p-Index From 2021 - 2026
6.748
P-Index
This Author published in this journals
All Journal El-QUDWAH Lembaran Ilmu Kependidikan Wahana Didaktika Jurnal Fourier Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Pi: Mathematics Education Journal Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Jurnal Tadris Matematika JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JPM : Jurnal Pendidikan Matematika ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Jurnal Komunikasi Pendidikan Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Padegogik Mandalika Mathematics and Educations Journal MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran EDUCASIA : Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika) Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) Pi: Mathematics Education Journal Media Abdimas International Journal of Trends in Mathematics Education Research (IJTMER) Jurnal Pendidikan Matematika Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Tadris Matematika Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS Ellysa Ummirotul Jannah; Abdul Halim Fathani; Anies Fuady
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.172 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis kemampuan berpikir kritis peserta didik   dalam  memecahkan  masalah matematis. Kemampuan berpikir kritis merupakan suatu kemampuan dasar dalam memecahkan masalah. Dengan adanya kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika dapat memanimilisir terjadinya kesalahan saat menyelesaikan suatu permasalahan, sehingga pada hasil akhir diperoleh suatu penyelesaian dengan kesimpulan yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi literatur dari berbagi sumber  jurnal dan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli atau peneliti terdahulu yang kemudian akan dianalisis dan ditarik suatu kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari kajian literatur dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis peserta didik memiliki pernan penting dalam memecahkan masalah secara matematis. Kata Kunci: kemampuan berpikir, berpikir kritis, memecahkan masalah matematis.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Vivi Lailatul Ismi; Abdul Halim Fathani; Fadhila Kartika Sari
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 20 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.333 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal hots pada materi trigonometri ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Global Islamic School Al-Amin jurusan IPS. Prosedur pengumpulan data yakni menggunakan angket, tes, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu pada kelompok subjek gaya kognitif field independent (FI) cenderung tidak memiliki daya analitik tinggi, tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar, dan mampu mengolah informasi. Dari keseluruhan kelompok field independent (FI) yang telah dipaparkan, kelompok FI tidak mampu menciptakan hal baru dari informasi yang ada. Kelompok subjek FI hanya memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kritis yaitu: 1) memahami masalah (fokus) dan 2) melakukan tinjauan kembali. Pada kelompok subjek gaya kognitif field dependent (FD) cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan dan hanya menerima informasi yang ada. Subjek FD hanya bisa terpaku pada soal seperti halnya dalam menyimpulkan subjek FD hanya bisa menyimpulkan bahwasannya soal ini mencari panjang AC dan besar sudut BAC. Subjek hanya bisa mengambil informasi ada tanpa mengolah informasi yang ada. Subjek hanya bisa meniru tanpa menciptakan hal baru. Subjek FD hanya memenuhi satu indikator kemampuan berpikir kriis yaitu fokus. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, soal HOTS, gaya kognitif , trigonometri
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL TIPE HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILL) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Widi Anindyta Partington; Abdul Halim Fathani; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.113 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menyelesaikan soal tipe HOTS ditinjau dari gaya belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian merupakan enam siswa kelas IX D di SMP Negeri 7 Malang yang memiliki jawaban soal tes benar dan memiliki nilai kecenderungan gaya belajar tinggi dari masing-masing kelompok gaya belajar. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan kuisioner gaya belajar, soal tes, dan wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa (a) Subjek Kecenderungan Gaya Belajar Visual.  Subjek V1 dan V2 mampu memenuhi semua indikator tahapan polya. Pada saat tahap merencanakan penyelesaian masalah kedua subjek tersebut menggunakan cara penyelesaian yang berbeda. Subjek dengan gaya belajar visual lebih fokus pada satu cara penyelesaian, subjek V1 dan V2 dalam menyelesaikan soal tipe HOTS cenderung fokus pada apa yang dilihat atau apa yang sudah ada tanpa memikirkan kemungkinan lainnya.  (b) Subjek Kecenderungan Gaya Belajar Auditori. Subjek A1 dan A2 mampu memenuhi semua indikator tahapan polya. Pada tahap merencanakan penyelesaian masalah kedua subjek memikirkan lebih dari satu cara tetapi cara yang digunakan keduanya berbeda. Subjek dengan gaya belajar auditori mampu menjelaskan secara detail proses penyelesaiannya; (c) Subjek Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik. Subjek K1 dan K2 mampu memenuhi semua indikator tahapan polya. Pada tahap merencanakan penyelesaian masalah kedua subjek menalar dan menggambar untuk menentukan cara penyelesaian masalah. Subjek dengan gaya belajar kinestetik tidak menuliskan kesimpulan dikarenakan siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih fokus belajar melalui memanipulasi dan praktik. Tetapi saat dilakukan wawancara subjek K1 dan K2 menyatakan bahwa subjek memeriksa kembali hasil dan proses penyelesaiannya.
MODEL PEMBELAJARAN POE2WE BEBANTUAN E-MODULE MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI INTEGRAL TAK TENTU FUNGSI ALJABAR KELAS XI SMA WIDYAGAMA MALANG Yuni Maulana Permatasari; Alifiani Alifiani; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.547 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep peserta didik dalam penggunaan model pembelajaran POE2WE dengan bebantuan e-modul, mendeskripsikan respon peserta didik terhadap penggunaan model pembelajaran POE2WE, mendeskripsikan hasil dari pemahaman konsep matematika peserta didik dari penggunaan model pembelajaran POE2WE dengan bebantuan e-modul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Widyagama Malang yang berjumlah 23 orang.Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari ini lembar observasi, soal tes, lembar catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep di kelas XI IPS SMA Widyagama Malang masih terbilang rendah. Hal ini dilihat dari nilai ulangan harian peserta didik yang berkaitan dengan pemahaman konsep terbilang cukup rendah dengan rata-rata 60,43 sedangkan KKM pada sekolah tersebut sebesar 75. Peningkatan pemahaman konsep matematika peserta didik materi integral tak tentu fungsi aljabar dengan model POE2WE bebantuan e-modul dapat dilihat dari hasil analisis data kualitatif antara lain kegiatan peserta didik dan keterlaksanaan pembelajaran (kegiatan peneliti), serta dari hasil analisis data kualitatif yaitu hasil tes akhir siklus. Dalam pelaksanaan penelitian ini terpacu pada indikator keberhasilan yaitu keterlaksanaan pembelajaran ≥80% , aktifitas peserta didik saat pembelajaran ≥80%, ketuntasan kemampuan pemahaman konsep ≥75 dan nilai rata-rata kelas ≥75.Kata kunci: Model pembelajaran POE2WE, E-Modul, Pemahaman Konsep
KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (AIR) MENGGUNAKAN MEDIA MIND MAPPING PADA MATERI BILANGAN BULAT KELAS VII SMP SHALAHUDDIN MALANG siti munawaroh; Surahmat Surahmat; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 8 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.254 KB)

Abstract

matematis siswa serta penggunaan model pembelajaran yang diberikan guru selama ini masih kurang efektif karena model pembelajaran yang didominasi berpusat pada guru yaitu pembelajaran konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) menggunakan media mind mapping dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional menggunakan media mind mapping pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat siswa kelas VII SMP Shalahuddin Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (Mixed Method). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Shalahuddin Malang dengan sampel 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan 33 sebagai kelas kontrol.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (1) tes kemampuan, (2) wawancara, (3) observasi, (4) catatan lapangan. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari rata-rata dan persentase hasil tes kemampuan. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) menggunakan media mind mapping dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional menggunakan media mind mapping. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan menggunakan sofware SPSS 20 dengan level of significant a = 0,05 kemampuan penalaran didapatkan nilai sig. (2-tailed) = 0,000 < a = 0,05 dan kemampuan pemecahan masalah matematis didapatkan nilai sig. (2-tailed) = 0,001 < a = 0,05 maka H1 diterima. Sehingga hasil data kualitatif dapat digunakan untuk mendukung data hasil penelitian kuantitatif.Kata Kunci: Model Pembelajaran (AIR), Media Mind Mapping, Kemampuan Penalaran Matematis, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN RESILIENSI MATEMATIS SISWA Siti Ummu Habibah; Abdul Halim Fathani; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 9 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.249 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan resiliensi matematis siswa dan 2) mengetahui apakah ada hubungan antara kemampuan berpikir kreatif matematis dengan resiliensi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripstif. Subjek penelitian merupakan tiga siswa kelas IX SMP/MTs yang bertempat tinggal di Ma’had Tarbiyah Islamiyah Dar Al-Hikmah yang memiliki klasifikasi tingkat resiliensi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan soal tes, wawancara, dan kuesioner kemampuan berpikir kreatif matematis untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan resiliensi matematis siswa. Hasil penelitian disajikan berdasarkan klasifikasi tingkat resiliensi matematis tinggi, sedang, dan rendah, yang kemudian akan dideskripsikan bagaimana proses penyelesaian soal kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan resiliensi matematis siswa dan setelah itu mencari tahu  apakah ada hubungan atau tidak antara kemampuan berpikir kreatif matematis dan resiliensi matematis subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa 1) subjek dengan resiliensi matematis tinggi memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis tingkat 3 (kreatif) yang mampu memenuhi semua indikator (indikator lancar, indikator luwes, indikator orisinal, dan indikator memperinci) dengan pencapaian masing-masing indikator dengan baik, kemudian subjek dengan resiliensi matematis sedang memiliki kemampuan berpikir matematis tingkat 1 (kurang kreatif) yang hanya memiliki dua dari empat indikator kemampuan berpikir kreatif matematis (indikator lancar dan indikator luwes), dan subjek dengan resiliensi matematis rendah memiliki kemampuan berpikir kreatif maematis tingkat 2 (cukup kreatif) yang mampu memenuhi semua indikator namun pencapaian dua indikator dari empat indikator belum baik (indikator orisinal dan indikator memperinci). 2) pada Subjek ST dapat ditemukan bahwa antara kemampuan berpikir kreatif matematis dan resiliensi matematis memiliki hubungan, sedangkan pada Subjek SS, dan Subjek SR ditemukan bahwa antara kemampuan berpikir kreatif matematis dan resiliensi matematis tidak memiliki hubungan.Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif matematis, resiliensi matematis
The Effect of Flipped Classroom Learning in Enhancing Mathematics Learning Outcomes of Blind Students During The Pandemic Oryza Lisativani Fatimah; Rara Adiningsih; Fitriyana Desynta Lubis; Abdul Halim Fathani
Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v6i1.2320

Abstract

This study aims to analyze the effect of Flipped Classroom learning on the mathematics learning outcomes of blind students during the Covid-19 pandemic. This type of research is Quasi-Experimentals with Nonequivalent Control Group Designs. The population used in this research is the blind students of class V and class VI of SLBN ABD Kedungkandang Malang city with 12 students. Samples were taken using a saturated sampling technique. The experimental class uses the Flipped Classroom learning model for class VI students, and the control class uses a direct learning model as a comparison, namely for class V students. The data results show Normal and Homogeneous with the resulting significance value > 0.05. Then the final test is the independent sample t-test to determine whether there is a difference in the average of the two unpaired samples from the data. Depending on the first decision by observing the column value Sig.t count (2-tailed) or P-value, required if the value of Sig. t-count 0.05, then H0 is accepted, and if the value of Sig. t-count 0.05, then H0 is rejected. From the second decision, H0 is rejected, and H0 is not enough to be accepted. The results showed that learning mathematics with the Flipped Classroom learning model for blind students in the covid-19 pandemic had a more positive effect than the results of learning mathematics in a direct learning class or without any treatment with the Flipped Classroom model.
Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik pada materi pola bilangan Ivan Ivan Hartaji; Isbadar Nursit; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 21 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peningkatan proses pembelajaran matematika di dalam kelas membutuhkan kemampuan berpikir keratif. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir kreatif adalah salah satu kemapuan matematis yang penting dikuasai dan dikembangkan oleh peserta didik. Berpikir kreatif menambah dukungan kepada peserta didik sehingga peserta didik lebih bersemangat untuk memecahkan masalah. Berpikir kreatif adalah kemapuan mengeksplorasi ide yang berbeda, berkualitas, dan sesuai tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik pada materi pola bilangan kelas VIII MTs Mamba’ul Ulum Pandaan. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, jenis kualitatif yang digunakan adalah deskriptif  kualitatif. Proses pengambilan data dilaksanakan di MTs Mamba’ul Ulum Pandaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu observasi, tes dan wawancara. Setelah data diperoleh, kemudian dilakukan analisis data kualitatif yang terdiri dari: analisis sebelum di lapangan dan analisis selama di lapangan. Analisis selama dilapangan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan hasil kesimpulan. Setelah itu dilakukan uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif matematis tinggi memenuhi 4 indikator. Peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif sedang memenuhi 2 indikator, sedang peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif renah tidak memenuhi satupun indikator yang telah ditetapkan. kata Kunci : berpikir kreatif, pola bilangan,Matematika SMP
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Ditinjau dari Kecerdasan Logis-Matematis dan Linguistik Pada Peserta Didik Kelas XI di MAN Kota Batu Lailatul Mahfiroch; Sunismi Sunismi; Abdul Halim Fathani; Ariny Farah Dyna
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 21 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari kecerdasan logis-matematis dan linguistik dan mendeskripsikan tingkat kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari kecerdasan logis-matematis dan linguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskripstif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 peserta didik, terdiri atas peserta didik dengan kecerdasan logis-matematis dan linguistik masing-masing dengan tingkat tinggi, sedang rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh peserta didik dengan kemampuan literasi matematika ditinjau dari kecerdasan logis-matematis tingkat tinggi telah mampu memenuhi seluruh indikator pada semua proses merumuskan, menerapkan dan menafsirkan. Sedangkan tingkat sedang, hanya proses menerapkan yang indikatornya dapat dipenuhi. Pada tingkat rendah, seluruh proses belum dipenuhi dengan baik. Peserta didik dengan kemampuan literasi matematika ditinjau dari kecerdasan linguistik tingkat tinggi telah memenuhi seluruh indikator pada seluruh proses. Sedangkan pada tingkat sedang hanya mampu memenuhi proses merumuskan saja. Pada tingkat rendah belum memenuhi seluruh proses. Tingkat kemampuan literasi matematika ditinjau dari kecerdasan logis-matematis dan linguistik menunjukkan peserta didik dengan kemampuan literasi matematika tinggi dalam menyelesaikan soal HOTS yang memiliki kecerdasan linguistik lebih unggul. Sedangkan peserta didik dengan kemampuan literasi matematika sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal HOTS yang memiliki kecerdasan logis-matematis lebih tinggi. Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematika, Soal HOTS, Kecerdasan logis-matematis, dan Kecerdasan LinguistikAbstact The purpose of this study is to describe the ability of mathematical literacy to solve the HOTS problem to be viewed as logical and linguistic intelligence and to describe the degree of mathematical literacy to solve the HOTS problem as a result of logical and linguistic intelligence. This study uses a qualitative research approach with a qualitative descriptive type. The subjects in this study were six students, consisting of students with high-level, low-level logical and linguistic intelligence. The data collection techniques in this study used numbers, tests, and interviews. The research results obtained by participants with mathematical literacy skills reviewed by high-level logical-mathematical intelligence have been able to meet all indicators in all processes of formulating, applying and interpreting. While the level is moderate, only the application process can be met. At a low level, the whole process has not been properly fulfilled. Participants with mathematical literacy skills reviewed by high-level linguistic intelligence have met all indicators throughout the process. Meanwhile, at a moderate level it is only able to fulfill the formulation process. At a low level it hasn't met the whole process. The level of mathematical literacy is reviewed by both logical and linguistic intelligence, indicating that participants with high mathematical literacy skills in solving the HOTS problem have superior linguistic intelligence. Meanwhile, participants with moderate and low mathematical literacy skills in solving HOTS problems that have higher logical and mathematical intelligence. Keywords: Mathematical Literacy, HOTS Problems, Mathematical-Logical Intelligence, and Linguistic Intelligence
EFEKTIVITAS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL COLLABORATIVE LEARNING DENGAN MEDIA BLOG PADA MATAKULIAH KALKULUS II Sunismi Sunismi; Abdul Halim Fathani; Muhammad Baidawi
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.766 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i1.3944

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji efektivitas berpikir kritis mahasiswa melalui penerapan model collaborative learning dengan media blog pada mata kuliah kalkulus II. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan jenis rancangan the nonequivalent pretest-posttest control group. Sedangkan teknik analisis data penelitian yang digunakan adalah Uji t berpasangan (paired t-test), melalui program SPSS 16.0 for Windows dengan Independent Sample T-Test, dengan terlebih dahulu melakukan prasyarat, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, yaitu uji Lilliefors (Kolmogorov-Smirnov) normality test dan uji Levene’s (uji homogenitas). Sampel mahasiswa semester II Unidha dan Unisma berjumlah 118 mahasiswa. Hasil penelitian untuk data postes, berdasarkan hasil uji t melalui program SPSS 16.0 for Windows, dengan menggunakan Independent Sample T-Test (t-test for equality of means) untuk data postes (kemampuan berpikir kritis) di Unisma dan Unidha Malang, diperoleh nilai signifikansi (sig.2-tailed) adalah 0,049 dan 0,045, karena lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis mata kuliah kalkulus II mahasiswa Unisma dan unidha Malang antara kelompok eksperimen (model collaborative learning) dan kelompok kontrol (model konvensional) berbeda secara signifikan. Berdasarkan nilai rata-rata nilai postes di Unisma pada kelompok eksperimen sebesar 63.67, dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 53.43, demikian juga nilai rata-rata nilai rata untuk data postes di Unisma Malang pada kelompok eksperimen sebesar 65.83, dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 60.04, dikarenakan nilai rata-rata kelompok ekespeerimen lebih besar dari pada nilai rata kelompok kontrok pada niai postes kedua sampel di Unisma dan Unidha, maka dapat disimpulkan kemampuan berpikir kritis mata kuliah kalkulus II mahasiswa di Unisma dan Unidha antara kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Kata Kunci: Kemamapuan Berpikir Kritis, Collaborative Learning, Media Blog, Kalkulus II Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness test of students' critical thinking through the application of collaborative learning models with media blogs on the second calculus course. This study uses a quasi-experimental design with the nonequivalent pretest-posttest control group design. While the research data analysis technique used is paired t-test, through the SPSS 16.0 for Windows program with Independent Sample T-Test, by first conducting the prerequisites, namely the normality test and homogeneity test, namely the Lilliefors test (Kolmogorov- Smirnov) normality test and Levene's test (homogeneity test). Samples of Unidha and Unisma second semester students totaled 118 students. The results of the study for posttest data, based on the results of the t test through the SPSS 16.0 for Windows program, using the Independent Sample T-Test (t-test for equality of means) for posttest data (critical thinking skills) at Unisma and Unidha Malang, obtained significance values (sig.2-tailed) is 0.049 and 0.045, because it is smaller than 0.05, it can be concluded that the critical thinking ability of calculus II students of Unisma and Unidha Malang students between the experimental group (collaborative learning model) and the control group (conventional model ) significantly different. Based on the average value of posttest at Unisma in the experimental group of 63.67, and the average value of the control group at 53.43, as well as the average value of the posttest data at Unisma Malang in the experimental group at 65.83, and the average value control group of 60.04, because the average value of the experimental group was greater than the average value of the control group in the post-test scores of both samples at Unisma and Unidha, it can be concluded the critical thinking skills of calculus II students at Unisma and Unidha between the experimental groups were better compared to the control group. Keywords: critical thinking ability, collaborative learning, blog media, calculus II
Co-Authors Abadiyah, Sa’diyatul Ahmad Aji Ainiyatul Aliyah Ainur Rosikin Ainur Rosikin Alifiani, Alifiani Alifiani, Alifiani Amanda, Putri Sagita Anies Fuady Aniqotizzahro, Salma Ariny Farah Dyna Awae, Waekhodiyoh Chusnia, Rifatul Diana Lestari diana putri Dita Kusuma Anggraeni Doluubeng, Muhamad Yusri Ellysa Ummirotul Jannah Ervin Hardianto Fadhila Kartika Sari Fahrudin, Fadrik Adi Fatimah, Oryza Lisativani Fatmasari, Silvi Firul Santriyo Fitriyana Desynta Lubis Fuady, Anies Ganjar Setyo Widodo Gusti Firda Khairunnisa Habibah, Siti Ummu Hanana, Roudatul Handariyatul Masruroh Hidayatni, Nirmalawati Hikmah Imroatul Afifah Hilyatul Jannah Himma Anisa Sadiyah Fithria Intan Dwi Cahyani Irsyadatul Mahmudah Isbadar Nursit Ismi Nurafdila Pangestu Isnaini Nur Azizah, Isnaini Ivan Hartaji Ivan Hartaji Ivan Ivan Hartaji Jannah, Ellysa Ummirotul Khasanah, Mir’atul Khoirul Siti Mahmudah Kholada Sa’diyah Lailatul Mahfiroch Lutfia, Annizatul Lizza Mei Lutviatul Hasana M. Haafidh Ibnu Sulthoon Mahmudah, Khoirul Siti Mahmudi Prasetiyo, M. Mar&#039;atul Hasanah Mar'ah Rohmatul Ummah Maulidiyah, Faizzatul Moh Ridho Al Jauhariy Muhammad Baidawi Mustangin Juwaini Mustangin Mustangin Nanda Amaliah Pramawanda Nasiyatun Nahdia Ni’mah, Rivatul Nibrisatul Hana Nur Haliza, Jubaida Okta, Ira Maya Oryza Lisativani Fatimah Prasetiyo, M. Mahmudi Putri Daiana Rara Adiningsih Rivatul Ni’mah Roudatul Hanana RR. Ettie Rukmigarsari Sadina Mukarima, Ulfa Santriyo, Firul Sehat Marwan Siti Julaeha Siti Mar atus Solikah Siti Munawaroh siti munawaroh Siti Munawarroh Siti Nurul Hasana Siti Ummu Habibah Siti Ummu Habibah Sunismi Sunismi . Sunismi Sunismi Surahmat Surahmat Surahmat Surahmat Surya Sari Faradiba Teguh Sugiharto Teguh Sugiharto Ulfadilah Ulfadilah Ulfadilah Ummah, Mar'ah Rohmatul Veronika Dwi Cahyani Vivi Lailatul Ismi Walida, Sikky El Widi Anindyta Partington Widiyanti, Ria Yayan Eryk Setiawan Yoga Klody Arianto Yoga Klody Arianto Yula Milshteyn Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi Yuliana Yuliana Yuni Maulana Permatasari Zainal Abidin Zainal Abidin