p-Index From 2021 - 2026
5.496
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Maspari Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Ilmu Lingkungan POSITRON Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Maspari Journal JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Al-Ahkam Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Widyariset Jurnal Kelautan Tropis BERITA BIOLOGI Journal of Applied Geospatial Information JURNAL ENGGANO Omni-Akuatika MAJALAH ILMIAH GLOBE BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Dinamika Maritim Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STI Policy and Management Journal Widyariset Jurnal Bali Membangun Bali COJ (Coastal and Ocean Journal) Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Jurnal Meteorologi dan Geofisika Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

Layanan Prima menuju ”Quality Tourism” Bali Nurjaya, I Wayan; Solihin, Solihin; Kanca, I Nyoman
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i1.10

Abstract

Increasingly competitive competition among tourist accommodation providers, encourage the star hotel management and villas in Kuta to provide special services to their guests. In fact, such kind of services will lead to a concept of tourism called ”quality tourism”. This paper is a qualitative research. Its data collection was done through document study, observation, and in-depth interviews with 11 informants, consisting of five villas’s star hotel liners, three hotel and villa’s guests, and three observers of Bali tourism business. The result of the study shows that the excellent services to the guests provided by villa and hotel management in Kuta is the implementation of the concept of sapta pesona, done at the stage of pre-arrival service, reception service, housekeeping service, and food & bevarage. The impact of this excellent services gives tourist loyalty and revisit, reinforces the positive image of Bali tourism, and supports the sustainability of accommodation services and tourism business. In general, the excellent services for hotel and villa guests in Kuta has supported the efforts to realize the quality tourism in Bali. Innovations to improve the quality of service for hotel and villa guests are needed according to the development and demands of the tourism market.
Strategy Development for Puri Peliatan Heritage Tourism Sucantra, Made Bayu; Budiasa, I Made; Nurjaya, I Wayan
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 2 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v2i3.217

Abstract

Purpose: This study aims to identify the strategy and program of Puri Peliatan (Peliatan Palace) as a heritage attraction in Peliatan Tourism Village, Ubud, Bali, Indonesia. Research methods: The data collection technique in this research is observation. Quotation is done from existing library materials, and other sources. Data analysis techniques used are descriptive-qualitative. Results and discussion: The main strategy planning of Puri Peliatan Ubud as an attraction of heritage tourism is by designing various programs. Puri Peliatan has a lot of tangible and intangible potential that can be developed as a tourist attraction, especially in heritage tourism. Implication: This study has a limited scope in identifying existing conditions of tourism in Puri Peliatan and Puri Peliatan planning as a heritage attraction so that a further study is needed.
DAMPAK PERUBAHAN KAWASAN HUTAN MENJADI AREAL INDUSTRI BATUBARA TERHADAP KUALITAS AIR DI SEPANJANG DAS BERAU–KALIMANTAN TIMUR Parwati, Ety; Soewardi, Kadarwan; Kusumastanto, Tridoyo; Kartasasmita, Mahdi; Nurjaya, I Wayan
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 8 No. 1 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/inderaja.v8i1.3252

Abstract

The study of landused change: forest area become coal industrial area and its impact in Total Suspended Solid is done by remote sensing data. The different combination channel of remote sensing data are taken to extract landuse and Total Suspended Solid (TSS) spatial information. The supervised classification is used for land used spatial extraction and otherwise for TSS, there is a specific algorithm; TSS = 3.8926 * exp (31.417*Red Band). The result showed that there was the relationship between landuse change from forest into coal industrial, shrub, paddy field, bareland and settlement area and the dynamic change of TSS along Berau watershed.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PANTAI BARAT KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Darmiati; Nurjaya, I Wayan; Atmadipoera, Agus S.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.166 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.22815

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses yang terjadi akibat adanya pengaruh dari kondisi pantai dalam mencapai keseimbangan terhadap dampak yang terjadi dari faktor alami dan kegiatan manusia. Secara geografis, wilayah pesisir pantai Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan mencakup dua wilayah yang berada di tepi barat dan tepi selatan. Secara fisik wilayah ini dipengaruhi oleh dinamika oseanografi dari perairan Laut Jawa serta aliran Sungai Barito yang bervariasi secara musiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di wilayah pesisir Pantai Barat Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah citra Landsat 8 tahun 2016 untuk menggambarkan kondisi terkini dan citra Landsat 7 tahun 2003 sebagai kondisi awal. Citra tersebut dianalisis untuk dipetakan perubahan garis pantai yang mengalami akresi atau abrasi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa garis pantai wilayah studi mengalami perubahan, dimana sebagian telah mengalami abrasi dan sebagian garis pantai telah mengalami akresi. Secara keseluruhan garis pantai wilayah Pantai Barat Kabupaten Tanah Laut dominan mengalami akresi dibandingkan abrasi karena adanya proses sedimentasi tinggi dari sungai Barito. Tetapi, di segmen garis pantai sel 3 dan 4 telah mengalami abrasi, meskipun area ini dekat dengan estuari Sungai Barito.
KLASIFIKASI HABITAT PERAIRAN DANGKAL BERBASIS OBJEK MENGGUNAKAN CITRA WORLDVIEW 2 DAN SENTINEL 2B DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Kurniawati, Esty; Siregar, Vincentius; Nurjaya, I Wayan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.26089

Abstract

The benthic habitats of shallow waters of Sebaru Island and Lancang Island have different water characteristics from geographical location. Data and information about benthic habitat are needed to maintain and preserve ecosystems in the waters. This study aims is to know the effect of different satellite image resolution, different algorithms and water quality e.g chlorophyll-a (Chl-a) and total suspended solid (TSS) on the accuracy of shallow-water benthic habitats mapping on Sebaru Besar Island and Lancang Island. The accuracy (OA) of the application of different classification algorithms showed a good results. The highest OA results in shallow waters of Sebaru Island with Wordview 2 imagery were obtained from the SVM and DT algorithms with the same value of 76.24%, while the Sentinel 2B image with the DT algorithm obtained results (OA) of 68.08%. In Lancang Island the highest OA value of Wordview 2 imagery was obtained by DT algorithm with a value of 74.44%, while Sentinel 2B imagery was obtained from KNN algorithm with a value of 59.0%. High concentrations of Chl-a and TSS cannot yet be said to affect the low accuracy in mapping shallow water benthic habitats.
ANALISIS POTENSI TSUNAMI DI LOMBOK UTARA Nurjaya, I Wayan; Natih, Nyoman M. N.; Ratuluhain, Eva Susan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.29336

Abstract

Sesar Flores merupakan pemicu gempa bumi pada tanggal 5 Agustus 2018 di Pulau Lombok. Dilaporkan bahwa gempa bumi dengan kekuatan 7,0 Mw saat itu, telah menyebabkan tsunami kecil dengan ketinggian 13,5 cm di pesisir pantai Desa Carik, Lombok Utara. Studi ini bertujuan untuk mensimulasikan potensi bahaya tsunami yang berasal dari aktivitas sesar Flores menggunakan pemodelan tsunami COMCOT v1.7 untuk mengestimasi potensi tinggi tsunami, waktu tiba tsunami, dan potensi area terdampak tsunami. Data historis untuk pusat gempa bumi dalam simulasi adalah gempa bumi pada tanggal 2 September 2018, dengan asumsi kekuatan gempa 7,0 Mw. Berdasarkan data gempa bumi diatas, parameter yang dipilih berupa kedalaman sumber gempa 14 km, luas patahan 47,9 x 15,9 km, dislokasi 2,5 m, dan parameter strike 284o, dip 64o, dan slip 88o. Layer simulasi dibagi menjadi 3 berdasarkan sistem model bersarang, dengan reolusi masing-masing 464 m, 232 m, dan 77 m. Data batimetri diperoleh dari GEBCO dengan resolusi 15-arcsecond. Waktu simulasi penjalaran tsunami yang dilakukan selama 30 menit, menghasilkan tinggi tsunami awal sebesar 0,9 m. Tinggi tsunami maksimum yang teramati di darat adalah 1–2,5 m. Estimasi waktu tiba gelombang pada pesisir Lombok Utara, adalah 3 sampai 13 menit. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bayan, Kayangan, Tanjung, dan Gangga berpotensi terkena dampak tsunami. Tinggi maksimum dan kecepatan waktu tiba tsunami di Lombok Utara sangat berpotensi merusak dan dapat menimbulkan korban jiwa, sehingga perlu upaya mitigasi seperti sosialisasi dan pelatihan dalam menghadapi bahaya tsunami, penanaman vegetasi pantai yang sesuai dengan substrat di pantai, dan membangun pemecah gelombang lepas pantai.
INDEKS KEPEKAAN LINGKUNGAN EKOSISTEM MANGROVE TERHADAP TUMPAHAN MINYAK: STUDI KASUS DI PESISIR SUBANG, JAWA BARAT Nurjaya, I Wayan; Damar, Ario; Rikardi, Novit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.31792

Abstract

Ekosistem mangrove di daerah pesisir Subang berpotensi terdampak oleh tumpahan minyak. Tumpahan minyak di daerah tersebut bisa bersumber dari kecelakaan pada kegiatan eksploitasi minyak bumi. Oleh karena itu, diperlukan antisipasi dan rencana yang komprehensif untuk melindungi lingkungan dari tumpahan minyak. Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL) dapat digunakan untuk mengklasifikasi tingkat kepekaan ekosistem mangrove terhadap tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung IKL ekosistem mangrove di daerah pesisir Subang. IKL dibentuk dari gabungan Indeks Kerentanan (IK), Indeks Ekologi (IE) dan Indeks Sosial ekonomi (IS). Data sekunder diperoleh dengan cara studi literatur, sedangkan pengambilan data primer dilakukan di 13 lokasi pengamatan. Parameter IK terdiri dari kemiringan pantai, tipe pasang surut, rentang pasang surut, tinggi gelombang, tipe substrat dan jarak mangrove dari bibir pantai. Parameter IE terdiri dari zonasi mangrove, kepadatan mangrove, keragaman mangrove, umur mangrove, keberadaan spesies dilindungi dan status konservasi mangrove. Parameter IS terdiri dari komponen sosial dan komponen ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di pesisir Subang memiliki tingkat kepekaan dari cukup peka hingga peka. Dari 13 lokasi pengamatan, hanya 3 lokasi yang memiliki status peka terhadap tumpahan minyak. Daerah tersebut adalah Tegal Tike, Anggaranu, dan Tanjung. Walaupun tingkat kepekaan daerah pengamatan didominasi oleh kategori cukup peka, namun perlindungan ekosistem mangrove dari tumpahan minyak harus menjadi prioritas.
DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU DI MUARA MUSI: MENGGUNAKAN GRADIEN SALINITAS VERTIKAL UNTUK ZONA KLASIFIKASI MUARA : English Septy Heltria; Amir Yarkhasy Yuliardi; Ratu Almira Kismawardhani; I Wayan Nurjaya; Lerma Yuni Siagian; Denny Alberto Satrya Gumay
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.40222

Abstract

Muara Musi merupakan muara sungai Telang dan Musi yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka. Pada saat pasang (surut) kita melihat distribusi salinitas meningkat (menurun) yang diketahui melalui distribusi vertikal menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth). Diagram TS (Temperature-Salinity) digunakan untuk melihat karakteristik massa air di daerah penelitian. Metode DIVA (Data-Interpolating Variational Analysis) digunakan untuk interpolasi dan visualisasi data dari data vertikal dan spasial temperatur, salinitas dan densitas. Klasifikasi zona muara Musi diidentifikasi berdasarkan nilai sebaran salinitas yang memperhitungkan pertukaran salinitas yang bersirkulasi pada saat pasang dan surut. Densitas massa air secara signifikan dipengaruhi oleh salinitas yang terbukti bergradasi. Sementara distribusi suhu tidak berubah secara signifikan dengan kedalaman, distribusi spasial menunjukkan bahwa suhu di estuari lebih rendah daripada di daerah hulu dan laut. Distribusi spasial salinitas menunjukkan bahwa salinitas tinggi memasuki muara menuju sungai lebih jauh pada saat pasang dari pada saat surut. Distribusi salinitas berkisar antara 0,5–30 psu dan suhu antara 29–33 ℃ dari bagian horizontal dan vertikal. Pola sebaran salinitas di muara sungai Musi diidentifikasi, terdiri dari tiga zona yang mewakili kondisi salinitas di daerah penelitian, yaitu zona Polyhaline, Mesohaline, dan Olygohaline.
Sebaran Suhu Permukaan Laut Teluk Lampung berdasarkan Citra Landsat-8 dan Kaitannya terhadap Indian Ocean Dipole (IOD) Periode Tahun 2013 – 2021: Sea Surface Temperature Distribution in Lampung Bay Based on Landsat-8 Images and its Relation to the Indian Ocean Dipole (IOD) on the Period Year 2013-2021 Nurjaya, I Wayan; Naulita, Yuli; Rastina; Okgareta, Dema
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i3.48441

Abstract

Suhu permukaan laut merupakan parameter oseanografi yang penting di perairan lautan karena perubahan suhu air laut dapat mengubah ekosistem perairan. Perairan Teluk Lampung yang berasal dari Samudera Hindia dan Laut Jawa yang melewati Selat Sunda akan dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran Suhu Permukaan Laut (SPL) antar-tahun secara spasial dan temporal dalam kurun waktu 9 tahun terakhir (2013-2021) serta menganalisis pengaruh fenomena IOD terhadap anomali SPL di Teluk Lampung. Metode yang digunakan adalah metode uji regresi, metode deskriptif dan statistik korelatif. Hasil menunjukkan bahwa nilai SST dari ekstraksi citra Landsat-8 dapat mewakili kondisi SPL in situ dengan uji regresi R2=0,6872. Fenomena IOD memengaruhi pola sebaran SPL perairan Teluk Lampung terlihat pada fase IOD positif (2015, 2018 dan 2019) atau fase IOD negatif (2013 dan 2016) menunjukkan adanya anomali Sea Surface Temperature (SST) perairan Teluk Lampung. Korelasi antara IOD dan SPL di Teluk Lampung memiliki dua hasil yaitu pada perairan terbuka (TL3, TL4, dan TL5) berkorelasi sedang (r>0,7) dan korelasi lemah (r<0,2) pada titik pengamatan TL1 dan TL6 yang merupakan titik dekat dengan daratan.
Mengungkap Aspek Biologi dan Emergence Point Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) di Laut Pulau Maitara Maluku Utara Indonesia Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut; Siolimbona, Abdul Ajiz; Tahir, Irmalita; Paembonan, Rustam E; Subhan, Beginer; Arafat, Dondy; Baksir, Abdurrachman; Subur, Riyadi; N, Furqan; Yidoatimojo, Sudibyo; Nurjaya, I Wayan; Restu, Yunan Gilang; N Natih, Nyoman Metta; Hari, Restu Fajar; Bengen, Dietriech G.
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28334

Abstract

The Halmahera Walking Shark (Hemiscyllium halmahera) is an endemic marine biota in the Halmahera Sea. This species has a local migration pattern and is territorial. The distribution of this species is in the intertidal area to a depth of 10-15 meters. Previous studies have shown that this species is spread across several islands in the North Maluku Islands. Maitara Island is a small island located between the North Maluku archipelago. The Halmahera Walking Shark species is also found on this island. Information on the Halmahera Walking Shark species is not fully documented. The purpose of the study is related to biological information and emergence points (emergence points) in the Maitara Island Sea. Data collection was carried out on coral reefs, seagrass and mangroves. Samples were captured and morphometric measurements, weight and sex observations were taken. The sea area where the species was found was used to obtain coordinates for the emergence point. An analysis of length-weight relationship data was carried out to see growth patterns. The study found that morphometric measurements varied among individuals, although there were general similarities. Sexes were found in pairs (Male and Female), indicating that proportions and mating were still normal in nature. The habitat of this species is found in the mangrove area, coral reefs, and seagrass, thus describing that there is an association in nature. The emergence point shows that the Halmahera Walking Shark is found along the coast of Maitara Island although the frequency of the number is different. The length-weight relationship found a negative allometric growth pattern. Information on biological aspects and emergence points is important, to be used as a reference for migration areas and habitats for the interests of species, waters, and ecosystem conservation.  Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan biota laut endemik di laut Halmahera. Spesies ini memiliki pola migrasi lokal dan bersifat teritorial. Penyebaran spesies ini di wilayah intertidal hingga kedalaman 10-15 meter. Penelitian terdahulu menunjukan bahwa spesies ini tersebar di beberapa pulau di Kepulauan Maluku Utara. Pulau Maitara merupakan pulau kecil yang terletak diantara gugusan kepulauan Maluku Utara. Pulau ini juga ditemukan speises Hiu Berjalan Halmahera. Informasi belum terekam lengkap terkait spesies Hiu Berjalan Halmahera. Tujuan penelitian terkait informasi biologi dan emegence point (titik kemunculan) di Laut Pulau Maitara. Pengambilan data dilakukan di terumbu karang, lamun dan mangrove. Sampel ditangkap dan diambil ukuran morfometrik, berat dan pengamatan kelamin. Area laut ditemukannya spesies diambil koordinat untuk di jadikan sebagai titik kemunculan.  Analisis data hubungan panjang-berat dilakukan untuk melihat pola pertumbuhan. Hasil penelitian ditemukan ukuran morfometrik bervariasi pada setiap individu, meskipun terdapat kemiripan secara umum. Kelamin ditemukan sepasang (Jantan dan Betina), dengan demikian menunjukan proporsi dan perkawinan masih normal di alam. Habitat tertangkap spesies ini di area mangrove, terumbu karang dan lamun, sehingga mendeskripsikan terdapat asosiasi di alam. Titik kemunculan menunjukan bahwa, Hiu Berjalan Halmahera ditemukan di sepanjang pesisir laut Pulau Maitara meskipun frekuensi jumlah berbeda. Hubungan panjang berat menemukan pola pertumbuhan allometrik negatif. Informasi aspek biologi dan emergence point penting, untuk dapat dijadikan rujukan wilayah migrasi dan habitat untuk kepentingan konservasi spesies, perairan dan ekosistem.    
Co-Authors . Sukenda Abdul Aziz, Nandi Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Adi Purwandana Adi Purwandana Adibrata, Sudirman Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Agus Atmadipoera Agus Saleh Atmadipoera Agus Sholeh Atmadipoera Ahmad Herison Akmala Dwi Nugraha Alan Frendy Koropitan Alimuddin, Alimuddin Amir Yarkhasy Yuliardi Andhi Setyonugroho Andi Agussalim, Andi Andri Purwandani Aprilia, Jesikha Dwi Ari Purbayanto Ariane Koch-Larrouy Ario Damar Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman, Asep Sandra Baharuddin Baharuddin Bambang Kanti Laras Beale, Calvin S. Beginer Subhan Bengen, Detriech G Darmiati Dedi Sugianto Denny Alberto Satrya Gumay Derek Soto Dietrich G Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dondy Arafat Dwiyoga Nugroho Eddy Supriyono Edi Kusmanto Enang Harris Surawidjaja ESTY KURNIAWATI Esty Kurniawati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati fadli syamsudin Fani Safitri Ferawati Runtuboi Ferdy Gustian Firdaus, Adil M. Franto Novico Fredinan Yulianda Hari, Restu Fajar Harpasis S Sanusi Harpasis S Sanusi Harpasis s. Sanusi Hefni Effendi Heron Surbakti Heron Surbakti Hidayat Pawitan Holyness Nurdin Singadimedja HS, Surjono I Gusti Bagus Wiksuana I Made Budiasa I Nyoman Kanca I Wayan Gede Astawa Karang Ida Bagus Made Baskara Andika IG Wayan Adiwilaga Ikbal Marus, Ikbal Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irmalita Tahir, Irmalita Irzal Effendi Ismail, Firdaut Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin John I Pariwono Joko Purwanto Joko Santoso Jonson Lumban Gaol Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kasman Kasman Khairunnisa Khairunnisa Kholil Kholil Kholil Kholil Kotta, Raismin Krisna Rendi Awalludin Kusnanto La Ode Nurman Mbay Leica Febby Shafitri Leni Maryani Lerma Yuni Siagian Luky Adrianto M. Zairin Junior Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Manalu, Janviter Marimin , Mario Putra Suhana Mennofatria Boer Muh. Adhim Adrian Muh. Ishak Jumarang Muhamad Muliadi Muhammad Agus Muljanto MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Marzuki Mulia Purba Mulia Purba Mulia Purba Mursalin Mursalin N Natih, Nyoman Metta N, Furqan Najamuddin N Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nebuchadnezzar Akbar Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Noor, Hariansyah Nugraha, Teguh Nur Asia Umar Nur Audina Nyoman M N Natih Nyoman M.N Natih Okgareta, Dema Paembonan, Rustam E Paputungan, Mohammad Sumiran Pramudyo Dipo Rasidi, Rasidi Rastina Ratu Almira Kismawardhani Ratuluhain, Eva Susan Restu, Yunan Gilang Richardus F Kaswadji Richardus F. Kaswadji Ridha Alamsyah Rikardi, Novit Riris Aryawati Risandi Dwirama Putra Rita Rafni Riyadi Subur, Riyadi Robin Saputra Robinson Sitepu Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Saenudin Sakka Sakka Salnuddin Salnuddin, Salnuddin Salsabila, Unik Hanifah Salsabilah, Raisyah Santi Susanti, Santi Satria Yukiadi Santoso Septy Heltria Setyo Handayani Setyo Handayani Sigid Hariyadi Siolimbona, Abdul Ajiz Siti Rohani Solihin Solihin Soma Somantri Sucantra, Made Bayu Sugeng Budiharso Sugeng Budiharsono Suhaemi Supriyono, Supri Surjono HS Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tri Hartanto Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Try Al Tanto Try Al Tanto Try Al Tanto Vincentius P Siregar Vincentius Siregar Wahab, Iswandi Wahyu W Pandoe Wang, Zheng Wibowo, Eko S Widodo S. Pranowo Yidoatimojo, Sudibyo Yogi Cahyo Ginanjar Yonvitner - Yudi Setiawan Yuli Naulita Yusli Wardiatno Zibar, Zan Zulfikar, Andi