Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN GURU MENGENAI KURIKULUM ANTI KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI KOTA SEMARANG Ellya Rakhmawati; Desi Maulia; Dini Rakhmawati; Yovitha Yuliejantiningsih
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3879

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pengetahuan guru di HIMPAUDI terkait prevensi kekerasan seksual anak (KSA) melalui pelatihan, memperoleh dukungan orang tua dalam menerapkan pendidikan seksualitas sebagai prevensi KSA, meningkatkan keterampilan pemanfaatan IPTEKS dalam kurikulum anti kekerasan seksual (KAKS) melalui penerapan Seri Animasi Miko Mila dan Buku Komik Berseri tentang Organ Reproduksi, dan mendampingi guru dalam menyusun kurikulum KAKS. PKM menggunakan pendekatan pembangunan komunitas berfokus pada pengembangan komunitas. PKM melibatkan HIMPAUDI Kota Semarang sebagai subjek dan obyek melibatkan partisipan dalam kegiatan PKM untuk meningkatkan perannya dalam pengembangan kelompok. PKM dilaksanakan 6 bulan. Tim PKM memberikan materi pendidikan seksual berupa pencegahan KSA di sekolah, penanganan KSA di sekolah dan masyarakat, serta pelaporan pengaduan KSA di sekolah dan masyarakat. Hasil PKM diperoleh bahwa terdapat 7-8 partisipan guru memilih netral dan satu partisipan tidak setuju dengan indikator pendampingan KAKS. Keempat indikator tersebut memerlukan perhatian lebih dari tim pendamping KAKS. Misalnya, guru memerlukan peningkatan pengetahuan tentang evaluasi dan cara melakukan evaluasi KAKS. Pada indikator elaborasi materi KAKS, terdapat satu partisipan (TA) yang belum mengetahui dan mampu mempraktikan cara elaborasi materi. Maka, perlu perbaikan dalam pendampingan KAKS terutama evaluasi, elaborasi materi, dan tindak lanjut dari KAKS.
PENGEMBANGAN KARAKTER GOTONG ROYONG DAN KETERAMPILAN MOTORIK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL Agustin Arum Setiyana; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
Edukatika Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/edukatika.v2i1.753

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu contoh dari ribuan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Namun permainan tradisional tersebut semakin hilang keberadaannya baik di desa maupun di kota kota besar, bahkan banyak anak – anak zaman sekarang yang tidak mengenal permainan tradisional yang ada, padahal permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang wajib kita lestarikan. Berdasarkan wawancara dengan sebagian siswa SDN Karakan 01, siswa juga cenderung bermain mainan modern, bahkan ada beberapa siswa yang tidak mengenali permainan tradisional. Melihat nilai karakter gotong royong siswa SD Negeri Karakan 01 yang rendah penting dilakukan pendidikan bagi anak usia sekolah dasar untuk mengenal dan bermain dengan permainan tradisional untuk mengembangkan karakter gotog royong dan keterampilan motorik pada pembelajaran. Metode yang digunakan adalah dengan kajian pustaka dari beberapa sumber. Sumber diperoleh dari beberapa referensi baik jurnal hasil penelitian maupun buku – buku yang relevan. Pada pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler guru melibatkan permainan tradisional, selain melatih keterampilan motorik melalui aktivitas fisik dalam permainan tradisional mereka juga dapat merasakan nilai karakter gotong royong yang ada pada setiap permainan yang dimainkan. Beberapa jenis permmainan yang dapat dimainkan di SD Negeri Karakan 01 antara lain, gobak sodor, petak umpet, engklek dan tarik tambang.
Analisis Masalah Perkembangan Sosial Emosi Pada Anak Didik di Kelas Rendah dan Penanganannya budi astuti; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
Edukatika Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/edukatika.v2i1.814

Abstract

Perkembangan sosial dan emosional siswa kelas awal memainkan peran penting dalam keberhasilan akademik dan kesejahteraan psikologis mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah yang berkaitan dengan perkembangan sosial dan emosional anak sekolah dasar dan mengevaluasi strategi penanganan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipan. Penelitian menunjukkan bahwa masalah utama siswa meliputi kesulitan mengatur emosi, keterampilan interaksi sosial yang buruk, dan perilaku agresif dan acuh tak acuh. Strategi penanganan yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah. Intervensi sistematis seperti program pengembangan keterampilan sosial, konseling individu, dan kegiatan ekstrakurikuler telah terbukti meningkatkan keterampilan sosial dan emosional anak. Studi ini menunjukkan bahwa sekolah mengambil pendekatan multidisiplin untuk mengatasi masalah sosial dan emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.
Perbedaan Coping Stress Mahasiswa di Indonesia dan Malaysia: Differences in Coping with Stress among Students in Indonesia and Malaysia Nadiya Zakiyyatul Khusna; Dini Rakhmawati; Agus Setiawan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 02 (2025): Research Articles, August 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i02.6739

Abstract

Academic pressure experienced by students often triggers stress, which impacts psychological well-being and academic performance. This phenomenon occurs in various countries, including Indonesia and Malaysia, with similar educational systems and social cultures. This study focuses on understanding and comparing how students from the two countries manage stress from academic demands. Using a survey method, a quantitative approach was used by distributing the Brief COPE questionnaire to 100 respondents, consisting of 70 students from Indonesia and 30 from Malaysia. Descriptive statistics and independent t-tests were used to analyze the data to test for significant differences between groups. The analysis showed that although Malaysian students showed a slightly higher average score for coping with stress, the difference was not statistically significant. This similarity in coping patterns suggests the influence of cultural background, spiritual values, and similar educational pressures. The results of this study provide relevant information for lecturers, counselors, researchers, and policymakers in designing long-term psychological interventions, stress management training programs, and higher education institution policies that support students' psychological health. Thus, this study also enriches the literature on cross-cultural coping strategies and opens up opportunities for developing higher education approaches more responsive to students' psychosocial challenges in the Southeast Asian region.
Penerapan kurikulum pendidikan berasrama untuk meningkatkan karakter mahasiswa pendidikan profesi guru Siti Fitriana; Listyaning Sumardiyani; Aryo Andri Nugroho; Dini Rakhmawati; Fine Reffiane
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244863

Abstract

Pendidikan berasrama merupakan sistem pendidikan yang didasarkan atas pertimbangan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih utuh, yang mencakup cipta, rasa, karsa, dan karya sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam berpikir tetapi juga berkepribadian mulia. Pendidikan berasrama dapat menerapkan program pendidikan yang komprehensif-holistik mencakup keagamaan, pengembangan akademik, life skills (soft skills dan hard skills), wawasan kebangsaan dan membangun wawasan global. Tujuan dari penelitian ini ada untuk mengetahui Penerapan Kurikulum Pendidikan Berasrama untuk meningkatkan Karakter Mahasiswa PPG khususnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki praktik pendidikan melalui siklus tindakan yang berulang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan dalam program kehidupan berasrama bagi mahasiswa PPG efektif dalam meningkatkan karakter mahasiswa mulai dari kedisiplinan, keterampilan sosial, hingga keseimbangan hidup. Hal ini diperkuat dengan data siklus II diperoleh hasil peningkatan karakter mahasiswa pada aspek: kedisipinan 85%, tanggung jawab 87%, dan kemandirian 90%. Pentingnya dukungan berkelanjutan melalui bimbingan, konseling, serta manajemen waktu dan kegiatan asrama sangat berpengaruh terhadap perkembangan personal dan profesional mahasiswa. Keterbatasa dalam penelitian ini adalah adanya resistensi awal mahasiswa terhadap program Pendidikan berasrama dan kesulitan manajemen waktu dalam kegiatan sehari-hari.
PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Jois Syahadati Masruriyah; Arri Handayan; Dini Rakhmawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelejaran Project Based Learning (PjBL) dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik anak usia dasar. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas II SDN Pagonan. Instrument data menggunakan wawancara dan observasi. Sesuai dengan observasi yang dilakukan pada aspek psikomotorik menolong diri sendiri pada sub indicator pertama mendapat 90% dan sub indicator kedua 75%, aspek menolong orang lain 75%, kemampuan sekolah 75%, aspek bermain sub indicator pertama mendapat 60% dan kedua 40%. Sedangkan ketika pembelajaran memakai model PjBL mengalami peningkatan pada aspek yang pertama 100% dan 80%, aspek menolong orang lain 85%, aspek kemampuan sekolah tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan yaitu 75%, dan bermain pada sub indicator pertama 75% dan yang kedua 70%. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran PjBL dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik anak.
Which Predictor is the Most Important? Examining the Unique Contribution of Violence Perception Dimension against the Prevalence of Digital Violence Dini Rakhmawati; Heri Saptadi Ismanto; Jovita Julienjatiningsih; Tri Suyati
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 1 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026081697000

Abstract

This study analyzed the influence of different dimensions of gender-based violence perceptions on the prevalence of digital violence (DV) among university students. The research background rests on the growing threat of online violence, which may be shaped by individual awareness levels. The research instrument specifically accommodated four forms of online gender-based violence: digital sexual harassment, violence based on physical appearance, violence based on gender roles, and anti-feminist violence. The study employs a cross-sectional design and involves 414 students who actively use social media as respondents. Multiple regression analysis (F-test) shows that the four perception dimensions—perceptions of sexual harassment, gender-based violence, physical appearance violence, and anti-feminist violence—simultaneously exert a significant effect on digital violence (Sig. = 0.001). These results confirm the validity of the predictive model. However, partial testing (t-test) reveals that only perceptions of sexual harassment significantly and positively influence digital violence (B = +0.304; Sig. = 0.002). The positive coefficient reflects a reporting bias: respondents with higher sensitivity to sexual harassment tend to define and report a broader range of online incidents as violence. Meanwhile, perceptions of gender-based violence, physical appearance violence, and anti-feminist violence do not provide unique predictive contributions. The study concludes that, in the context of digital violence, sexual harassment awareness is the most dominant factor. It recommends that online violence prevention programs and policies focus specifically on strengthening understanding and coping strategies related to digital sexual harassment.
The Implementation of the Pancasila Student Profile in Differentiated Learning for Fifth Grade at Supriyadi Elementary School, Semarang Yuuki Chleo Pratama Setiyono; Joko Sulianto; Dini Rakhmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3305

Abstract

This research explored the application of the Pancasila Student Profile in differentiated learning for fifth-grade students at Supriyadi Elementary School in Semarang. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The results indicated that while differentiated learning successfully integrated Pancasila values and enhanced student character development, challenges related to time management, teacher preparation, and consistent value application remained. The study concluded that further teacher training and strengthening Pancasila values within differentiated learning are crucial for improving the overall educational experience and fostering students' academic success and character growth.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC BURNOUT SISWA SMP Fibrina Maulida Eka Sari; Dini Rakhmawati; Desi Maulia
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.614

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gejala academic burnout pada peserta didik, seperti kelelahan belajar, sikap sinis, dan penurunan motivasi. Burnout diduga berkaitan dengan rendahnya self-efficacy, yaitu keyakinan peserta didik terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan academic burnout pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 29 Semarang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 156 peserta didik yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala self-efficacy dan skala academic burnout, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan academic burnout, yang berarti semakin tinggi self-efficacy, semakin rendah burnout peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan self-efficacy dalam layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah burnout akademik.
Pengaruh Kecanduan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Remaja di SMA Anindhita Felisia Anggraheni; Dini Rakhmawati; Venty Venty
Journal of Society Counseling Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Society Counseling
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/josc.v4i1.897

Abstract

Gadget addiction among adolescents resulting from excessive use can reduce environmental awareness and impact social interaction. This study aims to analyze the effect of gadget addiction on the social interaction of students at Mranggen 1 Public High School using a quantitative ex-post facto method. Data were collected from 177 respondents using a gadget addiction questionnaire based on the theory of Kwon et al. (2013) and a social interaction questionnaire based on the theory of Sarwono (2010), and were analyzed using simple linear regression. The results showed a correlation coefficient of 0.422 and an R² value of 0.178, indicating that gadget addiction accounts for 17.8% of the variation in social interaction. A calculated F-value of 37.026 with a p-value of 0.000 indicates a significant effect. The regression equation Y = 127.986 − 0.508X indicates that an increase in gadget addiction reduces social interaction by 0.508 points per 1-unit increase.
Co-Authors Adhelia Yusi Novanti Agung Prasetyo Agus Setiawan Agustin Arum Setiyana Agustina Siwi Hastuti Alifia Salsabilla Amalina Zatil Aqmar Amanda Tasya Puspita Anindhita Felisia Anggraheni Ardiana Nur Maulida Hakim Argo Widhiharto Arini Inayatul Fajriyah Arri Handayan Arri Handayani Arri Handayani Arry Handayani Aryo Andri Nugroho Atika Maulida Rizka Avif Nur Khanifa Ayu Sri Astuti Azam Arifyadi Basir Jarah Anilon Bau Ratu Bau Ratu Bondhaningtyas Anjarweni budi astuti Chr Argo Widiharto Cindy Sofiyanti Desi Maulia Devi Richma Yunita Dewi Mukti Kartikaningrum Dewi Sekar Millati Dhevy Puswiartika Dian Novita Anggraini Dian Octorina Dini Rakhmawati Dwi Retno Sriwahyuni Ellya Rakhmawati Estur Septinityas Falda Nurhidayah Farikha Wahyu Lestari Febrian Murti Dewanto Fibrina Maulida Eka Sari Fine Reffiane Fransisca Ayu Prasetyo Murti Gregorius Rohastono Ajie Hardianika Rahmaningtyas Heri Saptadi Ismanto Hippy Jovaniza Surya Putri Ida Dwijayanti Indah Luthfiana Ismah Ismah -, Ismah Ismah Ismah Ismatul Khasanah Itsna Putri Nur Hanifa Jois Syahadati Masruriyah Joko Sulianto . . Jovita Julienjatiningsih Jovitha Julienjatiningsih Juwitaningrum Ita Laksma Septi Lina Kamalia Zahra Lina Putriyanti Listyaning Sumardiyani Listyowati Maghfiroh Melliana Septi Dwi Anggreni Mokh Badrudin Badrudin Monica Arningsari Muhamad Andiyaman Mujiono Mujiono Mujiyono Mujiyono Munifah Munifah Mustianah Mustianah Nadiya Zakiyyatul Khusna Najla Bintang Kamila Najla Bintang Kamila Ngatmini Ngatmini Ngatmini Niwi Sruti Handayani Nur Lathifah Nur Siti Aisyah Nurul Huda Nurul Khosyamsiatun Ni'mah Padmi Dhyah Yulianti Putri Suci Susilowati Rafika Nuriafuri Riski Yanti Rohi Triyadi Rohmah Khasanah Setiawan, Agus Singgih Gunawan Siti Fatonah Siti Fitriana Siti Khoirunnisa Sri Margiyati Suhendri Suhendri Sukat Sukati Sukati Suryadi Suryati Sutinah Suwarno Widodo T Sri Suwarti Tri Hartini Tri Hartini Tri Suyati Venty Venty Via Apriliana Wahyu Lestari Windaniati Windaniati Yenni Pudji Rahmawati Yovitha Yuliejantiningsih Yovitha Yuliejatiningsih Yovitha Yuliejatiningsih Yuuki Chleo Pratama Setiyono Zunika Agung Rahayu