Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Arahan Pengembangan Ekowisata Masyarakat di Pulau Makasar, Kota Baubau Muhammad Trial Fiar Erawan; La Ode Abdul Rajab Nadia; Amadhan Takwir
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/

Abstract

Ekowisata masyarakat merupakan salah satu upaya pengembangan Kota Baubau melalui sektor pariwisata yang tidak hanya menyuguhkan sumber daya wisata yang masih alami, namun juga berkontribusi terhadap konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arah pengembangan ekowisata masyarakat di Pulau Makasar Kota Baubau sehingga dapat menarik wisatawan dalam jumlah yang banyak dan berkontribusi untuk peningkatan mata pencaharian dan pendapatan masyarakat dari sektor ekowisata masyarakat. Metode pengumpulan data meliputi 3 jenis kegiatan utama, yaitu; (1) survei terkait isu dan permasalahan pengembangan pariwisata berbasis pemanfaatan sumber daya perikanan, (2) Focus Group Discussion terfokus oleh beberapa multipihak terkait isu yang dikaji (3) verifikasi dan evaluasi hasil yang diperoleh di lapangan. Untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pengembangan wisata Kota Baubau sebagai ekowisata berbasis masyarakat, maka dilakukan pengambilan data primer yaitu dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan beberapa responden yang dipilih secara purposive dan accidental, stakeholder baik pemerintah maupun masyarakat. Hasil analisis dukungan sosial memperlihatkan bobot maksimal pada setiap parameter/atribut yaitu mencapai nilai maksimum 44. Hasil analisis potensi, maka arahan pengembangan Pulau Makasar dapat dikembangkan menjadi beberapa jenis atraksi ekowisata bahari berbasis masyarakat mencakup a) atraksi wisata bahari (wisata selam dan snorkeling, wisata berenang, wisata pantai, wisata kuliner berbasis budidaya laut, watersport dan pemancingan dan wisata mangrove); b) pengembangan sarana prasarana (dermaga marina dan dermaga apung, budidaya KJA menggunakan HDPE, rumah jaga dan resto terapung, wahana watersport, sarana akomodasi wisata: cottage, tracking/pedestrian, gazebo, homestay, kebun karang dan artificial reef garden, pembangunan tracking mangrove). Konsep pengembangan masyarakat meliputi pengembangan jejaring dan pemberian dukungan bagi kelompok masyarakat.
Kesesuaian Wisata Selam dan Snorkeling di Pulau Makasar, Kota Baubau La Ode Abdul Rajab Nadia; Dedy Oetama; Amadhan Takwir; Muhammad Fajar Purnama; Muhammad Trial F. Erawan; Laode Muhamad Hazairin Nadia
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/

Abstract

Makasar Island, Baubau City has a varied coastal and marine resource potential, among others, coral reef ecosystem. The coral reef ecosystem has potential to development of marine tourism (diving and snorkeling). The objective of the research is to find out the condition and potential of the coral reef ecosystem, to study its suitability for marine tourism objects of diving and snorkeling, and to study the carrying capacities for the activities in the area of coral reef ecosystem. The analyzing equipment used to measure the marine tourism suitability is suitability matrix of diving and snorkeling, the supporting equipment with the total area used per number of tourists. The result of suitability analysis showed 5 potential areas for diving and snorkeling activities. Category suitability for snorkeling and diving are suitable (S2). The carrying capacity of the Makasar island area is suitable (S2) for snorkeling and diving tours.
Pelatihan Pembuatan Olahan Kue dan Cemilan Berbahan Dasar Mangrove di Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Nambo Provinsi Sulawesi Tenggara Dedy Oetama; Muhaimin Hamzah; Haslianti; Muhammad Trial Fiar Erawan; Pratikino, A Ginong
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i2.27

Abstract

Bungkutoko adalah satu pulau yang terletak pada muara Teluk Kendari dan merupakan Kelurahan di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kelompok masyarakat untuk menghasilkan produk olahan buah mangrove berupa cemilan yang bergizi dan memiliki nilai Ekonomis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Agustus 2022. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Bungkutoko sejumlah 20 Orang, metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari (1) Penyampaian materi dalam bentuk presentasi dan (2) Kegiatan demonstrasi dan praktik pembuatan Kue Sagon dan Keripik Mangrove. Hasil dari kegiatan ini mendapatkan 100% peserta kegiatan mampu membuat Kue Sagon dan Keripik Mangrove, Serta 75% berminat untuk mengembangkan cemilan berbahan baku buah mangrove ini sebagai salah satu produk baru yang akan dipasarkan pada area wisata di Kelurahan Bungkutoko. Kesimpulan pengabdian adalah peserta Kegiatan telah mampu mengolah buah mangrove menjadi cemilan serta bersedia untuk mengembangkannya menjadi usaha sebagai penghasilan tambahan.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN PALABUSA KOTA BAUBAU Ashar, Ahmad; Emiyarti, Emiyarti; Aslan, La Ode Muhammad; Pratikino, A Ginong; Erawan, Muhammad Trial Fiar
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 2: Mei 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i2.43192

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki kemampuan dalam menyerap partikel logam berat sehingga dapat dijadikan sebagai indikator biologis dalam mengetahui pencemaran logam berat di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Timbal (Pb) pada K. alvarezii dan air laut, hubungan parameter kualitas perairan terhadap kandungan logam berat Pb pada K. alvarezii dan air laut dan mengetahui faktor biokonsentrasi logam berat Pb pada K. alvarezii di Perairan Palabusa. Pengambilan data dilaksanakan di Perairan Palabusa pada bulan Agustus 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan analisa kandungan logam berat Pb menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan kadar logam berat Pb pada rumput laut K. alvarezii berkisar 0,1360-0,2040 ppm dengan nilai rata-rata yaitu 0,1587 ppm dan air laut berkisar antara 0,0034–0,0102 ppm dengan nilai rata-rata yaitu 0,0074 ppm. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 51 Tahun 2004 ditetapkan nilai baku mutu logam berat Pb yaitu 0,008 ppm, sehingga hal tersebut menunjukkan kandungan logam berat Pb pada Rumput laut K. alvarezii sudah berada diatas ambang batas namun pada air laut masih dibawah ambang batas baku mutu. Kata kunci: Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), Kappaphycus alvarezii, Faktor Biokonsentrasi, Palabusa, Timbal (Pb)
TINGKAT KONTAMINASI LOGAM BERAT Pb DAN Cu BERDASARKAN UKURAN SEDIMEN DI PERAIRAN POLEANG TIMUR Savitri, Wa Ode Devilian; Emiyarti, Emiyarti; Erawan, Muhammad Trial Fiar
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47260

Abstract

Sedimen menjadi tempat akumulasi semua senyawa termasuk logam berat. Logam berat merupakan zat pencemar yang berbahaya karena memiliki sifat tidak dapat terdegradasi serta cenderung terakumulasi pada sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ukuran sedimen dan tingkat kontaminasi logam Pb dan Cu berdasarkan ukuran sedimen di Perairan Poleang Timur. Untuk menentukan ukuran sedimen menggunakan metode ayakan dengan ukuran 0,5 mm dan 90 µm. Selanjutnya penentuan tingkat kontaminasi logam dalam sedimen menggunakan contamination factor (CF) dan geoacumulation index (I_geo). Berdasarkan penelitian ini diperoleh 3 ukuran sedimen yaitu >0,5mm (pasir kasar), 90 µm-0,5 mm (pasir halus), dan
Desain klaster rantai pasok rumput laut di Kabupaten Bombana Annaastasia, Nurhuda; Mansyur, Akhmad; Fiar Erawan, Muhammad Trial; Siang, Roslindah Daeng; Mangurana, Wa Ode Intiyani
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsep.v9i3.100

Abstract

The effort to realize a local development plan in achieve development vision one of the is make strong intervention in seaweed farming sector. This research is aims to develop a ready to process seaweed business development cluster, formulate institutional patterns of seaweed marketing in the center area of ​​seaweed Small and Medium Industries in Bombana Regency and integrating seaweed downstream into business incubation system in Bombana Regency. This research was conducted from July to November 2022 in Bombana Regency. The research show that Areas that are eligible to become seaweed business development zones in Bombana Regency are located in three clusters, namely Rumbia, Poleang and Kabaena. Of the three clusters, the Rumbia cluster is in the first hierarchy in the composition of the preparation of seaweed business development. Types of seaweed that have the potential to be developed in the Rumbia and Poleang clusters are: Eucheuma spinosum, Eucheuma cottoni and Gracilaria, while in the Kabaena cluster it is Eucheuma spinosum, Eucheuma cottoni. Processed seaweed products that can be recommended for production are:Alkali Treated Cottoni (ATC), Semi Refined Carrageenan (SRC) and Refined Carrageenan (RC) to support the development of the existing seaweed industry for the improvement of the regional economy. Sequentially the seaweed supply beach starts from the seaweed farmer (production margin 9,55%), seaweed farmer group (market margin 0,28%) cooperative society/BUMDES (market margin 11,61%), Agroindustry (PT. INRI with market margin 50,67% and buyer export. Seaweed agroindustry is a puller company that absorbs all seaweed production produced by seaweed farmer.
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi Subhan; Hasan, Subaeda; Amrullah, Baso; Husein, Muhammad Ahmi; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Sadarun, Baru; Wijaya, Anung; Pratikino, Asrin Ginong; Erawan9, Muhammad Fiar Trial
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i2.10

Abstract

Aktifitas penambangan terumbu karang dan pemboman ikan di perairan Desa Tol-toli telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun aktifitas tersebut sudah terhenti namun dampak kerusakan pada terumbu karang  masih dapat terlihat sampai saat ini. Selain itu, hilangnya terumbu karang penghalang membuat pesisir desa Toli-toli terancam abrasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah merehabilitasi terumbu karang di sekitar wilayah pesisir desa serta membangun pemahaman dan kesadaran bersama tentang pentingnya melestarikan ekosistem terumbu karang. Aksi rehabiltasi terumbu karang menggunakan metode tumpukan (rock piles) yang dikombinasikan dengan transplantasi karang. Proses rehabilitasi dimulai dengan mengembalikan batu karang (massive dead coral) yang telah ditambang oleh warga ke laut, kemudian disusun dalam bentuk rock piles, dan dikombinasikan dengan transplantasi karang dengan tujuan mempercepat proses rekrutimen karang dan membantu pemulihan. Lokasi penempatan rock piles berada pada koordinat 122o33’01.8” E dan 03o52’59.8” S. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dan kerjasama tim pengabdi, aparat desa, dan kelompok masyarakat  pengawas (pokmaswas) Membiri. Masyarakat sepakat untuk menjaga area terumbu karang di sekitar wilayah perairan desa termasuk area yang telah direhabilitasi.  
Size distribution of Haliotis asinina and abundance of periphyton in tapulaga waters Ishak, Ermayanti; Munier, Muhammad Taswin; Trial, Muhammad
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.42737

Abstract

The Tapulaga waters, located in Soropia, Southeast Sulawesi, are among the coastal waters with significant potential for the seven-eyed abalone (Haliotis asinina). This species is a herbivorous gastropod that primarily consumes natural food sources such as periphyton and macroalgae. This study aims to determine the size distribution of H. asinina and analyze the presence of periphyton on seagrass leaves and macroalgal thalli. Sampling was conducted over six months in the Tapulaga waters of Soropia, Konawe Regency, Southeast Sulawesi, using a simple random sampling technique. The collected data were analyzed using descriptive statistical methods. The results indicate that the highest percentage of size distribution was observed in the range of 37.544.5 mm, comprising 34% of the total population. The population was categorized into two size groups: juveniles ( 49 mm) and adults ( 50 mm). Juveniles accounted for 75% of the total H. asinina population, while adults comprised 25%. A total of 11 periphyton species from three taxonomic classes Bacillariophyceae, Cyanophyceae, and Trebouxiophyceaewere identified on the seagrass species Enhalus acoroides and the macroalgae Gracilaria salicornia, Padina sp., Halimeda sp., Galaxaura sp., and Gelidium sp. The identified periphyton species included Aulacoseira sp., Nitzschia sp., Synedra sp., Diatoma sp., Fragilaria sp., Navicula sp., Pinnularia sp., Melosira sp., Lyngbya sp., Planctonema sp., and Cocconeis sp. Six of these periphyton species were present on both seagrass and macroalgal thalli. Synedra sp. was the most dominant species, exhibiting the highest abundance at 88,876 individuals/cm. The presence of periphyton as a natural food source attached to seagrass leaves and macroalgal thalli plays a crucial role in supporting the juvenile H. asinina population.Keywords:H. asininaMacroalgaePeriphytonTapulaga
Bimbingan Teknis Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Kawasan Mangrove Di Pesisir Sawapudo Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Wa Nurgayah; Ratna Dyah Palupi; Rahmadani, Rahmadani; A. Ginong Pratikino; Muhammad Trial Fiar Erawan; Chairun Annisa Aryanti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.9134

Abstract

Desa Sawapudo dikenal dengan keunikan pesisirnya yang terdiri dari pantai, tebing karst, dan vegetasi mangrove. Kurangnya pengelolaan yang bijaksana telah menyebabkan degradasi, termasuk terganggunya ekosistem mangrove. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Oleh karena itu sebuah pengabdian kepada masyarakat dilakukan guna merehabilitasi ekosistem mangrove yang telah rusak melalui penanaman mangrove. Kondisi pantai yang baik untuk ditumbuhi mangrove gelombang rendah; daerah intertidal; mengandung endapan lumpur; dan lereng endapan tidak lebih dari 0.25 % - 0.50 %. Bibit mangrove yang digunakan berumur tiga sampai enam bulan. Untuk membantu bibit terlindung dari terjangan ombak, penggunaan tiang pancang atau ruas bambu sangat dianjurkan. Hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu 200 bibit mangrove spesies Rhizophora sp. telah ditanam di pesisir Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Seluruh masyarakat Desa Sawapudo, dosen dari FPIK UHO, UNG, maupun pegawai Bintang Samudera sebagai mitra Kolaborasi Nasional. Kegiatan ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan pesisir.
Size distribution of Haliotis asinina and abundance of periphyton in tapulaga waters Ishak, Ermayanti; Munier, Muhammad Taswin; Trial, Muhammad
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.42737

Abstract

The Tapulaga waters, located in Soropia, Southeast Sulawesi, are among the coastal waters with significant potential for the seven-eyed abalone (Haliotis asinina). This species is a herbivorous gastropod that primarily consumes natural food sources such as periphyton and macroalgae. This study aims to determine the size distribution of H. asinina and analyze the presence of periphyton on seagrass leaves and macroalgal thalli. Sampling was conducted over six months in the Tapulaga waters of Soropia, Konawe Regency, Southeast Sulawesi, using a simple random sampling technique. The collected data were analyzed using descriptive statistical methods. The results indicate that the highest percentage of size distribution was observed in the range of 37.544.5 mm, comprising 34% of the total population. The population was categorized into two size groups: juveniles ( 49 mm) and adults ( 50 mm). Juveniles accounted for 75% of the total H. asinina population, while adults comprised 25%. A total of 11 periphyton species from three taxonomic classes Bacillariophyceae, Cyanophyceae, and Trebouxiophyceaewere identified on the seagrass species Enhalus acoroides and the macroalgae Gracilaria salicornia, Padina sp., Halimeda sp., Galaxaura sp., and Gelidium sp. The identified periphyton species included Aulacoseira sp., Nitzschia sp., Synedra sp., Diatoma sp., Fragilaria sp., Navicula sp., Pinnularia sp., Melosira sp., Lyngbya sp., Planctonema sp., and Cocconeis sp. Six of these periphyton species were present on both seagrass and macroalgal thalli. Synedra sp. was the most dominant species, exhibiting the highest abundance at 88,876 individuals/cm. The presence of periphyton as a natural food source attached to seagrass leaves and macroalgal thalli plays a crucial role in supporting the juvenile H. asinina population.Keywords:H. asininaMacroalgaePeriphytonTapulaga
Co-Authors A. Ginong Pratikino A. Ginong Pratikino Abdullah Abdullah Adi Imam Wahyudi Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Akhmad Mansyur, Akhmad Ali Arman Amadhan Takwir Amadhan Takwir Amrullah, Baso Annaastasia, Nurhuda Ari Berty Rondonuwu Armid Ashar, Ahmad Aslan, La Ode Muhammad Asnani Asnani Asriyana, . Balubi, Abdul Muis Baru Sadarun Chairun Annisa Aryanti Dedy Oetama Disnawati Disnawati, Disnawati Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Ermayanti Ishak, Ermayanti Fahmiati Fatmawati, Fatmawati Hasan, Subaeda Haslianti Hasuba, Tezza Fauzan Husein, Muhammad Ahmi Jali, Wa Junaidin Sirza, La Ode Muhammad Kolibongso, Duaitd La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Gunawan Giu La Ode Wahidin Laode Muhamad Hazairin Nadia Lawelle, Sjamsu Alam Lilian Lilian Mangurana, Wa Ode Intiyani Mario Putra Suhana Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Fajar Purnama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Rais Munier, Muhammad Taswin Paputungan, Mohammad Sumiran Permatahati, Yustika Intan Pratikino, A Ginong Pratikino, A. Ginong Pratikino, Asrin Ginong Purnama, Muh. Fajar Putra, Andry Purnama Putra, Andry Purnama Rahmadani Rahmadani Rahman, Arwan Arif Ratna Dyah Palupi Risfandi Roslindah Daeng Siang Rudia, La Ode Adi Parman Savitri, Wa Ode Devilian Subhan Subhan Subhan Subhan, . Sudarno Sulpadli, Sulpadli Tri Prartono Utama, Ferdy Gustian Utama, Ferdy Gustian Wa Jali Wa Nurgayah Wahidin, Nurhalis Wijaya, Anung Zibar, Zan