Claim Missing Document
Check
Articles

KESIAPAN SMK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAL LINGKUNGAN HIDUP Amat Jaedun
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.1 (1998) EDISI KHUSUS DIES NATALIS
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9127.7 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i1.7240

Abstract

Abstrak Implementasi muatan PKLH ke dalam kurikulum SMK(STM dan SMT Pertanian) merupakan program yang tengah digalakkan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Depdikbud. Dalam rangka pelaksanaan implementasi program tersebut telah dilakukan pelatihan bagi para widyaiswara dari VEDC Malang, TEDC Bandung, P3G Medan, P3G Pertanian Cianjur dan sejumlah guru SMK yang telah menghabiskan dana cukup besar. Namun demikian, karena merupakan program baru maka pelaksanaan implementasi program di lapangan di duga akan menghadapi berbagai kendala. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai berbagai kendala yang dialami STM Negeri dan SMT Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengimplementasikan muatan PKLH ke dalam kurikulum sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kendala dalam pelaksanaan implementasi muatan PKLH ke dalam kurikulum SMK yang berkaitan dengan kondisi sumber daya manusia terutama disebabkan : (1) sebagian besar personil belum pernah mengikuti penataran; dan (2) sebagian personil yang telah mengikuti penataran dalam program umum memperoleh materi yang kurang relevan untuk mendukung implementasi program tersebut.Adapun kendala yang berkaitan dengan perangkat lunak terutama menyangkut: (1) materi PKLH yang dimiliki personil sangat terbatas; dan (2) belum adanya keterlibatan narasumber yang berasal dari  luar sekolah(akademi maupun praktisi).
PEMBELAJARAN SOFT SKILLS TERINTEGRASI BAGI PENUMBUHAN KARAKTER PEKERJA PROFESIONAL BIDANG BOGA Siti Hamidah; Fitri Rahmawati; Amat Jaedun
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v43i2.2266

Abstract

Tujuan  penelitian  ini adalah untuk mendeskrpsikan peningkatan pembelajaran soft skills terintegrasi bagi penumbuhan karakter pekerja profesional pada mata kuliah pengembangan produk patiseri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dengan melibatkan dua dosen kolaborator. Proses penelitian dilakukan melalui dua siklus. Desain penelitian tindakan kelas menggunakan tahapan perencanaan, tindakan, pemantauan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Boga peserta mata kuliah pengembangan produk patiseri yang berjumlah 37 mahasiswa. Metode pengumpulan data kualitatif dengan observasi, sedangkan metode kuantitatif dengan evaluasi diri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan ekspresi diri. Analisis data  menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran soft skills berbasis karakter secara efektif dapat meningkatkan penguasaan soft skills bidang produksi dan manajerial serta nilai-nilai karakter kebogaan. Rerata perubahan bergerak antara 0,1 sampai dengan 0,4. Perilaku soft skills yang belum berubah adalah strategi berpikir dan usaha keras untuk mencapai sukses pada bidang kerja produktif
Model asesmen autentik untuk menilai hasil belajar siswa sekolah menengah pertama (SMP): implementasi asesmen autentik di SMP Badrun Kartowagiran; Amat Jaedun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i2.10063

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi guru yang melaksanakan penilaian dan mendeskripsikan kualitas pelaksanaan asesmen autentik di SMP yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian tahun pertama ini termasuk penelitian survei dengan rancangan crossectional survey. Penelitian dilaksanakan di 15 SMP  yang ada di DIY. Semua instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, yakni: daftar dokumen, panduan wawancara, lembar observasi, lembar telaah, dan kuesioner termasuk katagori valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi guru yang melaksanakan asesmen autentik masih memerlukan perbaikan dan kualitas pelaksanaan penilaian autentik di SMP yang berada di DIY belum baik. Hal ini ditengarai dengan belum baiknya rancangan penilaian yang tertulis pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), baru sebagian kecil guru yang melakukan penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran, baru sebagian kecil guru yang disiplin melakukan penilaian, dan masih sedikit guru yang mempersiapkan perangkat penilaian. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru merasa bahwa waktu pelatihan kurang sehingga mereka kurang paham terhadap materi yang dilatihkan, utamanya tentang materi penilaian.Kata kunci: Implementasi, penilaian autentik, SMP AUTHENTIC ASSESSMENT MODEL TO ASSESS THE JUNIOR HIGH SCHOOL (JHS) STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES: THE IMPLEMENTATION OF AUTHENTIC ASSESSMENT IN JHSAbstractThe aim of this research is to describe the teachers’condition and the quality of implementation of authentic assessment in JHSes located in Yogyakarta Special Region or Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). This first-year research was considered as a survey research with crossectional survey design. The research was conducted in 15 JHSes in DIY. Those instruments that have been used in this research are: the list of documents, interview guide, observation sheet, inspection sheet, and questionaire are valid and reliabel. The result of this research shows that the implementation of authentic assessment in JHSes located in DIY is not good enough. It is indicated by the less good assessment design written in the lesson plan or Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), which reveals that there is only few of teachers who conduct attitude competence assessment in the learning process, who are disciplined in conducting assessment, and who prepare assessment sets. It is because most teachers feel that the time given for training is insufficient so that the materials trained are less understandable, especially the materials about assessment.Keywords: implementation, authentic assessment, JHS
An evaluation of the implementation of Curriculum 2013 at the building construction department of vocational high schoos in Yogyakarta Amat Jaedun; V. Lilik Haryanto; Nuryadin Eko Rahardjo
JOURNAL OF EDUCATION Vol 7, No 1: November 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.95 KB)

Abstract

This research aims to determine the readiness of the teachers of the building construction department of  vocational high schools (SMK) in Yogyakarta in designing and implementing the teaching and assessment processes of Curriculum 2013 implementation.The population was the teachers of building construction departments of the SMK’s in Yogyakarta, which had been selected  as the pilots of Curriculum 2013 implementation in the academic year 2013/2014, namely: SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, SMKN 2 Depok, SMKN 1 Seyegan, SMKN 2 Pengasih, and SMKN 2 Wonosari. A sample of 13 teachers was established using  the quota sampling technique (three teachers for each package of specialization). The data were collected using a questionnaire and through documentation. The data were analyzed using the descriptive statistical,  quantitative and  qualitative descriptive analyses. The results of this research are as follows. (1) The teachers’ readiness in lesson planning to implement Curriculum 2013 measured from the availability of the learning tools, and the teachers’ ability to plan the learning processes, is in the less ready category. (2) The teachers’ readiness in implementing the learning process to implement Curriculum 2013 is in the less prepared conditions. The findings show that: (a) the teachers do not understand the principles and application of the scientific learning models as an appropriate approach to Curriculum  2013 implementation; (b) though all teachers have formulated learning activities preliminarily, the core and ending of learning stages, the realization of these activities is not in accordance with the provisions, (c) the teachers do not apply the information and communication technology (ICT) in the learning activities. (3) The teachers’ readiness in the learning assessment to implement Curriculum 2013 is in less prepared conditions. This is shown by the teachers’ inadequate understanding of the principles, procedures, and techniques of the authentic assessment, and the given tasks for the students  do not portray the authentic tasks
Pencapaian Indikator IKKT pada Penyelenggaraan SMK RSBI di Daerah Istimewa Yogyakarta Amat Jaedun
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 19, No 2 (2010): (Oktober)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.469 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v19i2.7737

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) memperoleh gambaran umum mengenai penyelenggaraan pendidikan pada dan (2) mengidentifikasi kendala-kendala yang dialami SMK RSBI di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengimplementasikan program pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang dilakukan pada enam SMK Negeri RSBI. Disain evaluasi yang diacu adalah discrepancy model. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Uji validitas instrumen didasarkan pada validitas isi, yang dilakukan melalui rational judgment. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penyelenggaraan pendidikan pada SMK RSBI di DIY belum sesuai dengan standar penyelenggaraan SMK RSBI yang telah ditetapkan. Kelemahan terutama dalam pemenuhan indikator kinerja kunci tambahan (IKKT), yang meliputi semua aspek. Kendala yang dialami oleh SMK RSBI antara lain: (a) belum diperolehnya akreditasi dari sekolah mitra yang bertaraf internasional; (b) sekolah belum mampu membangun jejaring internasional; (c) SKL tambahan yang disusun belum memiliki acuan yang jelas; (d) proses pembelajaran belum sesuai dengan standar RSBI; (e) sekolah belum menerapkan model penilaian dari salah satu sekolah yang bertaraf internasional; (f) persentase pendidik yang berkualifikasi S2/S3 sangat rendah; (g) sebagian besar kepala sekolah belum berkualifikasi S2, dan kurang menguasai bahasa Inggris secara aktif; (h) belum diterapkannya TIK dalam manajemen sekolah; (i) keterbatasan sarana dan prasarana sesuai dengan standar RSBI; dan (j) ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikan yang kurang memadai serta dukungan pemerintah daerah yang lemah.
Model Pengembangan Kultur Kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan Nuryadin Eko Raharjo; V. Lilik Hariyanto; Amat Jaedun
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 22, No 2 (2014): (Oktober)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.089 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v22i2.8928

Abstract

The objectives of this study were to develop entrepreneurial culture and to acquire the entrepreneurial culture development model in Vocational High Schools. The first stage is prototype development consisting of: (1) literature review (2) prototype development (3) prototype revision using Focussed Group Discussion (FGD), (4) manual and mapping instruments development (5) validation and verification through FGD, (6) self-evaluation and planning (7) experiment. Meanwhile, the second stage was the final to examine the effectiveness of the model consisting of: (1) model socialization (2) manual and instrument models validation through FGD, (3) self-evaluation and entrepreneurial culture development planning,(4) experiment, (5) revision and the manual for implementation, (6) model dissemination. The results of this study were (1) the entrepreneurial culture could be developed through internalization of entrepreneurship values into school culture, (2) the internalization of entrepreneurial characters includes: (a) mind-set (b) heart-set (c) action-set, (3) the approaches used in the internalization were figures, culture, and structures approaches, (4) the school culture as the target of the internalization consists of three layers, namely: (a) artifacts layer (b) the values and beliefs layers, (c) the assumption layer.
Rancang Bangun dan Implementasi Web Based Learning untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Bidang Aplikasi Komputer melalui E-Learning UNY Amat Jaedun
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 2 (2007): Oktober
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.627 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i2.7631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas model pembelajaran web based learning dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah komputer; (2) mengidentifikasi kendala-kendala yang terjadi dalam implementasi pembelajaran web based learning pada mata kuliah komputer tersebut; dan (3) mencari solusi terhadap kendala-kendala tersebut. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa peserta mata kuliah komputer di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) lembar observasi; dan (2) lembar penilaian tugas. Validitas instrumen ditetapkan berkaitan dengan validitas logis, yang dilakukan melalui judgment dalam seminar. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis komparasi, dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Web based learning terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pencapaian kompetensi mahasiswa pada bidang komputer dibanding model pembelajaran konvensional; (2) penerapan model pembelajaran web based learning dapat meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran. Kendala dalam implementasi web based learning adalah: (1) Akses internet di UNY kecepatannya tidak stabil sehingga menghambat proses pembelajaran dengan menggunakan web. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemasangan local host; (2) Penggunaan internet untuk media pengumpulan tugas mempunyai kelemahan, karena dosen tidak tahu secara pasti apakah tugas dikerjakan oleh mahasiswa yang bersangkutan ataukah dibuatkan oleh orang lain. Upaya untuk mengatasinya adalah dosen harus cermat dalam menilai hasil tugas-tugas mahasiswa, dan perlu dilakukan cross check secara langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan; dan (3) Mahasiswa perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk sewa internet guna mengakses e-learning UNY.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM S1 PGSD DI UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UT DIY Sri Lastuti; Amat Jaedun
Jurnal Kependidikan Vol. 44, No.1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v44i1.2190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan program S1 PGSD di UPBJJ UT DIY berdasarkan terpenuhi tidaknya kebutuhan guru serta input yang meliputi latar belakang pendidikan mahasiswa, kualifikasi pendidikan tutor, ketersediaan sarana dan prasarana, keterpenuhan process, pelaksanaan tutorial, penilaian tutorial, keterpenuhan product, masa studi mahasiswa, dan keterpenuhan outcome. Sampel penelitian mahasiswa yang masih aktif mengikuti tutorial sejumlah 160, 25 orang tutor, 63 kepala sekolah, dan 181 guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan guru SD di DIY belum terpenuhi. Latar belakang pendidikan mahasiswa sebagian besar berasal dari SLTA/SMA. Kualifikasi pendidikan tutor, perencanaan tutorial, dan evaluasi pelaksanaan tutorial termasuk dalam kriteria baik, sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana serta pelaksanaan tutorial  termasuk dalam kriteria cukup (belum memadai). IPK dan masa studi mahasiswa dalam kriteria memuaskan dan pendek. Persepsi kepala sekolah terhadap kinerja guru sebelum dan setelah lulus dari S1 PGSD UT DIY secara umum mengalami peningkatan
THE RELEVANCE OF CIVIL ENGINEERING GRADUATE’S COMPETENCES TO WORK IN CONSTRUCTION INDUSTRY Metha Wijayanti; Amat Jaedun
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.861 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.18115

Abstract

This study was aimed at analyzing the competencies that are provided and the relevance of graduate competence of vocational schools to work in the construction industry. The evaluation study used was a discrepancy model by identifying gaps between the needs of construction industry competencies and the competencies of Building Engineering graduates. The objects of the study were company owners, heads of the Human Resources Department, and head of the Building Engineering Expertise Program. The data were retrieved using a questionnaire with 60 open statements. The instruments were prepared based on the Director General of Secondary Education Decree Number 7013/D/KP/2013 which is adjusted to the theory of competence and competency of the pre-survey results. The data then were analyzed using quantitative descriptive analysis technique. The results of the study showed that industry requires seven attitude competencies, seven knowledge competencies, and six skills competencies. Industrial competency requirements that are relevant to the competencies supplied by Vocational Schools are six attitude competencies, five knowledge competencies, and one skill competency with a level of relevance in the high category which shows that vocational school graduates are competent to work in the construction industry.RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SMK TEKNIK BANGUNAN UNTUK BEKERJA DI INDUSTRI KONSTRUKSIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi yang dibekalkan dan tingkat relevansi kompetensi lulusan Sekolah Memengah Kejuruan (SMK) Teknik Bangunan untuk bekerja di industri jasa konstruksi. Penelitian evaluasi menggunakan model diskrepansi dengan mengidentifikasikan kesenjangan antara kebutuhan kompetensi industri konstruksi dan kompetensi lulusan Teknik Bangunan. Objek penelitian adalah pemilik perusahaan, kepala Human Resources Departement (HRD), dan kepala Program Keahlian Teknik Bangunan. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan 60 pernyataan terbuka. Instrumen disusun berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013 yang disesuaikan dengan teori kompetensi dan kompetensi hasil prasurvei. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi yang sangat dibutuhkan industri adalah tujuh kompetensi sikap, tujuh kompetensi pengetahuan, dan enam kompetensi keterampilan. Kebutuhan kompetensi industri yang relevan dengan kompetensi yang dibekalkan SMK adalah enam kompetensi sikap, lima kompetensi pengetahuan, dan satu kompetensi keterampilan dengan tingkat relevansi dalam kategori tinggi yang menunjukkan bahwa lulusan SMK kompeten untuk bekerja di industri konstruksi.
Developing the teacher's social competency assessment instrument in the fourth industrial revolution era Rusijono Rusijono; Amat Jaedun; Badrun Kartowagiran; Ahman Ahman; Lukman A. R. Laliyo; Socheath Mam
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i2.29482

Abstract

The purpose of the study was to develop instruments for measuring teacher candidates' social competence in the Fourth Industrial Revolution (the fourth I.R.) era. The instrument was developed by referring to Indonesian Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers and the Regulation of the Minister of National Education Number 16 of 2007 to strengthen some special competence of teacher candidates in the fourth IR era. Limited instrument testing was carried out to 107 test subjects for the 6th-semester undergraduate education program at Yogyakarta State University, consisting of three study programs: Mathematics Education, Indonesian Language Education, and English Language Education study programs. The results of the content validity analysis of 30 instrument items obtained the Aiken V index between 0.61 - 0.93, with 29 items valid, and one invalid item. The construct validity analysis with EFA showed 25 valid items and five invalid items, with a KMO value of 0.504. The significance of Bartlett's test was p = 0.000. Meanwhile, the construct validity analysis with CFA showed the model fit, with a Chi-Square value = 290.35 (p 0.05). The reliability results show that the Cronbach’s Alpha coefficient is 0.40 (moderate category). This shows that the social competency assessment instruments for teacher candidates in the fourth IR era developed are feasible to use, with several improvements.
Co-Authors Abdul Manaf Abdul Rahim Abdul Rahim Adilla Desy Rizbudiani Agum Anugrah Ugama Hendra Ahman Ahman Arief Nurrahman Arum Dwi Hastutiningsih Ayuni, Rizki Tika Badrun Kartowagiran Badrun Kartowagiran Bahri, Nur Ayuni Shamsul Chandra Lesmana, Chandra Edi Istiyono Edy Supriyadi Elviana Elviana, Elviana Faqih Ma'arif Fitrah Asma Darmawan Fitri Rahmawati Galeh Nur Indriatno Putra Pratama Harun Harun Heri Retnawati Herminanto Sofyan, Herminanto Ikhwanuddin Ikhwanuddin Irma Nur Af'idah Kusuma, Rosanti Kusuma, Wahyu Mustafa Lukman A. R. Laliyo M Mulyadin Masek, Alias bin Mentari, Rafinda Putri Metha Wijayanti Minghat, Asnul Dahar Muhammad Nurtanto Mulyadin, M Mulyadin, Mulyadin Mutohhari, Farid NUR KHOLIFAH Nurrahman, Arief Nuryadin Eko Rahardjo Nuryadin Eko Rahardjo Nuryadin Eko Raharjo Omar, Muhd Khaizer Prayitno, Sutarto Hadi Pulungan, Delyanti Azzumarito Puspa Widyastuti Rafi Nurul A'la Rafinda Putri Mentari raharjo, nuryadin Rahman, M Saufi Ramadhani, Atika Miftah Rina Safitri Rina Safitri Rio Kurniawan Rizbudiani, Adilla Desy Rusijono Rusijono Satunggalno Satunggalno, Satunggalno Siddiq, Mochammad Baharudin Siti Hamidah Siti Salina Mustakim Socheath Mam Sri Lastuti Sudaryanti Sudaryanti Sukamto Sukamto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutiman Sutiman Sutiman Sutiman, Sutiman Suyanto Suyanto Suyitno Suyitno Syukrul Hamdi Tri Sunarmi, Tri V. Lilik Hariyanto V. Lilik Haryanto Widihastuti Widyastuti, Puspa Wisnu Rachmad Prihadi Wulaningrum, Tyas Zafrullah, Zafrullah