Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Fungsi Manajemen Di Bagian Penyimpanan Berkas (Filing) Unit Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2024 Nurwidad, Nurwidad; Abidin, dr. Aldiga Rienarti; Jepisah, Doni; Kholili, Ulil; Astika, Fitriani
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol4.Iss1.1430

Abstract

Penyimpanan berkas rekam medis harus sesuai fungsi manajemen rekam medis seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), serta pengawasan (controlling), maka kegiatan pelayanan terutamanya rekam medis dapat berjalan secara terencana, sistematis, berkesinambungan dan mencapai tujuan yang telah diciptakan. Berdasarka observasi ditemukannya fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang belum terjalankan dengan baik dikarenakan adanya kendala dalam fungsi manajemen tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelenggaraan fungsi manajemen di bagian penyimpanan berkas (filing) unit rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jumlah informan 3 orang. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Bagian Filing pada bulan Juni�Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, observasi, dokumentasi, alat rekam. Pengolahan data menggunakan triangulasi data, sumber dan metode. Analisis data yang digunakan adalah deskriftif. Fungsi manajemen untuk perencanaan (planning) sudah ada tetapi tidak semuanya didapatkan dan juga ada yang harus dihilangkan atau dihapuskan dalam perencanaan tersebut agar anggaran tercukupi untuk dibagian filing rekam medis. Untuk pengorganisasian (organizing) bagian filing memiliki 3 orang petugas dengan 1 orang adalah petugas pembantu. Untuk pelaksanaan (actuating) bagian filing masih memiliki kendala, salah satunya seperti tidak memiliki tangga untuk mengambil berkas yang berada di rak tinggi. Untuk pengawasan (controlling) bagian filing dilakuakn oleh kepala ruangan rekam medis dan penanggung jawab dengan waktu yang tidak menentu. Pada perencanaan (planning) masih ada perencanan yang belum terealisasikan. Pengorganisasian (organizing) masih memerlukan petugas untuk bagian filing. Pelaksanaan (aktuasi) ada kendala mengenai berkas rekam medis yang lama balik ke rungan, tidak adanya tangga sehingga memperlambat pengambilan berkas di rak paling atas. Pengawasan (controlling) tidak memiliki waktu yang pasti dalam melakukan pengawasan. Untuk perencanaan perlu merencanakan anggaran untuk memenuhi kebutuhan ruang filing. Organisasi perlu penambahan petugas filing. Pelaksanaan perlu memperhatikan berkas yang lama kembali ke ruang filing. Dan pengawasan perlunya dibuatkan jadwal pengawasan.
YOLOv12 Model Optimization for Monitoring Occupational Health and Safety in Hospital Archive Rooms Jepisah, Doni; Octaria, Haryani; Muhamadiah, Muhamadiah; Irawan, Yuda
Journal of Applied Data Sciences Vol 6, No 4: December 2025
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v6i4.936

Abstract

The application of artificial intelligence technology in occupational safety monitoring systems within healthcare facilities has become an urgent necessity, particularly to support compliance with Occupational Safety and Health (OSH) standards in hospitals. This study aims to develop an automated detection model based on YOLOv12 to identify visual OSH elements in hospital archive rooms, such as APAR, evacuation signs, windows, and Personal Protective Equipment (PPE) including masks, gloves, and shoes. The initial dataset consisted of 2,866 documented images, which were expanded through augmentation to 6,886 images to increase data diversity and prevent overfitting. The YOLOv12 model was trained over 100 epochs using SGD as the optimization technique. The dataset was divided into three subsets training, validation, and testing in a proportional manner. Model evaluation employed metrics such as precision, recall, mAP@0.5, and mAP@0.5–0.95, supported by visualizations including the confusion matrix, F1-confidence curve, and precision-recall curve. One of the key advantages of YOLOv12 lies in its architectural efficiency and enhanced generalization capability, enabled by the integration of R-ELAN, Area Attention Mechanism, and FlashAttention. These components allow for broader receptive field processing with reduced computational complexity. Furthermore, the removal of positional encoding and adjustment of the MLP ratio make the model lighter and faster without compromising accuracy. Compared to previous versions (YOLOv8–YOLOv11), YOLOv12 demonstrates more stable and accurate performance in detecting complex OSH objects in indoor environments. The system was also implemented in a real-time user interface using Streamlit, automatically displaying personnel PPE completeness and room safety compliance status. In conclusion, the optimized YOLOv12 model has proven effective for real-time visual detection in OSH contexts. Future studies are recommended to incorporate data balancing approaches, spatial segmentation, and IoT sensor integration to expand the system’s coverage and resilience across diverse workplace conditions.
HUBUNGAN LAMA WAKTU TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI POLI TB- DOTS RSUD ROKAN HULU TAHUN 2023 Astika, Rini; Jepisah, Doni; Asmarwiati, Septien
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27864

Abstract

Pasien rawat jalan sering mengeluhkan waktu tunggu di RSUD Rokan Hulu, khususnya di Poli TB-DOTS yang mencapai 1 jam 29 menit 45 detik. Keluhan tinggi terkait waktu tunggu berpotensi memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan  lama waktu tunggu dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di Poli TB- DOTS RSUD Rokan Hulu Tahun 2023. Keluhan yang tinggi terhadap waktu tunggu berdampak pada kepuasan pasien. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.  Variabel independen lama waktu tunggu pelayanan, variabel dependen kepuasan pasien. Populasi sebanyak 176 pasien dengan sampel 64 responden.Teknik sampling Purposive Sampling, data penelitian menggunakan data primer, alat pengumpulan data berupa kuisioner survei kepuasan masyarakat dari Permenpan No. 14 Tahun 2017. Analis data yang digunakan univariat dan bivarat dengan uji chi-Square., Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan lama waktu tunggu dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di Poli TB- DOTS (P-value 0,006). Manajemen dapat melakukan perencanaan yang lebih efektif terkait penempatan SDM, terutama Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Poli TB-DOTS dan poli Paru. Petugas perlu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam mengikuti SOP yang telah ditetapkan untuk mengurangi waktu tunggu pasien.
Analisis Pelaksanaan Vaksinasi COVID -19 Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir Ester Napitupulu, Ervinna; Rany, Novita; Jepisah, Doni; Hanafi, Ahmad; Ismainar, Hetty
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4823

Abstract

ABSTRAK: Capaian pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Kopar masih rendah yaitu 15% dari sasaran ibu hamil berjumlah 15.893 hanya 146 ibu hamil yang divaksinasi. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi mendalam tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir. Metode penelitian yang digunakan kualitatif desain penelitian studi kasus dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Jumlah informan utama 5 orang ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rantau Kopar dan informan pendukung terdiri 1 orang pengelola program vaksinasi COVID-19, 5 orang suami ibu hamil dan 4 orang bidan desa. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat kecenderungan persepsi negative, dukungan suami, sosialisasi penyuluhan vaksinasi, akses informasi yang diterima oleh ibu hamil terhadap kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil diwilayah kerja puskesmas Rantau Kopar. Dapat disimpulkan bahwa perlu adanya strategi, advokasi, pemberdayaan masyarakat dan bina suasana oleh Puskesmas Rantau Kopar. Kata Kunci : Vaksinasi COVID-19, Ibu Hamil, Rantau Kopar
ANALISIS UPAYA PELAYANAN KESEHATAN ORANG TERDUGA TUBERKULOSIS DI UPT PUSKESMAS ALAHAIR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Yeni, Yeni; Jepisah, Doni; Rukijah, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25785

Abstract

Tuberculosis masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Puskesmas Alahair Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai peran yang sangat penting dalam mensukseskan program ini, namun cakupan pelayanan kesehatan orang terduga Tuberkulosis masih rendah hanya 76% di tahun2023 dan tidak mencapai target SPM sebesar 100%. Tujuan  penelitian ini untuk menganalisis upaya pelayanan kesehatan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Alahair Kabupaten Kepulauan Meranti. Jenis penelitian adalah kualitatif  Phenomenology dengan pendekatan evaluatif. Informan berjumlah 7 orang yaitu PJ program P2P, PJ program TB, PJ program promosi kesehatan, pasien TBC 2 orang, Tokoh masyarakat 2 orang. Informan dipilih menggunakan teknik  purposive sampling. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisa data menggunakan teknik problem solving cyle meliputi analisa situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah dan menentukan alternatif masalah dengan menggunakan Fishbone analysis dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pengobatan Tuberkulosis, rendahnya partisipasi dalam skrining, dan stigma terhadap penderita Tuberkulosis. Kesimpulan Tantangan utama meeliputi reendahnya keesadaran masyarakat teerhadap upaya peenceegahan dan peengobatan Tubeerkulosis, reendahnya partisipasi dalam skrining, dan stigma teerhadap peendeerita Tubeerkulosis  
Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) untuk Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang Fitriani, Ernita; Afandi, Dedi; Herniwanti, Herniwanti; Rany, Novita; Jepisah, Doni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12278

Abstract

ABSTRAK Peningkatan mutu pelayanan seharusnya tercermin dalam setiap kegiatan dirumah sakit (RS). Untuk menjaminnya, RS wajib memiliki sistem pengawasan mutu yakni dengan penerapan standar yang terdapat pada sistem akreditasi rumah sakit untuk mencapai Indikator Nasional Mutu (INM) dari 13 Indikator Nasional Mutu yang harus dilakukan RS. Hasil survei awal yang dilakukan ada 5 indikator yang belum mencapai standar akan berdampak terhadap hasil mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan diperolehnya informasi mendalam tentang kecenderungan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian standar akreditasi rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif desain fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Komponen yang diteliti yaitu kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway). Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway) belum sesuai standar. Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) yang dilakukan melalui peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang tahun 2023 masih belum sesuai standar disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain belum ada budaya organisasi, belum ada komitmen dari petugas. Belum optimalnya penggunaan sistem aplikasi pendaftaran online, belum optimalnya penggunaan aplikasi E-RM dan dukungan dari manajemen. Disarankan agar pihak rumah sakit dalam pencapaian indikator nasional perlu menambahkan poin penilaian kepatuhan pelaksanaan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) di Lembar Penilaian Kinerja dan memberlakukan sistem reward dan punishment. Kata Kunci: Indikator Nasional Mutu (INM), Peningkatan Mutu Pelayanan,   Standar Akreditasi Rumah Sakit  ABSTRACT  Service quality enhancement should appear in hospital activities. Each hospital is required to have a quality control system, which is designed to ensure that the level of performance of a system remains stable, or in control. For example, to achieve 13 National Health Care Quality Indicators, some standards can be applied in the hospital accreditation system. However, we still found that there were 5 indicators that have not reached the standard. Thus, these could have a significant impact on service quality results. The purpose of this study is to obtain more in-depth information about the tendency of National Health Care Quality Indicators implementation in order to improve service quality on hospital accreditation achievement. Phenomenological Qualitative Method was used in this study. The data were collected through interviews, observation, and secondary data. The component of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance, were analyzed in this study. The results confirm that the five components of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance; had not met the standard yet. Implementation of the National Health Care Quality Indicators for improving service quality to achieve hospital accreditation in RSUD Bangkinang (2023) has not met the standard yet. It happened because of some factors; such as, there is no organizational culture yet, there are no commitments from employees yet, the online registration application system and the E-RM application, and management support have not run properly. Therefore, the researcher hopes that the hospital is necessary to add the assessment of compliance with the implementation of National Health Care Quality Indicators in performance appraisal form, and to design reward as well as punishment systems. Keywords: National Health Care Quality Indicators, Service quality improvement, Accreditation Standards for Hospital
FACTORS RELATED TO NURSES' PERFORMANCE IN REPORTING PATIENT SAFETY INCIDENTS AT PERMATA HATI HOSPITAL DURI IN 2025 Arba’a, Nurhamni; Lita, Lita; Kiswanto, Kiswanto; Herniwanti, Herniwanti; Jepisah, Doni
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3070

Abstract

Patient safety stands as a vital benchmark of healthcare quality, yet reporting incidents remains a challenge influenced by multiple human and organizational factors. This study explores the elements that shape nurses’ performance in reporting patient safety incidents at Permata Hati Duri Hospital in 2025. Using a quantitative analytical observational approach with a cross-sectional design, the research involved 85 inpatient nurses. Data were analyzed through univariate, bivariate (Fisher’s Exact test), and multivariate (logistic regression) techniques. Most participants were young adults aged 20–30 years (32.9%), predominantly female (91.8%), highly educated (84.7% D4/S1/Nursing), and experienced (80.0% with 6–>10 years). Findings revealed that most nurses demonstrated strong perceptions, positive attitudes, high motivation, and favorable views of leadership. Although bivariate analysis showed no significant association between independent variables and incident reporting, multivariate results indicated that work experience played the most dominant role (OR = 3.821; 95% CI = 0.010–1.025). The study concludes that enhancing reporting behavior requires consistent training, improved digital systems, and a reinforced culture of safety across all levels of hospital practice.
Evaluasi Screening Dokumen Verifikasi Internal dalam Menentukan Kodingan di Era BPJS Tri Jenny Minarsih; Doni Jepisah; Nofiyadi Nofiyadi
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 9 No 3 (2025): General Issues on Public Service
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v9i3.652

Abstract

The completeness of medical record documents is a critical factor in the internal verification of BPJS Kesehatan claims and the determination of INA-CBGs coding. Incomplete documentation may hinder the coding process, increase the number of pending claims, and delay claim submission, ultimately affecting hospital cash flow. This study aimed to analyze the level of completeness of medical record documents in the BPJS claim verification process at RS Mesra, identify key problems and contributing factors, and formulate solutions along with an improvement intervention plan. This study employed a qualitative approach with a case study design, using direct observation and document review of BPJS claims in the Casemix Unit and Medical Records Unit of RS Mesra. Problem identification was conducted using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, while root cause analysis was performed using Fishbone Analysis. A Plan of Action (PoA) was subsequently developed as a system improvement intervention. The findings revealed that the completeness of medical record documents at the internal verification stage remained low. Essential documents, including medical resumes, supporting examination results, treatment summaries, and medication usage logs, were frequently incomplete. The main issues identified included inaccurate ICD-10 diagnosis documentation, the absence of Service Level Agreements (SLA) and Standard Operating Procedures (SOP) for document screening, ineffective inter-unit coordination, and limited functionality of the Hospital Information System (SIMRS) in automatically verifying document completeness. These systemic problems directly contributed to the increasing number of pending BPJS claims. In conclusion, improving medical record completeness requires an integrated approach involving enhancement of human resource competencies, strengthening internal regulations, optimization of SIMRS, and improved inter-unit coordination to support effective BPJS claim management at RS Mesra.
Analisis Alur Pelaksanaan Retensi Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit X Pekanbaru Octaria, Haryani; Daniati , Sy.Effi; Jepisah, Doni
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i1.1503

Abstract

Pelaksanaan retensi telah berjalan di Rumah Sakit X Pekanbaru dimana masih perlu ada pembenahan terkait SOP pelaksanaanya, adapun tujuan dalam pengabdian ini mengenai kebijakan sistem retensi, pelaksanaan sistem retensi dan masalah atau hambatan retensi berkas rekam medis di rumah sakit. Pengabdian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, dengan hasil bahwa dalam retensi berkas rekam medis Rumah sakit X memiliki kebijakan pelaksanaan retensi berkas rekam medis yaitu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/Per/III/2008, Peraturan Direktur Rumah Sakit dan SOP yang berlaku di rumah sakit. Pelaksanaan retensi berkas rekam medis dengan memindahkan berkas rekam medis aktif ke inaktif walaupun terdapat hambatan yaitu kurangnya petugas untuk melakukan retensi, ataupun kurangnya rak penyimpanan berkas rekam medis. Berdasarkan hasil review artikel penelitian, pelaksanaan retensi berkas rekam medis dirumah sakit pada umumnya telah dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan setiap rumah sakit walaupun terdapat masalah atau hambatan seperti kurangnya petugas ataupun tidak adanya jadwal retensi arsip dalam SOP.
ANALYSIS OF THE LOW UTILIZATION OF MOBILE JKN ADOPTION FOR PATIENT REGISTRATION AT DUMAI GENERAL HOSPITAL IN 2025 Suci Badriyana; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Reno Renaldi; Doni Jepisah
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21777

Abstract

Digital transformation in healthcare has become a major focus of the Indonesian government through the development of the Mobile JKN application by BPJS Kesehatan. However, at Dumai General Hospital (RSUD Dumai), the utilization rate of this application remains low. This study aims to analyze the factors contributing to the low adoption of Mobile JKN in patient registration using the Innovation Resistance Theory (IRT) by Ram and Sheth (1989), which includes five dimensions: Usage Barrier, Value Barrier, Risk Barrier, Tradition Barrier, and Image Barrier. The research applied a qualitative case study approach involving key informants consisting of both users and non-users of Mobile JKN, as well as hospital registration staff. Data were collected through in-depth interviews and field observations, then analyzed thematically. The findings show that low adoption is influenced by limited digital literacy among elderly patients (Usage Barrier), perceptions that manual registration is faster (Value Barrier), concerns about data security and technical issues (Risk Barrier), strong preference for face-to-face interactions (Tradition Barrier), and the negative image of the application due to system errors and insufficient socialization (Image Barrier).
Co-Authors Abdurrachman Rafiqi Abdi Abidin, dr. Aldiga Rienarti Ade Idra Suhara Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Alni Diniati Alni Diniati, Alni Anggraini, Gussri Anggraini, Lola Anusirwan Arba’a, Nurhamni Arnawilis Asmarwiati, Septien Astika, Fitriani Astika, Rini Azlina, Azlina Budi Hartono Budi Hartono Damayanti, Elok Daniati , Sy.Effi Daniati, Sy. Effi Dedi Afandi Dekrial Dekrial Dessica Noviasari Dewi Sanita Ennimay Ester Napitupulu, Ervinna Fetty Try Rahmadani Fitriani Astika Fitriani, Ernita Gussri Anggraini H. Ahmad Hanafi, SKM, M.Kes Haili Harnani, Yaessi Haryani Octaria Hashifah Faizah Henny Maria Herman M. Purwonegoro Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Huda Nuri Suraya, Huda Nuri Imam Slamet Prasetio Irwan Muryanto Jeanny Susana Margaretta Julia Citra Sari Kamali Zaman Karnila Ardiyanti Kholida Hosni Kholili, Ulil Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Leonita, Emy Lita Lita, Lita Mahmudah Mailisa Dwi Cahayati Maimun, Nur Marlina, Hastuti Megasari, Miratu Misnaimah, Misnaimah Muhamadiah, Muhamadiah Nadia Rista Nofiyadi Nofiyadi Nopriadi Nopriadi Novita Rany nur helmi Nurafni Marissa Nurmala Sari Jambago Nurwidad, Nurwidad Octaria, Haryani Octaria, Haryani Octaria, Haryani Ovi Novianto Siska Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Yahya Rahayu, Endang Purnawati Rani, Novita Renaldi, Reno Riauni Syaputri Ricardo Ricardo Riri Maharani Rizer Fahlevi Roslia Asrin Rukijah, Siti Septemdelti, Mona Shanti Veroniga Handayani Siti Hasanah Suci Badriyana Sy Effi Daniati Syamnur, Rizka Amelia Syarafina, Intan Tia Harjianti Tri Jenny Minarsih Tri Purnama Sari Tri Purnama Sari Tuty Syafni Ulil Kholili Via Trisna, Wen Wen Via Trisna Wulandari I, Prima Yang Ma Aisyah Yang Ma Aisyah Yeni Yeni Yessi Harnani Yuda Irawan Yulia Mandayanti Sijabat Yunita, Jasrida Yusneli, Yusneli Zaman, M. Kamali Zapri Salis Zulhenry