Claim Missing Document
Check
Articles

Bimbingan Teknis Pementasan Teater dalam Melestarikan Teater Tradisi Lombok Sunardy Kasim; Murianto; Syamsurrijal; Abdul Muhid; Diah Supatmiwati
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i4.391

Abstract

The Community Service Activity in the form of Technical Guidance (bimtek) on Traditional Theatre is a collaborative effort between Bumigora University Mataram and Bale Agung Ajar Wali Foundation to support the development and preservation of traditional theatre arts in the region. This activity aims to provide an in-depth understanding of traditional theatre arts and train participants in various aspects of traditional theatre performance, including acting, dance movements and traditional music. In this activity, participants are encouraged to actively participate in presentation sessions, discussions and practical exercises where they can apply the concepts learnt in practical situations. The material presented covered the history, techniques and basic skills of traditional theatre arts, as well as the cultural values contained within them. The results of this activity showed that all participants followed all the materials well and the results of the traditional theatre practice sessions were also very satisfactory. The overall evaluation showed a high level of satisfaction of the participants with the activity as a whole, as well as positive impressions of the quality of the materials and the organization of the event.
Image Classification of Medicinal Plants Using Inception V3 and CNN: A Novel Implementation Kartarina, Kartarina; Islamiah, Nuratun; Supatmiwati, Diah; Zulfiqri, Muhammad; Triwijoyo, Bambang Krismono; Amrullah, Rahayun
International Journal of Electronics and Communications Systems Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Electronics and Communications System
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042//ijecs.v5i2.27930

Abstract

Indonesia is recognized as one of the world's biodiversity hotspots, with around 30,000 of the 40,000 global medicinal plant species found in its territory. This biological wealth is a strategic asset for health innovation and digital preservation. In areas with limited access to healthcare services, medicinal plants are the primary source of treatment, but their use is still hampered by the lack of a technology-based identification and documentation system. This study aims to develop and test a classification model for medicinal plants using a Convolutional Neural Network with Inception V3 architecture. The study uses the CRISP-DM (Cross-Industry Standard Process for Data Mining) framework, which ensures systematic stages of business understanding, data preparation, modeling, and evaluation. The dataset used consists of 2,750 leaf images in 25 classes, compiled from previous research and independent collections. The data was divided into 1,921 images for training and 823 images for testing using a 70:30 ratio. The model was evaluated using accuracy, precision, recall, and F1 score. The results showed that the Inception V3-based CNN achieved a training accuracy of 96%, which increased to 97% with optimized weights, while maintaining strong precision, recall, and F1 scores. This proves that the Inception V3-based approach is capable of providing high and stable classification performance for the identification of Indonesian medicinal plants. These findings highlight the effectiveness of the model in identifying Indonesian medicinal plants from leaf images, providing a promising foundation for the development of knowledge and potential real-world applications
An Analysis of Borrowing Technique Used in The Novel “A Study in Scarlet” by Arthur Conan Doyle Nahdoh, Wardhatun; Supatmiwati, Diah; Syamsurrijal, Syamsurrijal
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol. 12 No. 1 (2025): Humanitatis: Journal of Language and Literature
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v12i1.5271

Abstract

 Literary translation plays a crucial role not only as a linguistic bridge but also as a medium for transferring culture, aesthetic values, and complex emotional expressions. Unlike technical or legal translation, literary translation demands greater cultural and linguistic sensitivity, especially when dealing with culture-specific terms. One translation technique frequently employed in this context is borrowing, which helps preserve cultural authenticity in the target language. In Arthur Conan Doyle’s classic detective novel A Study in Scarlet, borrowing is particularly significant because the novel introduces cultural, social, and historical elements of 19th-century England, reflected in its distinctive vocabulary and cultural references. The objective of this research is to identify the borrowing technique used in the novel “A Study in Scarlet”, translated into “Penelusuran Benang Merah”. This study employed a descriptive qualitative method to describe the borrowing techniques found in the text. The analysis is based on Molina and Albir’s (2002) framework for translation techniques and Newmark’s (1988) classification of foreign cultural terms into five domains. The findings reveal 70 borrowing instances, comprising 49 pure borrowings and 21 naturalized borrowings, distributed across material culture, social culture, gestures and habits, organizations, and abstract concepts. These results highlight how borrowing functions as a translation strategy that simultaneously preserves cultural authenticity and ensures the readability of the target text. 
Pelatihan Dasar Bahasa Inggris untuk Guru TK Al Fadhil: Basic English Training for Al Fadhil Kindergarten Teachers Nur Alfilail; Nining Anggeraini; Lela Rahmawati; Diah Supatmiwati; Sri Astuti Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9743

Abstract

Pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak membutuhkan pendekatan yang menarik, sesuai dengan tahap perkembangan, dan mendukung pemerolehan bahasa secara alami. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru English for Young Learners (EYL) melalui rangkaian pelatihan terstruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris abad ke-21 dan pendidikan anak usia dini di sekolah Al Fadhil. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, termasuk analisis kebutuhan, pengembangan materi, pengajaran dasar Bahasa Inggris, pengenalan metode mengajar untuk anak-anak, serta pendampingan dalam penggunaan media pembelajaran berbasis tema. Pelatihan menggunakan kombinasi presentasi, diskusi, dan praktik langsung untuk memastikan para guru memperoleh pengetahuan tentang praktik dan pedagogi pengajaran EYL. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi linguistik dan pedagogis, yang tercermin dari partisipasi aktif guru, penerapan langsung ungkapan kelas berbahasa Inggris, serta meningkatnya kreativitas dalam penggunaan media pembelajaran. Selain itu, umpan balik positif dari seluruh peserta dan dukungan kuat dari sekolah menunjukkan bahwa program ini relevan, efektif, dan berpotensi dilanjutkan sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan.
Pengenalan Pemikiran Computational Thinking untuk Guru MI dan MTs Pesantren Nurul Islam Sekarbela Wiya Suktiningsih; Diah Supatmiwati; Ni Gusti Ayu Dasriani; Apriani; Ismarmiaty
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 1: JANUARI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/m8y03m85

Abstract

Computational Thinking (CT) adalah konsep berpikir secara komputasi dalam menyelesaikan suatu masalah. Saat ini para guru di MI dan MTs Pesantren Nurul Islam belum menerapkan CT dalam proses pembelajarannya. Metode pembelajaran dalam CT mencakup 4 pilar utama, yaitu: Dekomposisi, Abstraksi, Algoritma dan Pengenalan Pola. CT melatih siswa untuk berpikir secara komputasi sambil memecahkan masalah di semua disiplin ilmu. Berpikir Komputasi adalah suatu konsep proses berpikir yang melibatkan suatu perumusan masalah dalam menemukan solusinya, seperti cara berpikir suatu system computer atau mesin yang berkerja secara efektif. Metode pembelajaran CT membentuk siswa menjadi kreatif dan inovatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. Saat ini CT tidak hanya dapat diterapkan di bidang teknik informatika, akan tetapi dapat diintegrasikan dengan bidang keilmuan lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Program kegiatan pengabdian masyarakat ini memperkenalkan konsep CT untuk guru MI dan MTs di Pondok Pesantren Nurul Islam - Pagesangan Mataram. Dengan harapan guru dapat memasukkan CT ke dalam kurikulum pembelajaran yang diajarkan, supaya siswa mampu menyelesaikan masalah menggunakan konsep berpikir computational thinking, dan terkonsep secara alamiah menggunakan CT, hingga pemasalahan dapat diselesaikan secara efektif dan optimal.
Workshop dan Pelatihan Aplikasi Naskah Lontar Sasak sebagai Upaya Digitalisasi dan Pelestarian Budaya Lokal Kasim, Sunardy; Mardedi, Lalu Zazuli Azhar; Marzuki, Khairan; Syamsurrijal, Syamsurrijal; Supatmiwati, Diah; Muhid, Abdul
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.569

Abstract

Kegiatan workshop dan pelatihan aplikasi naskah lontar Sasak merupakan upaya strategis dalam meningkatkan literasi budaya dan kemampuan pemanfaatan teknologi digital pada masyarakat. Lontar Sasak sebagai warisan budaya lokal mengandung nilai-nilai adat, sejarah, dan pengetahuan tradisional yang perlu dilestarikan melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada implementasi workshop dan pelatihan penggunaan aplikasi naskah lontar sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya. Program ini dilaksanakan oleh Bale Agung Ajar Wali bekerja sama dengan dosen Universitas Bumigora, serta didukung oleh Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan aplikasi, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah lontar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop dan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap isi naskah lontar serta keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi, termasuk dalam mengakses, membaca, dan menelusuri informasi dalam naskah digital. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, workshop dan pelatihan aplikasi naskah lontar Sasak berperan sebagai model pengabdian yang efektif dalam mengintegrasikan literasi budaya dan literasi digital berbasis komunitas.
A LANGUAGE AND SOCIAL CONTEXT IN THE SYMBOLS OF THE RITUAL REBO BUNTUNG Diah Supatmiwati; Wiya Suktiningsih; Ni Ketut Sriwinarti; Ni Nyoman Widani; Sutarman
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.7.2.7427

Abstract

Lombok island is a piece of paradise rich in tradition and culture. The practiced tradition that still exists in Lombok is Rebo Bontong Tradition; it is especially practiced by the people around the coastal area of ​​Tanjung Menangis, Pringgabaya, East Lombok. In the present time, the development of modern technology has touched and influenced society, which has become a challenge for the community to maintain and preserve the existing values ​​or culture. The tradition of Rebo Bontong in practice in the past was different from what it is now. The previous tradition merely focused on worship without any entertainment elements in it; at the present, it is functioning as entertainment. Related to those notions, the problem arises are the current traditions and values of the Rebo Bontong ritual are eroded by the influence of modernization or are still the same. Therefore, this study aims to redefine the meaning of each value in the Rebo Bontong tradition as an effort to maintain the existence of traditional cultural meanings from generation to generation. This research is qualitative research using an ethnographic method approach that aims to study, describe, analyze and interpret the cultural patterns of an ethnic group in terms of behavior, beliefs, language, and shared views. This research was conducted at Ketapang Beach, Tanjung Menangis, Pringgabaya District, and East Lombok Regency. The results showed that the ritual symbolized the new meanings; they are (1) a symbol of intergenerational unity and (2) a symbol of environmental harmony and moral values as well as customs within the framework of religious culture. (3) Social symbols which are part of the social bond, social interaction media, and socialization media
Representasi Budaya Patriarki dan Diskriminasi Gender Abad Ke-19 dalam Serial Netflix Anne with an E: Kajian Feminisme Liberal Naomi Wolf: Representation of Patriarchal Culture and Gender Discrimination in the 19th-Century in Netflix Series Anne with an E: A Liberal Feminism Study of Naomi Wolf Adiwinata, Akbar; Supatmiwati, Diah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2597

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya patriarki terhadap munculnya diskriminasi gender serta mengidentifikasi bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam serial Anne with an E dalam upaya memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu dat primer dan data sekunder. Data primer penelitian ini berupa adegan dan dialog dalam serial Anne with an E, sedangkan data sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan referensi daring yang relevan. Penelitian ini menerapkan metode analisis kualitatif dengan menggunakan perspektif feminisme liberal Naomi Wolf sebagai kerangka teoritis dalam menafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya patriarki berkontribusi terhadap munculnya berbagai bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan. Bentuk diskriminasi tersebut tampak dalam beberapa aspek kehidupan, seperti dalam bidang pendidikan, kesempatan kerja, pernikahan, serta kebebasan individu dalam menentukan pilihan hidup. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa tokoh-tokoh perempuan dalam serial tersebut menampilkan berbagai strategi perlawanan sebagai respons terhadap ketidaksetaraan yang mereka alami. Bentuk-bentuk perlawanan tersebut diwujudkan melalui peningkatan kesadaran ideologis mengenai kesetaraan gender, pembentukan komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, kampanye mengenai kebebasan berpendapat dan berekspresi, upaya pembaruan dalam sistem pendidikan, serta dorongan bagi perempuan untuk berpartisipasi secara aktif dalam ranah politik. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi gerakan feminisme dalam serial tersebut menjadi sarana untuk menggambarkan perjuangan perempuan dalam menuntut pengakuan hak dan kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.