Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : CERATA

Penetapan Kadar Kafein Pada Teh Kering Kemasan Produksi Industri Teh di Pekalongan Rina Widhyani; Khusna Santika Rahmasari; Wirasti; Rini Kristiyanti; Slamet
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12 No 1 (2021): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v12i1.197

Abstract

Caffeine is one of the main alkaloid compounds in tea. The maximum limit of caffeine compounds in beverage food products based on SNI 01-7152-2006 is 50 mg / serving. Pekalongan has a packaged dry tea industry with a variety of brands, so caffeine content testing is required. This study aims to determine the differences in caffeine content in packaged dry tea produced by the tea industry in Pekalongan which is analyzed and to determine the caffeine content of all brands of tea samples that meet the maximum caffeine content requirements. The method used is the reverse phase High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method with octadecyl silica C18 as stationary phase, methanol for HPLC mobile phase with a flow rate of 1 mL / minute and a wavelength of 274 nm. The results showed that there were differences in caffeine content in packaged dry tea produced by the tea industry in Pekalongan. The level of caffeine is 1.753 mg / g (T1), 4,870 mg / g (T2), 5,157 mg / g (T3), 2,394 mg / g (T4), 3,601 mg / g (T5), 3,275 mg / g (T6), 3,900 mg / g (T7), 3,725 mg / g (T8), 7,048 mg / g (T9) and 5,348 mg / g (T10). The ten brands of tea samples in a dose of 5 grams per serving have a caffeine content that meets the maximum limit requirements according to SNI 01-7152-2006, namely 50mg / serving with the highest caffeine content in sample T9. The ten brands of tea samples are safe for consumption
Studi Pencegahan Penuaan Dini Kulit Dari Ekstrak Rumput Laut Coklat Padina Australis Hauck Melalui Penghambatan Aktivitas Enzim Kolagenase wirasti, wirasti; Slamet, Slamet; Rahmasari, Khusna Santika
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 2 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i2.869

Abstract

Penuaan dini kulit salah satunya disebabkan menurunnya jumlah kolagen akibat aktivitas enzim kolagenase yang berlebihan dikarenakan pengaruh intrisik dan ekstrinsik, sehingga kulit menjadi kusam, kering, dan terasa kasar. Salah satu penyebab faktor ekstrinsik yang sering terjadi disebabkan karena paparan sinar UV. Untuk hal tersebut diperlukan senyawa dari bahan alam khususnya Rumput Laut Coklat Padina australis Hauck yang mengandung karotenoid sebagai senyawa antioksidan dan menurunkan aktivitas penuaan dini kulit melalui penghambatan aktivitas enzim kolagenase. Tujuan penelitian ini adalah menguji ekstrak Padina australis Hauck sebagai penghambat aktivitas enzim kolagenase dan antioksidan. Tahapan penelitian meliputi(1) pengambilan sampel rumput laut coklat Padina australis di Pantai Gunung Kidul Yogyakarta, (2) Preparasi sampel yaitu pencucian, pengeringan dan pembuatan serbuk), (3) pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol pa dan penguapan menjadi ekstrak kental, (4) Pengujian aktivitas ekstrak terhadap enzim kolagenase metode kolorimetri menggunakan microplate rider, (5) analisis kandungan senyawa fukosantin dibandingkan dengan standar fukosantin menggunakan HPLC, (6) Pengujian ekstrak Padina australis terhadap antioksidan menggunakan metode BCB, (6) Analisis data, Hasil penelitian yang diperoleh adalah simplisia kering dengan kadar air 6,58%. Rendemen ekstrak kental yang dihasilkan sebesar 6,56%. Kadar yang telah fukosantin yang terdapat dalam ekstrak adalah 46,4185 mg/1000gram ekstrak, penghambatan aktivitas enzim kolagenase 50% (IC50) sebesar 68,81 µg/mL, serta besarnya daya antioksidan esktrak menggunakan metode Beta Caroten Bleaching (BCB)adalah (25,75±4,40) mg/mL lebih tinggi dibandingkan IC50 BHT sebesar (12,06±1,78) mg/mL. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak Padina australis mempunyai daya penghambatan terhadap aktivitas enzim Kolagenase kuat dan daya antioksidan metode BCB kategori sangat kuat.
Co-Authors A'yun, Qurrata Achmad Ridlo Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Adelia Fitriani Ainin, Shabrina Ainun Muthoharoh, Ainun Alfarizi, Muhammad Bahtiar ALIYAH, HIMATUL Allam, Faiq Aminuyati apt. Eko Mugiyanto, Eko Arum Dwi Nanda, Arum Atifah, Husnia Ayu Dyah Purwati Ayu Setyowati Azzahra, Nafisa Aufa Bagus Pambudi, Dwi Balqis, Fadia Indah Bayu Ishartono Bayu Ishartono citra_dinda Wardany Dwi Bagus Pambudi Eka Anydia Putri Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto, Eko Elsa Septiana Khoirunnisa Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Isna Fadillah, Rahma Ayu Firman Faradisi Fitriani, Adelia Fortuna, Putri Asabella Fuadiya, Laila Azka Giani Khairunnisa, Cantika Haqiqi, Izzatul Huda, Muhammad Syahrian Ida Astuti Ida Astuti Indriyani, Puspa Irma Suryani Irsyad, Khabibullah Isyti'aroh Izzahra, Astrid Ika Kamilah, Rasya Rizqi Khoirunnisa, Aishwarya Khoirunnisa, Elsa Septiana Kholisatuz Zahro Mafruroh, Mafruroh Maharani, Vanesa Maharisti, Retno Aulia Maulvi, M. Arsyi Muhammad Bahtiar Alfarizi Muhammad Syahrian Huda Nadia Salsabila Ulfa Naila Izza Sabila Ningrum, Wulan Agustin Nirmala, Mutiara Suci Nunung Mufida Nunung Mufida Nur, Achamd Vandian Nurul Janah, Fatimah Oktaviani, Riska Kurnia Pambudi, Dwi Bagus Pambudi, Dwi Bagus Prastika, Sisca Windy Putri, Eka Anidya Putriautami, Fernanda Meyra Rahmatullah, ST. Rasya Rizqi Kamilah Retno Aulia Maharisti Rina Widhyani Rini Kristiyanti S Slamet S Slamet, S Sabilla, Elsa Safitri, Arista Salsabila, Salma Fi Slamet Slamet . Slamet Slamet Slamet, Slamet Sugiharto, Sugiharto Supriyanto, Lukman Ulfa, Nadia Salsabila Ulhaq, M Daffa’ Dhiya’ Urmatul Waznah Utami, Budi Vandian Nur,, Achmad Vanesa Maharani Vira Septiya W Wirasti Wirasti Wirasti Wirasti Wirasti, W Wirasti, Wirasti Wulan Agustin Ningrum Wulandari, Hilda Fitria Yuvinda Devi Erviani Yuvinda Zahratulhakimah, Putri Balqis