Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Kombinasi SSRI, Antipsikotik Generasi Kedua, dan CBT Berbasis Religi dalam Tujuh Bulan Penanganan Depresi Berat dengan Fitur Psikotik: Studi Kasus: Studi Kasus Rifka Florensia; Era Catur Prasetya
VIRTUOUS JOURNAL Vol 2 No 01 (2025): Mei
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus ini mendeskripsikan seorang pria berusia 18 tahun dengan depresi berat dan fitur psikotik yang ditandai perasaan sedih, bersalah, dan halusinasi auditorik suara yang mengatakan "lebih baik mati". Depresi merupakan gangguan mental yang memengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan sosial penderitanya. Pasien dalam studi ini mengalami gejala setelah mengalami perundungan di lingkungan pondok pesantren. Selama tujuh bulan pengobatan intensif dengan kombinasi SSRI, antipsikotik generasi kedua, dan psikoterapi CBT berbasis religi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada gejala depresi dan psikotik. Program CBT berbasis religi yang terdiri dari 10 sesi terstruktur mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses restrukturisasi kognitif, dengan menggunakan ayat Al-Qur'an dan Hadits sebagai dasar intervensi. Pemahaman agama yang baik serta kepatuhan pengobatan terbukti menjadi faktor penting dalam pemulihan. Studi kasus ini menyoroti efektivitas pendekatan holistik yang mengintegrasikan farmakoterapi dan psikoterapi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan spiritual pasien.
HUBUNGAN ANTARA PERAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESIKO DEPRESI PERINATAL DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SURABAYA Achmada Nadia Shobrina; Era Catur Prasetya; Ninuk Dwi Ariningtyas; Uning Marlina
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 3 (2023): Proceeding Series Fakultas Kedokteran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v2i1.19422

Abstract

Perinatal depression is a feeling disorder that occurs during pregnancy or after pregnancy or both that lasts more than 14 days and interferes with the mother's quality of life. Perinatal depression appear as the result of various risk factor, divided into family factor, family financial factor, mother’s health factor and demographics factor. to determine the relationship between the role of family support and the risk of perinatal depression at the Muhammadiyah Hospital in Surabaya. This research was conducted with analytic observational using cross sectional method. Respondents were selected by simple random sampling technique. A total of 96 respondents obstetric polyclinic patients at Muhammadiyah Surabaya Hospital filled out the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire and the Apgar Family questionnaire. Data were analyzed using the Spearman correlation test on the SPSS platform. The results of this study were obtained for good family support obtained 80 (83.3%), not good 11(11.5%) and those who get family support are not good 5 (5.2%). For the results of the level of depression, it was found that 38 people (39.6%) had no risk of depression, 30 people (31.3%) had disorders that might cause discomfort and 28 people (29.2%) were at risk of depression. The results of the Spearman bivariate test analysis yielded a value of p = 0.047 (p <0.05) and r = -0.204.The results of this study indicate that there is a relationship between family support and perinatal depression. There is a significant relationship between family support and perinatal depression at Muhammadiyah Surabaya Hospital.Keyword: Family Support, perinatal depression
Rehabilitasi Psikososial pada Pasien yang mengalami Reaksi Stres Akut di Era COVID-19 Era Catur Prasetya; Muhammad Afif
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2023): PROSIDING WEBINAR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v1i1.13711

Abstract

AbstractAcute Stress Reaction is a strong emotional or physical reaction felt after a sad event. Generally this reaction will subside as part of the body's recovery process. The Covid-19 pandemic period in addition to affecting the physical also affects a person's psychology. After experiencing Covid-19 infection, patients can also experience trauma from it. The incidence of Acute Stress Reaction in COVID-19 patients in the general population is quite high, around 7% to 53%. Reactions to Acute Stress Reaction will be different for each family member, namely changes in behavior, difficulty concentrating, anxiety, fear, sadness or even physical symptoms, headaches, nausea, insomnia. Even though we don't experience it, we must be aware of it. Because the reaction is different as a family is often not aware of the changes to it. If this reaction occurs, it is necessary for the family to provide communication support and regular rest and regular monitoring. If there is no improvement or the reaction is strong enough then you can seek help from a mental health professional.Keywords: Acute Stress Reaction, Covid-19, psychosocial
Grief, Caregiving Burden, and the Pandemic: Triggers of Depression in Middle-Aged Women (Case Report) Rizka Aulia Rahma; Era Catur Prasetya
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i2.33109

Abstract

Introduction: Losing the loved one is an emotional experience that can trigger mental health disorders such as depression, post-traumatic stress disorder, and prolonged grief disorder. When the grieving process is exacerbated by economic pressure and social isolation during the COVID-19 pandemic, the risk of psychiatric disorders increases significantly, especially in middle-aged women who are the primary caregivers in their families. Content: The diagnosis of a moderate depressive episode is confirmed in a 58-year-old female patient who presented to the psychiatric clinic with complaints of difficulty sleeping, prolonged sadness, decreased appetite, and excessive fear of death. This case highlights the complex interaction between grief, caregiving burden, and the pandemic crisis as triggers for depression. Literature studies show that elderly caregivers with dementia during the pandemic have a high risk of depression, especially middle-aged women. Conclusion: This case underscores the importance of a biopsychosocial approach and multidisciplinary interventions in managing depression triggered by grief and caregiving burden, especially in the context of a pandemic.
GANGGUAN STRES PASCATRAUMA AKIBAT PAPARAN BERULANG TERHADAP KEMATIAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SELAMA PANDEMI COVID-19: POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER RESULTING FROM REPEATED EXPOSURE TO DEATH IN THE COMMUNITY SETTING DURING THE COVID-19 PANDEMIC Adinda Izzatul Afida; Era Catur Prasetya
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i2.1257

Abstract

Gangguan stres pascatrauma (PTSD) merupakan gangguan psikiatri yang dapat terjadi setelah paparan peristiwa traumatis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pandemi COVID-19 meningkatkan risiko terjadinya PTSD akibat tingginya angka kematian serta paparan berulang terhadap kematian di lingkungan masyarakat. Dilaporkan kasus seorang perempuan berusia 43 tahun dengan keluhan kecemasan persisten, nyeri kepala, mimpi buruk, serta bayangan berulang terkait kematian. Gejala tersebut timbul setelah mengalami paparan berulang terhadap kematian selama pandemi COVID-19, berupa menyaksikan beberapa kematian secara langsung dan sering menerima berita kematian dari masyarakat sekitarnya. Gejala juga disertai perilaku menghindar terhadap aktivitas sosial dan pemicu yang berkaitan dengan kematian. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) sebagai PTSD. Pasien mendapatkan terapi farmakologis berupa fluoksetin dan diazepam, serta intervensi psikososial berupa psikoedukasi dan dukungan keluarga. Perbaikan klinis dicapai setelah terapi, meskipun sempat terjadi kekambuhan akibat ketidakpatuhan pengobatan.
Persimpangan antara Kecemasan, Panik, dan Depresi: Laporan Kasus Gangguan Kecemasan Menyeluruh Iftitah Niza Apandi; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.225

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental dengan prevalensi tinggi, khususnya pada remaja dan dewasa muda, dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD) sebagai salah satu bentuk yang sering muncul dan kerap disertai gejala somatik sehingga menyulitkan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis GAD dengan dominasi gejala somatik serta mengidentifikasi peran faktor psikososial dalam perjalanan penyakit. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 20 tahun di Poli Psikiatri RS Muhammadiyah Lamongan, dengan pengumpulan data melalui anamnesis, observasi klinis, serta telaah rekam medis dan pemeriksaan penunjang. Hasil menununjukkan bahwa Kasus GAD dengan dominasi gejala somatik (sesak napas, tremor, nyeri dada) tanpa kelainan organik, dikenal sebagai somatic manifestation of anxiety. Gejala menetap >2 tahun disertai overthinking, gangguan tidur, dan penurunan fungsi sosial memenuhi kriteria DSM-5-TR. Diagnosis banding Panic Disorder dan Major Depressive Disorder kurang mendukung karena tidak ditemukan pola serangan panik episodik maupun depresi berat persisten. Faktor psikososial, distorsi kognitif, dan aktivasi simpatis berperan pada munculnya gejala. Pendekatan biopsikososial dengan kombinasi farmakoterapi dan CBT menjadi tatalaksana utama. Kesimpulan: Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan biopsikososial pada pasien yang menunjukkan gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan. Pengenalan dini gangguan kecemasan umum (GAD) sangat penting untuk menghindari investigasi yang tidak perlu dan meningkatkan hasil pengobatan pasien.
Co-Authors Abiola, Tajudeen Achmada Nadia Shobrina Adi Satria Nugraha Adinda Izzatul Afida Ahmad Firdaus, Ahmad Ahmad Mawardi Hussain Al Hamdani Akil, Syafarinah Nurhidayah Al Qassam, Izzuddin Alfiansya Noval Siswanto Alfiona Syafira Putri Arinda Ali Mustofa Alwi, Muhammad Najib Mohamad Amandya, Ajeng Khalisyah Putri Anisatul Hamida Anisatul Hamida Annas Adimara Aqila, Putri Arif Gunawan Atsira, Olga Ayu Tsalis Saputri Azalika Kansa Namira Bela Auliya Puspita Ningrum Chintya Rosalina Damba Bestari Dinata, M. Thoriq Satria Dwi ariningtyas, Ninuk Dwiputri, Adelita Vega Faadhilah, Aisyah Gemilang Mutsaqqofa Arsyadana Gina Noor Djalilah Hamida, Anisatul Haniifah, Ulaa Hapsari, Ainun Nadya Iffah Nabila Iftitah Niza Apandi Indrawati, Nina Devi Intan Afifah Irkadiratna, Aderisti Kamila Aisyah Khadijah Hasanah Abang Abdullah Kharisma Sukma Nanda Khofifah Dwi Oktaviana Laily Irfana, Laily Lens Hanin Herda Zhafirah Lestari , Rizky Dwi Lestari Basoeki Lia Lisa Arista Lucky Dyah Oktaviyanti M Dedi Dermawan Mahyuddin, Muhammad Hanun Marlina, Uning Maya Rafida Maya Rafida Meilaniwati Sarfa Melati Wahyurini Mohammad Muslih Muhammad Afif Muhammad Anas Muhammad Anas Muhammad Hanun Mahyuddin Muhammad Rafi Zufar Priyambodo Muhammad Ramzi Muhammad Ramzy Muhammad Tegar Nugraha Muhammad Tegar Prasetya Mundakir Nabiila, Alyaa Narulitia, Adinda Nerly, Wichda Shirosa Nina Devi Indrawati Nova Primadina Nugraha, Adi Satria Nugraha, Muhammad Tegar Nur Aisah Ibrahimiyah Nur Azizah, Feelinda Nur Mujaddidah, Nur Nurissyita, Al Mas Oktaviyanti, Lucky Dyah Prastya, Aldo Dwi Putri Aqila Rafida, Maya Ramzi, Muhammad Reliani Reliani, Reliani Rianto, Chintya Rosalina Allodya Rifka Florensia Rini Kusumawardhany, Rini Rizka Aulia Rahma Rohmah, Lina Nur Hidayahtur Salsabil Khalizah Ramadhan Secka, Absa Setiobudi, Karen Delicia Shelly Oktifani Rahmasita Sihombing, Linda Agustina Sobirin, Burhansyah SOETJIPTO . Subagyo, Roni Suci Arofa, Erliza Sudirman, Choiros Sirli Tanzilia Haqi Tjatur Prijambodo Ulaa Haniifah Ulaa Haniifah Yelvi Levani Yumna, Insira Yustika Izziyatu Anindita Yustika Izziyatu Anindita Yustin, Annisa Zuhrina Irma A’tiana