Claim Missing Document
Check
Articles

URGENSI BELAJAR BAHASA ARAB MELALUI METODE KOMUNIKATIF PADA SISWA MTS MUHAMMADIYAH LUBUK JAMBI - KUANTAN SINGINGI Yunita, Yenni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1825

Abstract

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa dunia yang telah mengalami perkembangan social masyarakat dan ilmu pengetahuan. Pembelajaran bahasa Arab dapat didefinisikan suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar bahasa Arab dengan guru sebagai fasilitator dengan mengorganisasikan berbagai unsur untuk memperoleh tujuan yang ingin dicapai dan bahsa Arab ini merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan kepada siswa salah satunya seperti yang diajarkan di MTS Muhammadiyah Lubuk Jambi Kuantan singing dan kami menawarkan salah satu metode yang tepat untuk mengajarkan bahasa Arab yaitu metode Komunikatif. Metode komuikatif adalah sebuah metode yang lebih mengandalkan kreativitas para pelajar dalam melakukan latihan. Pada tahap ini keter libatan Guru secara langsung mulai dikurangi untuk member kesempatan kepada mahasiswa untuk mngembangkan kemampuan sendiri. Para siswa pada tahap ini ditekankan untuk lebih banyak berbicara dari pada Guru. Adapun bentuk pengabdian ini adalah berupa seminar tentang Urgensi belajar bahasa Arab Metode Komunikatif dengan metode sebagai berikut, yaitu: Narasumber menyampaikan materi seminar dengan metode Ceramah kemudian para Peserta menyimak materi terakhir diskusi dan tanya-jawab. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membekali para guru dan santri dengan Urgensi Belajar Bahasa Arab melalui Metode Komunikatif, memperbaiki cara pandang dan asumsi yang salah tentang belajar bahasa Arab melalui Metode Komunikatif, serta memberikan solusi terhadap hambatan dalam pembelajaran Bahasa Arab melalui Metode Komunikatif.
Measuring What Matters: Goal‑Free Evaluation Of Holistic Assessment In Arabic Language Education Samin, Saproni Muhammad; Jaafar, Azhar; Supriady, Harif; Pebrian, Rojja; Zulkifli, Alfitri; Yunita, Yenni
Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Vol 9, No 1 (2026): Ijaz Arabi: Journal Of Arabic Learning
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijazarabi.v9i1.36779

Abstract

Outcome-Based Education (OBE) requires assessment that captures not only knowledge but also professional dispositions and observable performance. Program-level evidence in Arabic Language Education (ALE) remains limited, especially studies that link holistic assessment design to institutional quality indicators and graduate outcomes. The study aims to appraise the effectiveness of a holistic assessment system (cognitive–affective–psychomotor) in the ALE Study Program at Universitas Islam Riau using Goal Free Evaluation (GFE) and to examine its association with academic attainment and graduate outcomes. This study is a mixed-methods, descriptive dominant design employing GFE to evaluate effectiveness through actual outcomes rather than predetermined targets. Data sources included three academic years (Y2 [2022] to Y [2025]) of institutional records, quality assurance documents (GLOs•CLOs•sub-CLOs; rubrics), micro-teaching artefacts, student satisfaction surveys, and a tracer study. Association with academic attainment was examined through temporal trends in GPA and on-time graduation; association with graduate outcomes through employment rates and time-to-job. Findings: GFE evaluation revealed system effectiveness across all domains: (i) cognitive—mean GPA remained consistently high (3.69–3.78) and on time graduation reached 52% in Y; (ii) affective—“very good” ratings ≥75% across service dimensions; (iii) psychomotor—standardized micro teaching ecosystem (≥4 practices/semester; ≥10 core skills; B threshold). Association with academic attainment: The 40–30–30 design, explicitly linked to GLOs→CLOs, showed a strong association: stable, high GPAs across three years and improved on-time graduation indicate that the system effectively supports quality and efficiency. Association with graduate outcomes: Strong positive association demonstrated—97.5% placement, 4.8-month time-to-job, with education sector dominance (~77%) corresponding to psychomotor emphasis on teaching skills. The integrated competence (cognitive mastery, affective dispositions, psychomotor skills) developed through the holistic assessment system directly contributed to favorable employment outcomes. Conclusion: A 40–30–30 assessment design explicitly linked to GLOs→CLOs effectively sustains performance across three domains and employability. GFE evaluation demonstrated apparent effectiveness and strong associations with both academic attainment and graduate outcomes. Recommendations include rubric standardization, assessor moderation, analytics dashboards, and longitudinal tracking.
Upaya Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Abad 21 di Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKG) Kota Pekanbaru Dian Tri Utami; Taufik Hidayatulloh; Yenni Yunita; Syarif Sumantri; Rojja Febrian
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Desember 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i3.13

Abstract

ABSTRAK Peran Pendidikan dalam pembangunan nasional terutama dalam menghadapi abad 21 telah diakui sejak lahirnya UUD 1945. Pada alinea keempat UUD 1945 tercantum tujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Abad 21, kehidupan manusia mengalami perubahan, terutama perubahan dalam berpikir. Diperlukan pelopor berpikir, menyusun konsep serta bertindak. Optimalisasi pendidikan harus cepat dilakukan guna mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan tangguh, tidak tertinggal arus global yang meroket. Hal ini menunjukkan sector pendidikan berpengaruh besar pada pembelajaran abad 21. Peningkatan SDM melalui jalur pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Perubahan globalisasi memerlukan visi misi pendidikan yang terarah. Kemendikbudristek sebagai ledding sector pendidikan nasional memiliki tugas penting mewujudkan SDM melalui kebijakan kurikulum. Tahun 2022 pemerintah merilis “Kurikulum Merdeka” berdasarkan Keputusan Mendikbudristek Nomor 56/M/2022 dan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Konten kurikulum merdeka PAUD “kurikulum operasional satuan pendidikan” terdapat kegiatan intrakurikuler dan profil pelajar Pancasila. Tantangan nyata pengembangan profesional muncul setelah proses implementasi dari kebijakan dimulai. Penting bagi pendidik untuk memiliki pengalaman pendidikan yang berkualitas dan memperoleh banyak teknik instruksional yang inovatif untuk memastikan bahwa kebijakan diimplementasikan ke dalam kelas.
Peningkatan Eevaluasi Pembelajaran Al-Qur’an Bagi Guru untuk Anak Usia Dini di TK Al-Hikmah Desa Baru Siak Hulu Kampar Yenni Yunita; Siti Quratul Ain; Restu Nabila; Anggun; Ria Safitri
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Desember 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i3.39

Abstract

PKM ini berupa pelatihan bagi Guru dalam meningkatan Evaluasi Pembelajaran Al-Qur’an terhadap Anak Usia Dini. Sebagai seorang Pendidik termasuk Guru pada level Anak Usia Dini  hendaknya bisa menanamkan kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an dan berusaha mempelajarinya dengan baik dan benar serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Al-Qur’an ini hendaknya dimulai sejak Anak Usia Dini agar timbul rasa cinta dan keinginan pada diri anak untuk mempelajari Al-Qur’an. Apabila sudah muncul keinginan yang kuat untuk mempelajari Al-Qur’an dalam diri anak maka pengenalan dasar-dasar pembelajaran Al-Qur’an akan lebih mudah oleh Guru dalam mengajarkannya kepada Anak Usia Dini. Kemudian untuk melihat dan mengukur kemampuan anak dalam menghafalkan surat-surat pendek dan do’a-doa harian di laksanakan dengan PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) maka perlu bagi guru meningkatkan evaluasi pembelajaran Al-Qur’an  agar tujuan pembelajaran Al-Qur’an dapat di capai dengan maksimal.Adapun lokasi Pengabdian masyarakat ini di laksanakan di  TK Al-Hikmah Desa Baru Siak Hulu Kampar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan penguatan kepada Guru dalam  membimbing anak agar terbiasa dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur’an dengan fasih dan lancar sesuai dengan makhraj dan tajwid yang benar sehingga tujuan pembelajaran Al-Qur’an tercapai dengan maksimal.