p-Index From 2021 - 2026
6.748
P-Index
This Author published in this journals
All Journal El-QUDWAH Lembaran Ilmu Kependidikan Wahana Didaktika Jurnal Fourier Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Pi: Mathematics Education Journal Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Jurnal Tadris Matematika JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JPM : Jurnal Pendidikan Matematika ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Jurnal Komunikasi Pendidikan Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Padegogik Mandalika Mathematics and Educations Journal MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran EDUCASIA : Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika) Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) Pi: Mathematics Education Journal Media Abdimas International Journal of Trends in Mathematics Education Research (IJTMER) Jurnal Pendidikan Matematika Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Tadris Matematika Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Pada Materi Program Linear Kelas XI SMA Surya Buana Nasiyatun Nahdia; Abdul Halim Fathani; Yayan Eryk Setiawan
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.422 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas XI SMA Surya Buana. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitati dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Surya Buana. Subjek penelitian terdiri dari tiga peserta didik yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data yang diguanakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Subjek dengan kategori kemampuan berpikir kritis tinggi hanya mampu memenuhi dua indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan lengkap yakni indikator interpretasi (interpretation)dan analisis (analysis). 2) Subjek dengan kategori kemampuan berpikir kritis sedang tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan lengkap diantaranya interpretasi (interpretation), analisis (analysis), evaluasi (evaluation), inferensi (inference). 3) Subjek dengan kategori kemampuan berpikir kritis rendah, juga tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan lengkap diantaranya interpretasi (interpretation), analisis (analysis), evaluasi (evaluation), inferensi (inference).Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, soal cerita matematika, program linear. 
Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Pada Materi Program Linear Kelas XI SMA Surya Buana Nasiyatun Nahdia; Abdul Halim Fathani; Yayan Eryk Setiawan
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 14 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.789 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas XI SMA Surya Buana. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitati dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Surya Buana. Subjek penelitian terdiri dari tiga peserta didik yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data yang diguanakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Subjek dengan kategori kemampuan berpikir kritis tinggi hanya mampu memenuhi dua indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan lengkap yakni indikator interpretasi (interpretation)dan analisis (analysis). 2) Subjek dengan kategori kemampuan berpikir kritis sedang tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan lengkap diantaranya interpretasi (interpretation), analisis (analysis), evaluasi (evaluation), inferensi (inference). 3) Subjek dengan kategori kemampuan berpikir kritis rendah, juga tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis dengan baik dan lengkap diantaranya interpretasi (interpretation), analisis (analysis), evaluasi (evaluation), inferensi (inference).Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, soal cerita matematika, program linear.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN PENDEKATAN RME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KOORDINAT KARTESIUS PADA SISWA KELAS VIII Sehat Marwan; Mustangin Mustangin; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.964 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep koordinat kartesius pada siswa kelas VIII. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif sebagai pendekatan utama dan juga kuantitatif sebagai pendekatan pelengkap. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 79,6%, dan pada siklus II sebesar 84,4%. Persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar  72,60%, dan pada siklus II sebesar 83,47%. Melalui wawancara diperoloeh data persentase respon siswa pada siklus I sebesar 50%, dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Persentase hasil tes pemahaman konsep pada siklus I sebesar 62,06%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 75,86%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa, melalui model Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep koordinat kartesius pada siswa kelas VIII MTs Al-Khairiyah Putukrejo.Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Model Student Facilitator and Explaining (SFE), Realistic Mathematic Education (RME)
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI BANGUN RUANG PRISMA DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING KELAS VIII MTs DARUL ULUM BANGKALAN Ulfadilah Ulfadilah Ulfadilah; Surahmat Surahmat; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.039 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis peserta didik pada materi bangun ruang prisma ditinjau dari self regulated learning kelas VIII SMP MTs Darul Ulum Bangkalan, dan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan penalaran matematis peserta didik pada materi bangun ruang prisma ditinjau self regulated learning kelas VIII MTs Darul Ulum Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah peserta didik kelas VIII A MTs Islam Darul Ulum Bangkalan yang berjumlah 6. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama dan instrumen pendukung yaitu angket, tes soal, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan penalaran matematis peserta didik yang memiliki self regulated leraning tinggi dapat memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis, yaitu a) peserta didik mampu menganalisis situasi matematik, b) peserta didik mampu merencanakan proses penyelesaian, c) peserta didik mampu mememecahkan persoalan dengan langkah yang sistematis, dan d) peserta didik mampu enarik kesimpulan yang logis, (2) Kemampuan penalaran matematis peserta didik yang memiliki self regulated learning sedang hanya mampu memenuhi dua indikator kemampuan penalaran matematis, yaitu a) peserta didik mampu menganalisis situasi matematik, b) peserta didik mampu merencanakan proses penyelesaian, (3) Kemampuan penalaran matematis peserta didik yang memiliki self regulated learning rendah hanya mampu memenuhi satu indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, yaitu a) peserta didik mampu menganalisis situasi matematik. Kata Kunci: kemampuan penalaran matematis, bangun ruang prisma, self regulated learning
ANALISIS KEBUTAAN METAKOGNITIF BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA PADA MATERI SPLTV KELAS X SMA DALAM PEMBELAJARAN HYBRID Himma Anisa Sadiyah Fithria; Surya Sari Faradiba; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.37 KB)

Abstract

Abstrak: Metakognitif adalah kemampuan berpikir dimana objek pemikirannya dalam proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri. Terdapat tiga aspek dalam metakognitif yaitu planning, monitoring dan evaluation. Aktivitas-aktivitas ini disebut sebagai tahapan kemampuan metakognitif yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Setiap siswa memiliki kemampuan akan metakogniti yang berbeda-beda hal ini bisa dikelompokkan menggunakan jenis gaya belajar siswa. Fokus penelitian ini adalah bagaimanakah kebutaan metakognitif siswa berdasarkan gaya belajar pada materi SPLTV kelas X SMA?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah enam siswa kelas X MIPA 2 di SMA Negeri 1 Pagak Malang. Instrumen penelitian terdiri dari angket gaya belajar, soal pemecahan masalah SPLTV dan pedoman wawancara. Dalam penelitian ini, melakukan penyebaran angket gaya belajar, selanjutnya memilih 6 subjek dari 2 subjek setiap tiga jenis gaya belajar, setelah itu subjek mengerjakan masalah matematika secara individu untuk selanjutnya diwawancarai secara langsung dan daring untuk mengonfirmasi terjadinya kebutaan metakognitif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terjadinya kebutaan metakognitif pada enam subjek berdasarkan setiap jenis gaya belajar. Dari ketiga jenis gaya belajar tersebut dapat dikatakan bahwa red flag yang terjadi pada subjek berdasarkan gaya belajar yang paling dominan adalah subjek dengan gaya belajar kinestetik dengan jenis red flag lack of progress (LP-P) dan lack of progress (LP-E). Penelitian lebih lanjut dapat memperdalam kajian kebutaan metakognitif berdasarkan gaya belajar siswa pada materi dengan jenjang pendidikan yang berbeda dan terhadap siswa yang memiliki gaya belajar ganda.Kata Kunci: Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel (SPLTV), Lack of Progress (LP), Gaya Belajar, Kebutaan Metakognitif.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SIMAS ERIC DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING PADA MATERI SEGIEMPAT diana putri; Sunismi Sunismi; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 19 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.096 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self regulated learning tingkat (tinggi, sedang, rendah) pada materi segiempat dan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Penelitian ini menggunakan  mixed method desain sequential explanatory dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMPI Syamsul Arifin Pasuruan. Pengambilan sampel secara teknik Cluster Random Sampling,  diperoleh VIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian yaitu Factorial Experimental dengan instrumen soal tes dan angket. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara dan catatan lapangan. Pemilihan subjek dengan teknik Purposif Sampling diperoleh 6 subjek wawancara. Berdasarkan analisis data kuantitiaf melalui uji-t 2 jalur, diperoleh nilai sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05 tingkat  tinggi, 0,003 < 0,05 tingkat sedang, dan 0,000 < 0,05 tingkat rendah. Sehingga ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen  dengan kontrol pada materi segiempat. Berdasarkan hasil analisis wawancara dengan 6 subjek, menunjukkan bahwa kelas eksperimen pencapaian keberhasilan indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu 83,33%, dan  kelas kontrol hanya 75%. Maka disimpulkan kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Sedangkan analisis data mix research dengan membandingkan data kuantitatif pada tahap pertama dengan kesimpulan H0  ditolak. Dan data kualitatif tahap kedua dengan hasil yang menunjukkan bahwa pencapaian indikator kelas eksperimen lebih baik dari kontrol. Dengan demikian, pada metode mix research disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol ditinjau dari self regulated learning tingkat (tinggi, sedang, rendah) pada materi segiempat.Kata kunci: Kemampuan komunikasi matematis, Model pembelajaran Simas Eric, Self Regulated  Learning, Materi segiempat
KEMAMPUAN KONEKSI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MELALUI MODEL COOPERATIVE-MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN (C-MID) PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS Nibrisatul Hana; Surahmat Supangken; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 7 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.275 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan matematis peserta didik Indonesia berdasarkan hasil analisis PISA 2018 serta penggunaan model pembelajaran yang diberikan guru selama ini masih kurang efektif karena model pembelajaran yang digunakan berpusat pada guru. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan, mendeskripsikan kemampuan dan mendeskripsikan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematis peserta didik antara kelas eksperimen dan kontrol pada materi koordinat Kartesius kelas VIII MTs. Al Hidayah Karangploso. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kombinasi (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Data kuantitatif diperoleh dari pretest dan posttest dan analisisnya menggunakan uji-t dua pihak dengan hasil terdapat perbedaan kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematis antara kelas eksperimen dan kontrol. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil analisis data kualitatif menunjukkan pencapaian indikator kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas eskperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dengan demikian hasil data kualitatif dapat membuktikan, melengkapi, dan memperkuat hasil data kuantitatif kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematis peserta didik. Kata kunci: model cooperative-meaningful instructional design (C-MID), koneksi matematis, pemecahan masalah matematis.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI MODEL PACE PADA MATERI KUBUS DAN BALOK PESERTA DIDIK SMPN 4 KEPANJEN Siti Mar atus Solikah; Mustangin Juwaini; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 6 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.686 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui adakah perbedaan kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif antara peserta didik kelas eksperimen (dengan model PACE) dengan kelas kontrol (dengan model konvensional) pada materi kubus dan balok; 2) Untuk mengetahui manakah yang lebih baik kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif antara peserta didik kelas eksperimen dengan kelas kontrol pada materi kubus dan balok. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods research designs dengan jenis penelitian explanatory sequential design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMPN 4 Kepanjen dan sampel penelitian yang diambil adalah VIIID dan VIIIE dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Dalam tahap I menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain eksperimen semu (quasi eksperimental design). Instrumen yang digunakan adalah soal pre-test dan post-test kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif. Data diperoleh dengan melakukan tes kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif. Pada tahap II desain yang digunakan yakni kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif matematis antara peserta didik kelas eksperimen dengan kelas kontrol pada materi kubus dan balok; 2) kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif matematis antara peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol pada materi kubus dan balok
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) BERBANTUAN ALAT PERAGA PUZZLE PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Ainiyatul Aliyah; Zainal Abidin; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 7 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.687 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan koneksi matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol, untuk mengetahui manakah yang lebih baik kemampuan koneksi matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol dan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik antara kelas eksperimen yang diberi model pembelajaran  CORE berbantuan alat peraga puzzle dengan kelas kontrol yang diberi model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kubus dan balok siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sukorejo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixe method) dengan jenis penelitian sequential explanatory.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil uji-t dua pihak berbantuan Software SPSS 23 diperoleh nilai Sig 2-tailed  maka  ditolak yang berarti ada perbedaan kemampuan koneksi matematis antara kelas yang diberi model pembelajaran CORE berbantuan alat peraga puzzle dengan kelas yang diberi model pembelajaran konvensional. (2)  Hasil uji-t satu pihak diperoleh nilai  atau 3,628977287  dengan demikian,  ditolak yang artinya kemampuan koneksi matematis kelas yang diberi model pembelajaran CORE lebih baik daripada kelas yang diberi model pembelajaran konvensional. (3) Dari hasil analisis data kualitatif siswa kelas eksperimen diperoleh rata-rata telah memenuhi semua indikator koneksi matematis, sedangkan siswa kelas kontrol memenuhi sebagian indikator kemampuan koneksi matematis. Kata kunci: Kemampuan koneksi matematis, model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing,Reflecying, Extending), alat peraga.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL MEANS ENDS ANALYSIS DAN METODE INVITATION INTO INQUIRY DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATERI POLA BILANGAN KELAS VIII SMP NEGERI 25 MALANG Hikmah Imroatul Afifah; Zainal Abidin; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 18 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.852 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik bergaya kognitif field dependence melalui model means ends analysis dan metode invitation into inquiry dengan model pembelajaran konvensional; (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah  matematis peserta didik bergaya kognitif  field independence kelas eksperimen dan kelas kontrol; (3) untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik bergaya kognitif field dependence kelas eksperimen dan kelas kontrol; (4) untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik bergaya kognitif field independence kelas eksperimen dan kelas kontrol; (5) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik bergaya kognitif field dependence melalui model means ends analysis dan metode invitation into inquiry. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan metode campuran (mixed method) dengan jenis sequential explanatory design. Sampel dalam penelitian kuantitatif diperoleh kelas VIII B (kelas kontrol) dan kelas VIII C (kelas eksperimen). Subjek penelitian kualitatif berjumlah empat peserta didik yang terdiri dari dua peserta didik dari masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan ketentuan satu peserta didikbergaya kognitif field dependence dan satu peserta didik bergaya kognitif field independence. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes, sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil Hasil penelitian ini yaitu (1)    Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik bergaya kognitif field dependence antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang signifikan. (2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik bergaya kognitif field independence antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. (3) Kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada kelas eksperimen  lebih baik daripada kelas kontrol. (4) Kemampuan pemecahan masalah  matematis peserta didik pada kelas eksperimen sama dengan kelas kontrol . (5) pencapaian indikator kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen  lebih baik dari kelas kontrol. Sehingga tidak terdapat perbedaan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif yang artinya hasil kualitatif melengkapi, mendukung, dan memperkuat hasil kuantitatif pada tahap pertama.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Model Means Ends Analysis, Metode Invitation into Inquiry, Gaya Kognitif.
Co-Authors Abadiyah, Sa’diyatul Ahmad Aji Ainiyatul Aliyah Ainur Rosikin Ainur Rosikin Alifiani, Alifiani Alifiani, Alifiani Amanda, Putri Sagita Anies Fuady Aniqotizzahro, Salma Ariny Farah Dyna Awae, Waekhodiyoh Chusnia, Rifatul Diana Lestari diana putri Dita Kusuma Anggraeni Doluubeng, Muhamad Yusri Ellysa Ummirotul Jannah Ervin Hardianto Fadhila Kartika Sari Fahrudin, Fadrik Adi Fatimah, Oryza Lisativani Fatmasari, Silvi Firul Santriyo Fitriyana Desynta Lubis Fuady, Anies Ganjar Setyo Widodo Gusti Firda Khairunnisa Habibah, Siti Ummu Hanana, Roudatul Handariyatul Masruroh Hidayatni, Nirmalawati Hikmah Imroatul Afifah Hilyatul Jannah Himma Anisa Sadiyah Fithria Intan Dwi Cahyani Irsyadatul Mahmudah Isbadar Nursit Ismi Nurafdila Pangestu Isnaini Nur Azizah, Isnaini Ivan Hartaji Ivan Hartaji Ivan Ivan Hartaji Jannah, Ellysa Ummirotul Khasanah, Mir’atul Khoirul Siti Mahmudah Kholada Sa’diyah Lailatul Mahfiroch Lutfia, Annizatul Lizza Mei Lutviatul Hasana M. Haafidh Ibnu Sulthoon Mahmudah, Khoirul Siti Mahmudi Prasetiyo, M. Mar&#039;atul Hasanah Mar'ah Rohmatul Ummah Maulidiyah, Faizzatul Moh Ridho Al Jauhariy Muhammad Baidawi Mustangin Juwaini Mustangin Mustangin Nanda Amaliah Pramawanda Nasiyatun Nahdia Ni’mah, Rivatul Nibrisatul Hana Nur Haliza, Jubaida Okta, Ira Maya Oryza Lisativani Fatimah Prasetiyo, M. Mahmudi Putri Daiana Rara Adiningsih Rivatul Ni’mah Roudatul Hanana RR. Ettie Rukmigarsari Sadina Mukarima, Ulfa Santriyo, Firul Sehat Marwan Siti Julaeha Siti Mar atus Solikah siti munawaroh Siti Munawaroh Siti Munawarroh Siti Nurul Hasana Siti Ummu Habibah Siti Ummu Habibah Sunismi Sunismi . Sunismi Sunismi Surahmat Surahmat Surahmat Surahmat Surya Sari Faradiba Teguh Sugiharto Teguh Sugiharto Ulfadilah Ulfadilah Ulfadilah Ummah, Mar'ah Rohmatul Veronika Dwi Cahyani Vivi Lailatul Ismi Walida, Sikky El Widi Anindyta Partington Widiyanti, Ria Yayan Eryk Setiawan Yoga Klody Arianto Yoga Klody Arianto Yula Milshteyn Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi Yuliana Yuliana Yuni Maulana Permatasari Zainal Abidin Zainal Abidin