Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perancangan Jaringan Lte Menggunakan Picocell Pada Gedung Sasana Budaya Ganesha Naka Prihastya Putra; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan akan jaringan internet saat ini merupakan salah satu kebutuhan. Di zaman yang serba digital ini masyarakat membutuhkan akses internet yang cepat, realtime, dan mudah dijangkau. Namun, terkadang hal itu terhambat oleh kuat sinyal yang kurang memadai di tempat-tempat tertentu terutama indoor. Hal ini bisa terjadi karena tidak ter-covernya sinyal oleh BTS outdoor sehingga level daya terima sinyal lemah atau kelebihan kapasitas user pada suatu acara seperti konser di dalam gedung Sasana Budaya Ganesha. Perencanaan jaringan ini terdiri dari 3 skenario berdasarkan jumlah antenanya dengan tiap skenario terdiri dari 2 macam berdasarkan letak antenanya. Berdasarkan perhitungan dan simulasi, didapat nilai dari RSL/RSRP skenario 1a sebesar -82,95 dBm, RSL/RSRP skenario 1b sebesar -82,25 dBm, RSL/RSRP skenario 2a sebesar -60,45 dBm dan SIR/SNR skenario 2a sebesar 62,15 dB, RSL/RSRP skenario 2b sebesar -64,30 dBm dan SIR/SNR skenario 2b sebesar 36,60 dB, RSL/RSRP skenario 3a sebesar -55,28 dBm dan SIR/SNR skenario 3a sebesar 36,89 dB, RSL/RSRP skenario 3b sebesar -51,88 dan SIR/SNR skenario 3b sebesar 36,89 dB.
Analisis Performansi Dan Optimasi Throughput High Speed Downlink Packet Access Di Dalam Kereta Api Rian Raya; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Stasiun Bekasi setiap harinya diberangkatkan 56 rangkaian kereta api Commuter Line dan terdapat 58 rangkaian kereta api Commuter Line yang tiba. Berdasarkan “Data Volume Pendapatan Penumpang Commuter Line Stasiun Besar Bekasi” bulan Oktober 2014 yang didapatkan dari PT KCJ terdapat paling sedikit 20.029 jiwa perharinya yang menggunakan moda transportasi Commuter Line. Dan tidak sedikit diantara mereka para pengguna Commuter Line tersebut yang mengakses Internet dengan menggunakan Smartphone mereka selagi menunggu tiba di Stasiun tujuan. Berdasakan hasil percobaan mengakses Internet didalam kereta api Commuter Line didapatkan fakta bahwa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuka suatu halaman website, pengiriman pesan chatting dan speed download di antara Stasiun Buaran hingga Stasiun Klender Baru cukup lambat, sehingga hal ini dapat mengakibatkan konsumen merasa tidak senang dan bisa mengakibatkan konsumen berpindah ke operator seluler yang lain. Setelah dilakukan optimasi jaringan, terdapat peningkatan nilai RSCP (level daya terima) sebesar 5,85 dBm dan peningkatan nilai RSSI sebesar 5,36 dBm. Dengan penaikan RSCP dan RSSI seperti itu menjadikan peningkatan performansi Ec/No (kualitas kanal) sebesar 3,15 dB. Dengan meningkatnya Ec/No menyebabkan peningkatan performansi throughput dari 164 kbps menjadi 532 kbps. Dengan nilai throughput sebesar 532 kbps telah sesuai dengan standar KPI dari operator X sebesar 500 kbps. Kata kunci : HSDPA, throughput
Analisis Perencanaan Jaringan Akses Dan Backhaul Lte Untuk Cakupan Bumi Perkemahan Kiara Payung Yaumil Chairiani; Rina Pudji Astuti; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi, maka kebutuhan akan layanan data berkecepatan tinggi semakin bertambah. Jaringan LTE (Long Term Evolution) yang memiliki kemampuan data rate 100 Mbps untuk arah downlink dan 50 Mbps untuk arah uplink merupakan salah satu layanan data yang dirasa mampu memenuhi kebutuhan layanan data berkecepatan tinggi. Tidak hanya untuk daerah perkotaan, daerah wisata alam juga perlu layanan data berkecepatan tinggi. Salah satu daerahnya adalah wisata alam Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor. Pada daerah wisata alam biasanya memiliki masalah pada layanan data. Masalah tersebut bisa disebabkan oleh tidak tersedianya layanan data. Pada penelitian ini menggunakan backhaul Microwave di daerah perencanaan Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Perencanaan jaringan ini menggunakan parameter planning: capacity dan coverage pada frekuensi 1800 MHz menggunakan software Pathloss dan software ATOLL. Dari hasil simulasi menggunakan software Atoll yang telah dilakukan pada bagian perencanaan sel LTE didapatkan nilai RSRP sebesar -102,75 dBm dan nilai SINR sebesar 21,29 dB. Sedangkan pada perencanaan link backhaul yang dilakukan, didapatkan hasil pada skenario I nilai daya terima (received signal) sebesar –42,48 dBm dan availability sebesar 99,99998%. Sedangkan pada skenario II didapatkan nilai daya terima (received signal) sebesar -50,29 dBm dan availability sebesar 99,99999%. Kata kunci : LTE, Rural, Backhaul, Microwave. Abstract Along with developments in technology, the need for high-speed data services is increasing. The LTE (Long Term Evolution) network that has the capability of 100 Mbps data for the downlink direction and 50 Mbps for the uplink direction is one of the data services that are considered capable of meeting the needs of high-speed data services. Not only for urban areas, natural tourism areas also need high-speed data services. One of the areas is the nature tourisem of Kiara Payung Jatinangor Campground. In natural tourist areas usually have problems with data services. This problem can be caused by the unavailability of data services. In this study using Microwave backhaul in the planning area of Kiara Payung Campground, Jatinangor, Sumedang Regency. This network planning uses planning parameters: capacity and coverage at 1800 MHz frequency using Pathloss software and ATOLL software. From the simulation results using Atoll software that has been done in the LTE cell planning section, the RSRP value is -102.75 dBm and the SINR value is 21.29 dB. Whereas in the backhaul link planning, the results obtained in scenario I are received signal value of -42.48 dBm and availability of 99.99998%. While in scenario II the received signal value is -50,29 dBm and availability of 99.99999%. Keywords: LTE, Rural, Backhaul, Microwave
Analisa Dan Optimasi Bad Coverage Pada Jaringan 4g Lte 1800 Mhz (studi Kasus Daerah Pengamatan Tanjakan Mauk Tangerang Selatan) Muhammad Hafidh; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran kualitas jaringan LTE dengan menggunakan metode drive test. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan software GENEX Probe. Area yang di tinjau pada penelitian ini yaitu di kawasan Tanjakan Mauk. Untuk menganalisis hasil drive test ini menggunakan GENEX Assistant VR300R014, lalu untuk simulasi menggunakan Atoll dalam melakukan simulasi perencanaan optimasinya. Performasi pada kondisi eksisting menglalami peningkatan setelah dilakukan proses optimasi. Dari yang awalnya persentase nilai persebaran RSRP 71,8% menigkat menjadi 92,77% untuk nilai threshold di -100 dB, untuk nilai RSRQ dengan threshold RSRQ diatas -15 dB 85% telah berubah yang sebelumnya 66,23% menjadi 96,05% untuk nilai threshold, sedangkan pada nilai SINR juga mengalami peningkatan dari 91,45% meningkat menjadi 94,93% dengan target KPI yang ditentukan adalah minimal 90% parameter SINR berada diatas 0 dB. Berdaskan Parameter yang ditinjau dalam penelitian ini dapat memenuhi target KPI, menunjukkan bahwa proses optimasi yang dilakukan berhasil mengatasi permasalahan Bad Coverage yang dialami pada studi kasus tugas akhir ini. Kata kunci : LTE, Bad Coverage, Drive Test, RSRP, SINR, RSRQ Abstract In this study case, LTE network quality was measured using the drive test method. This measurement is done using GENEX Probe software. The area reviewed in this study is in the Mauk Climbing area. To analyze the results of this drive test using the GENEX Assistant VR300R014, then for simulations using Atoll in conducting optimization planning simulation. Performance in existing conditions has increased after the optimization process has been carried out. From the initial percentage of 71.8% RSRP distribution value increased to 92.77% for the threshold value at -100 dBm, for RSRQ values with RSRQ threshold above -15 dB 85% had changed previously 66.23% to 96.05% for the threshold value, while the SINR value also increases from 91.45% increasing to 94.93% with the KPI target specified is a minimum 90% SINR parameter above 0 dB. Based on the parameters reviewed in this study can meet the KPI target, indicating that the optimization process carried out successfully overcomes the Bad Coverage problem experienced in this final project case study. Keywords : LTE, Bad Coverage, Drive Test, RSRP, SINR, RSRQ
Analisis Dan Optimasi Overshoot Pada Jaringan 4g Lte 1800 Mhz Di Daerah Situ Pondok Benda Tangerang Selatan Muhammad Hanif; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini melakukan analisa dan optimasi pada jaringan 4G (LTE) di daerah Situ Podok Benda Tangerang selatan. Penelitian dilakukan Karena pada daerah tersebut didapet level kualitas sinyal yang diterima user buruk dan tidak sesuai dengan standar yang dikarenakan Overshoot, penelitian dilakukan untuk meningkatkan performasi dan level kualitas signal yang diterima oleh user agar sesuai dengan standar. Karena kebutuhan sinyal yang baik, pada penelitian ini dianalisis penyebab terjadinya kualitas sinyal yang didapat user buruk bisa dikarenakan pengarahan antenna yang kurang tepat dan lainlain. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data kualitas jaringan 4G dengan menggunakan metode drive test. Drive test dilakukan dengan menggunakan software GENEX PROBE. Dari hasil drive test dianalisis menggunakan software GENEX ASSISTANT, lalu dilakukan simulasi dengan menggunakan software ATOLL. Performansi jaringan eksisting mengalami peningkatan setelah dilakukan proses optimasi. Nilai RSRQ meningkat dari 64.1533 % menjadi 85.092 %, dengan target KPI minimal 85 %. Parameter persebaran nilai SINR jika ditinjau dari persentase nilai yang berada di atas dilakukan optimasi mengalami peningkatan dari kondisi eksiting 87.6289 % meningkat menjadi 94.375 %. Target KPI yang ditentukan adalah minimal 90 % parameter SINR berada diatas 0 dB, Parameter yang ditinjau dalam penelitian ini dapat memenuhi target KPI, menunjukkan bahwa optimasi yang dilakukan berhasil mengatasi permasalahan low RSRP, low SINR, dan low RSRQ. Kata kunci : 4G-LTE, KPI, Drive Test,, Overshoot, RSRP, SINR, RSRQ Abstract In this research analyzes and optimizes 4G (LTE) networks in the area of Situ Podok in South Tangerang. The research was carried out because in that area the level of signal quality received by the user was poor and not in accordance with the standards due to Overshoot, the research was conducted to improve performance and the quality level of the signal received by the user to conform to the standard. Because of the good signal requirements, this study analyzed the causes of signal quality obtained by poor users due to inappropriate antenna direction and others. The research was conducted by collecting 4G quality network data using the drive test method. The drive test is done using GENEX PROBE software. The results of the drive test were analyzed using GENEX ASSISTANT software, then simulations were performed using ATOLL software. Existing network performance has increased after the optimization process. The RSRQ value increased from 64.1533 % to 85,092 %, with a minimum KPI target of 85%. The parameter of the spread of the SINR value when viewed from the percentage value above is optimized for an increase from the exiting condition of 87.6289 %, increasing to 94.375 %. The specified KPI target is a minimum of 90 % SINR parameters above 0 dB, Parameters reviewed in this study can meet KPI targets, indicating that the optimization performed successfully overcomes the problem of low RSRP, low SINR, and low RSRQ. Keywords : LTE, Bad Coverage, Drive Test, RSRP, SINR, RSRQ
Analisa Perancangan Komunikasi Untuk Kendaraan Dengan Infrastruktur (v2i) “analysis Design Of Vehicle To Infrastructure (v2i) Communication ” Vita Azrina Aulia; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini , komunikasi machine to machine semakin berkembang saat ini telah dirancang dapat menjalankan sistem komunikasi vehicle to infrastructure (V2I) yang merupakan layanan intelligent transportation system (ITS) dengan menggunakan teknologi nirkabel.V2I dikembangkan agar dapat memberikan solusi dari masalah transportasi, komunikasi V2I digagas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masa depan dengan memberikan informasi lalu lintas kepada pengendaraa secara real time.Pada perancangan komunikasi V2I ini dilakukan pada infrastruktur traffic light untuk memberikan informasi lalu lintas berupa perpindahan warna lampu lalu lintas, dari merah ke hijau ataupun sebaliknya kepada pengendara agar pengendara dapat bereaksi dengan cepat untuk melanjutkan perjalanan sehingga dirasa dapat mengurangi efek kemacetan. Komunikasi V2I dilakukan pada infrastruktur traffic light di jalan terusan buah batu bandung dikarenakan jalan tersebut yang terpantau padat, pada komunikasi V2I ini terdapat tiga perangkat yang digunakan yaitu On-board Unit (OBU) yang terpasang pada kendaraan, sedangkan pada infrastruktur dipasang Roadside Unit (RSU), untuk komunikasi V2I menggunakan standar Dedicated Short Range Communication (DSRC) pada frekuensi 5,9 GHz, dengan luas cakupan 1 km2 dan jarak simulasi yang digunakan 300 meter, 600 meter, dan 900 meter dengan kecepatan rata rata kendaraan saat memasuki area traffic light 10 km/jam. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai analisis simulasi Throughput yang terbaik yaitu 3214,117 Mbps untuk jarak 300 meter dan nilai terendah yaitu 1990,094 Mbps untuk jarak 900 meter. end-to-end delay sebesar 0,80904 ms untuk jarak 300 meter dan 0,99939 ms untuk jarak 900 meter. Reliability sebesar 48,720% untuk jarak 300 meter dan 26,331% untuk jarak 900 meter. Berdasarkan nilai terbaik dari tiga jarak simulasi yang digunakan, pada komunikasi V2I tersebut, adalah pada jarak 300 meter. Kata Kunci : Komunikasi V2I, OBU, RSU, DSRC, 5G Abstract Communication machines for machines that are increasingly developing now can be applied to communication (V2I), which is an intelligent transportation system (ITS) service using wireless technology. V2I was developed in order to provide solutions to transportation problems, V2I communication in order to meet future transportation needs by providing traffic information to drivers in real time.The V2I communication design is carried out on the traffic light infrastructure to provide traffic information in the form of traffic lights, from red to green or vice versa to the driver so that the driver can react quickly to continue the trip so that it can reduce the effects of congestion. V2I communication is carried out on the traffic light infrastructure on the road of terusan buah batu channel because the road is observed dense, V2I communication there are three devices used, namely the On-board Unit (OBU) installed on the vehicle, while the Roadside Unit (RSU) is installed on infrastructure, for V2I communication uses the standard Dedicated Short Range Communication (DSRC) at a frequency of 5.9 GHz, with a coverage area of 1 km2 and the simulation distance used is 300 meters, 600 meters and 900 meters with the average speed of the vehicle when entering the traffic light area 10 km / hour. Based on the simulation results, the best Throughput simulation analysis value is 3214.117 Mbps for a distance of 300 meters and the lowest value is 1990.094 Mbps for a distance of 900 meters. end-to-end delay of 0.80904 ms for distances of 300 meters and 0.99939 ms for 900 meters. Reliability is 48.720% for a distance of 300 meters and 26.331% for a distance of 900 meters. Based on the best value of the three simulation distances used, the V2I communication is at a distance of 300 meters. Keyword : V2I communication, OBU, RSU, DSRC, 5G
Analisis Pengaruh Penerapan Listen Before Talk (lbt) Pada Ltelicensed Assisted Access (laa) Terhadap Wi-fi 5ghz Dilla Fajar Sukma Dilaga; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan pengguna yang semakin bertambah setiap tahunnya, terutama pada kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi akan menjadi masalah yang serius apabila tidak ditanggulangi dengan efektif. Baik dari pengguna yang menginginkan user experience yang lebih baik maupun dari operator menginginkan jaringan yang dapat melayani pelanggan dengan baik dalam hal kapasitas maupun layanan. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas adalah penggunaan spektrum frekuensi secara maksimal, tetapi kesediaan sumber daya spektrum frekuensi terbatas. Pemanfaatan spektrum unlicensed dianggap 3GPP sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk memenuhi pertumbuhan trafik yang terus meningkat. Ketersediaan spektrum yang tinggi (500 MHz) hampir di seluruh dunia menjadikan penggunaan pada spektrum ini memiliki peluang baik. LTE Release 13 memungkinkan penggunaan spektrum frekuensi unlicensed yang disebut dengan Licensed-Assisted Access (LAA). Pada LTE-LAA, spektrum licensed LTE digunakan sebagai primary cell yaitu untuk membawa informasi serta mengangkut trafik data. Sedangkan spektrum unlicensed 5 GHz digunakan sebagai secondary cell yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta pembagian spektrum secara adil. LTE-LAA tidak akan menggantikan peran Wi-Fi namun akan berkoeksistensi sehingga menjadi tetangga yang baik dan tidak merugikan Wi-Fi ataupun teknologi lainnya dalam rentang frekuensi tersebut. Hasil simulasi menghasilkan indeks fairness throughput 64 pengguna untuk FTP over UDP pada skenario 1 sebesar 0.998, skenario 2 sebesar 0.857 dan skenario 3 sebesar 0.997, sementara latency sebesar 0.991 untuk skenario 1, 0.849 skenario 2 dan 0.999 skenario 3. Sedangkan untuk FTP over TCP fairness throughput pada skenario 1 sebesar 0.779, skenario 2 sebesar 0.639 dan skenario 3 sebesar 0.741, sementara latency 0.959 untuk skenario 1, 0.875 skenario 2 dan 0.949 untuk skenario 3. Kata kunci : LTE-LAA, unlicensed, Wi-Fi, fairness, integrity KPI. Abstract The more users are increasing, the greater the area that will increase in size, the more difficult it will be to overcome effectively. Both from users who want a better user experience from operators who can provide customers well in terms of capacity and service. One way to increase capacity is the use of maximum frequency, but the source of availability of the frequency spectrum is limited. The use of the spectrum without permission is considered 3GPP as one of the solutions that is expected to obtain ever-increasing traffic growth. Consider high spectrum (500 MHz). LTE 13 releases allow the use of unlicensed frequency variations called License-Assisted Access (LAA). In LTE-LAA, a combination of licensed LTE is used as primary cells to carry information and transport traffic data. Whereas the 5 GHz unlicensed spectrum is used as secondary cells that are proposed to increase capacity and distribute the spectrum fairly. LTE-LAA will not take on the role of Wi-Fi but will coexist so that it becomes a good neighbour and does not violate Wi-Fi or other technologies in that frequency range. The simulation results produce a throughput fairness index of 64 users for FTP over UDP in scenario 1 of 0.998, scenario 2 of 0.857 and scenario 3 of 0.997, while latency is 0.991 for scenario 1, 0.849 for scenario 2 and 0.999 scenario 3. While FTP over TCP throughput fairness index in scenario 1 is 0.779, scenario 2 is 0.639 and scenario 3 is 0.741, while latency is 0.959 for scenario 1, 0.875 scenario 2 and 0.949 for scenario 3. Keywords: LTE-LAA, unlicensed, Wi-Fi, fairness, KPI integrity
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Femtocell Di Gedung Tamansari Parama Office Park Pt Wika Realty Ahsanul Gibran; Kris Sujatmoko; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketersediaan layanan berkualitas di setiap tempat merupakan hal penting bagi pelanggan. Salah satunya di dalam Gedung Tamansari Parama, kebutuhan akses layanan data berkecepatan tinggi dibutuhkan melihat gedung tersebut merupakan gedung perkantoran. Femtocell menjadi solusi yang dapat digunakan untuk coverage area dan memberikan akses layanan kepada pelanggan di dalam Gedung Tamansari Parama. Perancangan jaringan LTE ini di simulasikan menggunakan software RPS untuk simulasi coverage dan SIR. Digunakan juga metode Distributed Antenna System (DAS) untuk mengetahui detail peletakan dari antenna. Dari hasil perancangan, dibutuhkan yaitu 34 FAP yang perlu dipasang pada Gedung Tamansari. Kemudian dari simulasi untuk lantai Basement sampai lantai 16 memiliki rata-rata hasil RSL pada persentase terendah yaitu 95.09% dan tertinggi yaitu 99.18% sehingga telah sesuai standar KPI yaitu diatas 90% untuk masing-masing lantainya. Begitupun dengan SIR, masing-masing lantai telah memenuhi standar KPI diatas 90%, dimana memiliki ratarata SIR terendah yaitu dengan 96.76% dan tertinggi yaitu 98.24%. Abstract The availability of quality services in every place is important for customers. Such as in Tamansari Parama Building, access to high-speed data services is needed because the building as an office building. Femtocell is a solution that can be used for coverage areas and provides access to services customers in Parama Tamansari Building. The design of this LTE network is simulated using RPS software for coverage simulation and SIR. Also used is the Distributed Antenna System (DAS) method to find out the details of the placement of the antenna. From the results of the design it is needed that is 49 FAP which needs to be installed in the Tamansari Building. Then from the simulation for the Basement floor to the 16th floor, the average RSL results at the lowest percentage is 95.09% and the highest is 99.18% so that it meets the KPI standard which is above 90% for each floor. Likewise with SIR, each floor that has met the KPI standard above 90%, which has an average SIR which is the lowest with 96.76% and the highest is 98.24%.. Keywords: Femtocell, SIR, RSL, RPS, DAS
Analisis Perbandingan Migrasi Jaringan 4g Ke 5g Dengan Menggunakan Model Konfigurasi 3a Dan 7a Doni Bima Saputra; Uke Kurniawan Usman; M Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Migrasi terhadap jaringan 4G ke 5G merupakan sebuah perkembangan/kemajuan dari teknologi telekomunikasi saat ini. Terdapat beberapa opsi konfigurasi pada migrasi jaringan tersebut antara lain opsi 3a dan 7a. Kedua opsi tersebut merupakan model dari Non-standalone (NSA). Pada penelitan ini simulasi perbandingan yang dilakukan adalah untuk mengetahui mana yang terbaik dari kedua opsi tersebut pada saat dilakukan simulasi dengan menggunakan software matlab simulink. Analisa perbandingan ini dilakukan dengan cara merancang arsitektur jaringan pada model NSA opsi 3a dan opsi 7a dengan mengandalkan parameter-parameter yang sudah di tetapkan pada Release 15 3GPP. Perbandingan yang di dapatkan dari hasil simulasi adalah ketika di berikan nilai frekuensi 2300 MHz dan 27500 MHz pada tiap opsi, nilai yang dihasilkan dari simulasi pada simulink sudah sesuai dengan standar, untuk hasil nilai dari SNR memiliki kategori baik yaitu >10,9 dB dan keduanya memiliki nilai yang sama. Kemudian hasil dari parameter lain seperti jitter sudah menunjukan hasil dalam kategori baik yaitu <75 ms dan nilai paling baik adalah 33 ms, sedangkan delay dan troughput dalam kategori sangat baik yaitu pada troughput memiliki nilai >100 bps dan memiliki nilai paling baik sebesar 333.6 bps dan delay bernilai <150 ms yaitu hasil paling baik adalah 2.3 ms. Kata Kunci: Kajian migrasi jaringan 5G, EPC, 5G core, Non-standalone dan Release 15. Abstract Migration to 4G to 5G networks is a development / advancement of the current telecommunications technology. There are several configuration options for the network migration including options 3a and 7a. Both of these options are Non-Standalone (NSA) models.In this research, the comparative simulation carried out is to find out which is the best of both options at the time of simulation using matlab simulink software. This comparative analysis is done by designing the network architecture in NSA model options 3a and option 7a by relying on the parameters set in Release 15 3GPP.The comparison obtained from the simulation results is when given a frequency value of 2300 MHz and 27500 MHz for each option, the value generated from the simulink simulation is conform with the standard, for the results of the value of the SNR has a good category that is> 10, 9 dB and both have the same value. Then the results of other parameters such as jitter have shown results in the good category that is <75 ms and the best value is 33 ms, while the delay and throughput in the very good category that is throughput has a value> 100 bps and has the best value of 333.6 bps and delay <150 ms, the best result is 2.3 ms. Keywords: Study of 5G network migration, EPC, 5G core, Non-standalone and Release 15.
Analisis Perancangan Ibc (indoor Building Coverage) Menggunakan Media Transmisi Rof (radio Over Fiber) Pada Jaringan Lte Untuk Layanan Data Wani Wahdania; Uke Kurniawan Usman; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan berkembangnya teknologi sistem komunikasi seluler dan bertambahnya gedung-gedung bertingkat di kota kota besar seperti gedung perkantoran, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan atau mall yang tiap harinya memiliki jumlah pengunjung yang banyak sehingga provider harus memastikan bahwa kualitas jaringan yang disediakan itu sudah baik. Berdasarkan hasil drivetest dan walktest yang didapatkan sebelumnya, kualitas jaringan LTE yang diterima user didalam gedung pusat perbelanjaan Pasar Baru tidak dapat diterima dengan baik karena power dari eNodeB mengalami redaman yang cukup besar dari dinding-dinding bangunan yang dilewati.Pada tugas akhir ini, dilakukan perencanaan IBC (Indoor Building Coverage) agar memperbaiki kualitas jaringan LTE yang berada di Gedung Pasar Baru Bandung. Dalam Perencanaan ini, hal yang dilakukan adalah melakukan walktest untuk mengetahui kondisi jaringan yang ada di Gedung Pasar Baru, melakukan perbandingan antara perhitungan berdasarkan capacity planning dan coverage planning yang tujuannya untuk mendapatkan jumlah BTS yang akan digunakan, dan melakukan simulasi perencanaan menggunakan software optisystem dan RPS (Radio Propagation Simulator) serta menggunakan teknologi ROF (Radio Over Fiber).Dari hasil perencanaan ini setelah melakukan perbandingan antara capacity planning dan coverage planning dibutuhkan 23 PAP perlu dipasang di gedung Pasar Baru Bandung. Kemudian dari hasil simulasi untuk lantai basement sampai lantai 7 telah menghasilkan RSL yang sesuai dengan standar KPI operator XL yaitu diatas 90% dimana presentase terendah yaitu 94,18% dan presentase tertinggi yaitu 100%. Begitupun dengan nilai SIR dimana prensentase terendah yaitu 90,96% dan presentase tertinggi yaitu 99,2%. Dan untuk hasil simulasi dari optisystem dengan nilai BER yang mendekati 0, dan hasil PLB senilai -17,5 dBm. Kata Kunci : walktest, LTE, optisystem, Capacity Planning, CoveragePlanning. Abstract Along with the development of cellular communication system technology and the increase of multi-storey buildings in big cities such as office buildings, hospitals, and shopping centers or malls which every day have a large number of visitors so the provider must ensure that the quality of the network provided is good. Based on the results of the drivetest and walktest obtained previously, the quality of the LTE network received by users in the Pasar Baru shopping center cannot be well received because the power from the eNodeB has considerable attenuation from the walls of the building being passed. In this final project, IBC (Indoor Building Coverage) is planned to improve the quality of the LTE networks in Pasar Baru building Bandung. In this plan, what is done is to conduct a walktest to find out the network conditions in Pasar Baru building, to make comparisons between capacity planning and coverage planning calculations that aim to obtain the number of PAP to be used, and carry out simulation planning using optic and RPS (Radio Propagation Simulator) and using ROF (Radio Over Fiber) technology. From the results of this plan, after making a comparisons between capacity planning and coverage planning, 23 PAP needed to installed in Pasar Baru building. Then the simulation result for the basement floor until 7th floor it has produced RSL which is in accordance with XL operator KPI standards which is above 90% where the lowest percentage is 94,18% and the highest percentage is 100%. Likewise with the value of SIR where the lowest percentage is 90,96% and the highest percentage is 99,2%. And for the results of the simulation of the optics get BER results almost zero, and the PLB results worth -17,5 dBm. Keywords: walktest, LTE, optisystem, Capacity Planning, Reach Planning
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah