Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBIBITAN BABI DI PETERNAKAN BAPAK I MADE SUKARATA, DESA PADANGSAMBIAN KAJA, DENPASAR Gunawa I D. P. W.; I M. Mudita; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the level of profits derived from the pig breeding business owned by Mr. I Made Sukarata with the maintenance scale of 47 mains. This activity was held in Banjar Batuparas, Padangsambian Kaja Village, West Denpasar on 18 October to 04 November 2017. Method of data retrieval conducted in this activity that is observation, practice directly in field, and interview to farmer. The variables observed in this activity are business analysis including net income, R / C ratio (Revenue Cost Ratio), breakeven price, and breakeven point of production. Poultry breeding business in the farm of Mr. I Made Sukarata with the production scale of 47 mains requires an investment cost of Rp. 168.100.000. Operasinal costs incurred within 6 months of maintenance of Rp. 163.167.926. Poultry breeding business in the father farmer I Made Sukarata with the maintenance scale of 47 mains within 6 months to earn a profit of Rp. 85.832.074 with R / C ratio 1,5. This breeding business reaches breakeven point when the price of seedlings Rp. 206,824 or produce 147 seeds per period Keyword: business analysis, pig, breeding.
Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In-Vitro dari Silase Kombinasi Batang Pisang dengan Kembang Telang (Clitoria ternatea) Dewi O.; N. N. Suryani; I M. Mudita
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banana stems have the potential as a source of feed because of its high rate of production, but it is easily spoiled due to it containing high level of water content. Because of this, it is necessary to use alternatives process such as silage. The purpose of this study is to identify the adequate level of Clitoria ternatea addition into banana stem silage that was measured through in vitro digestibility. The silage was created at the Universitas Udayana Faculty of Husbandry’s Sesetan Farm, which is at Sesetan Street, Substreet of Markisa, Denpasar, for 4 weeks. The in-vitro digestibility analysis was conducted at the Universitas Udayana Faculty of Husbandry’s Nutrition and Animal Feed Laboratory for 12 weeks. Completely Randomized Design (CRD) was used in this experiment with 4 treatments and 4 replicates. The treatment consists of A (65% banana stem + 30% pollard + 5% (mollases+EM4)), B (55% banana stem + 10% C. ternatea + 30% pollard + 5% (mollases+EM4)), C (45% banana stem + 20% C. ternatea + 30% pollard + 5% (mollases+EM4)), and D (35% banana stem + 30% C. ternatea + 30% pollard + 5% (mollases+EM4)). The variables measured were the dry matter digestibility, organic matter digestibility, nitrogen free extract/NFE, and total digestible nutrients/TDN. The results showed that the dry matter and organic matter digestibility percentage increase has a significantly (P<0.05) and treatment D shows the highest increase for dry matter and organic matter digestibility of 70.40% and 73.08%, respectively. Nitrogen free extracts and total digestible nutrients showed that no significantly (P>0.05), but quantitatively increases with treatment D having the highest rate of nitrogen free extracts and total of digestible nutrients of 38.39% and 78.58%, respectively. The concluded of this study showed that the highest rate of dry matter and organic matter digestibility increased by adding 20% of Clitoria ternatea. Keywords: Banana stem, Clitoria ternates, In-vitro Digestibility, Silage
KUALITAS ORGANOLEPTIK, PRODUK METABOLIT SERTA KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK DARI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DENGAN BERBAGAI LEVEL LIMBAH ROTI Bhuana I M. K. A.; I M. Mudita; I G. L. O. Cakra
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 1 (2021): Vol. 9 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik, produk metabolit dan kecernaan bahan kering dan bahan organik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan berbagai level limbah roti. Studi ini dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sesetan dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang dilakukan mulai bulan Juli-September 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan yaitu silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) + 0% limbah roti (P0), silase 90% rumput gajah (Pennisetum purpureum) + 10% limbah roti (P1), silase 80% rumput gajah (Pennisetum purpureum) + 20% limbah roti (P2), silase 70% rumput gajah (Pennisetum purpureum) + 30% limbah roti (P3). Masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah kualitas organoleptik meliputi warna, bau, tekstur, serta nilai pH, produksi VFA dan NH3, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan secara kuantitatif P3 menghasilkan warna, bau dan tekstur terbaik, perlakuan P3 mendapatkan nilai pH terendah (P<0,05) sebesar 4,236, produksi VFA tertinggi (P>0,05) sebesar 75,77mM, serta kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi (P<0,05) masing-masing sebesar 69,019% dan 67,352%, perlakuan P2 mendapatkan produksi NH3 tertinggi (P>0,05) sebesar 3,681 mM. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah roti mampu meningkatkan kualitas silase melalui penilaian organoleptik, kecernaan bahan kering dan bahan organik serta produksi VFA dan NH3. Kata kunci : silase rumput gajah, limbah roti, organoleptik, kecernaan, produk metabolit
POPULASI MIKROBA PADA RANSUM BERBASIS LIMBAH PERTANIAN DIFERMENTASI DENGAN INOKULAN ISOLAT BAKTERI KOLON SAPI BALI DAN SAMPAH ORGANIK Riandani N W.; I G.L.O Cakra; I M. Mudita; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui populasi mikroba dari ransum berbasis limbah pertanian yang diproduksi dengan teknologi fermentasi menggunakan kombinasi isolat unggul 1 dan/atau 2 bakteri kolon sapi bali (K1dan/atau K2) serta sampah organik (S1 dan/atau S2) telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap/RAL 12 perlakuan dan 3 ulangan yang didasarkan pada jenis ransum yang diproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri ransum yang diproduksi dengan teknologi fermentasi menggunakan inokulan yang diproduksi dengan kombinasi isolat unggul asal isi kolon sapi bali dengan sampah organik dengan kode RBS12;RBK12;RBS1K1;RBS1K2;RBS2K1; RBS2K2; RBS12K1;RBS12K2;RBS1K12; RBS2K12 dan RBS12K12 mempunyai populasi total bakteri, bakteri lignoselulolitik, dan bakteri asam yang lebih tinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan ransum yang diproduksi tanpa proses fermentasi (RB0) namun terhadap populasi total fungi, dan fungi selulolitik, fermentasi ransum menggunakan inokulan dengan isolat bakteri unggul asal kolon sapi bali dan sampah organik mempunyai populasi yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produksi ransum berbasis limbah pertanian dengan teknologi fermentasi menggunakan kombinasi isolat bakteri unggul 1 dan 2 asal limbah kolon sapi bali serta sampah organik mampu menghasilkan ransum dengan populasi total, bakteri lignoselulolitik,dan bakteri asam laktat yang lebih tinggi.
KANDUNGAN NUTRIEN RANSUM SAPI BALI BERBASIS LIMBAH PERTANIAN YANG DIFERMENTASI DENGAN INOKULAN DARI CAIRAN RUMEN DAN RAYAP (Termites sp) KRISTIANTI N.W.D.; I M. MUDITA; N. W. SITI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi fermentasi ransum dengan inokulan dari cairan rumen dan rayap (Termites sp) terhadap kandungan nutrien ransum sapi bali berbasis limbah pertanian dan untuk mengetahui formula inokulan yang mampu menghasilkan ransum dengan kandungan nutrien yang lebih baik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan,. Perlakuan terdiri atas: ransum tanpa fermentasi (RB0), ransum terfermentasi inokulan mengandung 10% cairan rumen dan 0,3% rayap (RBR1T3), ransum terfermentasi inokulan mengandung 20% cairan rumen dan 0,2% rayap (RBR2T2), ransum terfermentasi inokulan mengandung 20% cairan rumen dan 0,3% rayap (RBR2T3). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan bahan kering (BK), abu, bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan serat kasar (SK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RBR2T2 dan RBR2T3 nyata (P<0,05) memiliki kandungan bahan kering yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan RB0 tetapi berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan RBR1T3. Perlakuan RBR2T3 mempunyai kandungan serat kasar yang nyata (P<0,05) lebih rendah 32,94%, 11,68%, dan 7,94% dari perlakuan RB0, RBR1T3, dan RBR2T2. Perlakuan RBR2T3 nyata (P<0,05) memiliki kandungan protein kasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan RB0 dan RBR1T3, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan perlakuan RBR2T2. Sedangkan terhadap kadar abu dan kadar bahan organik pada ransum, semua perlakuan mempunyai nilai yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi ransum sapi bali berbasis limbah pertanian menggunakan inokulan dari cairan rumen dan rayap dapat menurunkan kandungan serat kasar serta meningkatkan kandungan protein kasar tetapi tidak mempengaruhi kandungan abu dan bahan organik serta fermentasi ransum dengan inokulan 20% cairan rumen dan 0,3% rayap (RBR2T3) mampu menghasilkan ransum dengan kandungan bahan kering dan serat kasar yang lebih rendah dan kandungan protein kasar lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lain.
KECERNAAN NUTRIEN PADA SAPI BALI YANG DIBERI RANSUM TERFERMENTASI INOKULAN BAKTERI LIGNOSELULOLITIK KOLON SAPI DAN SAMPAH ORGANIK Sobari M.; I M. Mudita; I G. L. O. Cakra
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to evaluated the effect of fed ration fermented by superior lignocellulolytic bacteria of bali cattle colon and organic waste towards the digestibility of nutrients bali cattle and to know the formula of inoculant which is able to produce ration with better nutrient content. This research uses the latin square design with four treatments and four replicates. The treatments consists of: rations fermented without superior inoculant (PSB0), fermented rations with the best bacteria culture 1, 2 of bali cattle colon and best 1, 2 of organic waste (PSB1), fermented rations with the best bacteria culture 1, 2 of bali cattle colon and best 1 of organic waste (PSB2), fermented rations with the best bacteria culture 1 of bali cattle colon and best 1, 2 of organic waste (PSB3). The observed variables were dry matter digestibility, organic matter digestibility, crude fiber digestibility, crude protein digestibility, digested dry matter amount, digested organic matter amount, digested crude fiber amount and digested amount of crude protein. The results showed that the digestibility of nutrient rations PSB1, PSB2 and PSB3 significantly (P<0.05) higher than the ration PSB0. The amount of dry matter and organic matter digested ration PSB1, PSB2 and PSB3 have different values ??not significantly (P>0.05) compared with PSB0 rations, whereas the amount of crude fiber and crude protein digested in PSB1, PSB2 and PSB3 rations has significantly (P<0.05) higher than PSB0. Based on the results of this study it can be concluded that fermentation of rations using superior inoculant from bali cattle colon and organic waste can improve the digestibility of nutrients and the amount of digested nutrients in rations and PSB1 rations shows the highest digestibility of nutrient and nutrient digested compared than other rations. Key words: Cattle Colon, Organic Waste, Inoculant, Nutrients Digestibility.
Managemen Pakan Pada Peternakan Babi Pembibitan milik Bapak I Made Sukarata di Br. Batu Paras, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar Sulastri N.N; I M. Mudita; I W. Sukanata
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigs are prolific livestock capable of producing large numbers of piglets at one birth. Pigs have many advantages that pigs are very efficient in utilizing feed. Pig is very good in processing the feed to be used as food for humans as in the carcass. With a rough feed the pig is able to grow relatively better. When given a standard ration or feed containing substances in accordance with the needs of life, pigs can reach 0.7-0,8kg / day body weight and some are able to reach up to 1kg / day with 2.5-3kg / day ration consumption so Feed conversion Ratio (FCR) can be between 3.5-3,7. In the management of pigs, one of the most noticed is the feed management. Taking into account the quality and quantity of feed in the ration is one of the most important factors in increasing the growth of livestock and the level of profit earned by the breeder.A good ration is a ration that is able to meet the nutritional needs required by livestock such as water, carbohydrates, fats, proteins, vitamins and minerals. In preparing the rations a variety of things must be considered so that rations can provide good effects for livestock such as the threshold of nutritional needs of the group of pig users, the content of food substances in the diet, the use of nutrients and the availability of materials including the price. In the farm owned by Mr. I Made Sukarata feed given has nutritional content that is still below the standards that will affect the growth and productivity of livestock.With 3kg / day feeding for mains and studs then 4kg / day for old pregnant and breastfeeding parents did not provide maximum growth when pig nutrition did not meet the needs. Liter size from the farm owned by Mr. I Made Sukarata is the range of 8-10 tail with birth weight 1.7-1.8 kg / head and weight loss of wean is 7kg / ekor. The growth of pigs is greatly influenced by the nutrients that depend on the feed.Keywords: Pig, ration and growth.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK MELALUI AIR MINUM TERHADAP DISTRIBUSI LEMAK ABDOMINAL ITIK BETINA YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG LIMBAH KULIT KECAMBAH KACANG HIJAU A. Anjarwati; I M. Mudita; I N. S. Sutama
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik melalui air minum terhadap distribusi lemak abdominal itik betina telah dilaksanakan di Laboraturium Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas tiga perlakuan yaitu : Itik yang diberi air minum tanpa probiotik sebagai kontrol (A), itik yang diberi air minum + 2,5 ml probiotik (B), itik yang diberi air minum + 5 ml probiotik (C). Masing–masing perlakuan terdiri atas lima ulangan dan setiap ulangan menggunakan tiga ekor itik bali betina umur 3 hari dengan bobot rata-rata. Variabel yang diamati adalah berat dan persentase lemak bantalan, berat dan persentase lemak mesentrium, berat dan persentase lemak empedal, serta berat dan persentase lemak abdomen. Hasil penelitian menunukkan bahwa pemberian probiotik kombinasi bakteri Bacillus subtillis strain BR2CL dan Bacillus sp strain BT3CL melalui air minum sebanyak 2,5 ml/ekor/hari belum mampu mempengaruhi distribusi lemak abdominal itik bali betina umur 8 minggu, namun pemberian probiotik sebanyak 5 ml/ekor/hari mengakibatkan terjadinya peningkatan berat lemak bantalan (pad fat) dan berat lemak empedal (ventriculus fat), namun tidak mempengaruhi variabel lemak abdominal lainnya. Kata kunci : Probiotik, itik bali betina, distribusi lemak abdominal.
AKTIVITAS ENZIM ISOLAT BAKTERI SELULOLITIK YANG DIISOLASI DARI CACING TANAH (Lumbricus rubellus) PADA BERBAGAI SUBSTRAT SELULOSA Antari N L.D; Cakra I G.L.O; Mudita I M; Sutama I N.S
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim dari isolat bakteri selulolitik yang diisolasi dari cacing tanah pada berbagai substrat yang mengandung selulosa telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 8 perlakuan dan 3 ulangan yaitu isolat bakteri dengan kode EB1CL, EB2CL, EB3CL, EB4CL, EB5CL, EB6CL, EB7CL dan EB8CL. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah aktivitas enzim pada substrat CMC (endo-1,4 glukanase), avicel (ekso-1,4-glukanase), eceng gondok dan daun apu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dengan kode EB1CL mempunyai aktivitas enzim selulase yang lebih tinggi pada berbagai substrat baik substrat sintetis (CMC dan avicel) maupun substrat gulma tanaman pangan (eceng gondok dan daun apu), kecuali pada menit ke-10 pada substrat eceng gondok. Periode menit ke-10, isolat dengan kode EB6CL mempunyai aktivitas enzim tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan isolat lainnya. Periode berikutnya (20 menit, 30 menit, dan 60 menit), isolat dengan kode EB1CL kembali menghasilkan aktivitas enzim yang tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum isolat bakteri dengan kode EB1CL merupakan isolat yang mempunyai aktivitas enzim selulase yang lebih tinggi dibandingkan dengan isolat lainnya.
METABOLIT RUMEN SAPI BALI YANG DIBERIKAN RANSUM TERFERMENTASI DENGAN INOKULAN YANG DIPRODUKSI DARI CAIRAN RUMEN SAPI BALI DAN RAYAP Dioksa IM.R; Mudita IM.; Wibawa A.A.P.P; Wirawan IW.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 2 (2015): E-Journal Peternakan Tropika Vol 3 No 2
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum berbasis limbah pertanian terfermentasi inokulan cairan rumen sapi bali dan rayap terhadap metabolit rumen sapi bali. Penelitian dilaksanakan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Penelitian dilaksanakanmenggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu ransum tanpa terfermentasi (RBo), ransum terfermentasi inokulan 20% cairan rumen dan 0,2 % rayap (RBR2T2), ransum terfermentasi inokulan 10% cairan rumen dan 0,3 % rayap (RBR1T3) dan ransum terfermentasi inokulan 20% cairan rumen dan 0,3 % rayap (RBR2T3).Variabel yang diamati meliputi pH cairan rumen,populasi protozoa,kadar N-NH3,VFA total/varsial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaataninokulan yang diproduksidarilimbah cairan rumen sapidanrayap (BR1T3, BR2T2 dan BR2T3) sebagai starter ransum berbasis limbah pertanian menurunkan populasi protozoa  rumen dan konsentrasi VFA parsial (Asetat, propionat, butirat), masing masing sebesar 63,33-83,33%; 1,44-33,30%; 31,21-47,33% dan 45,98-56,35% dibandingkan dengan pemberian RB0 (2,64-104cell/ml; 23,45mM; 6,76mM dan 0,33mM) sertameningkatkankonsentrasi N-NH3cairan rumen sapi bali sebesar 24,29-31,79% dibandingkan dengan pemberian ransum tanpa fermentasi inokulan. BerdAsarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemanfaatan inokulan yang diproduksi dari cairan rumen sapi bali dan rayap sebagai starter akan menurunkan populasi protozoa rumen dan konsentrasi VFA parsial serta meningkatkan konsentrasi NH3 cairan rumen sapi bali.
Co-Authors .L.A.K. Pratiwi A. A. A. Adinda Savitrie Suamba A. Anjarwati A. W. Puger A.A.A.S. Suamba Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Antari N L.D Ardina Ratna Pramesti Ardina Ratna Pramesti Asmara N.D.E.A.D.P.S.M. Bangun A. B. Banurea M.R Bhuana I M. K. A. Darma I N. D. DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewa Putu Indra Pranata Dewi N.K.S Dewi O. Dioksa IM.R Eny Puspani Gabrella T.D.V.F Gunawa I D. P. W. Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi I G. Lanang Oka Cakra I Gede Mahardika I Gusti Ngurah Kayana I Kadek Yoga Kertiyasa I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sumadi I Made Abra Rahastra I Made Arba Rahastra I N. S. Sutama I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I W. SUKANATA I Wayan Suarna I WAYAN SUBERATA I Wayan Wijana I WAYAN WIRAWAN I. G. M. A. Sucipta I.G. Mahardika I.G.A.N.C. Wiguna I.M. Wirawan I.M.J. Hermawan I.P.R.Y. Pradana I.W.P.Widnyana Ida Bagus Gaga Partama Juliartawan I K Jurnal Pepadu K.T.D. Deliana Karo E. K. Khoiron I. I. Komang Rita Noviyanti KRISTIANTI N.W.D. Lisandy M. A. R. Made Ananta Wirya Magna Anuraga Putra Duarsa Manubawa I K. V. Mario A D. D. Masadji P. N.K.S.P. Dewi N.L.G. Sumardani N.L.G. Sumardani N.W.E. Setyawati N.W.E. Setyawati Ni Gusti Ketut Roni Ni Luh Ayu Kornita Pratiwi Ni Luh Gde Sumardani Ni Luh Gede Sumardani Ni Made Suci Sukmawati Ni Nyoman Sulastri Ni Nyoman Suryani Ni Putu Dewi Tata Arini NI PUTU MARIANI Ni Wayan Siti Ni Wayan Tatik Inggriati NUGRAHA I K. P. Okariyadi I.D.K P., Masadji P.E.N. Putri PERMANA PUTRA I K. Prabowo F. D. Putra I M. D. Y. Putu Erika Nandia Riandani N W. Risnayanti N. K. Rohman M. F. Sinta Dewi R. A. Sitepu E. B. Slamet I K Sobari M. Suardita I K.G Suarningsih N. K. A. A. T. G. B. Yadnya Taqwa R. M. Tjokorda Gede Belawa Yadnya Widyana I W P