Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH RASIO BUNGA DENGAN PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK MELATI (JASMINUM SAMBAC) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT MENGUAP (SOLVENT EXTRACTION) Nur Oktavia Benedicta; Sudaryanto Zain; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Selly Harnesa Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.845 KB)

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengekstraksi minyak melati adalah metode ekstraksi pelarut menguap. Metode ekstraksi pelarut menguap memiliki kelebihan yaitu mudah dan cepat dilakukan namun rendemen yang dihasilkan masih rendah. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, peningkatan rasio bunga dengan pelarut dapat meningkatkan rendemen minyak melati yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh rasio bunga dengan pelarut terhadap rendemen dan mutu minyak melati menggunakan metode ekstraksi pelarut menguap. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Rasio bunga melati dengan pelarut n-heksan yang digunakan adalah 1:2, 1:3, dan 1:4, masing-masing diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan nilai rendemen berkisar antara 0,15 – 0,27%. Minyak melati yang dihasilkan berwarna kuning dengan nilai bobot jenis 0,8379 – 0,8805, indeks bias 1,369 – 1,396, bilangan asam 4,4173 – 8,2800 mg KOH/g, kelarutan dalam alkohol 1:1, dan kadar sisa pelarut 26,00 – 40,00%.Kata kunci: rasio, bunga melati, n-heksan, pelarut menguap.
KAJIAN PENGARUH KADAR AIR DAN UKURAN BAHAN TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides L.) Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Muhammad Saukat; Galih Adhi Respati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan rendemen dan kualitas minyak akar wangi dapat dilakukan dengan penanganan awal akar wangi. Penanganan awal akar wangi dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengecilan ukuran. Penelitian ini bertujuan mengetahui ukuran dan kadar air awal akar wangi yang paling baik agar menghasilkan rendemen penyulingan yang tinggi dengan kualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) minyak akar wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu kadar air 18%, 21%, 24% dan ukuran bahan 5 cm, 10 cm, 15 cm. Kriteria yang diamati meliputi laju destilasi, rendemen minyak akar wangi, warna, bobot jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan ester, bilangan ester setelah asetilasi, dan kelarutan di dalam alkohol 95%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kadar air dan ukuran bahan berpengaruh pada rendemen penyulingan dan bobot jenis minyak akar wangi yang dihasilkan. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada kondisi kadar air 18% dan ukuran bahan 5 cm. Kata kunci: Akar wangi (Vetiveria ziznoides L.), Rendemen, Mutu
Optimalisasi Pemisahan Menggunakan Kecepatan dan Waktu Sentrifuge yang Berbeda pada Ekstraksi Pati Jagung Varietas Lokal Kabupaten Garut S. Rosalinda; Sarifah Nurjanah; Rudi Adi Saputra; Nurpilihan Bafdal
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol13n1.5

Abstract

Kabupaten Garut memiliki 42 Kecamatan. Rata rata setiap Kecamatan memproduksi jagung setiap tahunnya. Jagung selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pemanfaatan atau pengolahan biji jagung belum maksimal. Meningkatkan nilai tambah jagung, jagung dibuat menjadi pati. Pati adalah bahan dasar dalam industri pangan, industri farmasi, perekat pada pabrik kertas dan berkembang sebagai bahan perekat bagunan. Memenuhi standar industri dan meningkatkan nilai tambah perlu menganalisis kadar pati. Proses pemisahan adalah bagian proses yang sangat penting dalam ekstraksi pati. Penggunaan alat pemisah memberikan keuntungan dianatranya efisien terhadap waktu dan menghasilkan pati yang lebih murni. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecepatan dan waktu pada alat pemisah sentrifuge untuk menghasilkan kadar pati yang optimal. Bahan baku penelitian ini adalah jagung dari kelompok tani Kampung Lempong Desa Sukaharja Kecamatan Banyuresmi. metode yang digunakan adalah desain eksprimen dengan pendekatan Respon Surface Method (RSM) tipe Central Composite Design (CCD). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kecepatan dan waktu sentrifuge memberikan pengaruh yang nyata. Model signifikan dengan p value < 0.05 dengan nilai kadar pati yang optimum pada kecepatan 3650 rpm dan waktu 35 menit.
KAJIAN RASIO MASSA DAUN-BATANG TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) PADA PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Muhammad Saukat; Budhi Indrawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasio massa daun-batang tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) pada proses penyulingan minyak nilam (Patchouli Oil) diduga merupakan salah satu faktor penyebab yang mempengaruhi kualitas rendemennya. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan dilakukan pada perbandingan massa daun dan batang dengan lima perlakuan rasio, yaitu: 70:30, 60:40, 50:50, 40:60 dan 30:70 persen. Parameter yang diamati adalah rendemen, bobot jenis, indeks bias, kadar minyak, kelarutan dalam alkohol, bilangan asam dan bilangan ester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio massa daun-batang pada proses penyulingan berpengaruh nyata terhadap rendemen minyak nilam. Semakin tinggi rasio daun-batang, semakin tinggi rendemennya, namun semakin rendah bobot jenis, indeks bias, kadar dan bilangan asam minyak nilamnya. Berdasarkan rendemen minyak perlakuan rasio terbaik adalah pada 60:40 persen. Sedang berdasarkan mutu minyak, nilai tertinggi diperoleh pada rasio 30:70 persen, mencakup bobot jenis, indeks bias, kadar minyak, bilangan asam dan bilangan ester. Namun secara umum teridentifikasi bahwa mutu minyak nilam yang dihasilkan memenuhi kriteria standar Indonesia (SNI 06-2385-2006). Kata kunci: Rasio massa daun-batang, Penyulingan, Minyak nilam, Mutu rendemen
Antifungal Activity Test on α-guaiene Patchouli Oil Against Aspergillus niger and Candida albicans Zhaqqu Ilham Alhafidz; Sarifah Nurjanah; Tita Rialita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n1.6

Abstract

Patchouli oil is composed by several component fractions with various benefits. The α-guaiene is one of the components of patchouli oil, which is thought to have antifungal activity. This study aimed to determine the antifungal activity of fraction I from patchouli oil fractionation containing 38,8% α-guaiene against Aspergillus niger and Candida albicans ATCC 7102 that affects human health. This research was an experimental study using the well diffusion method to determine the diameter of the inhibition. The treatment applied was the differences in the concentration level of fraction 1 patchouli oil (20%; 40%, 60%; 80% and 100%) and a positive control of ketoconazole 2% and a negative control of n-hexane. This study indicated that fraction I patchouli oil has antifungal activity. The diameter of the inhibition formed was directly proportional to the increase in the concentration of the test substance. The average diameter of the greatest inhibitory was obtained from the 100% concentration treatment for both fungi. The average diameter of inhibition in A. niger is 2.82 mm, while C. albicans is 7.69 mm. Ketoconazole 2% produced an average inhibitory diameter of 20.78 mm for C. albicans and 32.28 mm for A. niger, while n-hexane did not produce an inhibition zone.
PENGARUH LAMA EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK BUNGA MELATI PUTIH MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT MENGUAP (SOLVENT EXTRACTION) Jeremia Kristian; Sudaryanto Zain; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Selly Harnesa Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.838 KB)

Abstract

Melati merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi. Namun, permasalahannya adalah bunga melati tidak terjual ke pasar pada saat melimpah ketika panen tiba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan proses pengolahan terhadap bunga melati yaitu menjadi minyak bunga melati. Salah satu metode pengambilan minyak bunga melati adalah ekstraksi dengan pelarut menguap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari lama ekstraksi terhadap rendemen dan mutu minyak bunga melati putih dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut menguap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Lama ekstraksi yang digunakan yaitu 8 jam, 12 jam, dan 16 jam dengan perbandingan massa  bunga dan pelarut yaitu 1:2. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen pada perlakuan lama ekstraksi 16 jam yang paling tinggi yaitu 0,18% dengan aroma agak wangi dan warna minyak bunga melati kuning. Untuk nilai hasil uji parameter mutu yaitu rata-rata bobot jenis sebesar 0,8675, indeks bias 1,3677, bilangan asam 6,6611 mg KOH/g, kelarutan dalam alkohol 1:1, dan kadar sisa pelarut 28%. Dengan komponen minyaknya adalah eicosanol (39,10%) dan linalool (10,94%), pentacosanol (7,20%), farnasense (4,01%), tetracontane (3,58%), ethyl linoleolate (2,76%), dan acetic acid/benzyl acetate (2,02%).Kata Kunci: bunga melati, minyak bunga melati, pelarut menguap.
Pengaruh Jumlah Bahan Baku serta Waktu Ekstraksi terhadap Karakteristik dan Umur Simpan Ekstrak Stevia Cair Zulfaa Irbah Zain; Sarifah Nurjanah; Bambang Nurhadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol14n2.5

Abstract

Kebutuhan akan bahan tambahan pemanis semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan industri pangan. Salah satu jenis pemanis alami yang belum banyak dikembangkan adalah Stevia rebaudiana Bertonii. Daun stevia dapat diekstrak dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi ekstraksi yang menghasilkan karakteristik ekstrak paling baik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan faktor rasio bahan baku:pelarut (b/v) dan faktor waktu ekstraksi. Daun stevia dikeringkan pada suhu 55℃ selama 5 jam dan diekstrak menggunakan water bath pada suhu 95℃ dengan air sebagai pelarut. Variasi perlakuan rasio bahan baku:pelarut yang digunakan sebesar 1:25, 1:30, dan 1:35 (b/v), dengan variasi waktu ekstraksi sebesar 20, 30, dan 40 menit. Karakteristik yang diamati diantaranya adalah total padatan terlarut, kecerahan, kadar steviosida, dan kemanisan dengan metode uji ranking. Selain itu dilakukan pula pengujian tingkat kemanisan terhadap gula pasir dengan metode magnitude estimation dan pengujian umur simpan dengan sensory shelf-life estimation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraksi dengan perlakuan rasio bahan baku:pelarut 1:25 (b/v) dan waktu ekstraksi 40 menit menghasilkan karakteristik paling baik dengan nilai total padatan terlarut sebesar 2oBrix, nilai kecerahan sebesar 8,52, kadar steviosida sebesar 2,82%, dan nilai rata-rata kemanisan sebesar 3,33. Pada penelitian ini diketahui bahwa ekstrak stevia memiliki tingkat kemanisan 120 kali dari gula pasir, serta umur simpan 12,531 hari.
Penggunaan Berbagai Konsentrasi Kulit Buah Pepaya dalam Penurunan Kadar Kafein pada Kopi S. Rosalinda; Tio Febriananda; Sarifah Nurjanah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n1.5

Abstract

Biji kopi merupakan bijian penghasil minuman. Beberapa peneliti terdahulu menunjukkan bahwa kopi memiliki potensi sebagai zat antioksidan, merangsang kinerja otak dan antikanker. Kopi juga memiliki kekurangan yaitu mengandung kadar kafein yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan beberapa efek negatif pada tubuh, seperti meningkatnya denyut jantung. Pengurangan kadar kafein dapat dilakukan dengan cara melakukan dekafeinasi pada biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah pepaya dalam penurunan kadar kafein kopi arabika. Penelitian ini menggunakan konsentrasi kulit papaya yang dihaluskan (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dengan lama waktu fermentasi selama 36 jam. Hasil perlakuan dibandingkan dengan data kontrol (kopi standar produksi Poktan Kopi Manglayang) sebagai acuan penelitian. Kopi bubuk yang dihasilkan telah dilakukan analisa kadar kafein, kadar air, kadar abu, dan uji hedonik. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi kulit pepaya 80%. Perlakuan terbaik ini menghasilkan kadar air 3,48% ± 0,01, kadar kafein 1,07% ± 0,06, kadar abu 3,46% ± 0,02, dan uji hedonik dengan nilai analisa warna 4,17; analisa aroma 3,7; analisa rasa 3 dan 3,43 dan analisa aftertaste 3,43. Hasil analisa kadar kafein didapatkan bahwa konsentrasi 0% sebesar 1,40% ± 0,02, konsentrasi 20% sebesar 1,38% ± 0,02, konsentrasi 40% sebesar 1,24% ± 0,04, konsentrasi 60% sebesar 1,13% ± 0,08. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa enzim papain yang terdapat pada kulit buah pepaya mampu menurunkan kadar kafein. Kata kunci: dekafeinasi; kopi arabika; kulit papaya; penurunan kafein
IMPACT OF DIFFERENT EXTRACTION METHODS ON PHYSICAL CHEMISTRY PROPERTIES OF PALM KERNEL OIL (ELAEISGUINEENSIS) Ibrahim A. I.; Sarifah Nurjanah; M. Ade Moetangad Kramadibrata
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.946 KB)

Abstract

This study was conducted to assess the impact of oil extraction from kernel palm by two methods of extraction they are, mechanical press and solvent (hexane) extraction. The aim of this study was to determine the impact of extraction methods on physical chemistry properties of palm Elaeisguineensis kernel oil. Methods were used for extracting oil from palm kernel according to the method of Mandal and Lee, moreover physical chemistry analysis for oils was conducted by AOAC and AOCS methods. These results showed significant differences (P<0.05) of the extraction method between five physical chemistry parameters. In these results number of saponification, peroxide, and iodine of oil that was extracted by hexane, while density was extracted mechanically and the results showed significant difference with the standards of FAO and WHO. The results showed that the number of each parameter from solvent (hexane) and mechanical press are Saponification 194.29±0.20 mgKOH/g and 215.74±1.29 mgKOH/g, Peroxide 3.72±0.25 mgKOH/g and 3.39±0.31 mgKOH/g, Iodine 18.28±0.13 mgKOH/g and 22.8±0.23 mgKOH/g, Density 0.87±0.01 g/cm3 and 0.91±0.00 g/cm3, Viscosity 27.66±1.15 mm2/s and 40.66±2.08 mm2/s, FFA 1.33±0.17% and 1.83±0.04%, respectively. The color of the oil were clear yellow by hexane extract and brown by mechanical extract. These results showed that the extraction methods of palm kernel oil by hexane is better than mechanical extraction.Keywords: Palm kernel oil, Extraction, physic-chemical properties
Kajian Proses Destilasi Fraksinasi Biodiesel Kemiri Sunan (Reutealis trisperma) Fathia Salsabila Emmaputri; Sarifah Nurjanah; Efri Mardawati; M. Ade Moetangad Kramadibrata; Mimin Muhaemin; Wahyu Daradjat; Handarto Handarto; Totok Herwanto; S. Rosalinda
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.187 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n2.5

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari minyak nabati. Kemiri sunan (Reutealis trisperma) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan baku biodiesel. Untuk mendapatkan mutu biodiesel yang optimal, perlu dilakukan peningkatan asam lemak ester yang relevan melalui proses destilasi fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur destilasi fraksinasi terhadap mutu biodiesel, mengetahui fraksi biodiesel dengan rendemen dan mutu terbaik, serta mengetahui mutu biodiesel kemiri sunan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif. Destilasi fraksinasi dilakukan dengan tiga perlakuan suhu yaitu A = 260-330°C; B = 330-348°C; dan C = 348-360°C. Percobaan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biodiesel terdestilasi pada perlakuan A dan B. Fraksi biodiesel terbaik apabila ditinjau dari kebutuhan mesin dan kebutuhan proses merupakan fraksi biodiesel hasil perlakuan A dengan perolehan nilai terbaik dari rendemen, viskositas kinematik, densitas, kadar air, bilangan asam, bilangan iod, titik nyala, serta angka setana secara berturut-turut adalah 16,08%; 2,69 mm2/s; 872,27 g/cm3; 0,22%; 0,27 mg KOH/g minyak; 17,83 g-I2/100 g minyak; 288,33°C; dan 71,50.Kata Kunci: Biodiesel, kemiri sunan, destilasi fraksinasi
Co-Authors Abdullah Md Zain Abil Fadila Ade Moetangad Kramadibrata Agil Firhan Iskandar Agnes Klarasitadewi Ahmad Thoriq Ainina, Nurul Akbar Hanif Dawam Abdullah, Akbar Hanif Dawam Anas Bunyamin Andina, Dwita Putri Andri Permana Annissa Ramadhanti Arinda Nur Ariva Asri Widyasant Asri Widyasanti Atiek Rostika Noviyanti Azizah, Ise Wafiq Bambang Nurhadi Boy Macklin Pareira Prawiranegara Budhi Indrawan David S. Marpaung Dedy Prijatna Dina Aprilia Dwi Merita Rosi Dwita Putri Andina E Gumbira-Sa’id - Efri Mardawati Eki Dwiyan Saputra Elazmanawati Lembong Ema Komalasari Etty Riani Fakhira, Qonita Raihani Fany Trihapsoro Farah Nuranjani Farah Nuranjani Fathia Salsabila Emmaputri Fawaiz, Husni Syamil Fitry Filianty Galih Adhi Respati Gumbira-Sa'id, E Handarto HARYONO Haryono Haryono Haryono Haryono Hilman Syaeful Alam Huda Nurul Quddus Ibrahim A. I. Ifmalinda Ilham Fajri Imas Siti Setiasih Indira Lanti Kayaputri Intan Aprilia Irene June Sidabutar Irmayanti, Maya Isti Sulistiani Jeremia Kristian Khaswar Syamsu Khaswar Syamsu - Kurnia, Ina Laily Rizki Safira Lita Fitriyani Khairunisa M. Ade Moetangad Kramadibrata Maya Damayanti Mimin Muhaemin Mochammad Rizal Mochammad Rizal Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Rizky Ramanda Muhammad Saukat Nadyah Rachma Dewi Namira, Tiara Nedia Cahyati Muchtarina Nedia Cahyati Muchtarina Nissa, Rossy Choerun Novia Dwi Anggraeni Nur Oktavia Benedicta Nuranjani, Farah Nurfauziah, Isni Nurpilihan Bafdal Nurul Ainina Nurul Ainina Pirdani Nur Fitri Prisilia Ratna Setyaningrum Puji Lestari Pusponegoro, Annisa Putri, Farinissa Deliana Qurratu’ain, Yona Rahmawati, Rahmi Reza Permana Aji Rienoviar Rienoviar Rienoviar, Rienoviar Rifki Amrullah Rizika Wulandari Rizky Mulya Sampurno Rizqi Putri Fathoni Rosalinda, Sari Roshita Ibrahim Rudi Adi Saputra Ruth Anggia Assyera S Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda, S. S.Rosalinda Rosalinda Salman Hafidz Sarinarulita Rosalinda Sekar Widyaningrum Selly Harnesa Putri Septianti, Nur Alifa Shayana Junita Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Suprihatin - Suprihatin Suprihatin Thoriq, Ahmad Tio Febriananda Tita Rialita Totok Herwanto Totok Pujianto Totok Pujiyanto Wahyu Daradjat Wahyu Kristian Sugandi Widyaningrum, Sekar Yati B Yuliyati Yati B. Yuliyati Yeyen Nurhamiyah, Yeyen Yona Qurratu’ain Zahrah Eza Arpima Zhaqqu Ilham Alhafidz Zulfaa Irbah Zain ‪Irna Dwi Destiana