Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Deep Learning dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Bagi PC ABKIN Kabupaten Takalar Saman, Abdul; Bakhtiar, Muhammad Ilham; Muhammad Amir
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3247

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menerapkan pendekatan Deep Learning melalui layanan konseling di sekolah, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian belajar siswa pada Guru- BK yang tergabung PC ABKIN Kab Takalar. Metode Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain Participatory Action Research (PAR) yang bersifat kolaboratif dan berfokus pada partisipasi aktif mitra, dengan tahapan dimulai dari tahap koordinasi dan sosialisasi, tahap pelatihan melalui ceramah, diskusi, dan simulasi, Tahap penerapan teknik Deep Learning dalam praktik konseling, Tahap pendampingan serta evaluasi serta tahap perencanaan keberlanjutan program, Data dikumpulkan melalui angket dan analisis persentase. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh mitra, tercermin dari tingginya kebutuhan peserta terhadap materi Deep Learning (73,5%) serta peningkatan pemahaman yang signifikan (61,8% kategori tinggi). Selain itu, 64,7% peserta menilai bahwa materi pelatihan memiliki relevansi sangat tinggi dengan permasalahan nyata di sekolah, sehingga pendekatan ini dapat menjadi inovasi efektif untuk menghadapi kompleksitas permasalahan siswa. Penerapan teknik Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning juga terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang layanan BK yang lebih kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kemandirian belajar. Secara keseluruhan, PKM ini menyimpulkan bahwa pelatihan Deep Learning dalam konseling mampu memperkuat kompetensi profesional guru BK dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan BK di sekolah.
The effect of behavioral rehearsal technique through group counseling for overcoming social anxiety of students Saman, Abdul; Bakhtiar, Muhammad Ilham
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020200525110

Abstract

This research examined the influence of group counseling using behavioral rehearsal techniques to overcome students’ social anxiety. This research used the quantitative method with a quasi-experimental design namely Matching-Only Design. The study involved 30 students for the control group and 30 students for the experimental group selected through purposive sampling.  Data were collected using a questionnaire that had been validated. They were then analyzed using normality testing, homogeneity, data nominality testing, gain score and hypothesis testing. The findings of this research indicated that group counseling through behavioral rehearsal techniques could overcome the problem of social anxiety experienced by students. In the pretest, the research showed that the social anxiety level of students in the experimental group was in the high category, and the control group was in the medium category. While the posttests of both experimental and control groups were in the very low category. Behavioral rehearsal techniques should be informational and practical in the development of knowledge, especially in dealing with the problems of social anxiety.
Optimalisasi Kualitas Layanan Pembimbing Kemasyarakatan melalui Latihan Komunikasi Efektif dan Pengelolaan Emosi PK Bapas Muhammad Ilham Bakhtiar; Salmiati; Suciani Latif; Lilla Puji Lestari; Sitti Nurintan
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2026): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i3.2873

Abstract

Tujuan penelitian di pkm ini adalah untuk mengetahui memiliki tujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran implementasi latihan komunikasi efektif dan pengelolaan emosi dapat meningkatkan kualitas layanan Pembimbing Kemasyarakatan dalam pendampingan Bapas; (2) Dampak latihan komunikasi efektif dan pengelolaan emosi terhadap kemampuan Pembimbing Kemasyarakatan dalam; (3) Pengaruh latihan komunikasi efektif dan pengelolaan emosi terhadap peningkatan layanan kepada pada klien Bapas. Metode penelitian menggunkan metode PAR dengan tahapan Persiapan Sosial/Sosialisasi, Identifikasi Data & Masalah, Analisis Masalah, Perencanaan Tindakan, Aksi/Tindakan, serta Refleksi & Evaluasi, melibatkan 69 PK Bapas Kota makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi pelatihan komunikasi efektif dan pengelolaan emosi secara signifikan meningkatkan kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan dalam interaksi dengan klien, gambaran latihan  komunikasi efektif dengan teknik RASCER terbukti efektif dalam memfasilitasi peningkatan kualitas layanan yang diberikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan dan model CARE menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pengelolaan emosi dan kualitas layanan Pembimbing Kemasyarakatan terhadap klien Bapas. ada pengaruh signifikan latihan komunikasi efektif dan pengelolaan emosi terhadap peningkatan kualitas layanan mereka.
Teknik WDEP Melalui Konseling Individual: Upaya Mengatasi Perilaku Prokrastinasi Akademik Suparman, Djaja; Muhammad Ilham Bakhtiar
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 7 No. 2 (2026): Januari
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v7i1.2837

Abstract

Penelitian ini menelaah tentang penerapan konseling realita dengan prosedur teknik WDEP melalui konseling individual  untuk mengatasi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMP Negeri 1 Makassar. tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetaui  (1) Gambaran penerapan konseling realita dengan teknik WDEP melalui konseling individual dalam mengatasi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMP Negeri 1 Makassar, (2) Penerapan konseling realita dengan prosedur teknik WDEP melalui konseling individual dapat mengurangi perilaku Prokrastinasi akademik siswa di SMP Negeri 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini mnunjukkan: (1) konseling realita dengan teknik WDEP melalui konseling individual terdiri dari 4 tahap yaitu, Want (Mengeksplorasi kebutuhan Konseli), Doing and Direction (mengidentifikasi arah tujuan yang akan dicapai konseli), Evaluation (evaluasi diri atau menyadari perilaku), dan Planning (membuat perencanaan dan komitmen), (2) Ada perbedaan signifikan pada tingkat Prokrastinasi akademik sebelum dan setelah diberikan intervensi konseling realita dengan prosedur teknik WDEP melalui konseling artinya pemberian layanan konseling realita dengan prosedur teknik WDEP melalui konseling individual berpengaruh dalam mengatasi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMP Negeri 1 Makassar. Penerapan konseling realita dengan prosedur teknik WDEP melalui konseling individual  terbukti efektif  mengatasi perilaku prokrastinasi akademik
Mapping Academic Resilience Profiles Among High School Students: Implications for Learning Guidance Services Syahril, Fiqri; Muhammad Ilham Bakhtiar; Mohammad Nor Alam
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 7 No. 3 (2026): April
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v7i3.3397

Abstract

Academic resilience is an important aspect of student development that reflects how students cope with academic pressure and continue to perform despite challenges. This study aimed to describe the academic resilience profile of Grade XI students at SMA Negeri 2 Subang. A quantitative descriptive approach was applied involving 347 students from 12 classes. Data were collected using the Academic Resilience Scale based on the framework of Martin and Marsh, and analyzed using descriptive statistics such as mean, frequency, and percentage. The results show that students generally have a good level of academic resilience, although slight variations exist between classes. Overall, students demonstrate the ability to stay motivated, manage academic stress, regulate emotions, and persist in completing learning tasks despite difficulties. The findings also indicate that academic resilience is shaped not only by individual factors but also by support from family, school environment, teachers, and peers. These results highlight the importance of strengthening guidance and counseling services to support students’ adaptive learning strategies and psychological well-being in educational settings.