Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK UREA, SP-36, KCl, DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Bancin, John Pradana; Sumarni, Titin; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/445

Abstract

Permintaan ubi jalar di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan dari sektor industri yang memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan baku utama. Potensi hasil tanaman ubi jalar di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 30,57 ton/ha sedangkan rata-rata hasil ubi jalar hanya mencapai 23,37 ton/ha. Produksi ubi jalar ini belum optimal disebabkan karena ditanam di lahan tegal dimana bahan organik tanah rendah sehingga upaya yang dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tawangsari Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang terdiri dari delapan perlakuan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Hasil analisis ragam dari perlakuan pemberian pupuk organik dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan ubi jalar terlihat berbeda nyata pada panjang sulur (60 HST), jumlah daun (60, 74, dan 88 HST), dan luas daun (60, 74, dan 88 HST). Sementara hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dan pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter bobot umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan hasil panen (ton/ha). Namun hasil analisis ragam dari perlakuan pemberian pupuk organik dan pupuk NPK terhadap hasil ubi jalar terlihat berbeda nyata pada bobot umbi ekonomis diikuti dengan hasil panen ekonomis. Oleh karena itu pemberian pupuk kandang ayam sebagai pupuk organik dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan dapat meningkatkan bobot ekonomis ubi jalar.
RESPON TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merill) PADA INOKULASI Rhizobium Fatmayanti, Nadya; Guritno, Bambang; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/456

Abstract

Rendahnya produksi kedelai lokal menyebabkan semakin tergantungnya masyarakat pada kedelai impor. Peningkatan produksi kedelai dapat didukung dengan inokulasi Rhizobium karena dapat membentuk bintil akar yang berfungsi dalam pengikatan nitrogen yang akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inokulasi Rhizobium pada tiga varietas kedelai dan untuk mendapatkan dosis inokulasi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2015 di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari Grobogan (V1), Wilis (V2), dan Gepak Kuning (V3), sedangkan faktor kedua yaitu inokulasi Rhizobium, terdiri dari dosis 0 g kg-1 benih atau tanpa inokulasi (R0), 3 g kg-1 benih (R1), 5 g kg-1 benih (R2), dan 7 g kg-1 benih (R3), dimana perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan ukuran biji pada masing-masing varietas tidak menentukan tinggi rendahnya dosis inokulan Rhizobium yang dibutuhkan tanaman. Inokulasi Rhizobium dengan dosis 0 g kg-1 benih hingga 7 g kg-1 benih menunjukkan peningkatan hasil yang linear pada seluruh parameter pengamatan. Perlakuan varietas dengan inokulasi Rhizobium mampu meningkatkan jumlah bintil akar efektif pada umur 21, 28, dan 49 HST berturut-turut sebesar 61,19%, 58,42%, dan 62%. Inokulasi Rhizobium dengan dosis 7 g kg-1 benih mampu meningkatkan hasil panen hingga 37,30% dibandingkan perlakuan tanpa inokulasi, sehingga didapatkan dosis terbaik sebesar 7 g kg-1 benih.
PENGARUH DOSIS KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS BUNCIS TIPE TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Sinaga, Ayu Sartika; Guritno, Bambang; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/464

Abstract

Peningkatan produksi buncis dapat dilakukan dengan adanya pengembangan buncis di daerah dataran rendah, seperti Jatikerto. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pengembangan buncis di daerah dataran rendah, seperti Jatikerto yaitu varietas buncis dan kesuburan tanah yang rendah. Upaya penanganan kendala varietas buncis di daerah dataran rendah dapat dilakukan dengan pemilihan varietas buncis tipe tegak yang cocok dengan lokasi penanaman, terutama di Jatikerto. Sedangkan, upaya penanganan kendala kesuburan tanah yang rendah di daerah dataran rendah adalah pemupukan terutama dengan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui varietas dan dosis kompos sampah rumah tangga yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tipe tegak, serta mengetahui interaksi antara varietas dan dosis kompos sampah rumah tangga terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tipe tegak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan percobaan faktorial 3 x 3 yang disusun ke dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juli 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, kabupaten Malang. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah tidak terdapat interaksi yang nyata antara varietas dan dosis kompos sampah rumah tangga pada semua parameter yang diamati baik parameter pertumbuhan, hasil, dan analisis pertumbuhan tanaman. Perlakuan dosis kompos sampah rumah tangga juga tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan, perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Dari ketiga varietas, varietas lokal Karangploso dan varietas Balitsa-1 ialah varietas terbaik untuk dikembangkan di daerah dataran rendah.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) Nainggolan, Alexander; Guritno, Bambang; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/470

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan utama setelah padi dan jagung. Data BPS (2014) menyebutkan bahwa produktivitas kedelai nasional pada tahun 2013 hanya sebesar 1,45 ton ha-1. Produktivitas kedelai yang rendah tersebut dapat ditingkatkan karena melihat potensi hasil dari tanaman kedelai yang masih cukup tinggi. Pada kedelai varietas Anjasmoro memiliki rata-rata hasil sebesar 2-2,3 ton ha-1 sehingga upaya yang dilakukan yaitu dengan aplikasi sistem olah tanah dan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro serta untuk menentukan sistem olah tanah yang tepat dan jenis pupuk yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai Februari 2015 di Balai Benih Induk Palawija, Jln. Raya Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan faktor pertama sistem olah tanah dan faktor kedua pupuk anorganik dan organik. Hasil analisis ragam dari perlakuan sistem olah tanah dan pemberian pupuk anorganik dan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terlihat menunjukkan adanya interaksi nyata pada jumlah daun (56 HST), jumlah polong pertanaman, dan jumlah biji pertanaman. Sementara hasil analisis ragam menunjukkan bahwa sistem olah tanah dan pemberian pupuk anorganik dan organik menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman (56HST) dan bobot kering total (28 HST).
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Tamura, Panji; Soelistyono, Roedy; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/511

Abstract

Luas lahan yang tidak terlalu luas petani biasanya mengatur jarak tanam selalu rapat antara tanaman satu dengan yang lain. Dengan lahan yang tidak luas petani beranggapan, semakin rapat jarak tanam yang dipakai maka jumlah tanaman juga akan semakin banyak dan produksi kedelai juga banyak. Namun dengan jarak tanam yang terlalu rapat tidak selalu meningkatklan hasil produksi tanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat atau sangat renggang akan menyebabkan produktivitas tanaman kedelai menjadi kurang optimal. Uapaya yang yang dapat dilakukan ialah dengan mengatur jarak tanam yang tepat dan juga melakukan penambahan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan hasil dari tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai Juli 2015 di Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, dengan perlakuan jarak tanam dan dosis pemberian pupuk kandang ayam. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil yang didapatkan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5%. Pada perlakuan jarak tanam rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman dan berat kering biji dan kadar air tanah didapat dari perlakuan J1 (40 cm x 10 cm). Sedangakan untuk parameter luas daun, jumlah daun, bobot kering total tanaman dan jumlah polong rerata tertinggi didapat dari pelakuan J3 (30 cm x 20 cm). Pada perlakuan dosis pemberian rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman dan jumlah polong didapat dari perlakuan A3 (dosis pupuk kandang ayam 15 ton ha-1).
PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Nurcahya, Athariq Ozzy; Herlina, Ninuk; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.8 KB) | DOI: 10.21776/529

Abstract

Produksi jagung manis di Indonesia mengalami penurunan sehingga pemerintah mengimpor jagung manis. Usaha untuk meningkatkan produksi jagung manis nasional dapat dilakukan dengan budidaya yang tepat, salah satunya dengan penambahan bahan organik dan waktu aplikasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui interaksi antara jenis pupuk organik dan waktu aplikasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. 2) mengetahui jenis pupuk organik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. 3) mengetahui waktu aplikasi yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2015 di desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu percobaan factorial yang dirancang menggunakan rancangan  acak kelompok (RAK), dengan 2 faktor. Faktor petama adalah macam pupuk organik (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : P1 = Pupuk kandang sapi, P2 = Pupuk kandang ayam, P3 = Pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah waktu aplikasi (W) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : W1 = Pada saat tanam, W2 = 2 minggu sebelum tanam dan W3 = 4 minggu sebelum tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara macam pupuk organik dan waktu aplikasi terhadap semua variable pengamatan, demikian pula dengan perlakuan waktu aplikasi. Pupuk organik memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, indeks luas daun, panjang tongkol, dan bobot segar tongkol per ha.
PENGARUH PEMBERIAN KAPUR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA TIPE KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Sukmana, Ari; Nugroho, Agung; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/530

Abstract

Penurunan produksi kacang tanah mengakibatkan ketersediaan kacang tanah nasional menjadi menurun. Guna menyediakan kacang tanah setiap tahunnya dapat dilakukan dengan budidaya tanaman kacang tanah yang baik misalnya pemilihan benih yang tepat dan pengapuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui interaksi antara kapur dan tipe kacang tanah pada pertumbuhan dan hasil kacang tanah 2) mengetahui pengaruh dosis kapur dan tipe kacang tanah pada pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2015 di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Malang. Metode Penelitian menggunakan RAK faktorial. Faktor pertama, dosis kapur (K) terdiri dari 5 taraf, yaitu K0 = tanpa kapur, K1 = 50 kg ha-1, K2 = 100 kg ha-1, K3 = 150 kg  ha-1, K4 = 200 kg ha-1. Faktor kedua, Tipe Kacang Tanah (V) Terdiri atas 2 taraf, yaitu V1 = Tipe Valensia (Varietas Domba), V2 = Tipe Spanish (Varietas Takar 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara dosis kapur dan tipe kacang tanah terhadap semua variabel pengamatan. Kapur berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah ginofor 35 HST. Tipe kacang tanah berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, indeks luas daun, jumlah ginofor, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, hasil panen per hektar.
PENGARUH DOSIS PUPUK FOSFAT ALAM DAN APLIKASI BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) Danang Pristiwanto, Apri Adiya; Nugroho, Agung; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.709 KB) | DOI: 10.21776/531

Abstract

Penurunan produksi kedelai mengakibatkan ketersediaan kedelai nasional menjadi menurun sehingga negara melalukan impor kedelai. Guna menyediakan kedelai setiap tahunnya dapat dilakukan dengan budidaya tanaman kedelai yang baik misalnya penambahan bahan organik dan pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui interaksi antara dosis pupuk fosfat alam dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, 2) mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat alam dan aplikasi bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai,3) menentukan dosis pupuk fosfat alam dan bahan organik yang paling tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2015 di Desa Saptorenggo, Pakis, Malang. Metode Penelitian menggunakan RAK faktorial. Faktor pertama, dosis pupuk fosfat alam (P) terdiri atas 4 taraf, yaitu P0 = Tanpa pupuk fosfat alam, P1 = 200 kg ha-1, P2 = 400 kg ha-1 dan P3 = 600 kg ha-1. Faktor kedua, bahan organik (B) terdiri atas 3 taraf, yaitu B0 = Tanpa bahan organik, B1 = Pupuk kotoran sapi 15 ton ha-1 dan B2 = Pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1, dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara dosis pupuk fosfat alam dan bahan organik terhadap semua variabel pengamatan. Bahan organik berpengaruh nyata terhadap variabel panen yakni jumlah polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot kering total tanaman dan hasil panen per hektar.
PENGARUH DOSIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN BAHAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SIRIH MERAH (Piper Crocatum Ruiz and Pav.) Rosyidah, Nurhayati; Guritno, Bambang; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.71 KB) | DOI: 10.21776/572

Abstract

Tanaman sirih merah merupakan tanaman yang memiliki prospek yang cukup baik dimasa depan, sebab tanaman sirih merah memiliki kandungan senyawa fitokimia yang dapat digunakan sebagai obat. Tanaman sirih merah diperbanyak dengan penyetekan, pencangkokan dan perundukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi antar zat pengatur tumbuh dan bahan tanam terhadap pertumbuhan bibit sirih merah (Piper Crocatum Ruiz and Pav).  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandensari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada bulan Februari-Mei 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan dan 2 perlakuan yaitu pemberian konsentrasi Rootone F dan bahan tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang meningkatkan pertumbuhan bibit sirih merah pada parameter pengamatan jumlah daun, panjang tunas, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan konsentrasi Rootone F 300 meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sirih merah tertinggi daripada konsentrasi lainnya. Perlakuan bahan tanam bagian pangkal meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sirih merah daripada bahan tanam lainnya.
UPAYA PEMBUNGAAN Zephyranthes candida DENGAN PERLAKUAN INTERVAL PEMBERIAN AIR DAN APLIKASI GA3 Vivedru, Faranissa Anggi; Guritno, Bambang; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.667 KB) | DOI: 10.21776/593

Abstract

Zephyranthes candida merupakan salah satu alternatif tanaman hias yang dapat digunakan di dunia pertamanan. Interval pemberian air dan aplikasi GA3 akan berpengaruh pada saat muncul bunga dan persentase tanaman berbunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian air dan aplikasi GA3 yang tepat terhadap pertumbuhan dan waktu muncul bunga Zephyranthes candida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 hingga Agustus 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Kepuharjo, Karangploso, Malang (7°54’56.9”S. 112°36’46.9”E). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah interval waktu penyiraman dan faktor kedua ialah empat taraf konsentrasi GA3. Perlakuan interval pemberian air memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah umbi. Tanaman yang diberi perlakuan penyiraman setiap hari menghasilkan tanaman dengan jumlah daun dan jumlah umbi yang lebih banyak. Aplikasi GA3 memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tanaman. Tanaman yang diaplikasikan GA3 0,56 ml/l menghasilkan panjang tanaman yang paling panjang. Interaksi perlakuan interval penyiraman dan aplikasi GA3 memberikan pengaruh nyata terhadap waktu muncul bunga dan persentase tanaman berbunga. Tanaman yang diberi perlakuan penyiraman setiap hari dengan aplikasi GA3 0,28 ml//l menghasilkan tanaman dengan waktu muncul bunga yang lebih cepat (47,05 hst) dengan persentase tanaman berbunga 63,33%. Sedangkan perlakuan penyiraman setiap hari dan aplikasi GA3 0,56 ml/l menghasilkan tanaman dengan waktu muncul bunga 51 hst dengan persentase tanama berbunga 38,33%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adjie, Kemal Setia Aini Nurul Aini, Nurul Ainiya, Sri Khusnul Andita, Rossala Putri Andita, Rossala Putri Angga Wahyu Prasetyo, Angga Wahyu Angraeni, Dwi Septa Angraeni, Dwi Septa Aprilyanto, Wahyu Aprilyanto, Wahyu Arifin Noor Sugharto, Arifin Noor Arifin Noor Sugiharto Arifin, Mirza Febriansyah Bambang Dwi Argo Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Budhiawan, Arif Budhiawan, Arif Danang Pristiwanto, Apri Adiya Danang Pristiwanto, Apri Adiya Dewanti, Pradnya Cahya Dewanti, Pradnya Cahya Dewi, Aprillia Kusuma Didik Suprayogo Dinariani Dinariani Dinariani, Dinariani Diovany Tirtana Dzikrika, Ferziana Nurmeilinda Eko Widaryanto Elizabeth, Murnita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Etik Wulandari Fatmayanti, Nadya Fatmayanti, Nadya Hadi, Firno Haniek Listyorini Hartati, Henny Susilo Retno Heddy, Y. B. Suwasono Hendra Wahyu Pratama Hendrajaya Hendrajaya, Hendrajaya Heri Prabowo Hidayat, Hasbi Shidqi Ilmam Husni Thamrin Sebayang Janah, Dika Chiqmatul Janah, Dika Chiqmatul Johanna Maria Rotinsulu Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Kiki Puspitasari Kurniatun Hairiah Kurniawati, Alfiyah Kurniawati, Alfiyah Laraswati Lita, Tifani Nova Maria Th, Aletta Dewi Medha Baskara Muhammad, Alif Almer Murnita Elizabeth Nainggolan, Alexander Nainggolan, Alexander Ninuk Herlina Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nugraheni, Krisnawati Setyaningrum Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Edy Suminarti Nurcahya, Athariq Ozzy Nurcahya, Athariq Ozzy Pahlevi, Reza Widhi Pahlevi, Reza Widhi Paramaditya, Intan Paramaditya, Intan Permadi, Diki Yuse Permadi, Diki Yuse Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Taufik Adi Pradana, Taufik Adi Pradipta, Rangga Prasetyo, Angga Wahyu Pratama, Hendra Wahyu Probowati, Rahajeng Arinda Purboningtyas, Ditasari Puspitasari, Kiki Rahajeng Arinda Probowati Rahayu, Enik Ramlah, Shinta Yuni Asri Ramlah, Shinta Yuni Asri Rangga Pradipta Rifa Cahyaningtyas, Rifa Rini Yulianingsih Risyanti, Yustina Denik Rizqullah, Helmi Rizqullah, Helmi Roedy Soelistyono Rosyidah, Nurhayati Rosyidah, Nurhayati Samtono . Sardjono Soekartomo Satriyo, Taufik Adi Satriyo, Taufik Adi Sebayang, Husni Thamrin Setyono Yudo Tyasmoro setyowidianto, eko purnomo Sinaga, Ayu Sartika Sinaga, Ayu Sartika Sitawati Sitawati Soehari, Hartoyo Soekartomo, Sardjono Sri Yulianto Fajar Pradapa Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso sukmana, Ari Sukmana, Ari Sumemi, Alifiani Indri Suminarti, Titin Supriyadi, Andhi Supriyanto , Sapto Supriyanto, Sapto Tamura, Panji Tamura, Panji Tarihoran, Pritty Nahangken Taufiqurrahman, Moh. Taufiqurrahman, Moh. Tifani Nova Lita Titiek Islami Titin Sumarni Titin Suminarti Uma Khumairoh Uma Khumairoh Vivedru, Faranissa Anggi Vivedru, Faranissa Anggi Widagdo, C Susmono Wulandari, Etik Wulandari, Puput Wulandari, Puput Y. B. Suwasono Heddy