Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Permen Jeli Dari Sari Kulit Semangka Dengan Penambahan Kadar Gula Nadira Diandra; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Muhammad Muhammad; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.6605

Abstract

Penelitian pembuatan permen jeli dari sari kulit semangka dengan penambahan kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar gula terhadap kualitas permen jeli dari sari kulit semangka secara fisik, kimia, dan perkapangan serta untuk mengetahui konsentrasi gula dan CMC yang tepat. Pada peneltian adapun bahan yang digunakan meliputi sari kulit semangka, CMC, gula pasir, asam sitrat dan air. Berdasarkan hasil analisa menunjukkan bahwa penambahan kadar gula terhadap pembuatan permen jeli kulit semangka berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu dan kapang. Penambahan kadar gula dengan 400, 450, dan 500 gram dan variasi penambahan CMC 4,6 dan 8 gram memperoleh kadar air yang bagus terdapat pada 500 gram gula dan 8 gram CMC dengan kadar air 20% dan kadar abu 1,92% telah memenuhi standar SNI permen jeli , kapang yang terjadi pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dilihat penampakan kapang secara makrokopis dan mikrokopis dapat dibandingkan dengan petunjuk bahwa kapang yang tumbuh Aspergillus Niger
Pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu kopi menggunakan bakteri asam laktat dari yakult Hijratul Izzati; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6596

Abstract

ABSTRAKFermentasi merupakan proses perombakan senyawa organik oleh mikroorganisme yang melibatkan enzim yang dihasilkan sebagai biokatalis dalam lingkungan yang dikendalikan. Komponen kimia didalam kopi seperti kafein, asam klorogenat, trigonelin, karbohidrat, lemak, asam amino, asam organik, aroma volatil dan mineral dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan membahayakan kesehatan. Bakteri asam laktat adalah bakteri yang mampu memfermentasikan gula atau karbohidrat untuk memproduksi asam laktat dalam jumlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan bakteri asam laktat pada yakult sebagai media fermentasi biji kopi untuk menghasilkan bubuk kopi dengan mutu yang lebih baik. Proses fermentasi melibatkan bakteri Lactobacillus caseipada yakult sebagai media fermentasi dengan variasi waktu fermentasi dan jenis kopi. Kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 60 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 5% dan 4%, kadar sari paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 35% dan 27 %, kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 48 jam untuk kopi robusta yaitu 1,075 % dan 36 jam untuk kopi arabika yaitu 0,985 %, kopi dengan rasa paling nikmat diperoleh pada waktu fermentasi 36 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5, warna paling enak pada waktu fermentasi 60 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5,dan aroma paling enak adalah pada waktu fermentasi 12 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing serta kadar abu tertinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam yaitu 4,6 % untuk robusta dan 4,585% untuk arabika. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kopi yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus casei masih berada pada syarat mutu bubuk kopi berdasarkan SNI 01-3542-2004. 
Pembuatan Briket dari Arang Serbuk Gergaji Kayu dengan Perekat Tepung Singkong sebagai Bahan Bakar Alternatif Fuji Maharani; Muhammad Muhammad; Jalaluddin Jalaluddin; Eddy Kurniawan; Zainuddin Ginting
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.9458

Abstract

Sumber energi yang digunakan masyarakat sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak tanah dan gas yang sekarang ini ketersediaannya semakin terbatas. Kebutuhan energi dari bahan bakar fosil semakin meningkat setiap tahunnya seiring meningkatnya aktivitas manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian ini untuk memperoleh bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui seperti limbah serbuk gergaji kayu. Limbah serbuk gergaji kayu merupakan biomassa yang masih belum maksimal pemanfaatannya sehingga perlu adanya alternatif pengolahan agar menjadi bahan yang lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan berat bahan baku arang serbuk gergaji kayu dengan berat perekat tepung singkong terhadap nilai kalor dan mutu briket. Perekat dimasak terlebih dahulu sebelum dicampur dengan arang serbuk gergaji kayu dengan perbandingan tepung singkong dan air yaitu 1:1. Setelah arang serbuk gergaji kayu tercampur merata dengan perekat kemudian adonan dimasukkan ke dalam cetakan briket, dipress dengan tekanan tetap yaitu 125 kg/m2 dan dikeringkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perbandingan arang serbuk gergaju kayu dengan perekat (45:15) gram dengan nilai kalor tertinggi yaitu sebesar 5445,9253 cal/gr, kadar air terendah yaitu sebesar 1,1126%, kadar abu terendah yaitu sebesar 2,3535%, dan laju pembakaran terendah terdapat pada perbandingan arang serbuk gergaju kayu dengan perekat (60:30) gram yaitu sebesar 0,0867 gr/menit. 
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Menjadi Bioetanol Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Rizka Mulyawan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.540

Abstract

Pemilihan topik kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini didasarkan atas banyaknya limbah kulit pisang yang terdapat di wilayah sekitar Mitra yaitu Di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Pemerintahan kota Lhokseumawe. Program PkM yang berhubungan dan menyentuh langsung ke khalayak sasaran atau masyarakat sebagai mitra dapat dilakukan dengan baik. Mitra kegiatan ini adalah Santriwati Dayah Darul Mu’arif Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Pemerintahan kota Lhokseumawe. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah memberi informasi kepada masyarakat bahwasanya limbah kulit pisang dapat di buat menjadi bioetanol dengan menggunakan ragi melalui proses fermentasi. Hasil pelatihan menunjukkan waktu fermentasi terbaik diperoleh pada waktu 8 hari dengan volume starter 40 ml kadar etanol yang diperoleh yaitu 67% sebanyak 35 ml. Luaran dari kegiatan ini menghasilkan Jurnal mengenai pemanfaatan limbah kulit pisang sehingga dapat menjadi bioetanol.
Pengaruh Ragi Tempe terhadap Waktu Fermentasi Pakan Ikan Lele dari Ampas Tahu Eddy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Yupiyanti Yupiyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8132

Abstract

Kualitas dari pakan di tentukan oleh kandungan yang lengkap mencakup protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pakan ikan adalah campuran dari berbagai bahan pangan (biasa disebut bahan mentah), baik nabati maupun hewani yang diolah sedemikian rupa sehingga mudah dimakan dan dicerna sekaligus merupakan sumber nutrisi bagi ikan yang dapat menghasilkan energi untuk aktivitas hidup. Untuk menekan biaya budidaya ikan kita dapat mengambil langkah untuk memberikan pakan buatan atau pakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan ikan dalam budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ragi tempe dan pengaruh waktu fermentasi pada proses pembuatan pakan ikan lele dari ampas tahu. Variasi ragi tempe 0,2 gram, 0,3 gram, 0,4 gram, 05 gram dan 0,6 gram dan waktu fermentasi 5 hari, 7 hari, 9 hari, 11 hari dan 13 hari. Hasil analisa menunjukkan bahwa kadar karbohidrat tertinggi pada fermentasi 5 hari dengan jumlah ragi tempe 0,2 gram yaitu 16,57 %, kadar protein tertinggi pada fermentasi 5 hari dengan jumlah ragi tempe 0,6 gram yaitu 5,76 %, kadar lemak tertinggi pada fermentasi 5 hari dengan jumlah ragi tempe 0,2 gram yaitu 2,97 %, bahwa kadar serat kasar tertinggi pada fermentasi 5 hari dengan jumlah ragi tempe 0,6 gram.
HIDROLISA KULIT SINGKONG (manihot utilisima pohl) MENJADI GLUKOSA CAIR MENGGUNAKAN KATALIS HCl Mahfuddara Mahfuddara; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.7473

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah buah singkong yang mengandung pati atau karbohidrat. Penelitian ini menggunakan metode hidrolisia dengan katalis HCl yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu operasi serta kinetika reaksi pada proses hidrolisis dalam beaker glass yang dilengkapi dengan pengaduk dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120 menit dan suhu dengan variasi 80, 85, 90, dan 950C. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kadar glukosa paling tinggi diperoleh sebesar 45 % dengan jumlah 5,277 gr pada waktu hidrolisa 120 menit dan suhu 950C, sedangkan kadar glukosa terendah diperoleh 20 % dengan jumlah 2,872 gr pada waktu hidrolisa 30 menit dengan suhu 800C. Yield paling tinggi diperoleh pada waktu hidolisa 120 menit dan suhu 950C sebesar 52,77 %, sedangkan nilai yield terendah diperoleh 28,72 % pada waktu hidrolisa 30 menitdan suhu 800C. Kemudia Konversi glokosa yang tereduksi paling tinggi diperoleh pada waktu hidrolisa 120 menit dan suhu 950C sebesar 53 %, sedangkan konversi terendah diperoleh 29 % pada waktu hidrolisa 30 menit dan suhu 800C. Reaksi hidrolisa kulit singkong ini merupakan reaksi orde satu semu. 
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Glukosa Menggunakan Katalis Asam Sulfat Zulfida Najla Azni; Jalaluddin Jalaluddin; Eddy Kurniawan; Zainuddin Ginting; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8648

Abstract

Pisang adalah salah satu bahan makanan yang sangat potensial dijadikan produksi berbagai makanan. Hasil panennya melimpah di Indonesia, begitu pula dengan limbah kulit pisang yang dihasilkan. Limbah kulit pisang merupakan salah satu bahan yang tinggi karbohidrat sehingga berpotensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya glukosa melalui proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan glukosa dari limbah kulit pisang raja dan mempelajari pengaruh konsentrasi katalis asam sulfat pada reaksi hidrolisis kulit pisang terhadap hasil glukosa yang diperoleh. Selanjutnya kulit pisang raja di hidrolisis menggunakan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 0.5 M dan 1 M. Waktu yang digunakan yaitu 45 menit,60 menit, 75 menit dan 90 menit dalam berbagai suhu operasi yaitu 80oC, 90oC dan 100oC. Setelah dianalisis kandungan glukosanya menggunakan refraktrometer didapatkan glukosa tertinggi yaitu sebesar 30.4% pada suhu 100oC, waktu 90 menit dengan konsentrasi asam sulfat sebesar 1 M. Dengan yield tertinggi sebesar 78% dan konversi sebesar 76% pada suhu, waktu dan konsentrasi yang tebesar dari penelitian ini. Sehingga diketahui bahwa semakin tinggi suhu, semakin lama waktu hidrolisis dan semakin besar konsentrasi katalis yang digunakan maka semakin besar kadar glukosa, persentase yield dan konversi yang dihasilkan.
Pembuatan Tempe Berbahan Dasar Ampas Tahu Dengan Proses Fermentasi Dengan Menggunakan Ragi (Ryzopus Oruzae) Eki Supratiwi; Zulnazri Zulnazri; Lukman Hakim; Eddy Kurniawan; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.10219

Abstract

Ampas tahu merupakan bahan tambah pangan yang digunakan dalam pembuatan tempe. Ampas tahu adalah salah satu jenis limbah pembuatan tahu  yang berbentuk ampas yang didapatkan dari hasil pemisahan antara sari pati kedelai yang telah di saring. Ampas tahu pada penelitian ini diperoleh dari hasil pemisahan saripati kedelai. Ampas tahu, awalnya Diamkan ampas tahu selama semalaman, bisa ditaruh di nampan. Kukus ampas tahu sampai matang 35-45 menit, Taruh ampas tahu di kuali untuk disangrai sampai kandungan airnya berkurang (sangrai selama 25 menit,) lalu tuang ampas tahu di nampan biarkan dingin (kurang lebih 1 jam) Beri ragi, aduk dengan sendok. Masukkan kedalam plastic, daun pisang, daun coklat Taruh di rak kawat yang dialasi kain tipis, tutup dengan kain di fermentasi dalam waktu 1,2,3,dan 4 hari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, perbedaannya adalah penelitian sebelumnya tidak memakai uji protein dan uji kadar air untuk menghasilkan standar tempe yang berkualitas. Berdasarkan hasil penelitian, analisa kadar air tempe  yang paling banyak menghasilkan Kadar air yang paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi hari ke-4 yaitu 72 %. Sedangkan kadar air yang terendah diperoleh pada waktu fermentasi hari ke-1 yaitu 40 %. Semangkin lama waktu fermentasi maka semangkin tinggi nilai kadar air yang dihasilkan. 
PENGARUH TEMPERATUR ROASTING BIJI KOPI TERHADAP KANDUNGAN KAFEIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Andri Nur rizky; Agam Muarif; Syamsul Bahri; Novi Sylvia; Eddy Kurniawan; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9279

Abstract

Proses Roasting adalah proses pembentukan rasa dan aroma pada biji kopi. Apabila biji kopi memiliki keseragaman dalam ukuran, specific grafity, tekstur, kadar air dan struktur kimia, maka proses penyangraian akan relatif lebih mudah untuk dikendalikan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kadar kafein dalam kopi yang diroasting dengan variasi temperatur tertentu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan variasi temperatur dan Jenis biji kopi, temperatur roasting terdiri dari suhu 195°C, 205°C, dan 215°C sedangkan biji kopi terdiri dari biji kopi jenis Arabika dan Robusta yang diambil dari kecamatan Timang gajah kabupaten Bener meriah provinsi Aceh. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi temperatur dan jenis biji kopi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar kafein. Perlakuan roasting biji kopi Arabika pada temperatur tertinggi yaitu 2150C Menghasilkan kadar kafein sebesar 15,43788 ppm dan kadar air sebesar 1,42%, sedangkan untuk temperatur terendah yaitu 1950C menghasilkan kadar kafein sebesar 12,07424 ppm dan kadar air sebesar 2,59 %. dan Perlakuan roasting biji kopi Robusta pada temperatur tertinggi yaitu 2150C Menghasilkan kadar kafein sebesar 22,92273 ppm dan kadar air sebesar 3,9 % sedangkan untuk temperatur terendah yaitu 1950C menghasilkan kadar kafein sebesar 18,24091 ppm dan kadar air sebesar 6,58%. Semakin tinggi temperatur maka semakin gelap warna kopi hasil roasting. Pengujian kadar kafein dalam kopi dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 275 nm. Berdasarkan uji organoleptik kopi Arabika yang paling disukai panelis adalah kopi yang diroasting pada suhu 205˚C, sedangkan kopi Robusta yang paling disukai oleh panelis adalah kopi yang diroasting pada suhu 205°C.Kata kunci:Biji kopi Arabika, Biji kopi Robusta, Roasting, Temperatur, Uv - Vis
Pemanfaatan Pelepah Pisang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Hand Sanitizer Sri Dea Varissa; Syamsul Bahri; Zulnazri Zulnazri; Eddy Kurniawan; Nasrul Za Za
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11605

Abstract

Hand sanitizer merupakan salah satu bahan antiseptik berupa gel yang sering digunakan masyarakat sebagai media pencuci tangan yang praktis. Penggunaan hand sanitizer lebih efektif dan efisien bila dibanding dengan menggunakan sabun dan air sehingga masyarakat banyak yang tertarik menggunakannya. Antiseptik atau hand sanitizer bila digunakan terus menerus dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Oleh karena itu, untuk mencegah iritasi pada kulit dalam pembuatan hand sanitizer menggunakan ekstrak pelepah pisang yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang bersifat antibakteri dengan penambahan alkohol kurang dari 65% dan triklosan. Penelitian yang pernah dilakukan terdahulu adalah memanfaatkan pelepah pisang daun sedangkan untuk penelitian ini menggunakan pelepah pisang yang di dapat dari batang pisang, lalu pada penelitian sebelumnya hanya berbentuk perasan (air) tetapi pada penelitian yang dilakukan sekarang di ubah menjadi bentuk gel supaya bisa bertahan lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, pH dari hand sanitizer dalam bentuk gel berbahan pelepah pisang dengan penambahan alkohol dan triklosan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan analisis data deskriptif kualitatif. Faktor satu yaitu konsentrasi ekstrak pelepah (P), P1 = 5 mL, P2 = 5,5 mL, P3 = 6 mL dan faktor dua yaitu perbandingan alkohol dan triklosan (A), A1 = 3 mL: 2g, A2 = 2 mL: 1,75 g, A3 = 1 mL: 1,5 g. Hasil uji organoleptik warna putih susu dan aroma berbau khas pisang yang paling pekat terdapat pada perlakuan P2A3 dan P3A2 pH pada semua perlakuan bervariasi antara 6-7 tergantung formulasi. Kata Kunci : Alkohol, Ekstrak Pelepah Pisang, Gel, Hand Sanitizer, Triklosan
Co-Authors AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Agam Muarif Agus Salim Ahmad Farhan Ananda, Dhea Riski Andri Nur rizky Andrianto, M. Heryadi Anggraini, Dea Riski Aprillia, Ricka Arif Widodo Armadani, Wika Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari azhari, azhari azhari Basuki Santoso Chairina Chairina Chairinnisa, Chairinnisa Choirudin, Muhammad Alvin Cut Milya Cut Rika Saffira Dahliana Abdullah Devia Ayu Setyowati Diema Hernyka Satyareni Dwi Fibrian, Ivan Eggi Diswanto Eki Supratiwi Eni Suryani Evi Maulida Fadlan, Moh Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar DNA Febri Prima Fitriani Fitriani Fuji Maharani GITA SURYANI LUBIS Gunawan . Gunawan Gunawan Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hasibuan, Khalil Gibran Hery Widijanto Hijiriani, Awi Anugrah Hijjrah, Nur Hijratul Izzati humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul Ibrahim, Ishak Inggit Sari Inggit Sari Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jannah, Rouzatul Japri, Bryan Anthony Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Lalak Tarbiyatun Nasyin Maleiva Leni Maulinda, Leni Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Luvia, Indal Mahfuddara Mahfuddara Marcelina Marcelina, Marcelina Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita masud, Masud Mauliza Asri Meilasari, Fitriana Meriatna Meriatna Muammar Khadafi Muhammad Farhan MUHAMMAD IVANTO Muhammad Ma'shum Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad mukhamad masrur Muliadi Mulya, Maulana Heru Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Muslikhin Hidayat Muslikhin Hidayat Mutiawati Mutiawati Nadira Diandra Nainggolan, Yuni O Narul ZA Nasrul ZA Nasrun Nasrun Nasrun, Mahdalena Ningrum, Gemilang Oktavia Nita Sari Novi Sylvia Nurma Nurma Nuruddifa Alif Maghfirin Nurul Safriani Oktaviani, Eva Pramuni P Yolanda, Kristina Desideria Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri Nurjannah Raudhatul Jannah Resi Silvia Rina Zahara Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan rizki, sela rafidah Rosanti Dewi, Rosanti Rouzatul Jannah Rozanna Dewi Rully Marzuli Sigit Trahnawan Siti Mutrofin Siti Namira Sri Dea Varissa Suci Wulandari Sulhatun Sulhatun sulhatun, sulhatun sulhatun Sutrisno, Hendri Syahfitri, Ajeng Syahrul Khairi Syaikhuddin, Muhammad Miftakhul Syamsul Arifin Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tauhid Nursalim Teguh Prastyo, Arya Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Umairoh, Ummi Usman A. Gani Vania, Sherryl Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wildan, Siti Wivina Diah Ivontianti, Wivina Diah Wiza Ulfa Fibarzi Yupiyanti Yupiyanti Zahara Firda Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zulfa, Rahmita Zulfida Najla Azni Zulnazri, Z