Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comossus L merr) PADA AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM JOPER A., Edison; Sriyani, N.L.P.; Ariana, I N.T.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 3 (2024): Vol. 12 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembrian ekstrak kulit nanas pada air minum terhadap kualitas fisik daging ayam joper. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Masing-masing ulangan terdiri atas 3 ekor ayam joper yang berumur 2 minggu dan total ayam joper yang digunakan sebanyak 60 ekor. Perlakuan tersebut adalah P0 (ayam joper yang diberi air minum tanpa ekstrak kulit nanas sebagai control), P1 (ayam joper yang diberi air minum dengan 6% ekstrak kulit nanas) P2 (ayam joper yang diberi air minum 8% ekstrak kulit nanas) dan P3 (ayam joper yang diberi air minum 10% ekstrak kulit nanas). Variable yang diamati adalah kualitas fisik daging meliputi (pH, daya ikat air, susut masak dan susut mentah). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak kulit nanas sebanyak 6%-10% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kualitas fisik daging ayam joper. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit nanas sebanyak 6%-10% belum mampu meningkatkan kualitas fisik daging ayam joper.
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING AYAM JOPER YANG DIBERI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS PADA AIR MINUM ., Amirullah; Sriyani, N.L.P.; Ariana, I N.T.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr yang ditambahkan ke air minum terhadap kualitas organoleptik daging ayam joper. Penelitian ini dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 6 minggu dari bulan September sampai Oktober 2022. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis non-parametrik Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Keempat perlakuan yaitu : konsentrasi kulit buah nanas sebanyak 0 ml dalam 1 liter air sebagai kontrol (P0), konsentrasi kulit buah nanas sebanyak 60 ml dalam 1 liter air (P1), konsentrasi ekstrak kulit buah nanas sebanyak 80 ml dalam 1 liter air (P2), konsentrasi ekstrak kulit buah nanas sebanyak 100 ml dalam 1 liter a ir (P3). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah variabel warna, aroma, tekstur dan keempukan, citarasa dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pengaruh penambahan ekstrak kulit buah nanas ( Ananas comosus (L.) Merr pada air minum berpengaruh nyata terhadap oraganoleptik ayam joper. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak kulit buah nanas dengan konsentrasi 10% (P3) melalui air minum paling baik dalam meningkatkan warna daging, aroma daging, tekstur dan keempukkan serta citarasa daging.
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING BROILER YANG DIBERI SARI AZOLLA PADA AIR MINUM I P.A.E., Pradita; Sriyani, N.L.P.; Siti, N.W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik daging broiler yang diberi sari Azolla pada air minum pada perlakuan yang berbeda yang dilaksanakan di Banjar Metra Kelod, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih dan dianalisis statistik Kruskal Wallis dan Mann-Whitney. Keempat perlakuan yakni: (P0) Broiler yang diberi air tanpa sari Azolla melalui air minum. (P1) Broiler yang diberi sari Azolla 2% melalui air minum. (P2) Broiler yang diberi sari Azolla 4% melalui air minum. (P3) Broiler yang diberi sari Azolla 6% melalui air minum. Variabel yang diamati yakni uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, keempukan, citarasa, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sari Azolla dengan level 4-6% melalui air minum nyata (P<0,05) meningkatkan kualitas organoleptik namun tidak nyata (P>0,05) pada variabel tekstur. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian sari Azolla pada air minum dengan perlakuan 4-6% dapat meningkatkan kualitas terhadap warna, aroma, keempukan, citarasa dan penerimaan keseluruhan. Tetapi tidak nyata berpengaruh terhadap tekstur daging. Pemberian sari Azolla pada air minum yang optimal untuk menghasilkan kualitas organoleptik daging broiler yang baik adalah konsentrasi 6% dilihat dari penilaian penerimaan panelis terhadap variabel warna, aroma, tekstur, keempukan, citarasa, dan penerimaan keseluruhan.
KUALITAS FISIK DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI DENGAN LARUTAN NANAS (Ananas comosus) C., Clarisa; Sriyani, N.L.P.; Wibawa, A. A. P. P.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi bali yang dimarinasi dengan larutan buah nanas (Ananas comosus). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah marinasi dengan akuades sebagai kontrol, marinasi dengan larutan buah nanas selama 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah pH, warna, daya ikat air, susut masak, dan susut mentah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas fisik daging sapi bali yang dimarinasi dengan larutan buah nanas (Ananas comosus) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, dan warna, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air, susut mentah, dan susut masak. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama waktu marinasi daging sapi bali dengan larutan buah nanas (Ananas comosus) yang tepat adalah 15 menit. Kata kunci: daging sapi bali, kualitas fisik, marinasi, larutan buah nanas
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comocus L. Merr) MELALUI AIR MINUM TERHADAP SISTEM PENCERNAAN AYAM JOPER D.N.P.O., Kedisan; Siti, N. W.; Sriyani, N.L.P.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah nanas melalui air minum terhadap sistem pencernaan ayam joper. Penelitian dilaksanakan selama 6 minggu di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan menggunakan 3 ekor ayam joper berumur 2 minggu dengan berat badan 100,31±11,4 g, sehingga didapatkan 20 unit percobaan dengan jumlah ayam joper sebanyak 60 ekor. Keempat perlakuan tersebut adalah ayam joper yang diberi air minum tanpa ekstrak kulit buah nanas sebagai kontrol (P0), ayam joper yang diberi air minum dengan ekstrak kulit buah nanas 6% (P1), ayam joper yang diberi air minum dengan ekstrak kulit buah nanas 8% (P2), dan ayam joper yang diberi air minum dengan ekstrak kulit buah nanas 10% (P3). Variabel yang diamati yaitu persentase hati, persentase empedu, persentase pankreas, persentase proventrikulus, persentase ventrikulus, persentase usus halus, dan panjang usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam yang diberi perlakuan P0, P1, P2, dan P3 memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase organ sistem pencernaan ayam joper. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah nanas dengan taraf 6%, 8%, 10% memberikan hasil yang sama terhadap sistem pencernaan ayam joper.
STUDI PERBANDINGAN KUALITAS FISIK DAGING BABI BALI DENGAN BABI LANDRACE PERSILANGAN YANG DIPOTONG DI RUMAH POTONG HEWAN TRADISIONAL N. L. P., Sriyani; N. M., Artiningsih Rasna; S. A., Lindawati; A. A., Oka
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.839 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i01.p06

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas fisik daging babi dari bangsa yang berbeda yaitu babi bali dan babi landrace persilangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Two Independent Sample Test. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah warna daging, susut masak, susut mentah, daya ikat air daging. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa warna daging babi bali 39,47% nyata lebih tinggi (P<0,05) daripada daging babi landrace persilangan. Susut masak daging babi lokal tidak nyata 1,19% lebih kecil daripada daging babi landrace persilangan. Susut mentah daging babi bali 5,64% nyata lebih kecil daripada daging babi landrace persilangan. Daya ikat air daging babi bali tidak nyata, 1,09% lebih besar daripada daging babi landrace. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik daging babi bali lebih baik daripada daging babi landrace persilangan dilihat dari variabel warna, dan susut mentah.
ANALISIS EKONOMI USAHA TERNAK BABI DENGAN PEMBERIAN SEKAM PADI DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG LIMBAH HOTEL I N. T., Ariana; A. W., Puger; A. A., Oka; N. L. P., Sriyani
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.442 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sekam padi sebagai sumber serat dalam ransum yang mengandung limbah hotel terhadap analisis ekonomi usaha ternak babi. Dua puluh empat ekor babi persilangan Landrace x Yorkshire jantan kastrasi, dengan umur 2 bulan dan berat badan 26,15±0,73 kg dibagi dalam empat perlakuan ransum, yaitu tanpa sekam padi (R0), 10% sekam padi (R1), 20% sekam padi (R2), dan 30% sekam padi (R3), masing-masing terdiri atas enam ekor ternak babi. Penelitian menggunakan kandang individu berukuran panjang 1,9 m dan lebar 0,5 m. Pakan diberikan secara ad libitum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Data yang diperoleh dianalisis dengan one-way ANOVA. Apabila terdapat perbedaan, analisis dilanjutkan dengan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya konsumsi, biaya konsumsi ransum harian, biaya ransum per kilogram kenaikan berat badan dan total biaya produksi ternak babi perlakuan R3 masing-masing adalah 297.021±3.916 rupiah/ekor, 4.243±55 rupiah/ekor/hari, 5.132±314 rupiah/kg dan 627.021±3.916 rupiah/ekor, dan ini lebih rendah (P<0,05) daripada perlakuan R0 dan R1 yang masing-masing adalah 406.908±14.529 dan 400.480±17.819 rupiah/ekor untuk total biaya konsumsi, 5.812±207 dan 5.721±254 rupiah/ekor/hari untuk biaya konsumsi ransum harian, 6.314±433 dan 5.822±119 rupiah/kg untuk biaya ransum per kilogram kenaikan berat badan serta 736.908±14.529 dan 730.480±17.819 rupiah/ekor untuk total biaya produksi. Total pendapatan pada perlakuan R1yaitu 963.666±54.701 rupiah/ekor, lebih tinggi (P<0,05) daripada perlakuan R2 dan R3 yang masing-masing hanya 837.666±79.894 dan 813.166±59.465 rupiah/ekor. Keuntungan usaha, income over feed cost dan B/C rasio usaha ternak babi diantara keempat perlakuan berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa penggunaan sekam padi pada level 10% dalam ransum yang mengandunglimbah hotel lebih menguntungkan.
PENGARUH PAKAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING KAMBING BLIGON N. L. P., Sriyani; N., Tirta Ariana; A. W., Puger; N. W., Siti
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.735 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i03.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pakan daun pepaya terhadap kualitas fisik daging kambing Bligon. Dua puluh satu ekor kambing betina umur sekitar 6 bulan dengan berat awal rata-rata 13,95±0,78 digunakan dalam penelitian ini. Ternak dibagi secara acak dalam tiga perlakuan, yaitu perlakuan R0 (Kontrol) pakan tanpa daun pepaya (10% daun waru+15% daun nangka+75% rumput ), R1 ( 25% daun pepaya+75% rumput ) R2 (50% daun pepaya+50% rumput). Setelah dipelihara selama 12 minggu dilakukan penyembelihan terhadap materi penelitian. Variabel yang diamati adalah pH daging, warna daging, keempukan daging, daya ikat air daging. Data kualitas fisik daging dianalisis dengan analisis varians yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan daun pepaya berpengaruh nyata menurunkan pH daging dan daya ikat air, sementara nilai susut masak tidak berpengaruh. Perlakuan dengan 50% daun pepaya meningkatkan keempukan daging sementara level 25% tidak berpengaruh.
PENERAPAN PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI PENGEMPUK DAGING PADA AYAM JOPER Sriyani, N.L.P.; Dewi, G.A.M.K.; Ariana, I.N.T.; Suarta, G.
Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2024.v23.i05.p09

Abstract

Super native chicken (Joper) is the result of a cross breed between native chicken with layer. Joper is seen in the ability to produce meat, especially in the breast and thigh organs, like broilers. However Joper has a low quality of meat tenderness. Papaya leaves are often used as meat tenderizers because they contain the enzyme papain. Papaya leaves are used in livestock as feed or mixed in drinking water in the form of papaya leaf juice. Abiasemal Village many Joper chicken farmers, both independent farmer or grup.Farmers have several obstacles in the development of Joper chicken where the results of meat that have low tenderness are obtained. This program will try to socialize the implementation of papaya leaf juice as meat tenderizer for Joper chicken in the village. The result of this program is the participation of the member group farmers is the good. Papaya leaf extract application in drinking water has been implemented by group farmer produce meat with increased tenderness with a not bitter taste, and one of the group members is interested to produce papaya leaf exstract to be sold in other group members. Keywords: papaya leaves, joper chicken, tenderness of meat
Evaluation of the Physicochemical and Sensory Characteristics of Chicken Sausages Containing Different Types of Chicken Skin Miwada, I Nyoman Sumerta; Susilo, Agus; Ariana, I Nyoman Tirta; Sriyani, Ni Luh Putu; Sumarmono, Juni
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.02.8

Abstract

This study aimed to determine the effects of adding chicken skin on the physicochemical and sensory characteristics of chicken sausages. Five sausage chicken formulations were produced with the following compositions: T1: Control (unfortified chicken skin); T2: fortified chicken skin 5%; T3: fortified chicken skin 10%; T4: fortified chicken skin15%; and T5: fortified chicken skin 20%. Our results revealed that the addition of chicken skin significantly (P<0.05) decreased the moisture content but significantly (P<0.05) increased the protein content in chicken sausages. Compared with the control, the sausages with chicken skin had significantly (p<0.05) greater pH values. The CIE L* value was significantly (p<0.05) greater than the CIE a* value compared with those of the control. Compared with the control condition, chicken skin fortification in the range of 5–20% improved the characteristics of chicken sausages. There was an increase in protein and fat contents and in the CIE L* value. The texture profile of the sausage improved, especially its hardness. In the sensory assessment, chicken skin fortification with the chicken sausage mixture improved the level of preference for color and flavour, especially in the T5 treatment.
Co-Authors A. A. Oka A. W. Puger A., Edison A.A. Oka Adnyana P. M. W. Agus Susilo Amirullah ., Amirullah Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Apriyanti N. N. S. Ardiyasa I.P ARIANA, I N.T. Ariana, I.N.T. Armini N. M. A. Arsana I. B. G. S. Artiningsih Rasna N. M., Artiningsih Rasna Atmaja C. G. R. Awang A. K. BARATA Y.K. Budi Rahayu Tanama Putri Bulkaini Bulkaini C., Clarisa D.N.P.O., Kedisan Darmawan I K. B. DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewantara I.G.P.B.S. Dewi, G.A.M.K. Edi Suryanto Eny Puspani FIRDAUS G. A. G. A. M. K. Dewi G.A.M.K. Dewi Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi I G. A. A. Putra I Gede Mahardika I Gede Suarta I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sumadi I Made Nuriyasa I Made Nuriyasa I Made Nuryasa I N TIRTA ARIANA I N. Sumerta Miwada I N. T. ARIANA I Nengah Suar Rusnadi I Nyoman Suartha I Nyoman Sumerta Miwada I P. A. Astawa I P.A.E., Pradita I Putu Ari Astawa I Wayan Subrata I.A.P. Utami I.M. Mudita I.P. Sampurna Ida Bagus Gaga Partama IK. Saka Juni Sumarmono K.K Agustina Kristiawan I M. Kusuma I M. D. LESTARIANTO A. Lindawati S. A. Luh Gde Sri Surya Heryani M Ichsan Harris M. A. Rasna Martini Hartawan MURIANTINI N.M N. W. SITI N.W. Siti N.W. Siti, N.W. N.W.T. Ingriati. Ni Ketut Suwiti Ni Luh Gde Sumardani Ni Luh Gde Sumardani Ni Made Suci Sukmawati Ni Made Witariadi Ni Wayan Siti Ni Wayan Tatik Inggriati Oka A. A. Oka A.A P Sampurna Permana K. P. POETY M. K. Pratiwi N. K. E. T. Priadi I G.D. Priskayani N. K. Purwaningsih M. Putri R.O.E. Rahastra I M. A. S. PUTRA Sanjaya I K. W. Sihotang R. SINAGA M. O. A. Siti N. W. Sri Anggreni Lindawati Suandana I W. E. E. Suandita I W. E. Suarta, G. Sucita I K. A. Suranjaya I .Gd SURYANA I. M. P Tena M. T. Tirta Ariana N., Tirta Ariana Tjokorda Istri Putri Undaharta T. S. W. Siti Wayan Sayang Yupardhi Wayan Sayang Yupardi Wayan Sayang Yupardi Wayan Sayang Yupardi, Wayan Sayang Wibawa, A. A. P. P. Widiadnyana I G. N. P. Widiana I P. E.