parameter jumlah antenna 2x2, 4x4 dan 8x8 pada sistem hybrid beamforming dengan menggunakan 2 RF chain, nilai BER terkecil terjadi pada saat menggunakan antena 8x8, saat nilai Eb/No sebesar 20 dB memiliki nilai BER 5,41x10-5 . Saat digunakan parameter jumlah RF chain (NRF) sebesar 2, 4, dan 6 pada sistem hybrid beamforming dengan jumlah antena 8x8, sistem dengan NRF sebesar 6 memiliki nilai BER terbaik yaitu 5.7x10-6 pada saat Eb/No bernilai 5 dB. Kata kunci : mmwave, hybrid beamforming Abstract In recent years telecomunication growth has increased rapidly, so new technology is needed to deal with the problem. One the technologies in the future wireless communication is mm-wave techonology. The number of antennas used in this techonology has resulted in the increase in the RF chain. A more developed technique is needed to support the performance of the system and minimize the amount of RF Chain usage.Hybrid beamforming technique is used to minimize the use of RF chain. The analysys of this final project is aimed at the effect of the number of antennas, the number of RF chains, with hybrid beamforming performance on rayleigh channels.From the simulation results when using the parameter number 2x2, 4x4 and 8x8 on a hybrid beamforming system using 2 RF chains, the smallest BER value occurs when using 8x8 antenna, when the Eb/No value of 20 dB has a BER value of 5,41x10-5 . When using RF chain (NRF) parameters of 2, 4, and 6 on a hybrid beamforming system with NRF of 6 has the best BER value of 5.7x10-6 . When Eb/No is 5 dB. Keywords: mmwave, hybrid beamformin
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Picocell Di Gedung Tamansari Parama Office Pt Wika Realty Aulia Hidayat; Kris Sujatmoko; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan internet dengan teknologi Broadband Wireless Access yang realtime seperti freecall, instant message, social media, video call dan lain sebagainya saat ini adalah suatu hal yang umum. Namun terkadang lemahnya sinyal atau level daya terima yang kurang menyebabkan tidak maksimalnya penggunaan layanan. Tamansari Parama merupakan gedung perkantoran dari PT WIKA yang juga melayani untuk penyewaan kantor perusahaan lain. Karyawan dan tamu yang berada di tempat tersebut mengeluhkan dengan adanya permasalahan kualitas sinyal yang kurang baik karena struktur bangunanannya meredam sinyal dari site outdoor. Sehingga diperlukan perencanaan jaringan picocell di gedung Tamansari Parama. Kurang kuatnya sinyal pada suatu tempat bisa diatasi dengan capacity planning serta coverage planning yang sesuai seperti menggunakan antena picocell. Hasil Perencanaan didapatkan nilai RSRP untuk lantai basement yaitu sebesar -74,67 dBm, lantai 1 dan mezzanine sebesar -73,12 dBm, lantai 2 s/d 5 sebesar -73,70 dBm, dan lantai 6 s/d 16 yaitu sebesar -70,91 dBm. Untuk nilai SIR pada lantai basement yaitu 8,90 dB, lantai 1 dan mezzanine sebesar 10,88 dB, lantai 2 s/d 5 sebesar 38,96 dB, dan lantai 6 s/d 16 yaitu sebesar 12,70 dB. Dari hasil simulasi telah memenuhi KPI (Key Performance Indicator). Kata kunci : LTE, Coverage Planning, Capacity Planning, RSRP, SIR, KPI. Abstract Internet services with realtime Broadband Wireless Access technology such as freecall, instant messages, social media, video calls and so on nowadays are a common thing. But sometimes the signal is weak or the receiving power level is lacking which causes the maximum use of services. Tamansari Parama is an office building from PT WIKA which also serves for leasing other company offices. Employees and guests in the area complained about the problem of poor signal quality because the structure of the building dampened the signal from the outdoor site. So it is necessary to plan a picocell network in the Tamansari Parama building. Lack of signal strength in a place can be overcome by capacity planning and coverage planning as appropriate, such as using a picocell antenna. Planning results obtained RSRP value for basement floor which is equal to -74,67 dBm, 1st and mezzanine floors amounting to -73,12 dBm, 2nd to 5th floor of -73,70 dBm, and 6th to 16th floor which is equal to – 70,91 dBm. For SIR values on the basement floor are 8,90 dB, 1st floor and mezzanine is 10,88 dB, floors 2 to 5 are 38.96 dB, and floors 6 to 16 are 12.70 dB. From the simulation results, it meets the KPI (Key Performance Indicator). Keywords: LTE, Coverage Planning, Capacity Planning, RSRP, SIR, KPI
Perencanaan Jaringan Heterogen Dengan Relay Node Menggunakan Range Expansion Di Area Kopo Nur Chairil Syam; Uke Kurniawan Usman; Arief Kurnia
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengguna layanan jaringan teknologi Long Term Evolution ( LTE ) membutuhkan kualitas jaringan yang sangat baik. Tetapi user sering kali tidak terlayani, hal ini disebabkan karena terdapat lokasi-lokasi yang ada di area Kopo tidak tercakup oleh eNodeB. Lokasi yang tidak tercakup oleh eNodeB biasa disebut bad spot atau bad Coverage. Salah satu penyebab lokasi tersebut tidak tercakup oleh eNodeB adalah banyaknya bangunan yang tinggi, power dari eNodeB yang mengalami pelemahan (Attenuation) karena jaraknya yang jauh dari user serta struktur geografis. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperkenalkan suatu skema yaitu Heterogeneous network. Heterogeneous network ( HetNet ) merupakan topologi jaringan seluler yang menerapkan small cell didalam macro cell. Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan jaringan heterogen dengan relay node menggunakan range expansion di area Kopo. Hasil simulasi dari penelitian tugas akhir ini memperoleh performansi sistem yang baik untuk nilai parameter yang sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh operator. Nilai RSRP yang didapat pada hasil simulasi jaringan heterogen yaitu nilai parameter RSRP dengan rata-rata sebesar -84,06 dBm, nilai parameter SINR dengan rata-rata sebesar 9,23 dB, nilai rata – rata untuk throughput DL yaitu 24 Mbps, untuk throughput UL yaitu 18,7 Mbps, dan jumlah user yang berusaha mendapatkan layanan yaitu 2.627 user, dengan jumlah user connected yaitu 2.619 (99,7%) user dan user yang mengalami reject adalah sebesar 8 (0,3%) user. Sedangkan berdasarkan hasil simulasi range expansion menunjukan bahwa dari nilai range expansion, rentang 0 – 6 dB yang digunakan, maka semakin banyak user yang akan dilayani oleh relay node sebagai serving cell. Hasil ini menunjukan bahwa simulasi perencanaan jaringan heterogen dengan relay node menggunakan range expansion layak diimplementasikan. ABSTRACT Technology network services Long Term Evolution (LTE) users need a high quality network but often users are not served, this is because the locations in the Kopo area are not covered by eNodeB. Locations that not covered by eNodeB usually called bad spot or bad coverage. One of the causes of that location not covered by eNodeB is a lot of high buildings, the power from eNodeB that be through attenuation because of the long distance from eNodeB, and geographical structure. To solve this problem, a scheme named heterogeneous network is introduced. Heterogeneous networks (HetNet) are cellular network topologies which applies a small cells in the macro cells. In this research, Heterogeneous Network Planning with Relay Node have been done using Range Expansion in Kopo area. The simulation results from this the final assignment research obtained a good system performance for parameter values which is suitable with standard that has been set by the operator. The RSRP value obtained from the heterogeneous network simulation results is the RSRP parameter value with an average of -84.06 dBm, the SINR parameter value with an average of 9.23 dB, the average value for DL throughput is 24 Mbps, for UL throughput which is 18,7 Mbps, and the number of users who get services reaches 2,627 users, with the number of connected users namely 2,619 (99.7%) users and who has rejection is 8 (0.3%) users. Meanwhile be based from range expansion simulation results shows that from range expansion value, range 0 - 6 dB which is used, then more and more users will served the relay node as serving cells. This result shows that heterogeneous network planning with relay node using range expansion is worth implementing. Keywords: Heterogeneous Network, Relay Node, Range Expansion.
Simulasi Sistem Ofdm Pada Gnuradio Renandy Rifqi Aryandara; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan teknolgi komunikasi terus berkembang sangat pesat, hal ini lah yang mendorong peningkatan standar pada area teknologi komunikasi, dan memerlukan prototype untuk standar yang berbeda dalam waktu yang sangat cepat. Teknologi modern saat ini sudah banyak yang memakai konsep sistem komunikasi radio atau di definisikan sebagai Software Defined Radio (SDR). Hal yang mendasari munculnya konsep sistem komunikasi radio yaitu disebabkan oleh meningkatnya permintaan untuk desain yang fleksibel dan ketersediaan Digital Signal Processing (DSP) serta reconfigurable logic (FPGA, PLD). SDR adalah sistem komunikasi radio dimana komponen yang terdapat pada perangkat keras digantikan dengan pengimplementasian perangkat lunak pada perangkat komputer atau embedded system. Sistem SDR yang umum digunakan adalah GNU Radio. Dalam pengujian Tugas Akhir ini terdapat beberapa parameter yang diuji yaitu frekuensi, amplitude, Fast Fourier Transform (FFT) size, noise dengan menggunakan skema modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) pada sisi payload, dan Binary Phase Shift Keying (BPSK) pada sisi header. Dan hasil dalam penelitian Tugas Akhir ini berupa keluaran sinyal dari sistem OFDM menggunakan GNU radio dengan ukuran FFT yang berbeda – beda, dengan menggunakan kanal AWGN. Kata Kunci : OFDM, USRP, LTE, GNURadio, BPSK, QPSK Abstract The use of communication technology continues to grow very rapidly, this is what drives the increase in standards in the area of communication technology, and requires prototypes for different standards in a very fast time. Many modern technologies nowadays use the concept of a radio communication system or defined as Software Defined Radio (SDR). What underlies the emergence of the concept of radio communication systems is that it is caused by the increasing demand for flexible designs and the availability of Digital Signal Processing (DSP) and reconfigurable logic (FPGA, PLD). SDR is a radio communication system where components contained in hardware are replaced by implementing software on a computer or embedded system. The SDR system commonly used is GNU Radio. In this Final Project test, there are several parameters tested, namely frequency, amplitude, Fast Fourier Transform (FFT) size, noise using several Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) modulation schemes on the payload side, and Binary Phase Shift Keying (BPSK) on the side header. And the results of this Final Project research are output signals from OFDM systems using GNU radio with different FFT sizes, using AWGN channel. Keywords : OFDM, USRP, LTE, GNURadio, BPSK, QPSK
Analisa Parameter Komunikasi Antar Kendaraan Pada Jaringan 5g Keinan Shofiandieni Haryo Putri; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jika dibandingkan dengan teknologi 4G LTE saat ini, generasi wireless communication selanjutnya diharuskan dapat menampung kapasitas pelayanan yang lebih luas dengan berbagai persyaratan QoS yang berbeda. Kebutuhan akan low latency, throughput yang besar, kapasitas pengguna yang besar per km2 , kemampuan mobility yang tinggi mengharuskan hadirnya teknologi terbaru yang mampu mendukung kebutuhan tersebut. Mengembangkan teknologi yang sudah diterapkan pada 4G LTE, 5G akan fokus pada pengembangan Internet of Things yang nantinya akan dapat mendukung proses komunikasi Device-to-Device ataupun Machine-to-Machine. Berdasarkan kondisi tersebut, pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian parameter yang berkaitan dengan proses komunikasi antar Kendaraan, yaitu throughput, reliability dan delay. Proses analisis menggunakan tiga scenario kecepatan, yaitu kecepatan 10 km/jam, dengan jarak antar kendaraan 2 hingga 3 meter, lalu kecepatan 30 km/jam, dengan jarak antar kendaraan 10 hingga 30 meter, lalu scenario 3 dengan kecepatan 45 km/jam dan jarak antar kendaraan 30 meter hingga 35 meter. Dari ketiga scenario yang telah diuji coba tersebut, dapat ditemukan bahwa scenario 1 memenuhi standar 5G yang direncanakan yaitu nilai throughput mendekati 2 Gbps, nilai reliability mendekati 99% dan delay di bawah 1 ms. Kata kunci : V2V, throughput, reliability, delay Abstract When compared to the current 4G LTE technology, the next generation of wireless communication is required to be able to accommodate wider service capacities with a different varieties of QoS requirements. The need for low latency, large throughput, large user capacity per km2 , high mobility capabilities require the presence of the latest technology that can support those needs. Developing technology that has been applied to 4G LTE, 5G will focus on developing the Internet of Things which will later be able to support the communication process of Device-to-Device or Machine-to-Machine. Based on these conditions, in this Final Project the parameters related to the process of communication between vehicles are carried out, namely throughput, reliability and delay. The analysis process uses three scenario speeds, namely speeds of 10 km / hour, with distances between vehicles 2 to 3 meters, then speeds of 30 km / h, with distances between vehicles 10 to 30 meters, then scenario 3 with speeds of 45 km / h and distance between vehicles 30 meters to 35 meters. From the three tested scenarios, it can be found that scenario 1 meets the planned 5G standard, namely throughput values close to 2 Gbps, reliability values approach 99% and delay below 1 ms. Keywords: V2V, throughput, reliability, delay
Analisis Performansi Jaringan 5g Nr Dengan Skema Arsitektur Nsa Opsi 3 Pada Frekuensi 28 Ghz Rivalda Maulana; Uke Kurniawan Usman; Ishak Ginting
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berkembangnya kemajuan teknologi berpengaruh kepada gaya hidup yang terjadi pada masyarakat, contohnya sosial media yang banyak menggunakan citra sebagai objeknya. Karena banyakanya citra yang ada, sulit untuk mencari citra yang ingin ditemukan, dengan begitu Image Retrieval terbentuk sebagai teknik pengambilan citra dengan skala yang besar. Dalam kehidupan sehari-hari Image Retrieval sudah banyak dijumpai contohnya adalah Google Images yang berfungsi sebagai mesin pencari dengan menggunakan data citra. Berdasarkan permasalahan tersebut, dalam Tugas Akhir ini penulis merancang sistem dengan menggunakan metode Color Feature dan Scale Invariant Feature Transform untuk dapat menemukan data citra yang dicari. Color Feature merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi warna. Scale Invariant Feature Transform merupakan fitur untuk mendeteksi algoritma yang terdapat dalam citra. Namun penulis tidak menggunakan metode tersebut secara terpisah, metode yang digunakan dalam Tugas Akhir ini menggabungkan dua metode tersebut untuk mengoptimalkan pengambilan citra. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ni adalah peningkatan akurasi dalam pengambilan data citra dalam skala yang besar, dengan harapan mendapat nilai Korelasi yang tinggi sehingga penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian selanjutnya di waktu yang akan datang. Kata Kunci : image retrieval, scale invariant feature transform, color feature. Abstract The development of technological advances affects the lifestyle that occurs in society, for example, social media that uses a lot of images as objects. Because of the many existing images, it is difficult to find the image you want to find, so Image Retrieval is formed as a large-scale image retrieval technique. In everyday life Image Retrieval has often been found for example is Google Images which functions as a search engine using image data. Based on these problems, in this Final Project the author designs a system using the Color Feature and Scale Invariant Feature Transform methods to be able to find the image data sought. Color Feature is a method used to identify colors. Scale Invariant Feature Transform is a feature to detect the algorithm contained in the image. But the authors do not use these methods separately, the method used in this Final Project combines the two methods to optimize image capture. The expected result in this research is an increase in accuracy in image capture data on a large scale, with the hope of getting a high Korelasi so that this study can be utilized for further research in the future. Keywords: image retrieval, scale invariant feature transform, color feature.
Perancangan Mobile Aplikasi Berbasis Android Untuk Pengukuran Kuat Sinyal (drive Test) Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Pada Jaringan 4G LTE Muhammad Fikri Fernanda Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drive test merupakan metode untuk melakukan pengukuran kuat sinyal pada suatu daerah yang mencangkup luas coverage dan kuat sinyal pada daerah tertentu. Untuk melakukan drive test dibutuhkan sebuah mobile aplikasi yang dapat mengukur data dari wilayah yang diingkan. Saat ini belum ada aplikasi mobile yang dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Tugas akhir ini melakukan perancangan mobile aplikasi android yang dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan drone dari data yang ada pada database. Aplikasi ini dirancang agar dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan drone. Hasil tersebut berupa parameter RSRP, RSRQ, dan SNR serta rute mapping saat melakukan drive test. Hasil pengujian mobile aplikasi, didapatkan delay rata-rata sebesar 0,326 detik yang menunjukkan bahwa delay pada mobile aplikasi cukup bagus. Pada pengujian Mean Opinion Score (MOS) didapatkan nilai rata-rata sebesar 4,32 sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikai user friendly. Untuk pengujian dari semua fitur-fitur yang terdapat pada mobile aplikasi dapat berjalan dengan baik. Dan untuk nilai RSRP dari drive test menggunakan drone lebih besar 0,5 dBm dari drive test normal. Untuk nilai RSRQ drive test menggunakan drone lebih kecil 0,26 dB dari drive test normal. Sedangkan nilai SNR yang didapat lebih besar 0,78 dB dari drive test normal.Kata Kunci: Drive Test, Android, Unmanned Aerial Vehicle, G-Net Track, Smartphone, Database.
Analisa Interference Coordination Menggunakan Soft Frequency Reuse (sfr) Pada Cellular Heterogeneous Network Lydia Desta Monika; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penggunaan seluler semakin berkembang, semua menginginkan terhubung dengan internet, permintaan terhadap kapasitas user yang meningkat dan area cakupan luas. Diperkenalkan Heterogeneous Network (HetNet) yang mengkombinasikan macro cell dengan small cel yang menggunakan daya transmisi rendah. Penggunaan HetNet dapat menyebabkan interferensi yang dapat menurunkan kualitas sinyal terima. Interferensi yang terjadi pada HetNet yaitu Co-tier interference dan Cross tier interference. Untuk menanggulangi interferensi dapat menggunakan interference coordination, salah satu metode yang digunakan yaitu Soft Frequency Reuse (SFR) yang memiliki ciri khas membagi daerahnya menjadi dua, yaitu cell center dan cell edge. Pada penelitian ini digunakan alokasi daya dan subcarrier untuk user. Hasil simulasi yang didapatkan untuk nilai SINR dan throughput pada Heterogeneous Network dengan menggunkan metode SFR mengalami peningkatan. Rata-rata nilai SINR yang diperoleh adalah sebesar 13,067 dB dan untuk nilai throughput memiliki nilai rata - rata sebesar 17,951 Mbps. Dibandingkan dengan user yang tidak menggunakan femto cell memiliki nilai rata- rata yang lebih rendah yaitu 7,548 dB untuk SINR dan 8,958 Mbps untuk nilai throughput. User yang berada di cell edge mendapatkan kualitas sinyal yang lebih baik. Kata kunci : Heterogeneous Network, SFR, SINR, throughput, interferensi Abstract Increased cellular usage is increasing, all needs are connected to the internet, demand for user capacity is increasing and areas are expanding. Introduced heterogeneous network (HetNet) which combines macro cells with small cells. Using HetNet can cause interference that can reduce the quality of the received signal. Interference that occurs in HetNet is Co-tier and Cross-tier interference. To overcome interference can use interference coordination, one of the methods used is Soft Frequency Reuse (SFR) which has the characteristic of dividing its area into two, namely the cell center and the cell edge. In this simulation the power and subcarrier allocations are used to the user. Simulation results obtained for the value of SINR and throughput on heterogeneous networks using the SFR method increase the increase. The average value of SINR obtained is 13,067 dB and for the value of throughput has an average value of 17,951 Mbps. Compared to users who do not use femto cells, they have a lower average value of 7.548 dB for SINR and 8.958 Mbps for throughput. Users on the edge of the cell get better signal quality. Keywords: Heterogeneous Network, SFR, Interference, SINR, Throughput
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah