Claim Missing Document
Check
Articles

Performance Testing Of Sand And Lime As Subgrade Stabilizing Materials For Roads Novianto, Dandung; Marjono, Marjono; Sholeh, Moch.; Anggraini, Novita
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/intek.v9i2.4252

Abstract

Soil stabilization is a method used to increase the carrying capacity of a layer of soil, by giving special treatment to that layer of soil. Soil is one of the factors that can affect the structure of road construction. The CBR value is one of the parameters to determine soil carrying capacity, if the CBR value is high then the soil carrying capacity is good, whereas if the CBR value is low then the soil needs to be stabilized. The purpose of this study was to determine the characteristics and classification of soil, determine the results of the grain gradation test, sieve analysis and hydrometer analysis, consistency limits (Atterberg limits) before and after stabilization, compaction results (Proctor) before and after stabilization, determine the CBR value of the soil before and after stabilization. This research included water content test, wet soil unit weight test, specific gravity test, sieving analysis, hydrometer analysis, Atterberg limit test, compaction test (Modification), and immersion CBR test and CBR without immersion. In this test, variations in the addition of 20% sand and lime content were 5%, 10% and 15% of the dry weight of the soil. From the test results, the original soil samples showed soil classification A-7-6 according to AASHTO with maximum dry density (MDD) values of 1.70 gr/cm3 1 day curing, 1.64 gr/cm3 7 days curing and 1.77 gr/cm3 for 14 days curing, there was an increase in the value of the maximum dry density (MDD) in the original soil stabilized with 20% sand and 5% lime, a value of 1.78 gr/cm3 was obtained for 1 day curing, 1.86 gr/cm3 cm3 7 days curing and 1.82 gr/cm3 14 days curing. From the test results, the original soil samples showed soil classification A-7-6 according to AASHTO with CBR values of soaked 3.15% 1 day curing, 3.68% 7 days curing and 4.21% 14 days curing, there was an increase Soaked CBR values on native soil stabilized with 20% sand and 5% lime obtained CBR values of 37.19% at 1 day curing, 42.10% 7 days curing and 30.29% 14 days curing.
Technical Guidance On Groundwater Identification To Overcome Drought In Tanamerah Village, Saronggi, Sumenep, East Java. Gautama, Gregorius Aryoko; Jayaputra, Harsalim Aimunandar; Aditya, Muhammad Tri; Novianto, Dandung; Rahardjo, Bobby Asukmajaya; Pungarto, Irwanda Yuni
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 10 (2025): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v3i10.2286

Abstract

Tanamerah Village is one of fourteen villages in Saronggi District, Sumenep Regency, East Java. Villagers experience water difficulties during both the rainy season and the dry season. Technical guidance will be carried out for groundwater identification to find out where the groundwater points are located that are able to meet the community's water needs. The method used for identification makes six tracks with varying distances between tracks. The length of each passage is twelve meters, and the depth of each passage is three hundred meters. Identification was carried out on village treasury land with an area of 500 m2. Six tracks in this service, the distance between tracks is 5-8 m, and the length of each track is 12 m. Track 1 was obtained from groundwater at a depth of 80m, and track 2 was obtained from groundwater at a depth of 80 m. Track 3 was obtained from groundwater at a depth of 70 m, and track 4 was obtained from groundwater at a depth of 20 m. Passage 5 is obtained from groundwater at a depth of 20 m, and passage 6 is obtained from groundwater at a depth of 70 m. Recommended drilling point is located on the TM1 line at point 8 with a depth of 80 m.
Technical Guidance On Groundwater Identification To Overcome Drought In Tanamerah Village, Saronggi, Sumenep, East Java. Gautama, Gregorius Aryoko; Jayaputra, Harsalim Aimunandar; Aditya, Muhammad Tri; Novianto, Dandung; Rahardjo, Bobby Asukmajaya; Pungarto, Irwanda Yuni
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 10 (2025): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v3i10.2286

Abstract

Tanamerah Village is one of fourteen villages in Saronggi District, Sumenep Regency, East Java. Villagers experience water difficulties during both the rainy season and the dry season. Technical guidance will be carried out for groundwater identification to find out where the groundwater points are located that are able to meet the community's water needs. The method used for identification makes six tracks with varying distances between tracks. The length of each passage is twelve meters, and the depth of each passage is three hundred meters. Identification was carried out on village treasury land with an area of 500 m2. Six tracks in this service, the distance between tracks is 5-8 m, and the length of each track is 12 m. Track 1 was obtained from groundwater at a depth of 80m, and track 2 was obtained from groundwater at a depth of 80 m. Track 3 was obtained from groundwater at a depth of 70 m, and track 4 was obtained from groundwater at a depth of 20 m. Passage 5 is obtained from groundwater at a depth of 20 m, and passage 6 is obtained from groundwater at a depth of 70 m. Recommended drilling point is located on the TM1 line at point 8 with a depth of 80 m.
ANALISIS PERENCANAAN FONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG GKB-V UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Asma'ul Khusnaini; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9489

Abstract

Gedung Kuliah Bersama V Universitas Muhammadiyah Malang (GKB-V) memiliki tinggi total bangunan sebesar 49,7meter yang terdiri dari 10 lantai dan 1 basement. Pada kondisi eksisting bangunan GKB-V ini tediri dari 2 bagian yaitu bagian bangunan utama dan bagian auditorium. Pada skripsi ini akan dilakukan penelitian hanya pada bangunan utama saja. Berdasarkan hasil uji N-SPT pada titik BH-01 sampai kedalaman 40meter, tanah dasar dikategorikan sebagai lempung, sehingga diperlukan perencanaan fondasi sesuai SNI 8460:2017 untuk memperoleh daya dukung maksimum dan penurunan minimum. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua bentuk penampang tiang pancang, yaitu lingkaran dan persegi. Perhitungan daya dukung menggunakan metode L’Decourt (1982) dan metode gabungan Meyerhof (1976) untuk perhitungan nilai Qp dengan Thomlinson (1997) untuk perhitungan nilai Qs, sedangkan penurunan menggunakan metode Meyerhof (1976). Simulasi ETABS menghasilkan beban maksimum untuk kombinasi ASD, terbesar ada pada K1-1=7564 kN, dan terkecil ada pada K4-1 1322 kN, yang digunakan untuk perhitungan daya dukung dan penurunan, dan kombinasi LRFD memberikan beban terbesar 9947 kN, yang digunakan untuk desain tulangan pile cap. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penampang persegi memberikan kemampuan paling optimal, penampang dengan konfigurasi terbesar ada pada PC1-1 (7 tiang) dengan dimensi panjang x lebar x tinggi (4,8m x 4,3m x 1m) menghasilkan Qall(group) 8110 kN > Qv 7563 kN dan penurunan 3,76cm; dan penampang dengan konfigurasi terkecil yaitu PC4-1 (1 tiang) dengan dimensi panjang x lebar x tinggi (1,2m x 1,2 m x 1m) menghasilkan Qall(group) 1542 kN > Qv 1322 kN dan penurunan 8,85 cm; berdasarkan urain tersebut seluruh tiang pancang memenuhi syarat Stot < Sijin (15,52cm). Tulangan pile cap digunakan D25-150, serta metode pelaksanaan menggunakan hydraulic jack in dengan total biaya Rp. 10.072.727.178.
PERBANDINGAN FONDASI BORE PILE DAN MINI PILE GEDUNG PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK POLITEKNIK NEGERI MALANG Amanada Dwi Herawati; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9574

Abstract

Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus mengembangkan fasilitas pendidikan, sehingga salah satu upaya memenuhi kebutuhan tersebut yaitu melalui pembangunan Gedung Laboratorium dan Bengkel Jurusan Teknik Listrik yang direncanakan setinggi 6 lantai dan 1 lantai atap. Dalam pembangunan gedung fondasi berperan penting sebagai struktur bawah dalam menyalurkan beban bangunan ke tanah pendukung. Berdasarkan hasil penyelidikan N-SPT kondisi tanah di lokasi proyek berupa lapisan pasir dan lanau berkerikil dengan daya dukung terbatas pada kedalaman dangkal, sehingga diperlukan penggunaan fondasi dalam. Fondasi eksisting berupa tiang pancang sedalam 16 m dengan daya dukung beban layan 130,10 ton per tiang dan penurunan kurang dari 15 cm dinilai kurang sesuai karena menimbulkan getaran dan kebisingan tinggi pada lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dilakukan evaluasi dan perbandingan antara fondasi bored pile dan mini pile. Hasil analisis pembebanan struktur atas menggunakan ETABS menunjukkan beban aksial terbesar pada Kolom K1 sebesar 2240,678 kN, Kolom K2 sebesar 125,974 kN, Kolom K3 sebesar 261,242 kN, dan Kolom K4 sebesar 395,587 kN. Perhitungan daya dukung metode Reese and Wright (1977) menghasilkan nilai Qall fondasi bored pile sebesar 414 kN (Ø35 cm) dan 274,3933 kN (Ø25 cm) dan untuk kelompok tiang F1 dengan daya dukung 2466,499 kN, serta fondasi mini pile menggunakan metode Mayerhoff (1976), sebesar 361,219 kN (Ø25 cm) dan 181,863 kN (Ø20 cm) dan untuk kelompok tiang F1 dengan daya dukung 2505,146 kN, pada F4 545,591 kN. Penurunan fondasi bored pile sebesar 1,370 cm, sedangkan fondasi mini pile sebesar 1,003 cm dan 0,331 cm, masih lebih kecil dari penurunan izin 18,333 cm. Nilai RAB fondasi bored pile sebesar Rp 2.523.898.404,29 dan mini pile sebesar Rp 2.082.656.831,17. Berdasarkan aspek teknis dan biaya, fondasi mini pile direkomendasikan sebagai alternatif paling efisien.
Peningkatan Keterampilan dalam Pembuatan Tempe di Kelurahan Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang: Improving Tempe Making Skills in Sidorahayu Village, Wagir District, Malang Regency Diana Irmawati Pradani; Gindang Rain Pratama; Dandung Novianto; Fauzi Kabar Rahmawan; Fadjar Purnomo; Ayu Fatimah Sari
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 10 No. 1 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v10i1.8986

Abstract

Tempe merupakan produk pangan tradisional Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat. Di Kelurahan Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ketersediaan tempe berkualitas masih terbatas akibat rendahnya pemahaman masyarakat mengenai teknik pembuatan tempe yang higienis dan bernilai jual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga melalui bimbingan teknis dan pelatihan pembuatan tempe berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung yang mencakup pemilihan bahan baku, proses fermentasi, sanitasi, hingga pengemasan produk. Peserta pelatihan terdiri atas ibu rumah tangga, pemuda, dan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghasilkan tempe yang lebih higienis, berkualitas, dan berpotensi dikembangkan sebagai salah satu usaha rumah tangga. Selain itu, pelatihan ini mendorong tumbuhnya minat kewirausahaan serta inovasi produk olahan berbasis tempe. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan warga dan menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
ANALISIS STABILISASI TANAH DI KOTA BATU DENGAN CAMPURAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP NILAI CBR Bima Putra Pamungkas; Dandung Novianto; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3645

Abstract

Limbah adalah bahan kimia yang sukar untuk mengurai dan pemanfaatan limbah menjadi alternatif lain untuk mengurangi adanya limbah pabrik. Limbah pabrik gula menghasilkan ampas tebu yang selama ini digunakan sebagai bahan bakar pada proses pembuatan gula, dari pembakaran tersebut menyisakan abu ampas tebu. Upaya memperbaiki karakteristik tanah adalah dengan cara stabilisasi, selama ini umumnya penggunaan bahan stabilisasi adalah semen. Penggunaan semen memerlukan biaya yang cukup besar, salah satunya alternatif stabilisasi tanah yang perlu dicoba yaitu dengan menggunakan abu ampas tebu (AAT) sebagai pengelolaan limbah dan juga meningkatkan nilai guna abu ampas tebu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kadar air, berat isi tanah, berat jenis, batas cair (LL) dan batas plastis (PL), analisa ayakan dan hidrometer, mengklasifikasi tanah, pemadatan, dan CBR. Setelah itu adapun pengujian yang dicampuri dengan abu ampas tebu meliputi pengujian batas cair (LL) dan batas plastis (PL), pemadatan dan CBR dengan penambahan prosentase abu ampas tebu 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Dari hasil penelitian, tanah tergolong dalam klasifikasi A-2-7, menurut AASHTO, nilai IP tanah asli sebesar 19,90%. Hasil uji CBR tanah asli menunjukkan bahwa nilai CBR rendaman 1 hari sebesar 5,56%, dengan nilai swelling 33%, nilai CBR rendaman 7 hari sebesar 11,54%, dengan nilai swelling 71%, nilai CBR rendaman 14 hari sebesar 16,41%, dengan nilai swelling 61%. Nilai CBR tanpa rendaman dengan pemeraman 1 hari sebesar 28,44%, Nilai CBR tanpa rendaman dengan pemeraman 7 hari sebesar 95,77%, Nilai CBR tanpa rendaman dengan pemeraman 14 hari sebesar 60,51%. Setelah ditambahkan dengan abu ampas tebu didapatkan nilai maksimum pengujian batas cair (LL) dan batas plastis (PL) pada prosentase 25% sebesar 2,07%, pada pengujian CBR mendapatkan penambahan terbaik pada prosentase 30% sebesar 24,05% pada rendaman 7 hari.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL KAWASAN PASAR NGRONGGO DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI KOTA KEDIRI Rochy Arrafi; Achendri M. Kurniawan; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3785

Abstract

Simpang bersinyal Kawasan Pasar Ngronggo merupakan simpang dengan tingkat kepadatan yang tinggi terutama pada saat jam puncak. Atas hal itu simpang tersebut perlu dilakukan analisa untuk mengetahui kinerja simpang dan biaya operasional kendaraan juga memberi solusi tepat untuk dapat memperbaiki kualitas pelayanan simpang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer kondisi eksisting volume kendaraan, waktu sinyal dan geometrik simpang. Survei volume lalu lintas dilaksanakan pada pagi, siang dan sore di hari Jum’at, Minggu dan Senin, sedangkan data jumlah penduduk tahun 2020-2022 didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri. Metode analisa data lalu lintas menggunakan pedoman MKJI 1997 dan Peraturan Menteri Perhubungan no 96 Tahun 2015 perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK) menggunakan Bina Marga 2005, dan biaya kemacetan menggunakan Persamaan Tzedakiz 1980. Hasil penelitian didapat derajat kejenuhan (DS) = 0,847; tundaan (D) = 49,762 det/smp; dan nilai tingkat pelayanan (LOS) E, alternatif solusi yang digunakan dengan melakukan perubahan fase kondisi eksiting dari 3 fase ke 44C fase, arus belok kiri langsung dan pelebaran jalan untuk pendekat utara dari 7 m ke 10 m, selatan 8 m ke 10 m, barat 9 m ke 10 m dan dari timur 6 m ke 10 m maka didapatkan DS = 0,408; D = 23,777 det/smp; dan LOS C. Biaya operasional kendaraan terhadap kemacetan pada kondisi eksisting Rp. 832.429/km. Dari simulasi alternatif didapatkan menjadi Rp. 354.944/km.
ANALISIS PERBANDINGAN FONDASI BORE PILE DENGAN SPUN PILE PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL SANTIKA WONOSARI Gerald Hakam Rahmadhany; Mohammad Zenurianto; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4150

Abstract

Gedung Hotel Santika Wonosari merupakan salah satu penunjang kebutuhan sektor pariwisata di kota Wonosari, Gunungkidul, DIY. Hotel ini memiliki jumlah 8 lantai dan 1 lantai atap. Hotel ini memiliki Luas 9.800 meter persegi dengan jumlah kamar mencapai 110 unit. Pemodelan struktur atas gedung menggunakan perangkat lunak RSAP dengan pemodelan struktur akibat beban gempa dan angin, untuk mendapatkan beban dari struktur atas yang berguna untuk perencanaan fondasi dan untuk menghitung daya dukung berdasarkan nilai N-SPT. Skripsi ini bertujuan untuk membandingkan fondasi bore pile dengan fondasi spun pile dalam hal beban, daya dukung tiang, penurunan, metode pelaksanaan dan biaya. Harga satuan pekerjaan dan material Yogyakarta 2021, SK-SNI-03-2847-2019, SNI 1727-2020, dan SNI 1726-2019, sebagai rujukan. Perbandingan menghasilkan daya dukung fondasi Spun pile sebesar 1362 kN; dengan menggunakan alat Hydraulic Static Pile Driver; dengan biaya sebesar Rp. 6.994.389.959; sedangkan fondasi bore pile memerlukan biaya sebesar Rp. 7.340.358.655,65.
EVALUATION OF ROAD GEOMETRIC DESIGN IN THE CANGAR HOT SPRING TOURIST AREA OF BATU CITY Riska Dwi Silfiani; Nain Dhaniarti Raharjo; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4214

Abstract

±12-km Jalan Arjuno – Jalan Sumberbrantas Batu is a collector road with quite busy traffic. There are a lot of bends, climbs and also quite sharp descents that make this road uncomfortable for users. The purpose of this article is to redesign the road geometric to comply with applicable design criteria. The results of direct surveys and calculations using existing coordinate data showed that Jalan Arjuno – Jalan Sumberbrantas has ±93 bends consisting of 26 F-C types and 67 S-C-S types. Having calculated the radius of the bends according to the design criteria, it turns out that the existing R value does not meet the minimum R, and the existing road width also does not meet the PDGJ 2021 design criteria. After redesigning according to the Road Geometric Design Guidelines (or PDGJ 2021), it was found 31 S-C-S bends, and 28 vertical curves consisting of 15 sag vertical curves, and 13 crest vertical curves.
Co-Authors Abdul Khamid Abidin, Syahrul Achendri M. Kurniawan Aditya Luqmana Hutama Afidia, Nadsya Qanita Agus Mahmudi Agus Suhardono Ajipramana, Aditia Akhmad Suryadi Algas Devris Elwino Dirgahayu Amanada Dwi Herawati Ananda Putri Amalia Armin Naibaho Armin Naibaho Asma'ul Khusnaini Aulia Rahman Ayu Fatimah Sari Bima Putra Pamungkas Bobby Asukmajaya Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro Chandra Adinegoro Diah Lydianingtias Dica Hermawan Setiaji Drs. Joko Samboro Efendi, Medi Elia, Sebanya Erina Dwi Susanti Fadjar Purnomo Fadjar Purnomo Fakhrudin Bahtiar Faradila Fahira Faradila Tasya Bafany Fauzi Kabar Rahmawan Firmansyah Bagus Saputra Saputra G. A. Gautama Gautama, Gregorius Aryoko Gerald Hakam Rahmadhany Gerard Aponno Gerard Aponno, Gerard Gerard Appono Gerard Appono Gindang Rain Pratama Grachia Octa Viana Simanjuntak Harijanto, Raihan Hasrullah Jayaputra, Harsalim A. Jayaputra, Harsalim Aimunandar Khairul Ummam Adisanjaya M. Maskan Marjono Marjono Marjono, . Maulidiya Meisya Putri moch. sholeh Moch. Sholeh Moch. Sholeh, Moch. Mochammad Wahyudi Mohamad Zenurianto Muhamad Fajar Subkhan Muhammad Iqbal Muhammad Musa Al Kadzim Muhammad Tri Aditya Nada Shelawati Nadia Fairuza Nadya Erica Brilyanti Nain Dhaniarti Raharjo Nawir Rasidi Niken Ayu Hapsari Noritza Chusnulita Eryzaviani Novita Anggraini Novita Anggraini Nugroho, Kemal Adi Nur Hasanah Nurul Fitriyah Ony Anwary Pungarto, Irwanda Yuni PuriAgung, Lambang Prakoso Putera Agung Maha Agung Putra, Arfilian Permana Putri, Astri Andini R. Sugeng Basuki Rahardjo, Bobby Asukmajaya Rahmawati, Anggi Dean Ratih Indri Hapsari Riska Dwi Silfiani Rizky, Brian Muhammad Robi’atul Istighfaroh Rochy Arrafi Romy Fansuri Yahya Safa Sabitah Rasikah Utomo Safina Putri Chairandy Saputri, Bherliana Herpri Septian, Wendy Bagus Sufi'an Akbar Muhammad Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sumardi Sumardi Sumardi Supiyono . Suryadi, Akhmad Suselo Utoyo Tatiana Kristianingsih Taufiq Rochman Trias Rahardianto Udi Subagio Udi Subagio Veiron Rabbani Athallah Shidqi Widodo, Jauhara Muslum Firdausi Winda Harsanti Wulansari, Cikita Surya Yulinda Sukma Anggraini Zakarya, Wildan Akbar