p-Index From 2021 - 2026
5.393
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Maspari Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences POSITRON Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Maspari Journal JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Al-Ahkam Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Widyariset Jurnal Kelautan Tropis BERITA BIOLOGI Journal of Applied Geospatial Information JURNAL ENGGANO Omni-Akuatika MAJALAH ILMIAH GLOBE BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Dinamika Maritim Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STI Policy and Management Journal Widyariset Jurnal Bali Membangun Bali COJ (Coastal and Ocean Journal) Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Jurnal Meteorologi dan Geofisika Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI TSUNAMI DI LOMBOK UTARA Nurjaya, I Wayan; Natih, Nyoman M. N.; Ratuluhain, Eva Susan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.29336

Abstract

Sesar Flores merupakan pemicu gempa bumi pada tanggal 5 Agustus 2018 di Pulau Lombok. Dilaporkan bahwa gempa bumi dengan kekuatan 7,0 Mw saat itu, telah menyebabkan tsunami kecil dengan ketinggian 13,5 cm di pesisir pantai Desa Carik, Lombok Utara. Studi ini bertujuan untuk mensimulasikan potensi bahaya tsunami yang berasal dari aktivitas sesar Flores menggunakan pemodelan tsunami COMCOT v1.7 untuk mengestimasi potensi tinggi tsunami, waktu tiba tsunami, dan potensi area terdampak tsunami. Data historis untuk pusat gempa bumi dalam simulasi adalah gempa bumi pada tanggal 2 September 2018, dengan asumsi kekuatan gempa 7,0 Mw. Berdasarkan data gempa bumi diatas, parameter yang dipilih berupa kedalaman sumber gempa 14 km, luas patahan 47,9 x 15,9 km, dislokasi 2,5 m, dan parameter strike 284o, dip 64o, dan slip 88o. Layer simulasi dibagi menjadi 3 berdasarkan sistem model bersarang, dengan reolusi masing-masing 464 m, 232 m, dan 77 m. Data batimetri diperoleh dari GEBCO dengan resolusi 15-arcsecond. Waktu simulasi penjalaran tsunami yang dilakukan selama 30 menit, menghasilkan tinggi tsunami awal sebesar 0,9 m. Tinggi tsunami maksimum yang teramati di darat adalah 1–2,5 m. Estimasi waktu tiba gelombang pada pesisir Lombok Utara, adalah 3 sampai 13 menit. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bayan, Kayangan, Tanjung, dan Gangga berpotensi terkena dampak tsunami. Tinggi maksimum dan kecepatan waktu tiba tsunami di Lombok Utara sangat berpotensi merusak dan dapat menimbulkan korban jiwa, sehingga perlu upaya mitigasi seperti sosialisasi dan pelatihan dalam menghadapi bahaya tsunami, penanaman vegetasi pantai yang sesuai dengan substrat di pantai, dan membangun pemecah gelombang lepas pantai.
INDEKS KEPEKAAN LINGKUNGAN EKOSISTEM MANGROVE TERHADAP TUMPAHAN MINYAK: STUDI KASUS DI PESISIR SUBANG, JAWA BARAT Nurjaya, I Wayan; Damar, Ario; Rikardi, Novit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.31792

Abstract

Ekosistem mangrove di daerah pesisir Subang berpotensi terdampak oleh tumpahan minyak. Tumpahan minyak di daerah tersebut bisa bersumber dari kecelakaan pada kegiatan eksploitasi minyak bumi. Oleh karena itu, diperlukan antisipasi dan rencana yang komprehensif untuk melindungi lingkungan dari tumpahan minyak. Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL) dapat digunakan untuk mengklasifikasi tingkat kepekaan ekosistem mangrove terhadap tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung IKL ekosistem mangrove di daerah pesisir Subang. IKL dibentuk dari gabungan Indeks Kerentanan (IK), Indeks Ekologi (IE) dan Indeks Sosial ekonomi (IS). Data sekunder diperoleh dengan cara studi literatur, sedangkan pengambilan data primer dilakukan di 13 lokasi pengamatan. Parameter IK terdiri dari kemiringan pantai, tipe pasang surut, rentang pasang surut, tinggi gelombang, tipe substrat dan jarak mangrove dari bibir pantai. Parameter IE terdiri dari zonasi mangrove, kepadatan mangrove, keragaman mangrove, umur mangrove, keberadaan spesies dilindungi dan status konservasi mangrove. Parameter IS terdiri dari komponen sosial dan komponen ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di pesisir Subang memiliki tingkat kepekaan dari cukup peka hingga peka. Dari 13 lokasi pengamatan, hanya 3 lokasi yang memiliki status peka terhadap tumpahan minyak. Daerah tersebut adalah Tegal Tike, Anggaranu, dan Tanjung. Walaupun tingkat kepekaan daerah pengamatan didominasi oleh kategori cukup peka, namun perlindungan ekosistem mangrove dari tumpahan minyak harus menjadi prioritas.
DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU DI MUARA MUSI: MENGGUNAKAN GRADIEN SALINITAS VERTIKAL UNTUK ZONA KLASIFIKASI MUARA : English Septy Heltria; Amir Yarkhasy Yuliardi; Ratu Almira Kismawardhani; I Wayan Nurjaya; Lerma Yuni Siagian; Denny Alberto Satrya Gumay
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.40222

Abstract

Muara Musi merupakan muara sungai Telang dan Musi yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka. Pada saat pasang (surut) kita melihat distribusi salinitas meningkat (menurun) yang diketahui melalui distribusi vertikal menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth). Diagram TS (Temperature-Salinity) digunakan untuk melihat karakteristik massa air di daerah penelitian. Metode DIVA (Data-Interpolating Variational Analysis) digunakan untuk interpolasi dan visualisasi data dari data vertikal dan spasial temperatur, salinitas dan densitas. Klasifikasi zona muara Musi diidentifikasi berdasarkan nilai sebaran salinitas yang memperhitungkan pertukaran salinitas yang bersirkulasi pada saat pasang dan surut. Densitas massa air secara signifikan dipengaruhi oleh salinitas yang terbukti bergradasi. Sementara distribusi suhu tidak berubah secara signifikan dengan kedalaman, distribusi spasial menunjukkan bahwa suhu di estuari lebih rendah daripada di daerah hulu dan laut. Distribusi spasial salinitas menunjukkan bahwa salinitas tinggi memasuki muara menuju sungai lebih jauh pada saat pasang dari pada saat surut. Distribusi salinitas berkisar antara 0,5–30 psu dan suhu antara 29–33 ℃ dari bagian horizontal dan vertikal. Pola sebaran salinitas di muara sungai Musi diidentifikasi, terdiri dari tiga zona yang mewakili kondisi salinitas di daerah penelitian, yaitu zona Polyhaline, Mesohaline, dan Olygohaline.
Sebaran Suhu Permukaan Laut Teluk Lampung berdasarkan Citra Landsat-8 dan Kaitannya terhadap Indian Ocean Dipole (IOD) Periode Tahun 2013 – 2021: Sea Surface Temperature Distribution in Lampung Bay Based on Landsat-8 Images and its Relation to the Indian Ocean Dipole (IOD) on the Period Year 2013-2021 Nurjaya, I Wayan; Naulita, Yuli; Rastina; Okgareta, Dema
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i3.48441

Abstract

Suhu permukaan laut merupakan parameter oseanografi yang penting di perairan lautan karena perubahan suhu air laut dapat mengubah ekosistem perairan. Perairan Teluk Lampung yang berasal dari Samudera Hindia dan Laut Jawa yang melewati Selat Sunda akan dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran Suhu Permukaan Laut (SPL) antar-tahun secara spasial dan temporal dalam kurun waktu 9 tahun terakhir (2013-2021) serta menganalisis pengaruh fenomena IOD terhadap anomali SPL di Teluk Lampung. Metode yang digunakan adalah metode uji regresi, metode deskriptif dan statistik korelatif. Hasil menunjukkan bahwa nilai SST dari ekstraksi citra Landsat-8 dapat mewakili kondisi SPL in situ dengan uji regresi R2=0,6872. Fenomena IOD memengaruhi pola sebaran SPL perairan Teluk Lampung terlihat pada fase IOD positif (2015, 2018 dan 2019) atau fase IOD negatif (2013 dan 2016) menunjukkan adanya anomali Sea Surface Temperature (SST) perairan Teluk Lampung. Korelasi antara IOD dan SPL di Teluk Lampung memiliki dua hasil yaitu pada perairan terbuka (TL3, TL4, dan TL5) berkorelasi sedang (r>0,7) dan korelasi lemah (r<0,2) pada titik pengamatan TL1 dan TL6 yang merupakan titik dekat dengan daratan.
Mengungkap Aspek Biologi dan Emergence Point Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) di Laut Pulau Maitara Maluku Utara Indonesia Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut; Siolimbona, Abdul Ajiz; Tahir, Irmalita; Paembonan, Rustam E; Subhan, Beginer; Arafat, Dondy; Baksir, Abdurrachman; Subur, Riyadi; N, Furqan; Yidoatimojo, Sudibyo; Nurjaya, I Wayan; Restu, Yunan Gilang; N Natih, Nyoman Metta; Hari, Restu Fajar; Bengen, Dietriech G.
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28334

Abstract

The Halmahera Walking Shark (Hemiscyllium halmahera) is an endemic marine biota in the Halmahera Sea. This species has a local migration pattern and is territorial. The distribution of this species is in the intertidal area to a depth of 10-15 meters. Previous studies have shown that this species is spread across several islands in the North Maluku Islands. Maitara Island is a small island located between the North Maluku archipelago. The Halmahera Walking Shark species is also found on this island. Information on the Halmahera Walking Shark species is not fully documented. The purpose of the study is related to biological information and emergence points (emergence points) in the Maitara Island Sea. Data collection was carried out on coral reefs, seagrass and mangroves. Samples were captured and morphometric measurements, weight and sex observations were taken. The sea area where the species was found was used to obtain coordinates for the emergence point. An analysis of length-weight relationship data was carried out to see growth patterns. The study found that morphometric measurements varied among individuals, although there were general similarities. Sexes were found in pairs (Male and Female), indicating that proportions and mating were still normal in nature. The habitat of this species is found in the mangrove area, coral reefs, and seagrass, thus describing that there is an association in nature. The emergence point shows that the Halmahera Walking Shark is found along the coast of Maitara Island although the frequency of the number is different. The length-weight relationship found a negative allometric growth pattern. Information on biological aspects and emergence points is important, to be used as a reference for migration areas and habitats for the interests of species, waters, and ecosystem conservation.  Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan biota laut endemik di laut Halmahera. Spesies ini memiliki pola migrasi lokal dan bersifat teritorial. Penyebaran spesies ini di wilayah intertidal hingga kedalaman 10-15 meter. Penelitian terdahulu menunjukan bahwa spesies ini tersebar di beberapa pulau di Kepulauan Maluku Utara. Pulau Maitara merupakan pulau kecil yang terletak diantara gugusan kepulauan Maluku Utara. Pulau ini juga ditemukan speises Hiu Berjalan Halmahera. Informasi belum terekam lengkap terkait spesies Hiu Berjalan Halmahera. Tujuan penelitian terkait informasi biologi dan emegence point (titik kemunculan) di Laut Pulau Maitara. Pengambilan data dilakukan di terumbu karang, lamun dan mangrove. Sampel ditangkap dan diambil ukuran morfometrik, berat dan pengamatan kelamin. Area laut ditemukannya spesies diambil koordinat untuk di jadikan sebagai titik kemunculan.  Analisis data hubungan panjang-berat dilakukan untuk melihat pola pertumbuhan. Hasil penelitian ditemukan ukuran morfometrik bervariasi pada setiap individu, meskipun terdapat kemiripan secara umum. Kelamin ditemukan sepasang (Jantan dan Betina), dengan demikian menunjukan proporsi dan perkawinan masih normal di alam. Habitat tertangkap spesies ini di area mangrove, terumbu karang dan lamun, sehingga mendeskripsikan terdapat asosiasi di alam. Titik kemunculan menunjukan bahwa, Hiu Berjalan Halmahera ditemukan di sepanjang pesisir laut Pulau Maitara meskipun frekuensi jumlah berbeda. Hubungan panjang berat menemukan pola pertumbuhan allometrik negatif. Informasi aspek biologi dan emergence point penting, untuk dapat dijadikan rujukan wilayah migrasi dan habitat untuk kepentingan konservasi spesies, perairan dan ekosistem.    
THE RELATIONSHIP BETWEEN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) AND CORAL REEF GROWTH (CASE STUDY OF DERAWAN ISLAND, DELTA BERAU WATERS) Ety Parwati; Mahdi Kartasasmita; Kadarwan Soewardi; Tridoyo Kusumastanto; I Wayan Nurjaya
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 10 No. 2 (2013)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2013.v10.a1849

Abstract

Total suspended solid (TSS) is one of the water quality parameters and limiting factor affecting coral reef growth. In this study, we used the algorithm of TSS= 3.3238*e(34.099* Green band) (where green band is reflectance band 2) to extract TSS from Landsat satellite data. The algorithm was validated with field data. Water column correction method developed by Lyzenga was used to map coral reef. The result showed that the coral reef area in Berau waters decreased significantly (about 12,805 ha or around 36 % ) from the year of 1979 to 2002. The most coral reef reduced area was detected around Derawan Island (about 5,685 ha). Further, some areas changed into sand dune. TSS concentration around Delta Berau and Derawan Island increased aproximately twice from 15- 35 mg/l in 1979 to 20-65 mg/l in 2002. The increase of TSS concentration was followed by the decrease of coral reef area.
ESTIMATION OF MIXING AND TRANSFORMATION OF SOUTH PACIFIC WATER MASSES IN THE HALMAHERA SEA: ESTIMASI PERCAMPURAN DAN TRANSFORMASI MASSA AIR PASIFIK SELATAN DI LAUT HALMAHERA Aprilia, Jesikha Dwi; Naulita, Yuli; Nurjaya, I Wayan; Purwandana, Adi; Wang, Zheng
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.440-452

Abstract

Laut Halmahera merupakan bagian dari jalur timur Indonesian Throughflow dan adalah wilayah kunci untuk interaksi dan transformasi massa air. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan pencampuran vertikal dan menganalisis implikasinya terhadap transformasi massa air Pasifik Selatan di Laut Halmahera. Data yang digunakan adalah data observasi arsip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggunakan profiler CTD dan pengukuran kecepatan arus vertikal pada Februari 2021. Estimasi percampuran dilakukan menggunakan analisis Thorpe untuk menghitung tingkat dispersi energi kinetik turbulen (ε) dan difusivitas Eddy vertikal (Kρ). Area pencampuran turbulen diidentifikasi pada kedalaman 50–300 m. Massa air S. Pasifik Selatan memiliki nilai salinitas maksimum 35,5 psu pada isopiknal σθ = 25,4, dan salinitas minimum 34,5 pada  isopiknal σθ = 26,5. Laut Halmahera di dekat Selat Obi mengalami perubahan salinitas maksimum pada isopiknal σθ = 25,5 dengan nilai 35,4 psu, sedangkan salinitas minimum pada σθ = 26 adalah 34,8 psu. Lapisan ini (σθ = 24–26), memiliki tingkat disipasi energi kinetik turbulen yang relatif tinggi (10-6 W/kg) dan difusivitas eddy vertikal (10-3 m2/s) yang menggambarkan transportasi Air Subtropis Pasifik Selatan (SPSW). Lapisan isopiknal σθ = 26–27 menunjukkan penurunan salinitas minimum, dengan ε pada ordo (10-7 W/kg) dan Kρ pada ordo (10-3 m2/s) di lapisan tengah dan dalam di dekat Selat Obi, menunjukkan pencampuran yang didorong oleh instabilitas geser yang terkait dengan zona disipasi energi gelombang internal.
Identification of Physical Process of RoFI (Region of Freshwater Influenced) at Banyuasin Estuary, South Sumatera of Indonesia Muh. Adhim Adrian; I Wayan Nurjaya; Dietriech Geoffrey Bengen; Jonson Lumban Gaol; Heron Surbakti
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v18i1.81693

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research The large river discharge from several tributaries causes strong stratification in the Banyuasin Estuary. RoFI in the Banyuasin Estuary does not only occur seasonally, but can also occur in daily cycles. Tidal dynamics control RoFI dynamics in the Banyuasin Estuary. Estuarine plumes formed on the surface based on synoptic imagery prove that RoFI can also extend seasonally.   Abstract The Region of Freshwater Influence (RoFI) is the river-sea transition zone where freshwater, suspended materials, and associated properties are exchanged and redistributed by estuarine dynamics. This study is the first to identify RoFI and contributes to increasing primary productivity in aquatic environments. This research aims to identify physical processes such as tides and currents in the RoFI based on observational CTD data. CTD measurements (14 stations) collected data salinity, temperature, density, and turbidity, visualized using ODV. Tidal and current data identified RoFI dynamic controls. Sentinel-2A imagery mapped the surface plume. RoFI dynamics exhibit significant seasonal and daily changes. Low salinity 10–15 PSU, indicating freshwater intrusion, dominates, with residual currents typically ranging from 0.1 m/s to 0.2 m/s. PCA analysis 91.32% variability demonstrates that the RoFI expands during ebb tide and narrows during flood tide due to estuarine intrusion of high-salinity oceanic currents. RoFI in the Banyuasin estuary introduce freshwater, nutrients, suspended particulates, and even pollutants that can cause large-scale detriment. Therefore, the recommendations given are that the protection of spawning and nursery areas, as well as the control of aquaculture waste, should be prioritized to minimize pressure on fishery resources.
CHARACTERISTICS AND VARIABILITY OF SENTINEL-1A OBSERVATION INTERNAL WAVES: POLICY IN THE MANAGEMENT OF THE HALMAHERA MARINE AREA, NORTH MALUKU (2015-2023) Rohani, Siti; Nurjaya, I Wayan; Naulita, Yuli; Karang, I Wayan Gede Astawa
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.4.2025.186-197

Abstract

The waters of Halmahera, North Maluku have potential for the formation of internal waves. The uneven topographic conditions act as a trigger for the generation of internal waves. The Sentinel-1A Synthetic Aperture Radar (SAR), with its advantage of being unaffected by clouds and usable in various weather conditions, is capable of mapping the location of formation and the propagation characteristics of internal waves. The aim of this study is to understand the characteristics and variability of internal waves in the waters of Halmahera, North Maluku. SAR analysis results from the period 2015-2023 show that the dominant generation of internal waves occurs in the south of Halmahera, namely Obi Island, and also in the northeast of Halmahera, namely the Weda Strait, resulting in 74 packets being successfully identified. High interannual variability occurred in 2019, whereas high seasonal variability occurred in the eastern season, namely August. The characteristics of internal wave parameters revealed a maximum phase speed of 4.88 m/s and a minimum of 0.19 m/s, predominantly occurring during the rising tide, when the tide reaches 0.60 meters and the ebb -0.06 meters. The interaction of tides and topography results in density stratification in the thermocline layer at depths of less than 200 meters.
Sedimentation Profile in Coastal Water Jakarta Bay: Profil Sedimentasi Perairan Pesisir Teluk Jakarta Yonvitner; Hariyadi, Sigid; Agus, Syamsul Bahri; Nurjaya, I Wayan; Abdul Aziz, Nandi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v6i1.43452

Abstract

The waters of Jakarta Bay are one of the waters that are influenced by several fresh water flows that enter from the DKI Jakarta area and its surroundings. Sediment that enters the waters of Jakarta Bay is produced by the activities of the people who live in the Jakarta area and its surroundings. This study aims to analyze the sedimentation and distribution of suspended solids in the Jakarta Bay estuary using an observational approach and spatial analysis. This study uses the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method. The dominant distribution of sediment in Jakarta Bay is sand with a size ranging from 0.25 to 0.125 mm. TSS (Total Suspended Solids) levels in 11 estuaries in Jakarta Bay ranged from 21 to 150 mg/L in first period and 11 ˗ 259 mg/L in second period. Sedimentation rates that occurred in 11 Jakarta Bay estuaries ranged from 11.12 g/cm2/day to 619.5 g/cm2/day in period one and 10.96 g/cm2/day to 1232.06 g/cm2/day in the second period which is located in Muara Cilincing in both periods. There is a suitable relationship between the TSS value and the sedimentation rate. Estuary TSS values and sedimentation rates are influenced by seasons and anthropogenic activities that occur in the estuary such as reclamation.
Co-Authors . Sukenda Abdul Aziz, Nandi Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Adi Purwandana Adi Purwandana Adibrata, Sudirman Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Agus Atmadipoera Agus Saleh Atmadipoera Agus Sholeh Atmadipoera Ahmad Herison Akmala Dwi Nugraha Alan Frendy Koropitan Alimuddin, Alimuddin Amir Yarkhasy Yuliardi Andhi Setyonugroho Andri Purwandani Aprilia, Jesikha Dwi Ari Purbayanto Ariane Koch-Larrouy Ario Damar Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman, Asep Sandra Baharuddin Baharuddin Bambang Kanti Laras Beale, Calvin S. Beginer Subhan Darmiati Dedi Sugianto Denny Alberto Satrya Gumay Derek Soto Dietrich G Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dondy Arafat Dwiyoga Nugroho Eddy Supriyono Edi Kusmanto Eko S Wibowo Enang Harris Surawidjaja Esty Kurniawati ESTY KURNIAWATI Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati fadli syamsudin Fani Safitri Ferawati Runtuboi Ferdy Gustian Firdaus, Adil M. Firdaut Ismail Firdaut Ismail Franto Novico Fredinan Yulianda Hari, Restu Fajar Harpasis S Sanusi Harpasis S Sanusi Harpasis s. Sanusi Hefni Effendi Heron Surbakti Hidayat Pawitan Holyness Nurdin Singadimedja HS, Surjono I Gusti Bagus Wiksuana I Made Budiasa I Nyoman Kanca I Wayan Gede Astawa Karang Ida Bagus Made Baskara Andika IG Wayan Adiwilaga Ikbal Marus Ikbal Marus, Ikbal Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irmalita Tahir Irmalita Tahir, Irmalita Irzal Effendi Ismail, Firdaut Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin Iswandi Wahab John I Pariwono Joko Purwanto Joko Santoso Jonson Lumban Gaol Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kasman Kasman Khairunnisa Khairunnisa Kholil Kholil Kholil Kholil Kotta, Raismin Krisna Rendi Awalludin Kusnanto La Ode Nurman Mbay Leica Febby Shafitri Leni Maryani Lerma Yuni Siagian Luky Adrianto M. Zairin Junior Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Manalu, Janviter Marimin , Mario Putra Suhana Mennofatria Boer Muh. Adhim Adrian Muh. Ishak Jumarang Muhamad Muliadi Muhammad Agus Muljanto MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Marzuki Mulia Purba Mulia Purba Mulia Purba Mursalin Mursalin N Natih, Nyoman Metta N, Furqan Najamuddin N Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nebuchadnezzar Akbar Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Noor, Hariansyah Nugraha, Teguh Nur Asia Umar Nur Audina Nyoman M N Natih Nyoman M.N Natih Nyoman Metta N Natih Okgareta, Dema Paembonan, Rustam E Paputungan, Mohammad Sumiran Pramudyo Dipo Raismin Kotta Rasidi Rasidi Rasidi, Rasidi Rastina Ratu Almira Kismawardhani Ratuluhain, Eva Susan Restu, Yunan Gilang Richardus F Kaswadji Richardus F. Kaswadji Ridha Alamsyah Rikardi, Novit Risandi Dwirama Putra Rita Rafni Riyadi Subur, Riyadi Robin Saputra Rustam E Paembonan Rustam E Paembonan Rustam Effendi Paembonan Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Saenudin Sakka Sakka Salnuddin Salnuddin, Salnuddin Salsabila, Unik Hanifah Santi Susanti, Santi Satria Yukiadi Santoso Septy Heltria Setyo Handayani Setyo Handayani Sigid Hariyadi Siolimbona, Abdul Ajiz Siti Rohani Solihin Solihin Soma Somantri Sucantra, Made Bayu Sugeng Budiharso Sugeng Budiharsono Suhaemi Supriyono, Supri Surjono HS Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tri Hartanto Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Try Al Tanto Try Al Tanto Try Al Tanto Vincentius P Siregar Vincentius Siregar Wahab, Iswandi Wahyu W Pandoe Wang, Zheng Wibowo, Eko S Widodo S. Pranowo Yidoatimojo, Sudibyo Yogi Cahyo Ginanjar Yonvitner - Yudi Setiawan Yuli Naulita Yusli Wardiatno Zibar, Zan Zulfikar, Andi