Claim Missing Document
Check
Articles

[REVIEW] USAHA PENINGKATAN KELARUTAN DAN LAJU DISOLUSI ZAT AKTIF FARMASI SUKAR LARUT AIR Revika - Rachmaniar; Taofik - Rusdiana; Camellia - Panatarani; I Made Joni
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.678 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v6i2.64

Abstract

AbstrakKelarutan dan laju disolusi obat pada saluran gastrointestinal merupakan parameter dalam mengendalikan absorpsi dan bioavaibilitas obat. Obat yang sulit larut air dan disolusi rendah dalam cairan gastrointestinal akan menghasilkan bioavaibilitas oral rendah sehingga peningkatan kelarutan dan laju disolusi menjadi tantangan. Salah satu upaya mengatasinya adalah dengan menurunkan ukuran partikel, tapi partikel kecil yang terbentuk berpotensi membentuk aglomerasi dan agregasi. Karya tulis ini merupakan kajian pustaka bertujuan untuk mengetahui teknologi rekayasa partikel dalam rangka mengatasi permasalahan kelarutan dan laju disolusi yang rendah. Upaya meningkatkan kelarutan dan laju disolusi, yaitu modifikasi ukuran partikel, kristalinitas, modifikasi permukaan, dan teknologi preparasi partikel. Penurunan ukuran partikel obat dapat meningkatkan luas permukaan kontak obat dan media disolusi sehingga laju absorpsi meningkat. Namun, semakin kecil ukuran partikel dikhawatirkan terjadi aglomerasi dan agregasi karena efek elektrostatik. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya aglomerasi dan agregasi perlu ditambahkan stabilizer. Gugus fungsi pada stabilizer berfungsi untuk membantu meningkatkan obat yang sulit larut air, seperti polimer dan surfaktan. Partikel yang memiliki kristalinitas rendah (amorf) dapat memperbaiki kelarutan dan laju disolusi dengan luas permukaannya yang lebih besar dibandingkan partikel yang memiliki kristalinitas tinggi. Salah satu teknologi yang sering digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi obat yang sukar larut air adalah spray drying. Kata kunci: spray drying, kelarutan, disolusi AbstractSolubility and dissolution rate of drug in gastrointestinal tract is an important in controlling absorption and bioavailability. Water insoluble and low dissolution drug will result low oral bioavailability. An effort to solve it is by reducing particle size, but fine particles have potential to form aggregation. This paper is a review which is aimed to determine the particle engineering technology in order to solve problems of solubility and dissolution rate. Several efforts of modification to increase solubility and dissolution rate, which is modification of particle size, crystallinity, surface, and preparation of particle technology. Decreasing size of drug particles can increas contact surface area of drug and dissolution medium so that the rate of drug absorption increases. However, agglomeration and aggregation occur in fine particle because of electrostatic effects. Therefore, stabilizer is needed to prevent aggregation. The functional groups on stabilizer has another function which improve the water insoluble drugs, such as polymers and surfactants. Particles which have a low crystallinity (amorphous) can improve the solubility and dissolution rate with a surface area larger than the particles which have high crystallinity. A technology which is often used in order to improve solubility and dissolution of water insoluble drugs is spray drying.  Keywords: spray drying, solubility,dissolution 
SISTEM PENGHANTARAN OBAT KOAMORF : PREPARASI DAN PEMILIHAN KOFORMER Muhammad Lukman Nur Hakim; Taofik Rusdiana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini berbagai macam metode dan teknik untuk memperbaiki sifat fisik seperti kelarutan dan disolusi dari obat-obat golongan BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II dan IV telah banyak dikaji, diantaranya sistem penghantaran obat ko-amorf. Sistem penghantaran obat ko-amorf (co-amorphous drug delivery system) adalah sistem penghantaran obat dengan kombinasi dari dua atau lebih komponen dengan bobot molekul yang rendah dan membentuk sistem fase tunggal homogen. Sistem ko-amorf memiliki keunggulan kelarutan dan kestabilan yang tinggi dibandingkan sistem lain seperti kokristal karena interaksi antarmolekul yang spesifik. Tujuan review ini adalah untuk mengkaji aspek preparasi dan pemilihan co-former dalam menghasilkan sistem ko-amorf yang baik. Metode pada review ini yaitu studi literatur dengan hasil berupa teknik preparasi, pemilihan zat aktif, kombinasi dengan eksipien, sampai dengan metode serta mekanisme yang diperoleh harus diperhatikan dalam formulasi. Parameter yang berpengaruh dalam pemilihan co-former yang baik adalah sifat fisikokimia zat aktif serta eksipien dan tendensi kristalisasi materi.
SISTEM PENGHANTARAN OBAT KOAMORF : PREPARASI DAN PEMILIHAN KOFORMER Muhammad Lukman Nur Hakim; Taofik Rusdiana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.7121

Abstract

Saat ini berbagai macam metode dan teknik untuk memperbaiki sifat fisik seperti kelarutan dan disolusi dari obat-obat golongan BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II dan IV telah banyak dikaji, diantaranya sistem penghantaran obat ko-amorf. Sistem penghantaran obat ko-amorf (co-amorphous drug delivery system) adalah sistem penghantaran obat dengan kombinasi dari dua atau lebih komponen dengan bobot molekul yang rendah dan membentuk sistem fase tunggal homogen. Sistem ko-amorf memiliki keunggulan kelarutan dan kestabilan yang tinggi dibandingkan sistem lain seperti kokristal karena interaksi antarmolekul yang spesifik. Tujuan review ini adalah untuk mengkaji aspek preparasi dan pemilihan co-former dalam menghasilkan sistem ko-amorf yang baik. Metode pada review ini yaitu studi literatur dengan hasil berupa teknik preparasi, pemilihan zat aktif, kombinasi dengan eksipien, sampai dengan metode serta mekanisme yang diperoleh harus diperhatikan dalam formulasi. Parameter yang berpengaruh dalam pemilihan co-former yang baik adalah sifat fisikokimia zat aktif serta eksipien dan tendensi kristalisasi materi.
DIET RENDAH PROTEIN DENGAN PENAMBAHAN SUPLEMEN KOMBINASI ASAM AMINO ESENSIAL DAN KETOANALOG PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Afra, Dinda Nur; Rusdiana, Taofik
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.32291

Abstract

Diet rendah protein merupakan salah satu bagian dari terapi nutrisi yang harus dilakukan pada pasien gagal ginjal kronis. Diet rendah protein dapat melindungi ginjal dan menunda kerusakan ginjal dengan mengurangi albuminuria dan fibrosis ginjal. Diet rendah protein yang lebih efektif adalah diet sangat rendah protein (Very Low Protein Diet, VLPD) (0,3-0,4 g/kg/hari) dengan penambahan suplemen kombinasi asam amino esensial (EAA) dan ketoanalog (KA). Banyak manfaat dari penggunaan KA yang disertai dengan VLPD seperti meningkatkan Glomerular Filtration Rate (GFR), menurunkan toksin uremik, memperbaiki metabolisme lemak dan manfaat lainnya. Penggunaan KA yang disertai dengan VLPD juga tidak menunjukkan efek samping atau toksisitas pada pasien gagal ginjal kronis.
Pharmacokinetic Changes and Dosage Adjustment of Digoxin in Elderly Patients with Atrial Fibrillation: A Narrative Review Alfaqeeh, Mohammed; Permatasari, Lanny I.; Khairinisa, Miski A.; Rusdiana, Taofik
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v8i2.48284

Abstract

Digoxin is a cardiac glycoside medication commonly used to control rapid heart rates in Atrial Fibrillation (AF). However, digoxin has a narrow therapeutic range and can be associated with adverse effects, including increased mortality risk, especially in the elderly. Pharmacokinetic changes occur with aging, affecting the way drugs are absorbed, distributed, metabolized, and eliminated from the body. Thus, this narrative review aimed to assess the optimization of digoxin dosing in elderly patients with AF while considering pharmacokinetic changes due to aging. We performed a comprehensive computerized search of relevant English articles and a manual examination of reference lists from primary sources formed the basis of this scoping review. This involved an extensive computerized search of relevant articles in English and a manual search of the reference lists of original articles. The review highlighted the need to carefully monitor digoxin levels in elderly patients due to changes in body composition, protein binding, hepatic clearance, renal excretion, and other factors affecting drug metabolism. Furthermore, we summarized guidelines and recommendations for optimizing digoxin dosing in elderly patients with AF. By shedding light on the intricacies of optimizing digoxin dosing in the elderly with atrial AF and emphasizing the significance of accounting for age-related pharmacokinetic changes, this review offers valuable insights for healthcare practitioners and researchers in the field. Addressing these aspects is crucial to enhancing therapeutic outcomes and minimizing potential risks associated with digoxin therapy in this vulnerable patient population
Perkembangan Terkini Terapi Antikoagulan Pada Pasien Covid-19 Bergejala Berat Rusdiana, Taofik; Akbar, Rizki
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.244-250.2020

Abstract

Penyakit covid-19 yang disebabkan oleh virus sarcov-2 awalnya hanya dinyatakan sebagai penyakit pernafasan, namun kemudian diketahui dampak dari penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan multiorgan karena adanya fenomeda badai sitokin yang menyebabkan inflamasi dimana-mana termasuk pada pembuluh darah yang menuju berbagai organ penting. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap seberapa signifikan fenomeda koagulasi darah hasil kerja virus covid-19 ini hingga menyebabkan manifestasi tromboembolisme baik dalam terminologi tromboemboli vena, deep vein thrombosis, tromboemboli paru dan lain-lain, juga kemungkinan mekanisme yang terjadi dan yang terpenting dalam tulisan ini adalah seberapa efektifkah penggunaan obat antikoagulan pada pasien covid-19 bergejala berat.
Pemilihan Jenis Koformer dan Metode Preparasi dalam Sistem Penghantaran Sediaan Ko-Amorf Dewi, Febrina Aulia; Sopyan, Iyan; Rusdiana, Taofik
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.242-257.2021

Abstract

Ko-amorf adalah suatu sistem multikomponen padat yang mengandung zat aktif dan molekul dengan berat molekul rendah lainnya (koformer) yang dapat berupa eksipien atau zat aktif yang relevan secara farmakologis. Formulasi ko-amorf yang dibuat dengan metode preparasi dan jenis koformer yang berbeda dapat menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam stabilitas fisik dan profil disolusi suatu bentuk ko-amorf. Tujuan penulisan dari artikel review ini adalah untuk menggali informasi lebih dalam tentang sistem ko-amorf, klasifikasi ko-amorf, karakterisasi ko-amorf serta pengaruh jenis koformer dan metode preparasi ko-amorf terhadap pembentukan ko-amorf. Artikel review ini disusun dengan literature search melalui PubMed, MDPI dan Science Direct dengan memasukkan kata kunci co-amorphous, co-amorphous formulations, co-amorphous stabilizers, co-amorphous drug formulations. Dari review ini ditemukan terdapat beberapa jenis koformer yang dapat digunakan untuk pembentukan ko-amorf yaitu dapat berupa zat aktif yang relevan secara farmakologis dan eksipien seperti diantaranya yaitu asam amino, asam karboksilat, asam tanat, quercetin, sakarin dan nikotinamid. Dan untuk metode preparasi ko-amorf yang dapat digunakan diantaranya yaitu ball milling, cryomilling, melt quenching/ quench cooling, hot melt extrusion, solvent evaporation, spray drying, freeze drying hingga teknologi seperti supercritical antisolvent dan microwave technique. Keberhasilan pembentukan ko-amorf ditentukan diantaranya oleh pemilihan jenis koformer yang melibatkan berbagai sifat yang perlu dipertimbangkan, seperti Tg, potensial ikatan hidrogen, ketercampuran/ miscibility, atau perilaku kristalisasi. Sifat zat aktif dan eksipien seperti stabilitas termal, suhu leleh dan kecenderungan kristalisasi zat aktif dan eksipien, menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode preparasi ko-amorf.
Formulation and Evaluation of Platelet Rich Plasma (PRP) Lotion Preparations with Asiaticoside as an Antioxidant Mardhiani, Yanni Dhiani; Selifiana, Nita; Arna Ningsih1, Endah; Rusdiana, Taofik
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 5, Issue 2, May - August 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v5i2.51883

Abstract

Currently, the use of PRP requires a person to visit a skin care clinic by doing a series of treatments directly. Therefore, in order to facilitate the use of PRP, asiaticoside lotion base products containing antioxidants can be used as a PRP product base. asiaticoside antioxidants serve to stabilize PRP when added to the base. This research uses Platelet-Rich Plasma (PRP) and Asiaticosida as active substances, Fancor® Uni-Embase as emollient and emulgator, DMDM hydantoin as preservative, and distilled water as carrier. The stages in this research include preparation of tools and materials, lotion base optimization, lotion preparation formulation, addition of active substances, lotion preparation evaluation, physical stability test, and antioxidant activity test. The results of the PRP lotion stability test with asiaticoside for 10 days showed significant results (p<0.05) which means that for 10 days there is a tendency to be unstable. Antioxidant activity test results obtained IC50 results on Asiaticosida of 57.63 µg/mL, on PRP of 196.1 µg/mL, on the base with the addition of Asiaticosida of 77.19 µg/mL, on F0 of 166.90 µg/mL, on F1 of 96.727 µg/mL, on F2 of 88.395 µg/mL, and on F3 of 82.017 µg/mL.Keywords: Lotion, PRP, asiaticoside, Antioxidant
Study of Formulation, Characteristics, and Evaluation of Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) for Atorvastatin Calcium Silvia, Nurfianti; Rusdiana, Taofik; Gozali, Dolih; Husni, Patihul
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 5, Issue 2, May - August 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v5i2.50996

Abstract

A Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) is a formulation approach used in the pharmaceutical and biotechnology industries to improve the solubility and bioavailability of poorly water-soluble drugs. Atorvastatin calcium has limited water solubility, which can affect its bioavailability when administered orally. Its solubility can be enhanced by various formulation techniques, such as the use of self-nanoemulsifying drug delivery systems (SNEDDS). The purpose of this study is to determine the formulation and characterization of SNEDDS and determine how it affects the bioavailability of atorvastatin calcium. The data were collected from published journals. The carrier components required in the formulation of atorvastatin calcium with SNEDDS formulation include oils (oleic acid, peceol, capyrol 90, and capmul CMC), surfactants (tween 80, tween 20, labrasol, cremophor RH 40) and co-surfactants (brij 30, propylene glycol, transcutol-P, PEG 400, transcutol HP). Characterization of atorvastatin calcium with SNEDDS formulation showed droplet size 21.6-162.2 nm; zeta potential -1.32 - 24.6±6.47 mV; and polydensity index 0.164 - 0.297. SNEDDS formulation increased the percentage of drug release and increased the bioavailability of atorvastatin calcium. Keywords: self-nanoemulsifying drug delivery system, SNEDDS, atorvastatin                      calcium, formulation, characteristics, dissolution, bioavailability
Pharmacokinetic Profile of Astaxanthin Nanoemulsion Using HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) With Oral Routes Nurdianti, Lusi; Setiawan, Fajar; Rusdiana, Taofik; Sofyan, Iyan; Lisnawati, Elis; Firmansya, Ardianes
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 5, Issue 2, May - August 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v5i2.52645

Abstract

Astaxanthin is a very strong antioxidant of the xanthophyll carotenoid group with very lipophilic properties, so in oral administration, its bioavailability is very low. This study aimed to examine the differences in the pharmacokinetic profile of astaxanthin and astaxanthin nanoemulsion via the oral route using the HPLC method. Research methods include validation methods using HPLC and continued determining pharmacokinetic profiles to determine whether astaxanthin in plasma is validated. The plasma was deproteinized with ethanol: tetrahydrofuran (1: 9), mobile phase Methanol: water milliQ: ethyl acetate (82:8:10 (v/v)), the flow rate is 1.2 mL/min, wavelength 474 nm and the sample measured isocratic. Calibration curves 0.25-10 mg/L,% Recovery 102.92, 103.11 and 102.25,% RSD 1.33, 1.65 and 2. The HPLC method is fast, simple, and can be used for routine analysis of astaxanthin. The results showed that in the astaxanthin nanoemulsion, there was an increasing in Cmax and AUC0-∞ which affected increasing the bioavailability value. Therefore, it was concluded that the study showed the presence of astaxanthin in nanoemulsions has greater absorption power than pure astaxanthin. Keywords: Pharmacokinetic profile, Astaxanthin, Validation of the HPLC method, Oral route
Co-Authors Abdasah, Marline Aep W Irwan Aep W Irwan, Aep W Afra, Dinda Nur Ajeng Diantini, Ajeng Alfaqeeh, Mohammed Aliya Nur Hasanah Amelia Soyata Ami Tjitraresmi Amira Nur Hasanah ANANG SUBGHAN Anas Subarnas Anis Khorunisa Anis Khorunisa, Anis Anis Y. Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunnisa Arna Ningsih1, Endah ARVENDA REZKY PRATAMA Asep Nurrahman Yulianto Azizul Hakim Camellia Panatarani CINDY MELINDA SOFYANI Dani Sujana Dessy Ikasari Desy Nawangsari Desy Nawangsari Dewi Mayasari Dewi Mayasari Dewi, Febrina Aulia Dika P. Destiani Dilal Adlin Fadil DOLIH GOZALI Dolih Gozali Dwi Retno Sari Eka Riza Maula ELI HALIMAH Eli Halimah, Eli Elis Lisnawati Elizabeth, Maria Ella Fazila Fadil, Dilal Adlin Fadil, Dilal Adlin FAJAR SETIAWAN Febrina Aulia Dewi Firman Gustaman Firmansya, Ardianes Fitrileni - Fitrileni -, Fitrileni Fitrileni Fitrileni Gracia Anastasya GUSTIN HIDAYATI Hindun, Siti I Made Joni Ina Widia Insyirah, Ariani Iyan Sofyan, Iyan Iyan Sopyan Jajan Solahudin Jajan Solahudin, Jajan Keri Lestari Khairinisa, Miski A. Lana Labibah Lanny Indah Permatasari, Lanny Indah Linda Apriyanti LINDA APRIYANTI, LINDA Lusi Nurdianti, Lusi Lutfi Sulaiman M. Abdul Aziz Prakoso Mardhiani, Yanni Dhiani Mardhiani, Yanni Dhiani Maria Elizabeth Marline Abdasah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah, Marline Mentari Luthfika Dewi Mohamad Aprianto Paneo Mohammad R. Akbar Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Habil Abrar Alhamdra Muhammad Lukman Nur Hakim Multiani S Latif Mutakin Mutakin Nagina Gulab Belali Nagina Gulab Belali Nasrul Wathoni NOPI RANTIKA Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana Patihul Husni Patihul Husni PATIHUL HUSNI Pratama, Rizky Farhan Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Rambia, Ikhsan Ratu Kania, Yulien RENATA VANIA Reti Hindritiani Revika - Rachmaniar RIFA NURFAUZIAH Rizki Akbar Rizki Akbar, Rizki SABNABILA KHOERUN NISA Selifiana, Nita Shinta Lestari Shofiyyah Sayyidah Silvia, Nurfianti Siti Hindun Sri A Sumiwi Sri A Sumiwi, Sri A Sri Adi Sumiwi Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Suseno Amin Suseno Amin, Suseno Suwandi, Deden Winda Tina Rostinawati Wirna Grace Tua Sihombing Yedi Herdiana Yoga Windhu Wardhana Yohana Chaerunisaa, Anis Yuli Agung Prasetyo Yulianto, Asep Nurrahman Yulien Ratu Kania YUNIKE KARUNIA PUTRI Yuti Mutiawati Yuti Mutiawati Yuti Mutiawati, Yuti