Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTATION OF THE VALUE OF RELIGIOUS MODERATION IN THE MIDST OF A MULTI-FAITH COMMUNITY: The Perspective of Multicultural Islamic Religious Education in Kapuas Hulu Regency Rabuddin, Muhammad; Shomad, Abdus; Maskuri, Maskuri; Rohman, M. Djunaidi Ghony; Siregar, Irma Suryani
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2025): Tolerance and Cultural Dynamics in Indonesia
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v8i1.12003

Abstract

The implementation of religious moderation values in the midst of a multi-faith society in Kapuas Hulu Regency is important to strengthen harmony between religious communities. This regency is known for its high religious diversity so that in this context, multicultural Islamic religious education plays a strategic role in instilling the values of religious moderation. This study is included in the qualitative cluster by collecting observational data, interviews and documentation. In addition, researchers analyzed the data using data condensation, data display and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of religious moderation values in Islamic Religious Education in Kapuas Hulu Regency is very important to create a harmonious and peaceful society amidst diversity. Islamic Religious Education in Kapuas Hulu Regency has a strategic role in the implementation of religious moderation values, in the midst of a society that has high religious diversity. The values of religious moderation applied by the people of Kapuas Hulu Regency include a) tolerance, b) anti-violence, c) social justice and, d) inclusive attitudes so that they can make the people of Kapuas Hulu cooperate and respect each other. In addition, Kapuas Hulu Regency provides an understanding of the values of religious moderation through Islamic religious education such as a) religious tolerance education and b) understanding of religious moderation.
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Tapanuli Selatan Novebri, Novebri; Septrisia, Reni; Siregar, Irma Suryani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.16726

Abstract

Berbicara mengenai kompetensi professional, sangat erat kaitannya dengan jenjang karir guru sebagai seorang tenaga pendidik, dan tentu saja dibuktikan dengan kenaikan pangkat/golongan selama menjadi guru. Salah satu persyaratan kenaikan pangkat/golongan guru harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), mungkin sudah menjadi hal biasa bagi guru untuk melakukan PTK, namun bila guru mengusulkan kenaikan pangkat/golongan di atas IV/a, maka salah satu persyaratannya adalah diperlukan karya tulis ilmiah berupa artikel. Namun seperti kita ketahui tidak banyak diantara guru yang mampu menulis artikel ilmiah dengan baik, oleh sebab itu perlu dilakukan pelatihan penulisan artikel ilmiah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen program studi Manajemen Pendidikan Islam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan  untuk dilaksanakan selama 3 hari, yakni 15 Desember sampai dengan 17 Desember 2022, yang diikuti oleh 28 orang guru dari dua madrasah aliyah negeri di Kabupaten Tapanuli Selatan (MAN Tapanuli Selatan dan MAN Insan Cendikia Tapanuli Selatan) dengan metode luring dan 3 orang narasumber dari dosen program studi Manajemen Pendidikan Islam STAIN Mandailing Natal. Adapun output yang diharapkan dari pengabdian ini adalah artikel ilmiah yang disubmit oleh para guru di jurnal atau prosiding secara online, sedangkan untuk outcome adalah meningkatnya kemampuan guru dalam penulisan artikel ilmiah yang dapat digunakan sebagai bahan kenaikan pangkat berkala.
Hubungan Antara Keterampilan Komunikasi Terhadap Sikap Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA Negeri 1 Dolok Kelas X Irma Suryani Siregar; Eni Sumanti Nasution; Sri Utami Kholilla Mora Siregar
JURNAL PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Vol 2 No. 2 Mei 2025
Publisher : Universitas Gara Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/fisika.v2i2.1595

Abstract

Physics learning is often considered difficult and boring by students, which impacts their low learning motivation and active engagement in class. Students' communication skills and attitudes are important factors that can influence the success of physics learning. This study aims to analyze the relationship between students' communication skills and their attitudes toward physics learning at SMA Negeri 1 Dolok Grade X. The research uses a quantitative approach with a correlational design. The research population consists of all Grade X students at SMA Negeri 1 Dolok with a saturated sample of 30 students. The research instruments include a communication skills questionnaire (30 items) and an attitude toward physics learning questionnaire (24 items) using a Likert scale. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation test with SPSS 17. The conclusion of this study is that there is a significant and strong relationship between students' communication skills and their attitudes toward physics learning. Improvement in communication skills can contribute to the formation of positive attitudes among students in physics learning. This can be seen from the R Square value of 0.630, indicating that communication skills contribute 63% to students' attitudes in physics learning.
Hubungan Antara Keterampilan Komunikasi Terhadap Sikap Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA Negeri 1 Dolok Kelas X Irma Suryani Siregar; Eni Sumanti Nasution; Sri Utami Kholilla Mora Siregar
JURNAL PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Vol 2 No. 2 Mei 2025
Publisher : Universitas Gara Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/fisika.v2i2.1595

Abstract

Physics learning is often considered difficult and boring by students, which impacts their low learning motivation and active engagement in class. Students' communication skills and attitudes are important factors that can influence the success of physics learning. This study aims to analyze the relationship between students' communication skills and their attitudes toward physics learning at SMA Negeri 1 Dolok Grade X. The research uses a quantitative approach with a correlational design. The research population consists of all Grade X students at SMA Negeri 1 Dolok with a saturated sample of 30 students. The research instruments include a communication skills questionnaire (30 items) and an attitude toward physics learning questionnaire (24 items) using a Likert scale. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation test with SPSS 17. The conclusion of this study is that there is a significant and strong relationship between students' communication skills and their attitudes toward physics learning. Improvement in communication skills can contribute to the formation of positive attitudes among students in physics learning. This can be seen from the R Square value of 0.630, indicating that communication skills contribute 63% to students' attitudes in physics learning.
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Siregar, Irma Suryani; Siregar, Lina Mayasari
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 15 No. 1 (2018): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.102 KB) | DOI: 10.25299/jaip.2018.vol15(1).1588

Abstract

Menurut Echols dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris islamization yang berarti pengislaman. Ketika mendengar istilah Islamisasi Ilmu pengetahuan, ada sebuah kesan bahwa ada sebagian ilmu yang tidak Islam sehingga perlu untuk diislamkan. Berbicara tentang islamisasi ilmu pengetahuan, biasanya rujukannya berpusat pada dua tokoh utama, yaitu Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al Faruqi. Antara al-Attas dengan al-Faruqi mempunyai kesamaan pandangan, seperti pada tataran epistemologi mereka sepakat bahwa ilmu tidak bebas nilai (value free) tetapi terikat (value bound) dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Mereka juga sependapat bahwa ilmu mempunyai tujuan yang sama yang konsepsinya disandarkan pada prinsip metafisika, ontologi, epistemologi dan aksiologi dengan tauhid sebagai kuncinya. Walaupun cukup banyak persamaan yang terdapat di antara keduanya, dalam beberapa hal, secara prinsip, mereka berbeda. Untuk mensukseskan proyek Islamisasi, al-Attas lebih menekankan kepada subjek daripada ilmu, yaitu manusia, dengan melakukan pembersihan jiwa dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, sehingga dalam proses Islamisasi ilmu tersebut dengan sendirinya akan terjadi transformasi pribadi serta memiliki akal dan rohani yang telah menjadi Islam secara kaffah. Sedangkan al-Faruqi lebih menekankan pada objek Islamisasi yaitu disiplin ilmu itu sendiri.
Analisis Manajemen Kurikulum Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Pada Prodi MPI STAIN Mandailing Natal) Siregar, Irma Suryani; Wahyuni, Sri
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 19 No. 1 (2022): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2022.vol19(1).9193

Abstract

Islamic universities as educational institutions must be able to produce superior, religious, intelligent, innovative and competitive human beings. One important aspect that must be considered is the suitability of the curriculum with the goals and vision of the university, especially for new study programs such as the Islamic Education Management Study Program at STAIN Mandailing Natal. The purpose of this study was to describe and analyze the planning, implementation, and evaluation of the curriculum of the MPI STAIN Mandailing Natal study program. This study uses a qualitative approach with data collection techniques documentation, interviews and observations of lecturers, students, education staff, leaders and so on. The data analysis technique was carried out in three stages, namely: data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study indicate that 1) Planning the curriculum of the MPI STAIN Mandailing Natal Study Program is carried out by: a) Formulating the vision and mission of the study program that refers to the vision and mission of STAIN Mandailing Natal; b) Determination of graduate profiles in accordance with the needs of stakeholders; c) Develop a curriculum structure; d) Prepare Syllabus and Semester Lesson Plans; 2) The implementation of the MPI STAIN Mandailing Natal Study Program curriculum is carried out in two systems, namely offline and online, using the Zoom meeting application, Google Meet and WhatsApp as a supporter; 3) Evaluation of the curriculum of the MPI STAIN Mandailing Natal Study Program, carried out by: a) context evaluation; b) Evaluation of inputs, related to curriculum documents, availability of lecturers, student readiness and adequacy of facilities and infrastructure; c) Process evaluation and result evaluation.
Pengelolaan Pendidikan Non Formal (Studi Kasus Pada Pengajian Alfurqon Sibuhuan) Siregar, Irma Suryani
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 20 No. 1 (2023): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2023.vol20(1).13558

Abstract

This study aims to analyze the management of Sibuhuan's al-Furqon recitation. As we know, Sibuhuan Padang Lawas as a religious society makes Islamic education a priority for the community and students. Besides that, there are also many other non-formal education in the midst of society. It is important to study the management of al-Furqon recitation as a non-formal educational institution that is very beneficial to society. This research is a qualitative research with a descriptive analysis approach. Data collection was carried out by observation, in-depth interviews and documentation, using the Miles and Huberman model of data analysis techniques. The findings of this study indicate that Al-Furqon Study is a non-formal education that provides free education for the community, with specifications for the introduction of hijaiyah letters, makhroj lessons, tajwid and recitations of the Qur'an, besides that there are also additional learning materials, such as monotheism and jurisprudence and morals, the learning process of which is carried out every day after the evening prayer until 9 pm.
Dampak Penggunaaan Gadget Pada Anak Usia Dini Studi Kasus pada Anak Usia Dini Desa Siolip: The Impact of Gadget Use on Early Childhood Case Study on Early Childhood in Siolip Village siregar, Irma Suryani
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 2 No. 1 (2022): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v2i1.757

Abstract

Gadget merupakan sebuah alat teknologi yang canggih dengan berbagai fitur yang tersedia, sehingga membuat semua kalangan baik orang tua, remaja bahkan anak usia dini merasa senang bahkan candu dalam menggunakan gadget tersebut. Sehingga bagi anak usia khususnya kalau tidak ada pendampingan atau control dari orang tua, akan mendatangkan dampak negative bagi perkembangan anak usia dini. Adapun tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui penggunaan gadget pada anak usia dini di desa Siolip, kedua, untuk mengetahui dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di Desa Siolip dan ketiga, menjelaskan peran orang tua dalam mengawasi anak dalam penggunaan gadget di Desa Siolip. Penelitian ini dilakukan di Desa Siolip dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber datanya antara lain, para anak-anak usia dini yang menggunakan gadget, para orang tua maupun saudara atau keluarga anak-anak yang menggunakan gadget tersebut. Adapun teknik pengumpulan datanya ada tiga yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menganalisis datanya, dibuat menjadi tiga tahapan, yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mnunjukkan bahwa (1), penggunaan gadget pada anak usia dini di Desa Siolip terbagi kepada tiga kelompok, yaitu Anak Anak memakai gadget pribadi (miliknya sendiri) yang dibelikan oleh orang tuanya, Anak memakai gadget orang tuanya atau gadget saudaranya dan anak menyewa HP kepada penyedia HP sekaligus wifi nya dengan membayar 2000 per jam. (2) Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di Desa Siolip adalah Perkembangan sosial anak menjadi terganggu, Kehilangan konsentrasi, Mengganggu kesehatan mat, Menyebabkan prilaku anak tidak stabil, seperti mudah marah dan mudah nangis. (3) peran orang tua dalam mengawasi anak dalam penggunaan gadget di Desa Siolip adalah orang tuanya hendaknya tidak mengenalkan gadget kepada anak. Akan tetapi bagi anak yang sudah mulai candu dalam menggunakan gadget, seharusnya orang tua harus tegas dalam mengawasi dan membatasi durasi anak dalam menggunakan gadget.
Manajemen Komunikasi dalam Pembelajaran Studi Kasus Pola Komunikasi Guru dan Siswa Di TK Asy-Syarifah: Communication Management in Learning Case Study of Teacher and Student Communication Patterns in Asy-Syarifah Kindergarten siregar, Irma Suryani
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 3 No. 1 (2023): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v3i1.1290

Abstract

Abstract Communication is very important in the learning process. If teachers are less able to communicate effectively with their students, the material will not be conveyed properly. Therefore, in carrying out the learning process required good communication. In this research, it will be discussed how teacher and student communication techniques in the learning process, factors supporting teacher and student communication in learning and factors inhibiting teacher and student communication in learning. This type of research is qualitative research. The data sources consist of primary and secondary data sources. The data collection technique consists of interviews, observation and documentation then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that (1) teacher and student communication techniques in learning at Asy-Syarifah Kindergarten are a) persuasive techniques, namely communication techniques in the form of persuasion by giving gifts, b) informative communication techniques, namely providing clear information about the tasks to be carried out by students, c) instructional/coercive communication techniques, namely giving educative sanctions to students who violate them. (2) The supporting factors for teacher and student communication in learning at Asy-Syarifah Kindergarten are that the communicator (the person who conveys the message) must be intelligent and authoritative, the communicant (the person who receives the message) must be intelligent and concentrated, and the message conveyed must be interesting. (3) The inhibiting factors for teacher and student communication in the learning process at Asy-Syarifah Kindergarten are channel disturbances and sematic disturbances.
Upaya Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Keagamaan Siswa di SMA Nurul ‘Ilmi Padang Sidimpuan Siregar, Irma Suryani
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Juli-Desember 2020
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v1i2.256

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah keluarga. Orang tua sebagai pendidik dalam keluarga memiliki keterbatasan untuk mendidik anak-anak mereka, sehingga para orang tua menyerahkan anak-anak mereka ke sekolah. Sejalan dengan kepentingan dan masa depan anak-anak mereka, orang tua sangat selektif dalam menentukan sekolah untuk anak-anak mereka. Orang tua yang berasal dari keluarga yang taat beragama akan memasukkan anak-anaknya ke sekolah agama, atau mungkin orang tua yang merasa kesulitan mengendalikan tingkah laku anaknya, akan memasukkan anak mereka ke sekolah agama dengan harapan secara kelembagaan sekolah tersebut dapat memberi pengaruh dalam membentuk kepribadian anak-anak tersebut. Oleh karena itu kepala sekolah harus menampung aspirasi para orang tua dengan mengembangkan lembaga yang ia pimpin menjadi lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan keagamaan siswa sesuai dengan harapan orang tua siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Kemudian diperiksa kebenaran, kecocokan dan kehandalannya melalui kredibilitas, transferabilitas, dependebilitas dan konfirmabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan keagamaan siswa SMA Nurul ‘Ilmi adalah sebagai manajer, supervisor, leader, integrator, educator, dan sebagai motivator. (2) upaya kepala sekolah dalam mengembangkan keagamaan siswa SMA Nurul Ilmi adalah membuat program asrama (boarding school) yang berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai ilahiyah siswa, pembentukan karakter siswa dan juga melatih kemandirian. Adapun kegiatan yang dilakukan di asrama antara lain: memprogram rutinitas siswa sebagaimana rutinitas di pesantren, seperti sholat berjamaah, mengadakan kajian-kajian Islam melalui ceramah keagamaan, kajian tafsir, membentuk kelompok studi Islam, mengadakan kajian keputrian, memperingati hari-hari besar Islam, mengadakan cerdas-cermat di bidang keagamaan, menonton film-film islam,. mengadakan tafakkur ‘alam, dan lain sebagainya.