Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Digital Citizenship Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila: Implementation of the Project-Based Learning Model to Enhance Students' Digital Citizenship Competence in the Pancasila Education Subject Ely Solihin; Iim Siti Masyitoh; Syaifullah Syaifullah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 02 (2026): Research Articles, August 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i02.8417

Abstract

The digital era requires students to possess Digital Citizenship competencies to use technology wisely, ethically, and responsibly. However, many students still fail to utilize technology productively and ethically. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in Pancasila Education to enhance students' Digital Citizenship competencies at SMA YAS Bandung. The study employs a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-Equivalent Control Group Design. The sample consists of two classes—an experimental class receiving the PjBL treatment and a control class undergoing conventional instruction—with 34 students in each. Data collection involved pre-tests and post-tests, while data analysis utilized normality tests, homogeneity tests, paired t-tests, independent t-tests, and normalized gain (N-Gain) calculations. The results indicate a significant improvement in Digital Citizenship competencies in both groups, with the experimental class showing a greater increase. The experimental class's average score rose with an N-Gain of 0.61 (medium-to-high category), whereas the control class achieved only 0.24 (low category). The independent t-test yielded a significance value of < 0.05, confirming a significant difference between the two groups. The implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model proved effective in enhancing students' digital literacy, digital ethics, and digital security, as well as their participation and responsibility within the digital space. Furthermore, this model fosters a more active, collaborative, and contextual learning experience, making it highly relevant for Pancasila Education in the digital era.
Cultivating local wisdom through the Profil Pelajar Pancasila program in Kurikulum Merdeka Belajar Andrie Hasugian; Iim Siti Masyitoh; Susan Fitriasari
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66755

Abstract

There is a transition from the 2013 curriculum to Kurikulum Merdeka at the elementary school level. What commonly occurs is that teachers are more focused on observing changes in the lesson plan format than on the essence of Kurikulum Merdeka. The essential aspect of Kurikulum Merdeka at the elementary school level is the emergence of Pancasila values, where these values must be internalized in children through various activities. One activity that can be used to internalize Pancasila values is traditional games, which are products of the local wisdom of Indonesian society. This study is ethnographic research, so the author gathered more data from online news used as a medium to access information related to Kurikulum Merdeka Belajar. The data were then analyzed using content analysis techniques. The research results indicate that six Pancasila values can be internalized in children through traditional games, namely belief in and devotion to the Almighty, noble character, global diversity, cooperation, independence, creativity, and critical thinking. Second, the internalization of Pancasila values through traditional games is carried out by introducing various classic games to children, demonstrating how to play them, and explaining the rules of the games. Based on these research findings, it can be concluded that the Pancasila values actualized by children in implementing traditional games can contribute to the success of Kurikulum Merdeka implementation while preserving local wisdom in society.   Abstrak Pada tingkat sekolah dasar, kurikulum 2013 saat ini sedang digantikan oleh kurikulum Merdeka. Guru-guru sering kali lebih fokus pada perubahan struktur rencana pembelajaran daripada pada inti yang terdapat dalam kurikulum Merdeka. Fokus utama dari kurikulum Merdeka di sekolah dasar adalah pengenalan nilai-nilai Pancasila, yang harus diinternalisasi oleh anak-anak melalui berbagai kegiatan. Permainan tradisional adalah salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Permainan-permainan ini adalah hasil dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Karena penelitian ini bersifat etnografi, penulis mendapatkan data dari berita online yang digunakan sebagai media untuk mengakses informasi terkait kurikulum Merdeka belajar. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, anak-anak dapat menginternalisasi enam prinsip Pancasila melalui permainan tradisional, yaitu kemandirian, kreativitas, berpikir kritis, keberagaman global, karakter mulia, keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, serta kerja sama dan saling mendukung. Kedua, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai permainan tradisional, diajarkan cara memainkannya, dan diberikan penjelasan aturan main untuk memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui permainan tradisional. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pancasila oleh anak-anak melalui permainan tradisional dapat mendukung implementasi kurikulum Merdeka sambil mempromosikan pelestarian pengetahuan lokal dalam masyarakat. Kata Kunci: Kearifan lokal; kurikulum merdeka; profil pelajar pancasila
Peningkatan Kesadaran Demokrasi Pancasila Melalui Model Kooperatif TPS Berbantuan Educaplay pada Siswa Kelas VII Dean Hasan Muyasir; Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10854

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan observasi dikelas VII SMP laboratorium percontohan UPI yang menemukan bahwa siswa memiliki sikap toleransi, tanggung jawab dan kebebasan dalam belajar yang rendah sehingga dalam pembelajaran PKn tidak mampu mengonstruksikan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan nyata. Untuk mengatasi masalah, penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif think pair share berbantuan media educaplay dalam meningkatkan kesadaran demokrasi pancasila. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperiment nonequivalent control group design dengan melibatkan observasi, test, kuisioner dan studi dokumentasi dalam pengumpulan data. Partisipasi penelitian adalah siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukan pada kelas eksperimen yang menerapkan model kooperatif think pair share berbantuan media educaplay pada pretest sebesar 55,83 sementara postest sebesar 84,87 selain itu, kelas kontrol yang menerapkan model konvensional pada pretest memperoleh 55,45 dan postest sebesar 74,55. Berdasarkan analisis data menunjukan kelas eksperimen memiliki peningkatan significan berbeda dengan kelas kontrol lebih rendah karena model konvensional tidak mencukupi kebutuhan belajar siswa.