Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berdasarkan Gaya Belajar terhadap Motivasi dan Hasil Belajar di Kelas XI SMAN 5 Padang Refnywidialistuti Refnywidialistuti; Mudjiran Mudjiran; Yuliani Fitri
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.640

Abstract

The learning model that has been carried out so far in class III is mostly focused on conventional teacher-centered learning that relies on lectures. This study aims to get an overview of learning outcomes and learning motivation in kinesthetic, visual and auditory styles taught by problem solving models. This study uses a quantitative method with a quasi-experimental research type. The population and sample of this research are class XI students of SMAN 5 Padang. Instruments used test. Data collection techniques using a questionnaire. Data were analyzed using SPSS 20. The results showed that . problem-solving models can motivate students in learning mathematics with heterogeneous learning styles by increasing relations and interactions between students, as well as providing opportunities for peer tutoring and mutual support. The problem-solving model is more effective when compared to conventional learning models in improving student learning outcomes in class XI SMAN 5 Padang.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dilihat Dari Gaya Belajar Di Kelas VIII-1 Adek Nilasari Harahap; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7709

Abstract

Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk menguji data tentang kemampuan komunikasi matematis siswa yang diekspresikan sepanjang waktu mereka di kelas delapan di SMP Negeri 8 Padangsidimpuan. Partisipan dalam penelitian ini adalah enam siswa kelas VIII-7 yang fokus belajar pada ranah visual, auditori, dan kinestetik. Observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengujian adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Metode-metode tersebut didasarkan pada indikator kemampuan komunikasi matematis pada wanita, khususnya: (1) kemampuan menghubungkan benda nyata dengan komunikasi matematis; (2) kemampuan mengungkapkan kegiatan sehari-hari dengan menggunakan simbol-simbol yang mewakili komunikasi matematis; (3) kemampuan mendeskripsikan ide, situasi sehari-hari, dan koneksi matematis secara tertulis atau melalui gambar; dan (4) kemampuan memahami. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa; (1) Gaya belajar visual siswa, kemampuan komunikasi matematika dalam kategori "baik" pada indikator 1,3,4 dan 5, kurang baik pada indikator 2; (2) Gaya belajar auditori siswa memiliki kemampuan komunikasi matematik dengan kategori "baik" pada indikator 1,4, dan 5 serta kurang baik pada indikator 2 dan 3; (3) Sebaliknya, siswa kinestetik hanya memiliki komunikasi matematis yang kuat pada kategori “Baik” untuk indikator 4, 1, 2, 3, dan 5, dan komunikasi matematis cukup kuat pada indikator 1, 2, dan 4; (3) Sebaliknya, siswa yang cenderung kinestetik dalam belajar siswa homoseksual hanya memiliki kemampuan berkomunikasi matematis dengan kategori “Baik” untuk indikator 1 sampai 4, dan hanya sedikit pada indikator 1, 2, 3, dan 5.
Analisis Kreativitas Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 12 Kota Padang Siska Nerita; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.8019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya percaya rasa inggin tahu peserta didik, kurang percaya dengan kemampuan yang dimilikinya, kurang berani menunjukkan potensi yang dimilikinya di depan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kreativitas Siswa kelas XI IPA SMA N 12 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah Siswa kelas XI IPA SMA N 12 Padang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proposional random sampling dengan 38 responden. Instrumen yang digunakan dala pengumpulan data berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis kreativitas siswa kelas XI SMA N 12 Padang didapatkan data kreativitas siswa yang ditinjau dari 5 indikator secarah keseluruhan dengan persentase 69,22% pada katagori Baik. dari masing-masing indikator yaitu indikator memiliki rasa ingin tahu 50% dengan kriteria kurang baik, tekun dan tidak mudah bosan 61,13% dengan kriteria cukup baik, percaya diri dan mandiri 67,74% dengan kriteria baik, merasa tertantang oleh kemajuan atau kompleksitas 86,07%, dan berani mengambil resiko 81,18% dengan kriteria sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA N 12 Padang memiliki kretivitas yang baik.
Pembelajaran Matematika Menggunakan Model PAKEM (Partisifatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar dan Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Rahmi Putri; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8283

Abstract

PAKEM didasarkan pada gagasan bahwa pengajaran harus berpusat pada siswa untuk mendorong siswa untuk terus belajar sendiri tanpa bimbingan dan tanpa mengalami stres atau ketakutan. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan bersifat menyenangkan, dinamis, kreatif, efektif, dan partisipatif (PAKEM). upaya untuk terus menginspirasi anak agar mampu bereksperimen, berkreasi, dan menemukan hal-hal baru dalam pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengatasi kejenuhan belajar dan pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model PAKEM maupun non PAKEM. 2) Meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kejenuhan belajar menggunakan model PAKEM dengan yang tidak menggunakan model PAKEM 2) Menggunakan model PAKEM (Partisifatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) peningkatan pemahaman konsep matematis siswa.
Analisis Pengetahuan Metakognisi Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Reflektif Pada Pemecahan Masalah Matematika Di Kelas VIII Rilla Gina Gunawan; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Bagaimana pengetahuan metakognisi siswa dengan gaya belajar reflektif dalam pemecahan masalah matematika di SMP Negeri 24 Kerinci. (2) Apa kesulitan-kesulitan siswa dengan gaya belajar reflektif pada pemecahan masalah matematika materi system persamaan linear dua variable di SMP negeri 24 Kerinci. (3) adakah hubungan atau kaitan antara pengetahuan metakognisi siswa yang gaya belajar reflektif dengan pemecahan masalah matematika siswa di SMP Negeri 24 Kerinci. Pengetahuan metakognisi yang diamaksud adalah Pengetahuan deklaratif, penegtahuan procedural, dan pengetahuan kondisional. Tahapan pemecahan masalah yang dimaksud adalah memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan menelaah kembali jawaban. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Siswa dengan gaya belajar reflektif dalam menyelesaikan masalah matematika juga telah melalui tahapan menjawab pertanyaan pada setiap indikator pengetahuan metakognitif, sehingga mengarah pada kesimpulan bahwa mereka memiliki pengetahuan metakognitif yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah matematika. Siswa tersebut juga telah memenuhi indikator pengetahuan metakognitif dalam menyelesaikan masalah matematika. (2) Siswa dengan gaya belajar reflektif terkadang kesulitan memecahkan masalah matematika karena kurangnya pengetahuan tentang strategi, membuat kesalahan saat memformulasikan dari bentuk matematika, dan menggunakan taktik yang tidak akurat. (3) Keterkaitan atau hubungan antara pengetahuan metakognitif siswa dengan gaya belajar reflektif dalam memecahkan masalah matematika, khususnya pengetahuan metakognitif akan mengarahkan siswa untuk memilih pendekatan atau strategi yang tepat untuk digunakan dalam memecahkan kesulitan matematika Kemampuan siswa untuk memecahkan masalah matematika akan dipengaruhi oleh pengetahuan metakognitif mereka.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah pada SD Negeri Dedi Zulkarnain Pulungan; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8591

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran implementasi berbasis sekolah di SD. Manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kreatifitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan, partisipasi masyarakat dan faktor pendukung dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah di SD dilakukan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah, termasuk orang tua siswa. Sekolah memiliki staf khusus untuk mencatat dan melaporkan keuangan dan aset sekolah. Penerapan manajemen berbasis sekolah dilakukan dengan prinsip kebersamaan, yaitu dengan mendorong guru yang berkompeten untuk melatih guru yang kurang kompeten, menggerakkan kegiatan kewirausahaan sekolah, dan kepala sekolah mengajar guru lain dengan memberikan contoh secara langsung. Dengan demikian, penerapan manajemen berbasis sekolah memerlukan dukungan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Gaya Belajar Visual : Bagaimana Kesalahannya Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika? Rhomiy Handican; Ade Putra Hayat; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9441

Abstract

Setiap siswa memiliki gaya belajar tersendiri yang perlu menjadi perhatikan pendidik dalam proses pembelajaran dan salah satunya adalah gaya belajar Visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi bentuk aljabar berdasarkan prosedur Newman. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket gaya belajar, soal tes, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIIB SMP N 11 Sungai Penuh yang memiliki gaya belajar Visual berjulmlah 8 subjek Hasil penelitian ini menunjukkan siswa yang memiliki gaya belajar Visual melakukan kesalahan transformation, keterampilan memproses dan membuat jawaban akhir. Kesalahan transformation disebabkan karena siswa kurang menguasai materi aljabar dan siswa kurang teliti dalam membuat model matematika yang akan digukan, keterampilan proses disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan operasi aljabar dan kurang menguasai materi, kesalahan penulisan jawaban disebabkan karena siswa tidak mengecek kembali jawaban yang ditulis dan siswa ingin menyingkat waktu pengerjaanya.
Pentingnya Lingkungan Belajar Yang Kondusif Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar Herdi Setiawan; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9530

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengulas pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan dari tulisan ini adalah supaya dapat memberikan wawasanakepada para pihak yang berkiprah di dunia pendidikan untuk semakin memahami hal-hal berikut: persoalan konsep lingkungan belajar dan konsep lingkungan belajar yang kondusif. kerjasama dan kesesuaian antara keadaan fisik dan sosial lingkungan belajar dan peserta belajar, dalam hal ini peserta didik dan guru, diperlukan untuk membangun lingkungan belajar yang kondusif. Untuk mengembangkan lingkungan belajar yang sukses di dalam kelas, kedua lingkungan belajar tersebut harus dimaksimalkan. Metode yang dipakai untuk tulisan ini bersifat deskriptif kualitatif dan studi literatur. Hasilnya adalah tujuh rekomendasi yang bisa dilakukan sekolah, guru dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Pendidikan Dalam Teori Perbedaan Individu Yulfia Nora; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9702

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsi pendidikan dalam teori perbedaan individu. Metode penelitian menggunakan studi literatur atau tinjauan kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil data-data yang diperlukan dari literatur-literatur yang berkaitan. Pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan orang dewasa untuk menjadikan seorang anak dapat mengembangkan segala potensinya. Pendidikan dalam teori perbedaan individu merupakan suatu proses mendewasakan dan mematangkan seseorang dengan memperhatikan perbedaan yang ada pada setiap individu dibawah bimbingan dan arahan orang dewasa yang meliputi, orang tua atau keluarga, pendidik dan masyarakat. Perbedaan individu yang ada pada setiap peserta didik terlihat dari perbedaan jenis kelamin, kecerdasan, bakat, sifat, kepribadian, gaya belajar, minat, motivasi, hobi dan lain sebagainya. Perbedaan atau keunikan tersebut secara umum disebabkan oleh dua faktor, yakni pengaruh gen dan pengaruh lingkungan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pendidik sebagai salah satu komponen utama dalam pembelajaran memegang peran yang sangat urgen untuk dapat menghadirkan suasana pembelajaran yang diinginkan dan menyenangkan bagi setiap individu peserta didiknya.
Diversitas Sosiokultural Dalam Wujud Pendidikan Multikultural, Gender dan Pembelajaran Berdiferensiasi Etmi Hardi; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9780

Abstract

Diversitas sosiokultural adalah sebuah konsep yang menggambarkan keberagaman masyarakat dan kebudayaan. Dalam Kurikulum 2013 (K-13) keberagaman itu dilihat dari dua aspek penting, yakni multikultural dan gender. Oleh sebab itu pendidikan multikultural dan gender menjadi hidden kurikulum yang harus diajarkan guru kepada anak didik, sehingga keberagaman budaya dan perbedaan peran berdasarkan jenis kelamin bisa diminimalisir oleh guru dalam proses pendidikan sehingga tidak berpotensi menimbulkan konflik dan persoalan di sekolah. Pada Kurikulum Merdeka diversitas sosiokultural tetap menjadi perhatian serius sehingga menjadi bagian dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Konsep deversitas sosiokultural diterapkan pada pembelajaran yang berdiferensiasi, yakni sebuah proses pembelajaran yang mencoba memperhatikan dan melayani kebutuhan belajar anak yang berbeda beda sesuai dengan karakteristik masing masingnya. Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru mengajarkan materi berdasarkan tingkat kesiapan anak, minat dan gaya belajarnya. Di samping itu guru juga dapat memodifikasi konten pembelajaran, proses pembelajaran, produk atau hasil pembelajaran yang dijalankan, serta lingkungan belajar dimana anak belajar. Tulisan singkat ini mencoba untuk memperbincangkan tentang diversitas sosisokultural dalam wujud pendidikan multikultural dan gender, serta pembelajaran yang berdiferensiasi.
Co-Authors , Junaidi Ade irma suryani Ade Putra Hayat Adek Nilasari Harahap Adrian Adrian Afdal Afdal Afsetubest Afroe Agung Tri Prasetia Agus Irianto Alizamar Alizamar Amalianita, Berru Angga Antony Anggi Fitria Annisa Apriliyanti Ardi Ardi Arima Ansari Arina Mujahidah Arina Tri Sananda Astri Widya Sari Aulia Wiyora Putri Ayunil Ummi Daharnis Daharnis Darnis Arif Dedi Zulkarnain Pulungan Delima Delima Dewi Murni Diantifani Harlianda Dina Rizki Fadilla Dinelti Fitria Ekasyafutra Ekasyafutra Elsa Gustia Erda Fitriani Etmi Hardi Faris Abdurrahman Fauziah Fauziah Fauziah Hervi Gita Yandri Yetni Gusnaldi Gusnaldi Gusti Rahayu Hartati, Niken Hartina Hartina Hengki Yandri Herdi Setiawan Hermaleni, Tesi Herman Nirwana Hidayati Aini Ifdil Ifdil Ira Rahmayuni Jusar Jumrawarsi, Jumrawarsi Kiki Ferdianto Lita Gustiana Lukman Supardi M. Fahli Zatrahadi Milatus Solihah Mira Aldila Mirna Mirna Misliati Misliati Monica Tiara Mufadhal Barseli Mursyid Ridha Mutiya Ardila Nada Annisah Nesya Syarif Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nila Rahmawati Nilma Zola Nofrico Afendi Nora Novita Nurhizrah Gistituati Paisal Manurung Prayitno Prayitno Rafki Nasuha Ismail Rahmadhani Fitri Rahmawati Darussyamsu Rahmi Putri Rahmi Septia Sari Refny Widialistuti Reza Gusmanti Rhomiy Handican Riana Safitri Rilla Gina Gunawan Rima Pratiwi Fadli Rinaldi Rinaldi Riska Elvira Riski Pratiwi Rizaldi Ahmad Rohadatul Aysi Sari, Syafni Gustina Shelind Diola Shelly Fadhila Silvia Anggreni BP Siska Nerita Sri Hariyati Sufyarma Marsidin Supratiwi Wahyu Syarifah Wahidah tri Nurza Rahmawati Umil Fatriyani Vevi Sunarti Vinda Chairunnisa Winda Aprilia Gusti Yanuar Kiram Yeni Karneli Yogi Sefra Joni Yulfia Nora Yuliani Fitri Yusri Yusri Z. Mawardi Efendi Z. Mawardi Effendi Zadrian Ardi Zahratul Azizah Zaturrahmi Zaturrahmi