Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Uji Konduktivitas Termal Pada Papan Partikel Komposit Kayu Sembarang Dan Kayu Jati Munawar, Said; misswar; kamarullah; muhammad Nawawi
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri mebel dan industri pengolahan serbuk kayu sembarang dan juga serbuk kayu jati yang merupakan hasil limbah dari kedua industri tersebut kurang termanfaatkan, maka upaya pemanfaatan limbah untuk dijadikan material alternatif berupa papan partikel yang akan digunakan sebagai isolator panas pada dinding, plapon maupun lantai pada bangunan bertingkat. Untuk memperoleh papan partikel dari pengolahan serbuk kayu yang akan digunakan sebagai isolator panas, maka perlu diketahui bagaimana komposisi dari papan partikel dan berapa besar konduktivitas termal dari papan partikel tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu komposisi papan partikel yang terbuat dari serbuk kayu yang mempunyai sifat koduktivitas termal yang sesuai sebagai isolator panas. Dalam penelitian ini material yang digunakan adalah papan partikel yang masing-masing terbuat dari serbuk kayu jati dan serbuk kayu sembarang dengan ukuran (25x25x1,5) cm. Untuk setiap jenis material dibuat 3 sampel, dengan jumlah sampel dari kedua jenis material adalah 6 buah sampel. Proses pembuatan papan partikel dilakukan dengan cara dicetak setelah material, lem dan semen dicampur dan di aduk merata dalam satu wadah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Heat Insulation PHYWE SYSTEME GMBH 37070 Göttingen, Germany dengan cara mengikat papan partikel pada setiap sisi dari alat tersebut dan diukur temperaturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel yang memiliki nilai konduktivitas termal yang baik untuk isolator panas pada dinding gedung bertingkat adalah papan partikel serbuk kayu jati 0,032 W/m°C dan papan partikel serbuk sembarang 0,042 W/m°C.
Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh: Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh Kamarullah; Miswar Abd; Muhammad Nawawi; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif pada alat penetas telur puyuh dengan daya beban sebesar 90 watt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan energi listrik di sektor peternakan unggas, khususnya bagi wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik konvensional (PLN). Metodologi penelitian mencakup perancangan sistem PLTS skala kecil yang terdiri atas panel surya, baterai penyimpanan energi, charge controller, dan inverter, dengan dua skenario waktu operasi, yaitu kontinyu 24 jam dan siang hari selama 8 jam. Analisis dilakukan untuk menentukan kapasitas panel surya dan baterai optimal berdasarkan nilai Peak Sun Hours (PSH) rata-rata 4,8 kWh/m²/hari dengan asumsi kerugian sistem sebesar 20%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 720–2.160 Wh, dibutuhkan kapasitas panel surya antara 180–300 Wp dan baterai sebesar 150–200 Ah (12 VDC), tergantung pada durasi operasi dan kondisi cuaca. Pengujian lapangan menunjukkan efisiensi sistem berada pada kisaran 80–85%, dengan performa terbaik diperoleh saat intensitas radiasi matahari tinggi dan suhu lingkungan stabil. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem PLTS berkapasitas kecil mampu menyediakan suplai energi yang cukup stabil dan efisien bagi alat penetas telur puyuh, serta berpotensi diterapkan pada skala peternakan kecil di wilayah pedesaan. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil, dan meningkatkan produktivitas peternak unggas secara berkelanjutan.
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Untuk Suplai Daya pada Ruang Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda Mulkan, Andi; Abd, Misswar; Kamarullah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi global dan meningkatnya kesadaran terhadap dampak perubahan iklim mendorong percepatan transisi menuju penggunaan energi bersih, di mana tenaga surya menjadi salah satu solusi strategis yang paling potensial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid sebagai sumber listrik alternatif untuk ruang Jurusan Teknik Universitas Iskandarmuda, yang selama ini masih bergantung penuh pada pasokan listrik PT PLN tanpa sistem cadangan. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan data kebutuhan beban listrik, serta analisis teknis perancangan sistem. Studi literatur digunakan untuk memahami karakteristik komponen PLTS dan potensi radiasi surya nasional. Pengumpulan data beban dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh perangkat listrik, daya terpasang, lama operasi harian, dan profil penggunaan ruang. Analisis teknis meliputi perhitungan kebutuhan energi harian, kapasitas panel, baterai, Solar Charge Controller, dan inverter berdasarkan standar desain sistem off-grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang Jurusan Teknik memiliki kebutuhan energi harian sebesar 14.552 Wh dengan beban puncak 1819 W. Data radiasi surya rata-rata tahunan sebesar 4,5 kWh/m²/hari digunakan sebagai dasar estimasi produksi energi. Sistem PLTS dirancang menggunakan 21 panel surya 200 Wp (total 4200 Wp) untuk memenuhi kebutuhan energi dengan efisiensi 80%, baterai 48 V 468 Ah (22.457 Wh) untuk otonomi satu hari dengan DoD 80%, SCC minimal 110 A, serta inverter 2500 W. Desain ini diharapkan menjadi rujukan penerapan energi terbarukan di lingkungan kampus dan mendukung kemandirian energi serta pengembangan teknologi PLTS di sektor pendidikan tinggi
ANALISA KEAUSAN TEPI PADA PAHAT REKONDISI DAN TANPA REKONDISI PADA PROSES GURDING BAJA KARBON SEDANG S45C misswar Abd; kamarullah; Andi Mulkan; ferri festika
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan merupakan faktor yang menentukan umur pahat, maka pertumbuhannya perlu ditinjau dengann memperhatikan faktor utama atau faktor dominan dari mekanisme keausan pahat. Agar mata pahat dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama, mata pahat ahrus digunakan sebaik mungkin dan dilakukan pengasahan dan perbaikan (Rekondisi) bila terjadi keausan. Tujuan dalam peneliti ini adal untuk mengetahui keausan tepi (VB) pahat dengan memvariasikan diameter pahat (d) dan putaran spindle (n) yang dilakukan pada material benda kerja S45C, kedalaman 7mm dengan menggunakan pendinggin dan tanpa pendingin pada mata pahat HSS ( High Speed Steel) yang baru dan yang telah mengalami pengasahan. Dari hasil pengukuran keausan tepi (VB) pahat untuk tiap-tiap perlakuan ukuran dan putaran spindle pahat, pada fase tanpa pendinginan keausan terbesar terjadi pada pahat yang mengalami pengasahan dan keausan tepi (VB) terkecil terjadi pada pahat yang belum mengalami pengasahan (pahat baru). Sedangkan untuk fase menggunakan pendingin keausan tepi (VB) pahat terkecil terjadi sebelum pahat pengasahan (pahat baru) dan keausan tepi (VB) terbesar terjadi setelah mengalami pengasahan pahat.
Rancang Bangun Kompor Oli Bekas Sederhana dengan Blower Kompresor 2 Piston: Uji Coba Pembakaran 50 mL dalam 1 Menit ferri festika; Misswar Abd; kamarullah; mustaqim; Riyan Satrizan; Arif Ramadhan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study developed a simple waste oil stove equipped with a two piston compressor-based blower system without air pressure regulation. The oil was manually poured without an inlet pipe using a fixed volume of 50 mL. Compressed air was delivered through a flexible hose, partially blocked at the outlet with cloth to direct airflow toward the base of the combustion chamber. Observations showed that the initial flame was large and unstable, accompanied by sparks, but gradually diminished and transitioned into a stable blue flame as the fuel neared depletion. The entire 50 mL of oil was completely combusted within exactly 60 seconds with no liquid residue. This design offers a practical solution for rapid heating at micro scale applications, particularly in direct and economical utilization of waste-derived energy.
Analisis Termodinamika Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Unit G10 Arun Lhokseumawe Mulkan, Andi; Abd, Misswar; Kamarullah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik telah menjadi kebutuhan fundamental yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, sektor industri, dan perkantoran. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk, permintaan energi listrik di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah mengembangkan berbagai program infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW guna meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem pembangkitan. Dalam upaya tersebut, evaluasi kinerja pembangkit listrik tenaga gas menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan energi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja turbin gas pada Unit G10 berdasarkan parameter kerja kompresor, kerja turbin, efisiensi termal siklus, dan Specific Fuel Consumption (SFC). Analisis dilakukan menggunakan data temperatur operasi pada titik masuk dan keluar kompresor serta turbin. Nilai entalpi udara dihitung melalui interpolasi data sifat gas ideal, sedangkan entalpi gas hasil pembakaran ditentukan menggunakan pendekatan panas jenis produk pembakaran. Selanjutnya dilakukan perhitungan rasio udara-bahan bakar (air-fuel ratio), laju aliran massa udara, kerja kompresor, kerja turbin, panas masuk sistem, efisiensi termal, dan konsumsi bahan bakar spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio udara-bahan bakar sebesar 0,3579 dengan laju aliran massa udara 0,31932 kg/s. Kerja kompresor yang dihasilkan sebesar 76,32 kW, sedangkan kerja turbin mencapai 841,93 kW. Energi panas yang masuk ke dalam sistem sebesar 1764,86 kJ/kg menghasilkan efisiensi termal siklus sebesar 47,7%. Selain itu, nilai SFC yang diperoleh sebesar 3,81 kg/kWh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit G10 memiliki kinerja termodinamika yang baik dalam mengonversi energi panas menjadi energi mekanik, sehingga berpotensi mendukung operasi pembangkit listrik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
SISTEM PERAWATAN SECARA PERIODIK MESIN DIESEL SULZER 12 ZV 40/48 PADA PT. PLN (PERSERO) LUENG BATA, KOTA BANDA ACEH misswar; kamarullah; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di PT. PLN (Persero) Sektor Lueng Bata merupakan mesin produksi listrik yang pengaplikasiannya secara kontinyu, oleh sebab itu pemeliharaan sebagai pencegah kegagalan/kerusakan mesin meri pazan hal utama di perusahaan penyedia listrik tersebut. Pemeliharaan ters, but merupakan fungsi yang sangat penting untuk menjamin kelancaran suatu pro..es karena pemeliharaan merupakan suatu kegiatan untuk menjaga fasilitas yang diperlukan agar beroperasi optimal sesuai dengan rencana. Penyebab yang paling mendasar dari kegagalan adalah kurangyna memperhatikan, menerapakan, dan mengimplementasikan dasar pemeliharaan mesin tersebut (Basic Maintenance). Tidak memahami falsafah maintenance dengan benar yang menyebabkan adanya pengmbilan keputusan operasi dan pemeliharaan yang menjurus ke kegagalan. Agar teraplikasinya pemeliharaan dengan baik dan benar maka penjadwalan maintenance tetap sangat diperlukan dengan menempatkan prediksi waktu dari pemeliharaan tersebut pada tahap akhir dalam rangka mencapai kondisi Zero Breakdown sehingga kondisi mesin dapat dipertahankan dan layak dalam penggunaannya serta mencapai hasil yang optimal.
ANALISA UNJUK KERJA PERFORMANCE MESIN DIESEL CATERPILLAR 3516 B PADA PLTD ANEUK LAOT SABANG misswar; Fatani; kamarullah; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkan akan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi mendorong dilakukannya penelitian-penelitian untuk penghematan energi. Sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 235 juta jiwa, indonesia memiliki masalah energi yang cukup mendasar. Produksi minyak bumi yang terus menurun dan konsumsi yang terus meningkat. Secara rinci, proses pembakaran pada sebuah motor bakar torak perlu diteliti ulang untuk mengetahui peranan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi prestasi motor bakar tersebut, dengan menggunakan asumsi-asumsi karakteristik ideal motor bakar yang merupakan dasar dari analisa kerja mesin diesel. Pada tulisan ini dibahas unjuk kerja atau efisiensi motor bakar torak mesin diesel Caterpillar 3516 B. Perhitungan unjuk kerja/performance mesin diesel Caterpillar 3516 B pada PLTD Aneuk Laot Sabang, berdasarkan data yang di ambil di lapangan dengan rasio jumlah pemakaian bahan bakar dan produksi kWh, kemudian di bandingkan dengan analisa efisiensi mesin secara unjuk kerja/performance, maka kita mendapatkan untuk kondisi At pada Cooler udara masuk untuk masing-masing 10°, 20°, 30°, maka kita memperoleh SFC pada At = 10° sebesar 0,232 kg/kwh, pada At = 20° sebesar 0,237 kg/kWh, dan pada At = 30° sebesar 0,242 kg/kWh. Sedangkan data yang di keluarkan oleh PLTD Aneuk Laot Sabang menunjukkan bahwa SFC nya adalah 0,266 liter/kWh atau 0,232 kg/kWh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mesin diesel Caterpillar 3516 B pada PLTD Aneuk Laot Sabang masih dalam kondisi baik dan bekerja pada At Cooler 10°.
Studi Komparatif Konsumsi Energi Mesin Penetas Telur Menggunakan Energi Konvensional dan Energi Surya: Studi Komparatif Konsumsi Energi Mesin Penetas Telur Menggunakan Energi Konvensional dan Energi Surya Kamarullah; Miswar Abd; Muhammad Nawawi; Zulfan; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan energi listrik yang stabil merupakan faktor penting dalam operasional mesin penetas telur. Ketergantungan pada energi listrik konvensional (PLN) sering menjadi kendala pada daerah yang mengalami gangguan pasokan listrik. Sebagai alternatif, energi surya melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses inkubasi telur secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan membandingkan konsumsi energi, biaya operasional, dan performa mesin penetas telur yang menggunakan sumber energi PLN dan PLTS. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental menggunakan mesin penetas telur berkapasitas 100 butir selama satu siklus inkubasi 21 hari. Parameter yang diamati meliputi konsumsi energi listrik, kestabilan suhu, kelembapan, dan daya tetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi pada kedua sistem relatif sama karena menggunakan beban yang identik. Namun, penggunaan PLTS memberikan keuntungan berupa pengurangan biaya operasional dan peningkatan kemandirian energi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PLTS berpotensi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk mendukung usaha peternakan unggas skala kecil dan menengah.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERTIBAN LOADING RAMP MELALUI REGULASI TATA NIAGA KELAPA SAWIT (STUDI DI KABUPATEN SAMBAS) amandus; kamarullah; patra, rommy
Nestor : Tanjungpura Journal of Law Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Faculty Of Law, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In Sambas Regency, various loading ramp have emerged at palm oil mills that do not own their own plantations. The issuance and presence of these loading ramp are due to inconsistent regulations governing the issuance of loading ramp unit permits issued by several local governments. Using sociological juridical research supported by primary and secondary data, this study found that the existence and operation of illegal loading ramps do not comply with palm oil trade regulation and have serious subsequent impacts, particularly on security. The Sambas Regency Government, in its role in regulating the existence of illegal loading ramp, can utilize its autonomous authority through Regent's policies and collaborate with the police to close illegal loading ramp. Keywords: Loading ramp; Local government; Ordering; Palm oil trade regulation Abstrak Di Kabupaten Sambas telah bermunculan berbagai loading ramp pada Pabrik Kelapa Sawit yang tidak memiliki kebunnya sendiri. Terbit dan hadirnya loading ramp ini akibat ketidaksinkronan regulasi yang mengatur terbitnya perizinan unit loading ramp yang dikeluarkan oleh sejumlah pemerintah daerah. Dengan menggunakan penelitian yuridis sosiologis yang ditopang data primer dan data sekunder, penelitian ini menemukan bahwa keberadaan dan operasional loading ramp ilegal tidak sesuai dengan regulasi tata niaga sawit dan membawa dampak lanjutan yang sangat serius, terutama dalam aspek keamanan. Pemerintah Kabupaten Sambas dalam perannya dalam menertibkan keberadaan loading ramp ilegal dapat menggunakan kewenangan otonom yang dimilikinya melalui kebijakan Bupati dan menjalin kerjasama dengan Kepolisian dalam penutupan loading ramp ilegal. Kata Kunci: Loading ramp; Pemerintah daerah; Penertiban; Tata niaga kelapa sawit