p-Index From 2021 - 2026
7.019
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Journal of Indonesian Applied Economics TEMA (Jurnal Tera Ilmu Akuntansi) Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan (Journal of Economics and Development Studies) Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Bina Praja Jurnal Ekonomi dan Bisnis Journal of Socioeconomics and Development Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) International Journal of Social Science and Business Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Warta Penelitian Perhubungan Journal of Innovation in Business and Economics Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning (JISDeP) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ekonomi Indonesia Jurnal Kependudukan Indonesia Jurnal Ketenagakerjaan Asia Pacific Journal of Management and Education Journal of International Conference Proceedings Central Publisher Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Journal of Development Economic and Social Studies (JDESS) Contemporary Studies in Economic, Finance and Banking (CSEFB) Economics Development Analysis Journal Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Ekonomi Kependudukan dan Keluarga
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Korelasi Mobilitas Penduduk dan Sosioekonomi Terhadap Kepemilikan Kendaraan [The Correlation Analysis of Population Mobility and Socio-economic Aspects of Vehicle Ownership] Kusuma, Candra Aji; Multifiah, Multifiah; Syafitri, Wildan
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v30i2.830

Abstract

The tourism development either the nature conservation or the local attractions in the urban agglomeration causes the increase in economic growth. The development of destination zones impacts the surrounding areas that are interested in joining the main activities which can cause the high population mobility and the transportation facility. It also affects the trend of vehicle ownership which increases every year. This study aims to find out the effect of population mobility and the socio-economic aspect on the vehicle ownership in the agglomeration areas. The analyses used in this study were descriptive quantitative and Chi-Square analysis to examine the correlation and the effect of the two variables. The result of this study shows that the age factor does not significantly influence the vehicle ownership. Moreover, the factor of marriage, education, and income influence significantly to the vehicle ownership. The higher the income and the education, the higher the tendency to own the private vehicle.Keywords: Correlation analysis, population mobility, socio-economic aspect, vehicle ownership AbstrakPerkembangan pariwisata baik kawasan wisata konservasi alam maupun atraksi pada daerah aglomerasi perkotaan berakibat meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Berkembangnya zona tujuan berakibat pada daerah sekitar yang tertarik untuk bergerak ke pusat kegiatan yang menyebabkan tingginya mobilitas penduduk dan sarana transportasinya. Hal ini juga berdampak pada tren kepemilikan kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilitas penduduk dan aspek sosio-ekonomi terhadap kepemilikan kendaraan di wilayah aglomerasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis chi-square untuk menguji hubungan dan pengaruh dua variabel. Hasil kajian ini diperoleh bahwa faktor usia tidak berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan kendaraan. Faktor perkawinan, pendidikan, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan kendaraan. Semakin tinggi pendapatan dan pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk memiliki kendaraan pribadi.Kata kunci: Analisis korelasi, mobilitas penduduk, aspek sosio-ekonomi, kepemilikan kendaraan.
The Effect of Food Ingredients Containing Protein on Stunting Cases in East Java Komang, Indora Yusakobus; Ashar, Khusnul; Syafitri, Wildan
Journal of International Conference Proceedings Vol 6, No 1 (2023): 2023 ICPM Malang Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v6i1.2312

Abstract

Stunting is a condition in where children are experienced growth disturbances and affect them into adulthood (maturity). In the long period, stunting can cause decreasing  economic country. East Java is province that supporting the economy of Indonesia,  including the producer of foodstuffs that contain protein. Where protein is one of the micronutrients that affects cases of stunting. In fact, there are many cases of stunting in East Java. By using the data from BPS, this study wanted to determined the effect of food ingredients containing protein on stunting cases in East Java. Based on BPS data, there are seven high-protein food ingredients that are most consumed by the people in East Java. However, based on the panel data regression, there is only one food ingredient that has the effect of reducing stunting rates, it was egg consumption. By focusing on it, hopes that the government can control the prices and distribution. Therefore public can consumed it easily and cheaply.
Does Village Fund Reduce Poverty and Disparity in East Java Province? (Evidence from Indonesia) Suseno, Vimbyarno Purbo; Syafitri, Wildan; Bintoro, Nugroho Suryo
Journal of International Conference Proceedings Vol 6, No 1 (2023): 2023 ICPM Malang Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v6i3.2433

Abstract

From economic perspective, poverty arises as result of lack of access to capital and resources differences as explained in the vicious circle of poverty theory. In addition, differences in each region and various factors then create developed regions and underdeveloped regions. Developed regions are progressing and becoming a magnet for the capital, investment and residents of underdeveloped areas. Meanwhile, underdeveloped regions remain. Statistical data shows that the poverty rate is greater in rural areas than in urban areas. For this reason, the government's policy to overcome poverty and disparity is to carry out development from marginal areas, namely rural areas. With the enactment of Law Number 6 of 2014, the village becomes an autonomous region to be able to regulate dan manage its community including aspects of planning, development, finance, and democracy independently. Since 2015, the government has allocated Village Funds to villages originating from the State Budget in the amount of 10% of and excluding Regional Transfers allocated in the State Budget. The results of the study show that Village Funds significantly reduces poverty, but it has no impact on disparity.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJA WANITA SEKTOR INFORMAL (STUDI KASUS: PEDAGANG di KOTA MALANG) Oktavina, Catur Wulandhari; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekonomi di sektor informal semakin berkembang seiring dengan bertambahnya angka pengangguran khususnya di perkotaan, keberadaan sektor informal disatu sisi dibutuhkan masyarakat terutama di kalangan ekonomi menengah kebawah, tetapi di sisi lain kurang mendapatkan perhatian dan perlindungan dari pemerintah, padahal sektor ini identik dengan sektor usaha yang padat karya yang mampu menyerap banyak pengangguran dan sektor ini juga mampu memberikan pendapatan yang cukup tinggi untuk mengurangi tingkat kemiskinan diperkotaan. Di Kota Malang kegiatan informal yang dilakukan oleh wanita lebih banyak dilatarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakterisik wanita pekerja di sektor informal dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas wanita pekerja di sektor perdagangan informa di Kota Malang. Dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara langsung kepada 100 responden wanita yang berprofesi sebagai pedagang informal. Karakteristik yang ditemukan mengenai pekerja informal di Kota Malang adalah  didominasi pekerja informal wanita dengan status sudah menikah dengan tingkat umur yang produktif. Sistem kerjanya sebagian besar identik dengan waktu kerja yang panjang, ketidakamanan dalam menjalankan usaha informal terkait pengusiran oleh pihak pemerintah maupun keberadaan preman dan pungutan liar, sistem pengupahan yang mereka terima umumnya harian, akses yang terbatas untuk memperoleh kredit, serta sektor ini ternyata mampu memberikan pendapatan diatas tingkat UMR. Dari kedua model ekonometrika yang digunakan yakni Regresi Linear Berganda dan Logit, ditemukan faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas pekerja informal wanita Kota Malang  adalah tingkat umur, status perkawinan, pengalaman kerja, jarak, lokasi usaha, status pekerjaan, sistem pengupahan dan keamanan. Kata Kunci: Produktivitas,Sektor Informal, Wanita
ANALISIS VARIABEL - VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KECIL TEMPE (STUDI KASUS SENTRA INDUSTRI TEMPE SANAN KELURAHAN PURWANTORO KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG) Syah, Afid Nurdian; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tingginya jumlah angkatan kerja yang terjadi saat ini merupakan dampak dari semakin bertambahnya penduduk. Banyaknya jumlah angkatan kerja ini  tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia, sehingga hal ini dapat menagkibatkan terciptanya pengangguran, dimana jumlah penawaran kerja lebih banyak daripada permintaan tenaga kerja. Salah satu sektor yang dapat menyerap tenaga kerja guna mengurangi pengangguran adalah sektor industri, khususnya industri kecil. Karena industri kecil memiliki peran yang besar dalam penyerapan tenaga kerja dan perekonomian. Kota Malang adalah salah satu kota yang banyak terdapat industri kecil yang bersifat padat karya. Sehingga penelitian ini mencoba fokus dalam menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja  pada industri kecil tempe. Peneliti mengambil variabel independen yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada industri kecil yaitu modal, upah, nilai produksi, dan biaya bahan baku. Sedangkan variabel dependennya adalah penyerapan tenaga kerja.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari variabel modal, upah, nilai produksi, biaya bahan baku terhadap penyerapan tenaga kerja. Serta untuk mengetahui faktor manakah yang  paling dominan pengaruhnya terhadap penyerapan tenaga kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha pembuatan tempe sebanyak 226 orang. Sampel yang digunakan  berjumlah 69 orang. Data yang digunakan berupa  data primer dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan kuisoner. Metode analisis data adalah analisis regresi berganda dengan metode  Ordinary Least Square  (OLS) dengan menggunakan program SPSS 16.0. Hasil penelitian dari analisis regresi menunjukkan bahwa probabilitas F lebih kecil dari α (0,000 < 0,05), sehingga modal, upah, nilai produksi dan biaya bahan baku secara simultan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Sentra Industri Tempe Sanan. Nilai Adjusted R2 sebesar 47,6% yang menunjukkan bahwa modal, upah, nilai produksi dan  biaya bahan baku berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja  di Sentra Industri Tempe Sanan  sebesar 47,6% sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain di luar model penelitian ini.   Hasil dari analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial variabel upah berpengaruh signfikan dan berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja. Yang artinya jika upah meningkat maka penyerapan tenaga kerja akan berkurang. Nilai produksi juga berpengaruh signifikan dan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Artinya jika nilai produksi bertambah maka penyerapan tenaga kerja akan bertambah. Sedangkan modal memiliki nilai positif namun tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Biaya bahan baku memiliki nilai negatif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kata kunci : Penyerapan Tenaga Kerja, Modal, Upah, Nilai Produksi, Biaya Bahan Baku
ANALYSIS ON FACTORS AFFECTING THE PARTICIPATION OF MARRIED WOMEN IN INFORMAL SECTOR (Case studyonTheTradersin Ketawang Gede Sub-district, Malang) Sumule, Fika; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes factors affecting the participation of married women (in the age of 16-60 years) in informal sector in Ketawang Gede sub-district, Malang. Using Linear Probability Model and Logit Model on 50 respondents, this study reveals migrationstatus, total working hours/day, number of dependent, level of income and husband’s employment status significantly affect the participation of married women in informal sector. On the other hand, age and education have no significant effect on participation of married women. Marital status has a significant role in affecting the decision of women for working in formal or informalsector. However, since informal activity can accommodate the family responsibility, married woman prefer to join in informal sector.Keywords: Participation of married women, Informal Sector.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Migran Bekerja di Dalam Negeri dan Luar Negeri (Studi Kasus Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang) Andias, Tri; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain atau disebut dengan migrasi menjadi salah satu fenomena sosial yang menarik untuk dikaji secara lebih dalam. Sebagian besar para ahli menganggap bahwa migrasi memiliki aspek yang luas untuk diteliti dan  pengetahuan mengenai fenomena ini sangat berguna dalam kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh sebuah negara, untuk membuat rencana agar tercapai pembangunan yang diharapkan, perlu dipelajari keterkaitan antara perilaku individu atau kecenderungan mobilitas penduduk dan pembangunan wilayah. Kabupaten Malang merupakan kabupaten di Jawa Timur yang memiliki jumlah TKI terbesar dibanding dengan kota dan kabupaten lainnya. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk menjadikan Kabupaten Malang terutama Malang Selatan yang menjadi kantong-kantong TKI sebagai studi kasus dalam penelitian ini.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  alasan individu dalam menentukan keputusan migrasi di dalan negeri dan luar negeri. Melalui data primer yang diperoleh dengan cara wawancara langsung, delapan variabel  independen, yaitu umur, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, beban tanggungan di daerah asal, kepemilikan lahan di daerah asal, kepemilikan relasi,  dan  perbandingan upah  dianalisis dengan metode  Logit  dan sebagai pembanding menggunakan metode LPM (Linear Probability Model) dengan menggunakan software Stata 10. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari delapan variabel independen,variabel status pernikahan dan pendidikan memiliki kecenderungan lebih tinggi dan signifikan menentukan keputusan seseorang bermigrasi di dalam negeri ke luar negeri karena nilai koefisiennya negatif. Sementara itu  variabel  jenis kelamin, beban tanggungan, kepemilikan lahan, dan perbandingan upah memiliki kecenderungan lebih tinggi dan signifikan menentukan keputusan seseorang untuk bermigrasi ke luar negeri daripada di dalam negeri karena nilai koefisiennya positif. Sisanya, yaitu variabel umur dan kepemilikan relasi memiliki kecenderungan yang tidak signifikan terhadap keputusan migrasi dalam negeri dan luar negeri. Kata kunci : Migrasi dalam negeri, Migrasi luar negeri,  Binary  Logistic Regression Model
Analisis Kredit Bermasalah Sebagai Antisipasi Terhadap Krisis Perbankan di Indonesia (Kasus pada Kredit Properti BTN) Ambarwati, Erni; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank  as  an  intermediary  financial  institutions will  be  able  to  be  the  cause  of  the  crisis resulting from increased non performing loans in the form of arrears interest payments, principal loan  or  both.  This  research  focuses  to  assess  the  potential  due  to  credit  crisis  in  the  country troubled  by  knowing  variable  influence monetary  is  inflation,  interest  rate  on mortgage  loans, exchange rate and bank performance is LDR, CAR and BOPO against non performing loans of the Bank Tabungan Negara  in  the  short  term and  long  term. Loans at a bank can be  seen  from  the comparison  loans  and  the  amount  of  the  credits  distributed  known  as  the  ratio  of  the  Non Performing Loan  ( NPL). The analysis of  the data used  in  this  study  is Erorr Correction Model (ECM)/ model correction of a  fault. Using  this method be analyzed  the short-term and  long-term between  the  independent variable of  the dependent variable and engineering analysis  to correct imbalances long-term (speed of adjusment). The results of  this study shows  that  in  the short  term positive effect of  inflation variables, interest rates on mortgage loans have positive effect, exchange rate not have negative effects, LDR have  positive  effect, CAR not  have  positive  effect  and  BOPO  have positive  effect  on  the  non-performing loans at Bank Tabungan Negara. While in the long run variable inflation it has some positive  effects,  interest  rates on mortgage  loans have a negative  effect,  exchange  rate not have negative  effects,  LDR  have  positive  effects, CAR  have  positive  effects  and  BOPO  have  positive effects  on  the  non  performing  loans  at  Bank  Tabungan  Negara.  Increase  in  numbers  non performing  loans at Bank Tabungan Negara during a period of  research make bank potentially facing  the  crisis  if  trust banking  customers,  investors and markets decline  so withdrawing  their customers in large numbers or bank rush that can disturb liquidity at Bank Tabungan Negara. Key Words: Non Performing Loans, Inflation, Interest Rate on Mortage Loan, Exchange Rate, LDR, CAR, BOPO, Banking Crisis, ECM Model
Analisis Peranan Belanja Modal,Tenaga Kerja Dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di 33 Provinsi Indonesia Tahun 2009-2013 Sari, Mega Mustika; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dari  belanja modal, investasi dan tenaga kerja dengan  melihat  pengaruhnya    terhadap  pertumbuhan  ekonomi  di  33  provinsi    Indonesia. Penelitian  ini  menggunakan  data  sekunder  berupa  gabungan  dari  data  crossection    dan  time series,  dimana  penulis  membatasi  waktu  penelitian  dari  tahun  2009-2013,  yaitu  dengan  data PDRB, realisasi belanja modal, data penanaman modal Asing  (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan data  jumlah angkatan kerja.  Metode analisis yang digunakan adalah regresi data    panel  dengan  model  fixed  effect,  dimana  metode  penaksiran  yang  digunakan  adalah Ordinary  Least  Square  (OLS).  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan fungsional  antara  pertumbuhan  ekonomi  dengan  realisasi  belanja  modal,  investasi  dan  tenaga kerja di  Indonesia.   Hubungan  tersebut  terlihat dari  setiap perubahan    realisasi belanja modal, investasi  dan  tenaga  kerja,  maka  akan  meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi    di  33  Provinsi Indonesia. Namun apabila dilihat dari efek individual per  provinsi dari 33 provinsi di Indonesia, Provinsi  Kalimantan  Barat,Provinsi    Sulawesi  Selatan,  Provinsi  Kalimantan  Selatan,  Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan nilai negatif. Artinya, apabila terjadi perubahan  dalam  realisasi  belanja  modal,  investasi  dan  tenaga  kerja    maka  pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut akan mengalami penurunan.   Kata Kunci : PDRB,  Realisasi belanja modal, Investasi, Tenaga kerja
ANALISIS PENDAPATAN PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM KOTA MALANG (STUDI KASUS TRAYEK RAMAI, MENENGAH dan SEPI) AKP, Rhamadhany; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor pendapatan sangat mempengaruhi kinerja pelayanan sopir mikrolet dilapangan, kejar setoran dan berebut penumpang menyebabkan sopir mikrolet tidak memperhatikan kenyamanan dan keamanan penumpang.Sebuah pemikiran dasar dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan para pegemudi angkutan umum dengan menggunakan sampelpenelitian  3 angkutan kota yaitu LDG, CKL dan TSG. Dengan parameter tetap tentang pendapatan pengemudi angkutan umum. Kata kunci:Pendapatan pengemudi, angkutan umum, Kota Malang.
Co-Authors Afala, La Ode Machdani Affandi, Hafis Demas Afid Nurdian Syah Agus Suman Agus Susilo AKP, Rhamadhany Amalia, Adzania Putri Amran Rasli, Amran Anwar Ardiansyah, Fariz Nur Athoillah, Moh. Awinda, Siti Nur Arliya Axellina Muara Setyanti Axellina Muara Setyanti, Axellina Muara Bahtiar Fitanto Bahtiar Fitanto Bintoro, Nugroho Suryo Bramantyo, Dio Bagus Cahayati, Nila Cahyani Novianti, Ardiah Salsabila Cahyono, Erwin Candra Aji Kusuma Candra Asih, Putri Galuh Candra Fajri Ananda Catur Wulandhari Oktavina Choirul Okviyanto Christiayu Natalia Citra Rahayu Indraswari, Citra Rahayu Clarissa Adventri Clarissa Sekar Anindya Devanto Pratomo Devanto Shasta Pratomo Dio Bagus Bramantyo Eddy Suprapto Elia Nurul Mahmudah Erdiansyah &#039; Erdianto &#039; Erni Ambarwati Evi Febriani Evie Dian Pratiwi Fariz Nur Ardiansyah Fatmawati, Inma Fauji, Zihan Fawwaz, Muhammad Ferry Sutiono Fika Sumule Finuliyah, Firdaus Hafis Demas Affandi Imamia, Tsumma Lazuardini Inma Fatmawati Irfan Raharjo Katili, Annisa Pratiwi Khoiruddin, Muhammad Afif Khusnul Ashar Khusnul Ashar Komang, Indora Yusakobus Kusuma, Candra Aji Lukman Hakim Lumbanraja, Tricia M. Fauzan Elva Said M. Pudjihardjo Marlina Ekawati Maryunani Maryunani Mawarni, Sherina Indah Mhd. Daffa Alzahri Miftahul Surur Multifiah . Munawar Ismail Musdar Muhammd mustajaabah, risq Nabilah, Naurah Nik Atul Latipah Norasida, Azira Nugroho Suryo Bintoro Nugroho Suryo Bintoro Nurul Izza Rachmad Kresna Sakti Radeetha Radeetha Rahayu Sapta Nugraheni Ramadhina, Siti Rara Firstia Putri Utomo Refa Dita Praskagitalokananta Reika Happy Sugiastuti Rhamadhany AKP Rizaldi, Muhammad Sari, Mega Mustika Sari, Mega Mustika Setyanti, Axellina M Shierly Sephiani Silvi Asna Prestianawati Silvia Luthfiyah Ghinastri Sulistyo, Tito Suseno, Vimbyarno Purbo Tamin, Alysha Kadeezah Akmal Tamin, Annaurah Kireina Akmal Tasmilah Tasmilah Tasmilah Tasmilah, Tasmilah Tri Andias Wijaksono, Rana Adhiella Yahya, Carissa Marisa Zhahirah, Nasywa Zihla Hasnatul Layli