Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Energi Pada Proses Pengolahan Teh Hitam Ortodoks (Studi Kasus PT. Perkebunan Nusantara Viii Kebun Gedeh, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) Totok Herwanto; Sarifah Nurjanah; Muhammad Saukat; Salman Hafidz
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.313 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n1.7

Abstract

Pada proses pengolahan teh membutuhkan energi yang cukup besar sehingga diperlukan suatu analisis sebagai upaya dalam menentukan strategi yang tepat terkait dengan penghematan energi pada rangkaian proses produksi teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner, dimana analisis energi dihitung berdasarkan penggunaan energi pada setiap kegiatan dan menghitung konsumsi energi tenaga manusia dan energi sarana produksi lalu dideskripsikan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi teh hitam khususnya pada proses pengolahan dengan sistem ortodoks menggunakan masukan energi (tanpa energi tak langsung) 26.223,772 MJ/ton dan 73.034,359 MJ/ton (dengan energi tak langsung). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan masuk dalam kuadran I yaitu kondisi dimana perlunya strategi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kekuatan. Strategi dan peluang penghematan energi yang dapat dilakukan dalam proses pengolahan teh hitam ini adalah dengan cara memelihara dan memperbaiki sarana-prasarana pendukung proses pengolahan teh hitam ortodoks terutama pada mesin Heat Exchanger dan penggunaan listrik yang lebih bijak untuk dapat menekan jumlah penggunaan bahan bakar dan waktu proses pengolahan.Kata kunci: Analisis energi, pengolahan teh, ortodoks
Kajian Pengaruh Rasio Refluks Terhadap Karakteristik Minyak Nilam Hasil Distilasi Fraksinasi Rifki Amrullah; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Mimin Muhaemin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.094 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n2.8

Abstract

Minyak nilam yang diproduksi oleh petani lokal umumnya masih memiliki mutu rendah yang disebabkan oleh proses penyulingan yang relatif singkat serta masih menggunakan metode dan peralatan yang sederhana. Rasio refluks pada distilasi fraksinasi dapat digunakan sebagai perlakuan untuk meningkatkan mutu minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari rasio refluks terhadap mutu dan karakteristik minyak nilam hasil distilasi fraksinasi serta kondisi proses yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan tiga variabel penelitian yaitu rasio refluks (20:1), (30:1), dan (40:1) dengan pengulangan sebanyak tiga kali, serta diatur untuk menghasilkan 3 fraksi (cut) pada masing-masing variabel penelitian. Parameter yang diukur meliputi rendemen proses, kadar patchouli alcohol, warna, bobot jenis, indeks bias, bilangan asam, dan kelarutan dalam etanol 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio refluks tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik minyak nilam yang dihasilkan pada cut yang sama, kecuali pada nilai bilangan asam. Rasio refluks (20:1) sudah cukup baik dalam menghasilkan mutu minyak nilam, khususnya pada cut 3 karena memiliki kadar patchouli alcohol yang tinggi sebesar 85,39%, serta serta memiliki kondisi proses paling efisien karena memiliki waktu proses paling singkat, yaitu 13,28 jam serta menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 95%.Kata Kunci: distilasi fraksinasi, minyak nilam, rasio refluks
Uji Aktivitas Antijamur pada Minyak Nilam Hasil Destilasi dan Fraksinasi Terhadap Jamur C. Albicans dan T. Mentagrophytes Prisilia Ratna Setyaningrum; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Sudaryanto Zain
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.722 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n1.9

Abstract

Senyawa patchouli alcohol (PA) pada minyak nilam diduga memiliki fungsi sebagai agen antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksinasi pada aktivitas antijamur miyak nilam. Minyak nilam yang diujikan: minyak nilam tanpa fraksinasi (100; Kadar PA: 35,28%), minyak nilam fraksi 2 (F2; Kadar PA: 25,62%), minyak nilam fraksi 7 (F7; Kadar PA: 34,86%), dan minyak nilam fraksi 8 (F8; Kadar PA: 54,59%). Minyak nilam ini diujikan pada Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan metode difusi agar yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil kemudian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dan diuji lanjut dengan Uji Dunnet dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan keempat jenis minyak nilam memiliki aktivitas antijamur terhadap kedua jenis jamur. Pada jamur C. albicans, DDH (diameter daya hambat) terluas pada ukuran 9,24 mm (F8) dan DDH terkecil senilai 5,89 mm (F2). Pada jamur T. mentagrophytes, DDH terluasnya adalah 7,70 mm (F8). DDH terkecilnya senilai 6,18 mm (F2). Dari hasil dapat dilihat bahwa fraksinasi minyak memengaruhi aktivitas antijamur, dimana ukuran DDH yang dihasilkan berbanding lurus dengan kadar patchouli alcohol dari minyak tersebut. Sehingga, minyak nilam dengan aktivitas antijamur terbaik adalah minyak nilam dengan kadar PA tertinggi, yaitu minyak nilam fraksi 8.Kata kunci : antijamur, fraksinasi, minyak nilam, patchouli alcohol.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TEH PUTIH (CAMELIA SINENSIS) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Asri Widyasanti; David S. Marpaung; Sarifah Nurjanah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.568 KB)

Abstract

Teh putih merupakan jenis teh yang masih terdengar asing, terutama apabila dibandingkan dengan popularitas teh hitam dan teh hijau. Hal tersebut mendasari perlunya dilakukan penggalian potensi teh putih agar dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan selain minuman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antijamur dari ekstrak teh putih terhadap jamur Candida albicans. Teh putih didapatkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Ciwidey, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan analisis deksriptif. Uji potensi antijamur ekstrak teh putih dilakukan dengan metode difusi agar pada medium Potatos Dexstrose Agar (PDA) dengan menggunakan paper disc. Setiap paper disc direndam pada ekstrak teh putih dengan konsentrasi 22%, 24%, 26% dan 28% (b/v). Diameter daya hambat yang dihasilkan pada ekstrak teh putih pelarut n-heksana adalah sebesar 0,83 - 2,83 mm, ekstrak teh putih dengan pelarut etil asetat adalah 6,16 - 11,33 mm, sedangkan pada ekstrak teh putih dengan pelarut etanol 96% adalah 10,00-16,16 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh putih dengan pelarut etanol memiliki daya hambat terbaik sebesar 16,16 mm pada konsentrasi 28% (b/v). Konsentrasi hambat minimum yang diuji menggunakan ekstrak teh putih dengan pelarut n-heksana tidak ditemukan, ekstrak teh putih pelarut etil asetat ditemukan pada konsentrasi 22% (b/v) sebesar 11,33 mm dan pada ekstrak teh putih dengan pelarut  etanol 96% ditemukan pada konsentrasi 22%  (b/v) sebesar 11,50 mm.Kata kunci: aktivitas antijamur, Candida albicans, ekstrak teh putih. 
Analisis Teknis dan Kelayakan Finansial Produksi Keripik Kentang Ahmad Thoriq; Rizky Mulya Sampurno; Sarifah Nurjanah
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.73 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.65-72

Abstract

AbstractMedians variety of potato is the main commodity developed by Agricultural Technology Park, Cikajang, Garut, West Java. The product has been partially sold in raw form and partly processed by itself into potato chips. This article will analyze the technical and financial feasibility of two ways of potato chips production. Production of potato chips has done manually by several machine units, therefore it needs to analyze technically and financially. Some analysis have conducted for this technical and financial analysis. The results showed that the average slicing capacity by slicing machine was 71.160 kg/hour, with the result of perfect shape about 58.493%. During five-year project, the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period by slicing machine were around of 55,591 Rp/kg, 612 kg/year, 459,639,059 Rp/year, 1.41, 17.17% and four months, respectively. In contras by traditional manner that the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period were nearly of 59,248 Rp/kg, 507 kg/year, 260,787,383 Rp/year, 1.35, 23.22% and four months, respectively.AbstrakKentang industri varietas Medians merupakan komoditi utama yang dikembangkan Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut, Jawa Barat. Hasil produksi sebagian dijual dalam bentuk mentah dan sebagianlagi diolah sendiri menjadi keripik kentang. Produksi keripik kentang dilakukan secara manual dan menggunakan beberapa unit mesin, sehingga diperlukan analisis teknis dan finansial untuk keberlanjutanusaha produksi keripik kentang. Analisis yang dilakukan meliputi kapasitas kinerja mesin pengiris, rendemen hasil irisan, HPP, BEP, NPV, BCR, IRR dan PBP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kapasitas pengirisan mesin pengiris adalah sebesar 71.160 kg/jam, dengan hasil irisan yang memiliki bentuk sempurna sebesar 58.493%. Pada umur proyek lima tahun, produksi keripik kentang secara mekanis didapatkan HPP sebesar Rp.55,591/kg, BEP sebesar 612 kg pertahun, NPV sebesar Rp.459,639,059/tahun, BCR sebesar 1.41, IRR sebesar 17.17% dan modal akan kembali pada bulan keempat. Sedangkan pada produksi keripik kentang secara manual didapatkan HPP sebesar Rp.59,248/kg, BEP sebesar 507 kg pertahun, NPV sebesar Rp.260,787,383/tahun, BCR sebesar 1.35, I.RR sebesar 23.22% dan modal akan kembali padabulan keempat.
Kajian Pengaruh Kecepatan Pengadukan terhadap Rendemen dan Mutu Kristal Patchouli Alcoholdengan Metode Cooling Crystallization Lita Fitriyani Khairunisa; Asri Widyasanti; Sarifah Nurjanah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.97 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.6

Abstract

Minyak nilam merupakan salah satu komoditas minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Komponen utama penentu aroma, mutu, sekaligus harga jual minyak nilam adalah patchouli alcohol (PA). Kandungan PA dalam minyak nilam dapat ditingkatkan melalui kombinasi metode distilasi fraksinasi dan kristalisasi sehingga dapat menghasilkan kadar PA yang lebih murni. Pengadukan dapat digunakan sebagai perlakuan untuk meningkatkan mutu minyak nilam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan terhadap rendemen dan mutu kristal PA yang didapat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis korelasi-regresi. Penelitian ini dilakukan dengan lima variasi kecepatan pengadukan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 RPM serta satu perlakuan sabagai kontrol dengan masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur meliputi warna, melting point, dan densitas. Selain itu dilakukan pula pengukuran parameter penunjang yaitu rendemen minyak, laju pembentukan kristal, laju filtrasi, rendemen kristal dan yield. Perlakuan terbaik ditinjau dari kedua pengujian yang dilakukan adalah perlakuan kecepatan pengadukan 100 RPM. Perolehan nilai terbaik dari melting point dan densitas (bulk density dan particle density) secara berturut-turut adalah 56,4, dan 0,4405 g/mL; 1,0019 g/mL. Sementara perolehan nilai untuk  rendemen kristal dan yield PA secara berturut-turut adalah 49,9918%, dan 83,2736%.
Antibacterial Activity of -guaiene Patchouli Oil on Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis Novia Dwi Anggraeni; Sarifah Nurjanah; Elazmanawati Lembong
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 6, No 3 (2020): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2020
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v6i3.4964

Abstract

Patchouli oil has the content of α-guaiene as one of the dominant components. The α-guaiene compound is one of the seskuiterpen groups that has antibacterial capabilities, but there have been no reports of antimicrobial activity of the α-guaiene compound. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis bacteria are normal human microbials that often cause nosocomial infections (originating from hospital environments). This study aims to find out the antibacterial activity of α-guaiene with a purity of 37,50%. The method used is the test of the diameter of the well diffusion method against the bacteria S. aureus ATCC 25923 and S. epidermidis ATCC 12228. The study used variations in α-guaiene concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. The α-guaiene material used is the result of the process of distillation fractionation of patchouli oil, so that it is obtained α-guaiene components with a purity of 37,50%. The results showed that the α-guaiene components with purity of 37,50% able to inhibit the growth of both test bacteria, with the highest antibacterial activity found in the bacteria S. aureus in concentration variation of 60% with an average resistance diameter value of 10,33 mm. In conclusion, α-guaiene components with purity of 37,50% indicate the existence of antibacterial activity.
KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN DENGAN KATALIS HETEROGEN SILIKA TERIMPREGNASI KALSIUM OKSIDA (CaO/SiO2) Haryono Haryono; Yati B Yuliyati; Atiek Rostika Noviyanti; Mochammad Rizal; Sarifah Nurjanah
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.10-20

Abstract

Biodiesel komersial umumnya diproduksi dari minyak sawit yang telah menjadi kontroversi karena minyak sawit merupakan minyak pangan dan tanaman kelapa sawit memanfaatkan lahan subur.  Salah satu jenis minyak nabati potensial sebagai bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Minyak kemiri sunan bersifat non-pangan sehingga tidak akan berkompetisi dengan kebutuhan pangan. Dalam pembentukan biodiesel, penggunaan katalis basa homogen pada tahap trans-esterifikasi berpotensi menimbulkan beberapa masalah, salah satunya akibat keberadaan asam lemak bebas (ALB). Penelitian ini bertujuan menyiapkan katalis padat heterogen berupa katalis SiO2 terimpregnasi CaO (CaO/SiO2), mempelajari pengaruh tahap esterifikasi terhadap perubahan kadar ALB minyak, dan menguji aktivitas katalis CaO/SiO2 pada tahap trans-esterifikasi dalam pembentukan biodiesel. Katalis CaO/SiO2 disiapkan dengan metode sol-gel dari bahan alam (cangkang telur dan sekam padi). Kadar ALB dari minyak kemiri sunan divariasikan melalui tahap esterifikasi selama 1; 1,5; dan 2 jam dengan bantuan katalis H2SO4. Sedangkan tahap trans-esterifikasi dilakukan pada suhu 60°C, rasio mol minyak terhadap metanol sebesar 1:9, lama reaksi dua jam, dan kadar katalis CaO/SiO2 sebanyak 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap esterifikasi selama 1; 1,5; dan 2 jam telah mampu menurunkan kadar ALB minyak dari 12,5% (tanpa esterifikasi) menjadi 0,65%; 0,58%; dan 0,54%. Biodiesel dari minyak kemiri sunan yang disintesis dengan bantuan katalis CaO/SiO2 pada kondisi optimal di tahap trans-esetrifikasi memenuhi standar SNI 7182-2015 mengenai biodiesel, untuk parameter densitas, viskositas, kadar air, bilangan iodin, dan bilangan cetana.
Analisis Kinerja Produksi Keripik Kentang (Studi Kasus : Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut, Jawa Barat) Ahmad Thoriq; Rizky Mulya Sampurno; Sarifah Nurjanah
Agroindustrial Technology Journal Vol 2, No 1 (2018): Agroindustrial Technology
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.496 KB) | DOI: 10.21111/atj.v2i1.2819

Abstract

Keripik kentang merupakan salah satu unit usaha yang dikembangkan di Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat namun proses produksi masih dilakukan dengan peralatan sederhana, sehingga diperlukan evaluasi teknis untuk mengetahui produksi keripik kentang yang optimal. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi karakteristik fisik kentang industri, kapasitas pengupasan dan pengirisan kentang, kesempurnaan hasil irisan, serta rendemen keripik kentang yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata volume dari tiap butir kentang adalah 324,73 cm3 dengan rata-rata kebulatan 80% mendekati bola dan kebundaran 40%.  Hasil penelitian menunjukkan kapasitas efektif pengupasan sebesar 7,512 kg/jam dengan rata-rata persentase kulit kentang sebanyak 11,12 %, kapasitas pengirisan mengunakan pisau sebesar 4,175 kg/jam, kapasitas pengirisan menggunakan alat pengiris sebesar 22,447 kg/jam, hasil irisan yang memiliki bentuk sempurna sebesar  87,919 % dan rata-rata rendemen keripik kentang sebesar 26,451 %.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENYULINGAN MINYAK AKAR WANGI (Java Vetiver Oil) MENGGUNAKAN ALAT PENYULING SISTEM KUKUS DAN UAP Intan Aprilia; Sarifah Nurjanah; Ahmad Thoriq; Boy Macklin Pareira Prawiranegara
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.602 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v9i1.1565

Abstract

Minyak akar wangi merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia. Harga minyak akar wangi sangat dipengaruhi oleh mutu minyak hasil penyulingan. Terdapat dua jenis proses penyulingan akar wangi yaitu penyulingan secara kukus dan uap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha dan mengetahui analisis sensitivitasnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Parameter kelayakan usaha yang digunakan berdasarkan indikator NPV, IRR, BCR, dan PP Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa penyulingan secara kukus didapatkan NPV sebesar Rp. 745.265.697; IRR sebesar 6,8%; BCR sebesar 1,08 dan PP 15 bulan, sedangkan penyulingan dengan uap didapatkan NPV sebesar Rp 2.154.170.341; IRR sebesar 7%; BCR sebesar 1,15; dan PP 15. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kapasitas output pada penyulingan minyak akar wangi dengan sistem kukus sebesar 67,2 kg/bulan diproyeksi dapat menurun hingga mencapai 61,6 kg/bulan. Sedangkan harga jual diproyeksikan dapat menurun mencapai Rp. 1.760.000. Kapasitas output pada penyulingan minyak akar wangi dengan sistem uap sebesar 62,4 kg/bulan diproyeksi dapat menurun hingga mencapai 61,6 kg/bulan. Sedangkan harga jual diproyeksikan dapat menurun mencapai Rp. 2.950.000.
Co-Authors Abdullah Md Zain Abil Fadila Ade Moetangad Kramadibrata Agil Firhan Iskandar Agnes Klarasitadewi Ahmad Thoriq Ainina, Nurul Akbar Hanif Dawam Abdullah, Akbar Hanif Dawam Anas Bunyamin Andina, Dwita Putri Andri Permana Annissa Ramadhanti Arinda Nur Ariva Asri Widyasant Asri Widyasanti Atiek Rostika Noviyanti Azizah, Ise Wafiq Bambang Nurhadi Boy Macklin Pareira Prawiranegara Budhi Indrawan David S. Marpaung Dedy Prijatna Dina Aprilia Dwi Merita Rosi Dwita Putri Andina E Gumbira-Sa’id - Efri Mardawati Eki Dwiyan Saputra Elazmanawati Lembong Ema Komalasari Etty Riani Fakhira, Qonita Raihani Fany Trihapsoro Farah Nuranjani Farah Nuranjani Fathia Salsabila Emmaputri Fawaiz, Husni Syamil Fitry Filianty Galih Adhi Respati Gumbira-Sa'id, E Handarto HARYONO Haryono Haryono Haryono Haryono Hilman Syaeful Alam Huda Nurul Quddus Ibrahim A. I. Ifmalinda Ilham Fajri Imas Siti Setiasih Indira Lanti Kayaputri Intan Aprilia Irene June Sidabutar Irmayanti, Maya Isti Sulistiani Jeremia Kristian Khaswar Syamsu Khaswar Syamsu - Kurnia, Ina Laily Rizki Safira Lita Fitriyani Khairunisa M. Ade Moetangad Kramadibrata Maya Damayanti Mimin Muhaemin Mochammad Rizal Mochammad Rizal Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Rizky Ramanda Muhammad Saukat Nadyah Rachma Dewi Namira, Tiara Nedia Cahyati Muchtarina Nedia Cahyati Muchtarina Nissa, Rossy Choerun Novia Dwi Anggraeni Nur Oktavia Benedicta Nuranjani, Farah Nurfauziah, Isni Nurpilihan Bafdal Nurul Ainina Nurul Ainina Pirdani Nur Fitri Prisilia Ratna Setyaningrum Puji Lestari Pusponegoro, Annisa Putri, Farinissa Deliana Qurratu’ain, Yona Rahmawati, Rahmi Reza Permana Aji Rienoviar Rienoviar Rienoviar, Rienoviar Rifki Amrullah Rizika Wulandari Rizky Mulya Sampurno Rizqi Putri Fathoni Rosalinda, Sari Roshita Ibrahim Rudi Adi Saputra Ruth Anggia Assyera S Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda, S. S.Rosalinda Rosalinda Salman Hafidz Sarinarulita Rosalinda Sekar Widyaningrum Selly Harnesa Putri Septianti, Nur Alifa Shayana Junita Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Suprihatin - Suprihatin Suprihatin Thoriq, Ahmad Tio Febriananda Tita Rialita Totok Herwanto Totok Pujianto Totok Pujiyanto Wahyu Daradjat Wahyu Kristian Sugandi Widyaningrum, Sekar Yati B Yuliyati Yati B. Yuliyati Yeyen Nurhamiyah, Yeyen Yona Qurratu’ain Zahrah Eza Arpima Zhaqqu Ilham Alhafidz Zulfaa Irbah Zain ‪Irna Dwi Destiana