p-Index From 2021 - 2026
5.919
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Tech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan Jurnal Konseling dan Pendidikan Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Etika Demokrasi Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Journal on Education Ensiklopedia of Journal Jurnal Dedikasi Pendidikan Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Atrium Pendidikan Biologi JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Neo Konseling Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Ners Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Indonesian Journal of Global Health research Journal of Counseling and Educational Technology Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat JURNAL CERDAS PROKLAMATOR Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi Indonesian Journal of Counseling and Development International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Education and Counseling Journal Southeast Asian Journal of Technology and Science JURNAL MUARA PENDIDIKAN Jurnal Counseling Care Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Naradidik: Journal of Education & Pedagogy TOFEDU: The Future of Education Journal Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Journal of Counseling, Education and Society SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Journal of Educational and Learning Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Pentingnya Lingkungan Belajar Yang Kondusif Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar Herdi Setiawan; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9530

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengulas pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan dari tulisan ini adalah supaya dapat memberikan wawasanakepada para pihak yang berkiprah di dunia pendidikan untuk semakin memahami hal-hal berikut: persoalan konsep lingkungan belajar dan konsep lingkungan belajar yang kondusif. kerjasama dan kesesuaian antara keadaan fisik dan sosial lingkungan belajar dan peserta belajar, dalam hal ini peserta didik dan guru, diperlukan untuk membangun lingkungan belajar yang kondusif. Untuk mengembangkan lingkungan belajar yang sukses di dalam kelas, kedua lingkungan belajar tersebut harus dimaksimalkan. Metode yang dipakai untuk tulisan ini bersifat deskriptif kualitatif dan studi literatur. Hasilnya adalah tujuh rekomendasi yang bisa dilakukan sekolah, guru dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Pendidikan Dalam Teori Perbedaan Individu Yulfia Nora; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9702

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsi pendidikan dalam teori perbedaan individu. Metode penelitian menggunakan studi literatur atau tinjauan kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil data-data yang diperlukan dari literatur-literatur yang berkaitan. Pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan orang dewasa untuk menjadikan seorang anak dapat mengembangkan segala potensinya. Pendidikan dalam teori perbedaan individu merupakan suatu proses mendewasakan dan mematangkan seseorang dengan memperhatikan perbedaan yang ada pada setiap individu dibawah bimbingan dan arahan orang dewasa yang meliputi, orang tua atau keluarga, pendidik dan masyarakat. Perbedaan individu yang ada pada setiap peserta didik terlihat dari perbedaan jenis kelamin, kecerdasan, bakat, sifat, kepribadian, gaya belajar, minat, motivasi, hobi dan lain sebagainya. Perbedaan atau keunikan tersebut secara umum disebabkan oleh dua faktor, yakni pengaruh gen dan pengaruh lingkungan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pendidik sebagai salah satu komponen utama dalam pembelajaran memegang peran yang sangat urgen untuk dapat menghadirkan suasana pembelajaran yang diinginkan dan menyenangkan bagi setiap individu peserta didiknya.
Diversitas Sosiokultural Dalam Wujud Pendidikan Multikultural, Gender dan Pembelajaran Berdiferensiasi Etmi Hardi; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9780

Abstract

Diversitas sosiokultural adalah sebuah konsep yang menggambarkan keberagaman masyarakat dan kebudayaan. Dalam Kurikulum 2013 (K-13) keberagaman itu dilihat dari dua aspek penting, yakni multikultural dan gender. Oleh sebab itu pendidikan multikultural dan gender menjadi hidden kurikulum yang harus diajarkan guru kepada anak didik, sehingga keberagaman budaya dan perbedaan peran berdasarkan jenis kelamin bisa diminimalisir oleh guru dalam proses pendidikan sehingga tidak berpotensi menimbulkan konflik dan persoalan di sekolah. Pada Kurikulum Merdeka diversitas sosiokultural tetap menjadi perhatian serius sehingga menjadi bagian dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Konsep deversitas sosiokultural diterapkan pada pembelajaran yang berdiferensiasi, yakni sebuah proses pembelajaran yang mencoba memperhatikan dan melayani kebutuhan belajar anak yang berbeda beda sesuai dengan karakteristik masing masingnya. Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru mengajarkan materi berdasarkan tingkat kesiapan anak, minat dan gaya belajarnya. Di samping itu guru juga dapat memodifikasi konten pembelajaran, proses pembelajaran, produk atau hasil pembelajaran yang dijalankan, serta lingkungan belajar dimana anak belajar. Tulisan singkat ini mencoba untuk memperbincangkan tentang diversitas sosisokultural dalam wujud pendidikan multikultural dan gender, serta pembelajaran yang berdiferensiasi.
Kompetensi Pedagogik Guru Bersertifikat Pendidik SD 04 Kampung Olo Kota Padang Ade Irma Suryani; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10875

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi peneliti dilapangan, kebanyakan guru tidak begitu efektif dalam proses pembelaran, guru tidak mengunakan metode pembelajaran yang mempertimbangkan minat dan bakat dari peserta didiknya dan dalam berkomunikasi secara lisan mau pun tulisa tidak begitu dimengerti oleh anak didik, dengan adanya beberapa ketimpangan yang terjadi, maka peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan kompetensi guru kelas, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 04 Kp Olo Kota padang, Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang dijadikan informan penelitian adalah guru kelas I sampai dengan guru kelas VI dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu lembar observasi, lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Milles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan yakni reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan uji kredibilitas untuk menguji keabsahan data. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil obsevasi kepada Guru SD negari 04 Kp olo kota Padang untuk kompetensi pedagogik yang harus dimilki oleh guru kelas dan guru yang bersertifikat pendidik, didapat kan sangat menguasai kompetensi pedagogik dengan kategori sangat baik. Dan berdasarkan dari wawancara yang dilakukan oleh pendidik dengan mengajukan 14 pertanyaan mengenai kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh guru dapat disimpulkan bahwa guru besertifikasi menguasi dan melakukan semua indikator-indikator dalam kemampuan pedagogik dalam proses pembelajaran,
Improve The Resilience Of Parents Of Starting Children With Counseling Guidance Using A Person-Centered Therapy Approach Delima Delima; Mudjiran Mudjiran; Yeni Karneli
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10970

Abstract

Stunting disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Pada tahun 2021 angka prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 24,4 persen, sedangkan di Sumatera Barat sebesar 23%. Permasalahan stunting berdampak pada psikologis orang tua. Perlu upaya meningkatkan resiliensi orang tua menghadapi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan reseliensi orang tua dengan stanting dengan pendekatan Person Centered Therapy, Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan untuk menelaah melalui artikel dan buku yang berkaitan konsep dari Person Centered Therapy untuk meningkatkan reseliensi orang tua. Hasil penelitian di dapatkan Person Centered Therapy dapat memanfaatkan peluang dari mereka (orang tua/ Ibu) dan menyelesaikan setiap masalah yang muncul, karena klien memiliki kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri dan terapis hanya berperan sebagai teman dalam proses penyembuhan. Pendekatan ini mengakui bahwa semua orang adalah unik dan memiliki kemampuan untuk mencapai potensi penuh mereka. Konselor bersama Klien (orang tua) anak dengan stanting dapat menggali alternative alternatif dalam mengembangkan berbagai kemungkinan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang.
Peranan Kreativitas Guru terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Ira Rahmayuni Jusar; Mudjiran Mudjiran
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.657

Abstract

This study aims to determine the role of an elementary school teacher on students' learning motivation. One of the elements that influence the success of a student is motivation. If students have the drive to learn, then they will achieve the desired learning outcomes. In an effort to produce quality learning and education, teachers must be creative. To encourage motivation to acquire the principles of the creed, the teacher must be able not only to understand the teaching material but also various learning methods and designs. The findings show that teachers can increase students' motivation in learning in various ways, including by providing teaching materials, using various teaching techniques, managing classes, and utilizing learning media. High learning motivation will lead to the best results, the task of a teacher is to foster student motivation. The research methodology in research is a literature review (library research) available in online or offline libraries. The main component in learning, motivation can support and encourage learning. According to literature findings, students with high levels of motivation are more likely to try hard, dress impeccably, and not want to give up. They are also more likely to engage actively in reading to improve learning outcomes and solve problems. On the other hand, people who are unmotivated, appear disinterested, get discouraged easily, and don't pay attention to what they are learning will have difficulty in school.
Rasional Emotive Behavior Therapy: Sebuah Kritik berdasarkan Etika dan Nilai Agung Tri Prasetia; Mudjiran Mudjiran; Herman Nirwana; Yeni Karneli
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11793

Abstract

Artikel ini akan dimulai dengan ikhtisar teori REBT sebelum beralih ke diskusi tentang etika yang mengatur bidang psikologi. Tulisan ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaan apakah teori REBT Ellis (1955) dapat digunakan secara independen selama sesi terapi, atau apakah memerlukan penggabungan etika dan nilai untuk memberikan layanan terbaik kepada klien atau tidak. Pertimbangan etis harus diterapkan pada aplikasi teori untuk memperbaikinya dan membuatnya lebih berguna dalam sesi terapi, oleh karena itu penting untuk menentukan seberapa baik teori dapat berfungsi sendiri sambil tetap memenuhi kebutuhan kliennya.
Contribution of Self Efficacy and Social Support to Teachers' Readiness to Face Retirement Sri Hariyati; Mudjiran Mudjiran; Daharnis Daharnis
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.449 KB) | DOI: 10.24036/4.34378

Abstract

This study aims to describe and analyze self-efficacy, social support, and teacher readiness to face retirement. The research was carried out using descriptive quantitative methods. The population of this research is 125 teachers who will retire in Kecamatan Bangkinang Kota, Riau, and the research sample is 95 teachers who will retire in Kecamatan Bangkinang Kota, Riau. Sampling using a purposive sampling technique. The research data were analyzed using simple regression and multiple regression. The data analysis process uses the help of the SPSS program. The findings of this study are: (1) self-efficacy contributes to teacher readiness to face retirement with an effective contribution of 28.1%, (2) social support contributes to teacher readiness to face retirement by 21.6% (3) self-efficacy and social support simultaneously. collectively contributed 31.5% to teachers' readiness to face retirement. The implications of the results of this study can be used as a basis for the preparation of guidance and counseling service programs.
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN PERSON-CENTERED THERAPY UNTUK MENINGKATKAN IDENTITAS DIRI Gusti Rahayu; Mudjiran Mudjiran; Yeni Karneli
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i1.100-105

Abstract

Abstract: The formation of self-identity is essential because the task of development at that time is to adapt to the changes that are in him. If the formation of adolescent self-identity is disrupted it will result in the emergence of fear, uncertainty, tension, isolation, and inability to make decisions. The assistance that counselors can provide to improve adolescent self-identity is to provide individual counseling services using a person-centered therapy approach. The research method used in this study is descriptive qualitative with a literature study approach which describes in detail the significance of individual counseling with a person-centered therapy approach to improve self-identity.
Kontribusi Kejenuhan Belajar terhadap Motivasi Belajar Siswa Full Day School di SMP Negeri 4 Dumai Aulia Wiyora Putri; Mudjiran Mudjiran
e-Journal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2019): EJPI-JIPD
Publisher : Departemen of Elementary Teacher Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Padan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of full day school students who experience learning saturation so that it has an impact on the level of student learning motivation that is low. This study aims to examine the contribution of learning saturation to the motivation to learn full day school students. The total sample of 90 students of SMP Negeri 4 Dumai was chosen using stratified random sampling. The instrument used is a likert scale model. Data were analyzed with the SPSS program. The results of this study reveal that there is a significant relationship between saturation of learning and learning motivation with a correlation coefficient of -0.622 which is at a significance level of 0,000 and the contribution of learning saturation to full day school students' motivation is 38.7%. This can be interpreted that the higher the level of learning saturation, the lower student learning motivation. With these findings it is expected that counselor can provide guidance and counseling services such as information services, individual counseling services, group guidance services, and group counseling services, to help reduce learning saturation and increase student motivation.
Co-Authors Adang Bachtiar Ade irma suryani Ade Putra Hayat Adek Nilasari Harahap Adrian Adrian Afdal Afdal Afsetubest Afroe Agung Tri Prasetia Agus Irianto Alizamar Alizamar Amalianita, Berru Angga Antony Anggi Fitria Annisa Apriliyanti Ardi Ardi Ariadi Ariadi Arima Ansari Arina Mujahidah Arina Tri Sananda Arneliwati Arneliwati Astri Widya Sari Aulia Wiyora Putri Ayunil Ummi Barseli, Mufadhal Cahaya Putri Khairani Daharnis Daharnis Darnis Arif Dedi Zulkarnain Pulungan Defrin Defrin Delima Delima Delmi Sulastri Dewi Murni Diantifani Harlianda Dina Rizki Fadilla Dina Sukma Dinelti Fitria Dwi Yulia Ekasyafutra Ekasyafutra Elsa Gustia Em Yunir, Em Erda Fitriani Etmi Hardi Faris Abdurrahman Fauziah Fauziah Fauziah Hervi Febriyanti Febriyanti Gita Yandri Yetni Gusnaldi Gusnaldi Gusti Rahayu Hartati, Niken Hartina Hartina Hengki Yandri Herdi Setiawan Hermaleni, Tesi Herman Nirwana Hidayati Aini Ifdil Ifdil Indrapriyatna, Ahmad Syafruddin Indrawadi, Junaidi Ira Rahmayuni Jusar Jumrawarsi, Jumrawarsi Kiki Ferdianto Ledita Ezy Maulany Lita Gustiana Lukman Supardi M. Fahli Zatrahadi Masrul Djalal Milatus Solihah Mira Aldila Mirna Mirna Misliati Misliati Monica Tiara Mursyid Ridha Mutiya Ardila Nada Annisah Najirman Najirman Neherta, Meri Nesya Syarif Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nila Rahmawati Nilma Zola Nofrico Afendi Nora Novita Nur Indrawaty Lipoeto Nur Mala Sari Nurhizrah Gistituati Paisal Manurung Prayitno Prayitno Putri, Julia Eva Rafki Nasuha Ismail Rahmadhani Fitri Rahmawati Darussyamsu Rahmi Putri Rahmi Septia Sari Refny Widialistuti Reza Gusmanti Rhomiy Handican Riana Safitri Ridho Rismi Rilla Gina Gunawan Rima Pratiwi Fadli Rima Semiarty Rinaldi Rinaldi Riska Elvira Riski Pratiwi Rizaldi Ahmad Rizanda Machmud Rizki Adiyatma Rohadatul Aysi Sari, Syafni Gustina Shelind Diola Shelly Fadhila Silvia Anggreni BP Siska Nerita Sri Hariyati Sufyarma Marsidin Supratiwi Wahyu Syarifah Wahidah tri Nurza Rahmawati Umil Fatriyani Vevi Sunarti Vinda Chairunnisa Wardoyo Wardoyo Winda Aprilia Gusti Yanuar Kiram Yeni Karneli Yogi Sefra Joni Yulfia Nora Yuliani Fitri Yusri Yusri Z. Mawardi Efendi Z. Mawardi Effendi Zadrian Ardi Zahratul Azizah Zaturrahmi Zaturrahmi