Tengku Hartati
Unknown Affiliation

Published : 112 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SEUDATI INOENG PADA SANGGAR LEMPIA ACEH Khana Ervina; Tengku Hartati; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Seudati Inoeng pada Sanggar Lempia” mengangkat masalah bentuk penyajian tari Seudati Inoeng yang ada di Sanggar Lempia Banda Aceh. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  bentuk  penyajian  tari  Seudati  Inoeng pada Sanggar Lempia Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitan ini adalah ketua sanggar, penari, dan aneuk syahi di Sanggar Lempia Banda Aceh. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  bentuk  penyajian  tari  Seudati  Inoeng meliputi  gerak,  pola  lantai,  tata  rias,  tata  busana,  panggurng  dan  syair.  Tari Seudati Inoeng ditarikan oleh 8 orang penari wanita. Tari Seudati Inoeng memiliki 6 ragam gerak, yaitu saleum syahi, saleum rakan, likok, saman, kisah dan lani/ekstra. Busana yang digunakan pada tari Seudati Inoeng adalah pakaian adat Aceh, tata rias yang digunakan adalah rias cantik. Pengiring tari Seudati Inoeng adalah berupa syair yang dibawakan oleh aneuk syahi, yang bertempo lambat, sedang dan cepat. Secara keseluruhan tari Seudati Inoeng bisa ditampilkan di ruangan terbuka maupun tertutup. Tari Seudati Inoeng adalah tari kreasi yang merupakan   pengembangan  dari tari tradisional Seudati Agam.Kata Kunci: Seudati Inoeng, Sanggar Lempia
ENKULTURASI TARI MELAYU DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) KOTA BANDA ACEH Ayu Rahmina; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara (Buana) kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara (Buana) kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan koreografer/pendiri sanggar Budaya Aceh Nusantara. Objek dalam penelitian ini adalah tari melayu yang berjudul tari zapin pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajarannya, metode yang digunakan sebagaimana yang biasa dilakukan dalam mempelajari gerak dalam tari, dalam hal ini mengunakan hitungan di setiap langkah atau pergerakan tangan, namun pada prakteknya ada dua orang peraga tari, satu penari pria dan satu penari wanita yang dipandu oleh koreografer yang memberi intruksi. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan lebih dahulu di praktekkan oleh peraga tari yang diarahkan oleh koreografer dan kemudian barulah mengikuti langkah demi langkah sesuai intruksinya. Dalam pengenalan tari melayu kepada anggota sanggar hampir sama sebagaimana yang di terima dari proses awal pembelajarannya, namun dalam hal ini yang dilakukan lebih kepada karakter tari-tari melayu yang ada di nusantara, seperti tari melayu yang ada di Aceh Tamiang, Deli, Riau, Palembang dan lainnya. Proses tahapan yang dilakukan untuk memudahkan peserta didik, yang dilakukan pertama kali adalah pengenalan karakter tubuh (sebagaimana proses pembelajaran awal) dan pembagian azas atau ragam gerak dalam setiap tari yang dipelajari.Kata Kunci: Enkulturasi, Tari Melayu, Zapin Pekajang
PERKEMBANGAN TARI RATEB MEUSEUKAT TUNANG DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Indah Shasqiah Putri Salwa; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Perkembangan tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya” adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bentuk penyajian tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Putri Sabawa Desa Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya dan Sanggar Putri Karya Desa Lhok Puntoy Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam bentuk penyajiannya. Di sanggar Putri Subawa, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif sejak tahun 1972 dan mengalami perkembangan menjadi tari kreasi Meuseukat Tunang tahun 1996. Di sanggar Putri Karya, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif pada tahun 1985 dan berkembang menjadi tari kreasi Meuseukat Tunang pada tahun 2000. Unsur yang mengalami perkembangan berdasarkan unsur bentuk penyajian tari yaitu adanya perubahan jumlah penari yang awalnya 12 penari dan 1 syeh berkembang menjadi penari yang beranggotakan 8, 10 bahkan bebas. Gerak pada tari tersebut mengalami perkembangan yang awalnya monoton sambil duduk, kini berubah menjadi lincah dengan adanya berdiri dan melompat. Pola Lantai yang awalnya duduk berjajar bekembang menjadi pola lantai yang bervariasi dalam berbagai bentuk dan merubah pertunjukan tari ini dalam beberapa kelompok dalam sekali penampilan. Yang terakhir yaitu unsur pendukung tari yaitu properti yang awalnya tidak ada kini ditambah dengan penggunaan Batee Ranup di akhir penampilan sedangkan tata rias dan busana tidak mengalami perkembangan.Kata kunci: Perkembangan, tari Meuseukat Tunang
KAJIAN PEMERANAN TOKOH RITA OLEH ASMAUL HUSNA DALAM NASKAH “WAKTU TANPA BUKU” DI KOTA BANDA ACEH Fitriah Fitriah; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Kajian Pemeranan Tokoh Rita oleh Asmaul Husna dalam naskah “Waktu Tanpa Buku” di Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemeranan tokoh Rita dalam naskah “Waktu Tanpa Buku”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemeranan yang dilakukan Asmaul Husna dalam Naskah Waktu Tanpa Buku. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Asmaul Husna. Objek dalam penelitian ini adalah kajian pemeranan tokoh Rita dalam naskah  “Waktu Tanpa Buku”, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeranan tokoh Rita yang dilakukan Asmaul Husna mengkaji tentang pembentukan karakter tokoh Rita dalam naskah “Waktu Tanpa Buku” dimulai dari pendalaman karakter, ekspresi, gesture, peran sosok Rita dalam naskah, apa saja yang ia lakukan dan teknik pemeranan apa yang ia lakukan.Kata Kunci: kajian, pemeranan, naskah, “Waktu Tanpa Buku” 
PERKEMBANGAN MUSIK TERBANGAN DI DESA SERBAJADI KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Febi Mahqvira; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perkembangan Musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan pertunjukan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan Mendeskripsikan, perkembangan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anggota musik Terbangan di Desa serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Objek penelitian ini yaitu musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik obeservasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki musik Terbangan untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya suatu komunitas musik yang menggunakan musik perkusi dengan cara ditabuh. pada tahun 1990-an musik Terbangan hanya dimainkan oleh sekumpulan orangtua saja, dari segi lirik, pemain, alat musik dan penonton mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Namun sekarang sajian musik Terbangan dimainkan oleh sekumpulan muda mudi dari segi lirik juga telah diseuaikan dengan situasi pertunjukan, tiap-tiap pemain memegang satu rebana dan penontonnya juga ikut meramaikan pertunjukan musik Terbangan. Dalam hal pertunjukannya grup musik Terbangan hanya menggunakan alat musik rebana beserta vokal oleh khalifah pada grup Terbangan itu sendiri. Grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya sering melakukan kegiatannya pada acara-acara pernikahan, sunah rasul dan aqikahan.Kata Kunci: Perkembangan, Musik, Terbangan
ANALISIS UNSUR GERAK SENI RAPA’I GELENG Mauliza Rahmi; Tengku Hartati; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini berjudul “Analisi Unsur Gerak Seni Rapa’i Geleng”. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana penerapan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapa’i Geleng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapa’i Geleng. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif , subjek penelitian adalah Tari Rapa’i Geleng, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah unsur gerak tari. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rapa’i Geleng terdiri dari tiga babak yaitu Saleum, Kisah dan Lani. Cenderung menggunakan tenaga yang ringan dan kuat. Ruang pada tari Rapa’i Geleng cenderung menggunakan level sedang dan rendah, namun ada juga yang menggukan level tinggi pada saat tangan menepuk ke atas kepala. Dan waktu dalam tari Rapa’i Geleng ini meliputi tempo lambat, tempo sedang, tempo cepat, tempo sedang ke lambat dan tempo sedang ke cepat, dalam hal ini biasa tempo yang cepat dapat mempengaruhi tenaga menjadi kuat.Kata kunci: Analisis, Unsur Gerak, Seni, Rapa’i Geleng
KEBERADAAN TARI RESAM BERUME DI SANGGAR 1001 KABUPATEN ACEH TENGAH Latifah Elviana; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Keberadaan Tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah” Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keberadaan tari Resam Berume di sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Keberadaan Tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendiri sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. yang menjadi objek penelitian yaitu keberadaan tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Tari Resam Berume menggambarkan bagaimana kebiasaan berume (bersawah) di Gayo, dimulai dengan mujelbang (mencangkul), dan diakhiri dengan mungamul (mengumpulkan padi) ke dalam karung untuk dibawa pulang. Tari Resam Berume ini bermula dari pengembangan tari kesek-kesek ui yang diciptakan oleh Syaifuddin Qadir. kesek-kesek ui pernah dikolaborasikan dengan berbagai tarian dari Aceh seperti Top Pade, dan Tarek Pukat. Dengan demikian tarian tersebut diberi nama Tari puncak utama yang mewakili daerah Aceh pada pembukaan konversi Asia Afrika pertama pada tahun 1955 di Bandung.Kata Kunci: keberadaan, tari Resam Berume
PROSES PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI SISTEM SHIFT DI MAN 2 KABUPATEN BIREUEN DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Baroqah Sabri Yonda; Tengku Hartati; Samsuri Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul proses pembelajaran Seni Budaya Melalui Sistem Shift di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen dalam Masa Pandemi Covid-19 mengangkat masalah bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya menggunakan sistem shift dalam masa pandemi Covid-19 di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran seni budaya pada materi seni rupa dua dimensi sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan menggunakan Metode penelitian pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dan menerapkan model pembelajaran luring method . Sistem Shift yang dilakukan adalah pembagian siswa ke dalam dua bagian yaitu Shift a yang berjumlah 12 orang dan Shift b yang berjumlah 11 orang dengan alokasi waktu 30 menit perjam. Setiap Shift masing-masing dibagi perminggu untuk satu Shift persub-materi pembelajarannya. Langkah pembelajaran juga mengikuti protokol kesehatan seperti anjuran untuk siswa agar mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker untuk menghindari penularan virus dan saling menjaga jarak dengan menerapkan sistem Shift didalam proses pembelajaran tersebut termasuk semua siswa, guru dan seluruh orang yang berada diruang lingkup sekolah harus melaksanakan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam masa pandemi Covid-19. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan guru menunjukan bahwa capaian dari target pembelajaran untuk siswa tercapai namun tidak sebaik dari pembelajaran yang normal (tidak memakai Shift).Kata Kunci: Pembelajaran, Seni, Shift, Pandemi Covid-19.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA MASA COVID 19 DI SMP FATIH BILINGUAL SCHOOL PUTRI BANDA ACEH Raysa Hiyal Ulya; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pembelajaran Seni Budaya pada Masa Covid 19 di SMP Fatih Bilingual School Putri Banda Aceh”. Dengan rumusan masalah bagaimana efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya di SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) SMP Teuku Nyak Arief  Fatih Bilingual School Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Fatih Bilingual School Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian ini adalah SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingal School Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Art dan peserta didik kelas VIII-A SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh, dan objek dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi non partisipan, angket, dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu tidak memenuhi standar pembelajaran seni. Sehingga menjadi tidak efektif. Hal ini menyebabkan guru tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara utuh, akan tetapi batas ketuntasan minimal (KKM) bisa dicapai.Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran, Seni Budaya.
PENYUTRADARAAN PERTUNJUKAN TEATER KOLABORASI “SUATU KETIKA DI BANDAR LAMURI” Anisa Fitri; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Penyutradaraan Pertunjukan Teater Kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri” ini mengangkat masalah begaimanakah proses peyutradaraan dalam pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah sutradara pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Objek penelitian ini yaitu proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pertunjukan  teater  kolaborasi  “Suatu  Ketika  di Bandar Lamuri” ini disutradarai oleh Fauzan Santa, dibantu oleh asisten sutradara yaitu  Djamal  Syarif,  dan  kepala  bidang-bidang  artistik.  Fauzan Santa adalah sutradara yang memiliki tipe demokratis yaitu membebaskan para crew dalam berimajinasi dan mawujudkan imajinasinya terhadap naskah. Oleh karenanya, terdapat langkah-langkah yang dilakukan dalam penyutradaraan, yaitu sebagai berikut; 1). Pembuatan naskah yang dilakukan oleh Fauzan Santa, Thompson HS dan Azhari Aiyub dengan membaca novel dan pengadaptasian cerita, 2). Memilih aktor yang dilakukan Fauzan Santa dan melatih aktor yang dilakukan oleh sutradara dan asistennya yaitu Djamal Syarif, 3). Melakukan penataan artistik bersama kepala bidang artistik dan 4). Pertunjukan teater. Pertunjukan ini telah sukses ditayangkan di channel youtube Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh dan banyak mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kata Kunci: Penyutradaraan, Teater Kolaborasi
Co-Authors Abdillah Abdillah Ahmad Sya'i Ahmad Syai Aida Fitri Akmalia, Alfi Alfi Akmalia Anggia, Maida Anisa Fitri Ardi Pradita Ardian, Eko Ari Palawi ARIANA, AYU Arifani, Rizka Arinil Khaderi Putri Arrayyan, Ahyar Astia, Rana Ayu Rahmina Ayuni, Ida Baroqah Sabri Yonda Bau Salawati Cut Zuriana Cut Zuriana Dara Ananda Suraya Tiba Dhea Sofiami Sas Dilla Tria Novita Eko Ardian Elviana, Latifah Ernita, Mulia Ervina, Khana Fajriah, Nur Febi Mahqvira Ferdi Junanda Fitri Anggriani Fitri Anggriani Fitri, Aida Fitri, Anisa Fitriah Fitriah Fitriah Fitriah Gayo, Hasan Ali Ginting, Anjali Br Hafid, Mukhsin Putra Hanifa, Nadila Hasan Ali Gayo Hikmah, Daniatul Humaira, Wahyuna Husna Husna Husna Husna Ida Ayuni Indah Nirmala Sari Indah Shasqiah Putri Salwa Intan Fauzatul Zuhra Ismawan Ismawan Ismawan Ismawan, Ismawan Junanda, Ferdi Khairunnisa Khairunnisa Khana Ervina Kurnita, Taat Latifah Elviana Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Mahqvira, Febi Malahayati Malahayati Malahayati Malahayati Maulina, Alvira Mauliza Rahmi Muhammad Naufal Syahputra Mulia Ernita Mulyana, Teguh Mustaqilla, Syarifah Nabila, Adek Nadia Ulfa Nanda Putri Zuhra Nisrina, Putri Noviati, Tia Novita, Dilla Tria Nur Fajriah Nurbiyanti Nurbiyanti Nurbiyanti, Nurbiyanti Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurul Amelia Nurul Husna Nurul Husna Okta Viola Palawi, Ari Permata Sari Pradita, Ardi Putri Maurina Sari Putri Salwa, Indah Shasqiah Putri, Arinil Khaderi Putri, Rizka Kurnia Rahmi, Mauliza Rahmina, Ayu Ramdiana, Ramdiana Rayhana Rizha Raysa Hiyal Ulya Referinda, Hasnah Rida Safuan Selian Rida Safuan Selian Rizha, Rayhana Rizka Arifani Rizki, Devia Ananda Safitri, Devira Salwija, Salwija Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Sari, Indah Nirmala Sari, Permata Sari, Putri Maurina Sas, Dhea Sofiami Sasrita, Bysmira Sharah, Rayda Muna Siti Sarah Siti Sarah, Siti Siti Zahrah Sulistia, Dena Supadmi, Tri Suraya Tiba, Dara Ananda Sya'i, Ahmad Syahputra, Muhammad Naufal Syarifah Mustaqilla Taat Kurnita Teguh Mulyana Tia Noviati Tri Supadmi Ulfa, Maryulan Ulfa, Nadia Ulya, Raysa Hiyal Viola, Okta Yonda, Baroqah Sabri Yuli Astuti Zuhra, Intan Fauzatul Zuhra, Nanda Putri