Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Aplikasi Biochar Tempurung Kelapa dan Pupuk Anorganik terhadap Serapan N P K dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Tanah Gambut Yupita, Anyon; Hayati, Rita; Hazriani, Rini
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i2.80745

Abstract

Maize (Zea may ssaccharata) is the horticulture in demand current society this. Limited avalability of land productive agriculture causes agricultural development, especially maize plant using peat soil media. Peat soil are low acidity, and nutrient content macro N, P, K available to plant also low. Attempts made for increasing the productivity of peat soils is by giving biochar and proper fertilization. Provision of biochar and inorganic fertilizer in addition to being a source of nutrients for plants, can also improve the physical, chemical and biological properties of the soil. This study aims to determine the influence of the application of coconut shell biochar and inorganic fertilizers on N P K nutrient uptake and maize crop yields. Research using Complete Random Design (CRD) factorial consists of two factors treatment and three replications. The first factor, namely coconut shell biochar which consist of 3 levels. The second factor, namely inorganic fertilizer consisting of 3 levels so there are 27 experimental units consisting of 2 sets of plants. Based on the results of variance, interaction of coconut shell biochar administration and inorganic fertilizer no significantly influence on all treatments. Whereas the administration of coconut shell biochar has no significant influence on soil pH, K uptake and cob weight, but significantly affected the wet weight, dray weight, N uptake and K uptake. Inorganik fertilizer has no significant influence on soil pH, wet weight, dry weight, N uptake and cob weight, but has a significant influence on P uptake and K uptake. The best cob weight is at A1B3 treatment (biochar coconut shell 55 gram/polybag + inorganic fertilizer 5,1 gram/polybag).
Evaluasi Kesesuaian Lahan Pasang Surut untuk Tanaman Lada (Piper nigrum Linn.) di Desa Galing Kecamatan Galing Kabupaten Sambas Suriadi, Suriadi; Hazriani, Rini; Gunawan, Joni
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i1.80730

Abstract

Land evaluation is an approach for assessing the potential of land resources. Results of the evaluation will give information about land anduse necessary direction, and finally the value of production expectations that can be obtained. This study aims to identify the limiting factors for pepper plants in the Galing village, Galing sub-district, Sambas district. To create a class of actual and potential land suitability. This research was conducted in the village of   the District   Galing Galing Sambas   district,   then   followed   by analysis   of soil samples in the Laboratory of Chemistry and Soil Fertility Faculty of Agriculture Universitas Tanjungpura. The research started from December 2014 until Fabruari 2015. The results showed that there are two units of Soil Map is Sulfic Endoaquents and Typic Sulfaquents.   Actual   land   suitability   on   soil   type   Sulfic   Endoaquents   (SPT   1)   is   the appropriate marginal (S2) with inhibitors to Factor pepper plant is a low pH, nutrient availability, and the depth of the actual land sulfidik. Suitability for pepper plants are S3 nfx. While the actual land suitability on the type of Typic Sulfaquents (SPT 2) inhibiting factor is the low pH, nutrient availability, and the depth of the actual land sulfidik. Suitability for pepper plants are N-x. Recommendations for improvements in SPT 1 and SPT 2 is water regulation, liming and fertilizing N, P, and K with the processing level is medium to high, then the suitability of potential land for pepper plants in SPT 1 to be fit while on SPT 2 appropriate to marginal
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMPOS PELEPAH SAWIT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN MENGHASILKAN (TM) DI SINGKAWANG TIMUR Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto; Agustine, Leony
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.5850

Abstract

Mitra pada kegiatan ini adalah para petani sawit di Kelurahan Maya Sopa, Kecamatan Singkawang Timur, yang menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas Tanaman Menghasilkan (TM) akibat penurunan kesuburan tanah Ultisol dan belum adanya keterampilan dalam mengolah limbah pelepah sawit menjadi kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pengolahan kompos pelepah sawit guna meningkatkan kapasitas petani, sekaligus membantu memperbaiki kesuburan tanah sebagai upaya peningkatan produktivitas tanaman sawit. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pelepah sawit sebagai bahan kompos, serta tersusunnya prototipe kompos yang siap diaplikasikan pada lahan Ultisol. Disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan keterampilan pengolahan limbah organik, sehingga mendukung perbaikan kualitas tanah dan berpotensi meningkatkan produktivitas TM.
BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL : MENGOPTIMALKAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI TEBAS Hazriani, Rini; Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6270

Abstract

Kecamatan Tebas merupakan daerah penghasil jeruk siam khas Pontianak, namun produksi jeruk menurun setiap tahun akibat tanah Sulfat Masam yang kurang subur. Kelompok Tani Tanjung Pandan I, yang terdiri dari 15 petani, menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan jeruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar sekam padi, kompos pukan sapi, serta olahan jeruk siam menjadi sirup dan selai yang manis tanpa rasa pahit, sehingga meningkatkan produksi dan nilai jual jeruk. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai pentingnya biochar dan kompos untuk kesuburan tanah, teknik pembuatan biochar dan kompos, serta pelatihan pembuatan sirup dan selai jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar peserta belum memahami biochar, kompos, dan olahan jeruk, sedangkan setelah kegiatan, 90% peserta mampu membuat biochar, kompos, sirup, dan selai jeruk dengan benar. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis petani dalam produksi dan pengolahan jeruk, serta potensi pendapatan melalui penerapan teknologi tepat guna.
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Nugroho, Ridho Satia; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa (Cocos nucifera L.) dan memberikan saran pemupukan unsur hara N, P, dan K untuk tanaman kelapa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode jalur sistematik (transek) yang mencakup tiga lahan milik petani yang berbeda, masing-masing terletak pada jarak lahan A 2,8 km, lahan B 2,7 km, dan lahan C 2,4 km dari sungai. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit, dengan lima titik pengambilan sampel pada setiap lahan yang ditentukan melalui metode diagonal. Setiap lahan perkebunan kelapa (Cocos nucifera L.) menunjukkan beberapa sifat kimia tanah yang beragam. Lahan A, B dan C memiliki pH tanah yang masam, sehingga kadar fosfor yang tersedia rendah, namun kandungan C-organik sangat tinggi yang berdampak pada meningkatnya kadar N-total dan KTK tanah yang sedang. Berdasarkan hasil analisis tanah dari ketiga lokasi lahan penelitian lahan A, B, dan C, memiliki kriteria sifat kimia tanah yang sama pada parameter pH, C-organik, Ca, Mg, dan KTK, namun adanya perbedaan kriteria pada parameter N, P, K dan KB terutama pada lahan C. Saran pemupukan untuk lahan A - 102,26 kg/ha pupuk urea, 28,9 kg/ha pupuk SP-36 dan 185 kg/ha pupuk KCl. Lahan B - 107,6 kg/ha pupuk urea, 25,67 kg/ha pupuk SP-36, dan 185 kg/ha pupuk KCl. Lahan C - 107,17 kg/ha pupuk urea, 80,28 kg/ha pupuk SP-36, dan 117,6 kg/ha pupuk KCl.
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KARET DENGAN TANAMAN PENUTUP DAN TANPA TANAMAN PENUTUP DI KECAMATAN BENGKAYANG Firadila, Rulia Alda; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103690

Abstract

Tanah Ultisol menunjukkan potensi yang cukup besar bagi bidang pertanian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, namun jika tidak dikelola dengan efektif penggunaan tanah ini dihadapkan pada hambatan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman khususnya tanaman perkebunan. Masalah umum tanah Ultisol mencakup tingkat kemasaman yang tinggi, kejenuhan Al yang tinggi, kekurangan unsur hara makro terutama P, K, Ca, dan Mg, serta kandungan bahan organik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah Ultisol pada beberapa lahan karet dengan tanaman penutup dan tanpa tanaman penutup tanah serta memberikan saran pemupukan N, P, K yang sesuai pada lahan karet di Kecamatan Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif dengan melakukan survei pada jenis tanah Ultisol di beberapa lahan karet di Kelurahan Sabalo, Kecamatan Bengkayang. Berdasarkan hasil analisis tanah di laboratorium dan pengamatan lapangan diketahui bahwa lahan karet dengan tanaman penutup rumput gajah mini memiliki nilai C-organik dan N-total yang lebih baik, lahan karet dengan tanaman penutup paku harupat menunjukkan sifat kimia yang buruk dibandingkan dengan lahan karet tanpa tanaman penutup, dan lahan karet tanpa tanaman penutup memiliki nilai P-tersedia lebih baik dibandingkan lahan lainnya.
Karakteristik Fisika Tanah Ultisol di Lahan Karet: Studi Perbandingan Pengaruh Tanaman Penutup Terhadap Sifat-Sifat Tanah di Kecamatan Bengkayang, Kalimantan Barat Ririn, Ririn; Nusantara, Rossie Wiedya; Hazriani, Rini
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.62473

Abstract

Karakteristik fisika tanah secara tidak langsung memengaruhi ketersediaan unsur hara, dan kualitas fisik tanah yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh sistem pengelolaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika tanah Ultisol pada lahan karet dengan tanaman penutup tanah (Axonopus compressus dan Nephrolepis biserrate) dan tanpa tanaman penutup tanah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sabalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah serta Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat dari bulan Juni sampai Agustus 2024. Sampel tanah dari setiap lokasi penelitian diambil pada lima titik pengamatan dengan kedalaman 0-30 cm. Sifat fisik tanah yang dianalisis termasuk kerapatan isi, porositas total, kapasitas udara lapangan, permeabilitas, tekstur tanah, dan stabilitas agregat, sementara sifat kimia yaitu C-organik, pH tanah, serta N-total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan permeabilitas tanah dan stabilitas agregat pada lahan karet dengan tanaman penutup tanah daripada tanpa tanaman penutup tanah. Permeabilitas tanah lahan karet dengan tanaman penutup tanah A. compressus dan N. biserrate masing-masing adalah 1,14 cm/jam dan 1,15 cm/jam. Stabilitas agregat lahan karet dengan tanaman penutup tanah A. compressus dan N. biserrate masing-masing adalah 92,55% (sangat stabil) dan 98,27% (sangat stabil). Sebaliknya, lahan karet tanpa tanaman penutup tanah memiliki permeabilitas tanah 1,01 cm/jam dan stabilitas agregat 78,91% (stabil). Penelitian ini menekankan pengaruh tanaman penutup tanah pada sifat fisik tanah, khususnya pada permeabilitas tanah dan stabilitas agregat tanah.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa Dalam di Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Wirantara, Fathan Madilla; Hazriani, Rini; Fadilla, Ulfia
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.101306

Abstract

Jeruju Besar Village in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, has a coconut plantation managed by the community without considering the suitability of the land to the growing requirements of the plant, resulting in decreased coconut productivity. This study aims to identify land characteristics according to coconut criteria, determine land suitability subclasses, provide suggestions for improvements based on actual limiting factors. The study was conducted in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency with an area of 50 ha for 6 months, including field surveys, soil sample analysis in the chemistry and soil fertility laboratory and physics and soil conservation. The grid method was used to determine 10 observation points (1 point represents 5 ha) by taking composite and intact soil samples at a depth of 0–30 cm. The map overlay results show two types of soil: Haplic Sulfaquents and Sulfic Endoaquepts. The actual land suitability of coconut is classified as unsuitable (N1) with the main limiting factors being rainfall, drainage, effective depth, CEC, and flood hazard. The potential is classified as marginally suitable (S2-r) with drainage limitations. Suggested improvements include water management through the construction of drainage channels to control excess water and remove toxins resulting from shallow sulfidic depths, the addition of organic materials to increase the CEC, and land management using the surjan system to overcome flooding.
Evaluasi Status Kesuburan Tanah Entisol pada Beberapa Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Sungai Ambangah Kabupaten Kubu Raya Batubara, Yuli Shinta Natalia; Manurung, Rinto; Hazriani, Rini
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.105107

Abstract

Entisols have considerable potential for plantation development, including oil palm (Elaeis guineensis Jacq), a strategic commodity in Indonesia’s economy. In Sungai Ambangah Village, oil palm cultivation constitutes a primary livelihood activity. This study aimed to assess soil fertility status under different ages of oil palm plantations established on Entisols. The research was conducted in Sungai Ambangah Village, Sungai Raya Subdistrict, Kubu Raya Regency, West Kalimantan, Indonesia. Soil sampling was performed using a zig-zag pattern within the palm circle area. Each observation point consisted of five subsamples composited into a single sample, resulting in a total of twelve composite samples collected from three land units. Soil samples were analyzed at the Laboratory of Soil Chemical Properties and Fertility, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura. Analytical results were classified according to the soil chemical property criteria established by the Soil Research Center (1983), and soil fertility status was evaluated based on the guidelines of the Soil Research Center, Bogor (1995). The results indicated that organic C, available P, and total K contents were relatively high. However, overall soil fertility remained constrained due to very acidic soil pH, very low base saturation, and limited availability of exchangeable base cations (Ca, Mg, K, and Na). Fertility evaluation revealed that the soils were classified as low fertility status, with very low base saturation identified as the primary limiting factor associated with strongly acidic soil conditions.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kelapa Sawit dengan Tanaman Tumpang Sari Kacang Kedalai di Desa Engkadu Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Ponda, Ponda; Hazriani, Rini; Agustine, Leony
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.105721

Abstract

Land is a limited natural resource, so its utilization needs to be planned optimally and sustainably. The decline in oil palm productivity and the increasing demand for food encourage the need for alternative land use through intercropping systems with food crops, one of which is soybeans. This study aims to evaluate the actual and potential land suitability for oil palm and soybean crops in an intercropping system in Engkadu Village, Ngabang District, Landak Regency. The research methods include field surveys, soil sampling and analysis, slope class determination, and land suitability mapping using the FAO (1976) approach and the BBSDLP Technical Guidelines (2011). Evaluation was carried out on physical and chemical parameters of the soil which were then compared with the land suitability criteria for both commodities. The results show that the actual land suitability classification at SL 1 and 2 for oil palm crops is classified as a class within the subclass S2-na, nr, wa. The actual land suitability classification at SL 1 and 2 for soybean crops is classified as a subclass within N-wa. Improvement efforts can be carried out by providing organic materials, liming, fertilizing, making drainage channels, making terraces, planting ground cover plants, recommending the use of oil palm land and replanting oil palm plants that are more than 20 years old.