Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI MTSN ACEH BESAR Ichrima, Raihanul; Syamsuddin, Nuralam; Kamarullah, Kamarullah
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i2.10026

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika dipengaruhi oleh banyak faktor, baik secara internal maupun secara eksternal. Penyebab yang memungkinkan rendahnya hasil belajar adalah kurangnya berbagai model pembelajaran yang digunakan oleh guru; Pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru dan siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan dari guru. Akibatnya siswa pasif dan hasil belajarnya menurun. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran matematika di kelas terutama pada materi SPLDV dengan penerapan model pembelajaran pemecahan masalah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran pemecahan masalah lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsng. Desain eksperimen yang digunakan adalah Countrol Group Post Test Design. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-5 dan VIII-6 di MTsN 1 Aceh Besar. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar. Dari hasil penelitian diperoleh thitung=3,61 dan ttabel=1,68 maka thitung ttabel, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah lebih tinggi dari pada hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. The low mathematics learning outcomes were influenced by many factors, both internally and externally. The causes that allow low learning outcomes were the lack of various learning models used by the teacher; Learning was still dominated by teachers and students listen to explanations from the teacher. As a result, students were passive and their learning outcomes declined. Therefore, one of the learning models that can lead students actively involved in the learning process of mathematics in classroom, especially in SPLDV material, was through the implementation of problem solving learning models. This study was aimed to find out the mathematics learning outcomes of students who were taught using problem solving learning models was higher than students' mathematics learning outcomes who were taught using direct learning models. The experimental design used was Control Group Post Test Design. The research samples were class VIII-5 and VIII-6 at MTsN 1 Aceh Besar. The data collection used was the test results. From the results of the study obtained tcount = 3.61 and ttable = 1.68 then tcount> ttable, it can be concluded that the mathematics learning outcomes of students who were taught using problem solving learning models were higher than the mathematics learning outcomes of students who were taught using direct learning models .
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN RELASIONAL MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTSN Muzdalifah, Muzdalifah; Ramli, Anwar; Kamarullah, Kamarullah; Darwani, Darwani
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i2.10074

Abstract

His study aimed to determine students’ relational understanding of mathematics on solid geometry material in class VIII of MTsS Darul Ulum Banda Aceh. The study used a qualitative approach, with data collected through individual tests and interviews. The results showed that students had different levels of relational understanding based on their mathematical abilities. Students with high mathematical ability demonstrated high relational understanding by being able to connect concepts and solve problems correctly. Students with moderate mathematical ability showed moderate relational understanding with limited ability to relate concepts. Meanwhile, students with low mathematical ability demonstrated low relational understanding and experienced difficulties inunderstanding relationships between solid geometry concepts. These differences were identified through the indicators of relational understanding achieved by each student
Pengaruh Komposisi Campuran Bahan Perekat Kanji Terhadap Kualitas Briket Cangkang Kelapa Kafrawi, Muhammad; Abd, Misswar; Zulfadli, Teuku; Kamarullah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitem.v1i1.312

Abstract

Upaya mengatasi krisis bahan bakar saat ini telah banyak di kembangkan bahan bakar padat berupa briket dari berbagai macam jenis biomasa. Perumusan masalah ini untuk memenuhi keinginan masyarakat agar sampah dapat dikelola menjadi material baku pembuatan briket sehingga menjadi sumber pendapatan masyarakat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hasil kualitas briket dari komposisi campuran  bahan  perekat kanji dengan cangkang kelapa. Proses pembuatan briket meliputi lima tahap yaitu  pengeringan bahan baku, pembuatan arang, pencampuran arang kelapa dengan perekat, pengepresan dan penjemuran hasil cetak briket . Metode percobaan melalui berbagai variasi perlakuan perekat kanji yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 6,25% dan 7% dengan air ditambahkan  900 ml pada temperatur 70 0C sampai membentuk gelatinisasi. Hasil pengujian terbaik di perlakuan 6,25% dengan komposisi campuran perekat tepung kanji dan serbuk batok kelapa  yaitu 0,25:4. Campuran komposisi untuk daya perekat tepung kanji serta air pada komposisi campuran yaitu  0,25:0,9 dengan pengepresan pada kekuatan tekan 6 kg/cm2. 
Sistem Pengolahan Limbah Kayu Untuk Membuat Jam Bandul Dengan Mengunakan Metode Hand Lay Up Afif, Almay; Zulfadli, Teuku; Abd, Misswar; Kamarullah; Yusuf, Muhammad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi orang yang menyukai jam dinding, mungkin akan tertarik pada jam dinding yang memiliki bentuk yang artistik dan menarik di toko jam, salah satu contohnya yaitu jam bandul. Jam dinding yang memiliki bentuk artistik dapat disebut sebagai alat yang memiliki sifat multifungsi, karena selain memiliki fungsi sebagai petunjuk waktu, juga dapat dialih fungsi sebagai hiasan interior yang indah di rumah. Jam bandul juga sebagai pilihan karna selain design yang artistik, jam bandul juga sudah jarang kita jumpai saat ini. Pendulum, suara yang indah, pegas maupun rantai ini yang menjadikannya tujuan pengayaan interior rumah hingga saat ini, tidak hanya bagi kolektor benda antik. Jam pendulum atau bandul bekerja dengan memanfaatkan gaya gravitasi atau pegas karena tidak menggunakan tenaga baterai. Tujuan pembuatan produk jam bandul dari bahan kayu adalah agar mengetahui pengolahan limbah kayu untuk membuat jam bandul dengan menggunakan metode hand lay up. Rasio yang didapat dari perbandingan roda gigi A/pinion b (60/10) adalah 6, rasio roda gigi B/pinion c (64/8) adalah 8, dan rasio roda gigi C/ pinion d (60/10) adalah 6. Karena roda gigi C adalah roda gigi yang akan berputar sesuai putaran jarum menit dan dengan rasio roda gigi C/pinion d adalah 6 akan membuat roda gigi D berputar sebanyak 6 putaran permenit atau 360 putaran perjam, dengan rasio roda gigi B/pinion c adalah 8 akan membuat roda gigi B berputar sebanyak 0,125 putaran permenit atau 7,5 putaran perjam, dengan rasio roda gigi A/pinion b adalah 6 akan membuat roda gigi A berputar sebanyak 0,021 putaran permenit atau 1,25 putaran perjam jika dihitung dari roda C.
Kajian Eksperimental Karakteristik Biogas Dari Kulit Coklat Dan Kotoran Sapi Rahmadi, Eddy; Abd, Misswar; Zulfadli, Teuku; Mulkan, Andi; Kamarullah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/10.55616

Abstract

Biogas merupakan salah satu jenis energi yang diproduksi melalui fermentasi anaerobik didalam suatu ruangan pencerna (digester). Biogas dalam penelitian ini menggunakan bahan campuran antara kulit coklat, dan air dengan perbandingan 2:1 dan campuran kulit coklat. kotoran sapi, dan air dengan perbandingan 2:1:1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komposist kandungan gasbio dari hasil fermentasi. Alat penelitian untuk mengetahui komposisi gasbio dari hasil fermentasi adalah Gas Chromatography dengan merek Shimadzu tipe C-R62. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala. Pengambilan sampel biogas dilakukan secara empat (4) tahap, yaitu; pada hari ke-8, ke-15, ke-30, dan ke-45. Dari hasil analisa kandungan biogas, dapat disimpulkan bahwa untuk campuran bahan antara kulit coklat dan air dengan perbandingan 2:1, yaitu ; gas nilai kandungan gas metana (CH4) tertinggi diperoleh pada hari ke-45 dengan 60%, sedangkan untuk nilai karbon dioksida (C02) tertinggi pada hari ke-8 dengan nilai kamdungan gas 66%. Untuk campuran kulit coklat, kotoran sapi, dan air dengan perbandingan 2:1:1, yaitu ; gas metana (CH4) tertinggi diperoleh pada hari ke-30 dengan nilai kandungan gas 63%, sedangkan untuk nilai karbon dioksida (C02) tertinggi pada hari ke-8 dengan nilai kandungan gas 68%.
ANALISA KINERJA MOTOR LISTRIK TIGA PHASE SEBAGAI PENGGERAK POMPA SENTRIFUGAL PADA PDAM TIRTA MOUNTALA ACEH BESAR Fahmi, Ilham; Misswar Abd; Teuku Zulfadli; Kamarullah; muhammad yusuf
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan air minum PDAM Tirta Mountala Aceh Besar memiliki sejumlah unit motor listrik sebagai penggerak, yang terdapat dibagian pendistribusian dan terkoneksi langsung dengan pompa sentrifugal untuk mendisrtibusikan kebutuhan air bersih kepada masyarakat. Namun dalam pelayanannya sistem pendistribusian air bersih sering kali mengalami kegangguan, baik dari sisi motor listrik maupun dari sisi pompa. Kegangguan dari sisi motor listrik umumnya sering terjadi hilangnya arus dan tegangan listrik. Jika motor listrik gagal bekerja, akibatnya pompa pun gagal dalam menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Hal ini tidak boleh terjadi, agar tidak terjadi kegagalan pendistribusian air bersih pada PDAM Tirta Mountala Aceh Besar. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha untuk menjaga perfomance motor listrik yang baik dan optimal Sehingga perlu dilakukan studi maintence secara rutin. Untuk itu, penulis mencoba untuk mengevaluasi motor listrik terhadap kinerja pompa . Dalam penelitian ini metode yang digunakan dengan menghitung daya aktif dan efisiensi motor listrik. Dimana hasil analisa perhitungan daya aktif motor listrik tiga phase sebesar 39.968,5 kW, Daya hidrolis pompa sebesar 23.520,0 kW, untuk efesiensi pompa sebesar 55%, sedangkan untuk rugi-rugi daya motor listrik sebesar -2.795,1 kW.
ANALISIS KINERJA SISTEM PENDINGIN RADIATOR MENGGUNAKAN 3 JENIS AIR COOLANT YANG BERBEDA PADA MESIN TOYOTA: Alqi Fahri; Kamarullah; muhammad yusuf; Andi Mulkan; Misswar Abd
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin berfungsi untuk menjaga temperatur kerja dari kendaraan bermotor, agar temperaturnya tidak melebihi ambang batasnya (over heating) Air yang digunakan adalah Air Biasa, Velux Radiator Coolant dan Toyota Long Life Coolant. Pengujian dilakukan pada jarak 10 sampai 50 KM. Dari hasil penelitian di peroleh, tingkat tertinggi setelah diambil rata-rata dari setiap putaran mesin adalah terletak pada penggunaan air biasa, dimana air biasa memiliki rata-rata temperatur di arah in radiator sebesar 97,3 dan di arah out sebesar 78,9 . Coolant dengan merek Velux Radiator Coolant, yaitu memiliki temperatur di arah in radiator rata-rata sebesar 95,6 dan di arah out sebesar 80 . Diikuti dengan coolant merek toyota long life coolant, dimana memiliki temperatur rata-rata pada arah in sebesar 92,5 dan dari arah out sebesar 77,5 Dimana kapasitas aliran air dan udara pada mesin toyota avanza adalah sebesar 0,8337 kg/det dan sebesar 0,0055 kg/det. Dan kapasitas laju perpindahan panas air dan udara pada radiator adalah sebesar 50,09 J/det dan sebesar 49,92 J/det. Kemudian kapasitas aliran air dan udara pada mesin toyota avanza adalah sebesar 0,0007 kg/det dan sebesar 0,0052 kg/det. Dan kapasitas laju perpindahan panas air dan udara pada radiator adalah sebesar 51,706 J/det dan sebesar 52,73 J/det. Jadi kapasitas aliran air dan udara pada mesin toyota avanza adalah sebesar 0,0007 kg/det dan sebesar 0,0051 kg/det. Dan kapasitas laju perpindahan panas air dan udara pada radiator adalah sebesar 52,48 J/det dan sebesar 53,29 J/det.
KAJIAN SISTIM PENGKONDISIAN UDARA PADA GEDUNG INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) CENTER TAIWAN DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA zikri, zikri; Misswar Abd; Teuku Zulfadli; Kamarullah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Information and Communication Technology (ICT) Center Taiwan Universitas Syiah Kuala salah satu fasilitas yang ada di Universitas Syiah Kuala untuk memberikan pelayanan Teknologi Informasi kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat umum. Gedung ini terletak dalam komplek kampus Universitas Syiah Kuala. Untuk memberikan kenyamanaan pada penghuni gedung perlu analisis dan rancang sistem pengkondisian udara yang baik untuk dapat memberikan kondisi udara yang sesuai dengan kebutuhan serta untuk membuat penghuni gedung nyaman saat beraktifitas di dalam gedung ICT tersebut. Beban pendingin adalah beban yang harus diatasi oleh mesin pendingin untuk memperoleh dan mempertahankan kondisi perancanaan yang dikehendaki. Perhitungan beban pendingin dasarnya bertujuan untuk menetapkan besarnya kapasitas peralatan yang akan dipasang,dengan beban pendingin keseluruhan dari gedung ICT Center Taiwan-Unsyiah 1.842.089,48 kkal/jam dengan Ton refrigerant 609 Ton, maka di peralatan pengkondisian udara yang dipilih adalah Variable Refrigerant Volume (VRV) yang artinya sistem kerja refrigerant yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU (Control Program Unit) dan kompresor inverter serta efisien dalam penggunaan energi.
ANALISA TERMODINAMIKA TERHADAP MESIN TOYOTA COROLLA munandar, aris; misswar; kamarullah; Teuku Zulfadli; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan bidang teknologi mesin sekarang ini, khususnya otomotif berkembang dengan sangat pesat. Keadaan ini dipicu oleh adanya tren yang selalu berkembang dimasyarakat yang merupakan tuntutan teknologi itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, salah satunya semakin banyak serta beragamnya teknologi-teknologi baru yang diciptakan. Kemajuan bidang otomotif secara prinsip merupakan implikasi dari adanya tuntutan pengguna otomotif itu sendiri. Tuntutan ini tentunya memerlukan pemenuhan baik dari segi kuantitas dan kualitas. Oleh karena itu perlu suatu usaha atau solusi agar mesin tersebut tetap bekerja dengan baik dan optimal. Dari permasalahan diatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merencanakan suatu analisa termodinamika pada mesin mobil toyota corolla terhadap performa mesin Toyota tersebut. Hasil penelitian menunjukan dimana energi yang dibutuhkan sebesar 1,67 j/det sedangkan energi yang dibuang sebesar 50,1 j/det dan untuk nilai effisiensi termal diperoleh hasil sebesar 89%. Sehingga perlu suatu solusi untuk tetap menjaga kinerja dengan perawatan berskala supaya performa engine pada mesin Toyota corolla dengan nomor mesin 2E005 dapat terus ditingkatkan agar mesin tersebut dapat bekerja dengan baik dan optimal.
ANALISIS VISKOSITAS PADA SISTEM PELUMASAN TOTOYA HARDTOP: perbandingan temperatur minyak pelumas dan nilai viskositas dari penggunaan minyak pelumas Muhammad Daffa; kamarullah; misswar; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pada bidang otomotif khususnya motor pembakaran dalam, sirkulasi oli pada mesin berperan sebagai pelumas. Sistem pelumasan adalah suatu zat kimia yang umumnya berupa cairan yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dimana tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar perbandingan temperatur minyak pelumas dan nilai viskositas dari penggunaan minyak pelumas drum dan minyak pelumas MesranSuper. Pengujian ini dilakukan pada jarak 10 km, 20 km, 30 km, 40 km, 50 km. Data penelitian akan diolah dengan menggunakan rumus perbandingan persentase. Dari hasil penelitian diperoleh temperatur minyak pelumas drum sebesar 44,5˚C, 49,3˚C, 56,5˚C, 63,7˚C, dan 69,1˚C. Penelitian dengan minyak pelumas Mesran Super diperoleh suhu 43,5˚C, 47,9˚C, 54,5˚C, 59,7˚C, dan 62,1˚C. Dari hasil penelitian diketahui nilai kekentalan minya­k pelumas drum adalah 7,1 Pa.s, 6,71 Pa.s, 6,32 Pa.s, 6,00 Pa.s, 5,68 Pa.s. Penelitian dengan minyak pelumas Mesran Super diperoleh nilai viskositas sebesar 8,13 Pa.s, 7,86 Pa.s, 6,71 Pa.s, 6,19 Pa.s, 5,81 Pa.s. Temperatur yang tinggi dapat mengubah nilai kekentalan oli, selain temperatur yang tinggi, faktor lain yang mempengaruhi kekentalan adalah kecepatan putaran mesin dan tekanan pada mesin.