Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bangunan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIK BERBASIS JOB PROGRAM TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH PRAKTIK KONSTRUKSI BATU DAN BETON Sugiyanto Sugiyanto; Ahmad Dardiri; Priyono Priyono; Hadi Wasito; Isnandar Isnandar
BANGUNAN Vol 26, No 1 (2021): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p7-16

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran Praktik Berbasis Job Program dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran praktik konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen. Subyek uji coba adalah mahasiswa prodi D3 Teknik Sipil dan Bangunan FT UM yang memprogram matakuliah Praktik Konstruksi Batu dan Beton. Untuk uji coba lapangan digunakan 23 orang mahasiswa untuk kelompok eksperimen, dan 22 orang mahasiswa untuk kelompok kontrol. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara kelompok ekperimen dan kelpompok kontrol digunakan analis t tes. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran praktik Job Program dan mahasiswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran praktik konvensional dengan nilai thitung 6,054, pada taraf signifikansi 0,000. Penggunaaan metode pembelajaran praktik Job Program secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar.Kata-kata kunci: Pembelajaran Praktik, Job Program, Hasil BelajarAbstract: The purpose of this study is: to determine whether there is a difference in learning outcomes between students who study with the Job Program-Based Practice learning model compared to students who learn using conventional practical learning models. This research is an experimental research. The trial subjects were students of the D3 Civil and Building Engineering study program FT UM who programmed the Stone and Concrete Construction Practice course. For the field trial, 23 students were used for the experimental group, and 22 students for the control group. To determine whether there is a difference in learning outcomes between the experimental group and the control group, the t-test analysis is used. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are differences in learning outcomes between students who learn using the Job Program practical learning method and students who learn using conventional practical learning with a value of tcount 6.054, at a significance level of 0.000. The use of practical Job Program learning methods can significantly improve learning outcomes.Keywords: Practical Learning, Job Programs, Learning Outcomes
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PRAKTIK LABORATORY TRAINING BERBASIS WEB VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH TEORI DAN PRAKTIK KONSTRUKSI KAYU Priyono Priyono; Tri Kuncoro; Imam Alfianto; Isnandar Isnandar
BANGUNAN Vol 27, No 1 (2022): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p11-18

Abstract

Abstrak:tujuan peneltiian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran praktik menggunakan model Laboratory Training Berbasis Web Virtual Laboratory dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan metode konvensional pada matakuliah Teori Dan Praktik Konstruksi Kayu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester IV Prodi PTB TS FT UM, yang memprogram matakuliah Teori dan Praktik Konstruksi Kayu. Untuk uji eksperimen digunakan dua offering/ kelas, satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas yang lain sebagai kelompok kontrol. Ke dua kelompok ini diasumsikan sama dalam semua segi yang relevan dan hanya berbeda dalam pemberian perlakuan. Jenis data yang diperlukan adalah data tentang hasil belajar, yang diambil dengan teknik test perbuatan. Pengembangan tes berpedoman pada kisi-kisi pokok bahasan matakuliah praktik. Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik uji t test. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang diajar yang diajar dengan metode pembelajaran praktik laboratory training berbasis web virtual dan kelompok mahasiswa yang diajar yang diajar dengan metode pembelajaran praktik laboratory training tanpa berbasis web virtual. Hal ini berarti metode pembelajaran praktik laboratory training berbasis web virtual lebih unggul dari pada metode pembelajaran praktik laboratory training tanpa tanpa web virtualKata-kata kunci: Laboratory Training, Web Virtual, Hasil Belajar, Konstruksi KayuAbstract: The purpose of this research is to find out whether there are differences in learning outcomes between students who study with a practical learning model using a Web Virtual Laboratory-Based Laboratory Training model compared to students who study using conventional methods in the Theory and Practice of Wood Construction courses. This study uses an experimental research design. The research subjects were fourth semester students of PTB TS FT UM Study Program, who programmed the Theory and Practice of Wood Construction courses. For the experimental test, two offerings/classes were used, one class as the experimental group and the other as the control group. These two groups are assumed to be the same in all relevant aspects and differ only in the treatment given. The type of data needed is data about learning outcomes, which are taken with an action test technique. The development of the test is guided by the grid of practical subjects. To test the proposed hypothesis, the t test technique was used. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are differences in learning outcomes between groups of students who are taught by using virtual web-based practical laboratory training learning methods and groups of students who are taught by using virtual web-based practical laboratory training learning methods. This means that the virtual web-based practical laboratory training learning method is superior to the laboratory training practice learning method without a virtual web.Keywords: Laboratory Training, Virtual Web, Learning Outcomes, Wood Construction
PENYIAPAN TENAGA KERJA PROFESIONAL DIBIDANG JASA KONSTRUKSI DAN PROPERTI PADA MASA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Muhammad Aris Ichwanto; Isnandar Isnandar; Mohammad Musthofa Al Ansyorie
BANGUNAN Vol 27, No 1 (2022): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p31-38

Abstract

Abstrak:Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah resmi mulai diterapkan sejak tahun 2015. Hal ini membuat perpindahan atau pergerakan informasi, barang, pelajar, dan tenaga kerja profesional di wilayah negara-negara ASEAN semakin lebih luas. Pada hakekatnya Indonesia telah menyiapkan sistem pendidikan untuk siap dan berkompetisi dalam MEA dengan mempersiapkan SDM yang professional. Namun masih terdapat kendala yang ditemui dalam membangun SDM berbasis kompetensi untuk borkompetisi dalam MEA. Untuk mencapai Mutual Recognition Arrangement (MRA) dibidang jasa konstruksi diperlukan sinergi stakeholder baik dari pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan asosiasi untuk melatih dan mempersiapkan setiap individu menjadi tenaga profesional yang dapat bersaing di era MEA.Kata-kata kunci: MEA, Mutual Recognition Arrangement, Sinergi KelembagaanAbstract: The ASEAN Economic Community (AEC) has been officially implemented since 2015. This has made the movement of information, goods, students, and professional workers in the ASEAN countries increasingly wider. In essence, Indonesia has prepared an education system to be ready and compete in the MEA by preparing professional human resources. However, there are still obstacles encountered in building competency-based human resources for competition in the MEA. To achieve a Mutual Recognition Arrangement (MRA) in the field of construction services, a synergy of stakeholders from the government, industry, education, and associations is needed to train and prepare each individual to become a professional who can compete in the MEA era.Keywords: MEA, Mutual Recognition Arrangement, Institutional Synergy
PENINGKATAN PEMAHAMAN SOAL HOTS SESUDAH MENEMPUH DAN SESUDAH PRAKTIK MATA KULIAH PEDAGOGIK MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Makhfudzi, Dicky Lutfi; Sutrisno, Sutrisno; Isnandar, Isnandar
BANGUNAN Vol 29, No 1 (2024): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i12024p%p

Abstract

Abstrak:Keberadaan soal HOTS sangat penting sebagai salah satu alat mencapai tujuan pendidikan nasional. Namun demikian sebagian guru masih ada kendala dalam membuat soal HOTS. Mahasiswa calon guru secara bertahap disiapkan untuk mampu membuat soal HOTS yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan peningkatan pemahaman soal HOTS mahasiswa sebelum, sesudah menempuh mata kuliah pedagogic, dan sesudah praktik lapangan mata kuliah pedagogik. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan oneway anova danuji scheffe dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman soal HOTS mahasiswa sebelum menempuh mata kuliah pedagogik sebesar 27,52 berada pada kategori kurang, sesudah menempuh mata kuliah pedagogik pemahaman mahasiswa sebesar 32,78 berada pada kategori cukup, dan sesudah menempuh praktik lapangan mata kuliah pedagogik pemahaman mahasiswa sebesar 49,52 pada kriteria baik. Terjadi peningkatan pemahaman soal HOTS mahasiswa secara signifikan setelah melaksanakan praktik lapangan mata kuliah pedagogic. Keikutsertaan kuliah teori pedagogic saja belum mampu meningkatkan pemahaman soal HOTS mahasiswa secara signifikan. Kata-kata kunci: pemahaman, soal hots, pedagogic. Abstract: The existence of HOTS questions is very important as one of the tools to achieve national education goals. However, some teachers still have obstacles in making HOTS questions. Teacher candidates are gradually prepared to be able to make good HOTS questions. This study aims to determine the stages and increase students’ understanding of HOTS before, after taking pedagogic courses, and after field practice of pedagogic courses. The analysis technique in this study is comparative descriptive with oneway anova and scheffe test with a significance level of 0.05. The results of thestudy showed that the understanding of HOTS problems of students before taking the pedagogic course was 27.52 in the poor category, after taking the pedagogic course the student understanding of 32.78 was in the sufficient category, and after taking the field practice of the pedagogical course the student understanding was 49.52 in the good criterion. There was a significant increase in students’ understanding of HOTS after carrying out field practice of pedagogic courses. Participation in pedagogic theory lectures alone has not been able to significantly improve students’ understanding of HOTS. Keywords: understanding, hots, pedagogic
Co-Authors Abdullah Oes Ahmad Dardiri Akhsan, Rivaldi Rizalul Alwin Kasim Anang Ansyori Andri Setiyawan B. Sri Umniati Budi Usodo Dian Ariestadi Didik Nurhadi Diny Almira Diny Almira, Diny Dohude, Gostry Aldica Dzul Fikri Muhammad Eko Suwarno Febrianto, Rahmat Fuad Firdaus, Iyaka Awala Hadi Wasito Handari, Wahyu Dwi Haq, Salsabila Thifal Nabil Hendranawan, Rian Syahmulloh Hendro Sudjono Yuwono Henny Pratiwi, Henny Heri Pramana Hilaliyah, Putri Nur'aini Ichwanto, M. Aris Ichwanto, Muhammad Aris Ichwanto Imam Alfianto Indra Basar Indra Basar Siregar Indra Febrianto Kasman Manullang Kassymovab, Gulzhaina K Kurniawan, Ary Setya Laksono Trisnantoro Lucky Riawan Made M. Ardhana Made Wena Makhfudzi, Dicky Lutfi Martin, Denny MAULA, PUTRINDA INAYATUL Melenia, Prilisa Mohammad Musthofa Al Ansyorie Muhammad Aris Ichwanto Muliadi Mutia Firenza Nada, Yusrina Qotrun Novianti Novianti Nur Asmi Rahmawati Olivia Avriyanti Hanafiah Prasetya, Luhur Adi Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Rahmi Syaflida Dalimunte Ramadani, Sheila Ramayani, Al Shella Ria Febrianti Riana Nurmalasari Rina Rifqie Mariana Riza, Ahyar Rofiudin, Amir S. Chuzaemi Salsabila Sepriyani, Risa Sholikah, Inka Pratiwi Siregar, Indra Basar Stanlee, Elwin Sudirman, Zainal Suhendri Suhendri Sulistyoningsih, Ida Ayu Suryani, Leny Suryawati , Ririk Susilo, Ferry Cahyo Sutrisno, Sutrisno Syaad Patmanthara Syaflida, Rahmi Tanzia, Allisha Tri Kuncoro Viola Malta Ramadhani Wayan, Dodik Wibowo, Ary Agung Widiastuti, Fanny Iga Widiyanti Widiyanti, Widiyanti Wijaya, Robby Wiwik Wahyuni Yuniardi, Gigih Dwi Zaki, Ahmad Fuad Zulfikar, Nizam Muchammad