Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON: ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON Sinta Aprilia, ayu; Panji Asmara, Rawid; Kirtinanda P; Yudi, Ahmad; Rahman Hakim Sitepu, Arif; Ayu Dwiyana, Putri; Kamila Khanza, Ayu; Maini, Miskar; Catur Marina, Bernaditha
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah lingkungan akibat limbah kertas sekaligus mencari alternatif material ramah lingkungan dalam konstruksi dengan mengkaji pemanfaatan limbah kertas sebagai subtitusi agregat halus pada beton. Substitusi limbah kertas dilakukan dengan variasi 2%, 5%, dan 7,5%, dan hasil menunjukkan bahwa kuat tekan beton menurun seiring peningkatan substitusi kertas, dengan nilai berturut-turut 20,18 MPa, 19,05 MPa, 18,30 MPa, dan 17 MPa. Penurunan ini terjadi karena kertas menyerap air yang dibutuhkan dalam hidrasi semen. Meskipun demikian, beton dengan substitusi kertas HVS pada variasi yang digunakan masih dapat diaplikasikan untuk beton non-struktural dan struktural ringan. Penggunaan limbah kertas dalam variasi tersebut mampu mengurangi limbah kertas masing-masing sebesar 3,380 kg/m³, 8,449 kg/m³, dan 12,673 kg/m³, serta menawarkan alternatif material yang lebih ramah lingkungan.
Comparative Analysis of Concrete Compressive Strength Using GGBFS as a Cement Substitute for Normal Concrete Achmad Trie Mashuri; Ahmad Yudi; Ayu Sinta Aprilia
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i2.10046

Abstract

Building constructions found in Indonesia generally use concrete as the main structural material. This research aims to analyze the use of ground granulated blast furnace slag (GGBFS) as a cement substitute in concrete mixtures using the Analysis of Variance method (Anova) and the Tukey Method. The GGBFS levels used are 0%, 25%, 30%, 35%, 40% and 45% as cement substitute. The average compressive strength values ​​obtained for each sample were 25.08 MPa, 25.1 MPa, 25.7 MPa, 25.9 MPa, 26.4 MPa, 27.7 MPa and 26.2 respectively. MPa. The compressive strength value continues to increase with the highest compressive strength value at 40% and decreasing again at 45%. The use of ggbfs requires an activator to accelerate the mechanical properties of ggbfs itself. The activator used is NaOH with a concentration of 4 Mol.
Structural evaluation and analysis of existing house renovation into shophouse based on Building Information Modeling Ahmad Yudi; Nugraha Bintang Wirawan; Siti Rahma; Kartinanda P.; Amantawidya Durratul Hikmah; Annida Evilia Miranda; Siska Apriwelni
Teknisia Vol 29 No 1 (2024): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol29.iss1.art1

Abstract

Indonesia's population and economic growth must be supported by adequate facilities and infrastructure, including residences and business premises. Renovating residential houses into shophouses offers an effective way to optimize land use and reduce construction costs. A thorough evaluation of existing structural elements is critical to determining which components can be retained, alongside accurate cost and scheduling assessments to ensure smooth renovation. This research utilizes Building Information Modeling (BIM) to integrate structural, architectural, and MEP work, as well as to streamline scheduling and cost estimation. ETABS is employed for structural design, while Autodesk Revit and Navisworks are used for cost and schedule planning. The assessment follows ASCE 41-17 guidelines to evaluate existing structures, and SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019 standards for retrofitting and designing new structures. The evaluation reveals deficiencies in global strength and component ductility, necessitating structural retrofits using concrete jacketing. This study not only addresses the renovation of a residential house into a shophouse but also contributes to broader research in construction. The estimated cost for the structural renovation is Rp. 159,692,607.93, and the duration is projected at 58 days, with 11 days for demolition and 47 days for upper structure construction.
Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Identifikasi Penentuan Lokasi Pembangunan Gedung Galeri Dekranasda Kota Pangkalpinang Ilpandari, Ilpandari; Sabri, Fadillah; Maini, Miskar; Yudi, Ahmad; Ribowo, Anggarani Budi; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Marina, Bernaditha Catur; Saputra, Cahyo Agung; Zhafira, Elian; Prayogi, Galih Rio; Tambunan, Hermon Frederik; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Susanti, Junita Eka; Kirtinanda. P, Kirtinanda. P; Mardika, M Gilang Indra; Michael, Michael; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Dwiyana, Putri Ayu; Kurniawan, Rahmat; Ekaputra, Reza Asriandi; Apriwelni, Siska; Syuhada, Syahidus; Sihombing, Tera Melya Patrice
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2031

Abstract

Pembangunan Gedung Galeri Dekranasda di Kota Pangkalpinang merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya kerajinan tangan khas Bangka Belitung. Gedung ini dirancang sebagai pusat promosi, pameran, dan pemasaran produk kerajinan lokal, sekaligus menjadi simbol identitas budaya daerah. Salah satu aspek penting dalam perencanaan pembangunan adalah penentuan lokasi yang strategis, dengan mempertimbangkan aksesibilitas, konektivitas, dan potensi pengembangan kawasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi proses kolaborasi pemangku kepentingan dalam menentukan lokasi pembangunan Gedung Galeri Dekranasda. Metodologi yang digunakan meliputi observasi lapangan, analisis spasial, dan diskusi kelompok terfokus dengan pemerintah daerah, pengrajin, komunitas lokal, serta akademisi. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil bersifat inklusif, berbasis data, dan berkelanjutan. Hasil kegiatan ini memberikan alternatif lokasi terbaik untuk pembangunan Gedung Galeri Dekranasda berdasarkan kajian teknis dan social yaitu direncanakan pada tiga alternatif lokasi, yaitu Lokasi 1 (Taman Mandara), Lokasi 2 (Tumpuk Pinangpura), dan Lokasi 3 (Tugu Remangok, Jl. Selindung). Ketiga lokasi tersebut telah dikaji berdasarkan berbagai aspek teknis, termasuk aksesibilitas melalui jalan lokal, ketersediaan jaringan air bersih, listrik, telekomunikasi tetap, penerangan jalan, dan kedekatan dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Namun, infrastruktur pemadam kebakaran belum tersedia di ketiga lokasi tersebut.
Pendampingan Teknis Identifikasi Pedagang untuk Proyek Relokasi dan Perluasan Pasar Muntok di Kabupaten Bangka Barat Ilpandari, Ilpandari; Sabri, Fadillah; Maini, Miskar; Yudi, Ahmad; Ribowo, Anggarani Budi; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Marina, Bernaditha Catur; Saputra, Cahyo Agung; Zhafira, Elian; Prayogi, Galih Rio; Tambunan, Hermon Frederik; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Susanti, Junita Eka; Kirtinanda. P, Kirtinanda. P; Mardika, M Gilang Indra; Michael, Michael; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Dwiyana, Putri Ayu; Kurniawan, Rahmat; Ekaputra, Reza Asriandi; Apriwelni, Siska; Syuhada, Syahidus; Sihombing, Tera Melya Patrice
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2032

Abstract

Pasar Muntok memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas ekonomi di Bangka Barat. Namun, peningkatan jumlah pedagang dan kunjungan masyarakat memunculkan berbagai permasalahan, seperti kemacetan, ketidakteraturan tata letak, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memulai proyek strategis relokasi dan perluasan Pasar Muntok guna menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih modern, tertib, dan nyaman. Proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas pasar, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Salah satu tahap awal yang krusial dalam pelaksanaan proyek ini adalah identifikasi pedagang terdampak. Langkah ini bertujuan untuk memastikan akomodasi yang sesuai bagi para pedagang berdasarkan kebutuhan dan jenis usaha mereka, sekaligus meminimalkan potensi konflik, meningkatkan transparansi, serta mendorong partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil pendampingan teknis, ditemukan bahwa terdapat setidaknya 55 pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, sehingga mengurangi fungsi jalan tersebut sebagai jalur transportasi utama. Para pedagang ini direkomendasikan untuk direlokasi ke lokasi baru yang lebih layak dan mendukung kegiatan jual beli, yaitu di Pasar Muntok.Relokasi ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Selain itu, langkah ini juga bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur pasar, memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan sekitar pasar.
ANALISIS STRUKTUR ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TERHADAP BEBAN GEMPA DINAMIK DENGAN METODE NONLINIER TIME HISTORY Tri Permana, Rizal; Yudi, Ahmad
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30321

Abstract

The railway bridge is a crucial support structure at railway crossings, designed to connect land separated by rivers, ravines, and other obstacles. In bridge planning, it is essential to ensure that the structure can withstand earthquakes or other disasters to guarantee the safety and comfort of the community. Earthquake loads can cause a structure to behave non-linearly rather than linearly, making nonlinear analysis necessary. One method that can be utilized is nonlinear time history analysis, which assesses the response of the bridge structure to seismic loads. To evaluate the impact of the earthquake load on the bridge superstructure BH-537, the Dynamic Amplification Factor (DAF) can be used. The DAF value is derived from the comparison between dynamic and static analysis responses. The DAF values obtained are as follows: displacement in the x-direction (1.000 – 80.299), displacement in the y-direction (1.043 – 1.548), displacement in the z-direction (1.000 – 1.001), and internal forces (1.000 – 1.016). Based on these results, it can be concluded that the area most affected by the earthquake load is at node 37 of the bridge superstructure or the node directly connected to the cap of the pillar, with a DAF value of 80.229. This indicates that the displacement caused by the dynamic seismic load is 80 times greater than the static load on the bridge superstructure BH-537. Abstrak Jembatan kereta api merupakan salah satu struktur pendukung pada perlintasan perkeretaapian yang berfungsi untuk menghubungkan antara daratan yang terpisahkan oleh sungai, jurang dan lainnya. Dalam perencanaan jembatan harus direncanakan dapat menahan gempa bumi atau bencana lainnya agar menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Beban gempa bumi dapat menyebabkan suatu struktur tidak lagi berperilaku linier melainkan berprilaku nonlinier sehingga analisis nonlinier diperlukan. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu analisis nonliner time history, dimana analisis tersebut dilakukan untuk mengetahui respon dari struktur atas jembatan akibat beban gempa. Untuk mengetahui pengaruh dari beban gempa terhadap struktur atas jembatan BH-537 dapat menggunakan nilai Dynamic Amplification Factor (DAF). Nilai DAF diperoleh dari perbandingan antara respon analisis dinamis dan analisis statis. Nilai DAF yang diperoleh yaitu; displacement arah x (1,000 – 80,299), displacement arah y (1,043 – 1,548), displacement arah z (1,000 – 1,001), dan gaya dalam (1,000 – 1,016). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bagian yang menerima pengaruh dari beban gempa yaitu berada pada joint 37 dengan nilai DAF yang diperoleh yaitu 80,229 atau nilai displacement yang disebabkan oleh beban dinamis gempa memiliki nilai 80 kali lebih besar dibandingkan dengan beban statis pada struktur atas jembatan BH-537.
ANALISIS PENGARUH PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH Yudi, Ahmad; Prasetya, Muhammad Alif Arya; Kirtinanda; Aprilia, Ayu Sinta
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v7i2.11361

Abstract

Tempurung kelapa merupakan salah satu jenis limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal tetapi memiliki potensi sebagai bahan alternatif substitusi bahan penyusun beton. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh substitusi tempurung kelapa sebagai agregat kasar terhadap kuat tekan beton geopolimer. Penggunaan variasi substitusi tempurung kelapa pecah berukuran <20 mm sebesar 0%, 5%, 7,5% dan 10% dan menggunakan alkali aktivator NaOH 14 M dengan perbandingan NaOH dan Na2SiO3 ialah 1:2,5. Metode curing digunakan oven 90oC selama 24 jam dan suhu ruang, pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari. Hasil penelitian didapat kuat tekan pada 0%, 5%, 7,5% dan 10% sebesar 18,37 MPa, 16,94 MPa, 15,92 MPa dan 16,33 MPa, penurunan kuat tekan terjadi dikarenakan tempurung kelapa menjadi lunak saat bercampur dengan NaOH dan mengurangi sifat keras dan kepadatan tempurung kelapa. Meskipun demikian, substitusi tempurung kelapa sebagai agregat kasar memiliki kelebihan dari segi lingkungan dan ekonomi dan dengan melihat nilai kuat tekan yang dihasilkan, beton dapat digunakan pada pekerjaan non struktural dan mutu rendah.
STRUCTURAL PERFORMANCE DUE TO ENGINE VIBRATION USING THE LEVELLING TIME HISTORY METHOD Ahmad Yudi; Andrew Andonia First Purba; Ade Prayoga Nasution; M. Abi Berkah Nadi; Siska Apriwelni; Alfinna Mahya Ummati; Kirtinanda, Kirtinanda
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 10 (2025): Nusantara Hasana Journal, March 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i10.1398

Abstract

In this case study, earthquake is one of the loads that is considered in designing and analyzing buildings. So that the earthquake becomes the author's calculation in analyzing the building against the strength and safety of the structure in receiving earthquake loads that occur with the anticipation of another earthquake history such as the El Centro earthquake. The author aims to analyze the performance of the structure that occurs against earthquake loads, the analysis also pays attention to the level of value that can be achieved by the building nonlinearly, namely the increase in the value of the initial acceleration of the earthquake (Level Aog) that occurred. The analysis is carried out on steel buildings that have bracing, concrete reinforcement, and there are machine activities. Structural performance analysis uses numerical methods and iterations which are assisted by a structural analysis program. The analysis is carried out by defining the hinge on the structural element. The analysis process is carried out in stages with the condition of the machine which is also considered in the leveling time history method. Time history which is also a history of vibration and machine vibration activity adds to the input parameters of the analysis carried out on the building. The response of the building due to engine vibration will be compared with the condition of the building when the engine is off which does not cause vibration. Structural performance analysis is carried out by increasing Aog until the structural elements of the building are no longer able to withstand shear forces and loads that occur when severe damage or conditions are above Collapse Prevention (CP). The results of the structural analysis will produce output in the form of Aog levels with plastic checks with color visuals, deviation checks and rotation checks based on FEMA 356 so as to produce structural strength capabilities. Based on the vibrations that occur with machine activity, the frequency can still be held by the building. The machine vibrations that occur, dampen the vibrations caused by the earthquake so that the leveling indicator becomes larger.  
Pendampingan Teknis Perencanaan Perkuatan Struktur Power House PLTU Tarahan dengan Bracing dan Analisis Levelling Time History Yudi, Ahmad; Alexander, Rionaldo; Kirtinanda. P, Kirtinanda. P; Apriwelni, Siska; Ummati, Alfinna Mahya; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Maini, Miskar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i1.2171

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perkuatan struktur bangunan terhadap beban gempa melalui pemasangan bracing. Beban gempa yang digunakan dalam analisis time history adalah gempa Kobe. Kegiatan ini mengevaluasi kinerja struktur dengan mempertimbangkan percepatan awal gempa (Aog) secara nonlinear menggunakan metode Levelling Time History. Analisis dilakukan dengan meningkatkan Aog hingga elemen struktur tidak mampu lagi menahan gaya geser dan beban, serta mengalami kerusakan parah atau mencapai kondisi Collapse Prevention (CP). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, struktur mengalami kegagalan sebelum pemasangan bracing. Hal ini terlihat dari perbandingan nilai base shear, periode getar, partisipasi massa, simpangan antar lantai, serta rasio kapasitas momen kolom-balok sebelum dan sesudah pemasangan bracing. Berdasarkan kriteria kinerja struktur menurut FEMA 356, bangunan ini masih tergolong aman terhadap gempa Kobe dengan indikator Immediate Occupancy (IO) berdasarkan pengecekan sendi plastis untuk arah X dan Y. Setelah dilakukan perkuatan, analisis rotasi dan simpangan maksimum menunjukkan bahwa struktur mampu menahan gempa hingga 6×Aog untuk arah X dan 8×Aog untuk arah Y sebelum mengalami kegagalan pada balok dan kolom. Dengan demikian, pemasangan bracing terbukti meningkatkan ketahanan struktur secara signifikan, berfungsi sebagai pengaku, dan memperkuat kekakuan serta stabilitas bangunan.
Modeling And Cost Planning For The Tanjungpandan District Court Building Project Using Building Information Modeling (BIM) Method Yudi, Ahmad; Firmansyah, Mohammad Ihsan; P., Kirtinanda; Aprilia, Ayu Sinta; Rahma, Siti
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 2 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 2 April 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i2.6437

Abstract

Infrastructure development in Indonesia is currently in a fairly massive development phase. To support this, the government of the Republic of Indonesia improves the quality of national development by continuing to adapt to existing technological developments, one of which is Building Information Modeling (BIM). In this case, the use of BIM in planning and designing a construction object becomes easier because it can be done simultaneously. In addition, the design produced through the BIM method also contains data and information that can be used in other phases of construction. One of the data produced is the quantity of materials that can be used to estimate construction costs. In this study, the use of the BIM method is intended to determine the comparison of the costs generated to the cost of conventional methods of the project. The results of the cost calculation obtained by the BIM method are cumulatively -2,06% lower than the conventional method. There is a varying cost deviation for each work item, with the smallest cost deviation being +0,48% for beam structure work and the largest cost deviation being +126,26% for stair work.