Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BATA MERAH TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH DI DUSUN BRAU BATU Safina Putri Chairandy; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8252

Abstract

Stabilisasi tanah adalah upaya untuk meningkatkan daya dukung tanah yang labil dengan menambahkan material tertentu. Kerusakan infrastruktur di wilayah Dusun Brau Kota Batu disebabkan oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pernambahan serbuk bata merah terhadap nilai kuat geser tanah. Metode yang dilakukan adalah eksperimen di Laboratorium meliputi pengujian kadar air, berat isi, berat jenis, uji saringan dan hydrometer, batas atterberg, dan geser langsung. Limbah bata merah yang digunakan adalah lolos No. 60. Variasi campuran serbuk bata merah sebesar 6%, 10%, dan 14% dengan waktu pemeraman 1 hari, 4 hari, dan 11 hari. Berdasarkan sistem USCS, tanah tergolong pasir bergradasi baik dan sedikit lanau (SW-SM). Hasil pengujian Direct Shear tanah asli didapat nilai kohesi (c) = 0,194 kg/cm2 dan sudut geser dalam () = 13,03o. Pada pengujian tanah campuran serbuk bata merah pada pengujian batas batas Atterberg, nilai indeks plastisitas semakin menurun hingga dibandingkan tanah asli dimana IP tanah asli sebesar 10,82%. Nilai sudut geser pada kadar optimum keseluruhan dicapai pada persentase campuran bata merah 5,3% dengan hasil kohesi (c) = 0,05 kg/cm2 dan sudut geser dalam () = 32,78o. Qijin pada fondasi dengan campuran bata merah menunjukkan peningkatan sebesar 2,7 hingga 3 kali lipat daripada tanah asli. Qijin pada fondasi persegi meningkat dari 12,17 ton menjadi 35,25 ton, fondasi persegi panjang meningkat dari 17,19 ton menjadi 52,61 ton, dan fondasi lingkaran meningkat dari 9,51 menjadi 26,30 ton. Penurunan fondasi pada semua penampang lebih kecil dari batas izin sebesar 25 mm. Berdasarkan uji permodelan, pada batas penurunan izin fondasi sebesar 25 mm, fondasi persegi mampu menahan beban hingga 23,48 ton, fondasi persegi Panjang sebesar 30,93 ton, dan fondasi lingkaran sebesar 22,67 ton.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM DAN GEOCELL DARI BOTOL PLASTIK TERHADAP NILAI CBR PADA TANAH DASAR Niken Ayu Hapsari; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8265

Abstract

Tanah dasar pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 2, khususnya di STA 16+650 – 16+750, memiliki daya dukung yang rendah dengan nilai CBR Point di bawah 6%, sehingga tidak memenuhi standar yang disyaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbaikan tanah dasar melalui metode stabilisasi kimiawi menggunakan limbah gypsum dan perkuatan mekanis dengan Geocell yang terbuat dari limbah botol plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Variasi penambahan limbah gypsum yang diuji adalah 10%, 12%, dan 14% , sedangkan Geocell dibuat dengan ketinggian 5 cm dan 10 cm. Parameter utama untuk mengukur peningkatan daya dukung adalah nilai CBR (California Bearing Ratio) yang diuji menggunakan metode CBR Model skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan tanah asli tergolong klasifikasi A-7-5(1) (tanah berlempung) dengan nilai CBR model sebesar 16,26%. Penambahan limbah gypsum pada kadar optimum 10,73% mampu meningkatkan nilai CBR menjadi 22,50%. Sementara itu, penggunaan Geocell 10 cm lebih efektif, yang mampu meningkatkan nilai CBR menjadi 26,78%. Kombinasi paling efektif, yaitu pada penambahan limbah gypsum 10,73% dengan Geocell 10 cm, yang meningkatkan nilai CBR secara signifikan hingga mencapai 32,57%, atau mengalami kenaikan sebesar 100,31% dari nilai CBR model tanah asli. Hasil ini membuktikan bahwa kombinasi dari stabilisasi limbah gypsum dan penggunaan Geocell dari limbah botol plastik merupakan solusi yang sangat efektif untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar.
PEMANFAATAN BATA MERAH DAN GEOCELL DARI LIMBAH BOTOL AIR MINERAL TERHADAP NILAI CBR TANAH TIMBUNAN Firmansyah Bagus Saputra Saputra; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8568

Abstract

Daya dukung tanah adalah kemampuan tanah menopang beban struktur di atasnya. Peningkatannya bisa dilakukan dengan stabilisasi menggunakan bahan seperti semen atau kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serbuk batu bata merah dan geocell dari botol air mineral bekas terhadap daya dukung dan stabilitas tanah dasar dengan metode California Bearing Ratio (CBR). Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari probolinggo tepatnya pada Proyek Pembangunan jalan tol Probolinggo Banyuwangi paket 1. Persentase bata merah yang digunakan sebesar 10%, 15% dan 20%. Hasil pengujian karakterisitik tanah berdasarkan metode AASTHO menunjukkan tanah termasuk golongan A-2-7 yaitu lempung berpasir. Nilai CBR (California Bearing Ratio) laboratorium untuk tanah asli adalah 23,70% pada pemeraman 1 hari, 24,26% pada pemeraman 4 hari, dan 24,81% pada pemeraman 11 hari. Peningkatan tertinggi terjaadi pada penambahan 20% bata merah, nilai CBR meningkat menjadi 25,55% untuk pemeraman 1 hari, 36,66% untuk pemeraman 4 hari, dan 37,22% untuk pemeraman 11 hari. Pada pengujian geocell, tanah timbunan asli memiliki nilai CBR 16,81%. Dengan geocell 5cm, nilainya menjadi 19,26%, dan dengan geocell 10cm menjadi 21,11%. Untuk tanah timbunan yang dicampur bata merah memilki nilai 19,63%, meningkat menjadi 21,11% dengan adanya tambahan geocell 5cm, dan 23,33% ketika geocell diganti dengan ketinggian 10cm. Kesimpulannya, penambahan bata merah dan geocell dari botol air mineral bekas efektif meningkatkan nilai CBR dan daya dukung tanah timbunan.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU SEKAM DAN GEOTEXTILE DARI LIMBAH BOTOL AIR MINERAL TERHADAP NILAI CBR Veiron Rabbani Athallah Shidqi; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8647

Abstract

Tanah dasar dengan daya dukung rendah menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan, terutama di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam dan geotekstil dari limbah botol air mineral terhadap nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah. Sampel tanah diambil dari Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Variasi abu sekam digunakan sebesar 4%, 8%, dan 12% terhadap berat tanah kering, dengan masa pemeraman 1, 4, dan 11 hari. Selain itu, digunakan geotekstil hasil anyaman limbah botol plastik dengan lebar anyaman 0,75 cm dan 1,00 cm yang dikombinasikan dengan abu sekam pada uji model skala laboratorium.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam dapat meningkatkan nilai CBR, dengan nilai optimum pada kadar 8,8%. Kombinasi abu sekam dan geotekstil memberikan hasil terbaik, dengan nilai CBR tertinggi dicapai pada kombinasi abu sekam 8,8% dan geotekstil 1,00 cm pada penetrasi 2,5 mm dengan nilai 21.33% dan pada penetrasi 5,0 mm bernilai 21.03%. Penambahan abu sekam juga menurunkan indeks plastisitas dan meningkatkan kepadatan maksimum tanah. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah abu sekam dan botol plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi tanah yang efektif dan ramah lingkungan.
Co-Authors Abdul Khamid Abidin, Syahrul Achendri M. Kurniawan Aditya Luqmana Hutama Afidia, Nadsya Qanita Agus Mahmudi Agus Suhardono Ajipramana, Aditia Akhmad Suryadi Algas Devris Elwino Dirgahayu Amanada Dwi Herawati Ananda Putri Amalia Armin Naibaho Armin Naibaho Asma'ul Khusnaini Aulia Rahman Ayu Fatimah Sari Bima Putra Pamungkas Bobby Asukmajaya Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro Chandra Adinegoro Diah Lydianingtias Dica Hermawan Setiaji Drs. Joko Samboro Efendi, Medi Elia, Sebanya Erina Dwi Susanti Fadjar Purnomo Fadjar Purnomo Fakhrudin Bahtiar Faradila Fahira Faradila Tasya Bafany Fauzi Kabar Rahmawan Firmansyah Bagus Saputra Saputra G. A. Gautama Gautama, Gregorius Aryoko Gerald Hakam Rahmadhany Gerard Aponno Gerard Aponno, Gerard Gerard Appono Gerard Appono Gindang Rain Pratama Grachia Octa Viana Simanjuntak Harijanto, Raihan Hasrullah Jayaputra, Harsalim A. Jayaputra, Harsalim Aimunandar Khairul Ummam Adisanjaya M. Maskan Marjono Marjono Marjono, . Maulidiya Meisya Putri moch. sholeh Moch. Sholeh Moch. Sholeh, Moch. Mochammad Wahyudi Mohamad Zenurianto Muhamad Fajar Subkhan Muhammad Iqbal Muhammad Musa Al Kadzim Muhammad Tri Aditya Nada Shelawati Nadia Fairuza Nadya Erica Brilyanti Nain Dhaniarti Raharjo Nawir Rasidi Niken Ayu Hapsari Noritza Chusnulita Eryzaviani Novita Anggraini Novita Anggraini Nugroho, Kemal Adi Nur Hasanah Nurul Fitriyah Ony Anwary Pungarto, Irwanda Yuni PuriAgung, Lambang Prakoso Putera Agung Maha Agung Putra, Arfilian Permana Putri, Astri Andini R. Sugeng Basuki Rahardjo, Bobby Asukmajaya Rahmawati, Anggi Dean Ratih Indri Hapsari Riska Dwi Silfiani Rizky, Brian Muhammad Robi’atul Istighfaroh Rochy Arrafi Romy Fansuri Yahya Safa Sabitah Rasikah Utomo Safina Putri Chairandy Saputri, Bherliana Herpri Septian, Wendy Bagus Sufi'an Akbar Muhammad Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sumardi Sumardi Sumardi Supiyono . Suryadi, Akhmad Suselo Utoyo Tatiana Kristianingsih Taufiq Rochman Trias Rahardianto Udi Subagio Udi Subagio Veiron Rabbani Athallah Shidqi Widodo, Jauhara Muslum Firdausi Winda Harsanti Wulansari, Cikita Surya Yulinda Sukma Anggraini Zakarya, Wildan Akbar