Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 PENEBEL Suarna, I Wayan
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 20 No 1 (2022): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.478 KB) | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v20i1.405

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Kelas XI IPS3 Semester I SMA Negeri 1 Penebel Tahun Pelajaran 2019/2020. Pada kegiatan siklus awal (Pra Siklus) capaian prestasi belajar siswa masih rendah, baik dari segi nilai rerata maupun ketuntasan belajarnya. Capaian nilai rerata adalah 59 dan ketuntasan belajar adalah 42 %. Karena itu, pelu dilakukan tindakan dalam pembelajaran selanjutnya. Rumusan masalahnya adalah apakah penerapan model kooperatif learning pada mata pelajaran ekonomi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 Semester I SMA Negeri 1 Penebel tahun pelajaran 2019/2020 ?. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah penerapan model Kooperatif Learning Tipe Jigsaw pada pembelajaran mata pelajaran ekonomi di kelas XI IPS 3 Semester I Tahun pelajaran 2019/2020. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan penelitian : 1) nilai rerata minimal adalah70, 2) ketuntasan belajar klasikal minimal 85 %, dan 3) Terjadi peningkatan capaian nilai rerata dan ketuntasan belajar. Capaian hasil prestasi belajar siswa dalam penelitian ini, adalah Siklus I nilai rerata 70, persentase ketuntasan belajarnya adalah 62 %, dan pada siklus II, capaian nilai reratanya menjadi 78, dan persentase ketuntasan belajarnya 81 %. Kesimpulan yang diperoleh adalah penerapan model kooperatif learning tipe jigsaw pada mata pelajaran ekonomi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 semester I SMA Negeri 1 Penebel tahun pelajaran 2019/2020
Studi Kualitas Air, Status Mutu Air dan Beban Pencemaran Sungai Badung Bernard A.R Mendes; I Wayan Suarna; I Made Sara Wijana
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v3i2.529

Abstract

This study aims to analyze the water quality of the Badung River based on Class II River water quality standards according to Government Regulation No. 22 of 2021, determine the water quality status, and calculate the potential pollution load of the Badung River. Water quality measurements were conducted at five sampling points. The parameters measured and observed include Temperature, Total Suspended Solids (TSS), pH, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), Sulfate (SO42), Nitrate (NO3), Total Phosphate (P), Oil & Grease, Total Detergent, and Total Coliform. Samples were analyzed in the laboratory for physical, chemical, and microbiological parameters. The water quality status of the Badung River was determined using the pollution index method, and the potential pollution load was calculated using the wastewater emission coefficient approach. The results showed that the water quality and status of the Badung River are classified as lightly polluted, with an average pollution index value of 3.65. The potential pollution load entering the Badung River in the domestic sector is 0.78 tons/day for BOD, 1.07 tons/day for COD, and 0.74 tons/day for TSS. Factors contributing to the lightly polluted water quality status include population density, poorly managed domestic activities (household waste), which contribute to high pollution parameter values such as BOD, COD, and TSS, and a lack of waste management infrastructure
Bali dalam Tarikan Pembangunan Berkelanjutan Suarna, I Wayan
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 3 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i3.31

Abstract

With the enactment of a global agenda known as the Sustainable Development Goals (SDGs), all local governments must mainstream the environment in various government programs and policies. The mainstreaming is carried out because of the increase in anthropogenic activities which are predicted to have an impact on the existence of development and the environment. The Province of Bali has a variety of traditional wisdom that has significantly contributed greatly to environmental services and the provision of environmental services. However, increasing population growth has the potential to reduce environmental quality because of the excessive exploitation of natural resources without taking into account the sustainability of Bali's natural resource functions that have limitations. Related to this, the sensitivity and alignments of the environment that were patterned in the SDGs from various stakeholders need to be improved in an effort to build togetherness to conduct environmental management holistically.
Suplementasi Tepung Jagung Dalam Ransum Meningkatkan Kualitas Daging Sapi Bali Suryani, Ni Nyoman; Suarna, I Wayan; Mahardika, I Gede; Sarini, Ni Putu
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.114

Abstract

Tujuan: Studi ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan produktivitas sapi bali sehingga mampu menghasilkan daging dengan kualitas yang baik. Metode penelitian: Percobaan menggunakan perlakuan yang terdiri atas: Perlakuan A: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan; Perlakuan B: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + 1,5% konsentrat dari berat badan dan 1 kg tepung jagung; Perlakuan C: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan dan 1,5 kg tepung jagung; dan Perlakuan D: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan dan 2 kg tepung jagung. Pakan konsentrat diberikan dua kali pada pagi dan sore hari, sedangkan pakan hijauan diberikan dalam keadaan segar setelah diberikan pakan konsentrat. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas hasil penelitian ini cukup tinggi yakni mencapai 55%, susut masak daging sapi berkisar antara 33,27 – 35,49. Ada kecenderungan meningkatnya daya ikat air dan menurunnya susut masak. Warna, keempukan, dan citarasa daging sapi bali hasil penelitian ini lebih disukai dibandingkan daging sapi import maupun sapi lokal yang dibeli di pasaran. Implikasi: Sapi bali adalah salah satu komuditas unggulan Provinsi Bali. Kualitas daging sapi bali sampai saat ini masih memerlukan upaya peningkatan. Kualitas daging sapi bali yang dipelihara dengan manajemen yang baik, secara fisik dan hedonik tidak berbeda dengan daging sapi import.
Pengaruh Dosis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Akar Bambu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha pada Jenis Tanah Berbeda Trysia Achriyuni; I Wayan Suarna; M. Anuraga Putra Duarsa
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of plant growth promoting rhizobacteria technology is an approach to increasing the productivity of feed crops that has a bias towards environmental improvement by reducing the use of anorganic fertilizers. The study aimed to determine the effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dose of bamboo root on the growth and yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha on different soils. The research was conducted at Sesetan Research Station, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, Jalan Raya Sesetan, Denpasar. The study lasted for two months, using a completely randomized design with split plot pattern consisting of 3 types of soil (mediteran, latosol, and regosol) as the main plot and 3 levels of PGPR dosage (0, 10 and 20 ml/liter of water) as subplots. The variables observed were growth, yield, and growth characteristics. The results showed that the PGPR dose of 10 ml/liter of water tended to provide higher growth and forage yield of Asystasia gangetica. Growth and yield as well as plant growth characteristics, showed better performance in regosol soil compared to mediteran and latosol soil. This study concludes that the addition of PGPR doses to Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha plants can increase plant production in less fertile soils and extend the vegetative period of these plants so that it is good to be used as a biological agent in improving plant growth. ABSTRAK Implementasi teknologi plant growth promoting rhizobacteria merupakan pendekatan peningkatan produktivitas tanaman pakan yang memiliki keberpihakan terhadap perbaikan lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) akar bambu terhadap pertumbuhan dan hasil Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha pada tanah berbeda. Penelitian dilakukan di Stasiun Penelitian Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Penelitian berlangsung selama dua bulan, menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola split plot yang terdiri atas 3 jenis tanah (mediteran, latosol dan regosol) sebagai petak utama dan 3 level dosis PGPR (0, 10 dan 20 ml/liter air) sebagai anak petak. Variabel yang diamati adalah variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis PGPR 10 ml/liter air cenderung memberikan  pertumbuhan dan hasil hijauan tanaman Asystasia gangetica yang lebih tinggi. Pertumbuhan dan hasil serta karakteristik tumbuh tanaman menunjukkan performans yang lebih baik pada tanah regosol dibandingkan dengan tanah mediteran dan latosol. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan dosis PGPR pada tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha mampu meningkatkan produksi tanaman di tanah yang kurang subur dan memperpanjang masa vegetatif tanaman tersebut sehingga baik dimanfaatkan sebagai agen hayati dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman.
Potensi Kombinasi Azolla pinnata dengan Ipomoea batatas L. sebagai Konsentrat Hijau Ditinjau dari Sifat Fisik dan Kecernaan Bahan Kering Serta Bahan Organik Nica Ardiansyach Lukmana; I Wayan Suarna; Sri Anggreni Lindawati
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a variety of feed resources that have the potential to be used as green concentrate components. The study aims to determine the potential combination of Azolla pinnata with Ipomoea batatas L. waste in terms of physical properties (density, absorption capacity, and solubility) as well as dry matter digestibility, and organic matter digestibility. The study was conducted at the Animal Nutrition and FeedLaboratory, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University from March to June 2024. The study used an in vitro method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments tested consisted of P1 (80% Azolla pinnata flour + 20% Ipomoea batatas L. waste flour), P2 (60% Azolla pinnata flour + 40% Ipomoea batatas L. waste flour), P3 (40% Azolla pinnata flour + 60% Ipomoea batatas L. waste flour), and P4 (20% Azolla pinnata flour + 80% Ipomoea batatas L. waste flour). The results showed that the combination of Azolla pinnata with Ipomoea batatas L. waste in treatments P1, P2, P3, and P4 had different potentials as green concentrates seen from the variables of density, absorption capacity, and dry matter digestibility, but no differences were found in the potential of the variables of solubility and digestibility of organic matter. It can be concluded that the combination of 20% Azolla pinnata flour and 80% Ipomoea batatas L. waste flour has the best potential as a green concentrate ingredient. ABSTRAK Indonesia memiliki beragam sumber daya bahan pakan yang bepotensi untuk dijadikan sebagai penyusun konsentrat hijau. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi Azolla pinnata dengan limbah Ipomoea batatas L. yang ditinjau dari sifat fisik (densitas, daya serap, dan daya larut) serta kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana mulai dari bulan Maret hingga Juni 2024. Penelitian menggunakan metode in vitro dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri dari P1 (80% tepung Azolla pinnata + 20% tepung limbah Ipomoea batatas L.), P2 (60% tepung Azolla pinnata + 40% tepung limbah Ipomoea batatas L.), P3 (40% tepung Azolla pinnata + 60% tepung limbah Ipomoea batatas L.), dan P4 (20% tepung Azolla pinnata + 80% tepung limbah Ipomoea batatas L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Azzola pinnata dengan limbah Ipomoea batatas L. pada perlakuan P1, P2, P3, serta pada P4 memiliki potensi yang berbeda sebagai konsentrat hijau dilihat dari variabel densitas, daya serap, dan kecernaan bahan kering, namun tidak ditemukan perbedaan potensi pada variabel daya larut dan kecernaan bahan organik. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi 20% tepung Azolla pinnata dan 80% tepung limbah Ipomoea batatas L. memiliki potensi terbaik sebagai bahan penyusun konsentrat hijau.
Co-Authors A. W. Puger Abd. Rahman As-syakur Abdur Rahman Ajeng Anandra Al Fattah R. F. Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Angelina Puspita Sandy Arista Pratama I W. Arnawa I W. AWANG ERRY SOFYAR IRAWAN Bernadina Paulinda Maku Bernard A.R Mendes Correia, Lígia Tomás D. Ariyati DARJO DARJO Deswanto . Dewa Arya Dwiyana Diningtyas A.S. Domingos Mesquita GEDE WIJANA I G. Lanang Oka Cakra I Gede Mahardika I Gusti Bagus Sila Dharma I Kadek Fajar Arcana I Ketut Mangku Budiasa I M. Mudita I Made Antara I Made Saka Wijaya I Made Sara Wijana I MADE SUARTAMA I MADE SUDARMA I Nyoman Dibia I NYOMAN MERIT I Nyoman Sudipa I NYOMAN SUMANTRA I Nyoman Suparta I Nyoman Wardi I P Sastra Negara I Putu Gede Didik Widiarta I PUTU PRANA WIRAATMAJA, I PUTU PRANA I W BUDIARSA SUYASA I Wayan Arthana I Wayan Diara I WAYAN GEDE WIRYANTARA I Wayan Redi Aryanta I Wayan Redi Aryanta I Wayan Rusna I Wayan Sandi Adnyana I WAYAN WINDIA I WAYAN WIRAWAN I. Putu Yudiandika I. W. Agus Eka Subrata Jaya I.G. Mahardika I.W. Diara I.W. Rusna Ida Ayu Alit Laksmiwati IDA AYU ASTARINI Ida Bagus Sudana Jose de Assis Moniz Josina Irene Brigita Hutubessy Karsun Karsun Kusnaedi I K. L. Doloksaribu Lígia Tomás Correia M. Sudiana Mahendra Made Armadi Made Arsawan Made Sudarma Made Sudarma Magna Anuraga Putra Duarsa Markarius Doni Martini Hartawan N. N. Suryani N.N. Suryani Ni Luh Gde Sumardani Ni Luh Gede Ambarawati Ni Made Witariadi Ni Nyoman Candraasih Kusumawati Ni Nyoman Suryani NI PUTU MARIANI Ni Putu Massuli Adi Ni Putu Sarini Ni Putu Sarini Ni Putu Sri Cynthia Dewi Ni Wayan Tatik Inggriati Nica Ardiansyach Lukmana Putu Dian Paramitha Dewi Shinta E. Maharani Sri Anggreni Lindawati Sri Anggreni Lindawati Sri Wahyuni S. S. Syachry Banun Syamsul Alam Paturusi T.I. Putri Tifani A. A. Trysia Achriyuni Valentina F. D. Widnyana I G.