Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Desain Culturally Responsive Teaching bagi Guru PPKn SMP di Purwakarta Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh; Dede Iswandi; Pitria Sopianingsih
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.1207

Abstract

Hasil need assessment menunjukkan kebutuhan guru PPKn di Purwarakta untuk meningkatkan kemampuan praksis mendesain Culturally Responsive Teaching. Di sisi lain, dosen UPI memiliki kepakaran dalam pembelajaran kontekstual berbasis nilai budaya yang perlu didiseminasikan kepada guru PPKn. Oleh karena itu perlu melakukan sinergi dengan MGMP PPKn SMP untuk melakukan kegiatan pelatihan dalam pengembangan desain Culturally Responsive Teaching pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kegiatan pelatihan menggunakan model in-on-in service training dengan pendekatan participant centered training pada 81 guru PPKn SMP yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Hasil pengabdian menunjukkan:1) Bahan pelatihan adalah desain pembelajaran, media, dan penilaian berbasis Culturally Responsive Teaching dalam Pendidikan Pancasila 2) Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi pelatihan; 3) Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memahami makna Culturally Responsive Teaching, tetapi pada aspek cara mendesain dan melaksanakan Culturally Responsive Teaching perlu pendampingan lebih intens dengan menggunakan model lesson study.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Workshop Kurikulum Berbasis Deep Learning Pada SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung : Pengabdian Intan Indah Megasari; Rika Sartika; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6017

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermakna yang mengembangkan kompetensi holistik peserta didik. Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung, mayoritas guru belum memahami penerapan kurikulum berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop interaktif dan partisipatif yang dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 21 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep dasar deep learning, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan perancangan Modul Ajar kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan 90,5 persen guru memberikan apresiasi maksimal terhadap relevansi materi, 81 persen telah mengimplementasikan di kelas dengan respon positif dari 94,1 persen siswa yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif. Seluruh guru menyatakan kegiatan ini memberikan perubahan positif fundamental dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa workshop deep learning merupakan strategi efektif untuk penguatan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi kurikulum adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.
PENGARUH MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE BERBASIS DILEMA MORAL TERHADAP KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA Dhea Dzissalamah; Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ddncke79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis dilema moral terhadap karakter peduli sosial siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata karakter peduli sosial dari 58,08 menjadi 76,31 dengan peningkatan sebesar 18,23. Sementara itu, kelas kontrol hanya mengalami peningkatan dari 61,42 menjadi 68,34 dengan selisih 6,93. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,313 dengan signifikansi 0,025 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model VCT berbasis dilema moral berpengaruh secara signifikan dan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan karakter peduli sosial siswa.
From Barriers to Outcomes: A Systematic Review of Global Citizenship Education in Higher Education Toward Sustainable Development Goals (2015–2025) Husnul Fatihah; Kokom Komalasari; Rahmat Rahmat; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh; Asep Mahpudz
Journal of Moral and Civic Education Vol 10 No 1 (2026): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan Global (Global Citizenship Education/GCE) menjadi semakin penting dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kesadaran global, empati antarbudaya, nilai etis, dan keterampilan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global kontemporer serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai implementasi GCE di pendidikan tinggi melalui publikasi yang terindeks Scopus dan Web of Science (WoS) pada periode 2015–2025. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis kerangka PRISMA yang meliputi tahap pencarian data, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis tematik. Sebanyak 380 artikel berhasil diidentifikasi dan 57 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian GCE masih didominasi oleh negara-negara maju, sementara kontribusi negara berkembang masih terbatas. Sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan menyoroti dampak positif GCE dalam memperkuat perdamaian, toleransi, solidaritas global, kompetensi antarbudaya, serta dukungan terhadap pencapaian SDGs. Namun, implementasi GCE masih menghadapi berbagai tantangan, seperti integrasi kurikulum, hambatan budaya dan ideologi, serta keterbatasan kapasitas pendidik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum GCE di pendidikan tinggi melalui pendekatan yang mengintegrasikan perspektif lokal dan global guna membentuk warga negara global yang inklusif dan berkelanjutan.