Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Desain Culturally Responsive Teaching bagi Guru PPKn SMP di Purwakarta Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh; Dede Iswandi; Pitria Sopianingsih
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.1207

Abstract

Hasil need assessment menunjukkan kebutuhan guru PPKn di Purwarakta untuk meningkatkan kemampuan praksis mendesain Culturally Responsive Teaching. Di sisi lain, dosen UPI memiliki kepakaran dalam pembelajaran kontekstual berbasis nilai budaya yang perlu didiseminasikan kepada guru PPKn. Oleh karena itu perlu melakukan sinergi dengan MGMP PPKn SMP untuk melakukan kegiatan pelatihan dalam pengembangan desain Culturally Responsive Teaching pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kegiatan pelatihan menggunakan model in-on-in service training dengan pendekatan participant centered training pada 81 guru PPKn SMP yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Hasil pengabdian menunjukkan:1) Bahan pelatihan adalah desain pembelajaran, media, dan penilaian berbasis Culturally Responsive Teaching dalam Pendidikan Pancasila 2) Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi pelatihan; 3) Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memahami makna Culturally Responsive Teaching, tetapi pada aspek cara mendesain dan melaksanakan Culturally Responsive Teaching perlu pendampingan lebih intens dengan menggunakan model lesson study.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Workshop Kurikulum Berbasis Deep Learning Pada SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung : Pengabdian Intan Indah Megasari; Rika Sartika; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6017

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermakna yang mengembangkan kompetensi holistik peserta didik. Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung, mayoritas guru belum memahami penerapan kurikulum berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop interaktif dan partisipatif yang dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 21 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep dasar deep learning, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan perancangan Modul Ajar kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan 90,5 persen guru memberikan apresiasi maksimal terhadap relevansi materi, 81 persen telah mengimplementasikan di kelas dengan respon positif dari 94,1 persen siswa yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif. Seluruh guru menyatakan kegiatan ini memberikan perubahan positif fundamental dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa workshop deep learning merupakan strategi efektif untuk penguatan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi kurikulum adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.
PENGARUH MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE BERBASIS DILEMA MORAL TERHADAP KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA Dhea Dzissalamah; Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ddncke79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis dilema moral terhadap karakter peduli sosial siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata karakter peduli sosial dari 58,08 menjadi 76,31 dengan peningkatan sebesar 18,23. Sementara itu, kelas kontrol hanya mengalami peningkatan dari 61,42 menjadi 68,34 dengan selisih 6,93. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,313 dengan signifikansi 0,025 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model VCT berbasis dilema moral berpengaruh secara signifikan dan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan karakter peduli sosial siswa.
From Barriers to Outcomes: A Systematic Review of Global Citizenship Education in Higher Education Toward Sustainable Development Goals (2015–2025) Husnul Fatihah; Kokom Komalasari; Rahmat Rahmat; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh; Asep Mahpudz
Journal of Moral and Civic Education Vol 10 No 1 (2026): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/88514121012026956

Abstract

Global Citizenship Education (GCE) has become increasingly important in preparing young people with global awareness, intercultural empathy, ethical values, and critical thinking skills needed to address contemporary global challenges and contribute to the Sustainable Development Goals (SDGs). This study aims to provide a comprehensive overview of the implementation of GCE in higher education through publications indexed in Scopus and Web of Science (WoS) from 2015 to 2025. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA framework, including data searching, screening, eligibility assessment, and thematic synthesis. A total of 380 articles were identified, and 57 articles met the inclusion criteria for further analysis. The findings reveal that GCE research is still dominated by developed countries, while contributions from developing countries remain limited. Most studies adopted qualitative approaches and highlighted the positive impacts of GCE in promoting peace, tolerance, global solidarity, intercultural competence, and support for the SDGs. However, several challenges persist, including curriculum integration, cultural and ideological barriers, and limited educator capacity. The study recommends strengthening GCE curricula in higher education through approaches that integrate local and global perspectives to foster inclusive and sustainable global citizenship.
Integrasi Nilai-Nilai Multikulturalisme pada Program P5 SMP Negeri 2 Gunung Sindur Akmal Muhammad Septiantono; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 6 No. 2 (2026): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v6i2.12671

Abstract

This study aims to analyze the integration of multicultural values in the Project for Strengthening Pancasila Student Profile (P5) Program at SMP Negeri 2 Gunung Sindur during the 2025/2026 academic year, focusing on planning instruments, implementation, inhibiting factors, and mitigation strategies. Employing a qualitative descriptive approach, data collection methods included interviews with teachers and students, observations of P5 activities, and document studies of school planning and national guidelines. The results indicate that planning instruments involve mapping student diversity and integrating values of tolerance and inclusivity into P5 themes such as "Bhinneka Tunggal Ika" and "Local Wisdom." Implementation occurs through collaborative activities like Market Day and Eco Brick, fostering empathy and mutual cooperation. However, major obstacles include limited teacher understanding of multiculturalism concepts, inadequate facilities, and minimal parental support. Mitigation steps encompass ongoing teacher capacity-building training, development of applicable project modules, and creation of an inclusive school ecosystem through stakeholder collaboration. This research contributes to the development of a multicultural education model aligned with Pancasila and Law No. 20 of 2003 on the National Education System, with implications for strengthening student character in rural schools.
Representasi Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Mandai Ulu Taon Masyarakat Mandailing Rokanhulu Provinsi Riau Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11371

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam tentang representasi nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Kaiti sebagai upaya mempertahankan karakter bangsa, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan generasi muda akan nilai-nilai karakter dalam tradisi mandai ulu taon. Penelitian ini dilaksanakan di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokanhulu, Provinsi Riau. Sedangkan narasumber penelitian dalam penelitian ini melibatkan Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh budaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, pelaku budaya, Pemerintah Desa dan Kecamatan Serta Masyarakat Desa Kaiti. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Desa Rambah Tengah Barat meliputi tahapan dari tradisi mandai ulu taon yang meliputi tahapan persiapan mandai ulu taon (nilai musyawarah, nilai kebersamaan, nilai peduli lingkungan, nilai kepercayaan), tahapan malaksanaon mandai ulu taon (nilai gotong royong, nilai tanggung jawab, nilai kesenian, dan nilai rasa bangga budaya daerah), tahapan pangaluon mandai ulu taon (nilai religius, nilai cinta damai dan nilai toleransi).
Program Kampung Iklim sebagai Media Penguatan Nilai Gotong Royong dalam Pendidikan Kewarganegaraan Diki Okdiansyah; Iim Siti Masyitoh; Vini Agustiani Hadian
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rangkaian kegiatan Program Kampung Iklim sebagai wujud penguatan nilai gotong royong dalam pendidikan kewarganegaraan berwawasan lingkungan hidup. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling, dengan key informan meliputi pegawai Dinas Lingkungan Hidup, pengurus kegiatan, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampung Iklim memberikan dampak nyata dalam memperbaiki lingkungan melalui langkah adaptasi dan mitigasi bencana, seperti pengendalian kekeringan dan banjir, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit berbasis iklim, pengelolaan sampah, serta penggunaan energi terbarukan. Lebih dari itu, pelaksanaan program ini terbukti mampu menumbuhkan dan memperkuat nilai gotong royong sebagai bagian dari karakter civic responsibility (tanggung jawab warga negara).
Identitas Kesukuan dan Multikulturalisme Etnis Mahasiswa Makassar Dalam Membangun Relasi Sosial Inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta Rianda Usmi; Dasim Budimansyah; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh; Beti Indah Sari
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5176

Abstract

The plurality of religions, ethnicities, languages, and cultures in Indonesia is prone to potential conflict, especially regarding intolerance and violence. The Makassar ethnic group is known to have a strong sense of tribalism towards their ethnicity. This study aims to (1) discribe of the tribal or ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta; (2) to reveal the multiculturalism of Makassar students, the strength of their recognition and the depth of their respect for cultural diversity other ethnic’s cultures. This research uses a qualitative approach with a ethnography method. The subjects of this study were South Sulawesi students living in the Makassar Dormitory (Bawakaraeng and Lantimojong Dormitories) in the Special Region of Yogyakarta. Data collection techniques included in-depth interviews, documentation, and observation. Data validity was tested using source triangulation. The analysis technique used was inductive data analysis. The results of this study yielded the following findings: (1) the ethnic awareness embedded in Makassar students is very high, as demonstrated by their sense of pride and belonging to their ethnic group as a legacy of their ancestors; (2) the multiculturalism of Makassar students towards other ethnic/tribal cultures is relatively high, as seen from the type of multiculturalism they embrace, namely critical-interactive. The findings of this study, it can be concluded that the ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta does not give rise to exclusivism. On the contrary, it is consistent with the practice of critical-interactive multiculturalism, which means that the Makassar ethnic group builds inclusive social relations in the Yogyakarta community.
Integrasi Kesenian Toleat dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Etnopedagogi Nisa Nurmaulida Tsani; Iim Siti Masyitoh; Sri Wahyuni Tanszhil
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8935

Abstract

Rendahnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal dan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih berorientasi pada aspek kognitif menjadi permasalahan di SMA Negeri 1 Jalancagak. Penelitian ini dilakukan karena kesenian Toleat sebagai kearifan lokal Kabupaten Subang memiliki nilai-nilai yang berpotensi memperkuat civic engagement. Penelitian bertujuan menganalisis nilai-nilai dalam kesenian Toleat, mendeskripsikan pola pengintegrasiannya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya pengintegrasiannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnopedagogi karena mampu mengungkap makna budaya lokal secara mendalam. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kebersamaan, gotong royong, tanggung jawab, musyawarah, dan kepedulian diintegrasikan melalui pendekatan etnopedagogi dengan model Project Based Learning, metode diskusi, presentasi, role play, media berbasis budaya, serta penilaian proyek dan observasi sikap. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi kesenian Toleat menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan mendukung penguatan civic engagement. Penelitian selanjutnya disarankan menguji penerapannya pada jenjang pendidikan dan budaya lokal yang berbeda.
Implementation Project Citizen Model Based on Pop-Up Books in Civics Education Learning Pipid Mupidin; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh
PAEDAGOGIA Vol 27, No 2 (2024): PAEDAGOGIA Jilid 27 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v27i2.84035

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of learning models. Project Citizen is based on a Pop-up Book on students' critical and creative thinking abilities in Civics subjects. This type of research is quantitative research in the form of a Pre-Experimental Design with a group Pretest-Posttest type. The sample for this research was 12th grade MIPA 2 students at SMA Pasundan 2 Cimahi City, totaling 32 students. Two types of instruments were used in this research, including observation sheets and critical and creative thinking skills tests. Validity test uses Pearson correlation and reliability testing using Cronbach's alpha. The research results show that Project Citizen's learning model is based on a Pop-up Book on students' critical and creative thinking abilities.