Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Desain Optimasi Pitch Angle Pada Wind Turbine Menggunakan PID Controller Berbasis Modified Firefly Algorithm Rukslin; Machrus Ali; Ahmad Fajar Rohmatullah
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.145 KB)

Abstract

Kebutuhan listrik di Indonesia setiap tahunnyaterus meningkat mengingat meningkatnya populasi pendudukyang ada diindonesia. Komsumsi listrik Indonesia yang begitubesar akan menjadi masalah bila dalam penyediaannya tidaksejalan dengan kebutuhan. Pembangkit listrik yang beroperasidi Indonesia secara umum didominasi dengan pembangkityang menggunakan bahan bakar utamanya adalah Batu baraatau fosil, Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus danantisipasi sebelumnya, mengingat bahwa batubaramerupakan bahan yang tergolong tidak terbarukan. Salahsatu perhatian yang harus dilakukan yaitu mendorong kepadapara praktisi dan akademisi untuk mengkaji potensi-potensilain pembangkit listrik yang sumber energinya terbarukan,Pembangit Listrik Tenaga Angin merupakan PembangkitListrik mempunyai keuntungan utama karena sifat bahannyaterbarukan hal ini berarti aksploitasi sumber energi ini tidakakan membuat sumber daya angin yang berkurang seperihalnya penggunaan bahan bakar fosil. Pada tulisan inimembahas tentang methode Modified Firefly Algorithm(MFA) sebagai tuning parameter Proportional IntegratorDerivative (PID) kontroller untuk mengatur kecepatan turbinangin dengan pitch angle kontrol. MFA kontroller digunakanuntuk mengontrol pitch angle pada turbin angin denganPermanent Magnet Synchrounous Generator (PMSG). Saatkecepatan angin rendah dibawah nilai rata - rata, pengaturankecepatan harus dapat mempertahankan kecepatan padasebuah level. Kemudian akan memberikan daya output yangmaksimum, sehingga efisiensi turbin akan meningkat.Pengaturan pitch angle diperlukan dalam kondisi kecepatanangin diatas yang diinginkan. Perubahan kecil pada pitchangle dapat mempengaruhi output daya. Pitch angle kontroladalah salah satu cara untuk menyesuaikan torsi aerodinamikpada turbin angin saat kecepatan angin berada diatas nilaikecepatan. Dari uji coba yang dilakukan hasil runningprogram bahwa sistem tuning menggunakan metode MFApaling optimal yang menghasilkan nilai pitch angle sebesar65,4 – 85,6 (deg) dan nilai torsi mekanik sebesar 4,045 – 4,98dibandingkan dengan Uncontrol, metode PID Controller danmetode PID Ziegler-Nichols.
Desain Kendali Menggunakan Hybrid PID-BA untuk Mengatur Kecepatan Motor Induksi Dwi Ajiatmo; Titis Amujiati; Machrus Ali; Muhlasin
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.597 KB)

Abstract

Motor induksi memiliki beberapa parameter non-linier. Hal ini menyebabkan pengaturan motor induksi lebihrumit dari pada motor DC. Salah satu kelemahan motor induksiadalah tidak mampu mempertahankan kecepatan yang konstanketika terjadi perubahan beban, sehingga diperlukan pengontrol.Kontrol cerdas berbasis Artificial Intelligent (AI) untukmeningkatkan kontrol konvensional. Pada penelitian ini, rancangbangun model kendali motor induksi 3 fasa menggunakankendali Algoritma PID-Bat untuk mengendalikan kecepatanmotor induksi 3 fasa. Kemudian uji kendali pada model motorinduksi 3 fasa dengan perubahan kecepatan dan perubahan torsibeban. Hasil performansi model kendali motor induksi 3 fasamenggunakan Algoritma PID Bat dengan perubahan kecepatandan perubahan beban torsi beban mendapatkan error steadystate, settling time, dan overshoot yang lebih baik.
Optimasi Load Frequency Control pada Wind-Diesel berbasis Differential Evolution dan Bat Algorithm Luqman Hakim; Kholish Ghoutsul Fadlili; Agus Raikhani; Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.897 KB)

Abstract

Sistem pembangkit tenaga angin sangat dipengaruhi oleh besarnya dan kecepatan angin sebagai daya input. Sistem pembangkit gabungan angin-diesel diperlukan untuk mendapatkan kualitas daya yang optimal. Sistem hibrida hibrida adalah jaringan terkontrol dari beberapa pembangkit energi terbarukan seperti turbin angin, sel surya, mikro-hidro, dan seterusnya. Tidak optimal pengaturan gain dan waktu konstan kecil pada Load Frequency Control (LFC), menyebabkan kemampuannya menjadi lemah (garis lemah). Dalam prakteknya, sistem angin-diesel dikendalikan dengan kontroler PID. Pengaturan nilai gain dari PID masih dalam metode konvensional, sehingga sulit untuk mendapatkan nilai optimal. Dalam penelitian ini diterapkan perancangan kontrol dengan menggunakan Metode Cerdas dalam mencari nilai optimum Proportional Integral Derivative (PID) dengan berbasis Differential Evolution (DE) dan Bat Algoritm (BA). Sebagai perbandingan, metode digunakan tanpa metode kontrol, metode PID konvensional, metode Firefly Algorithm (PID-FA),  dan metode Ant Colony Optimization (PID-ACO). Pemodelan angindiesel menggunakan fungsi transfer diagram turbin angin dan diesel. Studi ini membandingkan beberapa metode yang tidak dikontrol dan PID konvensional, PID-ACO, dengan PID-FA, PID-DE, dan PID-BA. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa undershoot terkecil sebesar -1.3801e-04 adalah PID-DE, overshot terkecil 0 pada PID-FA, PID-BA, PIDDE, dan settling time tercepat sebesar 20.51s pada PID-BA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PID-BA merupakan kontroler terbaik pada penelitian ini. Penelitian ini nantinya bisa diteruskan dengan menggunakan metode kecerdasan buatan lainnya.
Penggunaan ACO dan FA Dalam Mengoptimasikan PID Controller Untuk Partial Shading pada Photovoltaic Hendro Dripoyono; Septa Dwi Candra; Dwi Ajiatmo; Budiman; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.882 KB)

Abstract

Partial shading terjadi ketika modul PV menerima radiasi matahari yang berbedabeda akibat perubahan cuaca lokal atau keadaan lingkungan sekitar sehingga PV tertutup oleh awan, bayangan bangunan atau pepohonan. Kondisi ini menyebabkan daya keluaran dari PV array menurun. Berdasarkan kurva PV, Partial shading menimbulkan efek langsung yang dihasilkan sehingga penurunan tegangan atau arus menyebabkan penurunan daya keluarkan dari PV. Pada penelitian ini membandingkan metode tanpa kontrol, PID kontrol, PID konvensional Ziegler Nichols (ZN), PID dituning Firefly Algorithm (FA), dan PID dituning dengan Ant Colony Optimization (ACO). Dari hasil simulasi didapatkan bahwa tegangan terbaik diperoleh dari kontroler PID-FA yaitu sebesar 1.336pu, arus terbaik pada PID-FA arus maksimum sebesar 7.88 pu dengan arus sebesar 0.0668 pu, dan daya terbaik pada kontroler PID-FA daya maksimum sebesar 8.304 pu dan daya nominal 0.0894 pu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontroler terbaik pada PID-FA. Penelitian ini nanti bisa dipakai sebagai acuan dan digunakan kontroler lain agar diperoleh kontroler yang optimal.
Optimasi Kontroller CES dan ANFIS Untuk Meredam Osilasi Frekuensi Pada Mikrohidro Berbasis Ant Colony Optimization Rizqi Nafiardli; Nasrul Fatkhur; Muhlasin; Askan; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.552 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro merupakan pembangkit listrik skala kecil. Pembangkit mikro-hidro dibangun dengan potensi air yang cukup untuk menghasilkan energi listrik. Masalah yang sering terjadi pada sistem pembangkit mikro-hidro adalah terjadinya keluaran generator yang tidak konstan. Hal ni disebabkan oleh perubahan beban yang terhubung.Sehingga menyebabkan seringnya fluktuasi pada frekuensi dan tegangan sistem yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Mekanisme LFC ini dirancang dengan menggunakan Capacitive Energy Storage (CES), yang memiliki kemampuan untuk memberikan kompensasi daya agar dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan osilasi frekuensi yang diakibatkan oleh terjadinya perubahan beban daya listrik dari pelanggan. CES menyediakan sistem penyimpanan energi yang dapat beroperasi secara cepat dan otomatis. Maka, penulis tertarik untuk melakukan penelitian optimasi kontroller CES dan ANFIS untuk meredam osilasi frekuensi pada mikrohidro berbasis Ant Colony Optimization. Penelitian ini membandingkan metode tanpa control, metode kontrol PID-ZN, metode PID-ACO, PID-CES, PID-ANFIS, dan PID-ACO-ANFIS diperoleh metode kontrol yang paling baik. Hasil penelitian didapatkan bahwa overshoot terkecil (0) pada model PIDACO-ANFIS, undershoots terkecil (1,12x10-5) pada PIDACO-ANFIS dan settling time tercepat (3,77 detik) pada starting juga pada PID-ACO-ANFIS. Hasil penelitian ini nantinya akan dicoba dengan metode lain, yang hasilnya mungkin akan lebih baik.
Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Penyulang Benteng Berbasis MICA Choiruddin; Ahmad Fauzi Ridhwan; Muhlasin; Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.67 KB)

Abstract

Jaringan listrik distribusi radial akan terjadi rugi tegangan yang cukup besar pada titik ujungnya. Besar tegangan ujung ditentukan oleh jarak penyaluran dan besar beban. Bentuk konfigurasi juga mempengaruhi besarnya rugi daya dan rugi tegangan. Sehingga diperlukan konfigurasi yang baik agar diperoleh efisiensi yang baik. Rekonfigurasi jaringan distribusi digunakan untuk mengatur ulang bentuk konfigurasi jaringan dengan jalan membuka dan menutup switch pada jaringan distribusi. Rekonfigurasi diharapkan dapat mengurangi rugi-rugi daya dan meningkatkan keandalan sistem distribusi. Banyak feeder dan bus pada jaringan jika dihitung secara manual akan sulit dan memerlukan waktu yang sangat lama. Sehingga penyelesaian permasalahan menggunakan Artificial Intelegent (AI). Imperialist Competitive Algorithm (ICA) banyak dipakai penelitian dalam menyelesaikan permasalahan optimasi. Beberapa penelitian membandingkan ICA dengan kecerdasan buatan lainnya dan ICA menghasilkan hasil yang lebih baik dari kecerdasan buatan lainnya. MICA adalah modifikasi ICA yang didisain untuk menyelesaikan masalah optimisasi secara kombinasi yang diskrit. Dengan merekonfigurasi jaringan, yaitu dengan merubah open switch line 36, 26, 29, 28, dan 18 menjadi open switch line 5, 7, 17, 29, dan 41. Hasil rekonfigurasi dapat mereduksi kerugian daya sebesar 41.2637 %. Dan memperbaiki profile menjadi 0.99376 pu.
Optimasi PID Controller pada Wind-Turbine Berbasis Ant Colony Optimization dan Firefly Algorithm Wiky Krisdianto; Miftachul Jannah Firdaus; Dwi Ajiatmo; Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.394 KB)

Abstract

Proporsional Integrator Diferensial (PID) controller digunakan untuk mengontrol Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG). Pitch variable-speed wind turbine telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saat kecepatan angin rendah di bawah nilai rata-rata, pengatur kecepatan harus dapat mengatur kecepatan rotor secara terusmenerus untuk mempertahankan kecepatan pada sebuah level. sehingga dapat memberikan koefisien daya maksimum, efisiensi turbin akan meningkat. Pitch angle control adalah salah satucara untuk menyesuaikan torsi aerodinamik pada turbin angin. Pengaturan pitch angle diperlukan dalam kondisi kecepatan angin diatas batas yang diinginkan. Perubahan kecil pada pitch angle dapat mempengaruhi output daya. Penggunaan kecerdasan buatan sering digunakan untuk optimasi tenaga listrik, optimasi system kontrol, maupun optimasi lainnya. Diantara kecerdasan buatan itu adalah Firefly Algorithm (FA) dan Ant Colony Optimization (ACO). Penelitian ini membandingkan beberapa metode, yaitu tanpa control, Kontrol PID, PID-FA, dan PIDACO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; rata-rata daya aktif paling kecil dan tidak stabil pada model tanpa kontrol = 0,3305 Watt dengan 10/ms, dan yang paling besar adalah model PIDACO dengan daya aktif = 2,624 Watt dengan frekuensi sebesar 180/ms. Model PID-ACO adalah model terbaik pada penelitian ini dan dapat diusulkan dapat diterapkan pada sistem yang lebih tinggi.
Penggunaan Binary Particle Swarm Optimization untuk Rekonfigurasi Jaringan Tenaga Listrik pada Penyulang Meri Hari Sufitrihansyah; Mochamad Ali Rofiq; Dwi Ajiatmo; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.727 KB)

Abstract

Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) adalah pengembangan dari Particle Swarm Optimization (PSO) yang didasarkan pada perilaku sebuah kawanan serangga, seperti semut, rayap, lebah atau burung. Algoritma BPSO didisain untuk menyelesaikan masalah optimisasi secara kombinasi yang diskrit, dimana partikel mengambil nilai vektor biner dengan panjang n dan kecepatan yang didefinisikan sebagai probabilitas dari bit xn untuk mencapai nilai 1. Jaringan listrik distribusi radial akan terjadi rugi tegangan yang cukup besar pada titik ujungnya. Besar tegangan ujung ditentukan oleh jarak penyaluran dan besar beban. Bentuk konfigurasi juga mempengaruhi besarnya rugi daya dan rugi tegangan. Sehingga diperlukan konfigurasi yang baik agar diperoleh efisiensi yang baik. Rekonfigurasi jaringan distribusi digunakan untuk mengatur ulang bentuk konfigurasi jaringan dengan jalan membuka dan menutup switch pada jaringan distribusi. Rekonfigurasi diharapkan dapat mengurangi rugi-rugi daya dan meningkatkan keandalan sistem distribusi. Banyak feeder dan bus pada jaringan jika dihitung secara manual akan sulit dan memerlukan waktu yang sangat lama. Sehingga penyelesaian permasalahan menggunakan Artificial Intelegent (AI). Dalam hal ini menggunakan Binary Particle Swarm Optimization (BPSO). Dengan merekonfigurasi jaringan, yaitu dengan merubah open switch line menjadi 7, 17, 24, 29, dan 41. Hasil rekonfigurasi dapat mereduksi kerugian daya sebesar 30.8361 %. Dan memperbaiki profile menjadi 0.98577 pu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode BPSO bisa mereduksi rugi tengangan sebesar 30.8361 %.
Optimasi Dual Axis Tracking Untuk Photovoltaic Berbasis Firefly Algorithm dan Ant Colony Optimization Ari Octaviyan; Hofman Darmawan; Hidayatul Nurohmah; Machrus Ali; Rusklin
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.407 KB)

Abstract

Sistem kendali tracking matahari adalah sistem kendali yang selalu mengikuti posisi matahari. Tracking matahari jenis azimuth-elevation terdiri dari sumbu putar orisontal dan sumbu putar vertikal. Sumbu putar horisontal pada tracking matahari dimaksudkan untuk mengikuti etinggian matahari atau sudut elevasi atau altitude matahari dari utara ke selatan. Sumbu putar vertikal pada tracking matahari dimaksudkan untuk mengikutti sudut azimuth matahari dari timur ke barat. Tujuan dari sistem tracking matahari ini adalah untuk menempatkan penampang agar selalu dalam posisi menghadap ke arah sinar matahari. Dibutuhkan optimasi kontrol agar posisi tepat sesuai yang diinginkan. Untuk optimasi sering digunakan kecerdasan buatan agar diperoleh optimasi terbaik secara otomatis. Diantara kecerdasan buatan itu adalah Firefly Algorithm (FA) dan Ant Colony Optimization (ACO). Penelitian ini membandingkan beberapa metode, yaitu tanpa control, Kontrol PID, PID-FA, dan PID-ACO. Dari hasil simulasi didapatkan penyimpangan sudut secara vertical terkecil pada kontroler PID-ACO sebesar -0.0007pu dan horizontal terkecil pada kontroler PID-ACO sebesar -0.0005pu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PID-ACO merupakan kontroler terbaik pada penelitian ini. Penelitian ini nanti bisa dipakai sebagai acuan dan digunakan kontroler lain agar diperoleh kontroler yang optimal.
Optimasi PID Controller pada Wind-Turbine Berbasis Particle Swarm Optimization (PSO) Muh Alfian Affandi; M. Ibnu Masrur; Agus Raikhani; Dwi Ajiatmo; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.687 KB)

Abstract

Pitch variable-speed wind turbine telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saat kecepatan angin rendah di bawah nilai rata-rata, pengatur kecepatan harus dapat mengatur kecepatan rotor secara terus- menerus untuk mempertahankan kecepatan pada sebuah level. sehingga dapat memberikan koefisien daya maksimum, efisiensi turbin akan meningkat. Pitch angle control adalah salah satu cara untuk menyesuaikan torsi aerodinamik pada turbin angin. Pengaturan pitch angle diperlukan dalam kondisi kecepatan angin diatas batas yang diinginkan. Perubahan kecil pada pitch angle dapat mempengaruhi output daya. Penggunaan kecerdasan buatan sering digunakan untuk optimasi tenaga listrik, optimasi system kontrol, maupun optimasi lainnya. Diantara kecerdasan buatan itu adalah Patricle Swarm Optimization (PSO). Penelitian ini membandingkan beberapa metode, yaitu tanpa control, Kontrol PID, dan PID-PSO.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.N. Afandi Achmad Zaini Achmad. Zaini Agus Raikhani Agus Raikhani Agus Raikhani Agus Raikhani Agus Raikhani Agus Raikhani Agus Raikhani, Agus Ahmad Ali Syaifudin Ahmad Fajar Rohmatullah Ahmad Fathurrobbani Ahmad Fauzi Ridhwan Ahmad Fauzi Ridhwan Alysia, Agnes Amir Maliki Abitolkha Andi Imran Andini, Tarrisma Delvy Angga Yodhas Tangkara Arga Prabowo Anshoruddin, Ilham Ardi Junianto Ardiyan Abi Winata Ardiyan Abi Winata Arfaah, Saiful Ari Octaviyan Arif Rahman Sujatmika Arrohman, Muhammad Askan Askan Askan Askan Askan Askan Askan, Askan Aslichah aslichah aslichah Asnun Parwanti Asnun Parwati Avi Maida W Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Cahyono, Iwan Cakra Buana, Arya Sula Cakra Buana, Arya Sulka Choiruddin Choiruddin Cholil Hasyim Dandy Tulus Herlambang Dannel Ramadhan Delief Wida Khaidir Dimas Fajar Uman Putra Dina Mariani Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwiana Hendrawati Dyah Rakhwati Tri Atmayanti Enggal Indra Gunawan Fachrudin Hunaini Fahmi, Tubagus Faisal Faisal Fajardika, Risky Febrian Rizal Anas Firda Amalia Firdaus, Aji Akbar Hadi Suyono Hadi Suyono Hamzah Arof Hari Sufitrihansyah Hari Sufitrihansyah Hasib Al-Isbilly, M. Hendi Sopian Hendi Sopian Hendro Dripoyono Hendro Dripoyono Herlambang Setiadi Hidayatul Nurohmah Hidayatul Nurohmah Hidayatul Nurohmah Hidayatul Nurohmah Hidayatul Nurohmah Hidayatul Nurohmah Hidayatul Nurohmah, Hidayatul Hofman Darmawan Ilham Anshoruddin Imam Robandi Iwan Cahyono Izzatul Umami Izzatul Umami Jatmiko, Anang Kadaryono Kadaryono Kadaryono Kadaryono Kadaryono Kadaryono, Kadaryono, Kadaryono Kholish Fadlili Kholish Ghoutsul Fadlili Lantip Trisunarno Latiana, Eka Luqman Hakim Luqman Hakim M Agil Haikal M Ibrahim M Ibrahim M. Ibnu Masrur M. Ibnu Masrur M. Teguh Proyoga Markhaban Siswanto Maulana Dwi Hariska Mei Indrawati Miftachul Jannah Firdaus Miftachul Jannah Firdaus Miftachul Ulum Miftachul Ulum, Miftachul Miftahul Djanah Mochamad Ali Rofiq Mochamad Ali Rofiq Mochamad Piono Mulyo Mochammad Heru Widodo Mochammad Nur Masrukhan Mohammad Hasib Al Isbilly Mualifi Usman Mudofar Baehaqi Muh Alfian Affandi Muh Alfian Affandi Muhammad Ade Yusuf Alghifrani Muhammad Agil Haikal Muhammad Amirul Wahid Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Ibrahim Muhammad Nur Hidayat Muhammad Ruswandi Djalal Muhlasin Muhlasin Muhlasin Muhlasin Muhlasin Muhlasin Muhlasin Muhlasin, Muzajjad, Ach. Nasrul Fatkhur Nasrul Fatkhur Nieke Rudyanty Winanda Novi Nur S Nur Fadhilah, Firda Nur Salam Nurrohmah, Hidayatul Parwanti, Asnun Putri Bahiyyah Ramadhan, Dannel Rio Firmansyah Rio Firmansyah, Rio Rizqi Nafiardli Rizqi Nafiardli Rukhslin Rukmi Budirahaju Rukmi Burdirahaju Rukslin Rukslin Rukslin Rukslin Rukslin Rukslin Rukslin Rukslin Rusklin Ruslan Hidayat Ruslan Hidayat Ruslan Hidayat Ruslan Hidayat Saiful Arfaah Saiful Arfaah Sayekti Suindyah D Septa Dwi Candra Septa Dwi Candra Setiawan Setiawan Setiawan Shofwatal Qolbiyyah Siswanto, Agus Siswanto, Makhaban Soedibyo Soedibyo Sunarti Sunarti Sunarti Syamsiyah Yuli Dwi Andari Titis Amujiati Triana Triana Triana Tubagus Fahmi Ulum, Miftachul Venda Kusuma Apsari Wardatul Mufidah Wida Khaidir, Delief Wiky Krisdianto Wiky Krisdianto Yanuangga Galahartlambang Yanuar Mahfudz Safarudin Yoga Arie Pambayun Yoga Arie Pambayun Yurilla Endah Muliatie, Yurilla Endah