Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing Career Planning with Thinking Share Technique Classic Guidance Services Nur Lathifah; Dini Rakhmawati; Chr Argo Widiharto
Bisma The Journal of Counseling Vol. 3 No. 2 (2019): Bisma The Journal of Counseling
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v3i2.22641

Abstract

Career planning is a process for students to develop and implement an activity in order to achieve the desired career. These activities generally contains a variety of academic activities in accordance with a career. But, there are many students are confused how to plan his career. Based on the planning from the objective of this study is to determine the effectiveness of the classical counseling services using think pair share technique concerning on the career planning class in X MA Futuhiyyah 2 Mranggen. This research used quantitative methods using true experimental design Pretest-Posttest Control Group Design. In this study were taken from two sample classes using cluster random sampling technique. The results of the data pretest-posttest processing test results obtained hepotesis ie = 8.507 ≥ = 2,000 then from these results we can conclude that there is the enhancement of the classical service technique to think pair share on career planning the students’ in X class MA Futuhiyyah 2 Mranggen Demak
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Pada Siswa Kelas X SMA Lab School PGRI Semarang Hippy Jovaniza Surya Putri; Dini Rakhmawati; Desi Maulia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.515 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6179

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hubungan sosial yang berkaitan dengan dukungan sosial antara lain siswa ingin mempunyai kawan yang akrab, serta sering menyesali diri sendiri. Permasalahan yang berkaitan dengan penyesuaian diri yaitu siswa merasa tidak sebaik orang lain, serta ingin hidup lebih tenang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dan penyesuaian diri siswa pada kelas X di SMA Lab School PGRI Semarang berdasarkan angka koefisien korelasinya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Lab School PGRI Semarang yang berjumlah 90 siswa yang terdiri dari kelas IPA 1, X IPS 1, dan X IPS 2. Kelas X IPA 1 sebagai kelas try out yang berjumlah 30. Penulis memilih sampel menggunakan teknik sampling jenuh karena jumlah populasi yang relatif kecil. Sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 60 siswa. Analisis yang digunakan untuk menguji validitas adalah korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alpha.Hasil analisis penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri siswa pada kelas X di SMA Lab School PGRI Semarang. Hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial yang didapatkan maka semakin mudah penyesuaian dirinya. Begitu juga sebaliknya, bahwa semakin rendah dukungan sosial yang didapatkan maka semakin rendah pula tingkat penyesuaian diri. Saran untuk peneliti lain yang akan melakukan penelitian yang sama dapat membagikan kuesioner baik secara langsung ataupun online apabila terdapat keterbatasan dalam proses penyebaran kuesioner. Selain itu, sasaran penelitiannya dapat lebih luas lagi agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 31 SEMARANG Estur Septinityas; Dini Rakhmawati; Padmi Dhyah Yulianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3458

Abstract

Penelitian hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ini dilatar belakangi oleh kurangnya rasa percaya akan kemampuan diri sendiri dan kurangnya kemandirian belajar yang dimiliki siswa sehingga menghambat proses pembelajaran dan nilai akademik siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kondisi efikasi diri siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ? 2) Bagaimana kondisi kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ? 3)Apakah ada hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar pada kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ? Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi efikasi diri dan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang dan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar pada kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex-post facto. Populasi data penelitian ini sejumlah 172 siswa, meliputi kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F, VIII G, VIII H. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 118 yang diambil dengan teknik propotional random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala kemandirian belajar. Berdasarkan hasil dari penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar siswa. Maka hal ini berarti semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula kemandirian belajar, sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah pula kemandirian belajar. 
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Indah Luthfiana; Dini Rakhmawati; Padmi Dhyah Yulianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3460

Abstract

Penelitian hubungan religiusitas dengan perilaku menyontek pada siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang ini dilator belakangi oleh fenomena bahwa siswa ternyata tidak lepas dari perilaku menyontek. Hasil Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik menunjukkan rendahnya tingkat religiusitas siswa dan tingginya tingkat perilaku menyontek. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan metode survey. Populasi data penelitian sejumlah 96 siswa, meliputi kelas X MIPA 1, X MIPA 2, X IPS 1 dan X IPS 2. Sampel penelitian ini sejumlah 77 siswa yang diambil dengan teknik simple random samping. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala perilaku menyontek. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku menyontek siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang. Artinya semakin tinggi tingkat religiusitas siswa semakin rendah tingkat perilaku menyontek siswa. Kata Kunci : Religiusitas, Perilaku Menyontek
KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TANJUNG Putri Suci Susilowati; Dini Rakhmawati; Tri Hartini
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3464

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanjung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan metode penelitian True Eksperimen menggunakan desain pretest posttest control group design. Sampel yang diambil sebanyak 20 siswa, 10 siswa untuk kelompok eksperimen dan 10 siswa untuk kelompok kontrol dengan menggunakan purposive random sampling. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui instrumen penelitian berupa skala kepercayaan diri dan wawancara. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest, treatment, dan posttest. Treatment dilaksanakan sebanyak lima kali pada kelompok eksperimen dengan rata-rata 69 menjadi 86,1 meningkat sebanyak 17,1. Hasil uji hipotesis diperoleh hasil thitung = 100,662 dikonsultasikan dengan taraf signifikansi 5% (0,05) yaitu 2,101. Hal tersebut menunjukkan bahwa thitung = 100,662 > ttabel = 2,101. Disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanjung.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA KELAS VII SMP MA’ARIF NU 2 BUMIJAWA Riski Yanti; Dini Rakhmawati; Ismah Ismah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3474

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan perilaku menyontek pada siswa kelas VII SMP Ma’arif NU 2 Bumijawa Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto. Populasi data penelitian ini sejumlah 61 siswa, meliputi kelas VII A dan VII B. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh (sampling sensus) yaitu dengan mengambil semua jumlah populasi untuk dijadikan sebagai penelitian. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri dan skala perilaku menyontek. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada hubungan yang negatif dan signifikan antara konsep diri dengan perilaku menyontek. Hal ini berarti semakin tinggi  konsep diri maka semakin rendah perilaku menyontek, begitu pula sebaliknya semakin rendah konsep diri maka akan semakin tinggi  perilaku menyontek. (2) Hasil uji koefesien determinasi (R2) sebesar 0,300. Nilai tersebut berarti 30% perubahan variabel perilaku menyontek (Y) dapat diterangkan oleh konsep diri (X), sedangkan 70% dijelaskan oleh variabel yang lain.(3) Tingkat perilaku menyontek dan konsep diri tergolong dalam kategori rendah dengan hasil presentasi 38% dan 41%. (4) Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel konsep diri dan perilaku menyontek. Berdasarkan uji linieritas antara konsep diri dan perilaku menyontek diperoleh nilai signifikansi yaitu sebesar  0,914. Dengan nilai sig.deviation from linierity > 0,05, dalam dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara konsep diri dan perilaku menyontek. 
Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMP Negeri 3 Semarang Nur Siti Aisyah; Dini Rakhmawati; Desi Maulia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8236

Abstract

Penelitian Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMP Negeri 3 Semarang di latar belakangi oleh tingginya perilaku prokrastinasi akademik pada siswa sehingga regulasi diri siswa menjadi rendah. Hal tersebut ditandai dengan hasil AKPD dan DCM yang menunjukkan bahwa kebutuhan yang tertinggi pada bidang pribadi dan belajar, dan siswa mengalami permasalahan dalam bidang belajar yaitu suka malas belajar di rumah, sukar memusatkan perhatian pada waktu belajar di rumah, dan sering bermain gadget sampai lupa waktu untuk mengerjakan tugas sekolah. Rumusan masalah penelitian ini yaitu apakah ada hubungan antara regulasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 3 Semarang. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara regulasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 3 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif denga desain penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 256 siswa, yang terdiri dari kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F, VIII G, VIII H. Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik sampling jenuh. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki yaotu sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F, VIII G. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai korelasi rhitung sebesar 0,207. Sedangkan nilai rtabel untuk jumlah sampel 192 dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,141. Oleh karena itu nilai rhitung 0,207 > rtabel 0,141. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan secara signifikan antara regulasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 3 Semarang. Hubungan tersebut menunjukkan hubungan yang negatif, karena nilai rhitung yang didapat bertanda negatif. Hubungan negatif tersebut memiliki arti bahwa jika regulasi diri semakin tinggi maka prokrastinasi akademik yang dilakukan siswa semakin rendah.
Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Manajemen Waktu Pada Siswa SMA N 1 Kembang Devi Richma Yunita; Dini Rakhmawati; Mujiono Mujiono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8511

Abstract

Penelitian Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Manajemen Waktu Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kembang dilatar belakangi oleh rendahnya manajemen waktu siswa, ditandai dengan seringnya siswa mengumpulkan tugas selalu tidak tepat waktu, sering menunda-nunda tugas karena tidak segera dikerjakan dan dibiarkan menumpuk begitu saja, dan tidak bisa mengatur waktu belajar dengan baik sehingga waktu kegiatan sehari-hari belajar maupun kegiatan dirumah selalu tidak tersusun dengan baik. Hal ini sangat mempengaruhi atau berdampak pada nilai akhir siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 258 siswa, meliputi kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, BAHASA. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki oleh populasi tersebut menggunakan teknik sampling jenuh. Berdasarkan uji korelasi person product moment, diperoleh nilai korelasi sebesar r hitung 0,215, sedangkan nilai r tabel menggunakan taraf siginifikan 5% sebesar 0,113. Oleh karena itu nilai r hirung 0,215 > r tabel 0,113. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antara motivasi belajar dengan manajemen waktu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kembang.
HUBUNGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DENGAN RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 PURWANEGARA BANJARNEGARA Falda Nurhidayah; Dini Rakhmawati; Rohastono Ajie
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i01.4362

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya rasa percaya diri siswa di SMA Negeri 1 Purwanegara khususnya di kelas X IPA, sehingga mengalami hambatan komunikasinya atau masih takut menyampaikan pendapatnya di forum atau saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan rasa percaya diri dengan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Purwanegara. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 di SMA Negeri 1 Purwanegara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Purwanegara dengan jumlah 204 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan tabel yahmane. Dari populasi yang ada, diambil sampel penelitian dengan menggunakan teknik simpel random sampling sebanyak 135 siswa dari enam kelas. Karena populasi hanya 204, agar data yang terkumpul dapat menggambarkan situasi penelitian, sehingga dalam penelitian ini digunakan sampel populasi. Jadi ada 204 orang anggota populasi digunakan sebagai sampel. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu skala likert. Analisis data yang digunakan pada uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan dari kedua variabel dengan nilai korelasi diperoleh 0,775.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA MILENIAL DENGAN RESILIENSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 33 SEMARANG Muhamad Andiyaman; Dini Rakhmawati; Chr. Argo Widiharto
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i01.4384

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya karakteristik kurang resilien yang ditandai dengan adanya siswa merasa pesimis terhadap tuntutan sekolah, respon ketidaksiapan siswa ketika menerima ulangan dadakan dan adanya siswa yang masih tidak percaya diri dan merasa malu ketika ditunjuk di depan kelas. Hal ini diperkuat dengan hasil AKPD yang menunjukan bidang pribadi mencapai 41,90%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap hubungan pola asuh orang tua generasi milenial dengan resiliensi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 85 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu skala pskilogis. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter, permisif dan uninvolved tidak memiliki pengaruh terhadap resiliensi, namun demikian, pola asuh demokratis menunjukan adanya pengaruh terhadap resiliensi. Adapun pola asuh secara simultan terhadap resiliensi menunjukan adanya pengaruh terhadap resiliensi.